EN: The phrasal verb 'grow up' (past tense 'grew up') is used to describe the process of a person maturing from childhood into an adult. It is an intransitive verb, meaning it does not take a direct object, and is often followed by prepositional phrases of place (e.g., 'in Rocafonda').
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'grow up' (bentuk lampau 'grew up') digunakan untuk menggambarkan proses seseorang tumbuh dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Ini adalah kata kerja intransitif, yang berarti tidak diikuti objek langsung, dan biasanya diikuti oleh frasa preposisi yang menunjukkan tempat (misalnya 'in Rocafonda').
She grew up in a small town near the mountains.
Dia tumbuh besar di sebuah kota kecil dekat pegunungan.
EN: Apposition is a grammatical construction in which two elements, typically noun phrases, are placed side by side, with one element serving to identify or define the other. In this sentence, 'a poor neighborhood in Mataró near Barcelona' is an appositive phrase that provides additional information about the noun 'Rocafonda'. It is separated from the main clause by a comma.
Bahasa Indonesia: Aposisi (Apposition) adalah struktur tata bahasa di mana dua elemen (biasanya frasa nomina) ditempatkan berdampingan, satu elemen digunakan untuk mengidentifikasi atau mendefinisikan elemen lainnya. Dalam kalimat ini, 'a poor neighborhood in Mataró near Barcelona' adalah frasa aposisi yang memberikan penjelasan tambahan tentang kata benda 'Rocafonda' dan dipisahkan dari klausa utama dengan koma.
My English teacher, a native speaker from London, helps us practice speaking.
Guru bahasa Inggris saya adalah penutur asli dari London, dia membantu kami berlatih berbicara.
EN: Rocafonda is a working-class, multicultural neighborhood in Mataró, Catalonia. It has historically faced socioeconomic challenges. Lamine Yamal's famous '304' goal celebration is a direct reference to Rocafonda's postal code (08304), symbolizing his pride in his humble origins and his desire to represent his community on the global stage.
Bahasa Indonesia: Rocafonda adalah komunitas multikultural yang sebagian besar dihuni kelas pekerja di Mataró, Catalonia, yang secara historis menghadapi tantangan sosial-ekonomi. Selebrasi gol '304' Lamine Yamal yang terkenal mewakili kode pos Rocafonda (08304), melambangkan kebanggaannya atas asal-usulnya yang sederhana dan tekadnya untuk mewakili komunitasnya di panggung global.
EN: The prepositional phrase 'with roots in' is used as an adjectival modifier to describe a person's or family's ancestral origins or cultural background.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'with roots in' (berakar dari...) di sini digunakan sebagai modifikator adjektiva, untuk menggambarkan asal usul leluhur atau latar belakang budaya seseorang atau keluarga.
She is a proud Canadian with roots in Italy.
Dia adalah seorang wanita yang bangga menjadi orang Kanada dan berakar dari Italia.
EN: The simple past tense ('lived') is used to describe a completed state or habit in the past that is no longer true in the present.
Bahasa Indonesia: Simple past tense (di sini 'lived') digunakan untuk menggambarkan keadaan atau kebiasaan yang sudah berakhir di masa lalu, keadaan tersebut tidak lagi berlanjut di masa sekarang.
They lived in a small apartment during their college years.
Mereka tinggal di sebuah apartemen kecil selama kuliah.
EN: Lamine Yamal's diverse background (a Moroccan father and an Equatorial Guinean mother) is highly representative of Spain's modern multicultural working-class neighborhoods. His celebration '304' honors Rocafonda, a neighborhood often marginalized, bringing positive visibility to his community.
Bahasa Indonesia: Latar belakang multikultural Lamine Yamal (ayah dari Maroko, ibu dari Guinea Ekuatorial) sangat mewakili komunitas kelas pekerja multikultural modern Spanyol. Gestur '304' yang ia buat saat mencetak gol melambangkan kode pos Rocafonda, yang bertujuan untuk membawa perhatian positif dan kebanggaan bagi komunitas yang sering terpinggirkan ini.
EN: The Zero Conditional (If/When + present simple, ... present simple) is used to talk about general truths, habits, or scientific facts. In this sentence, 'When he scores, he always makes...' describes a habitual action that consistently happens every time the first action occurs.
Bahasa Indonesia: Kalimat kondisional tipe nol (If/When + simple present, ... simple present) digunakan untuk menggambarkan kebenaran universal, kebiasaan, atau fakta ilmiah. Dalam kalimat ini, 'When he scores, he always makes...' menggambarkan perilaku kebiasaan yang selalu terjadi setiap kali aksi sebelumnya terjadi.
When it rains, the grass gets wet.
Saat hujan, rumput menjadi basah.
EN: Adverbs of frequency (like 'always', 'usually', 'often') are typically placed before the main verb (except for the verb 'to be', where they are placed after). Here, 'always' is placed before the main verb 'makes' to show the frequency of the action.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi (seperti 'always', 'usually', 'often') biasanya ditempatkan sebelum kata kerja biasa (setelah kata kerja 'be'). Di sini, 'always' ditempatkan sebelum kata kerja utama 'makes' untuk menunjukkan frekuensi terjadinya tindakan tersebut.
She always drinks coffee in the morning.
Dia selalu minum kopi di pagi hari.
EN: The number 304 refers to the last three digits of the postal code of Rocafonda (08304), the impoverished neighborhood in Mataró where Lamine Yamal grew up. By making this sign, Yamal proudly represents his humble origins and pays tribute to his community on the global stage.
Bahasa Indonesia: Angka 304 merujuk pada tiga digit terakhir kode pos (08304) dari lingkungan miskin Rocafonda di Mataró tempat Lamine Yamal dibesarkan. Dengan membuat isyarat ini, Yamal dengan bangga menunjukkan asal-usulnya yang sederhana dan memberi penghormatan kepada komunitasnya di panggung dunia.
EN: The present participle clause ('showing...') is used here as a reduced relative clause or adverbial clause of result, indicating the consequence or implication of the main clause.
Bahasa Indonesia: Klausa yang diawali dengan present participle (seperti 'showing...') di sini digunakan sebagai klausa relatif yang disederhanakan atau klausa keterangan yang menyatakan hasil, untuk menunjukkan hasil atau makna tersirat yang dibawa oleh klausa utama.
The company signed a new contract, creating many job opportunities.
Perusahaan ini menandatangani kontrak baru, menciptakan banyak lapangan kerja.
EN: The possessive 's (apostrophe s) is used to show ownership or association. When a singular noun ends in 's' or is a regular singular noun like 'neighborhood', we add ''s'.
Bahasa Indonesia: Possesif 's (apostrof + s) digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau keterkaitan. Ketika kata benda tunggal seperti 'neighborhood' (lingkungan) perlu menunjukkan posesif, kita langsung menambahkan ''s' di akhir kata.
The doctor's advice helped him recover quickly.
Saran dokter membantunya pulih dengan cepat.
EN: The number '304' refers to the last three digits of the postal code of Rocafonda (08304), a working-class neighborhood in Mataró, Catalonia. By displaying this number during his goal celebrations, Lamine Yamal proudly highlights his humble origins and counters negative stereotypes associated with immigrant-heavy, lower-income areas.
Bahasa Indonesia: Angka '304' mewakili tiga digit terakhir dari kode pos (08304) lingkungan Rocafonda, komunitas kelas pekerja di kota Mataró, Catalonia. Lamine Yamal melakukan gestur ini saat merayakan gol, dengan bangga menunjukkan asal-usulnya yang sederhana, dan dengan demikian melawan stereotip negatif masyarakat terhadap komunitas imigran dan berpenghasilan rendah.
EN: The phrasal verb 'take someone in' means to allow someone to stay in your home, country, or organization, often to care for or shelter them. In this context, it refers to the academy accepting and housing the young player.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'take someone in' berarti 'menerima seseorang' ke dalam keluarga, negara, atau institusi, biasanya dengan konotasi merawat atau melindungi. Di sini merujuk pada akademi yang menerima dan melatih pemain muda.
The kind family took the stray puppy in and gave it a warm home.
Keluarga baik hati itu menerima anak anjing liar tersebut dan memberinya rumah yang hangat.
EN: Adverbial clause of time introduced by 'when'. This subordinate clause indicates the specific time at which the main action occurred. In this sentence, 'when he was only seven years old' modifies the main verb 'took in'.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu yang dipimpin oleh 'when'. Klausa bawahan ini digunakan untuk menunjukkan titik waktu tertentu saat tindakan klausa utama terjadi. Dalam kalimat ini, 'when he was only seven years old' memodifikasi kata kerja utama 'took in'.
She started learning the piano when she was five years old.
Dia mulai belajar piano ketika berusia lima tahun.
EN: The 'famous academy' mentioned here refers to 'La Masia', Barcelona's world-renowned youth academy. It is famous for developing world-class talents like Lionel Messi, Andres Iniesta, and now Lamine Yamal. Taking a child in at age seven highlights both the academy's early scouting system and the immense potential spotted in Yamal at a very tender age.
Bahasa Indonesia: 'Akademi terkenal' yang disebut di sini merujuk pada 'La Masia', sistem pelatihan muda yang terkenal di dunia dari klub sepak bola Barcelona. Tempat ini terkenal karena menghasilkan bintang-bintang kelas dunia seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, dan kini Lamine Yamal. Menerima seorang anak di usia tujuh tahun menunjukkan sistem pemantauan bakat yang sangat dini dari akademi tersebut, sekaligus membuktikan potensi besar yang telah ditunjukkan Yamal sejak usia sangat muda.
EN: The infinitive of purpose 'to become' is used here to express a subsequent result or consequence that naturally followed the main action ('broke every major record'). This is often called the 'infinitive of result'.
Bahasa Indonesia: Infinitif 'to become' di sini digunakan sebagai 'Infinitif Hasil' (Infinitive of Result), untuk menunjukkan hasil atau perkembangan yang terjadi secara alami setelah tindakan klausa utama ('broke every major record').
She worked hard only to fail the exam.
Dia bekerja keras, tetapi hasilnya gagal dalam ujian.
EN: The superlative adjective 'youngest' is formed by adding '-est' to the one-syllable adjective 'young'. It is used to compare three or more things/people to show which has the highest degree of a quality.
Bahasa Indonesia: Kata sifat superlatif 'youngest' dibentuk dengan menambahkan '-est' setelah kata sifat bersuku kata satu 'young'. Digunakan untuk membandingkan tiga orang atau benda atau lebih, untuk menunjukkan sifat pada tingkat tertinggi.
He is the youngest player on the team.
Dia adalah pemain termuda di tim.
EN: In European football (soccer), breaking records at a very young age is highly celebrated. The term 'debutant' refers to a player making their first official appearance for a team, which is a major milestone in a professional athlete's career, especially for a prestigious club like Barcelona.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola Eropa, memecahkan rekor di usia yang sangat muda sangat dipuji. 'debutant' (pemain yang tampil pertama kali) merujuk pada pemain yang mewakili timnya tampil pertama kali dalam pertandingan resmi, ini adalah tonggak penting dalam karier atlet profesional, terutama bagi klub top terkenal di dunia seperti Barcelona.
EN: The word 'everything' is used here as a pronoun acting as a noun, meaning 'every record' or 'every title'. It is a colloquial way to emphasize that he broke every possible record for being the youngest player in various categories.
Bahasa Indonesia: Kata ganti 'everything' (segala sesuatu/semua hal) di sini digunakan sebagai kata benda, yang berarti 'setiap rekor' atau 'setiap gelar'. Ini adalah ekspresi sehari-hari yang digunakan untuk menekankan bahwa dia memecahkan rekor pemain termuda di semua bidang.
In the tech industry, she is the ultimate everything, leading design, coding, and marketing.
Di dunia teknologi, dia adalah representasi dari seseorang yang bisa melakukan segalanya, sekaligus memimpin desain, pemrograman, dan pemasaran.
EN: The present participle clause (participle construction) 'playing...' functions as an adverbial clause of circumstance, describing an action happening at the same time as the main clause. It is formed by omitting the subject and changing the verb to its '-ing' form.
Bahasa Indonesia: Klausa bawahan yang dipimpin oleh present participle (frasa participle) 'playing...' di sini berfungsi sebagai klausa keterangan yang menunjukkan keadaan yang menyertai, digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi bersamaan dengan klausa utama. Strukturnya adalah menghilangkan kata ganti yang sama dengan klausa utama dan mengubah kata kerja menjadi bentuk '-ing'.
He sat on the balcony, drinking a cup of warm coffee.
Dia duduk di balkon sambil menikmati secangkir kopi hangat.
EN: In professional football (soccer), 'first team' refers to the senior squad that competes at the highest level, as opposed to youth academies or reserve teams. For a 15-year-old to play for Barcelona's first team is an extremely rare and historic achievement, as most players at that age are still in youth development.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, 'tim utama' (first team) merujuk pada tim dewasa inti yang bermain di kompetisi level tertinggi, bukan akademi muda atau tim cadangan. Bagi pemain yang baru berusia 15 tahun, bisa bermain untuk tim utama Barcelona adalah pencapaian yang sangat langka dan bersejarah, karena pemain seusianya biasanya masih berlatih di tim muda.
EN: The structure '[noun] + [multiple] + one's age' is used to compare someone's age to another person's. Here, 'twice his age' acts as a post-modifier (adjective phrase) describing the 'defenders'.
Bahasa Indonesia: Struktur '[kata benda] + [kelipatan] + one's age' digunakan untuk membandingkan usia seseorang dengan orang lain. Di sini, 'twice his age' (dua kali usianya) berfungsi sebagai keterangan di belakang (frasa sifat) yang menerangkan kata benda di depannya, yaitu 'defenders' (para bek).
She was competing against runners twice her age.
Dia saat itu sedang bertanding dengan pelari yang usianya dua kali lipat usianya.
EN: The adverb 'simply' is used before a negative auxiliary verb (like 'could not') to emphasize the absolute impossibility of an action, meaning 'absolutely' or 'just'.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'simply' ditempatkan sebelum kata kerja bantu negatif (seperti 'could not') untuk menekankan bahwa suatu tindakan benar-benar tidak mungkin terjadi, berarti 'sama sekali', 'sepenuhnya', atau 'benar-benar'.
I simply could not believe my eyes when I saw the results.
Ketika saya melihat hasilnya, saya benar-benar tidak percaya dengan mata saya sendiri.
EN: This sentence highlights the extraordinary physical and technical talent of Lamine Yamal. In professional football (soccer), defenders are typically mature, physically imposing athletes in their mid-to-late twenties. For a 15-year-old debutant to shield the ball successfully against such seasoned professionals is extremely rare and underscores why he was immediately recognized as a prodigy.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menyoroti kemampuan fisik dan bakat teknis Lamine Yamal yang luar biasa. Dalam sepak bola profesional, pemain bertahan biasanya adalah atlet matang berusia dua puluhan, kuat secara fisik, dan berpengalaman. Bagi pemain debutan yang baru berusia 15 tahun, mampu menjaga bola dengan sukses di depan para pemain profesional berpengalaman ini tanpa direbut adalah hal yang sangat langka, dan ini menjelaskan mengapa ia langsung dianggap sebagai jenius sepak bola.
EN: The Simple Past Tense is used to describe completed actions that occurred at a specific time in the past. In this sentence, 'scored' is the past tense of the regular verb 'score', indicating the action was completed during Euro 2024.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, 'scored' adalah bentuk lampau dari kata kerja beraturan 'score', yang menunjukkan bahwa tindakan mencetak gol telah selesai selama Euro 2024.
Spain won the final match of the tournament.
Spanyol memenangkan final turnamen tersebut.
EN: Prepositional phrases of place and time (e.g., 'At Euro 2024', 'in the semifinal match') provide essential context. 'At' is used here to indicate a major event/tournament, while 'in' is used for a specific game within that tournament.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi waktu dan tempat (seperti 'At Euro 2024', 'in the semifinal match') memberikan informasi latar belakang yang penting. Di sini, preposisi 'At' digunakan untuk menunjukkan partisipasi dalam turnamen atau acara besar, sedangkan 'in' digunakan untuk menunjukkan pertandingan spesifik dalam turnamen tersebut.
At the Olympics, she competed in the 100-meter dash.
Di Olimpiade, dia mengikuti nomor lari 100 meter.
EN: At Euro 2024, Lamine Yamal's stunning curling goal against France in the semifinal made him the youngest goalscorer in the history of the European Championship at just 16 years and 362 days old. This moment solidified his status as a global football prodigy.
Bahasa Indonesia: Di Euro 2024, Lamine Yamal mencetak gol melengkung yang menakjubkan di semifinal melawan Prancis, menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah Euro pada usia 16 tahun 362 hari. Momen ini mengukuhkan posisinya sebagai jenius sepak bola dunia.
EN: The verb 'help' can be followed by an object and then a bare infinitive (verb without 'to') or a full infinitive (with 'to'). In this sentence, 'help Spain win' uses the bare infinitive 'win' to describe the action being assisted.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'help' (membantu) dapat diikuti oleh objek, lalu kata kerja infinitif tanpa 'to' (kata kerja dasar) atau infinitif dengan 'to'. Dalam kalimat ini, 'help Spain win' menggunakan kata kerja dasar 'win' untuk menggambarkan tindakan yang dibantu.
She helped her brother finish his homework.
Dia membantu adik laki-lakinya menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
EN: The present participle clause ('becoming...') is used here as a resultative or accompanying circumstance clause, showing an action that happens at the same time or as a direct result of the main clause.
Bahasa Indonesia: Klausa yang diawali dengan present participle ('becoming...') di sini digunakan sebagai klausa hasil atau keadaan yang menyertai, menunjukkan tindakan yang terjadi bersamaan dengan klausa utama atau sebagai akibat langsung dari klausa utama.
The storm hit the city, causing widespread power outages.
Badai melanda kota itu, menyebabkan pemadaman listrik yang meluas.
EN: In football (soccer), 'the title' usually refers to the championship trophy of a major tournament. At Euro 2024, Spain won their fourth European Championship, and Lamine Yamal's performance at just 17 years old made global headlines, highlighting the rise of young talents in modern football.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, "the title" biasanya merujuk pada trofi juara turnamen besar. Pada Kejuaraan Eropa UEFA 2024, Spanyol meraih gelar juara Eropa keempat mereka, dan penampilan gemilang Lamine Yamal yang baru berusia 17 tahun menjadi berita utama di seluruh dunia, menyoroti munculnya talenta muda dalam sepak bola modern.
EN: The conjunction 'while' is used to connect two actions happening at the same time. It often introduces a continuous action (past continuous: 'was still doing') that serves as the background for another completed action (simple past: 'became').
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'while' (ketika/sementara) digunakan untuk menghubungkan dua tindakan yang terjadi bersamaan. Biasanya menghubungkan tindakan yang sedang berlangsung (past continuous: 'was still doing') sebagai latar belakang tindakan lain yang telah selesai (simple past: 'became').
She called me while I was preparing dinner.
Dia menelepon saya saat saya sedang menyiapkan makan malam.
EN: The past continuous tense ('was/were + verb-ing') is used to describe an ongoing action in the past. The adverb 'still' is placed between the auxiliary verb 'was' and the main verb 'doing' to emphasize that the action was continuing at that moment.
Bahasa Indonesia: Past continuous (was/were + present participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung di masa lalu. Kata keterangan 'still' (masih) ditempatkan di antara kata kerja bantu 'was' dan kata kerja utama 'doing' untuk menekankan bahwa tindakan tersebut masih berlanjut pada saat itu.
They were still sleeping when the sun rose.
Mereka masih tidur ketika matahari terbit.
EN: This sentence highlights a unique and charming aspect of Lamine Yamal's rapid rise to fame. During Euro 2024, because he was only 16 years old, he legally had to continue his compulsory secondary education (ESO) online, meaning he literally had to do school homework in his hotel room between winning historic football matches for Spain.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menyoroti detail unik dan menarik dalam proses Lamine Yamal menjadi terkenal dengan cepat. Selama Euro 2024, karena usianya baru 16 tahun, secara hukum ia masih harus mengikuti kursus online pendidikan menengah wajib (ESO) Spanyol. Ini berarti di sela-sela memenangkan pertandingan sepak bola bersejarah untuk tim nasional Spanyol, ia benar-benar harus mengerjakan pekerjaan rumah di kamar hotel.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses (complete sentences) to show contrast. In this sentence, it connects 'The world saw a new superstar' with 'the pressure was just beginning', highlighting the contrast between public glory and personal burden.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'but' (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (kalimat lengkap) untuk menunjukkan kontras. Dalam kalimat ini, kata ini menghubungkan 'The world saw a new superstar' (Dunia melihat kelahiran seorang superstar baru) dengan 'the pressure was just beginning' (tekanan baru saja dimulai), menyoroti kontras antara kemuliaan publik dan beban pribadi.
She won the gold medal, but she knew the hardest training was still ahead.
Dia memenangkan medali emas, tetapi dia tahu latihan terberat masih akan datang.
EN: The past continuous tense (was/were + verb-ing) is used here with 'just beginning' to describe an action or state that was starting and ongoing at a specific point in the past, emphasizing the unfolding nature of the pressure.
Bahasa Indonesia: Past continuous tense (was/were + kata kerja-ing) di sini digunakan bersama 'just beginning' untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang baru mulai dan sedang berlangsung pada titik waktu tertentu di masa lalu, menekankan proses tekanan yang secara bertahap terungkap.
The rain was just beginning when we stepped out of the house.
Hujan baru saja mulai turun ketika kami melangkah keluar rumah.
EN: This sentence captures the immense psychological burden placed on young sports prodigies like Lamine Yamal. In modern football, when a teenage player rises to global fame overnight, they face unprecedented media scrutiny and expectations, transitioning instantly from a carefree youth to a global brand.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menangkap beban psikologis yang sangat besar yang ditanggung oleh anak ajaib olahraga muda seperti Lamine Yamal. Dalam sepak bola modern, ketika pemain remaja menjadi terkenal di seluruh dunia dalam semalam, mereka menghadapi perhatian media dan ekspektasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, berubah seketika dari anak muda yang riang menjadi pusat perhatian dunia.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: mewakili, melambangkan
Dalam konteks: akademi (sekolah khusus untuk olahraga, seni, dll.)
Dalam konteks: debutan, peserta pertama kali
Dalam konteks: pemain bertahan, pemain belakang (dalam olahraga seperti sepak bola)
Dalam konteks: sangat indah, sangat hebat, menakjubkan
Dalam konteks: semifinal, babak semifinal
Dalam konteks: juara, pendukung
Dalam konteks: bintang super
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To provide shelter, care, or a home for someone.
Menampung, menerima
To do something faster, better, or more successfully than anyone has done before.
Memecahkan rekor
The primary group of players who represent a sports club at the highest level of competition.
Tim utama, skuad inti