EN: The Simple Past Tense is used to describe completed actions in the past. In this sentence, 'started' is the past tense form of the regular verb 'start' (verb + -ed), indicating that the action of beginning the journey took place and was completed in the past.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai di masa lalu. Dalam kalimat ini, 'started' adalah bentuk lampau dari kata kerja beraturan 'start' (kata kerja + -ed), yang menunjukkan bahwa tindakan memulai perjalanan terjadi di masa lalu dan telah selesai.
She started her new job last Monday.
Dia memulai pekerjaan barunya pada Senin lalu.
EN: Adverbs of Manner (like 'very quietly') describe how an action is performed. They typically modify verbs and are often placed at the end of the clause. 'Quietly' is formed by adding '-ly' to the adjective 'quiet', and 'very' is an adverb of degree modifying 'quietly'.
Bahasa Indonesia: Adverbia cara (Adverbs of Manner, seperti 'very quietly') digunakan untuk menggambarkan cara suatu tindakan dilakukan. Kata-kata ini biasanya memodifikasi kata kerja dan sering ditempatkan di akhir klausa. 'Quietly' dibentuk dari kata sifat 'quiet' dengan menambahkan '-ly', dan 'very' adalah adverbia tingkat yang memodifikasi 'quietly'.
He walked into the room very quietly so as not to wake the baby.
Dia masuk ke kamar dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkan bayi.
EN: In sports journalism, starting a tournament 'quietly' means a player did not attract much media attention or score many goals initially, contrasting with a dramatic or highly-publicized start. It often sets up a narrative of gradual improvement and ultimate triumph.
Bahasa Indonesia: Dalam berita olahraga, menggambarkan seorang pemain memulai turnamen dengan 'quietly' (diam-diam, tanpa banyak perhatian) berarti pemain tersebut pada awalnya tidak menarik banyak perhatian media atau tidak mencetak banyak gol, berbeda dengan awal yang dramatis atau penuh sorotan. Ini biasanya untuk membangun alur cerita tentang kemajuan bertahap dan akhirnya meraih kesuksesan gemilang.
EN: The past perfect tense ('had gone') is used to describe an action that was completed before another action in the past ('said'). Here, it indicates that his progression happened during the event, prior to his statement about it.
Bahasa Indonesia: Past perfect tense (had + past participle, seperti 'had gone') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum titik waktu atau tindakan tertentu di masa lalu (di sini 'said'). Ini menunjukkan bahwa proses kemajuannya dalam turnamen terjadi sebelum dia membuat pernyataan tersebut.
She realized that she had left her keys at home.
Dia menyadari bahwa dia lupa kuncinya di rumah.
EN: The reflexive pronoun 'himself' is used here as an intensive pronoun to emphasize that the subject ('He') personally made the statement.
Bahasa Indonesia: Kata ganti refleksif (seperti 'himself') di sini digunakan sebagai kata ganti penekan, untuk menekankan bahwa subjek ('He', dia sendiri) yang mengucapkan kalimat itu secara langsung, bukan orang lain yang menyampaikannya.
The manager himself solved the customer's problem.
Manajer itu sendiri yang secara langsung menyelesaikan masalah pelanggan.
EN: The phrase 'from less to more' is a literal translation of the Spanish idiom 'de menos a más', commonly used in sports to describe a player or team that starts slowly or poorly but gradually improves and performs better as the tournament or game progresses.
Bahasa Indonesia: Frasa 'from less to more' adalah terjemahan harfiah dari ungkapan bahasa Spanyol 'de menos a más'. Ini sangat umum digunakan dalam olahraga, untuk menggambarkan pemain atau tim yang tampil biasa-biasa saja di awal pertandingan atau turnamen, tetapi seiring waktu perlahan-lahan menemukan performa terbaik dan bermain semakin baik (yaitu 'berangsur membaik').
EN: The Past Continuous Tense ('was growing') is used to describe an action that was in progress at a specific time in the past, often emphasizing gradual development or change.
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau berkelanjutan (was growing) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa lalu, di sini menekankan proses perkembangan atau perubahan secara bertahap.
She was slowly adapting to her new school environment.
Dia saat itu perlahan-lahan beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
EN: The phrasal verb 'grow into' means to gradually become more comfortable, confident, or skilled in a particular role, situation, or activity.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'grow into' berarti 'secara bertahap beradaptasi, menyatu' atau 'semakin mahir dalam (suatu peran, situasi, atau aktivitas)', merujuk pada menjadi lebih nyaman dan terampil seiring waktu.
It took some time, but he eventually grew into his role as team captain.
Butuh waktu beberapa saat, tetapi akhirnya dia perlahan-lahan mampu menjalankan tanggung jawab sebagai kapten.
EN: The verb 'keep' followed by a gerund (verb-ing) is used to express that an action continues or is repeated. It highlights the ongoing nature of the activity.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'keep' diikuti oleh gerund (V-ing) digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan berlanjut atau terjadi berulang kali, menekankan kesinambungan aktivitas tersebut.
She kept practicing the piano until she got the melody right.
Dia terus berlatih piano sampai bisa memainkan melodinya dengan benar.
EN: The conjunction 'while' is used to connect two actions happening at the same time. In this sentence, it contrasts the continuous winning of the team with the individual waiting of the player.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'while' (ketika / sedangkan) digunakan untuk menghubungkan dua tindakan yang terjadi bersamaan. Dalam kalimat ini, ia membandingkan kemenangan beruntun tim dengan penantian pemain individu.
My brother was studying for his exams while I was watching television.
Adik laki-laki saya sedang belajar untuk ujian, sementara saya sedang menonton TV saat itu.
EN: The nickname 'Spider' (El Araña) was given to Álvarez in his childhood because when he dribbled, it seemed like he had more than two legs, making it almost impossible to steal the ball from him. This nickname has stayed with him throughout his professional career, and he often celebrates goals by mimicking a spider's web-shooting gesture.
Bahasa Indonesia: Julukan 'Laba-laba' (El Araña) adalah julukan yang didapat Alvarez sejak kecil, karena saat menggiring bola, dia terlihat seperti memiliki lebih dari dua kaki, membuat lawan hampir mustahil merebut bola darinya. Julukan ini menemaninya sepanjang kariernya, dan dia sering merayakan gol dengan meniru gerakan melepaskan jaring laba-laba ala Spider-Man.
EN: The simple past tense ('came') is used to describe a completed action that occurred at a specific time in the past. It is often accompanied by time expressions or adverbials of time, such as 'during the intense quarterfinal match'.
Bahasa Indonesia: Simple past tense (di sini 'came') digunakan untuk mendeskripsikan tindakan yang telah selesai pada titik waktu tertentu di masa lalu. Biasanya disertai dengan ekspresi waktu atau keterangan waktu, seperti 'during the intense quarterfinal match' (selama pertandingan perempat final yang sengit).
The decisive goal came in the final minutes of the game.
Gol penentu datang di menit-menit akhir pertandingan.
EN: The preposition 'against' is commonly used in sports and competitions to indicate opposition or the opponent team/player.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'against' sering digunakan dalam olahraga dan kompetisi untuk menunjukkan lawan, perlawanan, atau tim/pemain yang bersaing.
Argentina will play against England in the next round.
Argentina akan bertemu Inggris di babak berikutnya.
EN: In international football (soccer) tournaments like the World Cup, the knockout stage matches (such as quarterfinals and semifinals) carry immense pressure. The term 'quarterfinal' refers to the round of eight teams, where a single loss means elimination, making these matches particularly 'intense' for players and fans alike.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola internasional seperti Piala Dunia, babak gugur (seperti perempat final dan semifinal) disertai tekanan yang sangat besar. 'Perempat final' (quarterfinal) adalah pertandingan delapan besar, sistem gugur satu pertandingan berarti kalah langsung tersingkir, sehingga pertandingan seperti ini terasa sangat 'sengit' (intense) baik bagi pemain maupun penggemar.
EN: The idiom 'hold one's breath' literally means to stop breathing, but figuratively it describes a state of intense anticipation, anxiety, or suspense where everyone is waiting silently for something dramatic to happen.
Bahasa Indonesia: Frasa 'hold one's breath' secara harfiah berarti menahan napas, tetapi secara kiasan menggambarkan keadaan harapan, kecemasan, atau ketegangan yang ekstrem, di mana semua orang diam-diam menunggu terjadinya peristiwa dramatis.
The crowd held its breath as the gymnast performed the difficult flip.
Saat pesenam melakukan salto dengan tingkat kesulitan tinggi, para penonton menahan napas.
EN: Prepositional phrases of time and place (e.g., 'Deep in extra time', 'in the 112th minute') can be placed at the very beginning of a sentence to set the scene or establish the context before the main clause.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional yang menunjukkan waktu dan tempat (misalnya 'Deep in extra time', 'in the 112th minute') dapat diletakkan di awal kalimat untuk mengatur latar atau membangun konteks latar belakang sebelum klausa utama muncul.
Late in the evening, after the rain stopped, the stars appeared.
Di sore hari yang larut, setelah hujan berhenti, bintang-bintang muncul.
EN: In football (soccer) tournaments, 'extra time' consists of two 15-minute periods played when a knockout match is tied after the regular 90 minutes. The 112th minute is deep in the second half of extra time, a period of extreme physical exhaustion and immense psychological pressure, making the moment highly dramatic.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola, 'waktu tambahan' (extra time) adalah pertandingan dua babak masing-masing 15 menit yang dimainkan ketika pertandingan reguler 90 menit berakhir imbang. Menit ke-112 sudah memasuki paruh akhir babak kedua waktu tambahan, saat itu stamina pemain terkuras habis, tekanan psikologis sangat besar, yang membuat momen tersebut memiliki ketegangan dramatis yang sangat tinggi.
EN: The verb 'strike' (past tense 'struck') is commonly used in sports contexts to mean hitting or kicking a ball with great force. 'Struck a shot' is a strong collocation in football (soccer) meaning to kick the ball towards the goal.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'strike' (bentuk lampau 'struck') sering digunakan dalam konteks olahraga untuk menunjukkan memukul atau menendang bola dengan keras. 'Struck a shot' adalah kolokasi umum dalam sepak bola, yang berarti menembak dengan keras ke arah gawang.
The striker struck a powerful shot that hit the crossbar.
Penyerang melepaskan tembakan keras, bola mengenai mistar gawang.
EN: The word 'way' is used here as an adverb meaning 'far' or 'by a great distance' to emphasize the prepositional phrase 'outside the opponent's penalty box'.
Bahasa Indonesia: Di sini, 'way' digunakan sebagai adverbia, berarti 'jauh' atau 'sangat', digunakan untuk penekanan, dan memodifikasi frasa preposisional 'outside the opponent's penalty box' (di luar kotak penalti lawan).
The ball landed way past the boundary line.
Bola jatuh di tempat yang sangat jauh dari garis batas.
EN: In football (soccer), the 'penalty box' (or penalty area) is the rectangular area in front of the goal. Scoring from 'way outside' this box is considered highly difficult and spectacular, often making such goals memorable highlights in major tournaments like the World Cup.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, 'penalty box' (kotak penalti) mengacu pada area persegi panjang di depan gawang. Menembak dan mencetak gol dari 'jauh di luar' area ini dianggap sangat sulit dan sangat menarik untuk ditonton, gol seperti ini biasanya menjadi momen indah yang tak terlupakan di turnamen besar seperti Piala Dunia.
EN: The causative construction 'put + object + adjective/adverb' (e.g., 'put Argentina ahead') is used to describe causing someone or something to be in a particular state or position.
Bahasa Indonesia: Struktur kausatif 'put + objek + kata sifat/kata keterangan' (contoh: 'put Argentina ahead') digunakan untuk menggambarkan membuat seseorang atau sesuatu berada dalam keadaan atau posisi tertentu.
His hard work put him ahead of his competitors.
Usahanya membuatnya unggul di atas para pesaingnya.
EN: The infinitive of purpose 'to reach' is used here to express the result or purpose of the action 'won 3-1'.
Bahasa Indonesia: Penggunaan infinitif untuk menyatakan tujuan 'to reach' di sini digunakan untuk mengekspresikan hasil atau tujuan dari aksi 'won 3-1' (menang 3-1) (untuk melaju ke semifinal).
They trained hard to win the championship.
Mereka berlatih keras untuk memenangkan kejuaraan.
EN: In sports commentary, scores like '3-1' are spoken as 'three one' or 'three to one'. Reaching the 'semifinals' is a major milestone in tournament-style sports like the World Cup, representing the final four teams.
Bahasa Indonesia: Dalam komentar olahraga, skor seperti '3-1' biasanya dibaca 'three one' atau 'three to one'. Dalam turnamen sistem gugur seperti Piala Dunia, melaju ke 'semifinals' (semifinal) adalah tonggak besar, berarti masuk empat besar.
EN: The use of the infinitive 'to secure' expresses purpose or result. In this context, it functions as an adverbial of result, indicating that securing their place was the direct outcome of beating England.
Bahasa Indonesia: Infinitif 'to secure' di sini digunakan untuk menyatakan tujuan atau hasil. Dalam kalimat ini, ia berfungsi sebagai adverbia hasil, menunjukkan bahwa mengamankan tempat di final adalah hasil langsung dari mengalahkan Inggris.
She trained hard every day to win the gold medal.
Dia berlatih keras setiap hari untuk memenangkan medali emas.
EN: The simple past tense ('beat') is used to describe a completed action that took place at a specific time in the past.
Bahasa Indonesia: Simple past tense ('beat') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Perhatikan bahwa bentuk lampau 'beat' memiliki ejaan yang sama dengan bentuk dasar, tetapi pengucapannya berbeda.
Spain won the match after a dramatic extra time.
Spanyol memenangkan pertandingan setelah perpanjangan waktu yang dramatis.
EN: The football rivalry between Argentina and England is one of the most famous and intense in international sports history, fueled by historic matches like the 1986 World Cup quarterfinal featuring Diego Maradona's 'Hand of God' goal. Any match between these two nations carries significant cultural and emotional weight for fans.
Bahasa Indonesia: Perseteruan sepak bola antara Argentina dan Inggris adalah salah satu rivalitas paling terkenal dan paling sengit dalam sejarah olahraga internasional. Permusuhan ini semakin memanas karena pertandingan-pertandingan bersejarah seperti gol 'Tangan Tuhan' Maradona di perempat final Piala Dunia 1986. Oleh karena itu, pertandingan apa pun antara kedua negara ini membawa bobot budaya dan emosional yang sangat besar bagi para penggemar.
EN: The phrase 'at just [age] years old' is used to emphasize that someone achieved something or reached a certain state at a surprisingly young (or sometimes old) age. 'Just' acts as an adverb of degree to highlight the youthfulness.
Bahasa Indonesia: Frasa 'at just [usia] years old' digunakan untuk menekankan bahwa seseorang mencapai sesuatu atau mencapai suatu keadaan pada usia yang sangat muda (atau kadang-kadang tua) secara mengejutkan. Kata 'just' di sini berfungsi sebagai adverbia tingkat, untuk menonjolkan kemudaan tersebut.
She became a college professor at just twenty-five years old.
Dia menjadi profesor universitas di usia baru dua puluh lima tahun.
EN: The word 'straight' is used here as an adjective meaning 'consecutive' or 'uninterrupted'. It is placed after the ordinal number (second) and before the noun it modifies to describe a sequence of events.
Bahasa Indonesia: 'straight' di sini digunakan sebagai kata sifat, yang berarti 'berturut-turut' atau 'tidak terputus'. Kata ini ditempatkan setelah bilangan ordinal (second) dan sebelum kata benda yang diterangkannya, untuk menggambarkan serangkaian peristiwa yang terjadi secara berurutan.
They won their third straight championship this year.
Mereka memenangkan gelar juara ketiga secara berturut-turut tahun ini.
EN: In professional football (soccer), reaching a World Cup final is the pinnacle of a player's career. Doing so twice by the age of twenty-six is an extraordinary achievement, as the tournament only occurs once every four years. This highlights Álvarez's exceptional talent and the strength of the Argentina national team during this era.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, mencapai final Piala Dunia adalah puncak karier seorang pemain. Karena Piala Dunia hanya diadakan setiap empat tahun sekali, mencapai final dua kali di usia 26 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Ini menyoroti bakat luar biasa Álvarez dan kekuatan tim nasional Argentina pada periode tersebut.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to connect two independent clauses, where the second clause represents the result or consequence of the first.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'so' (oleh karena itu/jadi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, di mana klausa kedua menunjukkan hasil atau konsekuensi dari klausa pertama.
The weather was terrible, so we decided to stay indoors.
Cuaca sangat buruk, jadi kami memutuskan untuk tinggal di dalam ruangan.
EN: The phrasal verb 'walk away with' is an idiomatic expression meaning to win or obtain something, often easily or as a prize.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'walk away with' adalah ungkapan yang berarti memenangkan atau memperoleh sesuatu (biasanya dengan mudah atau sebagai hadiah).
She walked away with the first prize in the science fair.
Dia memenangkan juara pertama di pameran sains.
EN: In football (soccer) tournaments like the World Cup, matches in the knockout stage cannot end in a draw. If the score is tied after 90 minutes, 'extra time' (two 15-minute periods) is played. The loser of the final match receives a silver medal, which, despite being a massive achievement, can sometimes feel bittersweet for the players who were so close to winning the championship.
Bahasa Indonesia: Dalam pertandingan sistem gugur seperti Piala Dunia, pertandingan tidak boleh berakhir seri. Jika skor imbang setelah 90 menit, akan diadakan 'extra time' (perpanjangan waktu, terdiri dari dua babak 15 menit). Tim yang kalah di final akan mendapatkan medali perak. Meskipun ini adalah pencapaian yang luar biasa, bagi para pemain yang gagal meraih juara, terkadang terasa pahit manis.
EN: Present Perfect Tense (has achieved): Used to describe an action that happened at an unspecified time in the past but has a strong connection or relevance to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has achieved): digunakan untuk mendeskripsikan tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak spesifik di masa lalu dan memiliki kaitan atau pengaruh yang kuat dengan masa kini.
She has already finished her project, so she can relax now.
Dia telah menyelesaikan proyeknya, jadi sekarang dia bisa bersantai.
EN: Idiomatic Phrasal Verb 'lie ahead of': Means to be in the future, waiting to happen or be faced by someone.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'lie ahead of' (terletak di depan / menanti): menunjukkan bahwa sesuatu akan terjadi di masa depan, atau seseorang akan segera menghadapi atau mengalami sesuatu.
A bright future lies ahead of you if you keep working hard.
Jika kamu terus berusaha, masa depan cerah menantimu di depan.
EN: In sports journalism, describing a young athlete as having great matches that 'still lie ahead' is a common way to emphasize their potential and longevity in the sport, especially after they have already achieved major milestones (like reaching a World Cup final) at a young age.
Bahasa Indonesia: Dalam berita olahraga, menggambarkan atlet muda bahwa "masih banyak pertandingan hebat yang menantinya di depan" adalah cara umum untuk menekankan potensi dan panjang karier (longevity) mereka, terutama ketika mereka telah mencapai tonggak penting di usia muda (misalnya melaju ke final Piala Dunia).
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: turnamen, liga
Dalam konteks: yang sangat dicintai, yang tersayang
Dalam konteks: kuat, sengit, tegang
Dalam konteks: sangat indah, menakjubkan
Dalam konteks: lawan, musuh
Dalam konteks: mendapatkan, mengamankan
Dalam konteks: berturut-turut
Dalam konteks: mencapai, mewujudkan, memenangkan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
Gradually improving or increasing in intensity, quality, or performance over time.
Semakin membaik, dari lemah menjadi kuat
An additional period of play specified under the rules of a sport to decide the winner of a match that has ended in a draw.
(Pertandingan olahraga) Perpanjangan waktu
To stop breathing temporarily, usually due to suspense, anxiety, or excitement.
Menahan napas menunggu, menahan napas
The rectangular area in front of the goal in association football, within which the goalkeeper may handle the ball and certain fouls result in a penalty kick.
(Sepak bola) Kotak penalti
To be in the future; to be waiting to happen or be dealt with.
(Kesulitan, tantangan, peluang, dll.) Menunggu di depan, akan segera tiba