Beethoven: The Boy Who Heard Music EverywhereBeethoven: Anak Laki-Laki yang Mendengar Musik di Mana-Mana
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Ludwig van Beethoven's father was an alcoholic who dreamed of wealth and fame.
Ayah Ludwig van Beethoven adalah seorang pecandu alkohol yang memimpikan kekayaan dan ketenaran.
#2
Johann wanted his son Ludwig to become a musical prodigy, like Mozart.
Johann ingin putranya, Ludwig, menjadi anak ajaib di bidang musik, seperti Mozart.
#3
hours of forced piano practice, often accompanied by shouting and even hitting.
Berjam-jam latihan piano paksa, sering kali disertai dengan teriakan dan bahkan pukulan.
#4
Johann's ambition for his son was relentless, pushing young Ludwig to his limits.
Ambisi Johann terhadap putranya sangat kejam dan tanpa ampun, mendorong Ludwig muda hingga ke batas kemampuannya.
#5
Despite the difficult upbringing, Ludwig was undeniably talented.
Terlepas dari masa kecil yang sulit, Ludwig tidak diragukan lagi sangat berbakat.
#6
By the age of twelve, he was working as a court musician in Bonn, Germany.
Pada usia dua belas tahun, dia sudah bekerja sebagai musisi istana di Bonn, Jerman.
#7
After his mother's death and his father's worsening alcoholism, Ludwig had to support his family.
Setelah kematian ibunya dan masalah alkoholisme ayahnya yang memburuk, Ludwig harus menafkahi keluarganya.
#8
This responsibility weighed heavily on the young musician, but he persevered.
Tanggung jawab ini membebani musisi muda itu dengan berat, tetapi ia tetap bertahan.
#9
At twenty-two, Beethoven moved to Vienna, the music capital of Europe.
Pada usia dua puluh dua tahun, Beethoven pindah ke Wina, ibu kota musik Eropa.
#10
He studied with Haydn and quickly amazed audiences with his powerful piano playing.
Dia belajar dengan Haydn dan dengan cepat memukau penonton dengan permainan pianonya yang kuat.
#11
His compositions were bold and emotional, unlike anything the Viennese had ever heard.
Karya-karyanya berani dan emosional, tidak seperti apa pun yang pernah didengar orang Wina sebelumnya.
#12
Beethoven's unique style began to redefine classical music.
Gaya unik Beethoven mulai mendefinisikan ulang musik klasik.
#13
In his late twenties, Beethoven began to notice a disturbing buzzing in his ears.
Di akhir usia dua puluhan, Beethoven mulai menyadari adanya dengungan yang mengganggu di telinganya.
#14
Slowly and terrifyingly, he began to experience hearing loss.
Perlahan dan menakutkan, ia mulai mengalami kehilangan pendengaran.
#15
For a musician, this was an unimaginable tragedy, a cruel twist of fate.
Bagi seorang musisi, ini adalah tragedi yang tak terbayangkan, sebuah permainan nasib yang kejam.
#16
He kept his condition a secret for years, terrified of the impact it would have on his career.
Dia merahasiakan kondisinya selama bertahun-tahun, merasa takut akan dampak yang ditimbulkannya pada kariernya.