EN: The preposition 'as' is used here to state the role, identity, or status of a person. It is followed by a noun phrase ('the reigning Ballon d'Or winner') to describe the capacity in which someone performs an action.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'as' di sini digunakan untuk menunjukkan peran, identitas, atau status seseorang. Setelahnya diikuti frasa nomina ('the reigning Ballon d'Or winner') untuk menggambarkan dengan kapasitas atau kualifikasi apa seseorang melakukan suatu aktivitas.
She joined the company as a senior software engineer.
Dia bergabung dengan perusahaan ini sebagai insinyur perangkat lunak senior.
EN: The present participle 'reigning' (from the verb 'reign') is used as an adjective meaning 'currently holding a particular title or championship'.
Bahasa Indonesia: Partisipel kini 'reigning' (berasal dari kata kerja 'reign') digunakan sebagai kata sifat di sini, yang berarti 'pemegang saat ini' atau 'yang sedang menjabat', merujuk pada orang yang saat ini memegang suatu gelar atau juara.
EN: The 'Ballon d'Or' (Golden Ball) is an annual football award presented by French news magazine France Football since 1956. It is widely regarded as the most prestigious individual award for football players. The term 'reigning' indicates that the player won the most recent edition of the award prior to the tournament.
Bahasa Indonesia: 'Ballon d'Or' adalah penghargaan sepak bola tahunan yang diselenggarakan oleh majalah berita Prancis 'France Football' sejak 1956. Penghargaan ini secara luas dianggap sebagai kehormatan individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Kata 'reigning' (yang sedang memegang gelar) menunjukkan bahwa pemain tersebut baru saja memenangkan Ballon d'Or terbaru sebelum Piala Dunia tersebut digelar.
EN: The prepositional phrase 'with + noun' is used as an adverbial modifier to describe the manner in which an action is performed (how someone does something). In this sentence, 'with incredible confidence' describes how 'he played'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'with + kata benda' dapat digunakan sebagai adverbia untuk menggambarkan cara suatu tindakan dilakukan (bagaimana seseorang melakukan sesuatu). Dalam kalimat ini, 'with incredible confidence' (dengan kepercayaan diri yang luar biasa) menggambarkan keadaan dia 'bermain' (played).
She spoke with great passion during the presentation.
Dia berbicara dengan antusiasme yang besar saat presentasi.
EN: Compound adjectives are formed by joining two or more words with a hyphen (e.g., 'world-class'). They function as a single adjective to modify a noun. 'World-class' means being among the best in the world.
Bahasa Indonesia: Kata sifat majemuk dibentuk dengan menghubungkan dua kata atau lebih dengan tanda hubung (contohnya 'world-class'). Fungsinya seperti kata sifat tunggal untuk memodifikasi kata benda. 'World-class' berarti 'kelas dunia', merujuk pada berada di level tertinggi dunia.
The hotel is known for its world-class service.
Hotel ini terkenal dengan layanannya yang kelas dunia.
EN: In British English and global football (soccer) culture, the word 'pitch' is standardly used to refer to the playing field. In American English, 'field' is more commonly used.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris Britania dan budaya sepak bola global, kata 'pitch' biasanya digunakan untuk merujuk pada lapangan sepak bola. Sedangkan dalam bahasa Inggris Amerika, 'field' lebih umum digunakan.
EN: The infinitive phrase 'to secure a victory' is used as an adverbial of purpose, explaining 'why' the action of scoring was done or what it achieved. In English, 'to + verb' (infinitive) often expresses the goal or intention behind an action.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif 'to secure a victory' di sini digunakan sebagai kata keterangan, menunjukkan tujuan, untuk menjelaskan mengapa tindakan 'mencetak gol' dilakukan atau hasil apa yang dicapai oleh tindakan tersebut. Dalam bahasa Inggris, 'to + kata kerja dasar' (infinitif) sering digunakan untuk mengekspresikan tujuan atau niat di balik suatu tindakan.
She trained hard every day to win the gold medal.
Dia berlatih keras setiap hari untuk memenangkan medali emas.
EN: The preposition 'against' is commonly used in sports contexts to indicate opposition or the opponent that a team or player is competing against.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'against' sangat umum digunakan dalam konteks olahraga, untuk menunjukkan lawan atau tim yang dihadapi.
Our team will play against Spain in the finals.
Tim kami akan bertanding melawan Spanyol di final.
EN: The term 'hat-trick' originates from cricket in the late 19th century, where a bowler who took three wickets in three consecutive deliveries was presented with a hat by their club. Today, it is widely used in association football (soccer) to describe the feat of scoring three goals in a single game.
Bahasa Indonesia: Kata 'hat-trick' berasal dari olahraga kriket pada akhir abad ke-19. Saat itu, jika seorang pelem bolah mengenai tiga tiang gawang tiga kali berturut-turut, klub akan memberikan topi sebagai penghargaan. Saat ini, kata ini digunakan luas dalam sepak bola untuk menggambarkan prestasi satu orang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.
EN: The conjunction 'as' is used here to mean 'while' or 'at the same time as', showing two actions happening simultaneously. It can also imply a causal relationship ('because/since') depending on the context.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'as' di sini berarti 'ketika' atau 'sementara itu', digunakan untuk menunjukkan dua tindakan terjadi bersamaan. Berdasarkan konteks, kata ini juga dapat menyiratkan hubungan sebab-akibat ('karena').
She smiled as she waved goodbye to her friends.
Dia tersenyum sambil melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal kepada teman-temannya.
EN: The verb 'help' can be followed by a bare infinitive (verb without 'to', e.g., 'helped spearhead') or a full infinitive ('helped to spearhead'). Both structures are grammatically correct and common in modern English.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'help' (membantu) dapat diikuti oleh infinitif tanpa 'to' (yaitu kata kerja bentuk dasar, contoh: 'helped spearhead') atau infinitif dengan 'to' ('helped to spearhead'). Kedua struktur tersebut benar dan umum dalam bahasa Inggris modern.
The new software helped improve the team's productivity.
Perangkat lunak baru ini membantu meningkatkan produktivitas tim.
EN: In football (soccer) terminology, 'group games' refers to the initial round-robin stage of a tournament like the World Cup, where teams are divided into groups. 'Spearhead the attack' is a common sports metaphor meaning to lead the offensive plays of the team.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah sepak bola, 'group games' merujuk pada fase grup turnamen besar seperti Piala Dunia (sistem setengah kompetisi). 'Spearhead the attack' (memimpin serangan) adalah metafora olahraga umum yang berarti mendominasi dan memimpin serangan tim.
EN: The verb 'finish' can be followed by a direct object ('the tournament') and a prepositional phrase starting with 'with' to describe the state, condition, or accompanying achievement upon completion.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'finish' (mengakhiri/menyelesaikan) dapat diikuti oleh objek langsung (seperti 'the tournament'), dan dipadukan dengan frasa preposisi yang dipimpin oleh 'with', untuk menggambarkan keadaan, kondisi, atau pencapaian yang menyertai saat menyelesaikan sesuatu.
She finished the school year with an outstanding academic record.
Dia mengakhiri tahun ajaran dengan prestasi akademik yang sangat baik.
EN: The preposition 'of' is used here to define or specify the contents of the 'record'. It connects the noun 'record' with the specific details ('five goals and one assist').
Bahasa Indonesia: Preposisi 'of' di sini digunakan untuk mendefinisikan atau menjelaskan secara spesifik isi dari 'record' (rekor). Ia menghubungkan kata benda 'record' dengan detail spesifik ('five goals and one assist'), menunjukkan 'rekor dari...'.
He has a collection of rare stamps.
Dia memiliki koleksi perangko langka.
EN: In football (soccer) terminology, 'goals' and 'assists' are the primary individual statistics used to measure an attacking player's performance. A 'goal' is scored when the ball crosses the goal line, while an 'assist' is the final pass leading directly to a goal. In major tournaments like the World Cup, achieving a combined total of six goal contributions (5 goals, 1 assist) is considered an elite, world-class performance.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah sepak bola, 'goals' (gol) dan 'assists' (assist) adalah statistik individu utama untuk mengukur performa pemain penyerang. Ketika bola melewati garis gawang, itu disebut 'gol', sedangkan 'assist' adalah umpan terakhir yang secara langsung menghasilkan gol. Dalam turnamen besar seperti Piala Dunia, berkontribusi total enam gol (lima gol, satu assist) dianggap sebagai performa luar biasa kelas dunia.
EN: The phrasal verb 'run into' literally means to collide with, but figuratively it means to encounter an unexpected obstacle, difficulty, or opponent. In sports contexts, 'running into a wall' describes facing a defense that is extremely difficult to penetrate.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'run into' secara harfiah berarti menabrak, tetapi secara metaforis berarti menghadapi hambatan, kesulitan, atau lawan yang tidak terduga. Dalam konteks olahraga, 'running into a wall' (menabrak tembok) digunakan untuk menggambarkan menghadapi pertahanan yang sangat sulit ditembus.
The team ran into a strong opponent in the quarter-finals.
Tim itu menghadapi lawan yang kuat di perempat final.
EN: Compound verbs with a shared subject: When two actions are performed by the same subject ('France'), they can be connected by 'and' without repeating the subject ('France ran into... and [France] lost...'). This creates a more concise and cohesive sentence structure.
Bahasa Indonesia: Kata kerja majemuk dengan subjek bersama: Ketika dua tindakan dilakukan oleh subjek yang sama ('Prancis'), keduanya dapat dihubungkan dengan 'and' tanpa perlu mengulang subjek ('Prancis menghadapi... dan [Prancis] kalah...'). Ini menciptakan struktur kalimat yang lebih ringkas dan koheren.
She entered the stadium and greeted her fans.
Dia melangkah masuk ke stadion dan menyapa para penggemarnya.
EN: In football (soccer) culture, referring to a team's defense as a 'wall' (especially a 'Spanish wall' or 'Italian wall') is a common metaphor praising their highly organized, impenetrable defensive line. Additionally, scorelines like 'two-zero' are often spoken as 'two-nil' in British English and international football contexts, though 'two-zero' is also widely understood.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, menyamakan pertahanan tim dengan 'tembok' (terutama 'tembok Spanyol' atau 'tembok Italia') adalah metafora umum untuk memuji lini pertahanan yang terorganisir dan sulit ditembus. Selain itu, skor seperti 'two-zero' (dua nol) dalam bahasa Inggris Britania dan konteks sepak bola internasional sering disebut 'two-nil', tetapi 'two-zero' juga dipahami secara luas.
EN: Compound adjectives (e.g., 'ten-goal', 'third-place') are formed by combining two or more words, usually connected by a hyphen, to modify a noun. When a number is part of a compound adjective modifying a noun, the noun within the adjective (like 'goal' or 'place') remains in its singular form.
Bahasa Indonesia: Kata sifat majemuk (misalnya 'ten-goal', 'third-place') terdiri dari dua kata atau lebih, biasanya dihubungkan dengan tanda hubung, untuk menerangkan kata benda. Ketika angka menjadi bagian dari kata sifat majemuk untuk menerangkan kata benda, kata benda di dalam kata sifat tersebut (seperti 'goal' atau 'place') harus tetap dalam bentuk tunggal.
They signed a five-year contract with the new sponsor.
Mereka menandatangani kontrak lima tahun dengan sponsor baru.
EN: The adverb 'next' can be used at the end of a sentence to indicate that an event happened immediately after the previously mentioned event in a sequence.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'next' dapat diletakkan di akhir kalimat untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa terjadi tepat setelah peristiwa yang telah disebutkan sebelumnya (artinya 'berikutnya, kemudian').
We visited the museum first and went to the park next.
Kami mengunjungi museum terlebih dahulu, lalu pergi ke taman.
EN: In major football tournaments like the World Cup, the 'third-place match' (often called the bronze medal game or play-off for third place) is contested by the two losing semifinalists. While some criticize it as a meaningless exhibition match, it often produces high-scoring, 'wild' games because the teams play with less tactical pressure and more freedom.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola besar seperti Piala Dunia, 'perebutan tempat ketiga' (third-place match, sering disebut laga perebutan tempat ketiga) adalah pertandingan antara dua tim yang kalah di semifinal. Meskipun sebagian orang mengkritik ini sebagai laga eksibisi yang kurang bermakna, pertandingan ini sering menghasilkan skor tinggi, sangat menarik, dan 'gila', karena kedua tim tidak berada di bawah tekanan untuk juara, beban taktik lebih ringan, dan bermain lebih terbuka.
EN: The coordinating conjunction 'yet' is used to connect two independent clauses, showing contrast or contradiction. It has a similar meaning to 'but' but often carries a stronger sense of surprise or unexpectedness.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'yet' digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, menunjukkan kontras atau kontradiksi. Artinya mirip dengan 'but' (tetapi), tetapi biasanya membawa nuansa kejutan atau ketidakdugaan yang lebih kuat.
She studied hard for the exam, yet she did not pass.
Dia belajar giat untuk ujian, namun dia tetap tidak lulus.
EN: The adverb 'still' is used to emphasize that a situation continues to exist, especially when this is surprising or unexpected in light of other circumstances.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'still' digunakan untuk menekankan bahwa suatu keadaan masih ada, terutama ketika mempertimbangkan keadaan lain yang membuatnya tampak mengejutkan atau tidak terduga.
It was raining heavily, but they still went for a run.
Saat itu hujan deras, tetapi mereka tetap keluar untuk berlari.
EN: In English sports terminology, scores are often expressed as 'six-four' (6-4). When translating to Traditional Chinese, the losing score is usually placed second in the context of a defeat, so 'lost six-four' is translated as '以四比六落敗' to sound natural to native speakers.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah olahraga bahasa Inggris, skor biasanya dibaca langsung sebagai 'six-four' (6-4). Saat diterjemahkan ke bahasa Indonesia, jika menyebut 'kalah', bahasa Indonesia terbiasa menempatkan skor pihak yang kalah di belakang, sehingga 'lost six-four' secara alami diterjemahkan menjadi 'kalah empat-enam' agar sesuai dengan kebiasaan berbahasa penutur Indonesia.
EN: The prepositional phrase 'in [ordinal] place' is used to describe the final position or ranking of a competitor or team in a tournament or race.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'in + ordinal + place' digunakan untuk mendeskripsikan peringkat atau posisi akhir kompetitor atau tim dalam turnamen atau pertandingan.
The runner finished the marathon in third place.
Pelari itu menyelesaikan maraton dengan posisi ketiga.
EN: The present participle clause (v-ing), 'bringing...', acts as an adverbial clause of result, showing the consequence of the main clause's action.
Bahasa Indonesia: Klausa yang dipimpin oleh present participle (v-ing, seperti 'bringing...' di sini) berfungsi sebagai klausa adverbia yang menyatakan hasil, untuk menunjukkan konsekuensi atau dampak yang ditimbulkan oleh tindakan klausa utama.
The storm damaged the power lines, leaving the city in darkness.
Badai merusak saluran listrik, menyebabkan seluruh kota gelap gulita.
EN: In major football tournaments like the World Cup, finishing in fourth place is often considered a bittersweet or even painful result. While reaching the semifinals is a massive achievement, losing both the semifinal and the subsequent third-place play-off means leaving the tournament on consecutive defeats, missing out on a medal.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola besar seperti Piala Dunia, finis di posisi keempat sering dianggap sebagai hasil yang pahit-manis, bahkan menyakitkan. Meskipun mencapai semifinal adalah pencapaian besar, kalah beruntun di semifinal dan kemudian di perebutan tempat ketiga berarti tim mengakhiri turnamen dengan kekalahan beruntun dan gagal meraih medali.
EN: The Past Perfect Tense ('had' + past participle) is used to describe an action that was completed before another action or point in time in the past. In this sentence, 'had finally silenced' indicates that the silencing of critics happened prior to the realization that being brilliant was not enough.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum suatu tindakan atau titik waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, 'had finally silenced' (akhirnya membungkam) menunjukkan bahwa tindakan membungkam para kritikus terjadi sebelum menyadari bahwa hanya menjadi hebat saja tidak cukup.
By the time the tournament ended, Dembélé had already scored five goals.
Pada akhir turnamen, Dembélé telah mencetak lima gol.
EN: Gerund as Subject: A gerund (verb + -ing) can function as a noun and serve as the subject of a sentence or clause. Here, 'being brilliant' acts as the singular subject of the verb 'was'.
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai subjek: Gerund (kata kerja + -ing) dapat digunakan sebagai kata benda dan berperan sebagai subjek dalam kalimat atau klausa. Di sini, 'being brilliant' (menjadi hebat) adalah subjek tunggal dari kata kerja 'was'.
Winning the Ballon d'Or was his ultimate dream.
Memenangkan Ballon d'Or adalah mimpi utamanya.
EN: In professional football, players like Dembélé often face intense public and media scrutiny. The phrase 'silenced his critics' is a common sports idiom used when an athlete performs exceptionally well to prove doubters wrong. However, football is a team sport, and as the context shows, individual brilliance (even scoring a hat-trick or winning the Ballon d'Or) is often 'not enough' to secure team glory like the World Cup.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola profesional, pemain seperti Dembélé sering menghadapi sorotan ketat dari publik dan media. 'silenced his critics' (membungkam para kritikus) adalah ungkapan umum di dunia olahraga, untuk menggambarkan atlet yang membuktikan para peragu salah dengan penampilan yang sangat luar biasa. Namun, sepak bola adalah olahraga tim, seperti yang ditunjukkan konteks, penampilan individu yang cemerlang (bahkan mencetak hat-trick atau memenangkan Ballon d'Or) sering kali 'tidak cukup' untuk memastikan kehormatan tim seperti Piala Dunia.
EN: The Present Perfect Tense ('has learned') is used to describe an action that happened at an unspecified time in the past and has a strong connection or relevance to the present. In this context, it emphasizes that the experience he gained in the past is now a part of his character.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has learned) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu tidak spesifik di masa lalu dan memiliki kaitan atau pengaruh kuat dengan sekarang. Dalam konteks ini, ini menekankan bahwa pengalaman yang dia peroleh di masa lalu telah menjadi bagian dari karakternya saat ini.
She has learned to accept constructive criticism from her peers.
Dia telah belajar menerima kritik membangun dari rekan-rekannya.
EN: The correlative conjunction 'both... and...' is used to join two grammatical elements of equal importance (in this case, two noun phrases: 'public mockery' and 'deep heartbreak'). It emphasizes that both elements are equally applicable.
Bahasa Indonesia: Konjungsi korelatif 'both... and...' (baik... maupun...) digunakan untuk menghubungkan dua elemen yang setara secara gramatikal (di sini dua frasa nomina: 'public mockery' dan 'deep heartbreak'). Ini menekankan bahwa kedua elemen tersebut sama-sama berlaku dan berdampingan.
The program is designed to improve both reading and writing skills.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis sekaligus.
EN: In professional football, elite players like Dembélé are constantly under intense media scrutiny and public pressure. The phrase 'public mockery' refers to the harsh criticism and memes shared by fans and media when a high-profile player underperforms or suffers from frequent injuries, highlighting the psychological resilience required in modern sports.
Bahasa Indonesia: Dalam dunia sepak bola profesional, pemain top seperti Dembélé sering menghadapi pengawasan ketat media dan tekanan publik. 'Public mockery' (ejekan publik) merujuk pada kritik keras dan olok-olok meme dari penggemar dan media ketika pemain terkenal tampil buruk atau sering cedera, yang menunjukkan ketangguhan psikologis yang kuat yang harus dimiliki atlet modern.
EN: The word 'neither' is a determiner used to refer to 'not one and not the other' of two things. When used as a determiner before a singular countable noun ('obstacle'), it takes a singular verb ('has').
Bahasa Indonesia: 'Neither' adalah determiner yang digunakan untuk merujuk pada 'bukan yang satu maupun yang lain' (keduanya tidak). Ketika digunakan sebagai determiner yang memodifikasi kata benda tunggal yang dapat dihitung (seperti obstacle dalam kalimat ini), setelahnya harus diikuti kata kerja tunggal (seperti has).
Neither plan has been approved by the committee.
Kedua rencana ini tidak mendapat persetujuan dari komite.
EN: The present perfect tense ('has ever stopped') is used here with 'ever' to describe an experience or state that has (or in this case, has not) occurred up to the present moment in the subject's life.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has ever stopped) di sini digunakan bersama 'ever' (pernah) untuk menggambarkan hingga saat ini, dalam karier atau kehidupan subjek, apakah suatu pengalaman atau keadaan tertentu pernah terjadi (di sini 'tidak pernah').
No challenge has ever stopped her from achieving her goals.
Tidak ada tantangan yang pernah menghalanginya mencapai tujuannya.
EN: In professional sports, especially European football, players face immense public scrutiny and media mockery. The phrase 'football journey' encapsulates not just the physical matches, but the psychological resilience required to survive career-threatening injuries, transfer sagas, and intense criticism from fans and pundits.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga profesional (terutama sepak bola Eropa), pemain menghadapi tekanan opini publik yang sangat besar dan ejekan media. Frasa 'football journey' (perjalanan sepak bola/karier sepak bola) dalam kalimat ini tidak hanya merujuk pada pertandingan demi pertandingan, tetapi juga melambangkan ketangguhan mental yang kuat yang harus dimiliki pemain ketika menghadapi cedera yang dapat mengakhiri karier, gejolak transfer, serta kritik tajam dari penggemar dan komentator.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Saat ini, yang memegang gelar (merujuk pada orang yang saat ini memegang gelar juara atau penghargaan)
Dalam konteks: Memimpin, menjadi pelopor (memimpin serangan atau tindakan)
Dalam konteks: Mengesankan, luar biasa
Dalam konteks: Membuat (kritikus) diam, meredam (keraguan)
Dalam konteks: Kritikus, penentang
Dalam konteks: Ejekan, cemoohan
Dalam konteks: Kesedihan yang mendalam, pengalaman yang memilukan
Dalam konteks: Hambatan, rintangan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
The scoring of three goals in one game by a single player
Hat-trick (mencetak tiga gol dalam satu pertandingan)
To experience a sudden delay or barrier to progress; to face an insurmountable obstacle
Menabrak tembok, menghadapi rintangan besar
A single match played to decide which competitor or team finishes in third place (the bronze medal winner)
Perebutan tempat ketiga