EN: The prepositional phrase 'outside of' is used to indicate the outer side or beyond the boundaries of a specific place or area. In this context, it means 'in any country other than Paraguay'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "outside of" (di luar) digunakan untuk menunjukkan bagian luar batas tempat atau wilayah tertentu. Dalam konteks ini, frasa tersebut berarti "negara lain mana pun di luar Paraguay".
The local specialty is rarely found outside of Italy.
Spesialisasi lokal ini jarang ditemukan di luar Italia.
EN: The adverb 'completely' is used as an intensifier before the adjective 'unknown' to emphasize the absolute degree of something. Adverbs of degree typically precede the adjectives they modify.
Bahasa Indonesia: Adverbia derajat "completely" (sepenuhnya) diletakkan sebelum adjektiva "unknown" (tidak dikenal) sebagai modifikator untuk menekankan derajat mutlak. Adverbia derajat biasanya terletak sebelum adjektiva yang dimodifikasinya.
The project was completely successful.
Proyek ini sukses total.
EN: Paraguay is a landlocked country in South America with a rich football (soccer) history. For many local players, performing well on the global stage like the World Cup is the ultimate dream and a pathway to international recognition, transforming them from local, unknown athletes into global stars.
Bahasa Indonesia: Paraguay adalah negara terkurung daratan di Amerika Selatan yang memiliki sejarah sepak bola yang kaya. Bagi banyak pemain lokal, menunjukkan kemampuan mereka di panggung global seperti Piala Dunia adalah jalan untuk mewujudkan impian tertinggi dan mendapatkan pengakuan internasional, yang dapat mengubah mereka dari atlet lokal yang tidak dikenal menjadi bintang internasional.
EN: Relative Clause (Adjective Clause): The word 'who' is a relative pronoun used to introduce a relative clause ('who loved the game deeply') that modifies the noun 'goalkeeper'. Since 'who' acts as the subject of the relative clause, it cannot be omitted.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif (klausa adjektif): Kata "who" adalah kata ganti relatif yang digunakan untuk mengantar klausa relatif (who loved the game deeply) guna memodifikasi nomina "goalkeeper" (penjaga gawang). Karena "who" berfungsi sebagai subjek dalam klausa relatif, kata ini tidak dapat dihilangkan.
She is a talented artist who paints beautiful landscapes.
Dia adalah seorang seniman yang sangat berbakat yang melukis pemandangan indah.
EN: Compound Adjectives: 'Hard-working' is a compound adjective formed by combining an adjective/adverb with a participle. It is hyphenated when it appears before the noun it modifies ('goalkeeper').
Bahasa Indonesia: Adjektif majemuk: "hard-working" (pekerja keras) adalah adjektif majemuk yang terbentuk dari gabungan adverbia dan participle masa kini (present participle). Ketika diletakkan di depan nomina yang dimodifikasinya (goalkeeper), tanda hubung harus ditambahkan di antaranya.
They are looking for a well-trained dog to help with security.
Mereka sedang mencari anjing yang terlatih untuk membantu pekerjaan keamanan.
EN: The Past Perfect tense ('had' + past participle) is used to describe an action that was completed before another action or a specific time in the past. In this narrative context, it emphasizes the training that occurred prior to his sudden recognition in the 2026 World Cup.
Bahasa Indonesia: Past perfect tense (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum tindakan lain atau titik waktu tertentu di masa lalu. Dalam konteks naratif ini, bentuk kata kerja ini menekankan proses latihan yang telah ia jalani sebelum ia tiba-tiba menjadi terkenal di Piala Dunia 2026.
Before he won the championship, he had practiced every single day.
Sebelum memenangkan kejuaraan, ia telah berlatih setiap hari.
EN: The idiom 'far from the public spotlight' uses 'spotlight' metaphorically to refer to public attention or fame. 'Far from' indicates being in a position of obscurity or privacy, away from media coverage.
Bahasa Indonesia: Frasa "far from the public spotlight" menggunakan metafora "spotlight (sorotan lampu)" untuk menggambarkan perhatian publik atau ketenaran. "Far from (jauh dari)" menunjukkan keadaan yang tidak diketahui atau tersembunyi, jauh dari liputan media.
The famous author prefers to live far from the public spotlight.
Penulis terkenal itu lebih suka menjalani kehidupan yang jauh dari sorotan publik.
EN: The Past Perfect Tense ('had' + past participle) is used to describe an action that happened before another action or a specific time in the past. In this sentence, 'had always hoped' indicates a continuous hope that existed before his son's birth and the subsequent hardships in 2022.
Bahasa Indonesia: Past perfect tense (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah terjadi sebelum tindakan lain atau titik waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, "had always hoped" menunjukkan bahwa ia selalu menaruh harapan ini sebelum putranya lahir prematur pada tahun 2022 dan kesulitan yang dihadapinya setelah itu.
She had already finished her homework before her mother came home.
Dia sudah menyelesaikan PR-nya sebelum ibunya pulang ke rumah.
EN: The infinitive phrase 'to show his true talent' acts as an adjective modifying the noun 'chance', explaining what kind of chance he was hoping for.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "to show his true talent" (untuk menunjukkan bakat aslinya) di sini digunakan sebagai adjektiva, menerangkan nomina "chance" (kesempatan), untuk menjelaskan kesempatan seperti apa yang ia harapkan.
He finally got a chance to speak with the manager.
Dia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan manajer.
EN: The Simple Past Tense is used to describe completed actions that occurred at a specific time in the past. In this sentence, 'faced' is the past tense of the regular verb 'face', indicating an event that happened in the specific year 'In 2022'.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, "faced" adalah bentuk lampau dari kata kerja beraturan "face", yang menunjukkan peristiwa yang terjadi pada tahun tertentu yaitu "In 2022" (Pada tahun 2022).
In 2018, she started her own business.
Pada tahun 2018, dia mendirikan perusahaannya sendiri.
EN: Superlative Adjectives are used to describe an object which is at the upper or lower limit of a quality (the most...). For short adjectives like 'hard', we add '-est' ('hardest'). For longer adjectives like 'painful', we use 'most' before the adjective ('most painful').
Bahasa Indonesia: Kata sifat superlatif (Superlative Adjectives) digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang mencapai batas tertinggi atau terendah dalam karakteristik tertentu (paling...). Untuk kata sifat pendek bersuku kata satu seperti "hard", kita menambahkan "-est" di akhir kata (menjadi "hardest"); sedangkan untuk kata sifat panjang bersuku kata banyak seperti "painful", kita menambahkan "most" di depan kata sifat tersebut (menjadi "most painful").
This is the oldest and most beautiful church in the city.
Ini adalah gereja tertua dan terindah di kota ini.
EN: The passive voice 'be born' is used in English to express the act of coming into the world. It is almost always used in the past tense ('was/were born') when referring to someone's birth in the past.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif "be born" (lahir) dalam bahasa Inggris digunakan untuk menunjukkan tindakan datang ke dunia ini. Ketika merujuk pada kelahiran seseorang di masa lalu, hampir selalu digunakan bentuk lampau (was/were born).
She was born in a small village.
Dia lahir di sebuah desa kecil.
EN: The adverb 'prematurely' modifies the verb phrase 'was born'. Adverbs ending in '-ly' are commonly used to describe the manner in which an action occurs.
Bahasa Indonesia: Adverbia "prematurely" (secara prematur/terlalu dini) menerangkan frasa verba "was born". Adverbia yang berakhiran "-ly" biasanya digunakan untuk menggambarkan cara suatu tindakan terjadi.
The meeting ended prematurely due to a power outage.
Rapat berakhir lebih awal karena mati listrik.
EN: In English-speaking countries, medical terms like 'prematurely' or 'preemie' (colloquial for a premature baby) are commonly used in personal stories to share family struggles, highlighting the emotional and financial challenges of healthcare.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, istilah medis seperti "prematurely" (secara prematur) atau "preemie" (sebutan akrab untuk bayi prematur) sering muncul dalam kisah pribadi untuk membagikan perjuangan keluarga, serta menyoroti tantangan emosional dan finansial dari perawatan medis.
EN: The correlative conjunction 'both... and...' is used to join two grammatical elements of equal importance (in this case, two noun phrases acting as a compound subject). It emphasizes that the statement applies to both elements.
Bahasa Indonesia: Konjungsi korelatif "both... and..." (baik... maupun...) digunakan untuk menghubungkan dua unsur tata bahasa yang memiliki kepentingan setara (dalam kalimat ini berupa subjek majemuk yang terdiri dari dua frasa nomina). Konjungsi ini menekankan bahwa pernyataan tersebut berlaku untuk kedua unsur tersebut secara bersamaan.
Both the manager and the employees were satisfied with the new schedule.
Baik manajer maupun para karyawan merasa puas dengan jadwal kerja yang baru.
EN: The to-infinitive 'to survive' is used here as an adverbial of purpose, explaining 'why' they needed the expensive medical care.
Bahasa Indonesia: Infinitif "to survive" (untuk bertahan hidup) di sini digunakan sebagai frasa adverbia untuk menunjukkan tujuan, yang menjelaskan "mengapa" mereka membutuhkan perawatan medis yang mahal.
She saved money for months to buy a new laptop.
Dia menabung selama beberapa bulan untuk membeli laptop baru.
EN: The verb 'grow' is used here as a linking verb (copula) meaning 'to become' or 'to develop into a certain state'. It is followed by comparative adjectives ('much larger and more stressful') to describe a gradual change over time.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'grow' di sini digunakan sebagai kata kerja penghubung (linking verb), yang berarti 'menjadi' atau 'secara bertahap menjadi keadaan tertentu'. Kata ini diikuti oleh kata sifat komparatif (much larger and more stressful) untuk menggambarkan perubahan bertahap seiring berjalannya waktu.
As the winter approached, the days grew shorter and colder.
Seiring mendekatnya musim dingin, siang hari menjadi semakin pendek dan dingin.
EN: The adverb 'much' is used as a modifier before comparative adjectives (like 'larger') to add emphasis, meaning 'by a great deal' or 'significantly'.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'much' digunakan sebagai pengubah sebelum kata sifat komparatif (seperti 'larger') untuk memberikan penekanan, yang berarti 'jauh lebih' atau 'secara signifikan'.
This new laptop is much faster than my old one.
Laptop baru ini jauh lebih cepat daripada laptop lama saya.
EN: In many countries without universal healthcare, such as the United States, medical bills can accumulate rapidly and become a major source of financial crisis and personal stress for families, which is a central conflict in this story.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara yang tidak memiliki sistem jaminan kesehatan universal (seperti Amerika Serikat), biaya medis dapat menumpuk dengan cepat, menjadi sumber utama krisis keuangan keluarga dan stres pribadi, yang juga merupakan konflik inti dalam cerita ini.
EN: The infinitive phrase 'To pay the bills' is used at the beginning of the sentence to express purpose (why the action was done). It is a shortened form of 'In order to pay the bills' and is followed by a comma when placed at the start of a sentence.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif "To pay the bills" diletakkan di awal kalimat untuk menunjukkan tujuan (alasan melakukan sesuatu). Ini adalah bentuk singkat dari "In order to..." (Untuk...), dan ketika diletakkan di awal kalimat, biasanya dipisahkan dari klausa utama dengan tanda koma.
To pass the exam, she studied until midnight.
Untuk lulus ujian, dia belajar hingga larut malam.
EN: The auxiliary verb 'did' is used here before the base verb 'own' for emphasis in the past tense. Instead of saying 'he owned', 'he did own' strongly emphasizes the reality of his ownership before he made the sacrifice.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "did" di sini diletakkan sebelum kata kerja dasar "own" untuk memperkuat nada bentuk lampau (past tense). Dibandingkan dengan "he owned" yang biasa, "he did own" sangat menekankan fakta bahwa dia "benar-benar memiliki" barang-barang tersebut sebelum melakukan pengorbanan.
Although he was quiet, he did know the answer.
Meskipun dia pendiam, dia benar-benar tahu jawabannya.
EN: The use of 'even' as an adverb to emphasize something unexpected or surprising. In this sentence, it highlights the extreme measure of selling official club gear, which carries high sentimental value for a professional athlete.
Bahasa Indonesia: Penggunaan kata keterangan "even" (bahkan), digunakan untuk menekankan sesuatu yang tidak terduga atau mengejutkan. Dalam kalimat ini, kata tersebut menyoroti tindakan ekstrem menjual perlengkapan resmi klub, karena barang tersebut memiliki nilai kenangan yang sangat tinggi bagi seorang atlet profesional.
She sold her car, her jewelry, and even her wedding ring.
Dia menjual mobilnya, perhiasannya, dan bahkan cincin kawinnya.
EN: Parallel structure in a list. When listing multiple items (his boots, his jerseys, and his gear), they should share the same grammatical form—in this case, possessive determiner 'his' followed by a noun.
Bahasa Indonesia: Struktur paralel. Saat mendaftarkan beberapa item (his boots, his jerseys, and his gear), semuanya harus mempertahankan struktur tata bahasa yang sama—dalam hal ini, kata penentu kepemilikan (possessive determiner) "his" diikuti oleh kata benda.
He lost his keys, his wallet, and his phone.
Dia kehilangan kuncinya, dompetnya, dan ponselnya.
EN: In professional football (soccer), a player's 'official club gear' and 'jerseys' are symbols of pride and achievement. Selling these personal items, especially boots and official gear, represents a profound personal sacrifice, as these are often kept as lifelong mementos of a player's career.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, "perlengkapan resmi klub" dan "jersey" pemain adalah simbol kehormatan dan pencapaian. Menjual barang-barang pribadi ini (terutama sepatu dan perlengkapan resmi) melambangkan pengorbanan pribadi yang sangat besar, karena barang-barang tersebut biasanya dianggap oleh pemain sebagai kenang-kenangan seumur hidup dari karier mereka.
EN: Noun Clause with 'that': The conjunction 'that' introduces a noun clause functioning as the direct object of the verb 'proved'. It contains a complete sentence ('his family always came before football') and explains what was proven.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang diawali oleh "that": Kata hubung "that" mengawali klausa nomina yang berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "proved" (membuktikan). Klausa itu sendiri berisi kalimat lengkap (keluarganya selalu lebih penting daripada sepak bola), yang digunakan untuk menjelaskan apa yang dibuktikan.
The study proved that regular exercise improves mental health.
Penelitian membuktikan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan mental.
EN: Phrasal Verb 'come before': This phrasal verb means to be more important than someone or something else, indicating a hierarchy of priorities.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja "come before": Frasa kerja ini berarti "lebih penting daripada..." atau "berada di atas...", menunjukkan urutan prioritas.
For many people, health should come before work.
Bagi banyak orang, kesehatan harus lebih penting daripada pekerjaan.
EN: The verb 'keep' is followed by a gerund (V-ing) to express the continuation of an action or state, meaning to do something repeatedly or continuously.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "keep" diikuti oleh gerund (V-ing) digunakan untuk menunjukkan kelanjutan dari suatu tindakan atau keadaan, yang berarti "terus, selalu melakukan sesuatu".
Despite the difficulties, she kept working on her research.
Meskipun menghadapi kesulitan, dia terus melanjutkan penelitiannya.
EN: The structure 'keep + object + adjective' (keep his dream alive) is used to describe causing an object to remain in a particular state. Here, 'alive' is an adjective acting as the object complement.
Bahasa Indonesia: Struktur "keep + objek + adjektiva" (keep his dream alive) digunakan untuk menggambarkan menjaga objek dalam keadaan tertentu. Di sini, "alive" (hidup, bernyawa) adalah kata sifat yang berfungsi sebagai pelengkap objek.
We need to keep the food fresh.
Kita perlu menjaga makanan tetap segar.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: dengan tekun, dengan rajin
Dalam konteks: pusat perhatian publik
Dalam konteks: secara prematur, terlalu dini
Dalam konteks: yang tercinta, yang tersayang
Dalam konteks: bertahan hidup, tetap hidup
Dalam konteks: oleh karena itu, akibatnya
Dalam konteks: pengorbanan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To be more important than someone or something else
Lebih penting daripada..., berkedudukan lebih tinggi daripada...
To maintain or preserve a hope, dream, or memory so that it does not disappear
Menjaga (mimpi, harapan, ingatan, dll.) tetap hidup atau terus berlanjut
The provision of medical services to maintain or restore health
Perawatan medis, layanan medis