Malala: One Girl Can Change the WorldMalala: Satu Gadis Bisa Mengubah Dunia
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Malala was flown to Birmingham, England, where she underwent emergency surgery to save her life.
Malala diterbangkan ke Birmingham, Inggris, di mana ia menjalani operasi darurat untuk menyelamatkan nyawanya.
#2
Doctors skillfully rebuilt her skull, using a titanium plate to replace the damaged bone.
Para dokter dengan terampil membangun kembali tengkoraknya, menggunakan pelat titanium untuk mengganti tulang yang rusak.
#3
After months of difficult recovery, Malala could walk, talk, and smile once more.
Setelah berbulan-bulan pemulihan yang sulit, Malala akhirnya bisa berjalan, berbicara, dan tersenyum sekali lagi.
#4
She emerged stronger than ever, determined that she would not be silenced by violence.
Dia muncul lebih kuat dari sebelumnya, bertekad bahwa dia tidak akan dibungkam oleh kekerasan.
#5
On her sixteenth birthday, Malala stood tall before the United Nations, a symbol of hope.
Pada hari ulang tahunnya yang keenam belas, Malala berdiri tegak di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah simbol harapan.
#6
She delivered a powerful speech, declaring, 'One child, one teacher, one book, one pen can change the world.'
Dia menyampaikan pidato yang kuat, menyatakan, "Satu anak, satu guru, satu buku, satu pena dapat mengubah dunia."
#7
Her words resonated deeply with everyone present, inspiring action and change.
Kata-katanya bergema mendalam bagi setiap orang yang hadir, menginspirasi tindakan dan perubahan.
#8
World leaders listened intently and gave her a heartfelt standing ovation, acknowledging her courage.
Para pemimpin dunia mendengarkan dengan saksama dan memberikan tepuk tangan berdiri yang tulus, mengakui keberaniannya.
#9
In 2014, Malala achieved another incredible milestone, winning the Nobel Peace Prize.
Pada tahun 2014, Malala mencapai tonggak sejarah luar biasa lainnya, memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
#10
At just seventeen years old, she was the youngest person ever to receive this prestigious award.
Di usianya yang baru tujuh belas tahun, ia menjadi orang termuda yang pernah menerima penghargaan bergengsi ini.
#11
She shared the prize with Kailash Satyarthi, an Indian activist who fought for children's rights.
Dia berbagi hadiah tersebut dengan Kailash Satyarthi, seorang aktivis India yang memperjuangkan hak-hak anak.
#12
Malala generously donated her share of the prize money to build schools in Pakistan, furthering her mission.
Malala dengan murah hati menyumbangkan bagian hadiah uangnya untuk membangun sekolah di Pakistan, memajukan misinya lebih jauh.
#13
Malala graduated from Oxford University, continuing her own education while advocating for others.
Malala lulus dari Universitas Oxford, melanjutkan pendidikannya sendiri sambil mengadvokasi orang lain.
#14
She started the Malala Fund, an organization that has helped millions of girls access quality education worldwide.
Ia mendirikan Malala Fund, sebuah organisasi yang telah membantu jutaan anak perempuan di seluruh dunia mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas.
#15
She continues to travel the world, speaking passionately for children's rights and equality.
Dia terus berkeliling dunia, menyuarakan hak-hak anak dan kesetaraan dengan penuh semangat.
#16
The girl who was shot for going to school never stopped going, and her fight continues to inspire us all.
Gadis yang ditembak karena pergi ke sekolah itu tidak pernah berhenti melangkah, dan perjuangannya terus menginspirasi kita semua.