EN: When the subject is a third-person singular noun (he, she, Helen Goh), add '-s' or '-es' to the base verb in the present simple tense (e.g., 'shares').
Bahasa Indonesia: Dalam simple present tense, ketika subjeknya orang ketiga tunggal (seperti he, she, nama tunggal Helen Goh), kata kerja ditambah '-s' atau '-es' (contoh: shares).
He shares his lunch with his best friend every day.
Dia berbagi makan siang dengan sahabat terbaiknya setiap hari.
EN: The Guardian is a major British daily newspaper known internationally for its lifestyle, culture, and food sections, featuring recipes from renowned chefs and food writers.
Bahasa Indonesia: The Guardian adalah salah satu surat kabar harian utama di Inggris, terkenal di dunia dengan kolom gaya hidup, budaya, dan kuliner, serta sering memuat resep khas dari koki dan penulis makanan terkenal.
EN: Use 'by + person' to show who wrote, made, or created something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'by + nama orang' untuk menunjukkan siapa yang menulis, membuat, atau menciptakan sesuatu.
I read a story by Mark Twain.
Saya membaca sebuah cerita yang ditulis oleh Mark Twain.
EN: Heidi Swanson is a well-known American food blogger and author of popular vegetarian cookbooks like 'Super Natural Cooking'.
EN: We can put a noun phrase right after another noun (separated by a comma) to explain what it is. This is called an appositive.
Bahasa Indonesia: Kita dapat menempatkan koma setelah kata benda dan diikuti frasa kata benda lain untuk menjelaskan atau menambahkan informasi tentang kata benda sebelumnya (aposisi).
I like matcha, a green tea powder from Japan.
Saya suka matcha, sejenis bubuk teh hijau dari Jepang.
EN: Morello cherries are sour cherries widely used in European cooking and baking (such as in Black Forest cake) because their tart flavor balances well with sweet ingredients.
Bahasa Indonesia: Ceri Morello sangat umum dalam masakan dan pembuatan kue Eropa (misalnya, kue Black Forest klasik). Karena rasanya asam, ceri ini sangat cocok untuk menyeimbangkan rasa manis yang berlebihan pada hidangan penutup.
EN: Use 'so' to connect a cause/reason to a result. Clause 1 (reason) + ', so' + Clause 2 (result).
Bahasa Indonesia: Gunakan "so" (jadi) untuk menghubungkan sebab dan akibat. Pola kalimatnya: klausa sebab + ", so" + klausa akibat.
It was raining, so we stayed at home.
Saat itu hujan, jadi kami tinggal di rumah.
EN: In Western home baking, preserved fruits like jarred cherries (often sour or Morello cherries in syrup) are popular pantry staples, allowing bakers to make fruit dishes year-round without relying on short summer harvest seasons.
Bahasa Indonesia: Dalam pembuatan kue rumahan ala Barat, buah kalengan (seperti ceri asam yang diawetkan dengan gula) adalah bahan pokok yang umum, memungkinkan penggemar kuliner membuat hidangan penutup buah di musim apa pun tanpa dibatasi oleh musim panas yang singkat.
EN: When listing multiple items, separate each item with a comma, and place 'and' right before the last item.
Bahasa Indonesia: Saat mendaftar beberapa item, pisahkan setiap item dengan koma dan tambahkan "and" sebelum item terakhir.
I need apples, bananas, milk and bread.
Saya butuh apel, pisang, susu, dan roti.
EN: Use 'also' before the main verb (like 'add') to introduce an additional action or ingredient.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'also' (juga) biasanya ditempatkan sebelum kata kerja biasa (seperti add) untuk menambahkan keterangan tentang tindakan atau bahan tambahan.
You also need some sugar.
Kamu juga perlu sedikit gula.
EN: In Western baking and breakfast recipes, 'thin pieces of almond' are commonly called 'flaked almonds' (UK) or 'sliced almonds' (US). They add both crunch and decorative appeal when sprinkled on top of baked oats or desserts.
Bahasa Indonesia: Dalam resep kue dan sarapan Barat, "irisan tipis almond" sering disebut "flaked almonds" dalam bahasa Inggris Britania, dan "sliced almonds" dalam bahasa Inggris Amerika. Ditaburkan di atas granola panggang atau makanan penutup, selain menambah tekstur renyah, juga berfungsi sebagai hiasan.
EN: Use 'if' to talk about a condition (something that might happen) and 'can' to show a possibility or choice in response.
Bahasa Indonesia: Gunakan "if" (jika) untuk menyatakan kondisi pengandaian, dan "can" (dapat) untuk menunjukkan pilihan atau cara yang mungkin dalam situasi tersebut.
You can drink tea if you don't like coffee.
Jika Anda tidak suka kopi, Anda bisa minum teh.
EN: In Western home baking recipes, authors often suggest flexible substitutes (like jam for fresh/canned fruit) so readers can easily bake without needing rare or seasonal ingredients.
Bahasa Indonesia: Dalam resep kue rumahan Barat, penulis sering dengan perhatian memberikan alternatif yang fleksibel (seperti menggunakan selai sebagai pengganti buah segar atau kalengan), sehingga pembaca dapat dengan mudah membuatnya meskipun tidak memiliki bahan tertentu atau bahan musiman.
EN: Use 'take + [time] + to [verb]' to say how much time is needed to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "take + [waktu] + to [kata kerja dasar]" untuk menyatakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu.
It takes twenty minutes to walk to the station.
Berjalan kaki ke stasiun membutuhkan dua puluh menit.
EN: In Western recipes, it is standard practice to separate 'prep time' (active preparation like chopping and mixing) from 'cook time' (passive time in the oven or on the stove), helping cooks plan their schedule efficiently.
Bahasa Indonesia: Dalam resep Barat, biasanya dibedakan secara jelas antara 'waktu persiapan (prep time, waktu aktif seperti memotong sayur, mencampur)' dan 'waktu memasak (cook time, waktu pasif seperti memanggang atau memanaskan di atas kompor)' agar memudahkan memahami keseluruhan proses memasak.
EN: Use 'enough + noun + for + someone' to say that the quantity of something is sufficient for a specific group of people.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola 'enough + kata benda + for + objek' untuk menyatakan bahwa jumlah sesuatu cukup untuk digunakan atau dimakan oleh kelompok orang tertentu.
There is enough cake for everyone.
Di sini ada kue yang cukup untuk dibagikan kepada semua orang.
EN: In Western recipes, serving sizes are commonly stated as a range like 'serves 4 to 6' or 'enough food for 4 to 6 people' to account for differences in individual appetites or whether the dish is served as a main meal or a side dish.
Bahasa Indonesia: Dalam resep Barat, porsi biasanya dinyatakan dalam rentang (misalnya 'serves 4 to 6' atau 'enough for 4 to 6 people') untuk mengakomodasi perbedaan porsi makan individu, atau apakah hidangan ini disajikan sebagai hidangan utama atau lauk.
EN: Use the preposition 'for' before meal names (breakfast, lunch, dinner) to talk about having something at that meal time: 'eat something for breakfast'.
Bahasa Indonesia: Menambahkan preposisi 'for' di depan nama makan (breakfast, lunch, dinner) digunakan untuk menyatakan 'makan sesuatu sebagai makanan apa', contoh: eat something for breakfast (makan sesuatu untuk sarapan).
I usually have toast and coffee for breakfast.
Saya biasanya makan roti panggang dengan kopi untuk sarapan.
EN: Baked oats is a popular trend in Western home cooking that blurs the line between a healthy breakfast and a warm dessert, often served warm with cold Greek-style yoghurt.
Bahasa Indonesia: Oat panggang (baked oats) sangat populer dalam makanan sehari-hari orang Barat, bisa dinikmati sebagai sarapan sehat yang memberi energi atau sebagai hidangan penutup hangat, sering disajikan dengan yogurt Yunani dingin.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A dish made of oats mixed with liquid and other ingredients and cooked in an oven.
Oat panggang
To originate from a particular place or source.
berasal dari; diproduksi dari
On the highest surface or upper part of something.
di atas; bagian atas