Marie Curie: A Light in the DarkMarie Curie: Cahaya dalam Kegelapan
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Marie chose to investigate the mysterious rays emitted by uranium for her PhD.
Marie memilih untuk meneliti sinar misterius yang dipancarkan oleh uranium untuk gelar PhD-nya.
#2
Working in a cold and leaky shed that served as their laboratory, she and Pierre made incredible discoveries.
Bekerja di sebuah gubuk yang dingin dan bocor yang berfungsi sebagai laboratorium mereka, dia dan Pierre membuat penemuan yang luar biasa.
#3
They discovered two new elements, polonium and radium, pushing the boundaries of science.
Mereka menemukan dua elemen baru, polonium dan radium, mendorong batas-batas sains.
#4
it glowed in the dark, illuminating their laboratory with an eerie light.
Ia bersinar dalam kegelapan, menerangi laboratorium mereka dengan cahaya yang aneh.
#5
In 1903, Marie became the first woman to win a Nobel Prize, a truly unprecedented achievement.
Pada tahun 1903, Marie menjadi wanita pertama yang memenangkan Hadiah Nobel, sebuah pencapaian yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.
#6
She shared the prize with Pierre for their groundbreaking work on radioactivity, changing the world forever.
Dia berbagi hadiah tersebut dengan Pierre atas karya terobosan mereka dalam radioaktivitas, yang mengubah dunia selamanya.
#7
The scientific community was shocked by the decision, and many people didn't believe a woman could accomplish such a feat.
Komunitas ilmiah terkejut dengan keputusan tersebut, dan banyak orang tidak percaya seorang wanita bisa mencapai prestasi seperti itu.
#8
Despite the prejudice, their work was undeniable, and recognition was finally given.
Terlepas dari prasangka yang ada, pekerjaan mereka tidak dapat disangkal, dan pengakuan akhirnya diberikan.
#9
Tragedy struck in 1906 when Pierre was killed in a street accident, leaving Marie devastated by grief.
Tragedi terjadi pada tahun 1906 ketika Pierre tewas dalam kecelakaan jalan raya, meninggalkan Marie yang terpukul oleh kesedihan.
#10
Despite her immense sorrow, Marie refused to abandon their research and her passion for science.
Terlepas dari kesedihannya yang mendalam, Marie menolak untuk meninggalkan penelitian mereka dan hasratnya terhadap sains.
#11
She took over Pierre's teaching position at the Sorbonne, breaking barriers and inspiring future generations.
Dia mengambil alih posisi mengajar Pierre di Sorbonne, mendobrak hambatan dan menginspirasi generasi mendatang.
#12
Marie became the first woman to teach at the Sorbonne, proving her strength and determination to the world.
Marie menjadi wanita pertama yang mengajar di Sorbonne, membuktikan kekuatan dan tekadnya kepada dunia.
#13
In 1911, Marie Curie achieved an unprecedented feat: she won a second Nobel Prize, this time in chemistry.
Pada tahun 1911, Marie Curie mencapai prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya: dia memenangkan Hadiah Nobel kedua, kali ini di bidang kimia.
#14
No one had ever won two Nobel Prizes in different sciences before, solidifying her place in history.
Belum pernah ada orang yang memenangkan dua Hadiah Nobel di bidang sains yang berbeda sebelumnya, yang memperkokoh posisinya dalam sejarah.
#15
Her research led to the development of medical X-rays, which saved millions of lives during World War I and beyond.
Penelitiannya mengarah pada pengembangan sinar-X medis, yang menyelamatkan jutaan nyawa selama Perang Dunia I dan setelahnya.
#16
Marie Curie's legacy lives on, and she remains one of the most important and influential scientists in history.
Warisan Marie Curie tetap hidup, dan ia tetap menjadi salah satu ilmuwan paling penting dan berpengaruh dalam sejarah.