Sylvia Earle: Mission Blue
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Sylvia became the first female chief scientist of NOAA, the US agency for oceans and atmosphere.
Sylvia menjadi kepala ilmuwan wanita pertama di NOAA, badan AS yang menangani kelautan dan atmosfer.
#2
She used her position to advocate for ocean protection, a cause close to her heart.
Dia menggunakan posisinya untuk mengadvokasi perlindungan laut, sebuah tujuan yang sangat dekat di hatinya.
#3
She would often argue that we know more about the surface of Mars than our own ocean floor.
Dia sering berargumen bahwa kita lebih tahu tentang permukaan Mars daripada dasar laut kita sendiri.
#4
Sylvia used her influence to push for more research and conservation efforts.
Sylvia menggunakan pengaruhnya untuk mendorong lebih banyak upaya penelitian dan konservasi.
#5
Sylvia founded Mission Blue, a global initiative dedicated to ocean conservation.
Sylvia mendirikan "Mission Blue", sebuah inisiatif global yang didedikasikan untuk konservasi laut.
#6
She introduced the concept of 'Hope Spots,' special areas of the ocean that need protection.
Ia memperkenalkan konsep 'Hope Spots', area laut khusus yang membutuhkan perlindungan.
#7
Today, there are over 150 Hope Spots worldwide, a testament to her vision.
Saat ini, terdapat lebih dari 150 Hope Spots di seluruh dunia, sebuah bukti dari visinya.
#8
These Hope Spots are inspiring governments to create marine reserves and protect vital ecosystems.
Hope Spots ini menginspirasi pemerintah untuk membuat cagar alam laut dan melindungi ekosistem yang vital.
#9
When Sylvia won the TED Prize, she used her platform to make a powerful wish: to save our oceans.
Ketika Sylvia memenangkan Hadiah TED, dia menggunakan platformnya untuk menyampaikan sebuah harapan yang kuat: untuk menyelamatkan lautan kita.
#10
Her documentary 'Mission Blue' showed the beauty and fragility of marine ecosystems to a global audience.
Dokumenternya 'Mission Blue' menunjukkan keindahan dan kerapuhan ekosistem laut kepada penonton global.
#11
The film highlighted the urgent need for conservation, sparking action around the world.
Film ini menyoroti kebutuhan mendesak akan konservasi, memicu tindakan di seluruh dunia.
#12
As Sylvia often says, 'No water, no life. No blue, no green.'
Seperti yang sering dikatakan Sylvia, "Tanpa air, tidak ada kehidupan. Tanpa biru (lautan), tidak ada hijau (daratan)."
#13
Even past age 89, Sylvia still dives regularly, exploring the underwater world she loves.
Bahkan setelah melewati usia 89 tahun, Sylvia masih rutin menyelam, menjelajahi dunia bawah air yang ia cintai.
#14
She has spent over 7,000 hours underwater, witnessing the changes firsthand.
Dia telah menghabiskan lebih dari 7.000 jam di bawah air, menyaksikan perubahan tersebut secara langsung.
#15
Sylvia warns that we have a ten-year window to protect the oceans before it is too late to reverse the damage.
Sylvia memperingatkan bahwa kita memiliki jendela waktu sepuluh tahun untuk melindungi lautan sebelum terlambat untuk memulihkan kerusakan.
#16
Every dive is a powerful reminder of what we stand to lose if we don't act now to protect our oceans.
Setiap penyelaman adalah pengingat yang kuat tentang apa yang akan hilang jika kita tidak bertindak sekarang untuk melindungi lautan kita.