Shinya Yamanaka: Reprogramming LifeShinya Yamanaka: Memprogram Ulang Kehidupan
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
After years of dedicated testing, Shinya's team made an incredible discovery.
Setelah bertahun-tahun pengujian yang berdedikasi, tim Shinya membuat penemuan yang luar biasa.
#2
They found that just four genes could reprogram adult cells into stem cells.
Mereka menemukan bahwa hanya empat gen yang dapat memprogram ulang sel dewasa menjadi sel punca.
#3
These reprogrammed cells were called iPS cells, short for induced pluripotent stem cells.
Sel-sel yang diprogram ulang ini disebut sel iPS, singkatan dari "sel punca pluripoten terinduksi".
#4
The scientific world was completely stunned by this breakthrough.
Dunia sains benar-benar terpana oleh terobosan ini.
#5
iPS cells meant scientists no longer needed embryonic stem cells for research.
Sel iPS berarti ilmuwan tidak lagi membutuhkan sel punca embrionik untuk penelitian.
#6
This avoided a huge ethical debate surrounding the use of embryos.
Hal ini menghindari perdebatan etika yang besar seputar penggunaan embrio.
#7
Doctors could now grow replacement tissues from a patient's own cells, minimizing rejection.
Dokter sekarang dapat menumbuhkan jaringan pengganti dari sel pasien itu sendiri, sehingga meminimalkan penolakan.
#8
This discovery could revolutionize medicine and offer personalized treatments.
Penemuan ini dapat merevolusi dunia medis dan menawarkan perawatan yang dipersonalisasi.
#9
In 2012, Shinya Yamanaka received the Nobel Prize in Medicine.
Pada tahun 2012, Shinya Yamanaka menerima Penghargaan Nobel dalam Kedokteran.
#10
When the phone rang with the news, he was at home doing laundry.
Ketika telepon berdering membawa kabar itu, dia sedang mencuci pakaian di rumah.
#11
It was ironic that the worst surgeon in Japan had become one of its greatest scientists.
Ironisnya, ahli bedah terburuk di Jepang justru menjadi salah satu ilmuwan terbesar di negara tersebut.
#12
This was a moment of incredible recognition for his groundbreaking work.
Ini adalah momen pengakuan yang luar biasa bagi karya penelitiannya yang inovatif.
#13
Shinya runs marathons to raise money and awareness for his research.
Shinya berlari maraton untuk mengumpulkan dana dan kesadaran bagi penelitiannya.
#14
don't give up, even when your legs hurt.
Jangan menyerah, bahkan ketika kakimu terasa sakit.
#15
This persistence is what drives him forward in his work.
Ketekunan inilah yang mendorongnya maju dalam pekerjaannya.
#16
He continues working tirelessly to turn iPS cells into real treatments for patients.
Dia terus bekerja tanpa lelah untuk mengubah sel iPS menjadi perawatan nyata bagi pasien.