EN: The verb 'lead' (past tense 'led') is used in the pattern 'lead someone to somewhere/something'. It indicates guiding, directing, or causing a group to reach a specific destination or achievement.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'lead' (bentuk lampau 'led') sering digunakan dalam pola kalimat 'lead someone to somewhere/something' (membawa seseorang ke suatu tempat/mencapai sesuatu). Ini berarti membimbing, memimpin, atau mendorong sebuah tim untuk mencapai tujuan atau pencapaian tertentu.
The captain led his team to victory in the final match.
Kapten membawa timnya meraih kemenangan di final.
EN: The preposition 'since' is used to indicate the starting point of a period of time that continues up to a reference point. In this historical context, 'since 1998' marks the beginning of the drought that ended in 2026.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'since' (sejak) digunakan untuk menunjukkan titik awal yang berlanjut hingga titik referensi waktu tertentu. Dalam konteks sejarah ini, 'since 1998' menandai periode tidak lolos yang dimulai pada tahun 1998 dan berakhir pada tahun 2026.
They have been waiting for this moment since last year.
Mereka telah menunggu momen ini sejak tahun lalu.
EN: Norway has a rich footballing history but has often struggled to qualify for major tournaments despite producing world-class talents like Erling Haaland. Their last World Cup appearance before this fictional 2026 scenario was indeed in 1998, making a return to the global stage a highly anticipated national event.
Bahasa Indonesia: Norwegia memiliki sejarah sepak bola yang kaya, tetapi meskipun menghasilkan bakat kelas dunia seperti Haaland (Erling Haaland), mereka sering kesulitan di babak kualifikasi turnamen besar. Sebelum skenario fiktif 2026 ini, terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia memang pada tahun 1998, menjadikan kembalinya ke panggung dunia sebagai peristiwa nasional yang sangat dinantikan.
EN: The past simple tense ('happened') is used to describe an action that occurred and was completed at a specific time in the past. In this sentence, it indicates the occurrence of their previous tournament appearance.
Bahasa Indonesia: Simple past tense ('happened') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi dan selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, tense tersebut menunjukkan terjadinya peristiwa penampilan turnamen terakhir mereka.
The historic match happened in the summer of 1998.
Pertandingan bersejarah itu terjadi pada musim panas tahun 1998.
EN: The adverb 'even' is used for emphasis, indicating that something is surprising or unexpected. Here, it emphasizes the surprising fact that the striker was not yet born when the event occurred.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'even' (bahkan) digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu itu mengejutkan atau tidak terduga. Di sini, kata ini menekankan fakta menakjubkan bahwa striker ini bahkan belum lahir saat peristiwa itu terjadi.
She didn't even know his name before they met.
Sebelum mereka bertemu, dia bahkan tidak tahu namanya.
EN: The phrasal verb 'make up for' means to compensate for something bad, missing, or lost with something good.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'make up for' berarti 'menebus' atau 'mengkompensasi', merujuk pada penggunaan hal baik untuk menebus hal buruk, hilang, atau kurang.
She worked extra hours to make up for the time she missed.
Dia bekerja lembur untuk menebus waktu yang dia lewatkan.
EN: The infinitive 'to make up' is used here as the direct object of the transitive verb 'wanted', expressing the desire or intention of the subject.
Bahasa Indonesia: Infinitif 'to make up' di sini digunakan sebagai objek langsung dari kata kerja transitif 'wanted', untuk mengekspresikan keinginan atau niat subjek.
They wanted to start the project early.
Mereka ingin memulai proyek ini lebih awal.
EN: The preposition 'by' followed by a gerund (verb-ing) is used to express the method or means by which an action is achieved. It answers the question 'How?'.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'by' diikuti oleh gerund (V-ing) digunakan untuk menunjukkan cara atau sarana untuk mencapai suatu tindakan. Ini menjawab pertanyaan 'bagaimana caranya?'
She improved her English by watching movies without subtitles.
Dia meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan menonton film tanpa subtitle.
EN: Ordinal numbers (first, second, third, etc.) are placed before cardinal numbers (one, two, three, etc.) when they modify the same noun (e.g., 'first four matches').
Bahasa Indonesia: Ketika ordinal (seperti first, second) dan kardinal (seperti four, five) secara bersamaan memodifikasi kata benda yang sama, ordinal harus ditempatkan sebelum kardinal (contoh: 'first four matches' berarti empat pertandingan pertama).
The first two chapters of the book are very exciting.
Dua bab pertama dari buku ini sangat bagus.
EN: The prepositional phrase 'In the round of 16' acts as an adverbial of place/time, indicating the specific stage of the tournament. In English, such introductory phrases are often placed at the beginning of the sentence for emphasis and are typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'In the round of 16' (Di babak 16 besar) berfungsi sebagai keterangan waktu atau situasi, menunjukkan tahap spesifik turnamen. Dalam bahasa Inggris, frasa pengantar seperti ini sering diletakkan di awal kalimat untuk penekanan, dan biasanya diikuti koma.
In the final match, the team played with great determination.
Di final, tim tersebut menunjukkan tekad yang besar.
EN: The verb 'faced' is the past tense of 'face', meaning to confront or meet an opponent in a contest. It is a transitive verb that directly takes the object ('the mighty team of Brazil') without requiring a preposition like 'with'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'faced' adalah bentuk lampau dari 'face', yang berarti 'menghadapi' atau 'berhadapan dengan' lawan dalam pertandingan. Ini adalah kata kerja transitif yang langsung mengambil objek ('the mighty team of Brazil') dan tidak memerlukan preposisi seperti 'with'.
Our school team faced their rivals in the championship game.
Tim sekolah kami menghadapi musuh bebuyutan mereka di pertandingan kejuaraan.
EN: In the FIFA World Cup, the 'round of 16' (also known as the knockout stage) is the first round after the group stage, where the remaining 16 teams play single-elimination matches. Brazil is historically the most successful national team in World Cup history, having won the tournament five times, which is why they are referred to as 'the mighty team of Brazil'.
Bahasa Indonesia: Dalam Piala Dunia FIFA, 'round of 16' (babak 16 besar, juga disebut babak gugur) adalah babak pertama setelah babak penyisihan grup, di mana 16 tim yang tersisa bertanding dalam sistem gugur. Brasil secara historis adalah tim nasional paling sukses di Piala Dunia, telah juara 5 kali. Itulah mengapa mereka disebut 'tim Brasil yang perkasa'.
EN: The verb 'manage' followed by a to-infinitive ('manage to do something') is used to indicate succeeding in doing something difficult or challenging, often requiring effort.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'manage' yang diikuti infinitif (manage to do something) digunakan untuk menunjukkan keberhasilan melakukan sesuatu yang sulit atau menantang, biasanya menekankan bahwa prosesnya membutuhkan usaha.
Despite the heavy rain, they managed to finish the match.
Meskipun hujan deras, mereka berhasil menyelesaikan pertandingan.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used here to connect two independent clauses ('Haaland scored twice' and 'tiny Norway managed to shock...') to show a sequence of related events.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'and' di sini digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen ('Haaland mencetak dua gol' dan 'Norwegia yang kecil berhasil mengejutkan...') untuk menyajikan serangkaian peristiwa yang terkait.
EN: In football (soccer) culture, Brazil is widely regarded as the most successful football nation, having won the FIFA World Cup five times (hence 'five-time champions'). A small nation like Norway (with a population of around 5.5 million) defeating Brazil is considered a massive, historic upset in the sporting world.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, Brasil secara luas diakui sebagai negara sepak bola paling sukses dalam sejarah, setelah memenangkan Piala Dunia FIFA lima kali (karena itu disebut 'juara lima kali'). Negara kecil seperti Norwegia dengan populasi hanya sekitar 5,5 juta orang mampu mengalahkan Brasil dianggap sebagai kejutan besar dan bersejarah di dunia olahraga.
EN: The prepositional phrase 'For a [noun]' is used at the beginning of a sentence to establish a standard of comparison or perspective. It means 'considering the circumstances of' or 'from the viewpoint of'.
Bahasa Indonesia: Ketika frasa preposisi 'For a [kata benda]' diletakkan di awal kalimat, ia digunakan untuk membangun standar dan sudut pandang perbandingan atau cara memandang sesuatu. Artinya 'mengingat...' atau 'bagi...'.
For a beginner, she plays the piano exceptionally well.
Bagi seorang pemula, dia bermain piano dengan sangat baik.
EN: The word 'just' is used as an adverb meaning 'only' or 'no more than' to emphasize how small a number or amount is.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'just' di sini berarti 'hanya' atau 'cuma', digunakan untuk menekankan sedikitnya jumlah atau nilai.
The museum is just five minutes away from our hotel.
Museum itu hanya berjarak lima menit dari hotel kami.
EN: Norway is a Nordic country with a relatively small population of around 5.4 million. In the context of global sports like football (soccer), competing against giants like Brazil (population over 200 million) and achieving victory is seen as a classic 'David vs. Goliath' scenario, making it an extraordinary national milestone.
Bahasa Indonesia: Norwegia adalah negara Nordik, dengan populasi yang relatif kecil sekitar 5,4 juta. Dalam konteks olahraga populer global seperti sepak bola, Norwegia mampu bersaing dan menang melawan negara adidaya olahraga seperti Brasil (dengan populasi lebih dari 200 juta), dianggap sebagai pertempuran klasik 'Daud melawan Goliat' di mana yang lemah mengalahkan yang kuat, sehingga ini dianggap sebagai tonggak nasional yang luar biasa.
EN: The structure 'one of the + superlative adjective + plural noun' is used to single out one item that possesses a quality to the highest degree among a group. Note that the noun following this structure must always be plural (e.g., 'nights').
Bahasa Indonesia: Struktur 'one of the + kata sifat superlatif + kata benda jamak' digunakan untuk memilih satu item yang mencapai tingkat tertinggi dalam suatu aspek dari sebuah kelompok. Perhatikan bahwa kata benda setelah struktur ini harus selalu dalam bentuk jamak (misalnya 'nights').
She is one of the most talented players in the league.
Dia adalah salah satu pemain paling berbakat di liga.
EN: The word 'entire' is an adjective used to emphasize that the whole of something is being referred to, rather than just a part. It is placed before the noun it modifies (e.g., 'entire football history').
Bahasa Indonesia: Kata 'entire' adalah kata sifat yang digunakan untuk menekankan bahwa yang dimaksud adalah seluruh dari sesuatu, bukan hanya sebagian. Kata ini diletakkan sebelum kata benda yang dimodifikasinya (misalnya 'entire football history', artinya seluruh sejarah sepak bola).
The entire team celebrated their victory.
Seluruh tim merayakan kemenangan mereka.
EN: In football (soccer) culture, defeating a powerhouse like Brazil (five-time World Cup champions) is considered a monumental upset for smaller nations. For Norway, a country with a relatively small population, such a victory is etched into national folklore as a historic milestone.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, mengalahkan negara adidaya seperti Brasil (juara Piala Dunia lima kali) dianggap sebagai kemenangan kejutan epik bagi negara yang lebih kecil. Bagi Norwegia yang populasinya relatif kecil, kemenangan seperti itu akan tercatat dalam sejarah olahraga nasional, menjadi tonggak bersejarah.
EN: The use of the temporal conjunction 'when' to introduce an adverbial clause of time. In this sentence, 'when' connects the main clause ('The dream ended...') with a subordinate clause ('England won 2-1 in extra time') to specify the exact moment or circumstance under which the main action occurred.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata hubung waktu 'when' (ketika) untuk memperkenalkan klausa keterangan waktu. Dalam kalimat ini, 'when' menghubungkan klausa utama (mimpi berakhir...) dengan klausa bawahan (Inggris menang 2-1 di waktu perpanjangan) untuk memperjelas waktu atau situasi spesifik terjadinya tindakan utama.
The match was almost over when the referee blew the whistle.
Ketika wasit meniup peluit, pertandingan hampir saja berakhir.
EN: The prepositional phrase 'in extra time' is used to denote the specific period of play added to a game when the score is tied at the end of regular time. The preposition 'in' is standardly used with periods of time during which an event occurs.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'in extra time' (di waktu perpanjangan) digunakan untuk menunjukkan tahap pertandingan tertentu yang ditambahkan ketika skor imbang di akhir waktu normal. Preposisi 'in' secara standar digunakan dengan periode waktu terjadinya suatu peristiwa.
The decisive goal was scored in extra time.
Gol penentu kemenangan dicetak di waktu perpanjangan.
EN: In international football tournaments like the FIFA World Cup, knockout stage matches (such as the quarterfinal) cannot end in a draw. If the score is tied after the regular 90 minutes, 'extra time' (two periods of 15 minutes) is played to determine the winner. The mention of 'England' refers to one of the traditional powerhouses of football, adding to the dramatic context of Norway's exit.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola internasional (seperti Piala Dunia), babak gugur (misalnya perempat final) tidak boleh berakhir seri. Jika skor imbang setelah 90 menit waktu normal, maka harus dilakukan 'extra time' (perpanjangan waktu, terdiri dari dua babak masing-masing 15 menit) untuk menentukan pemenang. Penyebutan 'Inggris' dalam teks melambangkan salah satu kekuatan tradisional sepak bola, yang menambah nuansa dramatis pada tersingkirnya Norwegia yang disayangkan.
EN: The structure 'with + noun/pronoun + adjective/participle' is used to describe a secondary action or state accompanying the main action. Here, 'with his eyes closed' describes the state of his eyes while he was on the bench.
Bahasa Indonesia: Struktur 'with + kata benda/kata ganti + kata sifat/partisipel' digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan sekunder yang menyertai tindakan utama klausa. Di sini, 'with his eyes closed' menggambarkan keadaan matanya terpejam saat dia duduk di bangku cadangan.
She listened to the music with her eyes closed.
Dia mendengarkan musik dengan mata terpejam.
EN: The phrase 'finish the night' means to end the evening in a particular state or location. It is often followed by a prepositional phrase indicating where or how the subject spent the final moments of the event.
Bahasa Indonesia: Frasa 'finish the night' berarti mengakhiri hari (atau malam) itu dalam keadaan atau di tempat tertentu. Biasanya diikuti oleh frasa preposisi untuk menjelaskan tempat atau keadaan subjek pada tahap akhir peristiwa tersebut.
We finished the night at a cozy local cafe.
Kami mengakhiri malam itu di sebuah kafe lokal yang nyaman.
EN: In football (soccer), 'the bench' refers to the seating area where substitute players and coaching staff sit during a match. Being 'on the bench' at the end of a crucial match, especially for a star striker like Haaland, often symbolizes a moment of helplessness, as he could not be on the pitch to help his team in the final moments.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, "bangku cadangan" mengacu pada area tempat pemain cadangan dan staf pelatih duduk selama pertandingan. "Duduk di bangku cadangan" di akhir pertandingan penting, terutama bagi striker bintang seperti Haaland, sering kali melambangkan momen ketidakberdayaan, karena dia tidak bisa turun ke lapangan untuk membantu tim di menit-menit akhir.
EN: Collective Nouns with Plural Verbs: In British and international English, country names representing national sports teams (like 'Norway') are often treated as collective nouns and paired with plural verbs (e.g., 'now know' instead of 'now knows') and plural pronouns ('they') because they refer to the group of individuals making up the team.
Bahasa Indonesia: Kata benda kolektif dan kata kerja jamak: Dalam bahasa Inggris Britania dan Inggris internasional, nama negara yang mewakili tim olahraga nasional (seperti 'Norwegia') biasanya dianggap sebagai kata benda kolektif dan menggunakan kata kerja jamak (misalnya 'now know' bukan 'now knows') serta kata ganti jamak ('they'), karena merujuk pada anggota-anggota yang membentuk tim tersebut.
Spain are the favorites to win the tournament.
Tim Spanyol adalah favorit kuat untuk memenangkan turnamen ini.
EN: The verb 'belong' is an intransitive verb meaning to be in the right place or a suitable situation. It is commonly followed by the preposition 'on' or 'to' to specify the domain or group.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'belong' adalah kata kerja intransitif yang berarti berada di tempat atau situasi yang tepat (milik, cocok). Biasanya diikuti oleh preposisi 'on' atau 'to' untuk menentukan bidang atau kelompok tempatnya berada.
She felt that she didn't belong in that elite group.
Dia merasa dirinya bukan bagian dari kelompok elit itu.
EN: In football culture, referring to a country's national team by the country's name as a plural noun (e.g., 'Norway know' instead of 'Norway knows') is standard in British English and sports journalism. It emphasizes the team as a collective group of players rather than a single geopolitical entity.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, penggunaan nama negara sebagai kata benda jamak untuk merujuk tim nasional (misalnya 'Norway know' bukan 'Norway knows') adalah penggunaan standar dalam bahasa Inggris Britania dan berita olahraga. Ini menekankan bahwa tim adalah kumpulan pemain, bukan entitas geopolitik tunggal.
EN: The modal verb 'will' combined with the adverb 'surely' is used to express a strong, confident prediction about the future. 'Will' indicates future tense, while 'surely' adds a layer of certainty or high probability from the speaker's perspective.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu 'will' (akan) digabungkan dengan kata keterangan 'surely' (pasti) digunakan untuk membuat prediksi yang kuat dan percaya diri tentang masa depan. 'will' menunjukkan tenses masa depan, sedangkan 'surely' menambahkan kepastian atau kemungkinan yang sangat tinggi dari sudut pandang pembicara.
Our team will surely win the championship next year.
Tim kami pasti akan memenangkan kejuaraan tahun depan.
EN: The phrasal verb 'be back' means to return to a place or activity. It is often followed by an infinitive of purpose (e.g., 'to fight') to explain the reason for the return.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'be back' berarti kembali ke suatu tempat atau berpartisipasi kembali dalam suatu kegiatan. Setelahnya sering diikuti infinitif untuk menyatakan tujuan (misalnya 'to fight', untuk bertarung), untuk menjelaskan alasan kembali.
She will be back to complete her studies in autumn.
Dia akan kembali pada musim gugur untuk menyelesaikan studinya.
EN: The term 'Viking' refers to the historical seafaring warriors from Scandinavia (including Norway). In modern sports, Norwegian athletes, especially those with powerful physical statures like Haaland, are affectionately and proudly referred to as 'Vikings' by their fans, symbolizing strength, courage, and national heritage.
Bahasa Indonesia: 'Viking' (Viking) merujuk pada prajurit laut bersejarah dari Skandinavia (termasuk Norwegia). Dalam olahraga modern, atlet Norwegia, terutama yang memiliki fisik kuat seperti Haaland, sering dipanggil 'Viking' oleh para penggemar dengan penuh keakraban dan kebanggaan, melambangkan kekuatan, keberanian, dan warisan budaya bangsa.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: pencapaian, prestasi
Dalam konteks: Perempat final, babak delapan besar
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To do something quickly or with great energy because you did not have the opportunity to do it before.
Menebus waktu yang hilang, mengejar ketertinggalan
The stage in a tournament where 16 competitors or teams remain, and the losers are eliminated.
Babak 16 besar
An additional period of play specified in the rules of a game when the score is tied at the end of regulation time.
Perpanjangan waktu (dalam pertandingan olahraga)
As a substitute player who is not currently playing in the game.
(Dalam pertandingan olahraga) Sebagai pemain cadangan, duduk di bangku cadangan