EN: Present Perfect Passive ('has been named'): Used to describe an action that occurred at an unspecified time in the past and carries relevance to the present, focusing on the receiver of the action rather than the doer.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif present perfect (has been named): strukturnya adalah 'has/have + been + past participle', digunakan untuk menekankan penerima tindakan, menunjukkan peristiwa pasif yang telah selesai pada waktu yang tidak spesifik di masa lalu dan masih berdampak pada masa kini.
The movie has been named the best film of the year.
Film ini telah dinobatkan sebagai film terbaik tahun ini.
EN: Reporting Clause at the End ('a new survey shows'): In news writing, attributing phrases like 'a survey shows' or 'experts say' are often placed at the end of a sentence for stylistic variety and to prioritize the most important finding.
Bahasa Indonesia: Klausa kutipan di akhir kalimat (a new survey shows): Dalam bahasa Inggris berita, sumber laporan atau kutipan (seperti a survey shows, experts say) sering ditempatkan di akhir kalimat, tujuannya agar temuan atau kutipan inti yang paling penting disajikan terlebih dahulu, memperkuat fokus berita.
Walking daily improves cardiovascular health, studies show.
Penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki setiap hari dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
EN: In Western workplace culture, 'passive-aggressive' communication refers to expressing negative feelings, frustration, or subtle condescension indirectly rather than openly. Phrases like 'Just to be clear' or 'Per my last email' sound superficially polite, but often imply that the recipient failed to read carefully or understand simple instructions.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Barat, 'passive-aggressive' (agresif pasif) berarti tidak marah secara langsung, melainkan menggunakan kata-kata yang tampak sopan dan sesuai norma untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau merendahkan orang lain secara tidak langsung. Misalnya 'Just to be clear' (biar saya perjelas) atau 'Per my last email' (seperti email saya sebelumnya) secara permukaan terlihat profesional, tetapi makna tersiratnya sering kali menyindir lawan bicara tidak membaca dengan teliti atau kurang memahami.
EN: Passive Voice with Phrasal Verbs: 'was carried out by' uses the past simple passive ('was' + past participle) of the phrasal verb 'carry out' (meaning to conduct or execute). When turning a phrasal verb into the passive voice, the preposition ('out') stays immediately attached to the verb, followed by 'by' to indicate the agent.
Bahasa Indonesia: Bentuk pasif dari frasa verba: 'was carried out by' menggunakan pasif simple past (was + past participle), dengan verba berupa frasa 'carry out' (melaksanakan, melakukan). Dalam bentuk pasif, preposisi frasa (out) harus langsung mengikuti verba, lalu ditambah 'by' untuk menunjukkan pelaku.
The scientific experiment was carried out by a team of researchers.
Eksperimen ilmiah ini dilakukan oleh sekelompok peneliti.
EN: Appositive with a Relative Clause: ', a company which checks...' uses an appositive noun phrase ('a company') to rename 'ZeroBounce', followed by a defining relative clause introduced by 'which' to explain what the company does.
Bahasa Indonesia: Kombinasi aposisi dan klausa relatif: 「, a company which checks...」 menggunakan frasa nomina 'a company' sebagai aposisi dari 'ZeroBounce' untuk melengkapi identitas, kemudian diikuti oleh klausa relatif yang dipimpin oleh kata ganti relatif 'which', yang memodifikasi dan menjelaskan fungsi bisnis perusahaan tersebut.
We visited Spotify, a platform which streams music worldwide.
Kami mengunjungi Spotify, sebuah platform streaming musik di seluruh dunia.
EN: In corporate and media communications, companies often conduct surveys on workplace culture or habits (like passive-aggressive email phrases) as a form of PR and content marketing. This brings public attention and credibility to their core services—such as email validation in the case of ZeroBounce.
Bahasa Indonesia: Dalam PR perusahaan dan media, perusahaan layanan teknologi sering melakukan pemasaran konten (PR/Content Marketing) dengan menerbitkan survei menarik tentang budaya atau kebiasaan di tempat kerja (misalnya, penggunaan bahasa email yang pasif-agresif), sehingga meningkatkan perhatian publik dan mempromosikan bisnis inti mereka (misalnya, layanan verifikasi email yang disediakan oleh ZeroBounce).
EN: The pattern 'choose A as B' means to select person/thing A to serve in the role of B. 'As' is a preposition functioning to introduce the role, function, or status assigned to the object.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'choose A as B' berarti 'memilih A sebagai B'. 'as' adalah preposisi, diikuti oleh frasa nomina, yang berfungsi untuk menunjukkan peran, identitas, atau kedudukan yang diemban oleh objek.
The committee chose Sarah as the new team leader.
Komite memilih Sarah sebagai pemimpin tim yang baru.
EN: In the relative clause 'the one [they dislike most]', the relative pronoun 'that' or 'which' is omitted because it functions as the direct object of the verb 'dislike'. In informal and semi-formal English, object relative pronouns are commonly omitted.
Bahasa Indonesia: Dalam klausa relatif 'the one [they dislike most]', karena kata ganti relatif (that atau which) berfungsi sebagai objek dari kata kerja dislike dalam klausa tersebut, maka secara konvensional dihilangkan. Penghilangan ini sangat umum dalam bahasa Inggris sehari-hari dan penulisan berita.
This is the song she listens to every morning.
Ini adalah lagu yang dia dengarkan setiap pagi.
EN: Surveys analyzing 'passive-aggressive' workplace communication reflect modern corporate anxieties around tone in written messages like emails and Slack chats. Phrases that seem polite on the surface can be perceived as sarcastic or condescending, making email etiquette a frequent topic of debate in English-speaking workplaces.
Bahasa Indonesia: Survei tentang bahasa "agresif pasif (passive-aggressive)" di tempat kerja mencerminkan sensitivitas karyawan perusahaan modern terhadap nada dalam email dan aplikasi komunikasi kerja. Banyak ungkapan bisnis yang tampak sopan sering ditafsirkan sebagai sindiran halus atau sikap merendahkan, sehingga etika email sering menjadi topik diskusi luas dalam budaya kerja di negara-negara berbahasa Inggris.
EN: The verb 'come' followed by an ordinal number (e.g., 'came second', 'came first') is used to express ranking or position in a competition, race, or survey.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "come" yang diikuti oleh bilangan ordinal (seperti "came second" berada di posisi kedua, "came first" berada di posisi pertama) sering digunakan untuk menyatakan peringkat dalam kompetisi, peringkat, atau survei.
Our school team came third in the national science competition.
Tim perwakilan sekolah kami meraih peringkat ketiga dalam kompetisi sains nasional.
EN: The intransitive verb 'tie' combined with the preposition 'with' means to achieve the exact same score, rank, or result as someone or something else.
Bahasa Indonesia: Kata kerja intransitif "tie" digunakan dengan preposisi "with", yang berarti "seri dengan..." atau "sejajar dengan... (peringkat atau skor yang sama)".
She tied with her classmate for the highest exam score.
Dia mendapat nilai tertinggi bersama dengan teman sekelasnya.
EN: Phrases like 'per my last email' and 'as previously discussed' are quintessential examples of workplace passive-aggression in English-speaking offices. Although syntactically neutral and professional, they implicitly signal: 'You didn't read what I wrote' or 'I already told you this, stop wasting my time.'
Bahasa Indonesia: 'Per my last email' (sebagaimana disebutkan dalam email saya sebelumnya) dan 'as previously discussed' (sebagaimana telah dibahas sebelumnya) adalah ungkapan 'pasif-agresif' (passive-aggressive) yang sangat representatif di lingkungan kerja berbahasa Inggris. Meskipun secara harfiah terdengar sopan dan profesional, makna tersiratnya sering kali adalah 'kamu tidak benar-benar membaca email saya' atau 'saya sudah bilang dari dulu, jangan buang waktu saya'.
EN: A non-defining relative clause (introduced by a comma and 'which') gives extra, non-essential information about the preceding noun phrase ('for future reference' and 'kindly note'). It does not restrict the meaning, but simply adds detail.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif (dipimpin oleh koma dan which) digunakan untuk menambahkan informasi tambahan yang tidak mutlak diperlukan pada frasa nomina di depannya ('for future reference' dan 'kindly note'). Klausa ini tidak membatasi ruang lingkup nomina, hanya memberikan penjelasan tambahan.
He sent an attachment, which was downloaded by thousands of users.
Dia mengirim lampiran, yang diunduh oleh ribuan pengguna.
EN: Passive Voice in Past Simple ('were chosen'): Formed with 'were' + past participle ('chosen'). It emphasizes the action and the recipient rather than the agent who performed the action.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif simple past (were chosen): terdiri dari 'were + past participle (chosen)'. Fokusnya adalah pada tindakan yang dialami oleh objek, bukan pada pelaku tindakan.
Several proposals were rejected during the meeting.
Beberapa proposal ditolak selama rapat.
EN: Phrases like 'for future reference' and 'kindly note' are often perceived as passive-aggressive in modern English business correspondence. While they appear polite, they often subtly criticize the recipient for failing to follow previous instructions or not paying enough attention.
Bahasa Indonesia: Dalam email kantor berbahasa Inggris modern, 'for future reference' (untuk referensi di masa depan) dan 'kindly note' (harap diperhatikan) sering dianggap sebagai ungkapan agresif pasif (passive-aggressive). Meskipun tampak sopan dan profesional di permukaan, sebenarnya sering kali menyiratkan bahwa lawan bicara tidak mematuhi aturan atau ingatannya buruk, dengan nuansa celaan yang tersembunyi.
EN: Reporting verbs like 'said' are frequently followed by a 'that'-noun clause, which functions as the direct object of the verb and reports indirect speech or opinions.
Bahasa Indonesia: Setelah kata kerja pelapor (seperti said) sering diikuti klausa nomina yang dipimpin oleh that, sebagai objek dari kata kerja tersebut, digunakan untuk mengutip secara tidak langsung ucapan atau pendapat orang lain.
The manager said that the meeting would be postponed until Friday.
Manajer mengatakan bahwa rapat akan ditunda hingga Jumat.
EN: 'Sound' is a linking verb (copula verb) indicating sensory perception, typically followed by a predicate adjective (e.g., 'aggressive'). Here, the adverb 'openly' modifies the adjective 'aggressive', and 'almost' modifies 'openly'.
Bahasa Indonesia: sound adalah kata kerja penghubung indra, diikuti oleh kata sifat (seperti aggressive) sebagai pelengkap subjek. Di sini kata keterangan openly memodifikasi kata sifat aggressive, dan kata keterangan almost selanjutnya memodifikasi openly.
His suggestion sounds very practical for our current project.
Sarannya terdengar sangat praktis untuk proyek kita saat ini.
EN: In British and Anglo-American workplace culture, indirect and polite language is standard. Phrases like 'Just to be clear' or 'Per my last email' are formally polite, but in practice, they often signal irritation or blame, crossing the line from subtle passive-aggression to overt hostility.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Inggris-Amerika, ekspresi tidak langsung dan sopan adalah hal yang normal. Ungkapan seperti 'Just to be clear' (maaf, izinkan saya berkata terus terang / perjelas) atau 'Per my last email' (seperti yang saya sampaikan di email saya sebelumnya) tampak sopan di permukaan, tetapi dalam penggunaan nyata sering kali mengandung makna tidak sabar atau menyalahkan, dan sering kali hampir menunjukkan permusuhan secara terang-terangan.
EN: The verb 'imagine' is typically followed by a gerund (verb-ing), not an infinitive (to + verb), when expressing the act of picturing an action.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'imagine' (membayangkan) biasanya diikuti oleh gerund (V-ing) sebagai objek, bukan infinitif (to V), untuk menyatakan membayangkan melakukan suatu tindakan atau situasi.
Can you imagine living in another country alone?
Bisakah kamu membayangkan tinggal sendirian di negara lain?
EN: The idiom 'out loud' functions as an adverbial phrase meaning 'aloud' or in a voice that other people can hear, rather than silently or in one's head.
Bahasa Indonesia: Frasa 'out loud' sebagai kata keterangan berarti 'dengan keras' atau 'dengan bersuara', merujuk pada mengucapkan pikiran atau kata-kata dengan jelas agar didengar orang lain, bukan hanya diam-diam dalam hati.
She accidentally read the private message out loud.
Dia tidak sengaja membacakan pesan pribadi itu dengan lantang.
EN: In Western office culture, passive-aggressive email phrases like 'just to be clear' or 'per my last email' are often perceived as disguised hostility. The columnist points out that while people comfortably type these phrases behind screens, saying them face-to-face would sound shockingly rude and confrontational.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Barat, ungkapan pasif-agresif (passive-aggressive) seperti 'just to be clear' (biar jelas) atau 'per my last email' (seperti yang saya sampaikan di email terakhir) sering dianggap sebagai permusuhan yang dibungkus kesopanan. Kolumnis menunjukkan bahwa orang berani mengetik kata-kata ini tanpa ragu di balik layar, tetapi jika harus 'diucapkan dengan lantang' secara langsung, tingkat provokasi dan kekurangajarannya akan sangat mengejutkan.
EN: The phrase 'In one's view' is a prepositional phrase used as a sentence adverbial to express an opinion, synonymous with 'in one's opinion'. It is often placed at the beginning of a sentence followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa 'In one's view' (menurut pandangan seseorang) adalah frasa preposisi yang berfungsi sebagai keterangan untuk seluruh kalimat, digunakan untuk menyatakan pandangan pribadi, setara dengan 'in one's opinion'. Biasanya diletakkan di awal kalimat dan dipisahkan dengan koma.
In our view, the proposed policy will benefit the local economy.
Menurut pandangan kami, kebijakan yang diusulkan akan bermanfaat bagi ekonomi lokal.
EN: Modal auxiliary verb 'must' expresses strong necessity or requirement, followed directly by the base form of a verb ('keep'). The phrase 'on the surface' acts as an adverbial modifier indicating outward appearance.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal 'must' (harus) menyatakan kebutuhan atau tuntutan yang kuat, diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (keep). Dipadukan dengan frasa keterangan 'on the surface' (di permukaan) untuk menunjukkan penampilan yang terlihat.
You must remain calm during an emergency.
Dalam situasi darurat, Anda harus tetap tenang.
EN: In English-speaking corporate culture, direct confrontation is often discouraged. Instead, colleagues sometimes resort to 'passive-aggressive' communication—using outwardly polite and professional phrases (like 'per my last email' or 'just to be clear') that actually conceal frustration, irritation, or blame.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja di negara-negara berbahasa Inggris, konfrontasi langsung sering kali tidak dianjurkan. Oleh karena itu, karyawan kadang menggunakan gaya komunikasi 'agresif pasif' (passive-aggressive) — di permukaan menggunakan kalimat yang sopan dan profesional (misalnya 'per my last email' atau 'just to be clear'), namun sebenarnya mengandung ketidaksabaran, frustrasi, atau celaan.
EN: A defining relative clause starting with the relative pronoun 'who' modifies the indefinite pronoun 'everyone'. Notice that indefinite pronouns like 'everyone' take a singular verb ('reads') in standard English.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif restriktif yang dipimpin oleh kata ganti relatif 'who' memodifikasi kata ganti tak tentu 'everyone'. Perhatikan bahwa kata ganti tak tentu seperti 'everyone' dianggap tunggal dalam tata bahasa Inggris standar, sehingga kata kerja dalam klausa harus menggunakan bentuk tunggal (reads).
Anyone who joins the club must follow the rules.
Siapa pun yang bergabung dengan klub tersebut harus mematuhi peraturan.
EN: The modal auxiliary 'should' expresses expectation or advisability, followed by the adverb 'still' and the base verb 'understand' (should still understand).
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'should' digunakan untuk menyatakan harapan, kepatutan, atau saran, diikuti oleh kata keterangan 'still' dan kata kerja bentuk dasar 'understand' (should still understand), menyatakan makna 'seharusnya masih dapat memahami'.
You should always double-check your email before hitting send.
Sebelum menekan tombol kirim, Anda seharusnya selalu memeriksa ulang email.
EN: In Anglo-American workplace culture, 'passive-aggressive' communication often relies on surface-level corporate politeness ('per my last email', 'just to be clear') to subtly signal frustration or annoyance without violating workplace conduct policies. This indirect style requires recipients to 'read between the lines.'
Bahasa Indonesia: Dalam budaya kerja Inggris-Amerika, cara komunikasi 'pasif-agresif' sering menggunakan istilah bisnis yang tampak sopan (misalnya 'seperti yang disebutkan di email sebelumnya', 'izinkan saya mengklarifikasi') untuk menyampaikan ketidakpuasan atau desakan secara tersirat, tanpa melanggar etika kerja. Hal ini menuntut penerima memiliki kemampuan 'membaca makna tersirat' (read between the lines).
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
to perform or complete a task, survey, or plan
melaksanakan; melakukan
as stated in the previous email sent to you (often used with subtle frustration)
seperti yang saya sampaikan di email saya sebelumnya
spoken aloud so that other people can hear, rather than just in one's mind
dengan suara keras; dengan diucapkan
when considering only the obvious appearance of something rather than its deep or true nature
di permukaan; dari segi penampilan luar