EN: Passive Voice (was built): Used when the focus is on the action or the receiver of the action, rather than the doer. It is formed with 'be' + past participle.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (was built): Digunakan ketika fokus ditempatkan pada tindakan itu sendiri atau penerima tindakan, bukan pelakunya. Strukturnya adalah "be verb + past participle".
The stadium was designed by a famous architect.
Stadion ini dirancang oleh seorang arsitek terkenal.
EN: Appositive with Relative Clause (a former player who...): An appositive noun phrase ('a former player') renames another noun ('his father'), and is further described by an adjective clause ('who believed in fundamentals').
Bahasa Indonesia: Apositif dan klausa relatif (a former player who...): Frasa nomina apositif (a former player) digunakan untuk mendefinisikan kembali nomina lain (his father), dan dimodifikasi lebih lanjut melalui klausa relatif (who believed in fundamentals).
She works with Mr. Lee, a senior manager who joined the company last year.
Dia bekerja dengan Pak Lee, seorang manajer senior yang bergabung dengan perusahaan tahun lalu.
EN: In South Korean sports culture, the intense involvement and strict discipline of parents (often referred to as 'sports daddies/moms') is a well-known phenomenon. Son Heung-min's father, Son Woong-jung, is famous for his unconventional and rigorous training methods, which prioritized basic ball control over playing in competitive matches during Son's early years.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya olahraga Korea, fenomena keterlibatan dan kedisiplinan orang tua yang sangat tinggi (sering disebut "sport daddies/moms") sangatlah umum. Ayah Son Heung-min, Son Woong-jung, terkenal dengan metode latihannya yang tidak biasa dan ketat. Saat Son masih muda, ia menekankan kemampuan kontrol bola dasar daripada terburu-buru mengikuti pertandingan kompetitif.
EN: The structure 'spend + time + (in) doing something' is used to express how much time someone dedicates to an activity. The preposition 'in' is almost always omitted, leaving the gerund (V-ing) directly after the time expression.
Bahasa Indonesia: Struktur "spend + waktu + (in) V-ing" digunakan untuk menyatakan berapa banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk suatu aktivitas. Preposisi "in" biasanya dihilangkan, sehingga ekspresi waktu akan langsung diikuti oleh gerund (V-ing).
She spent two hours practicing the piano.
Dia menghabiskan waktu dua jam untuk berlatih bermain piano.
EN: The prepositional phrase 'As a young boy...' functions as an adverbial phrase of time, meaning 'When he was a young boy'. It provides background context about the subject's life stage.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "As a young boy..." (Sebagai anak laki-laki...) di sini berfungsi sebagai frasa adverbia waktu, yang berarti "saat ia masih kecil", memberikan informasi latar belakang tentang tahap kehidupannya bagi subjek kalimat.
As a child, he loved reading science fiction.
Saat masih anak-anak, dia sangat suka membaca novel fiksi ilmiah.
EN: In football (soccer), 'juggling' refers to keeping the ball in the air using feet, knees, chest, and head without letting it touch the ground. In South Korea, Son Heung-min's father's unconventional and extremely strict training methods—focusing purely on basic ball control like juggling for years before allowing him to shoot—are famous and highly debated, but widely credited for Son's world-class two-footed technical ability.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, "juggling" (menimang bola) mengacu pada menjaga bola tetap di udara tanpa menyentuh tanah menggunakan kaki, lutut, dada, dan kepala. Di Korea Selatan, metode latihan ayah Son Heung-min yang tidak biasa dan sangat ketat sangat terkenal dan banyak dibahas. Beliau membiarkan Son Heung-min fokus murni pada teknik kontrol bola dasar seperti menimang bola selama bertahun-tahun tanpa mengizinkannya menembak bola (shooting), yang secara luas dianggap sebagai kunci di balik kemampuan kaki kiri dan kanan kelas dunia Son Heung-min.
EN: The structure 'not... until...' is used to emphasize that an action did not happen or will not happen before a specific time or event. 'Until' introduces the condition that must be met first.
Bahasa Indonesia: Struktur "not... until..." (tidak... sampai...) digunakan untuk menekankan bahwa suatu tindakan tidak akan terjadi sebelum waktu atau peristiwa tertentu terjadi. 'until' memperkenalkan kondisi yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
She did not leave the office until she finished the report.
Dia tidak meninggalkan kantor sampai dia menyelesaikan laporannya.
EN: The causative verb 'let' is followed by an object and the bare infinitive (verb base without 'to'). It means to allow or permit someone to do something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja kausatif 'let' (membiarkan) diikuti oleh objek dan kata kerja dasar (kata kerja tanpa to). Artinya adalah mengizinkan atau memperbolehkan seseorang melakukan sesuatu.
Our teacher let us go home early after the exam.
Setelah ujian selesai, guru kami membiarkan kami pulang lebih awal.
EN: This sentence reflects the traditional East Asian parenting and coaching philosophy, which heavily emphasizes mastery of basic skills and repetitive training before moving on to advanced play. In South Korea, this rigorous approach is often credited with producing world-class athletes, as exemplified by Son Heung-min's father, Son Woong-jung, who was notoriously strict during Son's childhood.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan filosofi pengasuhan dan kepelatihan tradisional Asia Timur, yang sangat menekankan penguasaan keterampilan dasar dan latihan berulang sebelum melangkah ke kompetisi tingkat lanjut. Di Korea, metode ketat ini sering dianggap berjasa dalam mencetak atlet kelas dunia, seperti ayah Son Heung-min, Son Woong-jung, yang terkenal sangat keras selama masa kecil Son Heung-min.
EN: The Simple Past Tense ('created') is used to describe completed actions that occurred at a specific time in the past. In this sentence, it describes the historical effect of Son's childhood training.
Bahasa Indonesia: Simple past tense (dalam hal ini 'created') digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang telah selesai pada titik waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, ini digunakan untuk menggambarkan dampak mendalam dari latihan masa kecil Son Heung-min di masa lalu.
His early dedication created many opportunities for his success.
Dedikasi awalnya menciptakan banyak peluang bagi kesuksesannya.
EN: The preposition 'for' is used here to indicate purpose or recipient, specifically showing what the 'strong foundation' was built to support ('his future career').
Bahasa Indonesia: Preposisi 'for' di sini digunakan untuk menunjukkan tujuan atau sasaran, yang secara spesifik menjelaskan untuk apa "fondasi yang kuat" ini dibuat (yaitu "karier masa depannya").
She saved money for her college education.
Dia menabung uang untuk pendidikan universitasnya.
EN: In East Asian sports culture, particularly in South Korea, there is a strong emphasis on 'fundamentals' and rigorous, repetitive training from a very young age. Son Heung-min's father, Son Woong-jung, is famous for his unconventional and extremely strict coaching methods, which prioritized ball control and physical endurance over early competitive play. This dedication is highly respected in Korean society as a key to world-class success.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya olahraga Asia Timur, khususnya di Korea Selatan, terdapat penekanan kuat pada "keterampilan dasar" serta latihan yang ketat dan berulang sejak usia dini. Ayah Son Heung-min, Son Woong-jung, terkenal dengan metode kepelatihannya yang tidak konvensional dan sangat ketat, yang lebih mengutamakan keterampilan mengontrol bola dan daya tahan fisik daripada kompetisi awal. Fokus dan dedikasi semacam ini sangat dihormati dalam masyarakat Korea, dan dipandang sebagai kunci untuk meraih kesuksesan tingkat dunia.
EN: The infinitive 'to chase' is used as an infinitive of purpose (adverbial infinitive), which explains 'why' the action of the main verb ('moved') was performed. It can be translated as 'in order to' or 'to'.
Bahasa Indonesia: Infinitif 'to chase' (untuk mengejar) di sini digunakan sebagai infinitif tujuan (penjelas adverbial), untuk menjelaskan alasan tindakan dari kata kerja utama 'moved' (pindah). Ini dapat dipahami sebagai 'untuk...' atau 'demi...'.
She saved money to buy a new laptop.
Dia menabung uang untuk membeli laptop baru.
EN: The preposition 'of' is followed by the gerund 'playing' (verb + -ing acting as a noun) to describe the specific content of the noun 'dream'. This is a common pattern: 'dream of + doing something'.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'of' diikuti oleh gerund 'playing' (kata kerja berakhiran -ing yang digunakan sebagai kata benda), digunakan untuk menjelaskan secara spesifik isi dari kata benda 'dream' (impian). Ini adalah pola kalimat yang sangat umum: 'dream of + gerund' (impian untuk melakukan sesuatu).
He has always had a dream of traveling around the world.
Dia selalu memiliki impian untuk bepergian keliling dunia.
EN: Many young East Asian football talents move to European youth academies (especially in Germany) to receive world-class training. Son Heung-min's move to Hamburger SV's youth academy at age 16 was a pivotal step that laid the groundwork for his success in the Bundesliga and later the Premier League.
Bahasa Indonesia: Banyak talenta sepak bola muda di Asia Timur memilih untuk pergi ke akademi muda di Eropa (terutama Jerman) untuk menerima pelatihan kelas dunia. Son Heung-min bergabung dengan tim muda klub Jerman Hamburger SV pada usia 16 tahun, yang merupakan langkah kunci dalam kariernya dan meletakkan fondasi kokoh bagi kesuksesannya di Bundesliga dan Liga Utama Inggris di kemudian hari.
EN: The adverb 'later' is used to indicate that an action happened at a subsequent time. In a sentence, it often occupies the mid-position (between the subject and the main verb) to smoothly transition the narrative.
Bahasa Indonesia: Adverbia "later" (kemudian) digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan terjadi pada titik waktu berikutnya. Dalam kalimat, kata ini biasanya terletak di posisi tengah (antara subjek dan kata kerja utama) untuk membuat transisi narasi menjadi lebih lancar.
She later decided to study abroad in Germany.
Dia kemudian memutuskan untuk belajar di Jerman.
EN: Prepositional phrases starting with 'in' can function as adverbials of place, indicating the larger organization, league, or geographical area where an action occurs or where something is located.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi yang diawali dengan preposisi "in" dapat berfungsi sebagai frasa adverbia tempat, yang digunakan untuk menunjukkan organisasi, liga, atau wilayah geografis yang lebih besar tempat tindakan terjadi atau sesuatu berada.
He plays as a forward in the famous league.
Dia bermain sebagai penyerang di liga terkenal ini.
EN: Tottenham Hotspur, commonly known as Spurs, is a historic professional football club based in London. The English Premier League (EPL) is the top tier of English football and is widely regarded as the most-watched and most competitive football league in the world. Joining this league represents a major milestone for any professional football player.
Bahasa Indonesia: Tottenham Hotspur (sering disingkat Spurs) adalah klub sepak bola profesional bersejarah yang berbasis di London. Liga Utama Inggris (EPL) adalah kasta tertinggi liga sepak bola Inggris, yang secara luas dianggap sebagai liga sepak bola dengan penonton terbanyak dan persaingan paling sengit di dunia. Bergabung dengan liga ini merupakan tonggak sejarah besar bagi setiap pesepak bola profesional.
EN: The adverb 'abroad' is used as a post-nominal modifier (placed after the noun) to describe 'life', meaning 'life in a foreign country'. Unlike typical adjectives, 'abroad' cannot be placed before the noun.
Bahasa Indonesia: Adverbia "abroad" (di luar negeri) di sini berfungsi sebagai modifikator pascaposisi, diletakkan langsung setelah nomina "life" untuk menerangkan nomina tersebut, yang berarti "kehidupan di luar negeri". Berbeda dengan adjektiva pada umumnya, "abroad" tidak dapat diletakkan di depan nomina.
Working abroad can open up many new career opportunities.
Bekerja di luar negeri dapat membuka banyak peluang karier baru.
EN: The prepositional phrase 'for the young player' acts as an adverbial modifier indicating who experiences the state of being 'lonely'. The preposition 'for' is used here to show the person affected by the situation.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "for the young player" (bagi pemain muda tersebut) di sini berfungsi sebagai modifikator adverbial, digunakan untuk menunjukkan siapa yang mengalami keadaan "lonely" (sepi/kesepian). Preposisi "for" di sini digunakan untuk menunjukkan orang yang terpengaruh oleh situasi tertentu.
EN: This sentence reflects the common struggle of young East Asian athletes who move to Europe at a very young age to pursue professional sports careers. Facing language barriers, cultural differences, and intense competition without family nearby is a significant mental challenge that many successful players, like Son Heung-min, must overcome.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan perjuangan bersama yang dihadapi oleh banyak atlet muda Asia Timur yang pindah ke Eropa pada usia yang sangat muda untuk mengejar karier olahraga profesional. Tanpa didampingi keluarga, menghadapi hambatan bahasa, perbedaan budaya, serta persaingan yang sengit merupakan tantangan psikologis besar yang harus diatasi oleh pemain sukses seperti Son Heung-min.
EN: The verb 'give' is a ditransitive verb, which takes two objects: an indirect object (him) and a direct object (the mental strength). The structure is 'give + indirect object + direct object'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "give" (memberi) adalah kata kerja ditransitif (ditransitive verb), yang diikuti oleh dua objek: objek tidak langsung (him) dan objek langsung (the mental strength). Strukturnya adalah "give + objek tidak langsung + objek langsung".
The teacher gave the students some useful advice.
Guru memberikan beberapa saran praktis kepada para siswa.
EN: The infinitive phrase 'to survive' acts as an adjective (adjectival infinitive) modifying the noun phrase 'the mental strength', explaining what kind of strength it is.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "to survive" (untuk bertahan hidup) di sini digunakan sebagai adjektiva (infinitif adjektival), memodifikasi frasa nomina "the mental strength" (kekuatan mental), untuk menjelaskan kekuatan jenis apa itu.
She has the courage to speak the truth.
Dia memiliki keberanian untuk mengatakan kebenaran.
EN: In East Asian sports culture, particularly in South Korea, the concept of intense, parental-led training (often referred to as 'tiger parenting') is highly recognized. Son Heung-min's father, Son Woong-jung, is famous for his extremely strict training methods, focusing purely on basic skills for years before allowing his son to play in actual matches. This dedication is culturally respected as a key factor behind Son's world-class success.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya olahraga Asia Timur, khususnya di Korea Selatan, latihan keras yang dipimpin oleh orang tua (sering disebut sebagai “pola asuh harimau”) sangat umum dan sangat diakui. Ayah Son Heung-min, Son Woong-jung, terkenal dengan metode latihannya yang sangat keras, di mana ia bersikeras agar putranya menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya untuk melatih keterampilan dasar sebelum bermain dalam pertandingan yang sebenarnya. Dedikasi ini secara budaya dipandang sebagai faktor kunci dalam kesuksesan kelas dunia Son Heung-min dan sangat dihormati.
EN: The subject 'Years of patience and hard work' uses the prepositional phrase 'of patience and hard work' to modify the plural noun 'Years'. In English, abstract qualities (patience, hard work) can be quantified using units of time like 'years of' to emphasize duration and persistence.
Bahasa Indonesia: Subjek “Years of patience and hard work” menggunakan frasa preposisi “of patience and hard work” untuk memodifikasi kata benda jamak “Years” (tahun/bertahun-tahun). Dalam bahasa Inggris, kualitas abstrak (seperti patience kesabaran, hard work kerja keras) dapat dikuantifikasi dengan satuan waktu (seperti years of bertahun-tahun) untuk menekankan durasi dan ketekunan yang berkelanjutan.
Years of practice and dedication made her a master pianist.
Latihan dan dedikasi selama bertahun-tahun menjadikannya seorang maestro piano.
EN: The adverb 'eventually' is used to describe an action that happens after a long time or a lot of effort. It is placed before the main verb 'created' to show the ultimate result of the long-term process described in the subject.
Bahasa Indonesia: Adverbia "eventually" (akhirnya) digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terjadi setelah waktu yang lama atau banyak usaha. Kata ini diletakkan sebelum kata kerja utama "created" untuk menunjukkan hasil akhir dari proses panjang yang dijelaskan dalam subjek.
After many setbacks, they eventually reached the summit of the mountain.
Setelah mengalami banyak rintangan, mereka akhirnya mencapai puncak gunung.
EN: Son Heung-min's rise to become Asia's greatest footballer is highly celebrated across the continent. His achievement of winning the Premier League Golden Boot (sharing it with Mohamed Salah in the 2021-22 season) was a historic milestone, as he became the first Asian player to win the prestigious award, breaking barriers for Asian athletes in European football.
Bahasa Indonesia: Kebangkitan Son Heung-min menjadi pemain sepak bola terhebat di Asia telah dipuji di seluruh benua Asia. Keberhasilannya memenangkan Sepatu Emas Liga Premier pada musim 2021-22 (berbagi dengan Mohamed Salah) merupakan tonggak sejarah, karena ia adalah pemain Asia pertama yang meraih penghargaan tersebut, mendobrak hambatan bagi atlet Asia di sepak bola Eropa.
EN: The Present Perfect Tense ('has become') is used here to describe a state that started in the past and continues to be true in the present, emphasizing the current result of his career journey.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has become) digunakan di sini untuk menggambarkan keadaan yang dimulai di masa lalu dan masih benar hingga sekarang, menekankan status saat ini dan hasil dari perkembangan kariernya hingga saat ini.
She has become a successful doctor after years of hard study.
Setelah bertahun-tahun belajar keras, ia telah menjadi seorang dokter yang sukses.
EN: The prepositional phrase 'to millions of football fans' uses 'to' to indicate the target audience or the people who hold this opinion of him.
Bahasa Indonesia: Kata depan "to" dalam frasa preposisi "to millions of football fans" digunakan untuk menunjukkan objek, yaitu bagi siapa ia menjadi pahlawan, yang menentukan audiens atau kelompok orang yang memiliki pandangan ini.
He is a role model to young athletes everywhere.
Bagi para atlet muda di mana pun, ia adalah seorang panutan.
EN: Son Heung-min's status as a 'true hero' in Asia is significant. In South Korea and across Asia, he is not just seen as a successful athlete, but as a national pride who broke barriers for Asian players in European football, especially by winning the Premier League Golden Boot.
Bahasa Indonesia: Son Heung-min yang dianggap sebagai "pahlawan sejati" di Asia memiliki makna yang mendalam. Di Korea Selatan dan seluruh Asia, ia tidak hanya dipandang sebagai atlet yang sukses, tetapi juga sebagai kebanggaan negara dan Asia. Ia mendobrak batasan bagi pemain Asia di kancah sepak bola Eropa, terutama pencapaiannya memenangkan penghargaan Sepatu Emas Liga Utama Inggris, yang sangat menginspirasi jutaan penggemar di Asia.
EN: Prepositional phrases of place (e.g., 'At Tottenham') can be placed at the beginning of a sentence for emphasis or to set the scene. When placed at the start, they are typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi tempat (seperti "At Tottenham") dapat diletakkan di awal kalimat untuk penekanan atau memberikan latar belakang. Ketika diletakkan di awal kalimat, biasanya diikuti dengan tanda koma.
In London, she discovered her passion for art.
Di London, ia menemukan kecintaannya pada seni.
EN: The Simple Past Tense ('won') is used to describe a completed action that took place at a specific time in the past.
Bahasa Indonesia: Simple past tense ("won") digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai pada titik waktu tertentu di masa lalu.
Last year, our team won the championship.
Tahun lalu, tim kami memenangkan kejuaraan.
EN: The Premier League Golden Boot is an annual association football award presented to the leading goalscorer in the English Premier League. Son Heung-min won this prestigious award in the 2021-22 season, sharing it with Mohamed Salah, making him the first Asian player to achieve this feat.
Bahasa Indonesia: Premier League Golden Boot (Sepatu Emas Liga Utama Inggris) adalah penghargaan sepak bola yang diberikan setiap tahun kepada pencetak gol terbanyak di Liga Utama Inggris. Son Heung-min memenangkan penghargaan bergengsi ini bersama Mohamed Salah pada musim 2021-22, menjadikannya pemain Asia pertama dalam sejarah yang meraih penghargaan tersebut.
EN: The ordinal number pattern 'the first + noun + to-infinitive' is used to describe the person or thing that performs an action before any others. The to-infinitive acts as an adjective modifying the noun.
Bahasa Indonesia: Struktur "the first (pertama) + kata benda + to-infinitive" digunakan untuk menggambarkan orang atau hal pertama yang melakukan suatu tindakan. Di sini, to-infinitive berfungsi sebagai kata sifat yang menerangkan kata benda di depannya.
She was the first woman to climb this mountain.
Dia adalah wanita pertama yang mendaki gunung ini.
EN: The adverb 'ever' is used in affirmative sentences with superlatives or ordinal numbers (like 'the first') to mean 'at any time in history' or 'up to the present', emphasizing the uniqueness of the achievement.
Bahasa Indonesia: Adverbia "ever" sering digunakan bersama bentuk superlatif atau ordinal (seperti "the first") untuk menyatakan "yang pernah ada" atau "sejauh ini", guna menekankan keunikan dan signifikansi historis dari pencapaian tersebut.
This is the largest stadium ever to host the Olympic Games.
Ini adalah stadion terbesar dalam sejarah yang pernah menyelenggarakan Olimpiade.
EN: The 'Premier League Golden Boot' is awarded to the top goalscorer in the English Premier League, widely considered one of the most competitive football leagues in the world. Son Heung-min sharing this award in the 2021-22 season was a historic moment, as no Asian player had ever won it before, breaking barriers for Asian athletes in European football.
Bahasa Indonesia: "Sepatu Emas Liga Utama Inggris" (Premier League Golden Boot) adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada pencetak gol terbanyak dalam satu musim di Liga Utama Inggris, sebuah liga yang diakui secara luas sebagai salah satu liga sepak bola paling kompetitif di dunia. Son Heung-min memenangkan penghargaan ini pada musim 2021-22, menjadikannya pemain Asia pertama dalam sejarah yang memenangkan penghargaan tersebut. Ini bukan hanya puncak karier pribadinya, tetapi juga mendobrak batasan sejarah bagi atlet Asia di kancah sepak bola papan atas Eropa.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Dasar-dasar; prinsip-prinsip fundamental (di sini merujuk pada keterampilan dasar sepak bola)
Dalam konteks: Juggling bola (menjaga bola tetap di udara dengan kepala, kaki, dll. tanpa jatuh)
Dalam konteks: Fondasi; landasan
Dalam konteks: Di luar negeri; ke luar negeri
Dalam konteks: kesabaran; ketekunan
Dalam konteks: Bergengsi; memiliki reputasi yang sangat tinggi
Dalam konteks: Tonggak sejarah; peristiwa penting
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
The capacity of an individual to deal effectively with stressors, pressures and challenges.
Kekuatan mental; keteguhan hati
To pursue or try to achieve what one wants most in life.
Mengejar impian
An award given to the top goalscorer in a football league or tournament.
Sepatu Emas