EN: The phrasal verb 'grow up' means to spend one's childhood and mature into an adult. In this sentence, it is used in the simple past tense ('grew up') to describe a completed action in the past.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'grow up' berarti 'tumbuh besar, berkembang', merujuk pada proses melewati masa kanak-kanak dan menjadi dewasa. Dalam kalimat ini, frasa tersebut digunakan dalam bentuk lampau sederhana 'grew up' untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai di masa lalu.
She grew up in a small town before moving to the big city.
Dia dibesarkan di sebuah kota kecil sebelum pindah ke kota besar.
EN: The preposition 'with' is used here to indicate possession or having a particular characteristic or quality (in this case, 'a very rare gift').
Bahasa Indonesia: Preposisi 'with' di sini digunakan untuk menunjukkan 'memiliki, mempunyai' suatu ciri atau bakat (dalam kalimat ini merujuk pada 'bakat yang sangat langka').
He is a talented musician with a natural ear for melody.
Dia adalah seorang musisi yang sangat berbakat, secara alami memiliki pendengaran yang tajam terhadap melodi.
EN: Normandy is a historic region in northern France, known for its picturesque countryside, coastline, and rich history. In football context, France has one of the world's most successful youth development systems, producing world-class talents like Dembélé from various regions across the country.
Bahasa Indonesia: Normandia adalah wilayah bersejarah di utara Prancis, terkenal dengan pemandangan pedesaannya yang indah, garis pantai, dan sejarahnya yang kaya. Dalam konteks sepak bola, Prancis memiliki salah satu sistem pembinaan usia muda paling sukses di dunia, yang terus-menerus melahirkan bakat kelas dunia seperti Ousmane Dembélé dari seluruh penjuru negeri.
EN: The verb 'tell' is used here to mean 'distinguish' or 'know for certain' rather than 'speak' or 'inform'. It is commonly paired with 'can' or 'could' in negative sentences or questions to express the difficulty of identifying something.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'tell' di sini berarti 'membedakan' atau 'mengetahui secara pasti', bukan 'berbicara' atau 'memberi tahu'. Kata ini biasanya digunakan dengan 'can' atau 'could', terutama dalam kalimat negatif atau interogatif, untuk menyatakan kesulitan dalam membedakan sesuatu.
The twins look so similar that I can never tell which is which.
Si kembar ini wajahnya sangat mirip, saya selalu tidak bisa membedakan siapa siapa.
EN: The noun clause 'which foot was his stronger one' acts as the direct object of the verb 'tell'. It is introduced by the interrogative determiner 'which', followed by the noun 'foot' and a standard subject-verb word order.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina 'which foot was his stronger one' adalah objek langsung dari kata kerja 'tell'. Klausa ini dipimpin oleh determiner interogatif 'which', diikuti oleh nomina 'foot', dan mempertahankan urutan subjek-kata kerja standar (pertanyaan tidak langsung).
She asked me which book was my favorite.
Dia bertanya kepada saya buku mana yang paling saya sukai.
EN: In British English and global football (soccer) terminology, 'pitch' is the standard word for the playing field, whereas American English speakers would typically refer to it as a 'field'. Being 'two-footed' (equally skilled with both feet) is an extremely rare and highly prized asset in professional football.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris Britania dan istilah sepak bola global, 'pitch' adalah sebutan standar untuk lapangan, sedangkan bahasa Inggris Amerika biasanya menyebutnya 'field'. Dalam sepak bola profesional, kemampuan menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya ('kaki dua-duanya') adalah keuntungan yang sangat langka dan bernilai tinggi.
EN: The prepositional phrase 'At [age]' is a concise way to express 'at the age of [age]'. It is commonly used at the beginning of a sentence to establish the time frame of an event.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'At [usia]' adalah bentuk ringkas dari 'at the age of [usia]' (pada usia ...). Sering digunakan di awal kalimat untuk menetapkan latar waktu terjadinya peristiwa.
At eighteen, she left her hometown to study in London.
Pada usia delapan belas tahun, dia meninggalkan kampung halamannya untuk belajar di London.
EN: The to-infinitive ('to show') is used here as an adverbial of purpose, explaining 'why' he completed the brilliant season (in order to show his talent).
Bahasa Indonesia: Infinitif (to + kata kerja dasar, di sini 'to show') digunakan sebagai frasa keterangan tujuan, menjelaskan 'alasan' dia menyelesaikan musim yang gemilang (untuk menunjukkan bakatnya).
He practiced every day to improve his skills.
Dia berlatih setiap hari untuk meningkatkan kemampuannya.
EN: In European football, Germany's Bundesliga is highly regarded as an excellent league for developing young, raw talents. Dembélé's 'one brilliant season' refers to his time at Borussia Dortmund (2016-2017), which immediately caught the attention of global giants like Barcelona.
Bahasa Indonesia: Di dunia sepak bola Eropa, Bundesliga Jerman diakui sebagai tempat yang sangat baik untuk mengembangkan pemain muda berbakat. 'Musim yang cemerlang' dari Dembélé merujuk pada periode ia bermain untuk Dortmund (2016-2017), penampilan gemilang ini segera menarik perhatian klub-klub besar dunia seperti Barcelona.
EN: The structure 'pay [amount] for someone to do something' uses an infinitive clause ('to replace...') introduced by 'for [object]' to express the purpose or intended result of the payment.
Bahasa Indonesia: Struktur 'pay [jumlah] for someone to do something' (membayar [jumlah] untuk seseorang melakukan sesuatu) menggunakan klausa infinitif (to replace...) yang dipandu oleh 'for + objek' untuk menunjukkan tujuan atau hasil yang diharapkan dari pembayaran tersebut.
The company paid thousands of dollars for him to attend the training program.
Perusahaan membayar ribuan dolar untuknya mengikuti program pelatihan itu.
EN: The preposition 'over' is used before a number to mean 'more than' or 'in excess of'.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'over' ditempatkan sebelum angka untuk menunjukkan 'lebih dari' atau 'melebihi' jumlah tertentu.
She has lived in this city for over ten years.
Dia sudah tinggal di kota ini selama lebih dari sepuluh tahun.
EN: This sentence refers to one of the most expensive football transfers in history. In 2017, Barcelona signed Ousmane Dembélé from Borussia Dortmund to replace the Brazilian superstar Neymar, who had just left for Paris Saint-Germain for a record-breaking fee.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini merujuk pada salah satu transfer termahal dalam sejarah sepak bola. Pada tahun 2017, Barcelona merekrut Ousmane Dembélé dari Dortmund untuk menggantikan bintang Brasil Neymar yang baru saja pindah ke Paris Saint-Germain dengan biaya transfer rekor.
EN: This sentence uses 'Full Inversion' (or locative inversion) where the subject and the verb swap places after an adverb of time or place (Then). The structure is 'Adverb + Verb + Subject'. This is used in literary or narrative styles to create suspense or a dramatic effect.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan 'Inversi Penuh' (Full Inversion). Ketika kata keterangan waktu atau tempat (seperti Then) diletakkan di awal kalimat, posisi subjek dan kata kerja akan bertukar. Strukturnya adalah 'Kata keterangan + Kata kerja + Subjek'. Ini sering digunakan dalam karya sastra atau narasi untuk menciptakan ketegangan atau efek dramatis.
Then came the long-awaited rain, washing away the dust.
Lalu datanglah hujan yang telah lama dinantikan, membersihkan debu.
EN: The phrase 'repeating season after season' is a participle clause functioning as an adjective modifying 'the painful injuries'. The present participle 'repeating' is used because the injuries themselves are performing the action of repeating (active voice).
Bahasa Indonesia: Frasa 'repeating season after season' adalah klausa partisipel (Participle Clause), di sini berfungsi sebagai adjektiva yang memodifikasi 'the painful injuries' (cedera yang menyakitkan). Penggunaan present participle 'repeating' karena cedera itu sendiri secara aktif menunjukkan keadaan yang berulang (kalimat aktif).
The children ran out of the school, laughing and shouting.
Anak-anak berlari keluar dari sekolah, sambil tertawa dan berteriak.
EN: The verb 'call' can take an object followed by an object complement (noun or adjective) to describe or define the object. In the pattern 'call + object + adjective(s)', the adjectives describe the state or characteristics attributed to the object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'call' (menyebut) dapat diikuti oleh objek dan pelengkap objek (dapat berupa kata benda atau kata sifat), digunakan untuk mendeskripsikan atau mendefinisikan objek tersebut. Dalam struktur 'call + objek + kata sifat', kata sifat digunakan untuk mendeskripsikan keadaan atau karakteristik yang diberikan pada objek tersebut.
The manager called the project successful and innovative.
Manajer menyebut proyek ini sukses dan inovatif.
EN: The preposition 'during' is used to indicate that something happens within a particular period of time. It is followed by a noun phrase representing a duration or an event.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'during' (selama) digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu terjadi dalam periode waktu tertentu. Setelahnya diikuti oleh frasa kata benda yang mewakili periode waktu atau peristiwa.
She remained calm during the difficult interview.
Selama proses wawancara yang sulit, dia tetap tenang.
EN: The word 'everywhere' can function as a subordinating conjunction meaning 'in or to every place that'. It introduces an adverbial clause of place, showing that the action in the main clause happens in all locations where the action in the dependent clause occurs. In this sentence, 'everywhere he went' modifies the verb 'followed'.
Bahasa Indonesia: 'everywhere' dapat digunakan sebagai konjungsi subordinatif, yang berarti 'di/ke mana pun', untuk memimpin klausa keterangan tempat (klausa adverbia). Ini berarti tindakan klausa utama akan terjadi di semua tempat yang dicakup oleh tindakan klausa subordinatif. Dalam kalimat ini, 'everywhere he went' memodifikasi verba 'followed'.
Everywhere she goes, she brings her favorite camera.
Ke mana pun dia pergi, dia selalu membawa kamera favoritnya.
EN: The use of quotation marks around 'wasted talent' indicates a specific phrase or label that was commonly associated with the person. In this context, 'the words' acts as the head noun, and 'wasted talent' is an appositive phrase specifying what those words were.
Bahasa Indonesia: Penggunaan tanda kutip tunggal di kedua sisi 'wasted talent' menunjukkan bahwa ini adalah kata atau label tertentu yang sering dikaitkan dengan orang tersebut. Dalam konteks ini, 'the words' adalah kata benda inti, dan 'wasted talent' adalah aposisi yang menjelaskan secara spesifik kata-kata apa itu.
The term 'glass ceiling' refers to an invisible barrier to advancement.
Istilah 'langit-langit kaca' merujuk pada hambatan tak terlihat yang dihadapi dalam promosi jabatan.
EN: In sports media, the label 'wasted talent' is a heavy burden often placed on young players who fail to meet high expectations due to injuries or perceived behavioral issues. It reflects the intense public pressure and quick judgments in modern football culture, where a player's career narrative can be prematurely written off by critics.
Bahasa Indonesia: Di media olahraga, 'bakat yang terbuang' (wasted talent) adalah label berat yang sering dilekatkan pada pemain muda yang gagal memenuhi harapan tinggi publik karena cedera atau dianggap memiliki masalah disiplin. Ini mencerminkan tekanan opini publik yang sangat besar dan kecenderungan untuk cepat mengambil kesimpulan dalam budaya sepak bola modern, di mana karier pemain sering kali diingkari oleh komentator terlalu dini.
EN: The past perfect tense ('had' + past participle, or implied in reported speech/past thoughts like 'was already over') is used to describe an action that was completed before another action in the past. In this sentence, 'decided' is the main past action, and 'was already over' represents a state that had already occurred prior to or at that moment of decision.
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau sempurna (atau keadaan 'sudah berakhir' yang dinyatakan dengan bentuk lampau dalam kalimat tidak langsung atau pikiran lampau) digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang telah selesai sebelum suatu tindakan di masa lampau. Dalam kalimat ini, 'decided' (memutuskan) adalah tindakan lampau utama, dan 'was already over' (sudah berakhir) menunjukkan keadaan yang sudah terjadi pada atau sebelum saat keputusan itu dibuat.
She realized that the train had already left when she arrived at the station.
Ketika dia tiba di stasiun, dia menyadari kereta sudah berangkat.
EN: The adverb 'barely' means 'only just' or 'scarcely'. It is used to emphasize that someone or something only just reached a certain age, limit, or state, highlighting how young or close to the limit it was.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'barely' berarti 'hanya' atau 'hampir tidak'. Ini digunakan untuk menekankan bahwa seseorang atau sesuatu baru saja mencapai usia, batas, atau keadaan tertentu, dan di sini digunakan untuk menyoroti betapa mudanya dia saat itu.
He was barely eighteen when he started his own business.
Ketika dia mendirikan perusahaannya sendiri, dia baru berusia delapan belas tahun.
EN: In professional football (soccer), players are often expected to peak in their mid-to-late twenties. Labeling a player's career as 'over' at twenty-five reflects the intense, sometimes premature pressure and high expectations placed on young talents in modern sports media.
Bahasa Indonesia: Di dunia sepak bola profesional, pemain biasanya diharapkan mencapai puncak performa di pertengahan hingga akhir usia dua puluhan. Menilai karier seorang pemain 'berakhir' di usia dua puluh lima tahun mencerminkan tekanan opini publik yang besar dan terkadang terlalu dini serta ekspektasi tinggi yang diberikan media olahraga modern kepada talenta muda.
EN: The verb 'move' is used transitively with the pattern 'move someone/something into something' to describe transitioning or relocating someone to a new position, role, or category.
Bahasa Indonesia: Kata kerja transitif 'move' sering digunakan dengan struktur 'move someone/something into something' untuk menggambarkan pemindahan seseorang atau sesuatu ke posisi, peran, atau kategori baru.
The manager moved Sarah into the marketing department.
Manajer memindahkan Sarah ke departemen pemasaran.
EN: Prepositional phrases of place (e.g., 'At Paris Saint-Germain') can be placed at the beginning of a sentence for emphasis or to set the scene, usually followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi yang menunjukkan tempat (misalnya 'At Paris Saint-Germain') dapat ditempatkan di awal kalimat untuk penekanan atau memberikan latar belakang, biasanya diikuti dengan koma.
EN: Paris Saint-Germain (PSG) is France's most successful modern football club. Luis Enrique, a highly tactical Spanish coach, famously moved Dembélé from his traditional wide winger position into a 'central role' (often as a playmaker or false nine) to maximize his creativity and influence on the game.
Bahasa Indonesia: Paris Saint-Germain (PSG) adalah klub sepak bola paling sukses di Prancis modern. Luis Enrique adalah pelatih kepala asal Spanyol dengan pemikiran taktis yang sangat tajam. Ia terkenal karena memindahkan Dembélé dari posisi sayap tradisional ke 'peran sentral' (biasanya sebagai playmaker atau false nine) untuk memaksimalkan kreativitas dan pengaruhnya di lapangan.
EN: Adverbs of manner (like 'freely') describe how an action is performed. They are typically formed by adding '-ly' to an adjective and usually follow the main verb or the direct object.
Bahasa Indonesia: Adverbia cara (seperti 'freely') digunakan untuk menggambarkan cara suatu tindakan dilakukan. Biasanya dibentuk dengan menambahkan '-ly' pada akhir kata sifat, dan umumnya ditempatkan setelah kata kerja utama atau objek langsung.
She speaks English fluently after living in London for a year.
Setelah tinggal di London selama satu tahun, dia bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.
EN: Prepositional phrases (like 'After this major change') can function as adverbials of time or circumstance. When placed at the beginning of a sentence, they are usually followed by a comma to set the scene.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional (seperti 'After this major change') dapat berfungsi sebagai keterangan adverbial untuk waktu atau situasi. Jika diletakkan di awal kalimat, biasanya diikuti koma untuk menjelaskan latar belakang.
After the long meeting, the team finally reached a decision.
Setelah rapat panjang berakhir, tim akhirnya mengambil keputusan.
EN: In football (soccer) culture, a 'winger' is a key attacking player who operates along the sidelines. Scoring 'freely' indicates a period of high confidence and peak form, often unlocked by a tactical shift from the manager, which is highly celebrated by fans and media.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, 'winger' (sayap) adalah pemain penyerang kunci yang bergerak terutama di sepanjang garis samping. Sedangkan 'mencetak gol dengan bebas' (scored freely) menunjukkan pemain berada dalam kondisi percaya diri yang sangat tinggi dan puncak performa, yang biasanya disebabkan oleh potensi yang dilepaskan oleh penyesuaian taktik pelatih kepala, dan ini akan mendapat pujian besar dari penggemar dan media.
EN: The Simple Past Tense is used to describe completed actions in the past. In this sentence, 'won' (irregular past of 'win') and 'lifted' (regular past of 'lift') are compound verbs sharing the same subject 'he', connected by the coordinating conjunction 'and'.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai di masa lalu. Dalam kalimat ini, 'won' (bentuk lampau tidak beraturan dari win) dan 'lifted' (bentuk lampau beraturan dari lift) adalah kata kerja majemuk yang dihubungkan oleh konjungsi koordinatif 'and', keduanya berbagi subjek yang sama 'he'.
In 2022, she graduated from university and started her first job.
Pada tahun 2022, dia lulus dari universitas dan memulai pekerjaan pertamanya.
EN: The definite article 'the' is used before specific, unique nouns, such as names of famous trophies or competitions (e.g., 'the Champions League', 'the prestigious Ballon d'Or').
Bahasa Indonesia: Artikel definit 'the' digunakan sebelum kata benda yang spesifik dan unik, misalnya nama piala atau turnamen terkenal (seperti 'the Champions League' Liga Champions, 'the prestigious Ballon d'Or' Ballon d'Or yang prestisius).
He dreamed of winning the World Cup one day.
Dia bermimpi suatu hari nanti bisa memenangkan Piala Dunia.
EN: The 'Champions League' (UEFA Champions League) is Europe's most prestigious club football tournament. The 'Ballon d'Or' (Golden Ball) is an annual football award presented by French news magazine France Football, widely regarded as the most prestigious individual award for football players. 'Lifting' a trophy is a common English idiom for winning a championship.
Bahasa Indonesia: 'Champions League' (Liga Champions) adalah kompetisi klub sepak bola tahunan paling bergengsi di Eropa. 'Ballon d'Or' (Bola Emas) adalah penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh majalah Prancis 'France Football' dan diakui sebagai penghargaan individu tertinggi di dunia sepak bola. Dalam bahasa Inggris, ungkapan 'lift a trophy' (mengangkat piala) sering digunakan untuk menggambarkan secara kiasan tindakan memenangkan gelar juara.
EN: The Past Perfect Tense (had + past participle) is used to describe an action that was completed before another point or action in the past. In this narrative context, it emphasizes that his transformation was fully completed by the time he won the Ballon d'Or in 2025.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang telah selesai sebelum titik waktu atau tindakan tertentu di masa lalu. Dalam konteks naratif ini, tenses ini menekankan bahwa pada saat dia memenangkan Ballon d'Or pada tahun 2025, transformasinya telah sepenuhnya tercapai.
By the time the coach arrived, the team had already finished their warm-up.
Tim telah menyelesaikan pemanasan sebelum pelatih tiba.
EN: The phrasal verb 'transform into' means to undergo a complete change in form, appearance, or character to become something else. It is followed by a noun phrase representing the final state.
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'transform into' berarti berubah secara menyeluruh dalam penampilan, rupa, atau karakter sehingga menjadi hal yang lain. Frasa ini diikuti oleh frasa nomina yang menunjukkan keadaan akhir.
With hard work, the small startup transformed into a global enterprise.
Berkat kerja keras, perusahaan rintisan kecil ini berubah menjadi perusahaan global.
EN: The term 'wasted talent' is a heavy label in professional sports, especially football (soccer), where young prodigies face immense pressure. Dembélé's redemption arc—from being criticized for his lifestyle and injuries to winning the Ballon d'Or (the most prestigious individual award in football)—is a classic sporting narrative of resilience and silencing critics.
Bahasa Indonesia: 'wasted talent' (bakat yang terbuang) adalah label yang sangat berat di dunia olahraga profesional (terutama sepak bola), para pemain muda berbakat sering menanggung tekanan yang sangat besar. Jalan penebusan Dembélé——dari dikritik karena gaya hidup dan cedera, hingga akhirnya memenangkan Ballon d'Or (penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola)——adalah kisah inspiratif olahraga klasik tentang ketangguhan dan membalas keraguan dengan kemampuan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: langka, berharga
Dalam konteks: bakat, kemampuan alami
Dalam konteks: menggantikan, mengganti
Dalam konteks: keras, tajam, pedas
Dalam konteks: kritikus, pengkritik
Dalam konteks: tidak profesional, tidak etis
Dalam konteks: hanya, baru saja
Dalam konteks: bergengsi, terhormat
Dalam konteks: berubah total, bertransformasi
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A person with great natural ability who does not achieve their potential.
Bakat yang terbuang, orang yang tidak mencapai potensinya
On the football (soccer) field.
Di lapangan sepak bola
To change completely into something or someone else.
Berubah menjadi, bertransformasi menjadi