EN: The idiom 'on notice' means to be formally warned that something is about to happen or that one's behavior is being monitored. In news headlines, it often implies regulatory scrutiny.
Bahasa Indonesia: Ungkapan "on notice" berarti secara resmi menerima peringatan bahwa sesuatu akan terjadi atau tindakan mereka sedang diawasi. Dalam tajuk berita, ini biasanya menyiratkan pengawasan ketat dari regulator.
The tech industry has been put on notice regarding new data privacy laws.
Industri teknologi telah diperingatkan terkait undang-undang privasi data yang baru.
EN: The conjunction 'as' is used here to indicate a simultaneous development or a causal link between two events, common in journalistic writing to connect a specific event to a broader trend.
Bahasa Indonesia: Konjungsi "as" di sini digunakan untuk menunjukkan bahwa dua peristiwa terjadi secara bersamaan atau memiliki hubungan sebab-akibat, yang sering digunakan dalam penulisan berita untuk menghubungkan peristiwa tertentu dengan tren yang lebih luas.
Stock prices fell as investors reacted to the news of the merger.
Harga saham turun seiring reaksi investor terhadap berita merger.
EN: The use of 'Record' as an attributive adjective (modifying 'Fine') indicates that the amount or degree has reached an all-time high, surpassing all previous instances.
Bahasa Indonesia: Penggunaan "Record" sebagai kata sifat atributif (menerangkan "Fine") menunjukkan bahwa jumlah atau tingkat tersebut telah mencapai rekor tertinggi, melampaui semua kasus sebelumnya.
The athlete set a record pace during the final lap of the race.
Atlet tersebut mencatatkan kecepatan rekor pada putaran terakhir balapan.
EN: In Australia, consumer protection is strictly enforced by the ACCC. The term 'Landmark' refers to a legal case that sets a significant precedent, potentially changing how all businesses operate within the country. This specific case highlights the tension between aggressive retail marketing and consumer rights.
Bahasa Indonesia: Di Australia, perlindungan konsumen ditegakkan secara ketat oleh Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC). Istilah "Landmark" (bersejarah) merujuk pada kasus hukum yang memiliki signifikansi preseden besar, yang dapat mengubah cara beroperasi semua bisnis di negara tersebut. Kasus khusus ini menyoroti ketegangan antara pemasaran ritel yang agresif dan hak-hak konsumen.
EN: The present perfect tense ('has sent') is used here to describe a past action (the ruling) that has significant consequences or relevance to the present moment (the shockwaves in the sector).
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has sent) digunakan di sini untuk menggambarkan tindakan yang terjadi di masa lalu (keputusan), dan tindakan tersebut memiliki dampak atau relevansi yang signifikan terhadap masa kini (gelombang kejut di sektor ritel).
The recent policy change has sent ripples of concern through the local community.
Perubahan kebijakan baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
EN: The prepositional phrase starting with 'with' ('with the company now bracing...') functions as an absolute construction or a circumstantial clause, providing additional context or simultaneous information about the main clause.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi yang diawali dengan "with" (with the company now bracing...) di sini berfungsi sebagai konstruksi absolut atau klausa situasi penyerta, yang memberikan informasi latar belakang tambahan atau situasi yang terjadi bersamaan untuk klausa utama.
The meeting ended, with everyone feeling much more optimistic about the project.
Rapat telah berakhir, semua orang merasa jauh lebih optimis tentang proyek ini.
EN: The present participle phrase 'exceeding two hundred million dollars' acts as an adjective modifying the noun 'fines', indicating a state or characteristic of the potential penalties.
Bahasa Indonesia: Frasa present participle "exceeding two hundred million dollars" berfungsi sebagai kata sifat yang menerangkan kata benda "fines" (denda), yang menunjukkan status atau karakteristik dari potensi denda tersebut.
The storm caused damage exceeding five million dollars.
Badai ini menyebabkan kerusakan senilai lebih dari lima juta dolar.
EN: Coles and Woolworths are the two dominant players in the Australian grocery market, often referred to as a 'duopoly'. This ruling is significant because it addresses long-standing consumer complaints about 'price gouging' and deceptive marketing in a high-inflation environment, reflecting a tightening of regulatory oversight in Australia.
Bahasa Indonesia: Coles dan Woolworths adalah dua pemain dominan di pasar bahan makanan Australia, yang sering disebut sebagai "duopoli". Keputusan ini sangat penting karena mengatasi keluhan konsumen yang sudah berlangsung lama tentang "pencatutan harga" (price gouging) dan pemasaran yang menyesatkan di tengah lingkungan inflasi tinggi, yang mencerminkan pengetatan pengawasan regulasi di Australia.
EN: The past perfect tense ('had accused') is used here to indicate an action that occurred before another past event or a specific point in time mentioned in the narrative context (the recent court ruling).
Bahasa Indonesia: Past perfect tense (had accused) digunakan di sini untuk menunjukkan tindakan yang telah terjadi sebelum peristiwa masa lalu lainnya (seperti keputusan pengadilan baru-baru ini) atau titik waktu tertentu dalam latar belakang narasi.
The regulator had warned the companies several times before filing the lawsuit.
Lembaga pengawas telah memperingatkan perusahaan-perusahaan tersebut beberapa kali sebelum mengajukan tuntutan hukum.
EN: The structure 'accuse someone of doing something' is a standard prepositional phrase pattern used to specify the charge or allegation against a party.
Bahasa Indonesia: Struktur "accuse someone of doing something" (menuduh seseorang melakukan sesuatu) adalah kolokasi frasa preposisional standar yang digunakan untuk menjelaskan isi tuduhan terhadap pihak yang bersangkutan.
The authorities accused the firm of violating environmental regulations.
Pihak berwenang menuduh perusahaan tersebut melanggar peraturan lingkungan.
EN: The use of 'both... and...' is a correlative conjunction that emphasizes that the action or condition applies equally to two distinct entities.
Bahasa Indonesia: "both... and..." adalah konjungsi korelatif yang menekankan bahwa tindakan atau situasi tersebut berlaku sama untuk dua entitas yang berbeda (dalam hal ini, Coles dan Woolworths).
The new policy affects both international students and local residents.
Kebijakan baru ini berdampak baik bagi mahasiswa internasional maupun penduduk setempat.
EN: The Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) is a powerful independent Commonwealth statutory authority that enforces the Competition and Consumer Act 2010. In Australia, consumer protection is strictly enforced, and misleading 'was/is' pricing is a major focus of regulatory scrutiny to ensure fair market competition.
Bahasa Indonesia: Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) adalah lembaga hukum independen yang kuat dari pemerintah Australia, yang bertugas menegakkan Undang-Undang Persaingan dan Konsumen 2010. Di Australia, penegakan perlindungan konsumen sangat ketat, dan strategi penetapan harga "sebelumnya/sekarang" yang menyesatkan merupakan fokus utama pengawasan regulasi untuk memastikan persaingan pasar yang adil.
EN: The past perfect tense ('had... conveyed') is used here to describe an action that was completed before the main action of the sentence ('determined'). In legal contexts, this clarifies the sequence of events leading up to the ruling.
Bahasa Indonesia: Past perfect tense (had... conveyed) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum tindakan utama dalam kalimat (determined, memutuskan). Dalam konteks hukum, hal ini memperjelas urutan peristiwa yang mengarah pada keputusan tersebut.
The investigation revealed that the company had manipulated the data for months before the audit.
Penyelidikan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah memanipulasi data selama berbulan-bulan sebelum audit.
EN: The noun clause starting with 'that' acts as the direct object of the verb 'determined'. This structure is essential for reporting findings, beliefs, or official rulings.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang diawali dengan "that" berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "determined". Struktur ini sangat penting untuk melaporkan temuan, keyakinan, atau keputusan resmi.
The committee concluded that the proposed budget was insufficient.
Komite menyimpulkan bahwa anggaran yang diusulkan tidak mencukupi.
EN: The phrase 'conveyed the impression that...' uses an appositive clause to explain the content of the 'impression'. This is a sophisticated way to describe perceptions or psychological effects.
Bahasa Indonesia: Frasa "conveyed the impression that..." menggunakan klausa apositif untuk menjelaskan isi spesifik dari "kesan" tersebut. Ini adalah ekspresi tingkat lanjut untuk menggambarkan persepsi atau dampak psikologis.
His silence conveyed the impression that he agreed with the decision.
Keheningannya memberikan kesan bahwa dia menyetujui keputusan tersebut.
EN: The 'Down Down' campaign is one of the most iconic and long-running marketing strategies in Australian retail history, featuring a distinctive red hand pointing downwards. Because of its ubiquity, the court's finding that it was misleading is particularly significant for consumer trust in Australia.
Bahasa Indonesia: Kampanye "Down Down" adalah salah satu strategi pemasaran paling ikonik dan paling lama berjalan dalam sejarah ritel Australia, yang menampilkan tangan merah raksasa yang menunjuk ke bawah. Karena iklan tersebut ada di mana-mana, keputusan pengadilan bahwa iklan tersebut menyesatkan memiliki arti yang sangat penting bagi kepercayaan konsumen di Australia.
EN: The present participle phrase starting with 'reflecting' acts as an adverbial modifier, indicating a simultaneous result or a logical consequence of the main clause.
Bahasa Indonesia: Frasa participle saat ini yang diawali dengan 'reflecting' berfungsi sebagai pengubah adverbial, yang menunjukkan hasil yang terjadi bersamaan atau konsekuensi logis dari tindakan klausa utama.
The company announced a massive layoff, leading to a protest outside the headquarters.
Perusahaan mengumumkan PHK besar-besaran, yang memicu protes di luar kantor pusat.
EN: The phrase 'the company now faces' is a reduced relative clause (adjective clause) modifying 'corporate liability'. The relative pronoun 'that' or 'which' has been omitted because it serves as the object of the verb 'faces'.
Bahasa Indonesia: Frasa 'the company now faces' adalah klausa kata sifat yang menghilangkan kata ganti penghubung, yang digunakan untuk menerangkan 'corporate liability'. Karena kata ganti penghubung 'that' atau 'which' berfungsi sebagai objek dari kata kerja 'faces' dalam klausa tersebut, maka kata tersebut dapat dihilangkan.
The challenges we encounter today will shape our future success.
Tantangan yang kita hadapi hari ini akan menentukan kesuksesan kita di masa depan.
EN: The preposition 'over' is used here to indicate the cause or subject of a feeling (anxiety). It is often used with nouns expressing emotion to specify what the emotion is about.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'over' di sini digunakan untuk menunjukkan penyebab atau objek dari emosi (kecemasan). Kata ini sering digunakan setelah kata benda yang mengekspresikan emosi untuk menentukan terhadap apa emosi tersebut ditujukan.
There is growing concern over the impact of climate change on agriculture.
Kekhawatiran yang meningkat atas dampak perubahan iklim terhadap pertanian.
EN: In the Australian business context, 'corporate liability' often refers to the legal and financial responsibility a company has towards consumers and regulators. The 'Australian Competition and Consumer Commission' (ACCC) is a powerful body that enforces consumer protection laws, and its rulings can lead to significant market shifts and public scrutiny for major brands like Coles.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks bisnis Australia, "corporate liability" (tanggung jawab perusahaan/hukum) biasanya merujuk pada tanggung jawab hukum dan keuangan perusahaan kepada konsumen dan lembaga pengawas. "Komisi Persaingan dan Konsumen Australia" (ACCC) adalah lembaga kuat yang bertugas menegakkan hukum perlindungan konsumen. Keputusannya sering kali menyebabkan fluktuasi pasar yang signifikan dan membuat merek besar seperti Coles menghadapi pengawasan publik yang ketat.
EN: Non-restrictive relative clauses use 'which' to provide extra information about a noun (Woolworths) that is already clearly identified. These clauses are separated by commas and cannot use 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif menggunakan "which" untuk memberikan informasi tambahan tentang kata benda yang sudah diidentifikasi dengan jelas (Woolworths). Klausa jenis ini harus dipisahkan dengan koma dan tidak dapat digantikan dengan "that".
The company, which was founded in 1924, is a household name.
Perusahaan ini, yang didirikan pada tahun 1924, adalah nama yang sangat terkenal.
EN: The past participle phrase 'brought by...' acts as a reduced relative clause (which was brought by...), modifying 'a similar case' to indicate the origin or initiator of the legal action.
Bahasa Indonesia: Frasa partisip lampau "brought by..." berfungsi sebagai klausa relatif yang diperpendek (yaitu which was brought by...), digunakan untuk memodifikasi "a similar case", yang menunjukkan pemrakarsa atau sumber dari tindakan hukum tersebut.
The charges brought by the prosecutor were very serious.
Tuduhan yang diajukan oleh jaksa sangat serius.
EN: The adverb 'also' is placed after the auxiliary verb or before the main verb to indicate addition. In this sentence, it connects the fate of Woolworths to the previously mentioned situation of Coles.
Bahasa Indonesia: Adverbia "also" biasanya diletakkan setelah kata kerja bantu atau sebelum kata kerja utama untuk menunjukkan penambahan atau kesejajaran. Dalam kalimat ini, kata tersebut menghubungkan situasi Woolworths dengan situasi Coles yang disebutkan sebelumnya.
She not only finished the report but also prepared the presentation.
Dia tidak hanya menyelesaikan laporan, tetapi juga menyiapkan presentasi.
EN: Woolworths and Coles are the two dominant players in the Australian grocery market, often referred to as a 'duopoly'. Legal actions against them by the ACCC are major national news because they affect the cost of living for most Australians.
Bahasa Indonesia: Woolworths dan Coles adalah dua pemain dominan di pasar bahan makanan Australia, yang sering disebut sebagai "duopoli". Tindakan hukum yang diambil oleh Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) terhadap mereka merupakan berita nasional yang signifikan karena berdampak langsung pada biaya hidup sebagian besar warga Australia.
EN: The relative adverb 'whereby' is a formal conjunction meaning 'by which' or 'through which'. It is used to introduce a clause that explains the method or process by which something happens.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan penghubung (relative adverb) "whereby" adalah kata hubung formal yang berarti "dengan mana" atau "melalui mana". Kata ini digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menjelaskan metode atau proses terjadinya sesuatu.
The company implemented a new system whereby employees can work from home twice a week.
Perusahaan menerapkan sistem baru, yang dengannya karyawan dapat bekerja dari rumah dua kali seminggu.
EN: The phrase 'lies at the heart of' is an idiomatic expression used to identify the most important or fundamental part of a problem, issue, or situation.
Bahasa Indonesia: Frasa "lies at the heart of" adalah ungkapan idiomatis yang digunakan untuk menunjukkan bagian terpenting atau paling inti dari suatu masalah, isu, atau situasi.
A lack of communication lies at the heart of their relationship problems.
Kurangnya komunikasi merupakan inti dari masalah hubungan mereka.
EN: The structure 'before + -ing' (reverting/labelling) uses gerunds to indicate a sequence of events. In this sentence, it describes actions that occur after the initial 'inflation' of prices.
Bahasa Indonesia: Struktur "before + gerund (-ing)" (seperti reverting/labelling) digunakan untuk menunjukkan urutan kejadian. Dalam kalimat ini, struktur tersebut menggambarkan tindakan yang terjadi setelah harga awal "dinaikkan".
Always check the weather forecast before heading out for a hike.
Sebelum pergi mendaki, pastikan untuk memeriksa prakiraan cuaca terlebih dahulu.
EN: The 'was/is' pricing strategy is a common retail tactic that has come under intense legal scrutiny in Australia. It refers to showing a higher 'was' price alongside a lower 'is' price to create an illusion of a bargain. This case highlights the strict consumer protection laws enforced by the ACCC to ensure market transparency.
Bahasa Indonesia: Strategi penetapan harga "was/is" (dulu/sekarang) adalah taktik umum dalam industri ritel, namun saat ini sedang menghadapi pengawasan hukum yang ketat di Australia. Strategi ini merujuk pada tampilan "harga lama (was)" yang lebih tinggi dan "harga sekarang (is)" yang lebih rendah secara bersamaan untuk menciptakan ilusi penawaran yang menguntungkan. Kasus ini menyoroti undang-undang perlindungan konsumen ketat yang ditegakkan oleh Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) untuk memastikan transparansi pasar.
EN: Inversion in conditional sentences (First/Second/Third Conditional). When 'if' is omitted in formal contexts, the auxiliary verb 'should', 'were', or 'had' is moved to the front of the sentence. Here, 'Should the courts...' replaces 'If the courts should...'.
Bahasa Indonesia: Inversi dalam kalimat pengandaian (kondisional tipe 1, 2, 3). Dalam konteks formal, ketika "if" dihilangkan, kata kerja bantu "should", "were", atau "had" akan dipindahkan ke awal kalimat. Dalam kalimat ini, "Should the courts..." menggantikan "If the courts should...".
Should you require further assistance, please do not hesitate to contact us.
Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami kapan saja.
EN: The use of 'would' to express a hypothetical consequence. Since the condition (the courts imposing penalties) is presented as a possibility rather than a certainty, 'would' indicates the potential outcome in that scenario.
Bahasa Indonesia: Menggunakan "would" untuk menyatakan hasil hipotetis. Karena kondisi prasyarat (pengadilan menjatuhkan denda) dianggap sebagai kemungkinan dan bukan fakta yang pasti, "would" menunjukkan hasil yang mungkin terjadi dalam situasi tersebut.
A change in policy would affect all employees.
Perubahan kebijakan akan memengaruhi semua karyawan.
EN: Compound noun phrases as modifiers. 'Retail compliance enforcement' functions as a complex noun phrase where 'retail' and 'compliance' modify 'enforcement', specifying the exact type of legal action.
Bahasa Indonesia: Frasa kata benda majemuk sebagai pengubah (modifier). "Retail compliance enforcement" adalah frasa kata benda majemuk, di mana "retail" (ritel) dan "compliance" (kepatuhan) menerangkan "enforcement" (penegakan), yang memperjelas jenis tindakan hukum secara spesifik.
The government introduced new data protection regulations.
Pemerintah memperkenalkan peraturan perlindungan data yang baru.
EN: The term 'set a precedent' is a crucial concept in Common Law systems like Australia's. It means that a judicial decision in a current case will be used as a rule or guide for future similar cases. This is why the Coles ruling is so significant—it changes the rules for all retailers, not just the ones in court.
Bahasa Indonesia: "Set a precedent" (membuat preseden) adalah konsep inti dalam sistem hukum umum (Common Law) seperti di Australia. Ini berarti keputusan yudisial dari kasus saat ini akan menjadi aturan atau panduan untuk kasus serupa di masa mendatang. Itulah mengapa keputusan Coles sangat penting—keputusan tersebut mengubah aturan bagi semua peritel, bukan hanya peritel yang ada di pengadilan.
EN: The use of an appositive phrase ('the former head of the consumer watchdog') provides additional identifying information about the subject. It is set off by commas and functions as a noun phrase that renames the preceding noun.
Bahasa Indonesia: Penggunaan frasa apositif (the former head of the consumer watchdog) memberikan informasi identitas tambahan untuk subjek. Frasa ini dipisahkan oleh koma, berfungsi sebagai frasa nomina untuk mendefinisikan kembali nomina sebelumnya.
Mr. Chen, the principal of our school, will give a speech tomorrow.
Pak Chen, yang merupakan kepala sekolah kami, akan memberikan pidato besok.
EN: The verb 'caution' is followed by a 'that' clause (noun clause) which functions as the direct object, specifying the content of the warning. This is a formal reporting verb used in professional and journalistic contexts.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "caution" (memperingatkan) diikuti oleh klausa "that" (klausa nomina) sebagai objek langsung, yang digunakan untuk merinci isi peringatan tersebut. Ini adalah kata kerja pelaporan formal yang digunakan dalam konteks profesional dan berita.
The doctor cautioned that the recovery process might take several months.
Dokter memperingatkan bahwa proses pemulihan mungkin memakan waktu beberapa bulan.
EN: The modal verb 'must' combined with 'ensure' expresses a strong obligation or necessity. In legal or regulatory contexts, it indicates a requirement that cannot be ignored.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "must" yang dikombinasikan dengan "ensure" menyatakan kewajiban atau keharusan yang kuat. Dalam konteks hukum atau regulasi, ini menunjukkan persyaratan yang tidak boleh diabaikan.
All employees must ensure that they follow the safety protocols at all times.
Semua karyawan harus memastikan mereka selalu mematuhi protokol keselamatan.
EN: The term 'watchdog' in a political or economic context refers to an independent organization or agency that monitors the activities of companies or government bodies to ensure they act legally and ethically. In this case, it refers to the ACCC (Australian Competition and Consumer Commission).
Bahasa Indonesia: Dalam konteks politik atau ekonomi, "watchdog" (lembaga pengawas) mengacu pada organisasi atau lembaga independen yang memantau aktivitas perusahaan atau lembaga pemerintah untuk memastikan aktivitas tersebut legal dan etis. Dalam kasus ini, istilah tersebut merujuk pada Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC).
EN: The modal idiom 'had better' is used to give strong advice or a warning about what someone should do to avoid negative consequences. In formal contexts, it is often followed by the bare infinitive (without 'to').
Bahasa Indonesia: Ungkapan modal "had better" digunakan untuk memberikan saran atau peringatan yang kuat tentang apa yang harus dilakukan seseorang untuk menghindari konsekuensi negatif. Dalam konteks formal, ungkapan ini diikuti oleh infinitif tanpa "to" (kata kerja dasar).
The company had better comply with the new regulations to avoid a massive fine.
Perusahaan tersebut sebaiknya mematuhi peraturan baru untuk menghindari denda yang besar.
EN: The present participle phrase 'suggesting a price reduction' acts as an adjective modifying the noun 'any business'. This is a reduced relative clause (shortened from 'any business that suggests...').
Bahasa Indonesia: Frasa present participle "suggesting a price reduction" berfungsi sebagai kata sifat yang memodifikasi kata benda "any business". Ini adalah klausa relatif yang disederhanakan (direduksi dari "any business that suggests...").
Any person entering the building must show identification.
Siapa pun yang memasuki gedung harus menunjukkan tanda pengenal.
EN: The pronoun 'one' is used here as a prop-word to avoid repeating the noun 'price reduction'. It functions as the head of the noun phrase 'a legitimate one'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti "one" di sini digunakan sebagai kata pengganti untuk menghindari pengulangan kata benda "price reduction". Kata ini berfungsi sebagai inti dalam frasa kata benda "a legitimate one".
If you need a new laptop, you should buy a reliable one.
Jika Anda membutuhkan laptop baru, Anda harus membeli yang andal.
EN: In the context of Australian consumer law, the term 'legitimate' carries significant legal weight. The Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) strictly monitors 'was/is' pricing to ensure that the 'was' price was a genuine price at which the product was sold for a reasonable period, preventing artificial discounts.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks hukum konsumen Australia, istilah "legitimate" (sah/adil) memiliki bobot hukum yang penting. Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) mengawasi dengan ketat model penetapan harga "harga coret/harga saat ini" untuk memastikan bahwa "harga coret" adalah harga penjualan yang sebenarnya dalam jangka waktu yang wajar, guna mencegah diskon palsu.
EN: The use of 'serve as' is a formal way to describe the function or role of something, often used to indicate that an event or object acts as a warning, example, or reminder.
Bahasa Indonesia: "serve as" adalah ekspresi formal yang digunakan untuk menggambarkan fungsi atau peran sesuatu, biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa atau objek berfungsi sebagai peringatan, contoh, atau pengingat.
The recent data breach should serve as a wake-up call for all tech companies.
Kebocoran data baru-baru ini seharusnya berfungsi sebagai peringatan bagi semua perusahaan teknologi.
EN: The word 'that' functions here as a complementizer introducing a content clause (appositive clause) following the noun 'reminder', explaining exactly what the reminder is.
Bahasa Indonesia: "that" di sini berfungsi sebagai kata penghubung, yang memandu klausa isi (klausa apositif) setelah kata benda "reminder", untuk menjelaskan secara terperinci apa isi pengingat tersebut.
There is a growing concern that the economy is slowing down.
Ada kekhawatiran yang meningkat bahwa ekonomi sedang melambat.
EN: The modal verb 'could' is used here to express theoretical possibility or potential consequence within a legal or formal context.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "could" di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan teoritis atau konsekuensi potensial dalam konteks hukum atau formal.
Failure to comply with the regulations could lead to heavy penalties.
Ketidakpatuhan dapat menyebabkan denda yang berat.
EN: The phrase 'only to' is used to describe an event that happens immediately after another action, typically expressing a surprising, disappointing, or ironic result.
Bahasa Indonesia: Struktur "only to" digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi segera setelah tindakan lain, biasanya digunakan untuk menyatakan hasil yang mengejutkan, mengecewakan, atau ironis (berarti "hanya untuk...").
He rushed to the airport only to realize he had left his passport at home.
Dia bergegas ke bandara, hanya untuk menyadari bahwa dia meninggalkan paspornya di rumah.
EN: The present participle 'involving' acts as a reduced relative clause (which involves), providing more information about the preceding noun 'scenario'.
Bahasa Indonesia: Partisip masa kini (present participle) "involving" di sini berfungsi sebagai klausa relatif yang diperpendek (yaitu which involves), digunakan untuk menerangkan kata benda di depannya "scenario", memberikan detail lebih lanjut tentang skenario tersebut.
The police are investigating a case involving several high-profile politicians.
Polisi sedang menyelidiki kasus yang melibatkan beberapa politisi terkenal.
EN: The adverb 'artificially' modifies the verb 'raised', indicating that the action was done in a non-natural or insincere way, often for a specific manipulative purpose.
Bahasa Indonesia: Adverbia "artificially" menerangkan verba "raised", menunjukkan bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan cara yang tidak alami atau tidak jujur, biasanya untuk tujuan manipulasi tertentu (berarti "secara artifisial/buatan").
The central bank kept interest rates artificially low to stimulate the economy.
Bank sentral secara artifisial mempertahankan suku bunga rendah untuk merangsang perekonomian.
EN: In many Western countries, including Australia, Valentine's Day is a peak retail period for jewellery. The scenario described by Jeannie Paterson highlights a common but unethical practice known as 'price anchoring' or 'was/is' pricing, which consumer protection laws in Australia (enforced by the ACCC) aim to prevent to ensure fair competition and consumer trust.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, termasuk Australia, Hari Valentine adalah masa puncak bagi ritel perhiasan. Skenario yang digambarkan oleh Jeannie Paterson menyoroti praktik bisnis yang umum namun tidak etis, yang dikenal sebagai "penetapan harga jangkar" (price anchoring) atau penetapan harga "sebelum/sesudah". Undang-undang perlindungan konsumen Australia (yang ditegakkan oleh Komisi Persaingan dan Konsumen Australia) bertujuan untuk mencegah praktik semacam itu guna memastikan persaingan yang adil dan kepercayaan konsumen.
EN: The phrase 'well beyond' is an intensifier used to emphasize that something exceeds a certain limit or scope by a significant margin. 'Well' here functions as an adverb meaning 'considerably' or 'to a great extent'.
Bahasa Indonesia: Frasa "well beyond" adalah ekspresi penekanan, yang digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu jauh melampaui batas atau cakupan tertentu. Di sini, "well" berfungsi sebagai adverbia, yang berarti "sangat" atau "dalam tingkat yang besar".
The cost of the renovation went well beyond our initial budget.
Biaya renovasi jauh melampaui anggaran awal kami.
EN: The use of 'how' as a relative adverb introduces a noun clause ('how retailers... approach promotional campaigns'). This clause functions as the direct object of the verb 'reshape', describing the manner or method in which an action is performed.
Bahasa Indonesia: Menggunakan "how" sebagai adverbia relatif untuk mengarahkan klausa kata benda ("how retailers... approach promotional campaigns"). Klausa ini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "reshape", yang menggambarkan cara atau metode tindakan tersebut dilakukan.
The new policy will change how employees submit their expense reports.
Kebijakan baru ini akan mengubah cara karyawan mengajukan klaim pengeluaran.
EN: The modal verb 'could' is used here to express a strong possibility or potential consequence in the future, based on the current ruling. It suggests a logical outcome rather than a mere ability.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "could" digunakan di sini untuk menyatakan kemungkinan kuat atau konsekuensi potensial di masa depan berdasarkan putusan saat ini. Ini menyiratkan hasil yang logis, bukan sekadar kemampuan.
Failure to comply with the new regulations could lead to heavy fines.
Kegagalan untuk mematuhi peraturan baru dapat mengakibatkan denda yang besar.
EN: The Australian retail market is highly concentrated, dominated by a few major players like Coles and Woolworths. This court ruling is significant because it challenges long-standing pricing practices that consumers have often found confusing or deceptive, reflecting a shift towards stricter consumer protection enforcement in Australia.
Bahasa Indonesia: Pasar ritel Australia sangat terkonsentrasi, didominasi oleh beberapa pemain utama seperti Coles dan Woolworths. Putusan pengadilan ini sangat signifikan karena menantang praktik penetapan harga yang telah lama dianggap membingungkan atau menyesatkan oleh konsumen, yang mencerminkan pergeseran di Australia menuju penegakan perlindungan konsumen yang lebih kuat.
EN: Inverted Conditional (Were... to): This is a formal alternative to 'If... should' or 'If... were to'. By placing 'Were' at the beginning of the clause and omitting 'if', the sentence gains a more literary or hypothetical tone, often used in legal or academic contexts to discuss unlikely but possible scenarios.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian inversi (Were... to): Ini adalah alternatif formal untuk 'If... were to'. Dengan menempatkan 'Were' di awal kalimat dan menghilangkan 'if', kalimat tersebut akan memiliki nada yang lebih sastrawi atau hipotetis, sering digunakan dalam konteks hukum atau akademis untuk membahas skenario yang kemungkinannya kecil tetapi tetap mungkin terjadi.
Were the negotiations to fail, the two nations might go to war.
Jika negosiasi gagal, kedua negara bisa saja berperang.
EN: The verb 'persist' is typically followed by the preposition 'with' when referring to a course of action or a specific practice. It implies continuing firmly or obstinately in a state or opinion despite opposition or difficulty.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'persist' ketika merujuk pada suatu tindakan atau praktik tertentu, biasanya diikuti oleh preposisi 'with'. Ini menyiratkan kelanjutan suatu keadaan atau opini secara teguh atau keras kepala meskipun menghadapi tentangan atau kesulitan.
If you persist with these complaints, we will have to take legal action.
Jika Anda bersikeras untuk melanjutkan keluhan-keluhan ini, kami terpaksa harus mengambil tindakan hukum.
EN: The structure 'risk + gerund (-ing)' is used to describe a situation where an action might lead to a negative or dangerous outcome. Here, 'facing' acts as the gerund object of the verb 'risk'.
Bahasa Indonesia: Struktur 'risk + gerund (-ing)' digunakan untuk menggambarkan situasi di mana suatu tindakan dapat menyebabkan hasil yang negatif atau berbahaya. Di sini, 'facing' berfungsi sebagai objek gerund dari kata kerja 'risk'.
Investors who ignore market trends risk losing their entire capital.
Investor yang mengabaikan tren pasar berisiko kehilangan seluruh modal mereka.
EN: The sentence reflects the rigorous nature of Australian consumer law, which is enforced by the ACCC. The term 'legislation' here refers to the Australian Consumer Law (ACL), which provides strict protections against misleading and deceptive conduct, a cornerstone of fair trading in Australia.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan ketatnya Undang-Undang Konsumen Australia, yang ditegakkan oleh Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC). Kata 'legislation' di sini merujuk pada Undang-Undang Konsumen Australia (ACL), yang memberikan perlindungan ketat terhadap perilaku menyesatkan dan menipu, yang merupakan landasan perdagangan adil di Australia.
EN: The present perfect tense ('have suggested') is used here to indicate that the action occurred at an unspecified time in the past and has relevance to the present situation, often used in news reporting to introduce expert opinions.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (have suggested) di sini digunakan untuk menunjukkan bahwa tindakan tersebut terjadi pada waktu yang tidak ditentukan di masa lalu dan memiliki relevansi dengan masa kini. Dalam laporan berita, tenses ini sering digunakan untuk memperkenalkan opini ahli atau pengamatan saat ini.
Economists have suggested that the inflation rate will stabilize by next year.
Para ekonom menyatakan bahwa tingkat inflasi akan stabil tahun depan.
EN: The modal verb 'may' followed by the base verb 'herald' expresses a strong possibility or a logical inference about a future outcome based on current evidence.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "may" diikuti oleh kata kerja dasar "herald", menyatakan kemungkinan kuat atau kesimpulan logis tentang hasil di masa depan berdasarkan bukti saat ini.
This technological breakthrough may herald a revolution in renewable energy.
Terobosan teknologi ini mungkin menandakan revolusi dalam bidang energi terbarukan.
EN: The preposition 'over' is used here to indicate the subject or area of the 'scrutiny'. It functions similarly to 'concerning' or 'regarding' in a formal administrative or legal context.
Bahasa Indonesia: Preposisi "over" di sini digunakan untuk menunjukkan objek atau bidang dari "pengawasan (scrutiny)". Dalam konteks administratif atau hukum yang formal, fungsinya mirip dengan "tentang" atau "terhadap".
The government faced intense public scrutiny over its handling of the crisis.
Pemerintah menghadapi pengawasan ketat dari publik atas caranya menangani krisis.
EN: In Western legal and business contexts, 'scrutiny' from regulatory bodies like the ACCC is a significant threat to corporate reputation. The term 'herald' is often used in journalism to describe events that signal major shifts in industry standards or legal precedents.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks hukum dan bisnis Barat, "pengawasan (scrutiny)" dari lembaga regulator seperti Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) merupakan ancaman besar bagi reputasi perusahaan. Kata "herald" sering digunakan dalam pemberitaan media untuk menggambarkan peristiwa yang menandakan perubahan besar dalam standar industri atau preseden hukum.
EN: The use of the present perfect tense ('have long been') combined with the adjective 'sceptical' indicates a state that started in the past and continues into the present, emphasizing a persistent attitude.
Bahasa Indonesia: Penggunaan present perfect tense (have long been) yang dikombinasikan dengan kata sifat "sceptical" menunjukkan keadaan yang dimulai di masa lalu dan berlanjut hingga sekarang, menekankan sikap yang sudah berlangsung lama.
Investors have long been cautious about the volatility of the tech sector.
Investor selama ini selalu bersikap hati-hati terhadap volatilitas industri teknologi.
EN: The relative clause 'who have long been sceptical of promotional claims' functions as an adjective to modify the noun 'consumers', providing essential context about which group of consumers is being discussed.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif "who have long been sceptical of promotional claims" berfungsi sebagai kata sifat yang menerangkan nomina "consumers", memberikan informasi latar belakang yang diperlukan tentang subjek yang sedang dibahas (jenis konsumen yang mana).
Students who have completed the advanced course are eligible for the internship.
Siswa yang telah menyelesaikan kursus tingkat lanjut memenuhi syarat untuk mengikuti magang.
EN: The phrase 'represents a significant step towards' is a formal way to describe progress or a milestone. 'Towards' is a preposition indicating the direction of the improvement.
Bahasa Indonesia: Frasa "represents a significant step towards" adalah ungkapan formal yang digunakan untuk menggambarkan kemajuan atau pencapaian penting. "Towards" adalah preposisi yang menunjukkan arah perbaikan.
The new policy represents a significant step towards achieving carbon neutrality.
Kebijakan baru ini merupakan langkah signifikan menuju pencapaian netralitas karbon.
EN: In Western consumer law, 'transparency' is a key regulatory concept. It refers to the requirement that businesses provide clear, accurate, and easily accessible information so consumers can make informed choices. The Australian legal system is particularly rigorous regarding 'misleading and deceptive conduct'.
Bahasa Indonesia: Dalam hukum konsumen Barat, "transparansi" (transparency) adalah konsep regulasi yang penting. Ini merujuk pada keharusan bagi bisnis untuk menyediakan informasi yang jelas, akurat, dan mudah diakses agar konsumen dapat membuat pilihan yang cerdas. Sistem hukum Australia sangat ketat dalam mengatur "tindakan yang menyesatkan dan menipu".
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: bersejarah, penting
Dalam konteks: menyesatkan, bersifat menipu
Dalam konteks: menipu, palsu
Dalam konteks: menyampaikan, mengekspresikan (suatu kesan atau pesan)
Dalam konteks: (tanggung jawab) hukum, kewajiban
Dalam konteks: penilaian, evaluasi
Dalam konteks: menaikkan (harga) secara artifisial, membuat menggelembung
Dalam konteks: preseden, yurisprudensi
Dalam konteks: asli, dapat dipercaya
Dalam konteks: membentuk, menyusun
Dalam konteks: hipotetis, andai-andai
Dalam konteks: pemeriksaan mendetail, pengawasan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To cause a very strong reaction of shock or fear to spread through a place or group of people.
Menimbulkan kegemparan, memberikan dampak yang mengejutkan
A retail pricing strategy that shows a previous higher price (was) alongside the current lower price (is) to indicate a discount.
Strategi penetapan harga "sebelumnya/sekarang"
An official organization that is responsible for checking that companies in a particular industry are following the rules.
Badan regulasi
An act of breaking a law, promise, agreement, or relationship.
Melanggar hukum