To become an adult; fully developed.
Menjadi dewasa
Penjelasan: Digunakan untuk menggambarkan proses tumbuh dari anak-anak menjadi dewasa, atau merujuk pada keadaan yang sudah matang.
Contoh: My dear children, you are all grown up now.
To do something as well as you can.
Melakukan yang terbaik
Penjelasan: Menekankan bahwa apa pun hasilnya, seluruh upaya telah dicurahkan dalam proses tersebut.
Contoh: He was a little clumsy, but he always tried his best.
During the entire day.
Sepanjang hari
Penjelasan: Ini adalah kolokasi umum yang digunakan untuk menekankan bahwa suatu tindakan berlangsung dari pagi hingga malam.
Contoh: He loved to play all day long.
To move forward by following a smell, or to go straight ahead.
Mengikuti bau; mengikuti intuisi
Penjelasan: Dalam cerita, ini berarti rubah mencium bau lalu mengikuti bau tersebut untuk mencari makanan, dalam percakapan sehari-hari juga bisa berarti "jalan lurus terus".
Contoh: He followed his nose all the way to Gaga's straw nest.
One at a time; individually and in order.
Satu per satu
Penjelasan: Digunakan untuk menggambarkan melakukan sesuatu dengan sabar, teratur, dan menyelesaikan tugas tanpa terburu-buru.
Contoh: He carried the bricks one by one.
A conventional opening phrase used in children's stories and fairy tales to indicate a non-specific time in the past.
Pada zaman dahulu kala
Penjelasan: Dalam bidang narasi (Narrative), "time" tidak merujuk pada waktu atau tanggal tertentu, melainkan digabungkan dengan "once upon a" menjadi "kalimat pembuka cerita" yang baku, membawa pembaca ke masa lalu yang fiktif dan legendaris.
Contoh: Once upon a time, there was a brave knight.
In the context of fables, this refers to constructing a permanent home or house, rather than a temporary biological structure for eggs.
Membangun sarang (dalam fabel berarti membangun rumah atau berkeluarga)
Penjelasan: Dalam biologi, "nest" adalah tempat sementara bagi burung untuk bertelur; namun dalam dunia fabel (Fables) yang dipersonifikasi, "nest" sering digunakan sebagai sinonim untuk "rumah" atau "tempat tinggal permanen", bahkan seperti yang disebutkan dalam cerita, mencakup fitur rumah manusia seperti pintu, kunci, dan atap.
Contoh: The young birds left the tree to build their own nests in the valley.
A personified name where a color adjective is used as a formal surname to identify a character's primary trait.
Tuan Merah (menggunakan warna sebagai nama personifikasi)
Penjelasan: Dalam sastra anak-anak, umum ditemukan penggunaan kata sifat (seperti warna) dengan huruf kapital di awal dan ditambahkan "Mr." atau "Ms." untuk penamaan. Di sini, "Red" bukan lagi sekadar kata sifat warna, melainkan berubah menjadi "nama diri" atau "nama keluarga" untuk membangun identitas karakter.
Contoh: Mr. Red the fox was known for being very clever.
To track a scent or move forward using the sense of smell as a primary guide.
Mengikuti penciumannya
Penjelasan: Dalam konteks mendeskripsikan hewan atau pemburu, "nose" bukan hanya merujuk pada organ tubuh "hidung", melainkan melambangkan "kemampuan penciuman" atau "insting pelacakan". Ini adalah idiom yang berarti sepenuhnya mengandalkan indra penciuman untuk memandu jalan.
Contoh: The hound followed his nose until he found the hidden treat.