EN: The simple past tense (e.g., 'caused') is used to express completed actions that occurred at a specific, known time in the past ('on 26 August 2026').
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau sederhana (misalnya 'caused') digunakan untuk menyatakan tindakan atau peristiwa yang telah selesai pada titik waktu tertentu di masa lalu ('pada 26 Agustus 2026').
The heavy rainstorm caused severe flooding in the city yesterday.
Badai hebat kemarin menyebabkan banjir parah di kota.
EN: Prepositional phrases indicating location ('on Langtang Lirung mountain', 'along the Nepal-China border') can modify preceding nouns to add clear spatial context.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional yang menunjukkan lokasi (misalnya 'di Gunung Langtang Lirung' atau 'di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok') dapat digunakan untuk memodifikasi kata benda di depannya guna memberikan informasi latar spasial yang jelas.
The village along the river was evacuated after the storm.
Desa-desa di sepanjang sungai dievakuasi setelah badai.
EN: The Himalayan region, including the area around Langtang Lirung along the Nepal-China border, is highly susceptible to natural hazards such as glacial lake outburst floods (GLOFs) and ice collapses due to steep topography and climate change impacts.
Bahasa Indonesia: Wilayah Pegunungan Himalaya (termasuk area sekitar Gunung Langtang Lirung di perbatasan Nepal-Tiongkok) karena topografinya yang curam dan pengaruh perubahan iklim, sangat rentan terhadap bencana alam seperti banjir bandang akibat danau glasial (GLOFs) dan runtuhnya gletser.
EN: The past perfect tense ('had + past participle') is used to describe an action that happened before another past action or time. Here, 'had broken away' occurred before the scientists 'determined' it.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang telah terjadi 'sebelum' titik waktu atau tindakan lain di masa lampau. Dalam kalimat ini, es dan batu 'terlepas (had broken away)' terjadi sebelum para ilmuwan 'memastikan (determined)'.
Rescue teams discovered that the landslide had blocked the main road hours before they arrived.
Tim penyelamat menemukan bahwa tanah longsor telah memblokir jalan utama beberapa jam sebelum mereka tiba.
EN: Present participle phrases (e.g., 'measuring...') can act as reduced relative clauses (short for 'which measured...') to modify a preceding noun directly.
Bahasa Indonesia: Frasa present participle (seperti measuring...) dapat digunakan sebagai bentuk sederhana dari klausa relatif (yaitu penyingkatan dari which measured...) untuk memodifikasi secara langsung kata benda yang mendahuluinya.
A chunk of debris weighing nearly five tons fell onto the highway.
Sebuah pecahan dengan berat hampir lima ton jatuh ke jalan tol.
EN: Reduced relative clauses using past participles: A participle phrase (e.g., 'generated by the impact') can modify a noun directly, functioning as a shortened passive relative clause (short for 'which was generated by the impact').
Bahasa Indonesia: Partisipel lampau sebagai modifikasi posposisi (penyederhanaan klausa relatif): frasa partisipel lampau ( generated by the impact) dapat langsung memodifikasi nomina di depannya, setara dengan menghilangkan 'pronomina relatif + kata kerja be' (aslinya which was generated by the impact), digunakan untuk menyatakan makna pasif.
The heat generated by the sun powers the entire ecosystem.
Energi panas yang dihasilkan matahari menggerakkan seluruh ekosistem.
EN: Compound sentences with coordinating conjunctions: Two independent clauses can be joined by 'and' to show a logical sequence of events or added information.
Bahasa Indonesia: Kalimat majemuk setara dengan konjungsi koordinatif: menggunakan konjungsi 'and' untuk menghubungkan dua klausa independen yang lengkap, untuk menunjukkan urutan kejadian atau menambahkan informasi terkait.
The heavy rain flooded the streets, and the strong winds knocked down power lines.
Hujan deras membanjiri jalanan, dan angin kencang merobohkan kabel listrik.
EN: The relative pronoun 'that' introduces a restrictive relative clause, modifying the noun phrase 'a devastating wall of water and debris' and acting as the subject of the verb 'surged'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif 'that' memperkenalkan klausa relatif restriktif, yang memodifikasi frasa nomina sebelumnya 'dinding air dan puing-puing yang dahsyat', dan berfungsi sebagai subjek dari verba 'surged' dalam klausa tersebut.
The sudden storm generated a huge wave that swept across the coastal road.
Badai yang tiba-tiba menghasilkan gelombang besar, menyapu jalan pantai.
EN: The preposition 'at' is used before noun phrases indicating rate, speed, or level (e.g., 'at terrifying speed') to describe how fast an action occurs.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'at' sering digunakan sebelum frasa nomina yang menyatakan kecepatan, laju, atau tingkat (misalnya 'at terrifying speed') untuk menggambarkan seberapa cepat suatu tindakan terjadi.
The floodwaters advanced toward the village at an unprecedented rate.
Banjir menerjang desa dengan kecepatan yang mengerikan.
EN: The preposition 'with' followed by a noun (debris) and a present participle ('reaching') forms an absolute construction, used here to add extra descriptive detail or simultaneous circumstances to the main clause.
Bahasa Indonesia: Menggunakan struktur majemuk 'with + kata benda (debris) + present participle (reaching)' (varian dari konstruksi partisip absolut) untuk menambahkan penjelasan tentang keadaan yang menyertai atau latar belakang terperinci pada klausa utama.
The storm passed through the town, with heavy winds causing severe damage to several buildings.
Badai melanda kota itu, angin kencang menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan.
EN: Participles can be used as adjectives before nouns. Here, 'reaching' is a present participle functioning as an active verb within the prepositional phrase, while 'flash flood' uses 'flash' as an attributive noun/modifier.
Bahasa Indonesia: Present participle (V-ing) dapat digunakan untuk keterangan tambahan dalam kalimat aktif, menunjukkan keadaan tindakan yang sedang berlangsung atau telah dicapai oleh kata benda tersebut.
The train arrived at the station, with passengers rushing to get on.
Kereta tiba di stasiun, para penumpang berdesakan maju untuk bersiap naik.
EN: The phrase 'as well as' is a additive conjunction used to join two elements, meaning 'in addition to' or 'and also'. Unlike 'and', it places primary emphasis on the first element.
Bahasa Indonesia: 'as well as' adalah konjungsi tambahan yang berarti 'serta' atau 'dan juga'. Berbeda dengan 'and' pada umumnya, kata ini biasanya menempatkan fokus utama pada hal yang disebutkan sebelumnya.
The hotel provides free breakfast, as well as access to the gym.
Hotel ini menyediakan sarapan gratis, serta akses ke pusat kebugaran.
EN: The past simple tense ('devastated') is used to express a completed action that took place at a specific time in the past.
Bahasa Indonesia: Simple past tense (seperti 'devastated' dalam kalimat ini) digunakan untuk menyatakan tindakan atau peristiwa yang telah selesai pada titik waktu tertentu di masa lalu.
The strong earthquake damaged several historic buildings in the city center.
Gempa bumi kuat ini merusak beberapa bangunan bersejarah di pusat kota.
EN: Rasuwa and Nuwakot are northern districts of Nepal bordering the Tibet Autonomous Region of China. Gyirong County (also spelled Kyirong) is a key cross-border trading hub between Nepal and China. Due to the steep Himalayan topography, natural disasters such as flash floods and landslides in this region often cause cross-border impacts, affecting communities on both sides of the frontier.
Bahasa Indonesia: Rasuwa dan Nuwakot adalah wilayah di Nepal utara yang berbatasan dengan Daerah Otonom Tibet, Tiongkok, sementara Kabupaten Gyirong adalah pusat perdagangan perbatasan penting antara Nepal dan Tiongkok. Karena topografi Pegunungan Himalaya yang curam, bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor di wilayah ini sering menimbulkan dampak lintas batas, menjangkau komunitas di kedua sisi perbatasan.
EN: The conjunction 'while' is used to contrast two related facts or situations occurring at the same time or within the same context.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'while' digunakan untuk membandingkan dua fakta atau situasi terkait yang terjadi dalam latar atau waktu yang sama (dapat diterjemahkan sebagai 'sementara' atau 'namun').
Nepal reported heavy rainfall in the south, while northern regions experienced severe drought.
Nepal bagian selatan dilaporkan mengalami hujan lebat, sementara wilayah utara mengalami kekeringan parah.
EN: Passive voice constructions (e.g., 'were confirmed', 'were reported') are commonly used in news reports to focus on the actions or factual results rather than the agent who performed them.
Bahasa Indonesia: Struktur kalimat pasif (seperti 'were confirmed', 'were reported') sering digunakan dalam pemberitaan untuk memfokuskan pada hasil tindakan atau fakta, bukan pada pelaku tindakan.
Several survivors were rescued from the debris, while minor injuries were treated at the scene.
Beberapa orang selamat berhasil dievakuasi dari reruntuhan, sementara yang luka ringan dirawat di lokasi.
EN: Ellipsis (omission) of repeated words in parallel structures: When two clauses share the same verb or structure, the repeated elements (here, 'remained missing') are often omitted to avoid repetition, especially in news reporting.
Bahasa Indonesia: Elipsis dalam struktur paralel (Ellipsis): Ketika dua klausa berbagi kata kerja atau struktur yang sama, klausa kedua sering menghilangkan kata yang berulang (di sini 'remained missing' dihilangkan) untuk membuat kalimat lebih ringkas, umum ditemukan dalam laporan berita.
John ordered a coffee and Mary a tea.
John memesan secangkir kopi, sedangkan Mary memesan secangkir teh.
EN: Noun clause as direct object after reporting verbs: 'That' introduces a content clause acting as the object of 'stated', reporting what the authorities communicated.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina sebagai objek langsung kata kerja penyampaian: 'that' memimpin klausa isi, sebagai objek dari kata kerja utama 'stated' (menyatakan/mengindikasikan), digunakan untuk melaporkan konten yang diumumkan oleh otoritas.
Officials reported that thousands of residents were affected by the storm.
Laporan pejabat menunjukkan bahwa ribuan warga terkena dampak badai.
EN: Inversion with Prepositional Phrases: When a prepositional phrase expressing location, position, or category is placed at the beginning of a sentence for emphasis or textual cohesion, the subject and verb (especially 'be' verbs) are inverted (Verb + Subject).
Bahasa Indonesia: Inversi frasa preposisional: Ketika frasa preposisional yang menunjukkan posisi, tempat, atau lingkup ditempatkan di awal kalimat untuk penekanan atau keterkaitan kalimat, subjek dan kata kerja (terutama kata kerja be) mengalami inversi (kata kerja + subjek).
Among the survivors were two young children from the local village.
Di antara para penyintas, ada dua anak kecil dari desa setempat.
EN: Ellipsis in Adjectival Constructions ('those unaccounted for'): The demonstrative pronoun 'those' is modified by an adjective/participial phrase where 'who were' is omitted (those who were unaccounted for = those unaccounted for).
Bahasa Indonesia: Elipsis dalam struktur adjektiva ('those unaccounted for'): Kata ganti penunjuk 'those' diterangkan oleh frasa adjektiva/partisip, di mana kata ganti relatif dan kata kerja 'who were' dihilangkan (those who were unaccounted for disederhanakan menjadi those unaccounted for), yang berarti 'mereka yang hilang'.
All items unaccounted for must be reported to the manager immediately.
Semua barang yang hilang harus segera dilaporkan kepada manajer.
EN: Reduced relative clause using a past participle: 'caused by the flood' is a shortened form of 'which was caused by the flood'. It acts as an adjective phrase modifying the noun phrase 'The physical destruction'.
Bahasa Indonesia: Pereduksian klausa relatif dengan past participle: 'caused by the flood' adalah bentuk singkat dari 'which was caused by the flood', berfungsi sebagai frasa adjektiva yang memodifikasi nomina sebelumnya 'The physical destruction' (kerusakan fisik).
The damage caused by the storm took months to repair.
Kerusakan yang disebabkan oleh badai membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki.
EN: Subject-Verb Agreement with Abstract Nouns: 'destruction' is an uncountable abstract noun, so it takes the singular verb 'was'.
Bahasa Indonesia: Kesesuaian subjek-kata kerja untuk kata benda abstrak tak terhitung: 'destruction' (kehancuran) adalah kata benda abstrak tak terhitung, sehingga menggunakan kata kerja tunggal 'was'.
The information provided during the seminar was very helpful.
Informasi yang diberikan selama seminar sangat membantu.
EN: Present Participle Clauses (-ing forms) can be used to show a result or consequence of the main clause action. Here, 'cutting off...' explains the outcome of the disaster destroying the roads and bridges.
Bahasa Indonesia: Klausa partisipel kini (bentuk -ing) dapat digunakan untuk menyatakan hasil atau akibat dari tindakan klausa utama. Di sini, 'cutting off...' menjelaskan hasil setelah bencana menghancurkan jalan dan jembatan.
Heavy snow blocked the main runway, delaying dozens of flights.
Salju tebal menutup landasan pacu utama, menyebabkan puluhan penerbangan tertunda.
EN: The phrasal verb 'cut off' means to block, disconnect, or isolate access to a place or person. In this sentence, 'access' is the direct object following the verb particle combination.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'cut off' berarti memutus, memotong, atau membuat suatu tempat/seseorang terisolasi. Dalam kalimat ini, 'access' adalah objek langsung dari frasa kerja tersebut.
Rising floodwaters cut off power supplies to the entire city.
Banjir yang naik memutus pasokan listrik seluruh kota.
EN: The Passive Voice (be + past participle) is used when the focus is on the action or the receiver of the action rather than the agent. Here, 'were completely wiped out' emphasizes the destruction rather than what caused it.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (kata kerja be + past participle) digunakan untuk memfokuskan pada tindakan itu sendiri atau penerima tindakan, bukan pelaku. Dalam kalimat ini, "were completely wiped out" menekankan hasil kehancuran, bukan penyebabnya.
Several historical bridges were completely destroyed during the severe flood.
Beberapa jembatan bersejarah hancur total selama banjir besar.
EN: A Present Participle Clause (V-ing) is used here to show result. It functions similarly to a relative clause like 'which removed...', providing extra information about the consequence of the main clause.
Bahasa Indonesia: Klausa partisipel kini (V-ing) di sini digunakan untuk menyatakan hasil, berfungsi mirip dengan klausa relatif (seperti "which removed..."), memberikan penjelasan tambahan tentang hasil dari klausa utama.
The heavy snowfall blocked the main highway, causing massive traffic delays.
Salju lebat memblokir jalan tol utama, menyebabkan keterlambatan lalu lintas yang parah.
EN: The Passive Voice in the Past Simple tense (was/were + past participle) is used when the action happened in the past and the focus is on the object receiving the action rather than who performed it.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif simple past (was/were + past participle) digunakan ketika tindakan terjadi di masa lalu dan fokusnya pada objek yang menerima tindakan, bukan pelakunya.
The historic bridge was completely destroyed by the sudden flood.
Jembatan bersejarah itu hancur total akibat banjir yang datang tiba-tiba.
EN: Prepositional phrases starting with 'between' are often used as post-modifiers to define the spatial relationship or connection between two entities.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi yang dipimpin oleh 'between' (di antara) sering digunakan sebagai pengubah di belakang, untuk mendefinisikan hubungan spasial atau koneksi antara dua entitas.
The railway line between London and Paris runs through the Channel Tunnel.
Jalur kereta api yang menghubungkan London dan Paris melewati Terowongan Channel.
EN: Gyirong Port is a major land border crossing and trade corridor connecting Nepal and China (Tibet). Its destruction severely disrupts trans-Himalayan trade and disaster relief logistics between the two countries.
Bahasa Indonesia: Pelabuhan Gyirong adalah salah satu titik penyeberangan perbatasan darat dan jalur perdagangan terpenting yang menghubungkan Nepal dengan Tiongkok (Tibet). Penghancuran pelabuhan ini sangat memengaruhi perdagangan bilateral dan logistik bantuan bencana melintasi Pegunungan Himalaya.
EN: The Present Perfect Tense (have/has + past participle) with 'never' is used to express that an action or experience has not occurred at any time up to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect (have/has + past participle) yang dipadukan dengan kata keterangan never (tidak pernah) digunakan untuk menyatakan pengalaman atau tindakan yang belum pernah terjadi dari masa lalu hingga saat ini.
She has never visited a foreign country before.
Dia belum pernah pergi ke luar negeri sebelumnya.
EN: In reporting clauses (e.g., 'said a senior official'), Subject-Verb Inversion can occur when the reporting verb ('said') precedes a long or complex subject noun phrase.
Bahasa Indonesia: Dalam klausa utama kalimat kutipan (misalnya 'said a senior official'), ketika subjek terdiri dari frasa nomina yang panjang, kata kerja (said) sering dipindahkan ke depan subjek, membentuk struktur inversi 'kata kerja + subjek'.
"This is a rare discovery," said the lead scientist.
“Ini adalah penemuan yang langka,” kata ilmuwan utama.
EN: The Passive Voice (be + past participle) is used when the focus is on the action or the person/thing affected by it, rather than who performed the action. Here, 'were displaced' and 'were affected' emphasize the condition of the victims.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (kata kerja be + past participle) digunakan untuk menekankan orang atau hal yang terkena dampak tindakan, bukan pelaku tindakan. 'were displaced' (kehilangan tempat tinggal) dan 'were affected' (terkena dampak) dalam kalimat bertujuan untuk menyoroti dampak yang dialami para korban.
Thousands of families were evacuated from the city before the storm hit.
Sebelum badai datang, ribuan keluarga telah dievakuasi dari kota tersebut.
EN: The subordinating conjunction 'while' is used to link two contrasting or simultaneously occurring facts within a single sentence.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'while' (sementara/seraya) digunakan untuk menghubungkan dua fakta yang memiliki efek kontras atau terjadi bersamaan dalam kalimat yang sama.
Some roads were completely blocked by snow, while others remained open to traffic.
Beberapa jalan sepenuhnya diblokir oleh salju tebal, sementara jalan lainnya tetap dapat dilalui.
EN: Indirect speech or reporting clauses often use 'that' as a conjunction to introduce a noun clause functioning as the direct object of verbs like 'estimate', 'think', or 'believe'.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina sebagai objek: Setelah kata kerja (seperti estimate, think, believe, dll.) sering diikuti oleh klausa nomina yang dipandu oleh konjungsi 'that', untuk menyampaikan isi perkiraan, pemikiran, atau laporan.
The report indicated that many families were left homeless after the storm.
Laporan menunjukkan bahwa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal setelah badai.
EN: The phrase 'access to + noun' uses 'access' as an uncountable noun meaning 'the right or opportunity to use or enter something', followed by the preposition 'to'.
Bahasa Indonesia: Frasa nomina tak terhitung 'access to + nomina': 'access' di sini sebagai nomina tak terhitung, berarti 'hak atau kesempatan untuk menggunakan atau mendapatkan sesuatu', dan selalu diikuti oleh preposisi 'to'.
Residents in rural areas often lack access to modern healthcare.
Penduduk di daerah terpencil sering kali kekurangan akses ke layanan medis modern.
EN: A gerund phrase (verb + -ing) can act as the singular subject of a sentence. It takes a singular verb, such as 'has been'.
Bahasa Indonesia: Frasa gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai subjek tunggal dalam kalimat. Diikuti oleh kata kerja tunggal, seperti 'has been'.
Providing shelter for the homeless is our top priority.
Menyediakan tempat berlindung bagi para tunawisma adalah prioritas utama kami.
EN: The present perfect passive ('has/have been' + past participle) is used to show an action that happened in the past, but its result directly impacts the present situation.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif present perfect (has/have been + past participle) digunakan untuk menyatakan tindakan yang terjadi di masa lalu dan hasilnya berdampak langsung pada keadaan sekarang.
Many roads have been closed due to heavy snowfall.
Banyak jalan telah ditutup karena salju tebal.
EN: The verb 'begin' can be followed by a gerund (-ing form) to indicate starting an activity. When accompanied by an adverb like 'immediately', it emphasizes the prompt initiation of the action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'begin' dapat diikuti oleh gerund (bentuk -ing) untuk menunjukkan memulai suatu tindakan. Ketika dipasangkan dengan kata keterangan seperti 'immediately' (segera), ini menekankan dimulainya tindakan dengan cepat.
The rescue team immediately started searching for missing passengers after the accident.
Setelah kecelakaan terjadi, tim penyelamat segera mulai mencari penumpang yang hilang.
EN: The infinitive phrase 'to provide...' functions as an adverbial modifier of purpose, explaining the reason for 'coordinating efforts'.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif 'to provide...' (untuk menyediakan) di sini berfungsi sebagai keterangan tujuan, untuk menjelaskan tujuan dari 'upaya koordinasi' (coordinating efforts).
Volunteers gathered at the center to distribute warm clothes to the homeless.
Para sukarelawan berkumpul di pusat untuk membagikan pakaian hangat kepada para tunawisma.
EN: The phrasal verb 'put [something] at [amount]' is used to estimate a cost, value, age, or quantity.
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'put [something] at [amount]' digunakan untuk memperkirakan biaya, nilai, usia, atau jumlah, yang berarti 'memperkirakan (sesuatu) sebesar (jumlah atau nilai tertentu)'.
Economists put the financial loss at over ten million dollars.
Para ekonom memperkirakan kerugian ekonomi lebih dari sepuluh juta dolar.
EN: The non-defining relative clause 'which is equivalent to...' provides additional explanation about the preceding monetary amount using the adjective 'equivalent' (meaning equal in value).
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif 'which is equivalent to...' digunakan untuk menjelaskan tambahan mengenai jumlah uang yang disebutkan sebelumnya, dengan kata sifat 'equivalent' yang berarti 'sama; setara'.
He donated 5,000 euros, which is equivalent to nearly six thousand US dollars.
Dia menyumbangkan 5.000 euro, yang setara dengan hampir 6.000 dolar AS.
EN: Reported speech with 'that'-clause and modal verbs: When introducing indirect speech in the past tense (e.g., 'warned'), the reported clause uses modal verbs like 'could' to express future possibility from a past perspective.
Bahasa Indonesia: Kalimat tidak langsung dengan klausa that dan kata kerja modal: Ketika kata kerja utama dalam bentuk lampau (seperti warned), klausa objek yang dipimpin oleh that sering menggunakan bentuk lampau kata kerja modal (seperti could) untuk menyatakan kemungkinan di masa depan dilihat dari sudut pandang masa lalu.
Experts warned that the severe weather could delay the construction project.
Para ahli memperingatkan bahwa cuaca buruk dapat menunda rencana konstruksi tersebut.
EN: Using 'as much as' for emphasis: The structure 'as much as' (or 'as many as' for countable nouns) is used before a numerical value to emphasize how large or surprisingly high the amount is.
Bahasa Indonesia: Menggunakan "as much as" untuk penekanan: "as much as" (tidak dapat dihitung) atau "as many as" (dapat dihitung) ditempatkan sebelum jumlah untuk menekankan bahwa jumlah uang atau kuantitas sangat besar atau tinggi secara mengejutkan (artinya "hingga...").
The repair costs could run as much as ten thousand dollars.
Biaya perbaikan bisa mencapai sepuluh ribu dolar.
EN: The Present Perfect Tense ('have/has + past participle') is used here to describe an action that occurred at an unspecified time in the past and has present relevance or ongoing results.
Bahasa Indonesia: Present perfect (have/has + past participle) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi di masa lalu tetapi tidak spesifik waktunya, dan masih memiliki pengaruh atau relevansi dengan sekarang.
Several international organizations have pledged financial support to help rebuild the affected communities.
Beberapa organisasi internasional telah berjanji memberikan dukungan finansial untuk membantu membangun kembali komunitas yang terkena dampak.
EN: The subject 'More than 20 countries' uses the quantifier 'more than' followed by a plural countable noun, requiring a plural verb ('have').
Bahasa Indonesia: Subjek 'More than 20 countries' menggunakan kata jumlah 'more than' dengan kata benda countable jamak, sehingga kata kerja yang mengikuti harus berbentuk jamak (have).
More than 50 volunteers have joined the emergency response team since yesterday.
Sejak kemarin, lebih dari 50 sukarelawan telah bergabung dengan tim tanggap darurat.
EN: In major international disasters, governments and relief agencies use formal pledges ('pledge aid') to commit specific dollar amounts or resources, which are then coordinated by international bodies such as the United Nations during disaster response.
Bahasa Indonesia: Dalam bencana internasional besar, pemerintah negara-negara dan lembaga bantuan akan menentukan jumlah sumbangan atau sumber daya melalui komitmen resmi (janji bantuan), kemudian organisasi internasional seperti PBB akan mengoordinasikan tanggap darurat dan upaya bantuan.
EN: The adjective phrase 'vulnerable to + noun/gerund' is used to describe someone or something that is easily harmed, affected, or damaged by a specific hazard or condition.
Bahasa Indonesia: Frasa kata sifat 'vulnerable to + kata benda/kata kerja -ing' berarti 'rentan terhadap bahaya atau pengaruh', sering digunakan untuk menggambarkan seseorang, sesuatu, atau wilayah yang sangat rentan terhadap bencana atau kondisi buruk tertentu.
Coastal cities are particularly vulnerable to rising sea levels.
Kota-kota pesisir sangat rentan terhadap dampak naiknya permukaan air laut.
EN: Past participles can function as adjectives to modify nouns. Here, 'improved' modifies 'early-warning systems' to indicate systems that have been made better.
Bahasa Indonesia: Partisipel lampau dapat digunakan sebagai kata sifat untuk memodifikasi kata benda. Di sini, 'improved' (yang telah ditingkatkan) memodifikasi 'early-warning systems' (sistem peringatan dini), menunjukkan bahwa sistem tersebut telah ditingkatkan atau disempurnakan.
We need improved infrastructure to handle the growing traffic.
Kita membutuhkan infrastruktur yang lebih baik untuk menghadapi volume lalu lintas yang terus meningkat.
EN: The Third Conditional is used to express hypothetical or imaginary situations in the past that did not happen, along with their imagined past results. Structure: 'If + past perfect (had + V3), ... modal verb + have + V3 (could/would/might have + V3)'.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe ketiga (pengandaian yang berlawanan dengan fakta di masa lalu) digunakan untuk membahas situasi hipotetis yang tidak terjadi di masa lalu dan hasil masa lalu yang mungkin ditimbulkannya. Struktur kalimatnya: 'If + past perfect (had + past participle), ... modal auxiliary + have + past participle (could/would/might have + past participle)'.
If they had checked the weather forecast, they could have avoided the storm.
Jika mereka saat itu memeriksa ramalan cuaca, mereka seharusnya bisa menghindari badai itu.
EN: The Passive Voice with Modal Verbs in the Past (e.g., 'could have been saved') is used to express past possibility or ability regarding an action performed on the subject. Structure: 'modal + have + been + past participle'.
Bahasa Indonesia: Bentuk pasif lampau dari kata kerja bantu modal (seperti 'could have been saved') digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu di masa lalu 'mungkin telah dilakukan' atau 'mungkin telah diselesaikan'. Strukturnya: 'modal auxiliary + have + been + past participle'.
The mistakes could have been prevented with more careful planning.
Jika direncanakan dengan lebih matang, kesalahan-kesalahan ini seharusnya dapat dicegah.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A sudden and destructive flood that occurs within a very short time, usually caused by heavy rain or rapid ice melting.
Banjir bandang、 banjir yang naik dengan cepat
To destroy or remove completely.
Menghancurkan sepenuhnya、 memusnahkan
To block or stop access to something; to isolate.
Memblokir、 memutus (lalu lintas atau komunikasi)
Material and logistical assistance provided for humanitarian purposes, typically in response to natural disasters or crises.
Bantuan kemanusiaan (pertolongan)
A set of capacities needed to generate and disseminate timely and meaningful warning information to enable individuals and communities threatened by a hazard to prepare and act appropriately.
Sistem peringatan dini