Hayao Miyazaki: The Boy Who Drew WorldsHayao Miyazaki: Anak Laki-laki yang Menggambar Dunia
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Hayao Miyazaki was born in Tokyo in 1941, during a time of war.
Hayao Miyazaki lahir di Tokyo pada tahun 1941, di masa perang.
#2
His family owned a business that made parts for military airplanes.
Keluarganya memiliki bisnis yang membuat suku cadang untuk pesawat militer.
#3
As a young boy, he witnessed the destruction of bombed cities.
Saat masih kecil, dia menyaksikan kehancuran kota-kota yang dibom.
#4
He also saw many refugees struggling to survive.
Dia juga melihat banyak pengungsi yang berjuang untuk bertahan hidup.
#5
These powerful images of war and the dream of flight would deeply influence his future films.
Citra perang yang kuat dan impian untuk terbang ini akan sangat memengaruhi film-film masa depannya.
#6
When Miyazaki was a teenager, he saw 'The Tale of the White Serpent'.
Ketika Miyazaki masih remaja, ia menonton 'The Tale of the White Serpent'.
#7
It was Japan's first full-length color animation.
Itu adalah animasi berwarna berdurasi panjang pertama di Jepang.
#8
He was so inspired by the film that he decided to dedicate his life to animation.
Ia begitu terinspirasi oleh film tersebut sehingga ia memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk animasi.
#9
This experience changed his life and set him on a new path.
Pengalaman ini mengubah hidupnya dan membawanya ke jalan yang baru.
#10
In 1963, he officially began his career by joining Toei Animation.
Pada tahun 1963, ia secara resmi memulai kariernya dengan bergabung dengan Toei Animation.
#11
After working for other animation companies for many years, Miyazaki wanted more creative control.
Setelah bekerja di perusahaan animasi lain selama bertahun-tahun, Miyazaki menginginkan kontrol kreatif yang lebih besar.
#12
So, after creating the film 'Nausicaä of the Valley of the Wind', he co-founded Studio Ghibli in 1985.
Jadi, setelah membuat film 'Nausicaä of the Valley of the Wind', ia ikut mendirikan Studio Ghibli pada tahun 1985.
#13
Their first film told the story of a princess dedicated to the protection of nature.
Film pertama mereka menceritakan kisah seorang putri yang berdedikasi pada perlindungan alam.
#14
Many other studios thought it would fail because of its environmental themes.
Banyak studio lain mengira film itu akan gagal karena tema lingkungannya.
#15
Despite the doubts, Miyazaki was determined to share his vision with the world.
Terlepas dari keraguan yang ada, Miyazaki bertekad untuk membagikan visinya kepada dunia.