EN: The sentence uses the Present Perfect tense ('has said') to report recent news or ongoing relevance, followed by a 'that'-noun clause functioning as the direct object of 'said'. Inside the clause, 'will not define' expresses future certainty or determination.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan present perfect (has said) untuk melaporkan pernyataan yang baru terjadi dan relevan, diikuti oleh klausa nomina yang dipandu oleh that sebagai objek. 'will not define' dalam klausa tersebut mengekspresikan kepastian atau tekad yang kuat di masa depan.
The manager has confirmed that the upcoming project will not affect our schedule.
Manajer telah mengonfirmasi bahwa proyek yang akan datang tidak akan memengaruhi jadwal kami.
EN: The verb 'define' is used metaphorically here to mean 'to establish the character or determine the lasting reputation of' someone or something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'define' di sini digunakan secara metaforis, berarti 'menentukan esensi dari...' atau 'mendefinisikan keberhasilan/kegagalan atau penilaian dari...', sering digunakan untuk mengekspresikan bahwa satu kegagalan tidak mewakili seluruh hidup atau karier.
One failure will not define who you are.
Satu kegagalan tidak mendefinisikan siapa dirimu.
EN: In elite sports like Formula One, drivers often face extreme pressure and fluctuating performance depending on machinery and car setups. Stating that a difficult season 'will not define' one's career is a common rhetoric used by athletes to project resilience, maintain confidence, and reassure both team sponsors and fans.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga bermotor papan atas seperti Formula One, pembalap sering menghadapi tekanan besar, dan hasil sangat dipengaruhi oleh setelan dan performa mobil. Mengatakan bahwa musim yang sulit 'tidak akan mendefinisikan' kariernya adalah ungkapan umum di kalangan atlet untuk menunjukkan ketangguhan, menjaga kepercayaan diri, dan mengirim sinyal positif kepada sponsor tim dan penggemar.
EN: Present Perfect Passive: Formed using 'has/have been + past participle' (has been beaten). It describes an action that happened in an unfinished time period (this year) where the subject receives the action rather than performing it.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif present perfect: terdiri dari 「has/have been + past participle」(has been beaten). Digunakan untuk menyatakan tindakan yang diterima dalam periode waktu yang belum berakhir (this year), menekankan bahwa subjek adalah penerima tindakan.
The champion has been defeated twice already this season.
Juara bertahan telah dikalahkan dua kali musim ini.
EN: Apposition: A noun phrase set off by commas ('Kimi Antonelli') placed directly after another noun phrase ('his young Mercedes teammate') to rename or clarify who that person is.
Bahasa Indonesia: Aposisi: kata benda (Kimi Antonelli) yang terletak tepat setelah frasa kata benda (his young Mercedes teammate) dan dipisahkan dengan koma, digunakan untuk menjelaskan atau menunjukkan secara spesifik siapa orang tersebut.
My tennis partner, Alex, won the tournament yesterday.
Alex, pasangan tenis saya, memenangkan turnamen kemarin.
EN: In Formula One (F1), drivers are paired within teams (like Mercedes). Although teammates share technical data and work together, an F1 driver's primary rival is often their teammate because both compete with identical machinery.
Bahasa Indonesia: Dalam balapan Formula Satu (F1), setiap tim (seperti Mercedes) biasanya terdiri dari dua pembalap. Meskipun mereka adalah rekan setim dan berbagi data mobil, di lintasan, pesaing paling langsung bagi seorang pembalap sering kali adalah rekan setimnya, karena hanya rekan setim yang mengendarai mobil dengan performa yang persis sama.
EN: A non-defining relative clause is enclosed by commas and adds extra, non-essential information about a noun ('Antonelli'). The relative pronoun 'who' is used because the referent is a person.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-pembatas (Non-defining relative clause) biasanya dipisahkan dengan koma, digunakan untuk menambahkan informasi tambahan tentang anteseden (di sini Antonelli); karena merujuk pada orang, kata ganti relatif yang digunakan adalah 'who'.
Max Verstappen, who is a multiple champion, continues to dominate the sport.
Max Verstappen, yang telah memenangkan banyak gelar, terus mendominasi olahraga ini.
EN: The modal verb 'could' followed by a base verb ('become') expresses a theoretical or future possibility based on current conditions.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'could' diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (become), di sini digunakan untuk memperkirakan peristiwa atau kemungkinan masa depan yang 'mungkin terjadi' berdasarkan keadaan saat ini.
She could win the gold medal if she keeps her focus.
Jika dia tetap fokus, dia bisa memenangkan medali emas.
EN: In Formula One, 'Grand Prix' (French for 'Great Prize') refers to the individual championship races held globally. Sebastian Vettel currently holds the record as the youngest F1 World Champion, winning at 23 years and 134 days in 2010.
Bahasa Indonesia: Dalam balap Formula Satu (Formula One), 'Grand Prix' (berasal dari bahasa Prancis, berarti hadiah besar) merujuk pada kejuaraan balapan per seri yang diadakan di berbagai tempat di dunia. Saat ini, pemegang rekor juara dunia Formula Satu termuda dalam sejarah adalah Sebastian Vettel, yang meraih gelar pada tahun 2010 di usia 23 tahun 134 hari.
EN: The Present Perfect tense ('has won') is used here with the time expression 'so far' to describe actions that started in the past and continue or remain relevant up to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has won) di sini digunakan bersama dengan ungkapan waktu 'so far' (sejauh ini) untuk menggambarkan tindakan yang berlangsung dari masa lalu atau yang masih terkait erat dengan masa kini, serta pencapaian yang terakumulasi.
She has visited five countries so far this year.
Tahun ini, dia telah mengunjungi lima negara sejauh ini.
EN: The conjunction 'while' is used to connect two contrasting clauses, highlighting the difference between two facts or situations.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'while' di sini digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang menunjukkan kontras, yang berarti 'sementara, sedangkan', untuk menonjolkan perbedaan antara dua situasi atau data.
Tom loves playing football, while his brother prefers basketball.
Tom suka bermain sepak bola, sedangkan adik laki-lakinya lebih suka basket.
EN: The present perfect tense ('has struggled') is formed by 'has/have + past participle'. It indicates an action or state that began in the past and continues to be relevant or true up to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has struggled) dibentuk dari 'has/have + past participle', menyatakan tindakan atau keadaan yang dimulai di masa lalu dan berlanjut hingga sekarang, atau masih memengaruhi sekarang.
He has worked very hard all season.
Dia bekerja sangat keras sepanjang musim.
EN: The subordinating conjunction 'because' introduces an adverbial clause of reason ('because the new cars and tyres do not suit his driving style'), explaining why the main action occurred.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'because' memperkenalkan klausa keterangan sebab (because the new cars and tyres do not suit his driving style), untuk menjelaskan alasan terjadinya tindakan dalam klausa utama.
She stayed home because it was raining heavily.
Dia tinggal di rumah karena hujan deras.
EN: In British English, 'tyres' is spelled with a 'y', whereas American English spells it 'tires'. In Formula One racing, subtle differences in car setups and tyre compound behaviour can dramatically affect a driver's competitiveness depending on their unique driving style.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris Britania, kata 'ban' dieja 'tyres' (dalam bahasa Inggris Amerika 'tires'). Dalam olahraga balap (seperti Formula 1), perbedaan kecil dalam penyetelan mobil dan karakteristik ban sering kali sangat memengaruhi performa pembalap, bahkan dapat bertentangan dengan gaya mengemudi khas mereka.
EN: The Present Perfect tense ('has delivered') is used here to connect past achievements with the ongoing season/current context, emphasizing overall accomplishments up to now.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has delivered) di sini digunakan untuk menghubungkan performa gemilang di masa lalu dengan musim saat ini, menekankan pencapaian dan dampak keseluruhan hingga saat ini.
She has shown great potential throughout the tournament.
Dia telah menunjukkan potensi besar sepanjang turnamen.
EN: The preposition 'including' introduces specific examples that belong to a broader category ('some excellent weekends'). It functions similarly to a participle preposition.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'including' (termasuk) digunakan untuk memperkenalkan contoh spesifik yang termasuk dalam kategori yang lebih besar (some excellent weekends), berfungsi seperti partisipel yang dipreposisikan.
The tour covers several European cities, including Paris and Rome.
Perjalanan ini mencakup beberapa kota Eropa, termasuk Paris dan Roma.
EN: In Formula One and motorsport culture, 'weekend' (or 'race weekend') refers to the full multi-day event spanning practice, qualifying, and the Grand Prix race on Sunday, rather than just leisure days.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Formula Satu dan olahraga balap, 'weekend' (akhir pekan balapan) tidak merujuk pada akhir pekan biasa, melainkan serangkaian acara balap multi-hari yang mencakup sesi latihan bebas, kualifikasi, dan balapan utama pada hari Minggu.
EN: The structure 'be confused about + wh-clause' is used to express uncertainty or lack of understanding regarding an embedded question. In embedded questions, normal subject-verb word order is maintained ('why he cannot...', not 'why cannot he...').
Bahasa Indonesia: Struktur 'be confused about + klausa kata tanya' digunakan untuk mengekspresikan kebingungan atau ketidakpahaman tentang isi pertanyaan tidak langsung. Perhatikan bahwa pertanyaan tidak langsung harus mempertahankan urutan kata deklaratif normal (subjek + verba, yaitu 'why he cannot...', bukan inversi 'why cannot he...').
She was confused about why the computer would not start.
Dia bingung mengapa komputernya tidak bisa menyala.
EN: The causative verb 'make' takes an object followed by a bare infinitive (base form of the verb): 'make + object + verb'. Here, 'make the car work' means causing the car to function properly or effectively.
Bahasa Indonesia: Kata kerja kausatif 'make' diikuti oleh objek dan kata kerja bentuk dasar (bare infinitive), membentuk struktur 'make + objek + kata kerja dasar'. Di sini 'make the car work' berarti 'membuat mobil berfungsi/beroperasi normal'.
The technician tried to make the engine run smoother.
Para teknisi mencoba membuat mesin bekerja lebih lancar.
EN: In Formula One racing, drivers often say they need to 'make the car work'. This technical idiom refers to setting up the car's aerodynamics, tyres, and suspension so that it performs at its maximum potential according to the driver's specific driving style.
Bahasa Indonesia: Dalam Formula 1 (Formula One), para pembalap sering menggunakan istilah 'make the car work'. Istilah ini bukan berarti mobil rusak dan tidak bisa melaju, melainkan merujuk pada upaya penyetelan aero kit, ban, dan sistem suspensi agar mobil dapat benar-benar sesuai dengan gaya membalap sang pembalap serta mengeluarkan performa maksimal.
EN: Comparative structures can use clauses introduced by 'than'. Here, 'more... than I would have liked to' expresses that the reality exceeded what was ideally desired, with 'to' serving as an elliptical infinitive representing 'to learn'.
Bahasa Indonesia: Struktur komparatif sering diikuti oleh klausa yang diawali dengan 'than'. Frasa 'more... than I would have liked to' (lebih dari yang saya inginkan) dalam kalimat menunjukkan bahwa keadaan sebenarnya melebihi tingkat harapan atau keinginan, dan 'to' di akhir kalimat adalah pro-infinitive (menghilangkan frasa kerja berulang learn about myself).
He spent more money on repairs than he would have liked to.
Dia menghabiskan lebih banyak uang untuk perbaikan daripada yang dia inginkan.
EN: The modal perfect phrase 'would have liked to' is used to express past preferences or hypothetical wishes that were not fulfilled in an ideal way, often conveying a sense of mild reluctance or irony.
Bahasa Indonesia: Modal perfect 'would have liked to' (sebenarnya berharap bisa...) digunakan untuk mengungkapkan keinginan atau situasi hipotetis di masa lalu yang tidak terwujud, sering kali dengan nada sedikit pasrah, menyesal, atau sarkastis.
I would have liked to stay longer, but I had to catch the last train.
Saya sebenarnya ingin tinggal lebih lama, tetapi saya harus mengejar kereta terakhir.
EN: In elite sports like Formula One, drivers often face intense pressure. When a driver says they 'learned more than they would have liked to', it is a classic British understatement (litotes). Instead of complaining bitterly about car problems or tough defeats, Russell humorously and modestly acknowledges that adversity forced him into painful self-reflection.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga motor papan atas seperti Formula 1, pembalap menghadapi tekanan yang sangat besar. Ketika seorang pembalap mengatakan bahwa dirinya 'belajar lebih banyak dari yang diharapkan', itu adalah pernyataan meremehkan khas Inggris (understatement). George Russell tidak mengeluh secara terbuka tentang mobil yang tidak seimbang atau kekalahan dari rekan setimnya, melainkan mengakui dengan humor dan kerendahan hati bahwa kesulitan telah memaksanya melakukan refleksi diri yang dalam dan menyakitkan.
EN: A non-defining relative clause (introduced by 'who') provides extra, non-essential information about a noun. It is separated by commas and cannot use 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa non-restriktif (diawali 'who') memberikan informasi tambahan untuk kata benda. Klausa harus dipisahkan dengan koma di kedua sisinya, dan kata ganti relatif tidak dapat diganti dengan 'that'.
Emma, who loves reading, bought three books yesterday.
Emma yang suka membaca membeli dua buku kemarin.
EN: The conjunction 'that' is frequently omitted in informal and news English after reporting or mental verbs like 'believes', 'thinks', or 'says' when introducing an object clause.
Bahasa Indonesia: Ketika 'that' digunakan untuk memperkenalkan klausa nomina sebagai objek setelah kata kerja yang menyatakan pikiran atau ucapan (seperti believes, thinks, says), konjungsi 'that' sering dihilangkan.
He believes he can solve the problem on his own.
Dia percaya dirinya bisa menyelesaikan masalah ini sendiri.
EN: In elite motorsport like Formula One, drivers often reach their peak in their late 20s or early 30s. Pointing out that Russell is 28 emphasizes that, relative to veterans like Fernando Alonso and Lewis Hamilton (competing into their 40s), he is still in the prime of his racing career.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga balap motor kelas atas seperti Formula Satu (Formula One), pembalap biasanya mencapai puncak performa di usia mendekati 30 atau awal 30-an. Penyebutan khusus usia Russell yang 28 tahun adalah untuk menonjolkan bahwa dibandingkan dengan pembalap senior yang masih berlaga hingga usia di atas 40 (seperti Lewis Hamilton), ia masih berada di masa keemasan kariernya dan memiliki banyak waktu untuk memperebutkan gelar juara.
EN: The phrasal verb 'point out' followed by a 'that'-clause is used to draw attention to a specific fact or truth. The 'that' functions as a subordinating conjunction introducing a noun clause acting as the direct object.
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'point out' (menunjukkan) diikuti oleh klausa 'that', digunakan untuk mengingatkan atau mengarahkan perhatian orang lain pada suatu fakta. 'that' berfungsi sebagai konjungsi subordinatif, membawa klausa nomina sebagai objek dari 'pointed out'.
She pointed out that the team had made significant progress.
Dia menunjukkan bahwa tim telah membuat kemajuan yang signifikan.
EN: 'Remain' functions as a linking verb (copular verb) followed by a predicate adjective (e.g., 'determined') to describe the subject continuing in a particular state.
Bahasa Indonesia: 'Remain' di sini berfungsi sebagai kata kerja penghubung (linking verb), diikuti oleh kata sifat (seperti 'determined') sebagai pelengkap subjek, untuk menunjukkan bahwa subjek 'terus berada dalam' suatu keadaan.
Despite facing many obstacles, he remains optimistic about the future.
Meskipun menghadapi banyak rintangan, dia tetap optimis tentang masa depan.
EN: Formula One drivers typically peak in their late 20s and early 30s. Lewis Hamilton competing at age 41 is an exceptional feat of longevity in elite motorsport, making him a benchmark for younger drivers like George Russell (28) who worry about career timelines.
Bahasa Indonesia: Puncak kebugaran fisik dan refleks pembalap Formula 1 biasanya terjadi pada akhir usia 20-an hingga awal 30-an. Lewis Hamilton yang masih memiliki daya saing puncak di usia 41 tahun sangat langka di dunia balap elit; oleh karena itu ia menjadi panutan penting bagi pembalap yang mengkhawatirkan masa keemasan karier mereka seperti George Russell yang berusia 28 tahun.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To draw attention to a fact or piece of information
Menunjukkan, menarik perhatian
Until now, up to the present moment
Sejauh ini
Any of a series of prestigious motor races or major sporting events
Grand Prix (khususnya balapan Formula Satu)
A large or sufficient amount or quantity of something
Cukup banyak, berlimpah