EN: The Present Perfect Tense (have/has + past participle) is used to describe an action that happened at an unspecified time in the past and has a direct result or relevance to the present.
Bahasa Indonesia: Present perfect (have/has + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak ditentukan di masa lalu, dan tindakan tersebut masih memiliki pengaruh atau keterkaitan langsung dengan masa kini.
The company has updated its privacy policy to protect user data.
Perusahaan telah memperbarui kebijakan privasi untuk melindungi data pengguna.
EN: Nouns can be used as possessive modifiers by adding 's (e.g., Elon Musk's) or joined in apposition to give extra information about a noun phrase (e.g., social media platform X).
Bahasa Indonesia: Kata benda dapat diberi akhiran 's untuk membentuk kata sifat kepemilikan (misalnya Elon Musk's), dan juga dapat menggunakan struktur aposisi untuk memberikan informasi tambahan pada frasa kata benda (misalnya social media platform X).
Chef Ramsay's new restaurant Bistro 9 has opened downtown.
Restoran baru Bistro 9 milik koki Ramsay telah dibuka di pusat kota.
EN: The term 'the kingdom' in news contexts usually refers specifically to the Kingdom of Saudi Arabia when mentioned alongside Saudi figures or policy. Additionally, 'geoblocking' refers to technology that restricts access to internet content based on the user's geographic location, often employed to comply with local laws or government takedown requests.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks berita, "the kingdom" (kerajaan tersebut) ketika merujuk pada tokoh atau kebijakan terkait Arab Saudi, secara khusus merujuk pada "Kerajaan Arab Saudi". Selain itu, "pemblokiran geografis" (geoblocking) yang disebutkan dalam kalimat adalah teknologi yang membatasi akses konten internet berdasarkan lokasi geografis pengguna, sering digunakan oleh platform sosial untuk mematuhi hukum setempat atau permintaan pemerintah.
EN: The Present Perfect Passive Voice ('have been + past participle') is used to describe an action that began in the past and continues to affect the present, where the focus is on the receiver of the action rather than the performer.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif present perfect tense (have/has been + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dimulai di masa lalu dan terus berdampak hingga sekarang, dengan fokus pada penerima tindakan, bukan pelaku tindakan.
Several new laws have been passed since the beginning of the year.
Sejak awal tahun ini, beberapa undang-undang baru telah disahkan.
EN: The object complement structure 'make + object + adjective' means to cause someone or something to enter a particular state. In the passive voice, it becomes 'object + be made + adjective'.
Bahasa Indonesia: Struktur pelengkap objek "make + objek + kata sifat" berarti "membuat seseorang/sesuatu berada dalam keadaan tertentu". Dalam kalimat pasif, berubah menjadi "objek + be made + kata sifat".
The document was made available to all employees yesterday.
File tersebut telah dibuka untuk diakses oleh semua karyawan sejak kemarin.
EN: The past participle 'called' is used as a reduced relative clause (short for 'which is called') to post-modify the noun 'method'.
Bahasa Indonesia: Past participle 'called' di sini berfungsi sebagai klausa relatif yang disederhanakan (aslinya 'which is called'), ditempatkan setelah kata benda 'method' untuk memodifikasinya, yang berarti 'yang disebut'.
They bought a new product called 'SmartHome'.
Mereka membeli produk baru bernama 'SmartHome'.
EN: The non-defining relative clause introduced by 'which' adds extra information about 'geoblocking'. The pattern 'prevent someone from V-ing' means to stop someone from doing an action.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif yang diawali dengan 'which' digunakan untuk memberikan keterangan tambahan tentang 'geoblocking' (pemblokiran geografis) yang disebutkan sebelumnya. Pola kalimat 'prevent someone from V-ing' berarti 'mencegah/menghalangi seseorang melakukan sesuatu'.
The heavy rain prevented us from going to the concert.
Hujan deras menghalangi kami untuk pergi ke konser.
EN: The Passive Voice (be + past participle) is used when the focus is on the action or the receiver of the action rather than the doer. Here, 'was taken' emphasizes 'this action'.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (kata kerja be + past participle) digunakan untuk memfokuskan pada tindakan itu sendiri atau objek yang menerima tindakan, bukan pelaku. Di sini, 'was taken' menekankan 'tindakan ini'.
The decision was made after a long discussion.
Keputusan ini diambil setelah diskusi yang panjang.
EN: The preposition 'after' can be used as a conjunction followed by a full clause (subject + verb) to indicate time order.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'after' (setelah) dapat digunakan sebagai konjungsi, diikuti oleh klausa lengkap (subjek + kata kerja), untuk menunjukkan urutan waktu kejadian.
She left the office after her boss finished the presentation.
Dia meninggalkan kantor setelah atasannya selesai melakukan briefing.
EN: The pattern 'the only [noun] that...' uses a relative clause introduced by 'that' to specify or limit the noun. When 'the only' modifies the head noun, 'that' is preferred over 'which'.
Bahasa Indonesia: Dalam pola 'the only + kata benda + that...', klausa relatif (klausa adjektiva) yang dipimpin oleh 'that' digunakan untuk membatasi kata benda tersebut. Ketika anteseden dimodifikasi oleh 'the only (satu-satunya)', kata ganti relatif biasanya lebih memilih 'that' daripada 'which'.
She is the only person that understood my explanation.
Dia adalah satu-satunya orang yang memahami penjelasanku.
EN: The Present Perfect tense ('has followed') is used here to describe an action that occurred at an unspecified time in the past and has relevance to the present situation.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has + past participle, seperti has followed) digunakan di sini untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang terjadi di masa lalu dan masih terkait erat dengan situasi sekarang.
Our company has followed international safety standards for years.
Perusahaan kami telah mengikuti standar keamanan internasional selama bertahun-tahun.
EN: The past perfect tense ('had + past participle') is used to describe an action that was completed before another action or point in the past. Here, 'had blocked' happened before 'reports showed'.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menyatakan tindakan yang telah selesai 'sebelum' suatu titik waktu atau tindakan lain di masa lampau. Dalam kalimat ini, 'memblokir akun (had blocked)' terjadi sebelum 'laporan menunjukkan (reports showed)'.
She realized that she had left her keys at home.
Dia menyadari bahwa dia lupa membawa kuncinya di rumah.
EN: A noun clause introduced by 'that' functions as the direct object of the main verb 'showed', expressing the fact or content being reported.
Bahasa Indonesia: Klausa nomina yang diawali 'that' di sini berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja utama 'showed', untuk menjelaskan isi spesifik dari laporan tersebut.
Research shows that exercise improves mental health.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental.
EN: The reported speech pattern 'claimed that...' is used to state what someone said or alleged, often requiring tense backshifting (using past continuous 'were violating' to report an action happening at that past time).
Bahasa Indonesia: Struktur kalimat tidak langsung 'claimed that...' (mengklaim bahwa...) sering digunakan untuk mengutip perkataan orang lain. Dalam kalimat ini, kata kerja utama berbentuk past tense, sehingga klausa bawahan menggunakan past continuous (were violating) untuk menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung saat itu (kesesuaian kala).
The company claimed that they were working on a solution.
Perusahaan itu mengklaim bahwa mereka sedang mencari solusi saat itu.
EN: The past continuous tense (were + -ing) is used here within a subordinate clause to describe an ongoing action taking place at the time of the main verb's action.
Bahasa Indonesia: Past continuous (were + kata kerja-ing) di sini digunakan dalam klausa bawahan untuk menggambarkan tindakan berkelanjutan yang sedang berlangsung pada saat kata kerja utama terjadi.
Police said the suspect was breaking the law.
Polisi menyatakan bahwa tersangka sedang melanggar hukum saat itu.
EN: Government censorship and geoblocking are frequently used by authorities in authoritarian states to restrict access to foreign social media accounts belonging to political dissidents and human rights activists.
Bahasa Indonesia: Sensor pemerintah dan pemblokiran geografis (geoblocking) sering digunakan oleh otoritas negara otoriter untuk membatasi akses warga negara mereka ke akun media sosial para pembangkang dan aktivis hak asasi manusia di luar negeri.
EN: The Present Perfect tense ('has raised') is used here to describe an action that happened at an unspecified time in the past and has an ongoing relevance or effect in the present.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has raised) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada suatu waktu yang tidak spesifik di masa lalu, dan tindakan tersebut masih memiliki dampak atau relevansi yang berkelanjutan hingga saat ini.
The recent policy change has raised many questions among employees.
Perubahan kebijakan baru-baru ini telah menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan karyawan.
EN: Prepositional phrases ('of censorship', 'on social media', 'among human rights organisations', 'around the world') are used sequentially to modify nouns, providing specific details about 'the issue' and 'concerns'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional (seperti of censorship, on social media) digunakan secara berurutan untuk memodifikasi kata benda, memberikan detail tambahan yang spesifik untuk 'masalah (the issue)' dan 'kekhawatiran (concerns)'.
The lack of resources in local schools has caused concern among parents across the country.
Kekurangan sumber daya sekolah setempat telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua di seluruh negeri.
EN: Social media censorship has become a contentious international topic. Tech companies often face a dilemma between adhering to local government legal demands and upholding universal free speech standards. In authoritarian contexts, platforms geoblocking content can severely impact activists and dissidents who rely on social media as their primary platform for advocacy.
Bahasa Indonesia: Sensor media sosial telah menjadi isu internasional yang hangat. Perusahaan teknologi sering terjebak di antara 'mematuhi tuntutan hukum pemerintah setempat' dan 'membela standar kebebasan berpendapat universal'. Di lingkungan otoriter, jika platform menggunakan tindakan sensor seperti pemblokiran geografis (geoblocking), hal ini akan berdampak serius pada para pembangkang dan aktivis yang mengandalkan media sosial sebagai saluran suara utama mereka.
EN: The past perfect tense ('had + past participle') is used to express an action completed before another past event or time in the past.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menyatakan tindakan yang telah selesai 'sebelum' titik waktu atau peristiwa tertentu di masa lalu.
She had already left when I arrived at the office.
Ketika saya tiba di kantor, dia sudah pergi.
EN: The phrase 'believe in' means to feel certain about the value, truth, or effectiveness of something, often followed by a gerund (-ing form) when expressing an action.
Bahasa Indonesia: Frasa 'believe in' berarti 'percaya pada nilai atau pentingnya...'. Jika diikuti tindakan, harus menggunakan bentuk gerund (V-ing).
Our company believes in encouraging young talent.
Perusahaan kami percaya bahwa mendorong bakat muda sangatlah penting.
EN: The past perfect tense ('had + past participle') is used to describe an action completed before another past action or a specific point in the past. Here, 'had not taken' shows the non-action occurred prior to the main reporting verb 'said'.
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle) digunakan untuk menunjukkan tindakan yang telah selesai (atau belum selesai) sebelum titik waktu tertentu di masa lalu atau sebelum tindakan masa lalu lainnya. Dalam kalimat ini, 'had not taken' menunjukkan bahwa sebelum kata kerja utama 'said' (mengatakan), platform tersebut belum mengambil tindakan.
She said she had already finished her homework before the movie started.
Dia berkata bahwa dia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum film dimulai.
EN: The conjunction 'when' introduces a time clause indicating two events happening at or around the same time in the past.
Bahasa Indonesia: Konjungsi 'when' digunakan untuk memimpin klausa keterangan waktu, menunjukkan bahwa ketika titik waktu atau peristiwa tertentu di masa lalu terjadi, tindakan lain terjadi bersamaan atau segera setelahnya.
The train had just left when we arrived at the station.
Ketika kami tiba di stasiun, kereta baru saja berangkat.
EN: The Present Perfect Tense ('has changed') is used with 'since then' to describe an action or state that began in the past and continues to be relevant or true up to the present.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has + past participle) sering digunakan bersama frasa keterangan 'since then' (sejak saat itu) untuk menunjukkan tindakan atau keadaan yang dimulai dari titik waktu tertentu di masa lalu, berlanjut hingga sekarang atau memiliki dampak signifikan pada masa kini.
He moved to Tokyo last year, and his life has changed significantly since then.
Dia pindah ke Tokyo tahun lalu, dan sejak itu hidupnya berubah secara signifikan.
EN: The adverb 'significantly' is used to modify the verb 'changed', indicating the degree or extent of the change (meaning 'to an important or noticeable degree').
Bahasa Indonesia: Kata keterangan tingkat (Adverb of Degree) seperti 'significantly' (secara signifikan) di sini digunakan untuk memodifikasi kata kerja 'changed', menunjukkan bahwa tingkat dan cakupan perubahan cukup jelas.
The company's profits have increased significantly this quarter.
Keuntungan perusahaan pada kuartal ini meningkat secara signifikan.
EN: Compound adjectives can be formed using a noun + a past participle (e.g., 'London-based'). This functions as a single adjective modifying the noun that follows.
Bahasa Indonesia: Kata sifat majemuk dapat terdiri dari 'kata benda + past participle' (misalnya: London-based), berfungsi sebagai satu kata sifat dalam kalimat untuk memodifikasi kata benda yang mengikutinya.
She works for a New York-based technology firm.
Dia bekerja di sebuah perusahaan teknologi yang berkantor pusat di New York.
EN: Past participle phrase as a reduced relative clause: 'called ALQST' is a shortened form of 'which is called ALQST', used to provide additional information about the noun.
Bahasa Indonesia: Frasa past participle berfungsi sebagai klausa relatif yang disederhanakan: 'called ALQST' adalah bentuk singkat dari 'which is called ALQST', digunakan untuk menjelaskan lebih lanjut kata benda sebelumnya.
The girl called Sarah is my best friend.
Gadis yang bernama Sarah itu adalah sahabat baikku.
EN: ALQST is an independent human rights organization founded in 2014 to document and promote human rights in Saudi Arabia. Based in London, it operates outside the jurisdiction of the Saudi government to advocate for political prisoners and dissidents freely.
Bahasa Indonesia: ALQST adalah organisasi hak asasi manusia independen yang didirikan pada tahun 2014, bertujuan untuk mendokumentasikan dan mempromosikan situasi hak asasi manusia di Arab Saudi. Kantor pusatnya berada di London, sehingga dapat beroperasi di luar yurisdiksi pemerintah Arab Saudi dan bebas mengadvokasi tahanan politik serta para pembangkang.
EN: Inversion with Prepositional Phrases: When a prepositional phrase (e.g., 'Among those affected') is placed at the beginning of a sentence for emphasis, the subject and the verb swap places. Here, 'are' (verb) comes before 'well-known Saudi activists' (subject).
Bahasa Indonesia: Inversi frasa preposisional: Ketika frasa preposisional (seperti 'Among those affected') ditempatkan di awal kalimat untuk penekanan, posisi subjek dan kata kerja akan bertukar. Dalam kalimat ini, kata kerja 'are' muncul sebelum subjek 'well-known Saudi activists'.
Among the guests was a famous actor.
Di antara para tamu ada seorang aktor terkenal.
EN: Relative Clause with 'Who': The relative pronoun 'who' introduces a relative clause ('who now live in exile') that provides essential information about the noun phrase 'well-known Saudi activists'.
Bahasa Indonesia: Menggunakan klausa relatif dengan 'Who': Kata ganti relatif 'who' memperkenalkan klausa relatif ('who now live in exile') untuk menerangkan dan memberikan informasi tambahan tentang frasa kata benda utama 'well-known Saudi activists'.
She supports artists who live in rural areas.
Dia mendukung para seniman yang tinggal di daerah pedesaan.
EN: The term 'exile' refers to being barred from one's native country, often for political reasons. Many Saudi activists live abroad (e.g., in the UK or USA) to continue their advocacy work without facing imprisonment or government suppression in Saudi Arabia.
Bahasa Indonesia: 'Pengasingan' (exile) mengacu pada larangan kembali ke tanah air atau terpaksa meninggalkannya karena alasan politik, dll. Banyak aktivis dan pembangkang Saudi memilih tinggal di luar negeri (misalnya Inggris atau AS) agar dapat terus bersuara tanpa ditahan atau ditekan oleh pemerintah Saudi.
EN: Non-defining relative clauses provide extra, non-essential information about a noun (separated by commas). We use 'who' for people and cannot replace it with 'that'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif (dipisahkan dengan koma) digunakan untuk memberikan informasi tambahan tentang kata benda. Saat mendeskripsikan orang, gunakan 'who' dan tidak dapat diganti dengan 'that' di sini.
My brother, who lives in New York, is a doctor.
Kakak laki-laki saya tinggal di New York, dia seorang dokter.
EN: The causative structure 'have + object + past participle' is used when something is done to someone's property or body, often by an outside force or authority.
Bahasa Indonesia: Struktur kata kerja kausatif 'have + objek + past participle (p.p.)' sering digunakan untuk menunjukkan bahwa properti atau tubuh seseorang 'mengalami sesuatu' (biasanya dilakukan oleh orang lain atau otoritas).
She had her passport stolen while traveling.
Paspornya dicuri saat dia bepergian.
EN: ALQST is a London-based independent human rights organization advocating for human rights in Saudi Arabia. In recent years, social media platforms have faced increasing legal and political pressure from governments in the Middle East to censor or block regional dissidents, leading to debates over global free speech versus local law enforcement.
Bahasa Indonesia: ALQST adalah organisasi hak asasi manusia independen yang berkantor pusat di London, yang berdedikasi untuk mengadvokasi kondisi hak asasi manusia di Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, platform media sosial menghadapi tekanan hukum dan politik yang semakin meningkat dari pemerintah Timur Tengah, yang meminta penyensoran atau pemblokiran terhadap para pembangkang di kawasan tersebut, sehingga memicu perdebatan sengit antara kebebasan berpendapat global dan kepatuhan terhadap hukum setempat.
EN: An appositive is a noun or noun phrase that sits next to another noun to rename or describe it. Here, 'a United States-based critic of Saudi human rights violations' explains who Abdullah Alaoudh is.
Bahasa Indonesia: Apositif (Appositive) adalah kata benda atau frasa kata benda yang terletak tepat di samping kata benda lain, digunakan untuk menamai ulang atau menjelaskan kata benda tersebut. Di sini, 'a United States-based critic of Saudi human rights violations' digunakan untuk menjelaskan identitas Abdullah Alaoudh.
Elon Musk, the owner of X, made an important decision.
Pemilik X, Elon Musk, telah membuat keputusan penting.
EN: The present perfect passive voice ('has/have been' + past participle) is used to show that an action was performed on the subject in the past, and the result is relevant to the present.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif present perfect (has/have been + past participle) digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek telah mengalami suatu tindakan di masa lalu dan hasil tindakan tersebut masih berdampak pada saat ini.
Many users have been affected by the new policy.
Banyak pengguna telah terkena dampak kebijakan baru.
EN: The phrasal verb 'belong to' means to be owned by someone or to be a member/part of a particular group. It is followed by a noun or pronoun.
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'belong to' berarti 'milik' atau 'menjadi milik', diikuti oleh kata benda atau kata ganti sebagai objek.
These historical documents belong to the national library.
Dokumen sejarah ini milik perpustakaan nasional.
EN: Past participles (e.g., 'blocked', 'exiled') can function as adjectives to describe nouns, expressing a passive meaning (having been acted upon).
Bahasa Indonesia: Partisipel lampau (seperti 'blocked', 'exiled') dapat digunakan sebagai kata sifat untuk memodifikasi kata benda, dengan makna pasif (menunjukkan 'telah di...').
The stolen car was found near the station.
Mobil yang dicuri itu ditemukan di dekat stasiun.
EN: The pattern 'share one's view on [topic]' is used to express an opinion or perspective about a specific subject or situation.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'share one's view on [topik]' berarti 'berbagi/mengekspresikan pandangan seseorang tentang...', preposisi 'on' digunakan untuk memperkenalkan topik atau situasi spesifik yang sedang dibahas.
The expert shared her view on the future of artificial intelligence.
Pakar ini membagikan pandangannya tentang masa depan kecerdasan buatan.
EN: Prepositional phrases indicating context or manner (e.g., 'in a recent statement') often appear at the end of a sentence to add specific detail to the main action.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi (seperti 'in a recent statement') sering ditempatkan di akhir kalimat untuk menambahkan informasi tentang latar belakang, cara, atau tempat terjadinya tindakan dalam klausa utama.
The company announced its new policy in an official press release.
Perusahaan tersebut mengumumkan kebijakan barunya dalam siaran pers resmi.
EN: In modern human rights discourse and political activism, issuing a official 'statement' (often to media or human rights groups) is a standard method for exiled dissidents to call attention to government censorship and rights violations.
Bahasa Indonesia: Dalam isu hak asasi manusia modern dan aksi politik, mengeluarkan 'pernyataan resmi' (statement, biasanya melalui media atau organisasi HAM) adalah cara standar bagi para pembangkang yang diasingkan untuk menarik perhatian komunitas internasional terhadap sensor pemerintah dan pelanggaran hak asasi manusia.
EN: Indirect Speech (Reported Speech) with a Noun Clause: When reporting what someone said in the past, a 'that'-clause is used as the direct object of the reporting verb (e.g., 'said'). The tense in the dependent clause usually shifts back to match the past reporting verb (e.g., 'is' becomes 'was').
Bahasa Indonesia: Kalimat tidak langsung (kalimat laporan) dan klausa nomina: Ketika melaporkan apa yang seseorang katakan di masa lalu, sering digunakan klausa nomina yang mengandung 'that' sebagai objek langsung dari kata kerja pelapor (seperti 'said'). Tenses kata kerja dalam klausa biasanya mundur ke bentuk lampau agar sesuai dengan kata kerja utama (misalnya: 'is' menjadi 'was').
She said that the decision was unfair to the employees.
Dia (perempuan) mengatakan bahwa keputusan itu tidak adil bagi para karyawan.
EN: Correlative Conjunction 'both ... and ...': Used to join two parallel words, phrases, or clauses, emphasizing that two items are equally involved or applicable.
Bahasa Indonesia: Konjungsi korelatif 'both ... and ...' (baik ... maupun ... / entah ... atau ...): digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang setara secara gramatikal, menekankan bahwa keduanya berlaku bersamaan atau keduanya relevan.
The company operates both in Europe and in Asia.
Perusahaan itu beroperasi baik di Eropa maupun di Asia.
EN: In human rights contexts, 'in exile' refers to individuals forced to live outside their native country due to political persecution or safety threats. 'At home' refers to those remaining inside the country, often facing direct legal or physical suppression. Social media plays a critical role for political dissidents as one of the few available tools for public expression.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks isu hak asasi manusia, 'in exile' (di pengasingan) merujuk pada orang-orang yang terpaksa hidup di luar tanah air karena penganiayaan politik atau ancaman keamanan; 'at home' (di dalam negeri) merujuk pada para pembangkang yang tetap tinggal di dalam negeri dan sering menghadapi penindasan hukum atau fisik secara langsung. Bagi pembangkang politik, media sosial adalah salah satu dari sedikit alat penting yang memungkinkan mereka bersuara secara terbuka ke publik.
EN: The phrasal verb 'point out' means to direct attention to a specific fact or information. It is often followed by a 'that' clause acting as the direct object.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'point out' berarti 'menunjukkan, menyebutkan' suatu fakta atau informasi tertentu, dan setelahnya sering diikuti klausa nomina yang dipimpin 'that' sebagai objek langsung.
She pointed out that the meeting time had been changed.
Dia menunjukkan bahwa waktu rapat telah diubah.
EN: The past perfect tense ('had violated') is used here to indicate an action that happened before another past action ('did not say').
Bahasa Indonesia: Past perfect (had + past participle, seperti 'had violated') digunakan untuk menunjukkan tindakan yang sudah atau belum terjadi sebelum tindakan lampau lainnya ('did not say').
He realized that he had forgotten his keys at home.
Dia menyadari bahwa dia lupa kunci di rumah.
EN: The Passive Voice (was carried out) is used when the focus is on the action being performed rather than the person or entity performing it. It is formed using a form of the verb 'to be' followed by the past participle.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (was carried out) digunakan ketika fokus pada 'tindakan itu sendiri' bukan pada 'orang atau unit yang melakukan tindakan'. Strukturnya adalah 'kata kerja be + past participle'.
The investigation was carried out by an independent committee.
Investigasi ini dilakukan oleh sebuah komite independen.
EN: The phrasal verb 'carry out' means to perform, execute, or complete a task, order, or action.
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'carry out' berarti 'melaksanakan', 'menjalankan', atau 'menyelesaikan' suatu tugas, perintah, atau tindakan.
The doctors need to carry out further tests to confirm the diagnosis.
Dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis.
EN: 'Geoblocking' under state 'jurisdiction' refers to the legal and technical compliance where global tech companies restrict content locally to abide by national laws, balancing international human rights norms against local legal obligations.
Bahasa Indonesia: 'Pemblokiran geografis (geoblocking)' yang dilakukan di bawah 'yurisdiksi (jurisdiction)' suatu negara adalah tindakan kepatuhan perusahaan teknologi multinasional yang memblokir konten di negara/kawasan tertentu untuk mematuhi hukum setempat. Hal ini sering melibatkan konflik dan tarik-menarik antara standar hak asasi manusia internasional dan kewajiban hukum setempat.
EN: The noun phrase 'questions about' is often followed by a noun clause introduced by a question word (here, 'how'). This clause functions as the object of the preposition 'about' and maintains normal statement word order (Subject + Verb).
Bahasa Indonesia: Frasa nomina 'questions about' (pertanyaan tentang...) sering diikuti oleh klausa nomina yang diawali oleh kata tanya (di sini: how). Klausa tersebut berfungsi sebagai objek dari preposisi 'about', struktur kalimatnya harus mempertahankan urutan kata kalimat deklaratif (subjek + verba).
We discussed how technology affects our daily lives.
Kami membahas bagaimana teknologi memengaruhi kehidupan sehari-hari kita.
EN: The verb 'raise' is a transitive verb meaning 'to bring up or cause to arise'. It requires a direct object, such as 'questions', 'concerns', or 'issues'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'raise' adalah kata kerja transitif, yang berarti 'mengajukan, menimbulkan, atau memicu', harus diikuti oleh objek langsung. Kata benda yang umum dipasangkan seperti 'questions' (pertanyaan), 'concerns' (kekhawatiran), atau 'issues' (isu).
The new policy raised many concerns among employees.
Kebijakan baru menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan karyawan.
EN: This sentence reflects the global debate over state censorship versus freedom of speech on major social media platforms. Global tech companies often face legal and ethical dilemmas when authoritarian governments demand the removal of content or blocking of political dissidents.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan kontroversi global tentang sensor negara dan kebebasan berbicara di platform media sosial utama. Ketika pemerintah otoriter meminta penghapusan konten atau pemblokiran para pembangkang politik, perusahaan teknologi global sering menghadapi dilema ganda, baik hukum maupun etika.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: dissident: orang yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, pembangkang
Dalam konteks: mencegah, menghalangi
Dalam konteks: otoritas, pihak berwenang
Dalam konteks: melanggar, menyalahi
Dalam konteks: sensor, penyensoran
Dalam konteks: kekhawatiran, kecemasan
Dalam konteks: membela, melindungi
Dalam konteks: secara signifikan, cukup besar
Dalam konteks: pengasingan, pembuangan
Dalam konteks: yurisdiksi, wilayah hukum
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
The practice of restricting access to internet content based on the user's geographical location.
Pemblokiran geografis
To direct attention to a fact or detail.
Menunjukkan, mengingatkan
To perform, conduct, or execute a task or instruction.
Melaksanakan, menjalankan
The basic rights and freedoms that belong to every person in the world.
Hak asasi manusia