Jiro Ono: The Sushi Master's BeginningJiro Ono: Awal Mula Sang Maestro Sushi
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Jiro Ono's story began in a small town in Japan.
Kisah Jiro Ono dimulai di sebuah kota kecil di Jepang.
#2
His parents abandoned him when he was just seven years old.
Orang tuanya menelantarkannya ketika dia baru berusia tujuh tahun.
#3
His father told him that he had no home to come back to.
Ayahnya memberi tahu dia bahwa dia tidak punya rumah lagi untuk pulang.
#4
Young Jiro began working as an apprentice at a local restaurant to survive.
Jiro muda mulai bekerja sebagai magang di sebuah restoran lokal untuk bertahan hidup.
#5
He washed dishes and slept on the kitchen floor, enduring a harsh introduction to adulthood.
Dia mencuci piring dan tidur di lantai dapur, menanggung awal kehidupan dewasa yang keras.
#6
Jiro's apprenticeship was a long and demanding process.
Masa magang Jiro adalah proses yang panjang dan menuntut.
#7
He spent years just learning to cook rice perfectly, mastering every grain.
Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya untuk belajar cara memasak nasi dengan sempurna, menguasai setiap butir beras.
#8
Then, he spent more years learning to properly prepare each type of fish.
Kemudian, dia menghabiskan lebih banyak tahun untuk belajar cara menyiapkan setiap jenis ikan dengan benar.
#9
Each step in the process took longer than most people could imagine.
Setiap langkah dalam proses tersebut memakan waktu lebih lama daripada yang bisa dibayangkan kebanyakan orang.
#10
This dedication to repetition and patience was key to his future perfection.
Dedikasi terhadap pengulangan dan kesabaran ini adalah kunci bagi kesempurnaannya di masa depan.
#11
Jiro eventually opened his own sushi restaurant, Sukiyabashi Jiro.
Jiro akhirnya membuka restoran sushinya sendiri, Sukiyabashi Jiro.
#12
It was located in a Tokyo subway station and had only ten seats.
Restoran itu terletak di dalam stasiun kereta bawah tanah Tokyo dan hanya memiliki sepuluh kursi.
#13
There was no menu; instead, Jiro offered an omakase experience.
Tidak ada menu di sana; sebaliknya, Jiro menawarkan pengalaman "omakase".
#14
Every piece of sushi was prepared with decades of accumulated knowledge and skill.
Setiap potong sushi dibuat dengan pengetahuan dan keterampilan yang terakumulasi selama puluhan tahun.
#15
The intimate setting allowed Jiro's craftsmanship to truly shine.
Suasana yang akrab dan intim memungkinkan keahlian Jiro benar-benar bersinar.