Yuzuru Hanyu: Beyond the GoldYuzuru Hanyu: Melampaui Emas
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
At the 2014 Sochi Olympics, a 19-year-old Yuzuru Hanyu achieved the ultimate dream: he won gold.
Pada Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014, Yuzuru Hanyu yang berusia 19 tahun mencapai impian tertingginya: ia memenangkan medali emas.
#2
He became the youngest men's Olympic champion in 66 years, a historic achievement for Japan.
Ia menjadi juara Olimpiade putra termuda dalam 66 tahun, sebuah pencapaian bersejarah bagi Jepang.
#3
The nation erupted in celebration, filled with pride for their young champion.
Seluruh negeri meledak dalam perayaan, dipenuhi rasa bangga atas juara muda mereka.
#4
In Sendai, the tears flowed freely, tears of joy and relief for their hometown hero.
Di Sendai, air mata mengalir deras, air mata kegembiraan dan kelegaan bagi pahlawan kampung halaman mereka.
#5
Before the 2018 PyeongChang Olympics, disaster struck: Yuzuru suffered a severe ankle injury.
Sebelum Olimpiade PyeongChang 2018, bencana melanda: Yuzuru mengalami cedera pergelangan kaki yang parah.
#6
He couldn't practice for months, and many thought he should withdraw from the competition.
Dia tidak bisa berlatih selama berbulan-bulan, dan banyak yang mengira dia harus mengundurkan diri dari kompetisi.
#7
He arrived at the Olympics without having competed in any events that season, facing immense doubt.
Dia tiba di Olimpiade tanpa sempat bertanding di ajang apa pun pada musim itu, menghadapi keraguan yang sangat besar.
#8
Despite the pain and uncertainty, he was determined to defend his title, showing incredible courage.
Meskipun menghadapi rasa sakit dan ketidakpastian, dia tetap bertekad untuk mempertahankan gelarnya, menunjukkan keberanian yang luar biasa.
#9
Despite his injury, Yuzuru defied expectations and won gold again, achieving the impossible.
Meskipun cedera, Yuzuru melampaui ekspektasi dan memenangkan emas lagi, mencapai hal yang mustahil.
#10
He became the first man in 66 years to win back-to-back Olympic gold medals in figure skating, cementing his place in history.
Ia menjadi pria pertama dalam 66 tahun yang memenangkan medali emas Olimpiade berturut-turut dalam skating indah, mengukuhkan posisinya dalam sejarah.
#11
His free skate to 'SEIMEI' was considered a masterpiece, a display of artistry and athleticism.
Skate bebasnya dengan lagu 'SEIMEI' dianggap sebagai mahakarya, sebuah tampilan seni dan atletis.
#12
This historic victory showcased his incredible talent and unwavering determination.
Kemenangan bersejarah ini menunjukkan bakatnya yang luar biasa dan tekadnya yang tak tergoyahkan.
#13
Yuzuru turned professional in 2022, embarking on a new chapter in his career.
Yuzuru Hanyu beralih menjadi profesional pada tahun 2022, memulai babak baru dalam kariernya.
#14
He is now chasing the elusive quadruple axel, a jump that no one has ever successfully landed in competition.
Dia sekarang sedang mengejar quadruple axel yang sulit didapat, sebuah lompatan yang belum pernah berhasil dilakukan oleh siapa pun dalam kompetisi.
#15
He fills arenas across Japan with his solo ice shows, captivating audiences with his artistry.
Dia mengadakan pertunjukan es solo di arena di seluruh Jepang, memikat penonton dengan keseniannya.
#16
He skates not for medals now, but for the pure love of the art, pushing the boundaries of figure skating.
Dia bermain seluncur sekarang bukan demi medali, melainkan demi cinta murni pada seni, terus melampaui batas-batas seluncur indah.