Abdul Kalam: The People's PresidentAbdul Kalam: Presiden Rakyat
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Kalam led India's missile development program with unwavering dedication.
Kalam memimpin program pengembangan rudal India dengan dedikasi yang tak tergoyahkan.
#2
He played a crucial role in creating the Agni and Prithvi missiles, strengthening India's defense capabilities.
Ia memainkan peran penting dalam menciptakan rudal Agni dan Prithvi, yang memperkuat kemampuan pertahanan India.
#3
His work earned him the nickname 'Missile Man of India,' a testament to his contributions.
Pekerjaannya memberinya julukan 'Manusia Rudal India', sebuah bukti atas kontribusinya.
#4
He also led India's nuclear weapons tests in 1998, a controversial but significant moment in the country's history.
Ia juga memimpin uji coba senjata nuklir India pada tahun 1998, sebuah momen yang kontroversial namun signifikan dalam sejarah negara tersebut.
#5
In 2002, Kalam became the 11th President of India, a surprising choice to some.
Pada tahun 2002, Kalam menjadi Presiden India ke-11, sebuah pilihan yang mengejutkan bagi sebagian orang.
#6
He was unlike any president before him, known for his humility and approachable nature.
Ia berbeda dari presiden mana pun sebelumnya, dikenal karena kerendahan hati dan sifatnya yang mudah didekati.
#7
He visited schools, hugged children, and even played the veena, an Indian musical instrument.
Ia mengunjungi sekolah-sekolah, memeluk anak-anak, dan bahkan memainkan veena, sebuah alat musik India.
#8
Students affectionately called him 'the people's president,' a title that reflected his connection with the common person.
Para siswa dengan penuh kasih memanggilnya 'presiden rakyat', sebuah gelar yang mencerminkan hubungannya dengan masyarakat umum.
#9
Kalam's autobiography, 'Wings of Fire,' became a bestseller, inspiring millions of young Indians.
Autobiografi Kalam, 'Wings of Fire,' menjadi buku terlaris, menginspirasi jutaan pemuda India.
#10
He traveled to schools across India, eager to connect with the next generation.
Dia mengunjungi sekolah-sekolah di seluruh India, bersemangat untuk terhubung dengan generasi berikutnya.
#11
He would often ask children, 'What is your dream?' encouraging them to think big.
Ia sering bertanya kepada anak-anak, "Apa impianmu?", untuk mendorong mereka agar memiliki cita-cita yang besar.
#12
He believed that every child in India had the potential to achieve greatness, regardless of their background.
Dia percaya bahwa setiap anak di India memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan besar, tanpa memandang latar belakang mereka.
#13
After his presidency, Kalam returned to his first love: teaching and inspiring young minds.
Setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir, Kalam kembali ke cinta pertamanya: mengajar dan menginspirasi jiwa-jiwa muda.
#14
On July 27, 2015, he collapsed while giving a lecture to students in Shillong, doing what he loved most.
Pada 27 Juli 2015, ia pingsan saat memberikan kuliah kepada mahasiswa di Shillong, melakukan apa yang paling ia cintai.
#15
India declared a seven-day national mourning to honor his remarkable life and contributions.
India mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari untuk menghormati kehidupan dan kontribusinya yang luar biasa.
#16
The newspaper boy from Rameswaram had become a national hero, leaving behind an enduring legacy of science, leadership, and inspiration.
Anak penjual koran dari Rameswaram ini telah menjadi pahlawan nasional, meninggalkan warisan abadi dalam bidang sains, kepemimpinan, dan inspirasi.