EN: The use of 'Four years later' as an adverbial phrase of time. In English, time expressions indicating 'later' or 'after' a specific duration are often placed at the beginning of a sentence for emphasis, followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Penggunaan "Four years later" (Empat tahun kemudian) sebagai frasa adverbia waktu. Dalam bahasa Inggris, ekspresi waktu yang menunjukkan "setelah" jangka waktu tertentu sering kali diletakkan di awal kalimat untuk penekanan, dan biasanya diikuti oleh tanda koma.
Two days later, they received the results.
Dua hari kemudian, mereka menerima hasilnya.
EN: The linking verb 'become' (past tense: 'became') followed by a noun phrase ('a hero') serving as a subject complement. A subject complement describes or renames the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (linking verb) "become" (bentuk lampau "became") diikuti oleh frasa nomina ("a hero") sebagai pelengkap subjek. Pelengkap subjek digunakan untuk menggambarkan atau menamai kembali identitas atau status subjek.
She became a famous scientist after years of research.
Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, dia menjadi seorang ilmuwan terkenal.
EN: The phrase 'the world's biggest stage' is a common metaphor in sports and entertainment, typically referring to major international events like the FIFA World Cup or the Olympic Games, where athletes perform under intense global spotlight.
Bahasa Indonesia: "the world's biggest stage" (panggung terbesar di dunia) adalah metafora yang umum dalam dunia olahraga dan hiburan, biasanya merujuk pada ajang internasional besar seperti Piala Dunia atau Olimpiade, di mana para atlet mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia.
EN: The compound adjective 'four-time' is used before a noun to describe how many times an achievement has occurred. Note that the noun 'time' is singular in this hyphenated modifier form.
Bahasa Indonesia: Kata sifat majemuk "four-time" (empat kali) diletakkan sebelum kata benda untuk menggambarkan berapa kali suatu pencapaian terjadi. Harap dicatat bahwa dalam struktur pengubah bertanda hubung ini, kata benda "time" harus menggunakan bentuk tunggal.
She is a two-time Olympic gold medalist.
Dia adalah atlet peraih medali emas Olimpiade dua kali.
EN: Apposition (Appositive noun phrase): 'Germany' is placed immediately after 'the four-time world champions' to identify or explain who the champions are.
Bahasa Indonesia: Aposisi (frasa nomina aposisi): Menempatkan "Germany" (Jerman) tepat setelah "the four-time world champions" (juara dunia empat kali) untuk menjelaskan atau melengkapi identitas tim juara tersebut.
We visited Paris, the capital of France.
Kami mengunjungi Paris, ibu kota Prancis.
EN: Germany is historically one of the most successful national football teams in the world, having won four FIFA World Cups (1954, 1974, 1990, 2014). Referring to them as 'four-time world champions' emphasizes the immense scale of the challenge and the heroic nature of the performance against them.
Bahasa Indonesia: Jerman secara historis adalah salah satu tim sepak bola nasional paling sukses di dunia, setelah memenangkan Piala Dunia FIFA sebanyak empat kali (1954, 1974, 1990, 2014). Menyebut mereka sebagai "juara dunia empat kali" dalam teks menekankan betapa sulitnya tantangan ini, sekaligus menonjolkan performa heroik yang ditunjukkan saat melawan mereka.
EN: Compound Predicate: A compound predicate occurs when a single subject (in this case, 'Gill') performs multiple actions, which are joined by a coordinating conjunction like 'and'. This structure helps to combine related ideas into a single, cohesive sentence without repeating the subject.
Bahasa Indonesia: Predikat Majemuk (Compound Predicate): Ketika satu subjek tunggal (dalam kalimat ini adalah "Gill") melakukan beberapa tindakan dan dihubungkan oleh konjungsi koordinatif (seperti "and"), maka terbentuklah predikat majemuk. Struktur ini membantu menggabungkan konsep-konsep terkait ke dalam satu kalimat yang koheren tanpa perlu mengulang subjek.
The goalkeeper caught the ball and threw it to his teammate.
Penjaga gawang menangkap bola dan mengoperkannya kepada rekan setimnya.
EN: Simple Past Tense: Used to describe completed actions in the past. Here, 'made' (irregular past of 'make') and 'stopped' (regular past of 'stop', with a doubled final consonant) indicate actions that occurred during a specific match in the past.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense (Waktu Lampau Sederhana): Digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai di masa lalu. Dalam kalimat ini, "made" (bentuk lampau tidak beraturan dari make) dan "stopped" (bentuk lampau beraturan dari stop, yang memerlukan penggandaan konsonan akhir) menunjukkan tindakan yang terjadi dalam pertandingan tertentu di masa lalu.
She stopped the car and made a phone call.
Dia menghentikan mobilnya dan melakukan panggilan telepon.
EN: In association football (soccer), a 'save' refers to the goalkeeper preventing the ball from entering the goal. A 'penalty kick' is a crucial, high-pressure moment where a single player faces the goalkeeper from 11 meters (12 yards) out. Stopping two penalty kicks in a single match is an extraordinarily rare and heroic feat for any goalkeeper.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, "save" (penyelamatan) adalah tindakan penjaga gawang yang menghalangi bola masuk ke gawang. Sementara "penalty kick" (tendangan penalti) adalah momen krusial bertekanan tinggi di mana seorang pemain penyerang berhadapan langsung dengan penjaga gawang dari jarak 11 meter (12 yard). Berhasil menepis dua tendangan penalti dalam satu pertandingan adalah pencapaian yang sangat langka dan heroik bagi penjaga gawang mana pun.
EN: The present participle clause (leading...) is used here as an adverbial clause of result or accompanying circumstance. It shares the same subject ('He') as the main clause and describes an action that happens at the same time or as a direct result of the main verb ('guided').
Bahasa Indonesia: Klausa yang diawali dengan present participle (leading...) di sini digunakan sebagai klausa adverbial yang menunjukkan hasil atau situasi yang menyertai. Klausa ini memiliki subjek yang sama dengan klausa utama (He), dan menggambarkan tindakan yang terjadi bersamaan dengan kata kerja utama (guided) atau sebagai hasil langsung darinya.
The storm hit the coastal town, causing widespread power outages.
Badai menghantam kota pesisir tersebut, menyebabkan pemadaman listrik yang meluas.
EN: The noun 'underdog' is used attributively here to modify 'Paraguay'. An underdog is a competitor thought to have little chance of winning a fight or contest.
Bahasa Indonesia: Nomina "underdog" (pihak yang tidak diunggulkan) di sini berfungsi sebagai atribut yang menerangkan "Paraguay". Underdog merujuk pada kontestan dalam pertandingan atau kompetisi yang dianggap memiliki peluang menang sangat kecil (yaitu pihak yang tidak diunggulkan).
The underdog team surprised everyone by winning the championship.
Tim yang tidak diunggulkan ini memenangkan kejuaraan, mengejutkan semua orang.
EN: In sports terminology, an 'upset' occurs when the team or player expected to lose (the underdog) beats the team or player expected to win (the favorite). In international football (soccer), historic upsets are highly celebrated as they embody the unpredictable and dramatic nature of the sport.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah olahraga, "upset" (kemenangan mengejutkan/kejutan) merujuk pada situasi di mana tim atau pemain yang diperkirakan akan kalah (underdog, tim yang tidak diunggulkan) mengalahkan lawan yang diunggulkan untuk menang (favorite, tim unggulan). Dalam turnamen sepak bola internasional, kemenangan mengejutkan yang bersejarah sangat dihormati karena mencerminkan sifat olahraga yang tidak dapat diprediksi dan penuh drama.
EN: The verb 'help' can be followed by an object and then either a bare infinitive (verb without 'to') or a full infinitive (verb with 'to'). In this sentence, 'helped Paraguay reach' uses the bare infinitive 'reach'. Both 'helped Paraguay reach' and 'helped Paraguay to reach' are grammatically correct, but the bare infinitive is more common in modern English.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "help" (membantu) dapat diikuti oleh objek, kemudian diikuti oleh infinitive tanpa to (kata kerja dasar) atau infinitive dengan to. Dalam kalimat ini, "helped Paraguay reach" menggunakan kata kerja dasar "reach". Kedua penggunaan ini benar, tetapi dalam bahasa Inggris modern, infinitive tanpa to lebih umum digunakan.
The new software helped the team complete the project ahead of schedule.
Perangkat lunak baru ini membantu tim menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal.
EN: The term 'round of sixteen' (often capitalized as 'Round of 16') refers to the knockout stage of a tournament where only 16 teams remain. The preposition 'of' connects the noun 'round' with the number 'sixteen' to specify the size of the round.
Bahasa Indonesia: "round of sixteen" (biasanya ditulis dengan huruf kapital sebagai Round of 16, yaitu babak 16 besar) merujuk pada tahap sistem gugur dalam turnamen di mana hanya tersisa 16 tim. Preposisi "of" menghubungkan kata benda "round" (putaran/babak) dengan angka "sixteen" (enam belas) untuk menjelaskan skala putaran tersebut.
The national team successfully advanced to the round of sixteen.
Tim nasional berhasil melaju ke babak 16 besar.
EN: The 'round of sixteen' is a highly celebrated milestone in major international sports tournaments like the FIFA World Cup. For underdog nations like Paraguay, reaching this stage is considered a historic achievement, often uniting the entire country in celebration.
Bahasa Indonesia: “Babak 16 besar” (round of sixteen) adalah tonggak sejarah yang sangat dinantikan dalam ajang olahraga internasional besar seperti Piala Dunia FIFA. Bagi tim non-unggulan (underdog) seperti Paraguay, lolos ke tahap ini dianggap sebagai pencapaian bersejarah, yang sering kali menyatukan seluruh negeri dalam perayaan bersama.
EN: The use of 'run' as a noun refers to a continuous period of play, competition, or success in sports or tournaments (e.g., 'a championship run'). It is often modified by adjectives like 'amazing' or 'historic'.
Bahasa Indonesia: Kata benda “run” di sini merujuk pada “serangkaian partisipasi, kompetisi, atau kesuksesan yang berkelanjutan” dalam olahraga atau turnamen (misalnya: perjalanan menuju juara). Biasanya dimodifikasi dengan kata sifat seperti “amazing” (luar biasa) atau “historic” (bersejarah).
The team's impressive playoff run surprised all the sports critics.
Perjalanan mengesankan tim tersebut di babak playoff mengejutkan semua komentator olahraga.
EN: The adverb 'finally' is used to introduce a final result after a long period of time or after a series of events, emphasizing the culmination of the journey.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan “finally” (akhirnya) digunakan untuk memperkenalkan hasil akhir setelah jangka waktu yang lama atau serangkaian peristiwa, menekankan titik akhir dari perjalanan tersebut.
After hours of searching, they finally found the missing keys.
Setelah berjam-jam mencari, mereka akhirnya menemukan kunci yang hilang.
EN: The verb 'suffer' is often used with nouns like 'loss', 'defeat', or 'injury' to describe experiencing something painful, unpleasant, or damaging. It functions as a transitive verb here, directly taking 'loss' as its direct object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "suffer" (mengalami/menderita) sering digunakan bersama dengan kata benda seperti "loss" (kekalahan/kerugian), "defeat" (kekalahan), atau "injury" (cedera) untuk menggambarkan pengalaman yang menyakitkan, tidak menyenangkan, atau merusak. Di sini, kata kerja tersebut berfungsi sebagai kata kerja transitif, langsung diikuti oleh "loss" sebagai objek langsungnya.
The team suffered a devastating defeat in the final minutes of the game.
Tim tersebut mengalami kekalahan telak di menit-menit terakhir pertandingan.
EN: Using an indefinite article 'a' before a proper noun representing a country (e.g., 'a strong France') is a stylistic device used to describe the country's team, representative body, or state of being at a specific point in time, rather than the geographical entity itself.
Bahasa Indonesia: Penggunaan artikel tidak tentu "a" di depan kata benda khusus yang mewakili suatu negara (misalnya "a strong France") adalah gaya bahasa retoris yang digunakan untuk menggambarkan tim perwakilan, lembaga perwakilan, atau keadaan negara tersebut pada titik waktu tertentu, bukan merujuk pada entitas geografis itu sendiri.
We faced a highly motivated Brazil in the quarter-finals.
Kami menghadapi Brasil yang penuh semangat di babak perempat final.
EN: In sports commentary, scorelines are often written as 'one to zero' or '1-0' (pronounced 'one nil' in British English or 'one to nothing' in American English). Additionally, referring to a national team simply by the country's name (e.g., 'France' instead of 'the French team') is standard practice in sports journalism.
Bahasa Indonesia: Dalam liputan acara olahraga, skor biasanya ditulis sebagai "one to zero" atau "1-0" (bahasa Inggris Britania sering dibaca "one nil", bahasa Inggris Amerika sering dibaca "one to nothing"). Selain itu, dalam berita olahraga, menggunakan nama negara secara langsung (seperti "France" dan bukan "the French team") untuk merujuk pada tim nasional negara tersebut adalah praktik standar industri.
EN: Passive Voice (be + past participle): Used when the focus is on the action or the receiver of the action, rather than the doer. Here, 'was beaten' emphasizes the team's defeat.
Bahasa Indonesia: Kalimat Pasif (to be + past participle): Digunakan ketika fokus berada pada tindakan itu sendiri atau penerima tindakan, bukan pelakunya. Di sini, "was beaten" (dikalahkan) menekankan hasil kekalahan tim tersebut.
The match was won by the underdog team.
Pertandingan ini dimenangkan oleh tim yang tidak diunggulkan.
EN: Preposition 'by' for Agent/Cause: Used after a passive verb to introduce the person or thing that performs the action or causes the state.
Bahasa Indonesia: Preposisi "by" menunjukkan pelaku atau penyebab: Digunakan setelah kata kerja pasif untuk memperkenalkan orang atau hal yang melakukan tindakan atau menyebabkan keadaan tersebut.
The window was broken by a stray ball.
Jendela itu pecah oleh bola liar yang melayang.
EN: Kylian Mbappé is a world-famous French professional footballer, known for his incredible speed and scoring ability. A 'penalty kick' (or penalty shootout) is one of the most high-pressure moments in football, where a single kick can decide the outcome of an entire tournament.
Bahasa Indonesia: Kylian Mbappé adalah pemain sepak bola profesional Prancis yang terkenal di dunia, yang dikenal dengan kecepatan luar biasa dan kemampuan mencetak golnya. "Tendangan penalti" (penalty kick) adalah salah satu momen krusial yang paling menegangkan dalam pertandingan sepak bola, di mana sering kali satu tendangan penalti dapat menentukan nasib menang atau kalah dalam seluruh turnamen.
EN: The Present Continuous tense (am/is/are + verb-ing) is used here to describe an ongoing trend or action happening around the present time, even if not at this exact second.
Bahasa Indonesia: Present continuous tense (am/is/are + verb-ing) di sini digunakan untuk menggambarkan tren atau tindakan yang sedang berlangsung selama periode waktu saat ini, dan tidak selalu merujuk pada apa yang sedang terjadi pada saat ini juga.
More and more companies are offering remote work options these days.
Saat ini, semakin banyak perusahaan yang menawarkan pilihan kerja jarak jauh.
EN: The verb 'offer' is a ditransitive verb, which can take two objects: an indirect object (him) and a direct object (multi-million-dollar contracts). The pattern used here is 'offer + indirect object + direct object'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "offer" (menawarkan) adalah kata kerja ditransitif (kata kerja transitif) yang dapat diikuti oleh dua objek: objek tidak langsung (him) dan objek langsung (multi-million-dollar contracts). Pola kalimat yang digunakan di sini adalah "offer + objek tidak langsung + objek langsung".
The manager offered her a new position.
Manajer menawarkan posisi baru kepadanya.
EN: In professional sports, especially association football (soccer), 'clubs' refer to the professional teams that compete in various leagues. 'Multi-million-dollar contracts' highlight the massive commercialization and financial scale of modern global sports, where top-performing athletes can secure life-changing wealth overnight.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga profesional (terutama sepak bola), "clubs" (klub) merujuk pada tim profesional yang berkompetisi di berbagai liga. Sementara "multi-million-dollar contracts" (kontrak bernilai jutaan dolar) menyoroti komersialisasi besar-besaran dan skala pendanaan dalam olahraga global modern, di mana para atlet top sering kali memperoleh kekayaan yang mengubah hidup mereka dalam semalam.
EN: The prepositional phrase 'for + noun' is used to indicate perspective or opinion, meaning 'from the viewpoint of' or 'as far as someone is concerned'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "for + kata benda" digunakan untuk menyatakan sudut pandang atau pendapat, yang berarti "bagi seseorang" atau "menurut pandangan seseorang".
For many people, learning a new language is a lifetime journey.
Bagi banyak orang, mempelajari bahasa baru adalah perjalanan hidup yang berlangsung seumur hidup.
EN: The adverbial phrase 'long before' is used to emphasize that an event occurred a significant amount of time before another event or point in time.
Bahasa Indonesia: Frasa adverbia "long before" digunakan untuk menekankan bahwa suatu peristiwa telah terjadi "jauh sebelum" peristiwa atau titik waktu lainnya.
They had finished the project long before the deadline.
Mereka telah menyelesaikan proyek ini jauh sebelum tenggat waktu.
EN: In sports narratives, there is often a cultural emphasis on family values and personal well-being over material success and fame. This sentence highlights the universal theme that personal happiness (such as a healthy family) is the 'real victory', contrasting with the commercialized 'international fame' of professional sports.
Bahasa Indonesia: Dalam narasi kisah olahraga, secara budaya sering kali ada penekanan yang lebih besar pada nilai-nilai keluarga dan kesejahteraan pribadi daripada kesuksesan materi dan ketenaran. Kalimat ini menyoroti tema universal: kebahagiaan pribadi (seperti keluarga yang sehat) adalah "kemenangan yang sesungguhnya", sangat kontras dengan "ketenaran internasional" yang dikomersialkan dalam olahraga profesional.
EN: The verb 'watch' is a sensory verb (verb of perception). It can be followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to') to indicate that the subject witnesses the entire action from start to finish.
Bahasa Indonesia: Kata kerja persepsi "watch" (menonton) dapat diikuti oleh objek dan infinitif tanpa to (bare infinitive), digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek menyaksikan seluruh proses tindakan tersebut dari awal hingga akhir.
We watched the plane land safely on the runway.
Kami melihat pesawat mendarat dengan selamat di landasan pacu.
EN: The present continuous tense (am/is/are + present participle) is used here to describe an action that is happening right now, at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Present continuous tense (am/is/are + present participle) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang terjadi pada saat berbicara.
The children are playing in the garden at the moment.
Anak-anak sedang bermain di taman saat ini.
EN: In sports culture, 'the stands' refers to the tiered rows of seats in a stadium where spectators sit. Having family members watch from the stands is a highly emotional and motivating moment for professional athletes, symbolizing their support system behind the scenes.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya olahraga, "the stands" merujuk pada tribun penonton yang bertingkat di dalam stadion. Bagi atlet profesional, kehadiran keluarga yang menonton pertandingan dari tribun adalah momen yang sangat emosional dan membangkitkan semangat, melambangkan kekuatan yang diam-diam mendukung mereka dari belakang.
EN: A noun clause introduced by the relative pronoun 'what' functions as a noun. In this sentence, 'what matters most' acts as the subject of the second clause. 'What' means 'the thing(s) that' and introduces a nominal relative clause.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang diawali oleh kata ganti relatif "what" berfungsi setara dengan nomina. Dalam kalimat ini, "what matters most" (hal yang paling penting) berfungsi sebagai subjek dari klausa kedua. "What" di sini setara dengan "the thing(s) that", yang digunakan untuk mengawali klausa relatif.
What matters most to me is my family's health.
Yang paling penting bagi saya adalah kesehatan keluarga.
EN: The passive voice is formed with 'be + past participle' (was lost). Here, 'never' is placed between the auxiliary verb 'was' and the past participle 'lost' to emphasize that the action of losing never occurred.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif dibentuk oleh "be + past participle" (was lost). Di sini, adverbia negatif "never" (tidak pernah) diletakkan di antara kata kerja bantu "was" dan past participle "lost" untuk menekankan bahwa tindakan kehilangan tersebut tidak pernah terjadi.
The key was never found.
Kunci itu tidak pernah ditemukan.
EN: This sentence reflects a universal human value often emphasized in sports and life stories: that personal relationships, family, and inner peace (what matters most) are far more valuable than external achievements like fame and wealth.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan nilai universal yang sering ditekankan dalam olahraga dan kisah hidup: hubungan antarmanusia, keluarga, dan kedamaian batin (hal-hal yang paling penting), yang nilainya jauh melampaui pencapaian luar seperti ketenaran dan kekayaan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: luar biasa, sulit dipercaya
Dalam konteks: sangat penting, krusial
Dalam konteks: pihak yang dianggap lemah, yang tidak diunggulkan
Dalam konteks: bersejarah, memiliki makna sejarah
Dalam konteks: (dalam olahraga) kemenangan yang tidak terduga, kejutan
Dalam konteks: tindakan heroik, penampilan gemilang
Dalam konteks: (tentang kemenangan/kekalahan) tipis, dengan selisih kecil
Dalam konteks: menderita, mengalami (terutama kekalahan telak, kesedihan, atau kerugian)
Dalam konteks: kontrak
Dalam konteks: ketenaran, reputasi
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A free kick at the goal from a point (the penalty spot) within the penalty area, with only the goalkeeper defending the goal.
tendangan penalti
A round in a knockout competition in which sixteen competitors or teams remain.
babak 16 besar
The series of games or matches a team plays in a tournament, especially when they progress far.
perjalanan turnamen, kiprah di turnamen
The thing that is of the greatest importance or significance.
hal yang paling penting