EN: The passive voice construction 'be born' is used to express where or when someone came into the world. In the past tense, we use 'was born' for singular subjects and 'were born' for plural subjects.
Bahasa Indonesia: Struktur pasif 'be born' (lahir) digunakan untuk menyatakan waktu atau tempat seseorang dilahirkan. Dalam bentuk lampau, subjek tunggal menggunakan 'was born', sedangkan subjek jamak menggunakan 'were born'.
She was born in a small village in 1995.
Dia lahir pada tahun 1995 di sebuah desa kecil.
EN: The subordinating conjunction 'while' is used to connect two actions happening at the same time. It introduces an adverbial clause of time, showing that the action in the main clause occurred during the period of the action in the dependent clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'while' (sementara) digunakan untuk menghubungkan dua tindakan yang terjadi bersamaan. Kata ini memimpin klausa keterangan waktu, menunjukkan bahwa tindakan pada klausa utama terjadi selama tindakan pada klausa bawahan berlangsung.
I studied hard while my brother played video games.
Sementara adik laki-laki saya sedang bermain video game, saya sedang giat belajar.
EN: Erling Haaland's father, Alf-Inge Haaland, was a professional footballer who played for Manchester City in the early 2000s. Erling's birth in England made him eligible to play for the English national team, but he chose to represent Norway, where he grew up.
Bahasa Indonesia: Ayah Erling Haaland, Alf-Inge Haaland, adalah pemain sepak bola profesional yang pernah bermain untuk Manchester City pada awal tahun 2000-an. Kelahiran Haaland di Inggris membuatnya memenuhi syarat untuk bermain untuk tim nasional Inggris, tetapi pada akhirnya ia memilih untuk mewakili Norwegia, negara tempat ia dibesarkan.
EN: The modal verb 'would' is used here as the 'future in the past' to describe events that were going to happen after the time being referred to in the past narrative.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'would' di sini digunakan sebagai 'masa depan dalam masa lalu' (future in the past), untuk menggambarkan peristiwa yang akan terjadi setelah titik waktu narasi di masa lalu.
She knew that one day she would travel the world.
Dia tahu bahwa suatu hari dia akan berkeliling dunia.
EN: The phrasal verb 'grow up' means to gradually become an adult. It is an intransitive verb, meaning it does not take a direct object.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'grow up' berarti 'tumbuh dewasa'. Ini adalah kata kerja intransitif, artinya tidak perlu diikuti objek langsung.
He grew up in a quiet countryside.
Dia dibesarkan di pedesaan yang tenang.
EN: Bryne is a small town in southwestern Norway with a population of around 12,000. It is known for its agricultural roots and strong community spirit. Despite his global fame, Erling Haaland often returns to Bryne, where he spent his formative years and began his football career at the local club Bryne FK.
Bahasa Indonesia: Bryne adalah sebuah kota kecil di barat daya Norwegia, dengan populasi sekitar 12.000 jiwa. Kota ini dikenal dengan latar belakang pertanian dan kohesi komunitas yang kuat. Meskipun Erling Haaland kini terkenal di seluruh dunia, ia sering kembali ke Bryne, tempat ia menghabiskan masa pertumbuhannya dan memulai karier sepak bola di klub lokal Bryne FK.
EN: The verb 'decide' is followed by a to-infinitive (to + base verb) when expressing a choice or plan to do something. This is a common pattern for verbs expressing future intent or desire.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'decide' diikuti oleh infinitive (to + kata kerja bentuk dasar) untuk menyatakan pilihan atau rencana untuk melakukan sesuatu. Ini adalah pola umum untuk kata kerja yang mengungkapkan niat atau keinginan di masa depan.
She decided to study abroad next year.
Dia memutuskan untuk belajar di luar negeri tahun depan.
EN: The phrasal verb 'write down' means to record something on paper. When the object is a noun phrase (like 'a very special dream'), it can place either after the particle 'down' or between 'write' and 'down'.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'write down' berarti 'menuliskan, mencatat'. Ketika objeknya berupa frasa nomina (misalnya 'a very special dream'), frasa tersebut dapat ditempatkan setelah preposisi 'down' atau di antara 'write' dan 'down'.
Please write down your phone number.
Silakan tuliskan nomor telepon Anda.
EN: The noun clause (or object clause) introduced by 'that' functions as the direct object of the verb 'believed'. In this structure, 'that' is a conjunction that connects the main clause ('He believed') with the subordinate clause ('one day he would win everything...'). In informal English, 'that' is often omitted, but it is kept here for formal clarity.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina (atau klausa objek) yang dipimpin oleh 'that' berperan sebagai objek langsung dari kata kerja 'believed' (percaya). Dalam struktur ini, 'that' adalah konjungsi yang menghubungkan klausa utama ('He believed') dengan klausa bawahan ('one day he would win everything...'). Dalam bahasa Inggris lisan, 'that' sering dihilangkan, tetapi di sini dipertahankan untuk menjaga formalitas dan kejelasan.
She knew that the project would succeed with hard work.
Dia tahu bahwa jika berusaha, proyek ini akan berhasil.
EN: The intensive pronoun 'himself' is used to emphasize the subject 'he'. Unlike reflexive pronouns which are necessary for the sentence's basic meaning, intensive pronouns can be removed without changing the core grammatical structure of the sentence. Here, it emphasizes that Haaland would achieve this feat personally.
Bahasa Indonesia: Kata ganti penekan 'himself' (dia sendiri/sendiri) digunakan untuk menekankan subjek 'he'. Berbeda dengan kata ganti refleksif (yang diperlukan untuk makna dasar kalimat), kata ganti penekan meskipun dihapus tidak mengubah struktur gramatikal inti kalimat. Di sini, ini menekankan bahwa Haaland akan mewujudkan prestasi ini sendiri.
The president himself signed the peace treaty.
Presiden menandatangani perjanjian damai ini sendiri.
EN: This sentence refers to Erling Haaland's deep connection to Manchester City. His father, Alf-Inge Haaland, played for the club in the early 2000s. Erling's childhood dream of winning the 'treble' (Premier League, FA Cup, and Champions League) with the same club was considered highly ambitious, but he achieved it in his debut season in 2023, cementing his status as a football prodigy.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menyebut hubungan mendalam antara Erling Haaland dan Manchester City. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, pernah bermain untuk klub itu pada awal tahun 2000-an. Erling bermimpi sejak kecil untuk memenangkan 'Treble' (Premier League, Piala FA, dan Liga Champions UEFA) bersama klub yang sama, yang pada saat itu dianggap sebagai mimpi yang sangat ambisius, namun ia berhasil mewujudkannya di musim debutnya tahun 2023, menegaskan statusnya sebagai jenius sepak bola.
EN: The use of the relative pronoun 'that' to introduce a defining relative clause. In this sentence, 'that' functions as the direct object of the verb 'explain' in the relative clause, modifying the noun phrase 'an incredible speed'.
Bahasa Indonesia: Penggunaan kata ganti relatif 'that' yang memandu klausa relatif restriktif. Dalam kalimat ini, 'that' berperan sebagai objek langsung dari kata kerja 'explain' dalam klausa relatif, digunakan untuk memodifikasi frasa nomina anteseden 'an incredible speed' (kecepatan luar biasa).
She bought a laptop that everyone highly recommended.
Dia membeli laptop yang sangat direkomendasikan semua orang.
EN: The prepositional phrase 'at a ... speed' is used to describe the rate at which an action occurs. 'At' is the standard preposition used with rates, speeds, and temperatures.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'at a ... speed' digunakan untuk menggambarkan laju atau kecepatan terjadinya suatu tindakan. Preposisi 'at' adalah preposisi standar yang digunakan dengan laju, kecepatan, dan suhu.
The car was traveling at a dangerous speed.
Mobil itu melaju dengan kecepatan berbahaya.
EN: Erling Haaland's rapid rise in world football has often been described in terms of 'machine-like' efficiency. The phrase 'at an incredible speed' reflects the sheer shock of the football world as he broke goalscoring records immediately upon his arrival in major European leagues.
Bahasa Indonesia: Kebangkitan pesat Erling Haaland di dunia sepak bola sering digambarkan memiliki efisiensi 'seperti mesin'. Frasa 'at an incredible speed' (dengan kecepatan yang luar biasa) dalam kalimat tersebut mencerminkan keterkejutan besar yang dirasakan seluruh dunia sepak bola ketika ia memasuki liga-liga utama Eropa dan segera memecahkan berbagai rekor gol.
EN: The use of 'very' as an adjective to emphasize a noun. When placed before an adjective and a noun (like 'very first'), it means 'actual' or 'absolute', emphasizing that it was indeed the absolute first time.
Bahasa Indonesia: 'very' digunakan sebagai kata sifat untuk memodifikasi dan menekankan kata benda. Ketika ditempatkan sebelum kata sifat dan kata benda (seperti 'very first'), artinya 'tepat, sepenuhnya', untuk menekankan bahwa ini benar-benar yang pertama.
This is the very first time I have ever traveled abroad.
Ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya pergi berwisata ke luar negeri.
EN: The preposition 'for' used to indicate representation. In sports contexts, 'play for [a team]' or 'match for [a club]' shows which team or organization a player represents.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'for' di sini digunakan untuk menyatakan 'mewakili'. Dalam konteks olahraga, 'play for [tim]' atau 'match for [klub]' menunjukkan tim atau institusi yang diwakili oleh pemain.
He scored two goals in his debut match for the national team.
Dia mencetak dua gol di pertandingan debutnya untuk tim nasional.
EN: A 'hat-trick' refers to scoring three goals in a single game in association football (soccer). The term originally comes from cricket in the 19th century, where a bowler who took three wickets in three consecutive deliveries was presented with a hat. In European football, scoring a hat-trick on a player's Champions League debut (especially at a young age) is a rare and highly celebrated milestone that instantly attracts global media attention.
Bahasa Indonesia: 'Hat-trick' dalam sepak bola berarti seorang pemain mencetak tiga gol dalam satu pertandingan. Istilah ini awalnya berasal dari olahraga kriket abad ke-19, ketika seorang pelempar yang berhasil mengenai gawang tiga kali berturut-turut akan diberi hadiah topi. Di dunia sepak bola Eropa, seorang pemain yang mencetak hat-trick di laga debut Liga Champions (terutama pemain muda) adalah pencapaian yang sangat langka dan disorot, yang langsung menarik perhatian media global.
EN: The noun 'spell' is used here to mean a short, continuous period of time during which a particular activity or condition occurs. It is often followed by the preposition 'of' and a gerund (verb-ing) or noun.
Bahasa Indonesia: Kata benda 'spell' di sini menunjukkan periode singkat di mana suatu aktivitas atau keadaan tertentu berlangsung. Biasanya diikuti oleh preposisi 'of' dan gerund (V-ing) atau kata benda, untuk memodifikasi konten spesifik dari periode tersebut.
She had a brief spell of working as a tour guide last summer.
Dia pernah bekerja sebagai pemandu wisata untuk waktu yang singkat pada musim panas tahun lalu.
EN: The preposition 'at' is used to indicate a specific location or institution, in this case, the football club Borussia Dortmund.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'at' di sini digunakan untuk menunjukkan tempat atau institusi tertentu. Dalam kalimat ini, merujuk pada klub sepak bola 'Dortmund'.
He spent three successful years at the university.
Dia menghabiskan tiga tahun yang sukses di universitas itu.
EN: Borussia Dortmund is a major German professional sports club based in Dortmund, North Rhine-Westphalia. Known for its passionate fan base and the famous 'Yellow Wall' at their stadium, Dortmund is renowned for developing world-class young talents like Erling Haaland before they move to other giant European clubs.
Bahasa Indonesia: Borussia Dortmund adalah klub olahraga profesional terkenal yang berlokasi di Dortmund, negara bagian Nordrhein-Westfalen, Jerman. Klub ini terkenal dengan basis penggemarnya yang fanatik dan tribun 'Yellow Wall' yang terkenal di stadion kandangnya. Dortmund memiliki reputasi tinggi di dunia sepak bola karena mengembangkan bintang muda kelas dunia (seperti Erling Haaland) dan mengirim mereka ke klub-klub besar Eropa lainnya.
EN: Adjective phrase as a free modifier (or verbless clause) at the beginning of a sentence. It describes the subject of the main clause ('he') without using a relative pronoun or a verb, creating a dramatic and concise description.
Bahasa Indonesia: Frasa kata sifat yang ditempatkan di awal kalimat berfungsi sebagai modifikator bebas (atau klausa tanpa kata kerja). Frasa ini secara langsung memodifikasi subjek klausa utama ('he'), menghilangkan kata ganti relatif dan kata kerja, membuat deskripsi lebih dramatis dan ringkas.
Tired and hungry, the hikers finally reached the camp.
Lelah dan lapar, para pendaki akhirnya tiba di perkemahan.
EN: The past participle phrase ('built in a laboratory') is used as an adjective phrase modifying the preceding noun ('a striker'). It is a reduced relative clause, equivalent to 'who was built in a laboratory'.
Bahasa Indonesia: Frasa partisipel lampau ('built in a laboratory') digunakan sebagai frasa adjektiva, memodifikasi kata benda sebelumnya ('a striker'). Ini adalah bentuk sederhana dari klausa relatif, setara dengan 'who was built in a laboratory'.
The castle built in the 12th century still stands on the hill.
Kastil yang dibangun pada abad ke-12 ini masih berdiri kokoh di atas bukit.
EN: The phrase 'built in a laboratory' is a common sports metaphor used to describe an athlete who possesses such perfect physical and technical attributes that they seem artificially engineered rather than naturally born. It highlights Erling Haaland's extraordinary physical dominance and clinical finishing.
Bahasa Indonesia: 'Dibuat di laboratorium' (built in a laboratory) adalah metafora yang umum digunakan di dunia olahraga untuk menggambarkan seorang atlet yang memiliki kondisi fisik dan teknik yang sangat sempurna, seolah-olah dirancang secara presisi oleh manusia, bukan terbentuk secara alami. Kalimat ini menonjolkan dominasi fisik Erling Haaland yang luar biasa dan kemampuannya mencetak gol yang dingin dan efisien.
EN: The past perfect tense ('had once written') is used to describe an action that was completed before another action in the past (joining Manchester City in 2022).
Bahasa Indonesia: Past perfect ('had once written') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum titik waktu atau tindakan tertentu di masa lalu (bergabung dengan Manchester City pada tahun 2022).
She had already left when I arrived at the station.
Ketika saya tiba di stasiun, dia sudah pergi.
EN: The conjunction 'just as' is used to show that two events happened in the exact same way or at the same time. Here, it compares the reality to his past written prediction.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'just as' digunakan untuk menunjukkan bahwa dua peristiwa terjadi dengan cara yang persis sama atau pada waktu yang sama. Di sini, ia membandingkan kenyataan dengan ramalan yang pernah dia tulis.
EN: Manchester City is one of the most successful English football clubs of the modern era. Haaland's father, Alfie Haaland, also played for the club in the early 2000s, making Erling's transfer in 2022 a highly emotional and historic 'homecoming' for the family.
Bahasa Indonesia: Manchester City adalah salah satu klub sepak bola Inggris paling sukses di era modern. Ayah Haaland, Alfie Haaland, juga pernah bermain untuk klub ini pada awal tahun 2000-an, menjadikan bergabungnya Erling Haaland pada tahun 2022 sebagai perjalanan 'pulang' yang sangat emosional dan bermakna historis bagi keluarga tersebut.
EN: The phrasal verb 'come true' means to actually happen or become reality. It is an intransitive verb phrase, meaning it does not take a direct object. Its past tense form is 'came true'.
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'come true' berarti 'menjadi kenyataan' atau 'terwujud'. Ini adalah frasa verba intransitif, artinya tidak diikuti objek langsung. Bentuk lampaunya adalah 'came true'.
Her dream of becoming a professional singer finally came true.
Mimpinya menjadi penyanyi profesional akhirnya menjadi kenyataan.
EN: The subordinating conjunction 'when' is used here to introduce an adverbial clause of time, indicating the specific moment or period in which the main action ('came true') occurred.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'when' di sini digunakan untuk memandu klausa keterangan waktu, menunjukkan waktu atau periode spesifik ketika tindakan utama ('came true', menjadi kenyataan) terjadi.
He was living in London when he wrote his first book.
Dia sedang tinggal di London ketika menulis buku pertamanya.
EN: In European football (soccer), scoring 52 goals in a single debut season in England is an exceptionally rare and historic achievement. This context highlights why the narrator describes Haaland's childhood dream of winning everything with Manchester City as an 'amazing prophecy' that 'came true'.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola Eropa (sepak bola Inggris), mencetak 52 gol di musim debutnya di Inggris adalah pencapaian yang sangat langka dan bersejarah. Latar belakang ini menjelaskan mengapa narator menggambarkan mimpi masa kecil Haaland dan Manchester City memenangkan segalanya sebagai 'ramalan menakjubkan' yang 'menjadi kenyataan'.
EN: The Simple Past Tense ('won') is used to describe a completed action that occurred at a specific time in the past (in this case, 'in 2023').
Bahasa Indonesia: Simple past tense ('won') digunakan untuk mendeskripsikan tindakan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu (di sini 'in 2023').
She graduated from university in 2021.
Dia lulus dari universitas pada tahun 2021.
EN: Adverbials of Time and Place: In English, time expressions (like 'in 2023') are typically placed at the very end of the sentence, following the prepositional phrase of accompaniment ('with his English club').
Bahasa Indonesia: Adverbia waktu dan tempat: Dalam bahasa Inggris, ekspresi waktu (seperti 'in 2023') biasanya diletakkan di akhir kalimat, setelah frasa preposisi penyerta ('with his English club').
They played soccer with their friends yesterday.
Mereka bermain sepak bola dengan teman-teman mereka kemarin.
EN: In European football, a 'treble' refers to winning three major trophies in a single season. For an English club like Manchester City, this historic feat consists of winning the Premier League, the FA Cup, and the UEFA Champions League. Achieving this is extremely rare and highly celebrated.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola Eropa, 'tiga gelar' (treble) berarti memenangkan tiga gelar utama dalam satu musim. Bagi klub Inggris seperti Manchester City, prestasi bersejarah ini mencakup memenangkan Liga Premier (Premier League), Piala FA (FA Cup), dan Liga Champions UEFA (UEFA Champions League). Mencapai prestasi ini sangat langka dan sangat dihormati.
EN: The Past Perfect tense ('had not seen') is used here to describe an action or state that started in the past and continued up to another point in the past (1998 to the time of his birth/career). Combined with 'since', it emphasizes the duration of non-occurrence up to that past reference point.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had not seen) digunakan di sini untuk menggambarkan keadaan yang telah dimulai sebelum titik waktu tertentu di masa lalu dan berlanjut hingga titik tersebut (periode masa lalu dari 1998 hingga kelahiran/karirnya). Digabungkan dengan 'since' (sejak), menekankan keadaan berkelanjutan yang belum pernah terjadi sebelum titik acuan masa lalu tersebut.
By the time he retired, the team had not won a championship since 1990.
Saat dia pensiun, tim itu belum pernah memenangkan gelar sejak 1990.
EN: Apposition ('two years before he was born') is a grammatical construction in which two elements, typically noun phrases, are placed side by side, with one element serving to identify or explain the other. Here, it explains the significance of the year 1998.
Bahasa Indonesia: Aposisi (two years before he was born) adalah struktur tata bahasa yang menempatkan dua elemen (biasanya frasa kata benda) secara berdampingan, di mana satu elemen menjelaskan atau menerangkan elemen lainnya. Di sini, ia menjelaskan makna kontekstual tahun 1998.
EN: Norway has a rich football history but has struggled to qualify for major international tournaments like the World Cup in recent decades. The mention of 1998 refers to the France World Cup, which was the last time Norway's national team participated in the tournament, highlighting the long drought that Erling Haaland's generation aims to end.
Bahasa Indonesia: Norwegia memiliki sejarah sepak bola yang kaya, tetapi dalam beberapa dekade terakhir, mereka kesulitan untuk lolos ke turnamen internasional besar seperti Piala Dunia. Tahun 1998 yang disebutkan dalam artikel tersebut merujuk pada Piala Dunia di Prancis, yang merupakan terakhir kalinya tim nasional Norwegia berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Hal ini juga menyoroti paceklik Piala Dunia yang panjang yang ingin diakhiri oleh generasi pemain Erling Haaland.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Luar biasa, sulit dipercaya (untuk menggambarkan kecepatan atau jumlah yang menakjubkan)
Dalam konteks: Tidak bisa dihentikan, tak terbendung
Dalam konteks: (periode waktu tertentu untuk suatu aktivitas atau keadaan)
Dalam konteks: Laboratorium
Dalam konteks: Ramalan
Dalam konteks: Bersejarah, memiliki makna sejarah yang besar
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To record something in writing.
Menuliskan, mencatat
To become reality; to actually happen as predicted or hoped.
(Mimpi, ramalan, dll.) menjadi kenyataan, terwujud
Winning three major trophies in a single football season.
Treble (memenangkan tiga kompetisi utama dalam satu musim)