EN: This phrase is the title of a well-known fable, often used to teach the lesson that there is strength in unity. The story illustrates that individuals are weak alone but strong when they work together.
Bahasa Indonesia: Frasa ini adalah judul dari sebuah fabel terkenal, sering digunakan untuk mengajarkan prinsip “bersatu kita teguh”. Kisah ini menunjukkan bahwa individu lemah ketika sendirian, tetapi menjadi sangat kuat ketika bersatu dan bekerja sama.
EN: The phrase "Once there was..." or "There was..." is used to introduce a story or a new person/thing. It means "In the past, there existed..." or "A long time ago, there was...". It's a common way to start fairy tales or narratives.
Bahasa Indonesia: Frasa “Once there was...” atau “There was...” digunakan untuk memulai sebuah cerita, atau memperkenalkan karakter/hal baru. Artinya “Dahulu kala ada...” atau “Dulu sekali ada...”. Ini adalah cara pembukaan yang umum dalam dongeng atau narasi.
Once there was a beautiful princess who lived in a tall castle.
Dahulu kala ada seorang putri cantik yang tinggal di sebuah kastil tinggi.
EN: The phrase "Once there was..." is a classic opening for fables, fairy tales, and children's stories in English. It immediately signals to the listener or reader that a narrative is beginning, often one that contains a moral lesson or fantastical elements. It's similar to "從前有一個..." in Chinese storytelling.
Bahasa Indonesia: Frasa “Once there was...” adalah pembukaan klasik fabel, dongeng, dan cerita anak-anak berbahasa Inggris. Ini segera memberi tahu pendengar atau pembaca bahwa sebuah narasi akan dimulai, biasanya mengandung pelajaran moral atau elemen fantasi. Ini sangat mirip dengan “Dahulu kala ada seorang...” dalam cerita berbahasa Mandarin.
EN: The verb "had" is the past tense of "have." We use "have" to talk about possession (owning something) or relationships (like family members). "Had" is used when we talk about something that was true in the past.
Bahasa Indonesia: Kata kerja “had” adalah bentuk lampau dari “have”. Kita menggunakan “have” untuk membicarakan kepemilikan sesuatu (kepemilikan) atau hubungan (misalnya anggota keluarga). Ketika kita membicarakan hal-hal yang benar di masa lalu, kita menggunakan “had”.
She had a red car last year.
Dia punya mobil merah tahun lalu.
EN: The phrase "at one another" means that two or more people are doing something to each other. It's similar to "each other."
Bahasa Indonesia: Frasa “at one another” berarti dua orang atau lebih melakukan sesuatu satu sama lain. Ini mirip dengan “each other”.
The children laughed at one another's jokes.
Anak-anak saling menertawakan lelucon satu sama lain.
EN: The structure "make + someone/something + feel/be + adjective" means to cause someone or something to feel or be a certain way. In this sentence, "This made their father feel very bad" means 'This caused their father to feel very bad.'
Bahasa Indonesia: Struktur “make + seseorang/sesuatu + feel/be + kata sifat” berarti “membuat seseorang atau sesuatu merasa atau menjadi suatu keadaan”. Dalam kalimat ini, “This made their father feel very bad” berarti “Ini membuat ayah mereka merasa sangat sedih”.
The good news made her feel happy.
Kabar baik ini membuatnya merasa senang.
EN: The phrase "call someone together" means to ask a group of people to gather in one place. It's often used when someone in charge wants to talk to them.
Bahasa Indonesia: Frasa “call someone together” berarti meminta sekelompok orang berkumpul di satu tempat. Biasanya digunakan ketika penanggung jawab ingin berbicara dengan mereka.
The teacher called the students together for an important announcement.
Guru memanggil murid-murid berkumpul untuk mengumumkan hal penting.
EN: The verb "show" often takes two objects: the person who sees something (indirect object) and the thing that is shown (direct object). The order is usually "show + person + thing."
Bahasa Indonesia: Kata kerja “show” (menunjukkan, memperlihatkan) biasanya memiliki dua objek: satu adalah orang yang melihat sesuatu (objek tidak langsung), dan yang lainnya adalah benda yang ditunjukkan (objek langsung). Urutannya biasanya “show + orang + benda”.
She showed me her new book.
Dia menunjukkan buku barunya kepadaku.
EN: The phrase "were tied" is an example of the passive voice. We use the passive voice when the action is more important than who or what did the action, or when we don't know who did it. Here, the sticks didn't tie themselves; someone or something tied them. The structure is usually 'be' verb + past participle.
Bahasa Indonesia: “were tied” adalah contoh “kalimat pasif”. Kita menggunakan kalimat pasif ketika tindakan itu sendiri lebih penting daripada orang atau benda yang melakukan tindakan, atau ketika kita tidak tahu siapa yang melakukan tindakan itu. Di sini, tongkat-tongkat itu tidak mengikat diri mereka sendiri; seseorang atau sesuatu mengikatnya. Strukturnya biasanya kata kerja “be” + past participle.
The ball was thrown by the boy.
Bola itu dilempar oleh anak laki-laki itu.
EN: This sentence uses two actions happening at the same time: 'he said' and 'handing it'. We use '-ing' (handing) to show an action that happens at the same time as the main action (said).
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggambarkan dua tindakan yang terjadi secara bersamaan: “dia berkata” dan “menyerahkan”. Kita menggunakan bentuk kata kerja “-ing” (handing) untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan terjadi bersamaan dengan tindakan utama (said).
She sang a song, smiling brightly.
Dia menyanyikan sebuah lagu, tersenyum cerah.
EN: The word "will" is used to talk about things that are expected to happen in the future. It shows a prediction or a plan.
Bahasa Indonesia: Kata "will" digunakan untuk membicarakan hal-hal yang diharapkan akan terjadi di masa depan. Ini menunjukkan prediksi atau rencana.
I will go to the park tomorrow.
Saya akan pergi ke taman besok.
EN: The verb "to be" (am, is, are) is used to describe someone or something. It connects the subject (who or what we are talking about) to a description (like an adjective). In "I am very strong," "am" connects "I" to the description "very strong."
Bahasa Indonesia: Kata kerja "to be" (am, is, are) digunakan untuk menjelaskan orang atau benda. Ini menghubungkan subjek (apa yang kita bicarakan) dengan deskripsi (misalnya, kata sifat). Dalam "I am very strong", "am" menghubungkan "I" dengan deskripsi "very strong".
She is happy.
Dia sangat senang.
EN: The phrase "tried and tried" means someone made many efforts or attempts to do something. It emphasizes repeated action.
Bahasa Indonesia: Frasa "tried and tried" berarti seseorang mencoba melakukan sesuatu berkali-kali. Ini menekankan tindakan yang berulang.
She practiced and practiced until she could play the song perfectly.
Dia terus berlatih sampai dia bisa memainkan lagu itu dengan sempurna.
EN: We use "so" before an adjective (like "weak") to make it stronger. It shows a high degree of something.
Bahasa Indonesia: Kami menggunakan "so" sebelum kata sifat (misalnya "lemah") untuk membuat nada lebih kuat. Ini menunjukkan bahwa tingkat tertentu sangat tinggi.
The movie was so good!
Film itu benar-benar luar biasa!
EN: The verb "handing" is a present participle, used here to show an action happening at the same time as the main verb "said." It describes how the father spoke while also giving the bundle.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "handing" adalah participle present, digunakan di sini untuk menunjukkan tindakan (menyerahkan) yang terjadi secara bersamaan dengan kata kerja utama "said" (berkata). Ini menggambarkan bahwa ayah berbicara sambil menyerahkan bundel kayu bakar itu.
She walked away, singing a happy song.
Dia berjalan sambil menyanyikan lagu yang bahagia.
EN: The word "but" is used to connect two ideas that are opposite or contrasting. It shows a difference between what was expected and what actually happened.
Bahasa Indonesia: Kata “but” (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua pandangan yang berlawanan atau kontras. Ini menunjukkan perbedaan antara yang diharapkan dan yang sebenarnya terjadi.
I like ice cream, but I can't eat it every day.
Saya suka es krim, tapi saya tidak bisa memakannya setiap hari.
EN: The word "but" is used to connect two ideas that are opposite or contrasting. It shows that the second part of the sentence is different from or unexpected after the first part.
Bahasa Indonesia: Kata “but” digunakan untuk menghubungkan dua pandangan yang berlawanan atau kontras. Ini menunjukkan bahwa bagian kedua kalimat berbeda dari bagian pertama, atau tidak terduga.
She wanted to go outside, but it was raining.
Dia ingin keluar, tapi di luar sedang hujan.
EN: The simple past tense is used to talk about actions that happened and finished at a specific time in the past. We often add '-ed' to regular verbs to form the past tense, but some verbs like 'untie' (untied) are irregular.
Bahasa Indonesia: Simple past tense digunakan untuk membicarakan tindakan yang terjadi dan selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Kita biasanya menambahkan "-ed" setelah kata kerja beraturan untuk membentuk past tense, tetapi beberapa kata kerja seperti "untie" (melepaskan ikatan) adalah tidak beraturan.
She walked to the park yesterday.
Dia berjalan ke taman kemarin.
EN: The verb "hand" means to give something to someone using your hand. It often follows the pattern: Subject + hand + Object (the thing given) + to + Recipient (the person). However, it can also be used as: Subject + hand + Recipient + Object (the thing given). In our sentence, "He handed each son a single stick," "each son" is the recipient and "a single stick" is the object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hand" berarti memberikan sesuatu kepada seseorang dengan tangan. Biasanya mengikuti pola ini: Subjek + hand + Objek (yang diberikan) + to + Penerima (orang). Namun, itu juga dapat digunakan sebagai: Subjek + hand + Penerima + Objek (yang diberikan). Dalam kalimat kita, "He handed each son a single stick", "each son" adalah penerima, dan "a single stick" adalah yang diberikan.
She handed me the book.
Dia menyerahkan buku itu kepadaku.
EN: When we ask a question, we often put the helping verb (like 'do', 'does', 'did') before the subject (the person or thing doing the action). Here, 'Do' comes before 'you' to ask a question.
Bahasa Indonesia: Ketika kita mengajukan pertanyaan, kita biasanya menempatkan kata kerja bantu (misalnya 'do', 'does', 'did') di depan subjek (orang atau benda yang melakukan tindakan). Di sini, 'Do' ditempatkan di depan 'you' untuk bertanya.
Do you like apples?
Apakah kamu suka apel?
EN: The word "when" is used to talk about the time something happens. It connects two ideas, showing that one thing happens at the same time as another, or one thing causes another.
Bahasa Indonesia: Kata "When" digunakan untuk membicarakan waktu terjadinya sesuatu. Ini menghubungkan dua gagasan, menunjukkan bahwa satu hal terjadi bersamaan dengan hal lain, atau satu hal menyebabkan hal lain.
When it rains, I stay home.
Ketika hujan, saya tinggal di rumah.
EN: This sentence comes from the fable "The Bundle of Sticks," which is a common story in many cultures. It teaches the moral lesson that there is strength in unity, and people are stronger when they work together rather than alone.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini berasal dari dongeng 'Seikat Tongkat', sebuah cerita yang umum di banyak budaya. Ini mengajarkan pelajaran moral: persatuan adalah kekuatan, dan orang-orang lebih kuat ketika bekerja sama daripada ketika sendirian.
EN: The word "when" is used to talk about the time something happens. It connects two ideas, showing that one thing happens at the same time as another, or one thing causes another.
Bahasa Indonesia: Kata 'When' digunakan untuk membicarakan waktu terjadinya sesuatu. Ini menghubungkan dua gagasan, menunjukkan bahwa satu hal terjadi bersamaan dengan hal lain, atau satu hal menyebabkan hal lain.
When it rains, I stay inside.
Ketika hujan, saya tetap di dalam ruangan.
EN: The phrase "the same with" is used to show that something is similar or identical to something else. It connects two things that share a characteristic or situation.
Bahasa Indonesia: Frasa 'the same with' digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu mirip atau sama dengan hal lain. Ini menghubungkan dua hal yang memiliki karakteristik atau situasi yang sama.
The weather today is the same with yesterday.
Cuaca hari ini sama dengan kemarin.
EN: This sentence uses an 'if' clause to talk about a possible situation and its result. The 'if' part describes the condition, and the other part describes what will happen if that condition is met. We use 'will' in the result part for future outcomes.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan klausa 'if' untuk membicarakan situasi yang mungkin terjadi dan hasilnya. Bagian 'if' menjelaskan kondisi, sementara bagian lain menjelaskan apa yang akan terjadi jika kondisi itu terpenuhi. Kita menggunakan 'will' di bagian hasil untuk menunjukkan hasil di masa depan.
If it rains tomorrow, we will stay home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: This sentence comes from a fable, 'The Bundle of Sticks,' which teaches the importance of unity and teamwork. The moral 'united we stand, divided we fall' is a common proverb in English-speaking cultures, reflecting the value placed on collective strength.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini berasal dari cerita moral "Seikat Tongkat", yang mengajarkan pentingnya persatuan dan kerja sama tim. "Bersatu maka bertahan, terpecah maka binasa" adalah peribahasa umum dalam budaya bahasa Inggris, mencerminkan penghargaan terhadap kekuatan kolektif.
EN: This sentence uses an "if" clause to talk about a condition and its result. "If" introduces the condition (what needs to happen), and the main part of the sentence describes the result (what will happen). We use the simple present tense in the "if" clause and "will" + base verb in the result clause for future possibilities.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan klausa "if" untuk membicarakan kondisi dan hasilnya. "if" memandu kondisi (apa yang perlu terjadi), sementara bagian utama kalimat menggambarkan hasil (apa yang akan terjadi). Kami menggunakan simple present dalam klausa "if", dan "will" + infinitive dalam klausa hasil untuk menunjukkan kemungkinan di masa depan.
If it rains tomorrow, we will stay home.
Jika besok hujan, kami akan tinggal di rumah.
EN: The phrase "stand together" is a common idiom in English, often used to emphasize unity, solidarity, and mutual support, especially in challenging times. It reflects the value placed on collective strength over individual effort in many cultures.
Bahasa Indonesia: "stand together" adalah idiom umum dalam bahasa Inggris, sering digunakan untuk menekankan persatuan, keselarasan, dan saling mendukung, terutama di masa-masa sulit. Ini mencerminkan nilai-nilai dalam banyak budaya, di mana kekuatan kolektif lebih dihargai daripada upaya individu.
EN: The phrase "one another" is used when three or more people or things are doing something to or with each other. It means that each person or thing is doing the action to every other person or thing in the group. For two people, we usually use "each other".
Bahasa Indonesia: Frasa "one another" digunakan untuk tiga orang atau lebih atau benda untuk saling melakukan sesuatu. Ini menunjukkan bahwa setiap orang atau benda dalam kelompok melakukan tindakan ini terhadap semua orang atau benda lain. Jika ada dua orang, kami biasanya menggunakan "each other".
The students helped one another with their homework.
Para siswa saling membantu mengerjakan pekerjaan rumah.
EN: The phrase "from now on" means starting at this moment and continuing into the future. It tells us that something will change or begin to happen from this point forward.
Bahasa Indonesia: Frasa “from now on” berarti mulai dari saat ini dan berlanjut ke masa depan. Ini memberitahu kita bahwa mulai sekarang, sesuatu akan berubah atau mulai terjadi.
From now on, I will eat more vegetables.
Mulai sekarang, saya akan makan lebih banyak sayuran.
—