Nelson Mandela: Freedom and ForgivenessNelson Mandela: Kebebasan dan Pengampunan
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
While in prison, Mandela read extensively and continued to study law by correspondence.
Selama di penjara, Mandela banyak membaca dan terus belajar hukum melalui korespondensi.
#2
He refused to hate his guards, even though they represented the system that oppressed him.
Ia menolak untuk membenci para penjaganya, meskipun mereka mewakili sistem yang menindasnya.
#3
Some guards even grew to respect him for his unwavering principles and dignity.
Beberapa penjaga bahkan mulai menghormatinya karena prinsip dan martabatnya yang teguh.
#4
Mandela realized that bitterness would only hurt himself and ultimately damage his cause.
Mandela menyadari bahwa kepahitan hanya akan menyakiti dirinya sendiri dan pada akhirnya merusak perjuangannya.
#5
On February 11, 1990, Nelson Mandela was released from prison.
Pada 11 Februari 1990, Nelson Mandela dibebaskan dari penjara.
#6
Millions of people around the world watched on television as he walked to freedom.
Jutaan orang di seluruh dunia menonton di televisi saat ia berjalan menuju kebebasan.
#7
He was 71 years old, but his spirit remained strong and unbroken.
Dia berusia 71 tahun saat itu, tetapi semangatnya tetap kuat dan tak tergoyahkan.
#8
Instead of calling for revenge, he called for reconciliation and lasting peace in South Africa.
Alih-alih menuntut balas dendam, ia menyerukan rekonsiliasi dan perdamaian abadi di Afrika Selatan.
#9
In 1994, South Africa held its first democratic election where all citizens could vote.
Pada tahun 1994, Afrika Selatan menyelenggarakan pemilihan umum demokratis pertamanya di mana semua warga negara dapat memberikan suara.
#10
Nelson Mandela won the election by a landslide and became the first president of a democratic South Africa.
Nelson Mandela memenangkan pemilihan dengan kemenangan telak dan menjadi presiden pertama Afrika Selatan yang demokratis.
#11
On inauguration day, he invited his former prison guards to sit in the front row.
Pada hari pelantikan, ia mengundang mantan penjaga penjaranya untuk duduk di barisan depan.
#12
This act symbolized his commitment to forgiveness and national unity.
Tindakan ini melambangkan komitmennya terhadap pengampunan dan persatuan nasional.
#13
Mandela created the Truth and Reconciliation Commission, choosing forgiveness over punishment for past crimes.
Mandela mendirikan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, memilih pengampunan daripada hukuman atas kejahatan masa lalu.
#14
He served only one term as president and then stepped down peacefully, setting an example for leaders everywhere.
Dia hanya menjabat satu periode sebagai presiden dan kemudian mengundurkan diri secara damai, memberikan teladan bagi para pemimpin di mana pun.
#15
Mandela showed the world that 27 years of imprisonment cannot destroy a person's spirit.
Mandela menunjukkan kepada dunia bahwa pemenjaraan selama 27 tahun tidak dapat menghancurkan semangat seseorang.
#16
He proved that imprisonment cannot destroy a person who refuses to give up hope for a better future.
Ia membuktikan bahwa pemenjaraan tidak dapat menghancurkan seseorang yang menolak untuk menyerah pada harapan akan masa depan yang lebih baik.