Jiro Ono: Dreams of SushiJiro Ono: Impian Sushi
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Sukiyabashi Jiro received three Michelin stars, the highest rating a restaurant can achieve.
Sukiyabashi Jiro menerima tiga bintang Michelin, peringkat tertinggi yang bisa dicapai sebuah restoran.
#2
It was the first sushi restaurant in the world to receive this incredible honor.
Itu adalah restoran sushi pertama di dunia yang menerima kehormatan luar biasa ini.
#3
The tiny ten-seat restaurant in a subway station was now considered world-class.
Restoran mungil dengan sepuluh kursi di dalam stasiun kereta bawah tanah ini sekarang dianggap sebagai kelas dunia.
#4
Jiro's dedication had transformed a humble beginning into global recognition.
Dedikasi Jiro telah mengubah awal yang sederhana menjadi pengakuan global.
#5
A documentary film called 'Jiro Dreams of Sushi' showed his daily routine to the world.
Sebuah film dokumenter berjudul 'Jiro Dreams of Sushi' menunjukkan rutinitas hariannya kepada dunia.
#6
He was in his mid-eighties, still waking at 5 AM, still going to the fish market.
Dia berusia pertengahan delapan puluhan saat itu, masih bangun jam 5 pagi, masih pergi ke pasar ikan.
#7
He was still touching every piece of fish himself, ensuring its quality.
Dia masih menyentuh setiap potong ikan sendiri untuk memastikan kualitasnya.
#8
Audiences around the world were amazed by his unwavering dedication to his craft.
Penonton di seluruh dunia kagum dengan dedikasinya yang tak tergoyahkan pada keahliannya.
#9
At Jiro's restaurant, apprentices spend ten years before they are allowed to make tamago, egg sushi.
Di restoran Jiro, para magang menghabiskan waktu sepuluh tahun sebelum mereka diizinkan membuat tamago, sushi telur.
#10
Tamago is considered the simplest piece, but requires perfect execution.
Tamago dianggap sebagai bagian yang paling sederhana, tetapi membutuhkan eksekusi yang sempurna.
#11
Jiro believes that shortcuts produce inferior work and compromise quality.
Jiro percaya bahwa mengambil jalan pintas akan menghasilkan karya yang rendah dan merusak kualitas.
#12
He emphasizes that true mastery requires a lifetime of dedication and practice.
Ia menekankan bahwa penguasaan sejati membutuhkan dedikasi dan latihan seumur hidup.
#13
Jiro still works past the age of 90, embodying the spirit of a true shokunin.
Jiro masih bekerja meski sudah berusia di atas 90 tahun, mewujudkan semangat seorang pengrajin sejati.
#14
always look for ways to improve your craft.
Selalu cari cara untuk meningkatkan keahlian Anda.
#15
He says he has never made a perfect piece of sushi, and probably never will.
Dia mengatakan dia tidak pernah membuat sepotong sushi yang sempurna, dan mungkin tidak akan pernah.
#16
That constant desire for perfection is what makes him a shokunin – a dedicated and passionate craftsman.
Keinginan terus-menerus akan kesempurnaan itulah yang menjadikannya seorang shokunin – seorang pengrajin yang berdedikasi dan penuh semangat.