Son Heung-min: The Father's TrainingSon Heung-min: Pelatihan Sang Ayah
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Son Heung-min's father, a former professional, trained his sons with incredible intensity.
Ayah Son Heung-min, seorang mantan pemain profesional, melatih putra-putranya dengan intensitas yang luar biasa.
#2
Young Heung-min practiced football for four hours every day after school.
Heung-min muda berlatih sepak bola selama empat jam setiap hari sepulang sekolah.
#3
His training schedule was strict, demanding unwavering focus.
Jadwal latihannya sangat ketat, menuntut fokus yang teguh.
#4
Playing with friends was banned; only football was allowed in his free time.
Bermain dengan teman-teman dilarang; di waktu luangnya, hanya sepak bola yang diizinkan.
#5
This intense discipline shaped him into the player he would become.
Disiplin yang ketat ini membentuknya menjadi pemain seperti sekarang.
#6
At just sixteen years old, Son Heung-min moved abroad to Hamburg SV in Germany.
Pada usia baru enam belas tahun, Son Heung-min pindah ke luar negeri ke Hamburg SV di Jerman.
#7
He couldn't speak German, and his English was limited, creating a significant language barrier.
Dia tidak bisa bahasa Jerman, dan bahasa Inggrisnya terbatas, sehingga menciptakan hambatan bahasa yang signifikan.
#8
He often ate alone, trained alone, and battled intense homesickness.
Dia sering makan sendirian, berlatih sendirian, dan berjuang melawan rasa rindu kampung halaman yang mendalam.
#9
Many nights, he cried in his room, overwhelmed by loneliness.
Banyak malam, dia menangis di kamarnya, diliputi oleh kesepian.
#10
Despite the challenges, he never called home to complain about his struggles.
Terlepas dari tantangan yang ada, dia tidak pernah menelepon ke rumah untuk mengeluhkan kesulitannya.
#11
Slowly but surely, Son adapted to his new life and began to learn German.
Perlahan tapi pasti, Son beradaptasi dengan kehidupan barunya dan mulai belajar bahasa Jerman.
#12
His natural speed and infectious smile won over his teammates and coaches.
Kecepatan alaminya dan senyumnya yang menular memenangkan hati rekan satu tim dan pelatihnya.
#13
He scored his first goals in the Bundesliga, showcasing his talent.
Dia mencetak gol-gol pertamanya di Bundesliga, menunjukkan bakatnya.
#14
His impressive performances caught the attention of bigger clubs across Germany.
Penampilannya yang mengesankan menarik perhatian klub-klub besar di seluruh Jerman.
#15
Soon, Bayer Leverkusen signed him, recognizing his immense potential.
Tak lama kemudian, Bayer Leverkusen merekrutnya, karena mengakui potensinya yang sangat besar.