EN: Prepositional phrases of time and place: Prepositional phrases like 'At the 2026 World Cup' (time/event) and 'on the pitch' (place) are used to provide essential context. When a prepositional phrase of time or setting is placed at the beginning of a sentence, it is typically followed by a comma to separate it from the main clause.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi waktu dan tempat: Frasa preposisi seperti 'At the 2026 World Cup' (waktu/acara) dan 'on the pitch' (tempat) digunakan untuk memberikan informasi latar yang diperlukan. Ketika frasa preposisi yang menunjukkan waktu atau latar diletakkan di awal kalimat, biasanya diikuti koma untuk memisahkannya dari klausa utama.
At the final concert, the singer was an absolute star on the stage.
Di konser terakhir, penyanyi itu adalah bintang yang sesungguhnya di atas panggung.
EN: The past simple tense with 'be' verb: The past simple of 'be' (was/were) is used to describe a state, identity, or characteristic in the past. Here, 'was' is used because the subject 'Mbappé' is singular.
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau sederhana kata kerja be: Bentuk lampau kata kerja be (was/were) digunakan untuk menggambarkan keadaan, identitas, atau karakteristik di masa lalu. Di sini, karena subjek 'Mbappé' adalah tunggal, maka digunakan 'was'.
She was a brilliant scientist during her university years.
Dia adalah ilmuwan yang luar biasa pada masa kuliahnya.
EN: In British English and global football (soccer) context, 'pitch' is the standard term used to refer to the playing field, whereas American English speakers would typically use the word 'field'.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris Britania dan konteks sepak bola (soccer) global, 'pitch' adalah istilah standar untuk merujuk pada 'lapangan', sedangkan penutur bahasa Inggris Amerika biasanya menggunakan kata 'field'.
EN: Non-defining relative clauses are introduced by relative pronouns like 'which' and are separated from the main clause by a comma. They provide extra, non-essential information about the preceding noun or the entire preceding clause.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif dipandu oleh kata ganti relatif (seperti 'which') dan dipisahkan dari klausa utama dengan koma. Klausa ini memberikan informasi tambahan yang tidak esensial tentang nomina sebelumnya atau seluruh klausa sebelumnya.
He won the Golden Boot, which made his country very proud.
Dia memenangkan Sepatu Emas, yang membuat negaranya sangat bangga.
EN: The past simple tense is used to describe completed actions that took place at a specific time in the past.
Bahasa Indonesia: Simple past tense digunakan untuk mendeskripsikan tindakan atau keadaan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu.
Spain won the match yesterday.
Spanyol memenangkan pertandingan kemarin.
EN: The term 'tournament' in association football (soccer) refers to the entire duration of the World Cup event, where teams compete through group stages and knockout rounds to crown a champion.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, 'tournament' (turnamen) merujuk pada seluruh pertandingan selama Piala Dunia, di mana tim-tim bertanding melalui babak grup dan babak gugur untuk memperebutkan gelar juara.
EN: The verb 'win' can be used as a ditransitive verb (double object verb) in the pattern 'win someone something', meaning to cause someone to acquire or gain something as a result of an effort or quality.
Bahasa Indonesia: Verba 'win' (memenangkan/membuat memperoleh) dapat digunakan sebagai verba dwi-objek (verba pemberian), dengan pola 'win someone something' (memenangkan sesuatu untuk seseorang), yang menunjukkan bahwa seseorang memperoleh sesuatu karena usaha atau kualitas tertentu.
Her hard work won her the respect of her colleagues.
Usahanya membuatnya mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekan kerjanya.
EN: The phrase 'for a record [ordinal] time' is used to highlight that achieving something for the specified number of times sets a new record or milestone.
Bahasa Indonesia: Frasa 'for a record [nomor urut] time' digunakan untuk menekankan bahwa mencapai jumlah kali tertentu tersebut menciptakan rekor atau tonggak baru, yang berarti 'untuk ke-... kalinya yang memecahkan rekor'.
She won the championship for a record third time.
Dia memenangkan gelar juara untuk ketiga kalinya yang memecahkan rekor.
EN: The 'Golden Boot' is the prestigious award presented to the top goalscorer at the FIFA World Cup. Winning it once is a career-defining achievement; winning it twice, especially by the age of twenty-seven, cements a player's status among the absolute legends of football history.
Bahasa Indonesia: "Sepatu Emas" adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak di Piala Dunia FIFA. Mendapatkannya sekali seumur hidup saja sudah merupakan pencapaian puncak karier; bisa meraihnya dua kali (terutama di usia muda seperti 27 tahun) semakin menegaskan status legenda mutlak pemain tersebut dalam sejarah sepak bola.
EN: The past perfect tense ('had + past participle') is used to describe an action that was completed before another point in the past. Here, 'had ever done' emphasizes that up to that specific moment in the 2026 World Cup, no player had achieved that feat.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum titik waktu atau tindakan tertentu di masa lalu. Di sini, "had ever done" menekankan bahwa hingga momen spesifik Piala Dunia 2026 itu, belum pernah ada pemain dalam sejarah yang mencapai prestasi tersebut.
She had never seen such a beautiful sunset before she visited Greece.
Sebelum dia pergi berwisata ke Yunani, dia belum pernah melihat matahari terbenam seindah itu.
EN: The adverb 'ever' is used in negative constructions (here implied by the negative determiner 'No') to mean 'at any time' in the past, emphasizing the absolute uniqueness of the event.
Bahasa Indonesia: Adverbia "ever" digunakan dalam struktur negatif (di sini dipandu oleh determiner negatif "No"), berarti "kapan pun" di masa lalu, untuk menekankan keunikan mutlak dan belum pernah terjadi sebelumnya dari peristiwa tersebut.
EN: In sports commentary, 'the game' is often used as a respectful, almost sacred shorthand for the sport itself (in this context, football/soccer). Referring to its 'history' elevates the achievement to a legendary status.
Bahasa Indonesia: Dalam komentar olahraga, 'the game' (pertandingan ini/olahraga ini) sering digunakan sebagai singkatan yang penuh hormat, bahkan hampir sakral, untuk olahraga tersebut (di sini sepak bola). Menyebut 'sejarah' (history)-nya semakin mengangkat pencapaian ini ke status legendaris.
EN: Prepositional phrases of time (e.g., 'During this tournament') can be placed at the beginning of a sentence to set the scene. When placed at the start, they are typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi waktu (misalnya 'During this tournament') dapat diletakkan di awal kalimat untuk menjelaskan latar belakang. Ketika diletakkan di awal, biasanya diikuti koma untuk memisahkannya dari klausa utama.
During the winter break, the family traveled to Japan.
Selama liburan musim dingin, keluarga ini pergi berwisata ke Jepang.
EN: The Simple Past Tense (e.g., 'passed') is used to describe completed actions that occurred at a specific time in the past.
Bahasa Indonesia: Simple past tense (misalnya 'passed') digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai pada waktu tertentu di masa lalu.
She passed her driving test yesterday.
Dia lulus ujian mengemudi kemarin.
EN: In association football (soccer), a 'striker' is a key attacking position responsible for scoring goals. The term 'milestone' originally referred to stone markers along a road but is now widely used metaphorically to describe significant achievements or stages in a career.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, 'striker' (penyerang) adalah posisi menyerang utama yang bertanggung jawab mencetak gol. Sementara kata 'milestone' (tonggak pencapaian) awalnya merujuk pada batu di tepi jalan yang digunakan untuk menunjukkan jarak, kini digunakan secara luas sebagai metafora untuk pencapaian besar atau tahap penting dalam karier.
EN: The preposition 'with' is used here to introduce a supporting circumstance, reason, or possessing condition that enables the main action. It functions as an adverbial modifier at the beginning of the sentence.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'with' di sini digunakan untuk memperkenalkan situasi yang mendukung, alasan, atau kondisi kepemilikan yang memungkinkan tindakan pada klausa utama. Kata ini berfungsi sebagai keterangan di awal kalimat, yang berarti 'dengan' atau 'bersamaan dengan'.
With his excellent English skills, he got the job easily.
Dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang sangat baik, dia dengan mudah mendapatkan pekerjaan itu.
EN: The superlative adjective 'highest' is used to compare three or more things, indicating the extreme degree. It is formed by adding '-est' to the adjective 'high' and is preceded by the definite article 'the'.
Bahasa Indonesia: Kata sifat superlatif 'highest' digunakan untuk membandingkan tiga hal atau lebih, menunjukkan tingkat yang paling tinggi. Kata ini dibentuk dengan menambahkan '-est' pada kata sifat 'high' dan biasanya didahului oleh artikel definit 'the'.
She climbed the highest mountain in the country.
Dia mendaki gunung tertinggi di negara itu.
EN: In association football (soccer), the World Cup is the most prestigious tournament. Scoring goals at this level is extremely difficult, making a high career goal count a legendary achievement. The term 'scorer' (or goalscorer) refers to the player who puts the ball into the opponent's net.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, Piala Dunia adalah turnamen paling bergengsi. Mencetak gol di level turnamen ini sangatlah sulit, sehingga memiliki jumlah gol karier yang sangat tinggi adalah pencapaian yang legendaris. Istilah "scorer" (pencetak gol atau penembak gol) merujuk pada pemain yang memasukkan bola ke gawang lawan.
EN: The past simple tense is used to describe completed actions in the past. In this sentence, 'reached' (regular verb with '-ed') and 'was' (irregular past form of 'be') are used because the event and the state of being twenty-seven years old occurred entirely in the past.
Bahasa Indonesia: Past Simple Tense digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang telah selesai di masa lalu. Dalam kalimat ini, 'reached' (kata kerja beraturan, ditambah -ed) dan 'was' (bentuk lampau tidak beraturan dari kata kerja be) digunakan karena peristiwa dan keadaan usianya dua puluh tujuh tahun semuanya terjadi sepenuhnya di masa lalu.
She reached her goal when she was only twenty years old.
Dia mencapai tujuannya ketika dia baru berusia dua puluh tahun.
EN: Adverbial clauses of time introduced by 'when' are used to indicate the time at which an action takes place. The 'when' clause can be placed at the beginning or the end of the sentence without changing the core meaning.
Bahasa Indonesia: Klausa keterangan waktu (Adverbial Clause of Time) yang dipandu oleh 'when' digunakan untuk menunjukkan waktu terjadinya suatu tindakan. Klausa 'when' ini dapat diletakkan di awal atau akhir kalimat tanpa mengubah makna intinya.
He bought his first car when he graduated from college.
Dia membeli mobil pertamanya ketika lulus dari universitas.
EN: In professional football (soccer), reaching peak performance and breaking World Cup records by age twenty-seven is highly prestigious. This age is traditionally considered the beginning of a player's physical and mental prime, making Mbappé's achievements at this stage a significant milestone in sports history.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, mencapai puncak performa dan memecahkan rekor Piala Dunia sebelum usia dua puluh tujuh tahun adalah suatu kehormatan besar. Usia ini secara tradisional dianggap sebagai awal periode emas fisik dan mental seorang pemain, menjadikan pencapaian Mbappé pada tahap ini sebagai tonggak penting dalam sejarah olahraga.
EN: Non-defining relative clauses (using 'which') add extra, non-essential information about a noun. They are separated from the main clause by a comma, and 'which' cannot be replaced by 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif (menggunakan 'which') digunakan untuk memberikan informasi tambahan yang tidak esensial tentang anteseden. Klausa jenis ini biasanya dipisahkan dengan koma di depannya, dan kata ganti relatif 'which' tidak dapat diganti dengan 'that'.
He bought a new car, which cost him a fortune.
Dia membeli mobil baru, yang menghabiskan banyak uangnya.
EN: The preposition 'to' is used with the verb 'lose' to indicate the opponent or winner of the match (e.g., 'lose [score] to [opponent]').
Bahasa Indonesia: Preposisi 'to' digunakan bersama dengan kata kerja 'lose' (kalah) untuk menunjukkan lawan atau pemenang yang dikalahkan (contoh: 'lose [skor] to [lawan]').
The team lost three-one to Spain in the finals.
Tim itu kalah satu-tiga dari Spanyol di final.
EN: In football (soccer) culture, the 'third-place match' (often called the bronze medal game) is played between the two losing semifinalists. It is historically known for being high-scoring and 'wild' because the pressure of winning the championship is gone, leading teams to play more open, attacking football.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, 'pertandingan perebutan tempat ketiga' (sering disebut perebutan medali perunggu) dimainkan oleh dua tim yang kalah di semifinal. Secara historis, pertandingan ini sering terkenal dengan skor tinggi dan 'sengit', karena tekanan untuk memperebutkan gelar juara telah hilang, tim-tim cenderung menerapkan taktik yang lebih terbuka dan ofensif.
EN: The preposition 'without' is followed by a gerund (verb-ing) to indicate that an action did not happen or was avoided while another action took place.
Bahasa Indonesia: Preposisi "without" (tanpa) harus diikuti oleh gerund (V-ing), digunakan untuk menunjukkan bahwa sementara sesuatu terjadi, tindakan lain tidak terjadi atau dihindari.
She left the meeting without saying a word.
Dia meninggalkan rapat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
EN: The phrasal verb 'go home' (past tense 'went home') is used here metaphorically to mean being eliminated from a tournament or returning to one's country after a competition.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja "go home" (bentuk lampau "went home") di sini digunakan secara metaforis, merujuk pada tersingkir dalam pertandingan atau kembali ke negara asal setelah turnamen berakhir (pulang dengan tangan kosong).
EN: In major sports tournaments like the World Cup, the 'medal matches' refer to the final (which decides gold and silver) and the third-place play-off (which decides bronze). For a powerhouse like France, leaving without winning either of these matches and finishing fourth is often considered a major disappointment, despite Mbappé's individual brilliance.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen olahraga besar seperti Piala Dunia, 'pertandingan medali' (medal matches) mengacu pada final (menentukan emas dan perak) serta perebutan tempat ketiga (menentukan perunggu). Bagi tim kuat tradisional seperti Prancis, pulang tanpa memenangkan salah satu dari dua pertandingan tersebut dan akhirnya hanya finis di posisi keempat, meskipun Mbappé tampil sangat impresif secara individu, tetap dianggap sebagai kekecewaan besar.
EN: The use of 'beat' as an irregular verb in the past tense. 'Beat' remains 'beat' in the past tense (pronunciation remains the same as the present tense /biːt/), while its past participle is 'beaten'. It is a transitive verb meaning to defeat someone in a game or battle.
Bahasa Indonesia: Penggunaan kata kerja tidak beraturan 'beat' (mengalahkan) dalam bentuk lampau. Bentuk lampaunya tetap ditulis 'beat' (pengucapan sama dengan bentuk sekarang, yaitu /biːt/), sedangkan past participle-nya adalah 'beaten'. Ini adalah kata kerja transitif yang berarti mengalahkan seseorang dalam pertandingan atau pertarungan.
Our school team beat the rivals five-zero in the final match yesterday.
Tim sekolah kami mengalahkan lawan lima-nol di final kemarin.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used here to connect two independent clauses ('Spain beat them...' and 'England took...'), creating a compound sentence that shows sequential or parallel events in the past.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'and' di sini digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen ('Spanyol mengalahkan mereka...' dan 'Inggris meraih...') membentuk kalimat majemuk setara, untuk menunjukkan peristiwa berurutan atau paralel yang terjadi di masa lalu.
She won the first prize, and her brother got the runner-up position.
Dia memenangkan posisi pertama, dan adik laki-lakinya meraih posisi kedua.
EN: In sports terminology, scores like 'two-zero' are often spoken as 'two-nil' in British English (especially in football/soccer), while American English speakers might say 'two to nothing' or 'two-zero'. Additionally, 'semifinal' and 'third place' are standard stages in tournament brackets like the FIFA World Cup.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah olahraga, skor seperti 'two-zero' (dua-nol) dalam bahasa Inggris Britania (terutama sepak bola) sering dibaca 'two-nil', sedangkan penutur bahasa Inggris Amerika mungkin mengatakan 'two to nothing' atau 'two-zero'. Selain itu, 'semifinal' (semifinal) dan 'third place' (posisi ketiga/tempat ketiga) adalah tahap standar dalam format turnamen seperti Piala Dunia.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses (complete sentences) to show contrast. In this sentence, it contrasts Mbappé's individual success with his team's lack of success.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'but' (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (kalimat lengkap) untuk menunjukkan kontras. Dalam kalimat ini, ia membandingkan kesuksesan individu Mbappé dengan kekalahan timnya.
She studied hard for the exam, but she did not get the grade she wanted.
Dia belajar keras untuk ujian, tetapi dia tidak mendapatkan nilai yang dia inginkan.
EN: The phrasal verb 'keep doing something' (keep + gerund) is used to express that an action or state continues to happen repeatedly or without interruption.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'keep doing something' (keep + gerund) digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau keadaan berlangsung terus, berulang, atau tanpa henti.
He kept trying to call her, but there was no answer.
Dia terus mencoba meneleponnya, tetapi tidak ada yang mengangkat.
EN: In sports terminology, 'crown' is a metaphor for the championship title. The phrase 'slipping away' vividly describes the frustration of a victory that seems within reach but is repeatedly lost, highlighting the contrast between Mbappé's individual brilliance and his team's inability to win the ultimate trophy.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah olahraga, 'crown' (mahkota) adalah metafora untuk gelar juara. Frasa 'slipping away' (menghilang, berlalu begitu saja) dengan jelas menggambarkan frustrasi ketika kemenangan tampak dalam genggaman tetapi terus hilang, menyoroti kontras yang kuat antara pencapaian individu Mbappé yang gemilang dan ketidakmampuan timnya untuk meraih trofi final.
EN: The structure 'have + noun + left' is used to indicate that a certain amount of something remains available to be used or dealt with. 'Left' acts as a past participle functioning as an adjective.
Bahasa Indonesia: Struktur 'have + kata benda + left' digunakan untuk menunjukkan berapa banyak sesuatu yang tersisa untuk digunakan atau ditangani. 'left' di sini adalah past participle yang berfungsi sebagai kata sifat, berarti 'tersisa'.
We only have ten minutes left before the train departs.
Sebelum kereta berangkat, kita hanya punya sepuluh menit lagi.
EN: The infinitive phrase 'to change...' is used here as an adverbial of purpose, explaining the reason or goal of having those two World Cups left.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif 'to change...' (untuk mengubah...) digunakan di sini sebagai keterangan tujuan, menjelaskan maksud atau target dari masih tersisanya dua Piala Dunia.
She saved enough money to buy a new laptop.
Dia menabung cukup uang untuk membeli laptop baru.
EN: In professional football (soccer), the World Cup is held only once every four years. For an elite player like Mbappé, peak physical performance typically lasts until their early thirties, meaning a 27-year-old player realistically has only about two tournament cycles left to capture the ultimate trophy.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, Piala Dunia hanya diadakan setiap empat tahun sekali. Bagi pemain top seperti Mbappé, kondisi fisik puncak biasanya berlangsung hingga awal usia tiga puluhan, yang berarti seorang pemain berusia 27 tahun pada kenyataannya hanya memiliki sekitar dua siklus Piala Dunia lagi untuk memperebutkan trofi tertinggi ini.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Tidak bisa dihentikan, tak terbendung
Dalam konteks: turnamen, liga
Dalam konteks: (sepak bola) penyerang
Dalam konteks: legendaris, terkenal
Dalam konteks: tonggak pencapaian, peristiwa penting
Dalam konteks: individu, pribadi
Dalam konteks: takdir, masa depan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
An award given to the top goalscorer in a football tournament.
Sepatu Emas
To lose an opportunity, a chance, or a prize, often gradually or disappointingly.
(peluang, kemenangan, dll.) hilang, lenyap secara perlahan
A single match played to determine who wins the third place (bronze medal) in a tournament.
Perebutan tempat ketiga