EN: Quotation marks are used to show that someone is speaking or to highlight a title. In this sentence, they show that "Aesop's Fables" is a title.
Bahasa Indonesia: Tanda kutip digunakan untuk menunjukkan apa yang dikatakan seseorang, atau untuk menekankan judul. Dalam kalimat ini, mereka menunjukkan bahwa「Fabel Aesop」adalah judul.
She said, "I will be there soon."
Dia berkata: 「Saya akan segera tiba.」
EN: Aesop's Fables are a collection of ancient Greek stories, many of which feature animals with human characteristics. Each fable typically concludes with a moral lesson. They are widely known and taught to children around the world for their simple yet profound wisdom.
Bahasa Indonesia: Fabel Aesop adalah kumpulan cerita dari Yunani kuno, di mana banyak cerita menampilkan hewan yang dipersonifikasi sebagai karakter utama. Setiap fabel biasanya berakhir dengan pelajaran moral. Mereka terkenal karena kebijaksanaan yang sederhana namun mendalam, dan dipelajari oleh anak-anak di seluruh dunia.
EN: When we list several people or things, we use "and" to connect the last two items. This helps to make the list clear and easy to understand.
Bahasa Indonesia: Ketika kita menampilkan daftar beberapa orang atau benda, kita menggunakan「and」untuk menghubungkan antara dua item terakhir. Ini membantu membuat daftar jelas dan mudah dipahami.
My favorite fruits are apples, bananas, and oranges.
Buah favorit saya adalah apel, pisang, dan jeruk.
EN: This title structure, "The [Noun], the [Noun], and the [Noun]", is very common in English storytelling, especially for fables or children's stories. It clearly introduces the main characters or elements of the narrative.
Bahasa Indonesia: Struktur judul ini「The [kata benda], the [kata benda] and the [kata benda]」sangat umum dalam cerita bahasa Inggris, terutama fabel atau sastra anak-anak. Ini dengan jelas memperkenalkan karakter atau elemen utama dalam narasi.
EN: The past continuous tense (was/were + -ing verb) is used to describe an action that was happening over a period of time in the past.
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau berkelanjutan (was/were + verb-ing) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung selama periode waktu tertentu di masa lalu.
The children were playing in the park when it started to rain.
Ketika hujan, anak-anak sedang bermain di taman.
EN: Using "Can't I...?" is a common way to ask for permission or make a suggestion, often implying a slight impatience or a desire for something to happen. It's a polite but direct way to ask if something is possible for you.
Bahasa Indonesia: Penggunaan “Can't I...?” adalah cara umum untuk meminta izin atau mengajukan saran, biasanya dengan sedikit ketidaksabaran atau harapan agar sesuatu terjadi. Ini adalah cara yang sopan namun langsung untuk menanyakan apakah seseorang dapat melakukan sesuatu.
Can't I have some more cake?
Tidak bisakah aku makan kue lagi?
EN: Using "Sure you can" is a common way to give permission or agree to a request. "Sure" means "certainly" or "of course," and "you can" directly grants permission.
Bahasa Indonesia: Penggunaan “Sure you can” adalah cara umum untuk menyatakan izin atau persetujuan terhadap permintaan. “Sure” berarti “tentu saja” atau “benar”, dan “you can” secara langsung memberikan izin.
Sure you can borrow my book.
Tentu saja kamu bisa meminjam bukuku.
EN: The conjunction "and" is used to connect two or more actions or ideas that happen together or in sequence. It shows that one thing happens, and then another thing happens.
Bahasa Indonesia: Kata penghubung “and” digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih tindakan atau ide yang terjadi secara bersamaan atau berurutan. Ini menunjukkan bahwa satu hal terjadi, lalu hal lain juga terjadi.
She opened the door and walked inside.
Dia membuka pintu lalu masuk.
EN: The word "soon" tells us that something happened a short time after the previous event. It's often used at the beginning of a sentence or before the verb to show when something takes place.
Bahasa Indonesia: Kata 「Soon」 memberitahu kita bahwa sesuatu terjadi tidak lama setelah kejadian sebelumnya. Biasanya digunakan di awal kalimat atau sebelum kata kerja, untuk menunjukkan waktu terjadinya peristiwa.
Soon, the rain stopped, and the sun came out.
Tak lama kemudian, hujan berhenti dan matahari muncul.
EN: The phrase "Look at..." is used to direct someone's attention to something or someone. It's an imperative, meaning it's a command or a strong suggestion.
Bahasa Indonesia: Frasa 「Look at...」 digunakan untuk mengarahkan perhatian seseorang pada sesuatu atau seseorang. Ini adalah kalimat imperatif, yang menunjukkan perintah atau saran yang kuat.
Look at that beautiful sunset!
Lihatlah matahari terbenam yang indah itu!
EN: In many cultures, openly criticizing someone's behavior, especially a child's, in public is common. This sentence reflects a direct, unreserved observation and judgment. It's a common way people express disapproval or surprise at perceived laziness or inappropriate behavior.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya, mengkritik perilaku seseorang di depan umum, terutama perilaku anak-anak, adalah hal yang umum. Kalimat ini mencerminkan pengamatan dan penilaian yang langsung dan tidak terselubung. Ini adalah cara umum bagi orang untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau kejutan terhadap kemalasan atau perilaku yang tidak pantas.
EN: The word "and" is used to connect two similar ideas or actions. It shows that both things are happening.
Bahasa Indonesia: Kata “and” digunakan untuk menghubungkan dua ide atau tindakan yang serupa. Ini menunjukkan bahwa dua hal terjadi secara bersamaan.
She sings, and he plays the guitar.
Dia bernyanyi, dia bermain gitar.
EN: The simple past tense is used to talk about actions that happened and finished at a specific time in the past. We often add '-ed' to regular verbs to form the past tense.
Bahasa Indonesia: Simple past tense digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi dan selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Kita biasanya menambahkan “-ed” setelah kata kerja beraturan untuk membentuk simple past tense.
She walked to school yesterday.
Dia berjalan kaki ke sekolah kemarin.
EN: The structure "be + -ing" (e.g., "are saying") is used to talk about actions happening right now or around the present time. It's called the present continuous tense.
Bahasa Indonesia: Struktur “be + kata kerja-ing” (misalnya: “are saying”) digunakan untuk membicarakan tindakan yang sedang terjadi sekarang atau sedang berlangsung selama periode waktu singkat ini. Ini disebut present continuous tense.
My sister is reading a book in her room.
Adik perempuan saya sedang membaca buku di kamarnya.
EN: In many cultures, including Western ones, being concerned about what "people are saying" (gossip or public opinion) is a common social phenomenon. This phrase highlights the impact of social judgment on individual actions, as seen in Aesop's fable where the father tries to please everyone.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya, termasuk budaya Barat, "apa yang orang katakan" (gosip atau opini publik) adalah fenomena sosial yang umum. Kalimat ini menyoroti dampak penilaian sosial terhadap perilaku individu, seperti ayah dalam fabel Aesop yang mencoba menyenangkan semua orang.
EN: We use "should" to suggest something is a good idea or the right thing to do. It's like giving advice or expressing an opinion about what is best.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "should" untuk menyarankan bahwa sesuatu adalah ide yang baik atau hal yang benar untuk dilakukan. Ini seperti memberikan saran atau menyatakan pendapat tentang apa yang terbaik.
You should drink water when you are thirsty.
Kamu harus minum air saat haus.
EN: When someone agrees or says something is acceptable, they can use "All right." It means "okay" or "yes."
Bahasa Indonesia: Ketika seseorang setuju atau menunjukkan bahwa sesuatu dapat diterima, mereka akan mengatakan "All right.". Ini berarti "baiklah" atau "ya".
All right, I'll help you with your homework.
Baiklah, aku akan membantumu mengerjakan PR.
EN: The phrase "put [something] on [somewhere]" means to place an object in a specific location. It's a common way to talk about moving things.
Bahasa Indonesia: Frasa "put [sesuatu] on [suatu tempat]" berarti meletakkan suatu benda di lokasi tertentu. Ini adalah cara umum untuk berbicara tentang memindahkan barang.
She put her book on the table.
Dia meletakkan buku di atas meja.
EN: The phrase "on their way" means to continue a journey or to proceed towards a destination. It shows that someone is moving from one place to another.
Bahasa Indonesia: Frasa “on their way” berarti melanjutkan perjalanan atau bergerak menuju tujuan. Ini menunjukkan seseorang sedang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
We are on our way to the beach.
Kami sedang dalam perjalanan ke pantai.
EN: The phrase "After a while" is used to talk about something happening a short time later. It shows a passage of time.
Bahasa Indonesia: Frasa “After a while” digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu terjadi setelah waktu yang singkat. Ini menunjukkan berlalunya waktu.
After a while, the rain stopped.
Setelah beberapa saat, hujan berhenti.
EN: When someone says something, we often use a reporting verb like 'cried' or 'said' after the quote. The subject (who said it) comes after the verb.
Bahasa Indonesia: Ketika seseorang berbicara, kita sering menggunakan kata kerja seperti “cried” (menangis/berteriak) atau “said” (berkata) untuk mengutip. Pembicara (subjek) akan ditempatkan setelah kata kerja.
"Hello!" shouted the boy.
“Halo!” teriak anak laki-laki itu.
EN: The exclamation "Shame!" is used to express strong disapproval or embarrassment about someone's actions. It implies that the action is morally wrong or socially unacceptable.
Bahasa Indonesia: Kata seru 「Shame!」 digunakan untuk menyatakan ketidaksetujuan yang kuat atau rasa malu terhadap perilaku seseorang. Ini menyiratkan bahwa perilaku tersebut salah secara moral atau tidak dapat diterima secara sosial.
EN: The word "and" is used to connect two ideas or actions that happen together or are related. It shows that both parts of the sentence are true.
Bahasa Indonesia: Kata 「and」 digunakan untuk menghubungkan dua gagasan atau tindakan yang terjadi secara bersamaan atau saling terkait. Ini menunjukkan bahwa kedua bagian kalimat itu benar.
She sings, and he plays the guitar.
Dia bernyanyi, dia bermain gitar.
EN: This sentence comes from Aesop's Fables, which often use simple language to convey moral lessons. The direct, contrasting structure highlights the judgment being made by the observer.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini berasal dari Fabel Aesop, yang sering menggunakan bahasa sederhana untuk menyampaikan pelajaran moral. Struktur langsung dan kontras ini menyoroti penilaian yang sedang dibuat oleh pengamat.
EN: The word "again" tells us that something happened before and is happening one more time. It usually comes after the verb or at the end of the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata 「again」 memberi tahu kita bahwa sesuatu telah terjadi sebelumnya, dan sekarang terjadi lagi. Biasanya ditempatkan setelah kata kerja atau di akhir kalimat.
She sang the song again.
Dia menyanyikan lagu itu lagi.
EN: The word "cannot" is a modal verb that shows impossibility or inability. It's formed by combining "can" (meaning 'to be able to') and "not". It always comes before the main verb.
Bahasa Indonesia: Kata 「cannot」 adalah kata kerja modal, yang menunjukkan ketidakmungkinan atau ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu. Ini adalah kombinasi dari 「can」 (yang berarti 「bisa」) dan 「not」. Ini selalu ditempatkan sebelum kata kerja utama.
I cannot open this jar.
Saya tidak bisa membuka toples ini.
EN: This sentence reflects a common human experience: it's impossible to satisfy everyone's expectations or opinions. It's a theme often found in fables and life lessons, encouraging people to focus on their own values rather than external validation.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan pengalaman manusia yang universal: tidak mungkin untuk memenuhi harapan atau pendapat setiap orang. Ini adalah tema umum dalam fabel dan pelajaran hidup, mendorong orang untuk fokus pada nilai-nilai mereka sendiri daripada mencari pengakuan eksternal.
EN: The phrase "so that" is used to show the purpose or reason for an action. It means "in order to" or "with the result that."
Bahasa Indonesia: Frasa "so that" digunakan untuk menunjukkan tujuan atau alasan suatu tindakan. Artinya "agar" atau "sehingga".
She studied hard so that she could pass the exam.
Dia belajar keras agar dia bisa lulus ujian.
EN: The word "and" is used to connect two actions or ideas that happen together or one after another. It shows a sequence of events.
Bahasa Indonesia: Kata "and" digunakan untuk menghubungkan dua tindakan atau gagasan yang terjadi secara bersamaan atau berurutan. Ini menunjukkan urutan peristiwa.
She opened the door and walked inside.
Dia membuka pintu lalu masuk.
EN: We use "How + adjective!" to express strong feelings or surprise about something. It's a way to show emotion about a quality or state.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan "How + kata sifat!" untuk menyatakan emosi atau kejutan yang kuat. Ini adalah cara untuk mengungkapkan perasaan terhadap suatu sifat atau keadaan.
How beautiful! The flowers in the garden are amazing.
Betapa indahnya! Bunga-bunga di taman sungguh menakjubkan.
EN: The phrase "How mean!" expresses strong disapproval or shock at someone's unkind or unfair behavior. It's a common way to react to perceived injustice or cruelty.
Bahasa Indonesia: Frasa 「How mean!」 mengungkapkan ketidakpuasan atau keterkejutan yang kuat terhadap perilaku tidak ramah atau tidak adil seseorang. Ini adalah cara umum untuk bereaksi terhadap ketidakadilan atau kekejaman yang dirasakan.
EN: We use "should" to ask for or give advice, or to talk about what is the right thing to do. It means something is recommended or expected.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 「should」 untuk bertanya atau memberi saran, atau membicarakan apa yang benar. Ini menunjukkan bahwa sesuatu itu direkomendasikan atau diharapkan.
You should drink more water every day.
Kamu seharusnya minum lebih banyak air setiap hari.
EN: We use "should" to suggest something is a good idea or the right thing to do. It's like giving advice or making a recommendation.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 「should」 untuk menyarankan bahwa sesuatu adalah ide yang baik atau tindakan yang benar. Ini seperti memberikan saran atau rekomendasi.
You should drink more water every day.
Kamu seharusnya minum lebih banyak air setiap hari.
EN: When we connect two actions that happen one after another, we can use "and" to join them. This shows a sequence of events.
Bahasa Indonesia: Ketika kita menghubungkan dua tindakan yang terjadi secara berurutan, kita dapat menggunakan 「and」 untuk menghubungkannya. Ini menunjukkan urutan peristiwa.
She opened the door and walked inside.
Dia membuka pintu lalu masuk.
EN: This sentence uses the simple past tense. We use the simple past tense to talk about actions that happened and finished at a specific time in the past. Often, regular verbs add '-ed' to their base form to become past tense, like 'laugh' becoming 'laughed'.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan Simple Past Tense. Kita menggunakan Simple Past Tense untuk membicarakan tindakan yang terjadi dan selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Biasanya, kata kerja beraturan akan menambahkan "-ed" setelah bentuk dasar kata kerja untuk menjadi bentuk lampau, misalnya "laugh" menjadi "laughed".
She walked to the store yesterday.
Dia berjalan kaki ke toko kemarin.
EN: In English, when reporting what someone said, we often put the speaker's name or description (like "one man") before the verb "said." This is a common way to introduce direct speech.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, ketika kita mengutip perkataan seseorang, kita biasanya menempatkan nama atau deskripsi pembicara (misalnya, "seorang pria") sebelum kata kerja "said". Ini adalah cara umum untuk memperkenalkan kutipan langsung.
The girl smiled and said, "Hello!"
Gadis itu tersenyum dan berkata, "Halo!"
EN: The word "yet" is used to show a contrast or something surprising. It means "but" or "however." It connects two ideas where the second idea is unexpected given the first one.
Bahasa Indonesia: Kata "yet" digunakan untuk menunjukkan kontras atau hal yang mengejutkan. Artinya "tetapi" atau "namun". Ini menghubungkan dua gagasan, di mana gagasan kedua tidak terduga berdasarkan gagasan pertama.
She studied hard, yet she failed the exam.
Dia belajar keras, namun dia tetap gagal dalam ujiannya.
EN: When describing a sequence of actions, we often use "and" to connect two verbs performed by the same subject. This shows that one action happened, and then another action followed.
Bahasa Indonesia: Saat menggambarkan serangkaian tindakan, kita sering menggunakan "and" untuk menghubungkan dua kata kerja yang dilakukan oleh subjek yang sama. Ini menunjukkan bahwa satu tindakan terjadi, diikuti oleh tindakan lain.
She smiled and waved at her friend.
Dia tersenyum, lalu melambaikan tangan kepada temannya.
EN: The phrase "can't please everyone" is a common idiom meaning it's impossible to make everyone happy or satisfy every person. It's often used when someone tries hard to satisfy different people but fails because their opinions or desires conflict.
Bahasa Indonesia: “can't please everyone” adalah idiom umum, yang berarti “tidak mungkin membuat semua orang senang” atau “tidak bisa menyenangkan semua orang”. Frasa ini sering digunakan ketika seseorang berusaha keras untuk memuaskan orang yang berbeda, tetapi gagal karena pendapat atau keinginan mereka saling bertentangan.
Don't worry too much about what others think; you can't please everyone.
Jangan terlalu khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan; Anda tidak bisa menyenangkan semua orang.
EN: The phrase "You can't please everyone" is a very common idiom in English-speaking cultures, often used to offer comfort or advice when someone is struggling with criticism or trying too hard to satisfy conflicting demands. It emphasizes the futility of trying to achieve universal approval and encourages focusing on what is right or important to oneself.
Bahasa Indonesia: “You can't please everyone” adalah idiom yang sangat umum dalam budaya berbahasa Inggris, sering digunakan untuk menghibur atau menasihati mereka yang sedang berjuang menghadapi kritik atau mencoba memenuhi tuntutan yang saling bertentangan. Ini menekankan kesia-siaan mencoba mendapatkan persetujuan universal dan mendorong orang untuk fokus pada apa yang benar atau penting bagi diri mereka sendiri.
EN: The word "should" is used to give advice or say what is the right thing to do. It suggests a recommendation, not a strong command.
Bahasa Indonesia: Kata "should" digunakan untuk memberikan saran, atau menjelaskan apa yang benar. Ini menunjukkan saran, bukan perintah yang kuat.
You should eat more vegetables for your health.
Demi kesehatanmu, kamu seharusnya makan lebih banyak sayuran.
EN: This sentence reflects a common moral lesson found in many cultures: the importance of internal conviction and doing what is right, rather than trying to please everyone. It's a theme often explored in fables and stories about wisdom.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan pelajaran moral yang umum di banyak budaya: pentingnya keyakinan batin, dan melakukan hal yang benar daripada mencoba menyenangkan semua orang. Ini adalah tema yang sering dieksplorasi dalam fabel dan kisah kebijaksanaan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Hewal mirip kuda kecil dengan telinga panjang, biasanya digunakan untuk mengangkut barang atau menarik gerobak.
Dalam konteks: Menunggangi hewan atau mengendarai kendaraan.
Dalam konteks: Mengangkat sesuatu dari posisi yang lebih rendah ke posisi yang lebih tinggi.
Dalam konteks: Berjalan melewati atau melintas di dekat seseorang atau sesuatu.
Dalam konteks: Enggan untuk bekerja atau melakukan aktivitas; malas.
Dalam konteks: Mengernyitkan dahi, menunjukkan rasa tidak senang atau sedang berpikir.
Dalam konteks: Bergerak naik, biasanya menggunakan tangan dan kaki; memanjat atau menaiki.
Dalam konteks: Perasaan malu atau tidak terhormat.
Dalam konteks: Membuat seseorang merasa senang atau puas.
Dalam konteks: Membawa atau mengangkut sesuatu dengan tangan atau bagian tubuh lainnya.
Dalam konteks: Tidak pintar atau bodoh.
Dalam konteks: Membuat pilihan atau keputusan.