Tadao Ando: Concrete PoetryTadao Ando: Puisi Beton
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
In 1976, Tadao designed the Row House in Sumiyoshi, a small concrete house in Osaka.
Pada tahun 1976, Tadao merancang Row House di Sumiyoshi, sebuah rumah beton kecil di Osaka.
#2
The design was simple but powerful, and it quickly won Japan's most prestigious architecture prize.
Desainnya sederhana namun kuat, dan dengan cepat memenangkan penghargaan arsitektur paling bergengsi di Jepang.
#3
Critics were shocked that a self-taught architect could create something so profound.
Para kritikus terkejut bahwa seorang arsitek otodidak dapat menciptakan sesuatu yang begitu mendalam.
#4
The Row House established Tadao as a major force in the architecture world.
Row House di Sumiyoshi menetapkan Tadao sebagai kekuatan utama dalam dunia arsitektur.
#5
Perhaps Tadao's most famous building is the Church of the Light, also in Osaka.
Mungkin bangunan Tadao yang paling terkenal adalah Gereja Cahaya, yang juga berada di Osaka.
#6
A cross-shaped opening in the concrete wall lets sunlight pour into the church.
Bukaan berbentuk salib di dinding beton membiarkan sinar matahari masuk ke dalam gereja.
#7
This creates a stunning cross of pure light, transforming the space.
Ini menciptakan salib cahaya murni yang menakjubkan, mengubah seluruh ruangan.
#8
The Church of the Light was built on an extremely small budget, showing Ando's ingenuity.
Gereja Cahaya dibangun dengan anggaran yang sangat terbatas, menunjukkan kecerdikan Ando.
#9
Tadao's signature style is the combination of smooth concrete with natural elements.
Gaya khas Tadao Ando adalah perpaduan beton halus dengan elemen alam.
#10
He masterfully integrates water, wind, and light into his designs.
Dia dengan mahir memadukan air, angin, dan cahaya ke dalam desainnya.
#11
His buildings feel both modern in their simplicity and ancient in their connection to nature.
Bangunannya terasa modern dalam kesederhanaannya sekaligus kuno dalam hubungannya dengan alam.
#12
He has designed museums, churches, houses, and cultural centers across the world, each unique and inspiring.
Ia telah merancang museum, gereja, rumah, dan pusat budaya di seluruh dunia, yang masing-masing unik dan menginspirasi.
#13
Tadao Ando won the Pritzker Prize, architecture's equivalent of the Nobel Prize, in 1995.
Tadao Ando memenangkan Penghargaan Pritzker, yang setara dengan Hadiah Nobel di bidang arsitektur, pada tahun 1995.
#14
The truck driver from Osaka, who never went to architecture school, had become one of the world's greatest architects.
Sopir truk dari Osaka ini, yang tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah arsitektur, telah menjadi salah satu arsitek terbesar di dunia.
#15
He proved that passion and self-education can take you anywhere you dream.
Ia membuktikan bahwa gairah dan pendidikan mandiri dapat membawa Anda ke mana pun yang Anda impikan.
#16
His life is a testament to the power of perseverance and a reminder that, as Steve Jobs said, 'Stay hungry, stay foolish.'
Hidupnya adalah bukti dari kekuatan ketekunan dan pengingat bahwa, seperti yang dikatakan Steve Jobs, 'Tetaplah lapar, tetaplah bodoh.'