Abdul Kalam: The Newspaper BoyAbdul Kalam: Loper Koran
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
A.P.J. Abdul Kalam's story began in 1931 on the island of Rameswaram in southern India.
Kisah A.P.J. Abdul Kalam dimulai pada tahun 1931 di pulau Rameswaram di India selatan.
#2
His family lived in poverty, with his father earning a living by building and renting boats to local fishermen.
Keluarganya hidup dalam kemiskinan, dengan ayahnya mencari nafkah dengan membangun dan menyewakan perahu kepada nelayan setempat.
#3
Life was difficult, and young Abdul had to work to help his family survive.
Hidup itu sulit, dan Abdul yang masih muda harus bekerja untuk membantu keluarganya bertahan hidup.
#4
He sold newspapers on the streets, getting up early each morning to deliver them.
Dia menjual koran di jalanan, bangun pagi setiap hari untuk mengantarkannya.
#5
He did this to contribute to the family income, showing responsibility at a young age.
Ia melakukan ini untuk membantu pendapatan keluarga, menunjukkan rasa tanggung jawab di usia muda.
#6
Abdul was fascinated by birds soaring through the sky and the few airplanes he saw.
Abdul Kalam terpesona oleh burung-burung yang membubung di langit dan beberapa pesawat yang dilihatnya.
#7
He read everything he could find about flight, devouring books and magazines.
Dia membaca semua yang bisa dia temukan tentang penerbangan, melahap buku dan majalah.
#8
One of his teachers told him, 'If you want to achieve your dream, you need to have a dream first.'
Salah satu gurunya memberi tahu dia, "Jika kamu ingin meraih impianmu, kamu harus memiliki impian terlebih dahulu."
#9
This advice resonated deeply with Abdul, sparking his imagination and ambition.
Nasihat ini beresonansi mendalam di hati Abdul, memicu imajinasi dan ambisinya.
#10
He dreamed of building rockets and exploring the mysteries of space.
Dia bermimpi membangun roket dan menjelajahi misteri luar angkasa.
#11
Despite the challenges of poverty, Abdul was determined to get an education.
Meskipun menghadapi tantangan kemiskinan, Abdul bertekad untuk mendapatkan pendidikan.
#12
He studied hard and eventually earned a degree in aerospace engineering.
Dia belajar dengan giat dan akhirnya memperoleh gelar di bidang teknik kedirgantaraan.
#13
He then joined India's space agency, ISRO, ready to put his knowledge to work.
Dia kemudian bergabung dengan badan antariksa India, ISRO, siap untuk mempraktikkan pengetahuannya.
#14
He began working on satellite launch vehicles, a groundbreaking achievement for India.
Dia mulai mengerjakan kendaraan peluncur satelit, sebuah pencapaian terobosan bagi India.
#15
For the first time, India had the capability to launch its own satellites into orbit.
Untuk pertama kalinya, India memiliki kemampuan untuk meluncurkan satelitnya sendiri ke orbit.