Ang Lee: Six Years of WaitingAng Lee: Enam Tahun Menunggu
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Ang Lee was born in Taiwan and grew up in Hualien and later Tainan.
Ang Lee lahir di Taiwan, besar di Hualien, dan kemudian pindah ke Tainan.
#2
His father, a strict principal, expected his sons to become professors.
Ayahnya, seorang kepala sekolah yang galak, berharap anak-anak lelakinya menjadi profesor.
#3
Ang failed the university entrance exam not once, but twice, to his father's disappointment.
Ang gagal dalam ujian masuk universitas tidak hanya sekali, tetapi dua kali, yang membuat ayahnya kecewa.
#4
He finally got in, but chose art, which his father found deeply disappointing.
Dia akhirnya diterima, tetapi memilih seni, yang membuat ayahnya merasa sangat kecewa.
#5
Ang moved to the United States to study theater at the University of Illinois.
Ang Lee pindah ke Amerika Serikat untuk belajar teater di University of Illinois.
#6
He then went on to study film at NYU, barely speaking English at first.
Dia kemudian melanjutkan studi film di NYU, awalnya hampir tidak bisa berbahasa Inggris.
#7
But his visual storytelling was remarkable, even then, and people noticed.
Namun bahkan saat itu, kemampuan penceritaan visualnya sudah sangat luar biasa, dan orang-orang memperhatikannya.
#8
He won NYU's best director award, a sign of great things to come.
Dia memenangkan penghargaan sutradara terbaik NYU, sebuah tanda akan hal-hal besar yang akan datang.
#9
After graduation, Ang was unemployed; he couldn't find work as a director.
Setelah lulus, Ang menganggur; dia tidak bisa menemukan pekerjaan sebagai sutradara.
#10
For six long years, he stayed home as a house-husband, supporting his wife.
Selama enam tahun yang panjang, dia tinggal di rumah sebagai bapak rumah tangga, mendukung istrinya.
#11
His wife worked as a microbiologist while he cooked, cleaned, and cared for their sons.
Istrinya bekerja sebagai ahli mikrobiologi sementara dia memasak, bersih-bersih, dan merawat putra-putra mereka.
#12
He also wrote screenplays during that time, screenplays that nobody wanted to buy.
Selama waktu itu, dia juga menulis naskah film, naskah yang tidak ada yang mau beli.
#13
Ang nearly enrolled in a computer science course to find a 'real job'.
Ang hampir mendaftar di kursus ilmu komputer untuk mencari 'pekerjaan tetap'.
#14
His wife encouraged him, saying, 'Don't forget your dream'.
Istrinya menyemangatinya, sambil berkata, "Jangan lupakan impianmu".
#15
That very same week, his screenplay won a prestigious competition in Taiwan.
Pada minggu yang sama, naskahnya memenangkan kompetisi bergengsi di Taiwan.
#16
The six-year wait was finally over; it was a major turning point.
Penantian enam tahun itu akhirnya berakhir; itu adalah titik balik utama.