EN: The preposition 'in' is used to describe a state or condition that someone is experiencing. In this sentence, 'in the absolute best form' indicates the physical and mental condition of the player.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'in' dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan atau situasi seseorang. Dalam kalimat ini, 'in the absolute best form' menunjukkan pemain berada dalam kondisi fisik dan mental yang sangat baik saat itu.
She completed the marathon in excellent physical condition.
Dia menyelesaikan maraton dalam kondisi fisik yang sangat baik.
EN: Superlative adjectives (e.g., 'best') are often modified by intensifying adverbs like 'absolute' or 'absolutely' to emphasize that there is no comparison possible.
Bahasa Indonesia: Kata sifat superlatif (misalnya 'best') sering dimodifikasi oleh kata keterangan/kata sifat penekan seperti 'absolute' (mutlak) atau 'absolutely' (secara mutlak) untuk menekankan tingkat yang tak tertandingi.
This is the absolute worst movie I have ever seen.
Ini pasti film terburuk yang pernah saya tonton.
EN: Harry Kane is one of England's greatest modern strikers and the national team's captain. The phrase 'best form of his career' highlights the immense pressure and high expectations placed on him during major tournaments like the FIFA World Cup, where English fans passionately hope to repeat their sole 1966 triumph.
Bahasa Indonesia: Harry Kane adalah salah satu striker terhebat Inggris modern dan kapten tim nasional. Frasa 'kondisi terbaik mutlak dalam karier' dalam kalimat ini menyoroti tekanan dan ekspektasi besar yang dipikulnya di turnamen besar seperti Piala Dunia FIFA, karena para penggemar Inggris sangat menantikan untuk mengulang kejayaan juara tahun 1966.
EN: The prepositional phrase 'According to' is used to introduce the source of information, meaning 'as stated by' or 'on the authority of'. It is commonly followed by a noun or noun phrase.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'According to' (menurut...) digunakan untuk memperkenalkan sumber informasi, artinya 'seperti yang dikatakan seseorang' atau 'berdasarkan otoritas tertentu'. Setelahnya biasanya diikuti kata benda atau frasa kata benda.
According to the weather forecast, it will rain tomorrow.
Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan.
EN: The past continuous tense ('was playing') is used here to describe an ongoing action or state that was happening at a specific point in the past, emphasizing the duration and intensity of the performance during that period.
Bahasa Indonesia: Past continuous tense ('was playing') di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang sedang berlangsung pada titik waktu tertentu di masa lalu, menekankan kesinambungan dan intensitas performa selama periode tersebut.
She was studying in the library when I saw her yesterday.
Kemarin ketika saya melihatnya, dia sedang membaca buku di perpustakaan.
EN: Thomas Tuchel, a highly respected German football manager, was appointed as the head coach of the England national team, bringing high expectations for the squad's performance. In football terminology, a 'striker' is the key attacking player responsible for scoring goals, and Harry Kane's role as both striker and captain makes his form crucial to England's success.
Bahasa Indonesia: Thomas Tuchel adalah pelatih sepak bola asal Jerman yang sangat dihormati. Penunjukannya sebagai pelatih timnas Inggris membuat publik menaruh harapan besar terhadap performa tim. Dalam istilah sepak bola, 'striker' (penyerang) adalah pemain serang inti yang bertugas mencetak gol, dan Harry Kane merangkap sebagai penyerang sekaligus kapten. Kondisi permainannya sangat menentukan sukses atau gagalnya timnas Inggris.
EN: Compound Adjectives with Hyphens: When we combine numbers and nouns to modify another noun, they are joined by hyphens and the noun inside the compound adjective must be in its singular form (e.g., 'thirty-three-year-old', not 'years-old').
Bahasa Indonesia: Kata sifat majemuk dengan tanda hubung: Ketika menggabungkan angka dan kata benda untuk memodifikasi kata benda lain, gunakan tanda hubung, dan kata benda dalam kata sifat majemuk harus berbentuk tunggal (contoh: 'thirty-three-year-old', bukan 'years-old').
We stayed in a five-star hotel during our vacation.
Kami menginap di hotel bintang lima selama liburan.
EN: Phrasal Verb / Prepositional Usage 'lead someone through something': This structure means to guide or help someone navigate through a difficult process, period, or physical space.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja/kata depan 'lead someone through something': Struktur ini menunjukkan tindakan membimbing atau membantu seseorang melewati proses, masa, atau ruang yang sulit.
The experienced guide led the tourists through the dense jungle.
Pemandu wisata yang berpengalaman memimpin wisatawan melewati hutan belantara yang lebat.
EN: In major football tournaments like the World Cup, the 'knockout rounds' (or knockout stage) represent the high-stakes, single-elimination part of the tournament where a single loss means elimination. Leading a team 'safely' through these rounds is a testament to a captain's leadership and experience, as the pressure is immense compared to the group stage.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola besar seperti Piala Dunia, 'babak gugur' (knockout rounds) mewakili tahap berisiko tinggi di mana kalah satu pertandingan berarti tersingkir. Memimpin tim 'dengan aman' melewati babak-babak ini membuktikan kemampuan kepemimpinan dan pengalaman kapten, karena dibandingkan dengan babak penyisihan grup, tekanan yang dihadapi saat itu sangat besar.
EN: The verb 'include' is a transitive verb used to introduce components that form part of a whole. It is followed directly by a noun phrase as its direct object (in this case, 'a tense 2-1 extra-time win').
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'include' (termasuk) adalah kata kerja transitif yang digunakan untuk memperkenalkan bagian yang membentuk keseluruhan. Setelahnya langsung diikuti frasa nomina sebagai objek langsung (dalam kalimat ini 'a tense 2-1 extra-time win').
The tour package includes a guided visit to the historic castle.
Paket wisata ini termasuk tur mengunjungi kastil bersejarah dengan pemandu.
EN: Noun adjuncts (nouns acting as adjectives) are common in English sports terminology. Here, 'extra-time' (noun) modifies 'win' (noun), and '2-1' acts as a numerical modifier describing the score of the win.
Bahasa Indonesia: Modifikator nomina (nomina yang digunakan sebagai adjektiva) sangat umum dalam istilah olahraga bahasa Inggris. Di sini, 'extra-time' (perpanjangan waktu, nomina) memodifikasi 'win' (kemenangan, nomina), dan '2-1' berfungsi sebagai modifikator angka untuk menggambarkan skor kemenangan ini.
They secured a dramatic last-minute victory in the final match.
Mereka meraih kemenangan dramatis di menit-menit akhir di final.
EN: In international football (soccer) tournaments like the World Cup, the knockout stage matches cannot end in a draw. If the score is tied after 90 minutes of regular play, 'extra-time' (two 15-minute halves) is played to determine the winner, which adds immense tension for fans and players alike.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola internasional seperti Piala Dunia, pertandingan di babak gugur tidak boleh berakhir seri. Jika skor imbang setelah 90 menit waktu normal, maka harus dimainkan 'extra-time' (perpanjangan waktu, terdiri dari dua babak masing-masing 15 menit) untuk menentukan pemenang, yang sering kali menimbulkan ketegangan besar bagi penggemar dan pemain.
EN: The structure 'manage to + verb' is used to show that someone succeeded in doing something difficult or challenging, emphasizing the effort required.
Bahasa Indonesia: Struktur 'manage to + kata kerja dasar' digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang berhasil melakukan sesuatu yang sulit atau menantang, menekankan usaha yang dikeluarkan dalam proses tersebut (diterjemahkan sebagai 'berhasil melakukan' atau 'mampu melakukan').
Despite the heavy rain, they managed to finish the match.
Meskipun hujan deras, mereka berhasil menyelesaikan pertandingan.
EN: The prepositional phrase 'for most of...' is used to describe duration, meaning 'during the largest part or majority of a specific period of time'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'for most of...' digunakan untuk menggambarkan durasi waktu, yang berarti 'selama sebagian besar waktu dalam periode tertentu'.
She lived in London for most of her childhood.
Dia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di London.
EN: In international football (soccer), matches between England and Argentina carry a deep historical and sporting rivalry, famously highlighted by the 1986 World Cup match featuring Diego Maradona's 'Hand of God' goal. Any knockout match between these two nations is highly anticipated and emotionally charged.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola internasional, pertandingan antara Inggris dan Argentina sarat dengan sejarah dan persaingan sengit yang mendalam, yang paling terkenal adalah gol 'Tangan Tuhan' Diego Maradona di Piala Dunia 1986. Pertandingan sistem gugur apa pun antara kedua negara ini sangat menarik perhatian dan penuh ketegangan.
EN: The use of 'until' as a preposition to indicate the limit of a continuous action or state. It shows that the action of 'holding the advantage' continued up to the specific point of 'the final minutes'.
Bahasa Indonesia: Menggunakan 'until' sebagai preposisi untuk menunjukkan titik akhir dari suatu tindakan atau keadaan yang berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa tindakan 'mempertahankan keunggulan' berlangsung terus hingga titik waktu tertentu yaitu 'menit-menit akhir'.
The team defended their lead until the final whistle.
Tim mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit akhir berbunyi.
EN: Non-defining relative clause introduced by 'when'. In this structure, 'when' functions as a relative adverb referring back to a time expression ('the final minutes') and introduces additional, sequential information rather than defining the time itself.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang dipimpin oleh 'when'. Dalam struktur ini, 'when' berfungsi sebagai kata keterangan relatif, memodifikasi ekspresi waktu sebelumnya ('menit-menit akhir'), dan memperkenalkan informasi tambahan yang terjadi secara berurutan, bukan untuk mendefinisikan waktu itu sendiri.
We reached the summit at noon, when the sun was shining brightly.
Kami tiba di puncak gunung pada siang hari, saat itu matahari bersinar terang.
EN: In football (soccer) culture, scoring 'late goals' to turn a match around is one of the most dramatic and heartbreaking ways to win or lose a game. The scoreline '2-1' is written with a hyphen but spoken as 'two-one'.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, mencetak 'late goals' (gol di menit akhir) untuk membalikkan keadaan adalah salah satu cara menang atau kalah yang paling dramatis dan menegangkan. Skor '2-1' meskipun ditulis dengan tanda hubung, dalam bahasa lisan dibaca langsung sebagai 'two-one'.
EN: The verb 'describe' is commonly used with the pattern 'describe someone/something as + noun/adjective' to express how someone or something is characterized.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'describe' (menggambarkan/mendeskripsikan) sering digunakan dalam pola 'describe someone/something as + kata benda/kata sifat' untuk mengekspresikan bagaimana mengkarakterisasi seseorang atau sesuatu.
The media described the young player as the next superstar.
Media menggambarkan pemain muda ini sebagai bintang super berikutnya.
EN: Reflexive pronouns (myself, himself, etc.) are used as the object of a verb when the subject and the object of the sentence are the same person or thing.
Bahasa Indonesia: Kata ganti refleksif (seperti myself, himself, dll.) digunakan sebagai objek kata kerja ketika subjek dan objek kalimat adalah orang atau benda yang sama.
He taught himself how to play the guitar.
Dia belajar sendiri cara bermain gitar.
EN: The word 'gutted' is a very common British English slang term meaning extremely disappointed, devastated, or deeply saddened. It is frequently used by UK athletes and football players in post-match interviews to express the pain of a major loss.
Bahasa Indonesia: 'Gutted' adalah slang yang sangat umum dalam bahasa Inggris Britania, artinya sangat kecewa, hancur, atau sedih yang mendalam. Atlet dan pemain sepak bola Inggris sering menggunakan kata ini dalam wawancara pasca-pertandingan untuk mengekspresikan rasa sakit akibat kekalahan besar.
EN: The modal verb phrase 'may have + past participle' is used to express a past possibility. It suggests that something was possible in the past, but the speaker is not completely certain.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja modal 'may have + past participle' digunakan untuk menyatakan dugaan atau kemungkinan tentang kejadian di masa lalu. Ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin terjadi di masa lalu, tetapi pembicara tidak 100% yakin.
She may have missed the train this morning.
Dia mungkin ketinggalan kereta pagi ini.
EN: The noun 'near-miss' refers to a situation where a serious accident or failure was only just avoided, or in sports, a situation where a team or player came very close to winning but ultimately failed.
Bahasa Indonesia: Kata benda 'near-miss' merujuk pada situasi berbahaya yang nyaris menyebabkan kecelakaan serius atau kegagalan. Dalam olahraga, ini merujuk pada situasi yang disayangkan ketika tim atau atlet sangat dekat dengan kemenangan tetapi akhirnya gagal.
After several near-misses, the scientist finally won the Nobel Prize.
Setelah beberapa kali nyaris memenangkan Nobel tetapi gagal, akhirnya ilmuwan ini berhasil memenangkannya.
EN: In English football culture, England fans and players have experienced decades of heartbreak, often coming very close to winning major tournaments (like the World Cup or Euros) only to lose in the final minutes or on penalty shootouts. This history of 'near-misses' makes losses particularly painful for long-serving captains like Harry Kane.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola Inggris, para penggemar dan pemain telah mengalami sejarah patah hati selama puluhan tahun. Mereka sering kali sangat dekat dengan gelar juara di turnamen besar (seperti Piala Dunia atau Euro), tetapi selalu kalah di saat-saat terakhir atau melalui adu penalti. Sejarah 'hampir berhasil' (near-misses) ini membuat kapten yang telah lama mengabdi seperti Kane merasa sangat sakit ketika menghadapi kekalahan.
EN: The prepositional phrase 'For the third-place match' is placed at the beginning of the sentence as a fronted adverbial. This is used to set the scene or establish the context of the action immediately, often followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'For the third-place match' (dalam pertandingan perebutan tempat ketiga) ditempatkan di awal kalimat sebagai 'keterangan depan'. Penggunaan ini sering dipakai untuk langsung membangun latar atau situasi tindakan, biasanya diikuti koma untuk memisahkannya dari klausa utama.
For the final project, we decided to work in groups.
Dalam proyek akhir semester, kami memutuskan untuk bekerja sama secara berkelompok.
EN: The to-infinitive 'to rest' is used here as an infinitive of purpose, explaining 'why' Kane stayed on the bench. It is a shortened form of 'in order to rest'.
Bahasa Indonesia: Infinitif 'to rest' di sini digunakan sebagai 'infinitif tujuan', untuk menjelaskan 'alasan' Kane tetap di bangku cadangan. Ini adalah bentuk singkat dari 'in order to rest' (untuk beristirahat).
She woke up early to catch the first train.
Dia bangun lebih awal untuk mengejar kereta pertama.
EN: In professional football (soccer), the 'third-place match' (or bronze medal game) is played between the two losing semifinalists. It is often seen as a bittersweet fixture, where managers frequently rest star players or captains like Kane to give younger or squad players a chance to play on the big stage.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, 'pertandingan perebutan tempat ketiga' (atau perebutan medali perunggu) adalah pertandingan antara dua tim yang kalah di semifinal. Pertandingan ini sering dianggap sebagai ajang yang campur aduk antara suka dan duka, dan pelatih kepala sering membiarkan pemain bintang atau kapten seperti Kane beristirahat di bangku cadangan untuk memberi kesempatan kepada pemain muda atau pemain pengganti tampil di panggung besar.
EN: The conjunction 'while' is used to connect two actions happening at the same time. In this context, it introduces a subordinate clause ('while his teammates beat...') that describes the background action occurring while the main action ('He watched') takes place.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif 'while' (ketika/sementara) digunakan untuk menghubungkan dua tindakan yang terjadi bersamaan. Dalam kalimat ini, konjungsi ini memperkenalkan klausa subordinatif (while his teammates beat...) untuk menggambarkan peristiwa lain yang terjadi secara bersamaan di latar belakang ketika tindakan utama (He watched, dia menonton) sedang berlangsung.
She listened to music while she was cooking dinner.
Dia memasak makan malam sambil mendengarkan musik.
EN: The compound modifier 'ten-goal' uses a hyphen to combine a number and a singular noun ('goal') to function as an adjective before the noun 'game'. In English, nouns in hyphenated compound modifiers are almost always singular (e.g., 'ten-goal', not 'ten-goals').
Bahasa Indonesia: Kata keterangan majemuk 'ten-goal' (sepuluh gol) menggunakan tanda hubung untuk menggabungkan angka dengan kata benda tunggal (goal), berfungsi sebagai kata sifat di depan kata benda 'game'. Dalam bahasa Inggris, kata benda dalam kata keterangan majemuk yang dihubungkan dengan tanda hubung hampir selalu tetap dalam bentuk tunggal (misalnya: gunakan 'ten-goal', bukan 'ten-goals').
They signed a five-year contract with the new sponsor.
Mereka menandatangani kontrak lima tahun dengan sponsor baru.
EN: In football (soccer) culture, a 'ten-goal game' (such as a 6-4 scoreline) is extremely rare and considered 'wild' or chaotic, as professional matches typically feature much lower scores (often 1-0, 2-1, etc.). Scoring six goals against a powerhouse like France is a historic achievement for England.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, pertandingan dengan sepuluh gol (misalnya skor 6-4) sangat langka dan dianggap sangat 'gila' atau kacau. Karena skor dalam pertandingan sepak bola profesional biasanya rendah (umumnya seperti 1-0 atau 2-1). Mencetak enam gol melawan tim sekelas Prancis, yang merupakan kekuatan tradisional, adalah pencapaian bersejarah bagi Inggris.
EN: Present Participle (-ing) as an Adverbial Clause of Result: The '-ing' phrase ('securing...') is used after a main clause to describe an action that happens as a direct result of the main clause.
Bahasa Indonesia: Partisipel kini (-ing) sebagai keterangan hasil: menggunakan frasa '-ing' (seperti 'securing...') setelah klausa utama untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang terjadi sebagai akibat langsung dari klausa utama.
The storm damaged the power lines, leaving the town in darkness.
Badai merusak kabel transmisi listrik, menyebabkan seluruh kota menjadi gelap gulita.
EN: Possessive with Noun Modifier: The structure 'England's best World Cup finish' uses a possessive noun ('England's') combined with a noun adjunct ('World Cup') modifying the head noun ('finish').
Bahasa Indonesia: Posesif dan modifier kata benda: struktur 'England's best World Cup finish' menggabungkan kata benda posesif (England's) dan kata benda yang berfungsi sebagai modifier (World Cup) untuk memodifikasi kata benda inti (finish).
The company's annual sales target was finally met.
Target penjualan tahunan perusahaan akhirnya tercapai.
EN: The year 1966 is the most legendary year in English football history, as it was the only time England won the FIFA World Cup. Any comparison to 1966 highlights an extraordinary, historic achievement for the national team. A 'hat-trick' refers to a single player scoring three goals in a single match, which is a rare and highly celebrated feat.
Bahasa Indonesia: Tahun 1966 adalah tahun paling legendaris dalam sejarah sepak bola Inggris, karena itu adalah satu-satunya saat Inggris memenangkan Piala Dunia FIFA. Perbandingan apa pun dengan tahun 1966 menyoroti pencapaian tim nasional yang luar biasa dan bersejarah. Dan 'hat-trick' mengacu pada seorang pemain yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan, suatu prestasi yang langka dan sangat dipuji.
EN: The use of an infinitive phrase ('to step back and let...') as a subject complement. In this structure, 'to' is placed after the linking verb 'is' to define or explain the subject 'job'.
Bahasa Indonesia: Menggunakan frasa infinitif ('to step back and let...') sebagai pelengkap subjek. Dalam struktur ini, 'to' mengikuti kata kerja penghubung 'is' untuk mendefinisikan atau menjelaskan isi spesifik dari subjek 'job' (tugas).
My goal for this year is to learn a new language.
Tujuan saya tahun ini adalah mempelajari bahasa baru.
EN: The causative verb 'let' followed by an object and a bare infinitive (verb in its base form without 'to'). In the phrase 'let others shine', 'shine' is a bare infinitive.
Bahasa Indonesia: Kata kerja kausatif 'let' (membiarkan) diikuti oleh objek dan infinitif tanpa 'to' (bentuk dasar kata kerja tanpa 'to'). Dalam frasa 'let others shine', 'shine' adalah infinitif tanpa 'to'.
Please let me know when you arrive.
Beri tahu saya saat Anda tiba.
EN: This sentence reflects a modern philosophy of leadership often praised in sports and corporate culture: servant leadership or 'leading from behind'. Instead of always seeking the spotlight, a great leader (like captain Kane staying on the bench) knows when to empower teammates to take responsibility and achieve success.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan filosofi kepemimpinan yang dihormati dalam olahraga dan budaya perusahaan modern: 'kepemimpinan pelayan' atau 'memimpin dari belakang'. Seorang pemimpin hebat (seperti kapten Kane yang memilih duduk di bangku cadangan) tidak selalu mengejar sorotan, tetapi memahami kapan harus memberdayakan rekan setim, membiarkan mereka mengambil tanggung jawab dan meraih kesuksesan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: babak gugur
Dalam konteks: perempat final
Dalam konteks: semifinal
Dalam konteks: sangat kecewa, patah hati
Dalam konteks: kegagalan yang nyaris berhasil, pengalaman hampir menang tapi gagal
Dalam konteks: bangku cadangan (dalam pertandingan olahraga)
Dalam konteks: hat-trick (mencetak tiga gol dalam satu pertandingan)
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
An additional period of play specified under the rules of a sport to decide the winner when a game ends in a draw.
Perpanjangan waktu (dalam pertandingan olahraga)
To temporarily withdraw from an active role or involvement in something to allow others to take over or to gain perspective.
Mundur selangkah, menarik diri
To allow other people to demonstrate their talents, skills, or achievements and receive recognition.
Membiarkan orang lain bersinar, memberi orang lain kesempatan untuk tampil