EN: Use 'be' verbs (am, is, are) to connect a subject with its name or identity.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata kerja be (am, is, are) untuk menghubungkan subjek dengan nama atau identitasnya.
I am a student in New York.
Saya adalah seorang siswa di New York.
EN: In Taiwan, 'junior high school' refers to grades 7-9. Students in Taipei often have very busy schedules due to the competitive academic environment.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, 'junior high school' mengacu pada sekolah menengah pertama (kelas 7 hingga 9). Siswa di Taipei biasanya memiliki ritme hidup yang sangat sibuk karena lingkungan akademik yang kompetitif.
EN: Use 'want to + verb' to express a desire or intention to do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'want to + kata kerja' untuk menyatakan keinginan atau niat untuk melakukan sesuatu.
I want to eat pizza for dinner.
Saya ingin makan pizza untuk makan malam.
EN: Use 'Let's' (Let us) followed by a base verb to make a suggestion or invite someone to do something together.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Let's' (singkatan dari Let us) diikuti dengan kata kerja dasar untuk memberikan saran atau mengajak orang lain melakukan sesuatu bersama.
Let's go to the park!
Ayo pergi ke taman!
EN: In English presentations or storytelling, 'Let's start with...' is a very common and natural way to introduce the first topic of discussion.
Bahasa Indonesia: Dalam presentasi bahasa Inggris atau bercerita, "Let's start with..." adalah pembuka yang sangat umum dan alami untuk mengarahkan audiens ke topik pertama.
EN: The phrasal verb 'go off' means to start making a noise, such as an alarm or a bell. We use the 's' (goes) because 'alarm' is a singular subject in the Present Simple tense.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "go off" berarti (alarm atau bel) berbunyi. Karena "alarm" adalah subjek tunggal dan menggambarkan kebiasaan sehari-hari (present simple), maka kata kerjanya menggunakan "goes".
The school bell goes off at 8:00.
Bel sekolah berbunyi pada jam 8.
EN: In many English-speaking cultures, punctuality is highly valued. Mentioning the exact time your alarm goes off is a common way to describe a disciplined daily routine.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, ketepatan waktu sangat dihargai. Menjelaskan waktu tepat alarm berbunyi adalah cara umum untuk mengekspresikan rutinitas hidup.
EN: Adverbs of frequency (like 'usually' and 'sometimes') tell us how often something happens. They usually go before the main verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi (seperti usually dan sometimes) digunakan untuk memberi tahu kita seberapa sering sesuatu terjadi. Mereka biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum.
I usually drink tea in the morning.
Saya biasanya minum teh di pagi hari.
EN: The 'snooze button' is a common feature on alarm clocks. In Western culture, 'hitting snooze' is a relatable morning struggle often discussed in casual conversation.
Bahasa Indonesia: "Tombol snooze" (snooze button) adalah fitur umum pada jam alarm. Dalam budaya Barat, "menekan tombol snooze" adalah perjuangan bangun tidur yang sering disebutkan dalam percakapan sehari-hari dan mudah membuat orang merasa senasib.
EN: Use 'It is + adjective + to + verb' to describe how an action feels or its quality. 'It' acts as a placeholder for the action.
Bahasa Indonesia: Gunakan "It is + kata sifat + to + kata kerja" untuk menggambarkan perasaan atau sifat suatu tindakan. 'It' di sini adalah subjek semu yang mewakili tindakan setelahnya.
It's very easy to learn English.
Belajar bahasa Inggris sangat mudah.
EN: The phrase 'Monday Blues' is common in many cultures, referring to the feeling of tiredness or lack of motivation when starting the work or school week after the weekend.
Bahasa Indonesia: 'Monday Blues' (Senin kelabu) umum terjadi di banyak budaya, merujuk pada rasa lelah atau kurang motivasi saat mulai bekerja atau sekolah setelah akhir pekan berakhir.
EN: Use 'After' at the beginning of a sentence to show the order of two actions. Use a comma to separate the first action from the second.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'After' di awal kalimat untuk menunjukkan urutan dua tindakan. Gunakan koma untuk memisahkan tindakan pertama dan kedua.
After I finish my homework, I play video games.
Setelah saya selesai mengerjakan PR, saya akan bermain video game.
EN: The phrasal verb 'put on' means to place a piece of clothing or jewelry on your body.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'put on' berarti mengenakan pakaian atau aksesori pada tubuh.
Please put on your coat; it's cold outside.
Tolong pakai jaketmu; di luar sangat dingin.
EN: In Taiwan, most junior high school students are required to wear specific school uniforms, which often include different sets for regular classes and PE (Physical Education).
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, sebagian besar siswa SMP diwajibkan mengenakan seragam sekolah tertentu, yang biasanya dibedakan antara seragam kelas biasa dan pakaian olahraga untuk pelajaran olahraga.
EN: Use 'It takes (someone) (time) to (do something)' to describe how much time is needed for an activity.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'It takes (seseorang) (waktu) to (melakukan sesuatu)' untuk mendeskripsikan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
It takes me 10 minutes to walk to school.
Saya butuh waktu 10 menit berjalan kaki ke sekolah.
EN: In English-speaking cultures, 'getting ready' for school usually includes washing up, dressing, and packing a bag. The phrase 'about' is frequently used to give a flexible estimate of time.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bahasa Inggris, 'getting ready' untuk sekolah biasanya mencakup mandi, berpakaian, dan merapikan tas. Kata 'about' sering digunakan untuk memberikan estimasi waktu yang fleksibel, bukan waktu yang tepat.
EN: Use 'always' before the main verb to show that an action happens 100% of the time.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'always' (selalu) sebelum kata kerja umum untuk menunjukkan bahwa frekuensi suatu tindakan adalah 100%.
I always brush my teeth at night.
Saya selalu menyikat gigi di malam hari.
EN: In many English-speaking cultures, breakfast is considered the most important meal of the day for students to help them focus in class.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya negara berbahasa Inggris, sarapan dianggap sebagai makanan terpenting bagi siswa dalam sehari, membantu mereka berkonsentrasi di kelas.
EN: Use frequency adverbs like 'usually' to describe how often something happens. These words go before the main action verb.
Bahasa Indonesia: Gunakan adverbia frekuensi seperti 'usually' (biasanya) untuk menjelaskan seberapa sering sesuatu terjadi. Kata-kata ini biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum.
I usually drink milk in the morning.
Saya biasanya minum susu di pagi hari.
EN: In many Asian cultures, including Taiwan, rice is a common breakfast staple, whereas in Western cultures, cereal or toast is more typical.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya Asia termasuk Taiwan, nasi adalah makanan pokok sarapan yang umum, sedangkan dalam budaya Barat, sereal atau roti panggang lebih umum.
EN: The word 'grab' is used informally to mean getting something quickly, especially food or a drink when you are in a hurry.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'grab' dalam konteks informal berarti 'mengambil dengan cepat', terutama digunakan saat terburu-buru untuk makan atau minum sesuatu.
I need to grab a quick snack before the meeting.
Saya perlu makan camilan cepat sebelum rapat dimulai.
EN: In many Western cultures and busy urban areas like Taipei, 'grabbing breakfast' reflects a fast-paced lifestyle where people prioritize speed over a sit-down meal.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya Barat dan kota-kota sibuk seperti Taipei, 'grab breakfast' mencerminkan gaya hidup yang serba cepat, di mana orang lebih mementingkan kecepatan daripada duduk untuk makan dengan tenang.
EN: Use the preposition 'at' before specific clock times to indicate when an action happens.
Bahasa Indonesia: Sebelum titik waktu tertentu (jam dan menit), kita menggunakan kata depan 'at' untuk menunjukkan waktu terjadinya tindakan.
I go to bed at 10:30.
Saya pergi tidur jam 10.30.
EN: In English, 'leave home' is a common way to say you are starting your commute to school or work. It doesn't mean moving out permanently in this context.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'leave home' adalah ungkapan umum untuk 'berangkat (ke sekolah atau kantor)', dalam konteks percakapan sehari-hari ini tidak berarti 'pindah rumah' atau 'kabur dari rumah'.
EN: Use frequency adverbs like 'usually' before the main verb to describe how often you do something.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata keterangan frekuensi seperti 'usually' sebelum kata kerja umum untuk mendeskripsikan seberapa sering Anda melakukan sesuatu.
I always eat breakfast at home.
Saya selalu sarapan di rumah.
EN: In many cities like Taipei, taking the bus or MRT is a very common way for students to commute to school due to the convenient public transport system.
Bahasa Indonesia: Di kota-kota seperti Taipei, karena sistem transportasi umum yang maju, naik bus atau MRT adalah cara yang sangat umum bagi siswa untuk pergi ke sekolah.
EN: Use 'so' to connect a reason with a result. The first part is the cause, and the second part is what happens because of it.
Bahasa Indonesia: Gunakan "so" untuk menghubungkan sebab dan akibat. Bagian pertama adalah sebab, dan bagian kedua adalah akibat yang dihasilkan dari sebab tersebut.
I was hungry, so I ate an apple.
Saya lapar, jadi saya makan sebuah apel.
EN: In cities like Taipei, public transportation is highly developed. Living near a bus stop or MRT station is considered a major advantage for students and workers.
Bahasa Indonesia: Di kota-kota seperti Taipei, transportasi umum sangat maju. Tinggal di dekat halte bus atau stasiun MRT dianggap sebagai keuntungan besar bagi pelajar dan pekerja.
EN: Use 'get to' followed by a place to mean 'arrive at'. Use 'at' before a specific time.
Bahasa Indonesia: Gunakan "get to" ditambah lokasi untuk menunjukkan "sampai". Gunakan kata depan "at" sebelum waktu yang spesifik.
I get to the park at 10:00.
Saya sampai di taman pukul sepuluh.
EN: In Taiwan, junior high school students typically start their day early, often arriving before 7:50 AM for morning self-study or cleaning duties.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, siswa SMP biasanya memulai hari mereka sangat awal, sering kali tiba di sekolah sebelum pukul 7:50 pagi untuk belajar mandiri atau bersih-bersih.
EN: Use 'so' to connect a cause and a result. The first part is the reason, and the second part is what happens because of it.
Bahasa Indonesia: Gunakan "so" untuk menghubungkan sebab dan akibat. Bagian pertama adalah sebab, dan bagian kedua adalah akibat yang terjadi karena sebab tersebut.
I am hungry, so I eat an apple.
Saya lapar, jadi saya makan sebuah apel.
EN: In Taiwan, many junior high schools have a 'morning study' or 'morning class' period before the official first lesson starts. This is a common time for students to prepare for the day or socialize briefly.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, banyak sekolah menengah pertama memiliki waktu 'belajar mandiri pagi' sebelum pelajaran pertama dimulai. Ini adalah waktu umum bagi siswa untuk mempersiapkan pelajaran atau bersosialisasi sejenak.
EN: Use 'That is' (That's) to summarize or conclude a topic you just finished talking about.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'That is' (disingkat That's) untuk merangkum atau mengakhiri topik yang baru saja Anda bicarakan.
That's my favorite movie!
Itulah film favorit saya!
EN: In English-speaking cultures, a 'routine' implies a set of habits that provide structure to one's day. Sharing a routine is a common way to build rapport in casual conversation.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Inggris, 'routine' mewakili serangkaian kebiasaan yang membuat hidup teratur. Berbagi rutinitas adalah cara umum untuk membangun hubungan dalam percakapan sehari-hari.
EN: Use 'a day' to show how often something happens or the quantity within a single day.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'a day' untuk menunjukkan frekuensi sesuatu terjadi, atau jumlah dalam satu hari.
I drink eight glasses of water a day.
Saya minum delapan gelas air sehari.
EN: In many English-speaking school systems, 'period' refers to a specific block of time for a class, similar to 'class' or 'lesson'.
Bahasa Indonesia: Dalam sistem sekolah di banyak negara berbahasa Inggris, 'period' mengacu pada unit waktu satu jam pelajaran, mirip dengan 'class' atau 'lesson'.
EN: Use the Present Simple tense (verb + 's') for schedules and routines that happen regularly. Use 'at' before specific times.
Bahasa Indonesia: Gunakan present simple tense (kata kerja ditambah 's') untuk menggambarkan jadwal rutin. Gunakan preposisi 'at' sebelum waktu yang spesifik.
The train leaves at 9:00.
Kereta berangkat pukul sembilan.
EN: In Taiwan, junior high school students typically start their first class around 8:00 or 8:10 AM, following a morning self-study or cleaning period. 'Period' is the standard term for a single class session.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, siswa SMP biasanya memulai jam pelajaran pertama sekitar pukul 08.00 atau 08.10 pagi, setelah waktu belajar mandiri atau waktu bersih-bersih. 'Period' mengacu pada 'satu jam pelajaran' dalam jadwal sekolah.
EN: Frequency adverbs like 'usually' are placed before the main verb to show how often an action happens.
Bahasa Indonesia: Adverbia frekuensi (seperti usually) biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum untuk menunjukkan seberapa sering sesuatu terjadi.
I usually drink milk for breakfast.
Saya biasanya minum susu untuk sarapan.
EN: In many English-speaking cultures, school subjects like 'English' and 'Math' are capitalized when they refer to specific courses, though 'math' is often lowercase in general usage unless it's the start of a sentence.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya bahasa Inggris, ketika mata pelajaran (seperti English, Math) merujuk pada kursus tertentu, biasanya ditulis dengan huruf kapital. Dalam konteks SMP di Taiwan, ini adalah mata pelajaran inti siswa setiap hari.
EN: When a number and a noun (like '10-minute') are used together with a hyphen to describe another noun, the middle noun is always singular (no 's').
Bahasa Indonesia: Ketika angka dan kata benda (seperti 10-minute) dihubungkan dengan tanda hubung untuk memodifikasi kata benda di belakangnya, kata benda di tengah harus dalam bentuk tunggal (tanpa s).
I have a five-year-old brother.
Saya punya adik laki-laki berusia lima tahun.
EN: In Taiwan, junior high schools typically have short breaks (10 minutes) between each class period and a longer lunch/nap break, which is reflected in Amy's routine.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, SMP biasanya memiliki istirahat singkat 10 menit di antara setiap jam pelajaran, serta waktu makan siang dan istirahat siang yang lebih lama, hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari Amy.
EN: Adverbs of frequency like 'sometimes' tell us how often something happens. They usually go before the main verb.
Bahasa Indonesia: Adverbia frekuensi (seperti sometimes) digunakan untuk memberi tahu kita seberapa sering sesuatu terjadi. Mereka biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum.
I sometimes play games after dinner.
Saya sesekali bermain game setelah makan malam.
EN: In many schools, 'the break' refers to the short 10-15 minute interval between classes. In American English, 'bathroom' is the most common polite way to refer to the toilet in a school or home setting.
Bahasa Indonesia: Di banyak sekolah, 'the break' mengacu pada waktu istirahat 10 hingga 15 menit di antara jam pelajaran. Dalam bahasa Inggris Amerika, 'bathroom' adalah cara paling umum dan sopan untuk menyebut toilet di lingkungan sekolah atau rumah.
EN: The phrasal verb 'go by' is used to describe the passage of time. When time 'goes by', it means it is passing or moving forward.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'go by' digunakan untuk menggambarkan berlalunya waktu. Ketika waktu 'goes by', itu berarti waktu sedang berlalu atau bergerak maju.
Summer vacation goes by too quickly.
Liburan musim panas berlalu terlalu cepat.
EN: In English-speaking cultures, commenting on how fast time passes is a very common way to express that one is busy or having a productive day.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Inggris, mengomentari waktu yang berlalu dengan cepat adalah cara yang sangat umum untuk mengungkapkan bahwa seseorang sedang sibuk atau telah melewati hari yang produktif.
EN: Use the preposition 'at' before specific clock times to indicate when an event happens.
Bahasa Indonesia: Sebelum waktu yang spesifik (jam dan menit), gunakan preposisi 'at' untuk menunjukkan waktu terjadinya suatu peristiwa.
The movie starts at 7:30.
Film dimulai pada jam 7:30.
EN: In many Taiwanese schools, lunchtime is strictly scheduled around noon, followed by a mandatory nap time, which is a common routine for students.
Bahasa Indonesia: Di banyak sekolah di Taiwan, waktu makan siang biasanya diatur secara ketat sekitar tengah hari, diikuti oleh waktu istirahat siang wajib, yang merupakan rutinitas harian umum bagi siswa.
EN: In English, we usually put the place (where) and the person (with whom) after the action (verb).
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, kita biasanya meletakkan tempat (di mana) dan orang (dengan siapa) setelah tindakan (kata kerja).
I play soccer in the park with my brother.
Saya dan kakak laki-laki saya bermain sepak bola di taman.
EN: In many Western and international schools, a 'cafeteria' is a large room where students buy or eat their meals together, often using a tray to carry food from a service line.
Bahasa Indonesia: Di banyak sekolah Barat atau internasional, 'cafeteria' adalah ruang besar di mana siswa membeli atau menikmati makanan bersama, biasanya menggunakan nampan untuk mengambil makanan dari jalur prasmanan.
EN: Use 'but' to connect two sentences that show a contrast or a different situation.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'but' (tetapi) untuk menghubungkan dua kalimat yang menunjukkan kontras atau situasi yang berbeda.
I like apples, but I don't like oranges.
Saya suka apel, tapi saya tidak suka jeruk.
EN: In many Western countries, a 'packed lunch' often consists of a sandwich, fruit, and a snack. In Taiwan, students often bring a 'bento' (lunch box) that can be reheated at school.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara Barat, 'packed lunch' (bekal makan siang) biasanya berupa sandwich, buah, dan camilan. Di Taiwan, siswa biasanya membawa 'bento' dan mengukus atau memanaskannya di sekolah.
EN: Use a hyphen to join a number and a noun (like '30-minute') to create an adjective that describes another noun. Note that the noun in the hyphenated phrase is always singular.
Bahasa Indonesia: Gunakan tanda hubung untuk menggabungkan angka dan kata benda (seperti '30-minute'), ini dapat membentuk kata sifat untuk memodifikasi kata benda berikutnya. Perhatikan bahwa kata benda dalam tanda hubung harus dalam bentuk tunggal.
We have a ten-minute break between classes.
Kami memiliki waktu istirahat sepuluh menit di antara jam pelajaran.
EN: In many Taiwanese schools, a mandatory nap time (usually around 30 minutes) is a standard part of the daily routine to help students recharge for afternoon classes. This is less common in Western schools.
Bahasa Indonesia: Di banyak sekolah di Taiwan, waktu istirahat siang wajib (biasanya sekitar 30 menit) adalah bagian dari rutinitas harian, yang bertujuan membantu siswa mengisi ulang energi untuk pelajaran sore. Hal ini jarang terjadi di sekolah-sekolah negara Barat.
EN: Use 'don't always' to mean that something happens sometimes, but not every time. It is a way to show a partial habit.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'don't always' untuk menunjukkan sesuatu 'tidak selalu' terjadi, artinya terkadang dilakukan tetapi tidak setiap saat. Ini adalah cara untuk mengekspresikan kebiasaan parsial.
I don't always eat breakfast at home.
Saya tidak selalu sarapan di rumah.
EN: In many Asian schools, including Taiwan, there is a scheduled 'nap time' after lunch. While not everyone falls asleep, students are expected to remain quiet and rest at their desks.
Bahasa Indonesia: Di sekolah-sekolah di banyak negara Asia seperti Taiwan, ada jadwal 'waktu tidur siang' setelah makan siang. Meskipun tidak semua orang tertidur, siswa biasanya diminta untuk tetap tenang dan beristirahat di tempat duduk mereka.
EN: Use 'or' to connect two different actions (verbs) when you want to show choices or multiple possibilities.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'or' untuk menghubungkan dua tindakan (kata kerja) yang berbeda, digunakan untuk menunjukkan pilihan atau berbagai kemungkinan.
We can play games or watch a movie.
Kita bisa bermain game atau menonton film.
EN: In many East Asian schools, 'nap time' or 'quiet time' after lunch is a common routine to help students recharge for afternoon classes.
Bahasa Indonesia: Di banyak sekolah di Asia Timur, waktu tidur siang (nap time) adalah rutinitas yang sangat umum, yang bertujuan membantu siswa memulihkan tenaga untuk pelajaran sore.
EN: Use 'In the afternoon' to talk about things that happen during that time of day. When listing multiple items like 'art, PE, and Chinese class', use commas between items and 'and' before the last one.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'In the afternoon' untuk menggambarkan hal-hal yang terjadi di sore hari. Saat menyebutkan beberapa item (seperti seni, olahraga, dan bahasa nasional), gunakan tanda koma di antara item tersebut, dan tambahkan 'and' sebelum item terakhir.
In the morning, I have math and music class.
Di pagi hari, saya ada pelajaran matematika dan musik.
EN: In Taiwan's junior high schools, 'Chinese class' refers to the study of Mandarin literature and language, similar to 'English class' in English-speaking countries. PE (Physical Education) is a mandatory part of the curriculum.
Bahasa Indonesia: Di SMP Taiwan, 'Chinese class' merujuk pada pelajaran Bahasa Mandarin, mempelajari sastra dan bahasa Mandarin, mirip dengan 'English class' di negara berbahasa Inggris. PE (Olahraga) adalah mata pelajaran wajib di sekolah.
EN: Use the word 'favorite' to talk about the thing you like the most. It can be used after 'is' to describe a subject.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'favorite' untuk membicarakan hal yang paling kamu sukai. Kata ini bisa diletakkan setelah 'is' untuk mendeskripsikan subjek.
English is my favorite!
Bahasa Inggris adalah favoritku!
EN: In many English-speaking schools, 'PE' stands for Physical Education. It is a common abbreviation used by students and teachers alike.
Bahasa Indonesia: Di banyak sekolah di negara berbahasa Inggris, 'PE' adalah singkatan dari Olahraga (Physical Education). Ini adalah singkatan yang umum digunakan oleh siswa dan guru.
EN: Use 'usually' to describe things you do most of the time. It goes before the action word (verb).
Bahasa Indonesia: Gunakan 'usually' untuk mendeskripsikan hal yang sering kamu lakukan (adverbia frekuensi). Biasanya diletakkan di depan kata kerja.
I usually drink milk for breakfast.
Saya biasanya minum susu untuk sarapan.
EN: In many schools, the 'track' refers to the oval running area around the sports field, which is a central part of campus life and PE classes.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks sekolah, 'track' biasanya merujuk pada lintasan lari melingkar di sekitar lapangan, yang merupakan tempat utama untuk pelajaran olahraga dan kegiatan olahraga setelah sekolah.
EN: Use 'do' as a helping verb to ask questions about habits or routines in the present simple tense.
Bahasa Indonesia: Dalam simple present tense, gunakan kata kerja bantu 'do' untuk menanyakan pertanyaan tentang kebiasaan atau kehidupan sehari-hari.
What do you eat for breakfast?
Apa yang kamu makan untuk sarapan?
EN: In English stories or dialogues, it is common to put the verb before the subject (e.g., 'asks Ben') when reporting speech, though 'Ben asks' is also correct.
Bahasa Indonesia: Dalam cerita atau percakapan bahasa Inggris, saat mengutip ucapan seseorang, kata kerja sering diletakkan sebelum subjek (misalnya: asks Ben), meskipun Ben asks juga benar.
EN: Use 'usually' to describe things you do often or as a habit. It is placed before the main action verb.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'usually' untuk menggambarkan hal yang sering Anda lakukan atau kebiasaan. Biasanya diletakkan sebelum kata kerja utama.
I usually drink tea in the morning.
Saya biasanya minum teh di pagi hari.
EN: In many English-speaking cultures, asking 'How about you?' is a standard way to show interest in the other person and keep the conversation balanced.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya negara berbahasa Inggris, menanyakan "How about you?" adalah cara standar untuk menunjukkan ketertarikan pada orang lain dan menjaga keseimbangan percakapan.
EN: To talk about regular habits or schedules, use the 'Present Simple' tense. When mentioning specific days of the week for recurring events, add an 's' to the day (e.g., Mondays) and use the preposition 'on'.
Bahasa Indonesia: Saat kita menggambarkan kebiasaan atau jadwal rutin, gunakan 'Present Simple Tense'. Untuk menyatakan kegiatan tetap pada 'setiap hari tertentu', tambahkan 's' setelah nama hari (misalnya Mondays), dan pasangkan dengan kata depan 'on'.
I play soccer on Saturdays.
Saya bermain sepak bola setiap Sabtu.
EN: 'Cram school' is a very common term in East Asian cultures (like Taiwan) to describe private schools that prepare students for exams. In Western countries, this concept is often called 'tutoring' or 'after-school programs'.
Bahasa Indonesia: 'Cram school' adalah istilah yang sangat umum dalam budaya Asia Timur (seperti Taiwan), digunakan untuk menggambarkan tempat les swasta untuk persiapan ujian. Di negara-negara Barat, konsep ini biasanya disebut 'tutoring' (bimbingan belajar) atau 'after-school programs' (program sepulang sekolah).
EN: Use 'What time' to ask about a specific time on the clock. Use 'do' to form a question with a regular verb like 'get home'.
Bahasa Indonesia: Gunakan "What time" untuk menanyakan waktu spesifik pada jam. Ketika ada kata kerja biasa seperti "get home" dalam kalimat, Anda perlu menggunakan kata kerja bantu "do" untuk membentuk kalimat tanya.
What time do you eat dinner?
Jam berapa kamu makan malam?
EN: In English, 'home' is often used as an adverb, so we say 'get home' instead of 'get to home'.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'home' sering digunakan sebagai kata keterangan, jadi kita mengucapkan 'get home' dan bukan 'get to home'.
EN: Use 'usually' (an adverb of frequency) before the main verb to describe a habit or regular action.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata keterangan frekuensi 'usually' (biasanya) sebelum kata kerja umum untuk menggambarkan kebiasaan atau tindakan rutin.
I usually drink tea in the morning.
Saya biasanya minum teh di pagi hari.
EN: In many Asian cultures, including Taiwan, 'cram schools' (buxiban) are very common for junior high students, leading to late homecomings like 7:00 PM or even later.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya Asia termasuk Taiwan, 'lembaga bimbingan belajar' sangat umum bagi siswa SMP, yang menyebabkan siswa biasanya pulang sangat larut (misalnya jam tujuh malam atau bahkan lebih larut).
EN: Use 'until' to talk about an action that continues up to a specific time.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'until' untuk menggambarkan suatu tindakan yang berlanjut hingga titik waktu tertentu.
I study until 9:00 PM every night.
Saya belajar sampai jam sembilan setiap malam.
EN: In Taiwan, many junior high school students stay late for clubs or sports, but many others go to 'cram schools' (buxiban) immediately after school ends.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, banyak siswa SMP tetap di sekolah setelah pulang sekolah untuk mengikuti klub atau latihan tim sekolah, tetapi banyak juga yang langsung pergi ke tempat bimbingan belajar.
EN: Use 'take the [transportation]' to describe how you travel from one place to another.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'take the + alat transportasi' untuk menjelaskan bagaimana Anda berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
I take the train to work every day.
Saya naik kereta ke kantor setiap hari.
EN: In English, 'home' functions as an adverb here, so we don't say 'to home'. This is a common mistake for learners.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'home' di sini digunakan sebagai kata keterangan, yang berarti 'ke arah rumah', jadi kita tidak mengatakan 'to home'. Ini adalah kesalahan umum yang dilakukan pelajar.
EN: Use 'get home' to mean arriving at your house. We do not use 'to' before 'home' with the verb 'get'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'get home' untuk menyatakan 'sampai di rumah'. Saat home mengikuti kata kerja get, tidak perlu menambahkan kata depan to di antaranya.
I get home late on Fridays.
Saya sampai di rumah sangat larut setiap hari Jumat.
EN: In many cultures, 'about' is used to show politeness or flexibility regarding time, as arriving exactly on the minute is often difficult.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan sehari-hari, menggunakan 'about' (sekitar) dapat membuat nada bicara terdengar lebih alami dan tidak kaku, karena biasanya sulit untuk sampai di rumah tepat waktu.
EN: Use 'at around' before a specific time to indicate an approximate time rather than an exact one.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'at around' sebelum waktu spesifik untuk menunjukkan waktu perkiraan, bukan titik waktu yang tepat.
I go to bed at around 10:00.
Saya pergi tidur sekitar jam sepuluh.
EN: In many cultures, dinner is the main meal of the day where family members gather to share their experiences, as mentioned in Amy's story.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya, makan malam adalah waktu makan terpenting dalam sehari, di mana anggota keluarga berkumpul untuk berbagi pengalaman hari itu, seperti yang disebutkan Amy dalam cerita.
EN: Frequency adverbs like 'usually' are placed before the main verb. Also, since 'My dad' is a singular person (he), we add 's' to the verb 'cook'.
Bahasa Indonesia: Adverbia frekuensi (seperti usually) biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum. Selain itu, karena 'ayah saya' adalah orang ketiga tunggal, maka kata kerja cook harus ditambah s menjadi cooks.
She usually drinks tea.
Dia biasanya minum teh.
EN: In many modern families, household chores like cooking are shared, and it is common to mention which family member typically handles specific tasks.
Bahasa Indonesia: Dalam keluarga modern, pembagian tugas rumah tangga sangat umum, dan menjelaskan anggota keluarga mana yang bertanggung jawab memasak adalah topik yang alami dalam percakapan sehari-hari.
EN: Use 'a' before a singular noun that starts with a consonant sound to describe what someone is or their job.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'a' di depan kata benda tunggal yang diawali dengan konsonan untuk menggambarkan identitas atau pekerjaan seseorang.
She is a good teacher.
Dia adalah guru yang baik.
EN: In English, 'cook' is a person who prepares food, while 'cooker' refers to the kitchen appliance (like a rice cooker). Be careful not to say 'He is a great cooker'!
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'cook' merujuk pada orang yang memasak (koki), sedangkan 'cooker' merujuk pada alat masak (seperti penanak nasi). Saat memuji seseorang, jangan katakan 'He is a great cooker', karena itu berarti Anda memuji sebuah mesin!
EN: Frequency adverbs like 'always' are placed before the main verb to show how often an action happens.
Bahasa Indonesia: Adverbia frekuensi (seperti always) biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum untuk menunjukkan frekuensi terjadinya suatu tindakan.
I always drink water in the morning.
Saya selalu minum air di pagi hari.
EN: In many English-speaking cultures, dinner is considered the primary time for family members to reconnect and share stories about their day, making 'How was your day?' a very common dinner table question.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya banyak negara berbahasa Inggris, makan malam dianggap sebagai waktu utama bagi keluarga untuk berkumpul dan berbagi cerita hidup, sehingga "Bagaimana harimu?" (How was your day?) adalah sapaan yang sangat umum di meja makan.
EN: Use 'After + noun' at the beginning of a sentence to show the order of events. A comma is usually used after this time phrase.
Bahasa Indonesia: Gunakan "After + kata benda" di awal kalimat untuk menunjukkan urutan kejadian. Frasa waktu ini biasanya diikuti dengan tanda koma.
After school, I play basketball.
Setelah sekolah, saya bermain basket.
EN: Use 'It takes + [time] + to [action]' to talk about how much time is needed for an activity.
Bahasa Indonesia: Gunakan "It takes + [waktu] + to [tindakan]" untuk menggambarkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sesuatu.
It takes thirty minutes to walk to school.
Butuh waktu tiga puluh menit untuk berjalan ke sekolah.
EN: In English, 'about' is frequently used before numbers to show that the time is an estimate, not an exact measurement.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'about' sering diletakkan di depan angka untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut adalah perkiraan, bukan pengukuran yang tepat.
EN: Frequency adverbs like 'sometimes' usually go before the main verb to show how often an action happens.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi (seperti sometimes) biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum untuk menunjukkan seberapa sering suatu tindakan terjadi.
I sometimes play games on my phone.
Terkadang saya bermain game ponsel.
EN: In English, 'older sister' is used to specify seniority, but in casual conversation, people often just say 'my sister' unless the age difference is important to the context.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, meskipun older sister digunakan untuk memperjelas 'kakak perempuan', dalam percakapan sehari-hari biasanya hanya disebut my sister kecuali perbedaan usia itu penting.
EN: Use 'for' followed by a length of time to show how long an action lasts.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'for' ditambah jangka waktu untuk menunjukkan berapa lama suatu tindakan berlangsung.
I study English for one hour every day.
Saya belajar bahasa Inggris satu jam setiap hari.
EN: In many Asian educational systems, 'reviewing notes' is a standard part of a student's daily routine to prepare for frequent quizzes.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak sistem pendidikan Asia, 'meninjau catatan' adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari siswa untuk menghadapi kuis yang sering dilakukan.
EN: Using '-ing' (Gerund) as a Subject: When you want to talk about an action as a thing or a concept, you add '-ing' to the verb. Here, 'reviewing' acts as the subject of the second part of the sentence.
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai subjek: Saat Anda ingin membahas suatu tindakan sebagai 'suatu hal' atau 'suatu konsep', tambahkan -ing setelah kata kerja. Di sini, reviewing (meninjau) adalah subjek dari paruh kedua kalimat.
Eating healthy food is good for you.
Makan makanan sehat itu baik untukmu.
EN: In many Asian educational cultures, such as in Taiwan, 'reviewing' (複習) is highly emphasized as a key to academic success, often more so than in some Western contexts where 'critical thinking' or 'creativity' might be the primary buzzwords.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya pendidikan Asia seperti Taiwan, 'meninjau' dianggap sebagai kunci kesuksesan akademis, yang mencerminkan pentingnya ketekunan dan penguatan pengetahuan dasar.
EN: The word 'that' is often omitted after verbs like 'think', 'say', or 'know' when connecting two ideas. Here, 'I think (that) she's right' connects the opinion to the person thinking it.
Bahasa Indonesia: Setelah kata kerja seperti think (berpikir), say (mengatakan), atau know (tahu), 'that' yang sering digunakan untuk menghubungkan klausa sering kali dihilangkan. Di sini 'I think (that) she's right' menghubungkan pemikiran dengan pembicara.
I think he is a good teacher.
Saya pikir dia guru yang baik.
EN: Using 'I think' is a polite way to express an opinion in English, making the statement sound less aggressive than just saying 'She is right.'
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, menggunakan 'I think' (saya pikir) adalah cara yang sopan untuk menyampaikan pendapat, terdengar kurang dogmatis dibandingkan langsung mengatakan 'She is right' (dia benar).
EN: The verb 'help' can be followed by an object and then another verb in its base form (without 'to').
Bahasa Indonesia: Penggunaan kata kerja help adalah 'help + objek + kata kerja dasar', yang berarti membantu seseorang melakukan sesuatu.
Music helps me study better.
Musik membantu saya belajar dengan lebih baik.
EN: Use 'After' followed by a verb ending in '-ing' to describe an action that happens first.
Bahasa Indonesia: Tambahkan bentuk kata kerja -ing setelah 'After' (setelah) untuk mendeskripsikan tindakan yang terjadi lebih dulu.
After eating dinner, I watch TV.
Setelah makan malam, saya akan menonton TV.
EN: Use 'sometimes' before the main action word (verb) to show how often you do something. It means you do it about 50% of the time.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'sometimes' sebelum tindakan utama (kata kerja) untuk menunjukkan seberapa sering Anda melakukan sesuatu. Ini berarti ada sekitar setengah peluang Anda melakukannya.
I sometimes play games on my phone.
Kadang-kadang saya bermain game ponsel.
EN: In modern English, 'online' is commonly used as an adverb to describe activities done via the internet, such as 'chatting online' or 'shopping online'.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris modern, 'online' sering digunakan sebagai kata keterangan untuk menggambarkan aktivitas yang dilakukan melalui internet, seperti 'mengobrol daring' atau 'belanja daring'.
EN: Use 'like to + verb' to talk about activities or hobbies you enjoy doing.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'like to + kata kerja' untuk menggambarkan aktivitas atau hobi yang Anda sukai.
I like to play video games after dinner.
Saya suka bermain gim video setelah makan malam.
EN: In English, 'before bed' is a common idiomatic expression meaning 'before going to sleep'. You don't need to say 'before the bed'.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'before bed' adalah ungkapan umum yang berarti 'sebelum tidur'. Di sini 'bed' merujuk pada aktivitas tidur, jadi tidak perlu menambahkan kata sandang 'the'.
EN: Use 'at' to indicate a specific time, and 'around' to show that the time is approximate (not exact).
Bahasa Indonesia: Gunakan 'at' untuk menunjukkan waktu yang tepat, dan tambahkan 'around' untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut adalah 'sekitar', tidak sepenuhnya tepat.
I go to bed at around 11:00.
Saya pergi tidur sekitar jam sebelas.
EN: In many English-speaking cultures, taking a shower can happen either in the morning to wake up or in the evening to relax, whereas in many Asian cultures, evening showers are more standard.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, beberapa orang terbiasa mandi di pagi hari agar segar, sementara yang lain terbiasa mandi di malam hari untuk bersantai; sedangkan dalam budaya Asia, mandi di malam hari biasanya merupakan kebiasaan yang lebih umum.
EN: Frequency adverbs like 'usually' are placed before the main verb to describe how often an action happens.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi (seperti usually) biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum untuk menggambarkan jumlah atau frekuensi terjadinya tindakan.
I always drink milk in the morning.
Saya selalu minum susu di pagi hari.
EN: In many English-speaking cultures, 'go to bed' refers to the act of getting into bed to sleep, whereas 'go home' or 'go to sleep' might be used in different contexts. 10:30 PM is a common bedtime for junior high students.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Inggris, 'go to bed' mengacu pada tindakan pergi ke tempat tidur untuk bersiap tidur. Bagi siswa SMP, jam 10:30 malam adalah waktu tidur yang cukup umum dan teratur.
EN: Use 'or' to connect two ideas where the second part shows a negative result if the first part doesn't happen.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'or' untuk menghubungkan dua kalimat, di mana kalimat kedua menunjukkan hasil negatif jika kalimat pertama tidak terpenuhi (jika tidak).
Hurry up, or you will be late for school.
Cepatlah, kalau tidak kamu akan terlambat ke sekolah.
EN: In many cultures, including Taiwan and the US, the importance of '8 hours of sleep' is a common health standard taught to students.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya (termasuk Indonesia dan Amerika Serikat), 'tidur 8 jam' adalah standar kesehatan umum yang diajarkan kepada siswa.
EN: Use 'Do' at the beginning of a sentence to ask a Yes/No question with action verbs in the present tense.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat present tense, gunakan 'Do' di awal kalimat untuk menanyakan pertanyaan 'ya/tidak' yang berfokus pada kata kerja umum.
Do you like apples?
Apakah kamu suka apel?
EN: In English narratives, it's common to place the verb before the subject (asks Amy) after a direct quote, though 'Amy asks' is also correct.
Bahasa Indonesia: Dalam narasi cerita bahasa Inggris, setelah kutipan langsung, kata kerja sering diletakkan sebelum subjek (seperti asks Amy), meskipun menggunakan Amy asks juga benar.
EN: Use 'always' before the main verb to show that an action happens every time. This is called an adverb of frequency.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'always' (selalu) sebelum kata kerja umum untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan terjadi setiap saat. Ini disebut kata keterangan frekuensi.
I always drink milk in the morning.
Saya selalu minum susu di pagi hari.
EN: In many Asian cities like Taipei, students often live far from their schools and rely on public transport, which requires waking up very early.
Bahasa Indonesia: Di kota-kota Asia seperti Taipei, siswa biasanya tinggal jauh dari sekolah dan perlu mengandalkan transportasi umum, sehingga mereka harus bangun sangat pagi.
EN: Frequency adverbs like 'usually' are used to describe how often something happens. They are typically placed before the main verb (wake up) but after the 'be' verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi (seperti usually) digunakan untuk menggambarkan seberapa sering sesuatu terjadi. Mereka biasanya diletakkan sebelum kata kerja umum (seperti wake up), tetapi setelah kata kerja be.
I usually drink tea in the morning.
Saya biasanya minum teh di pagi hari.
EN: In English narratives or dialogues, 'says [Name]' is a common way to identify the speaker, often placed after the quoted speech.
Bahasa Indonesia: Dalam narasi atau percakapan bahasa Inggris, "says [nama]" adalah cara umum untuk menandai pembicara, biasanya diletakkan setelah kutipan.
EN: To ask a 'Yes/No' question in the present tense with an action verb (like 'eat'), start the sentence with 'Do' or 'Does'.
Bahasa Indonesia: Dalam bentuk present tense, jika ingin menanyakan pertanyaan "apakah" untuk kata kerja aksi (seperti eat), gunakan kata kerja bantu Do atau Does di awal kalimat.
Do you like apples?
Apakah kamu suka apel?
EN: In many cultures, asking about breakfast is a common way to start a conversation about daily routines. In Taiwan, many students buy breakfast from 'breakfast shops' on their way to school rather than eating at home.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya, menanyakan tentang sarapan adalah cara umum untuk memulai topik kehidupan sehari-hari. Di Taiwan, banyak siswa terbiasa membeli di 'toko sarapan' dalam perjalanan ke sekolah, alih-alih makan di rumah.
EN: Use 'on the way to' followed by a destination to describe an action happening during your journey to a place.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'on the way to' diikuti dengan tujuan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi dalam perjalanan ke suatu tempat.
I often listen to music on the way to work.
Saya sering mendengarkan musik dalam perjalanan ke kantor.
EN: In many busy cities like Taipei, it is very common for students and office workers to buy breakfast from convenience stores or breakfast stands on their way to work or school, rather than eating at home.
Bahasa Indonesia: Di kota yang sibuk seperti Taipei, sangat umum bagi siswa dan pekerja kantoran untuk membeli sarapan dari minimarket atau toko sarapan dalam perjalanan ke sekolah atau kantor, alih-alih makan di rumah.
EN: Use 'should' to give advice or suggestions to someone.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'should' untuk memberikan saran atau usul kepada orang lain.
You should drink more water.
Kamu harus minum lebih banyak air.
EN: In many cultures, including Taiwan, suggesting healthy habits is a common way to show care for friends.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya termasuk Taiwan, menyarankan kebiasaan sehat adalah cara umum untuk menunjukkan perhatian kepada teman.
EN: The phrasal verb 'sleep in' means to stay in bed longer than usual in the morning, often because you don't have to go to work or school.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'sleep in' berarti 'tidur larut' atau 'bangun siang', biasanya karena tidak perlu bekerja atau sekolah sehingga tidur lebih lama dari biasanya.
I love to sleep in on Sundays.
Saya suka tidur larut pada hari Minggu.
EN: In many English-speaking cultures, 'sleeping in' is a common way to relax on weekends. It's often seen as a small luxury after a busy work or school week.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, 'tidur larut (sleeping in)' adalah cara umum untuk bersantai di akhir pekan. Setelah seminggu bekerja atau belajar yang sibuk, ini biasanya dianggap sebagai kemewahan kecil.
EN: Use 'sometimes' to talk about things you do once in a while. It usually goes before the main action word (verb).
Bahasa Indonesia: Gunakan 'sometimes' (terkadang) untuk menggambarkan kebiasaan yang sesekali terjadi. Biasanya diletakkan di depan tindakan utama (kata kerja).
I sometimes drink tea in the afternoon.
Saya terkadang minum teh di sore hari.
EN: In many cultures, 'sleeping in' on Saturdays is a common way to recover from a busy school or work week.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya, 'bermalas-malasan di tempat tidur' atau 'tidur sedikit lebih siang' pada hari Sabtu adalah cara umum untuk memulihkan tenaga dari minggu belajar atau bekerja yang sibuk.
EN: Use frequency adverbs like 'never' to show how often something happens. These words usually go before the main action word (verb).
Bahasa Indonesia: Gunakan kata keterangan frekuensi seperti 'never' (tidak pernah) untuk menunjukkan seberapa sering sesuatu terjadi. Kata-kata ini biasanya diletakkan sebelum tindakan utama (kata kerja).
I never drink coffee at night.
Saya tidak pernah minum kopi di malam hari.
EN: In many English-speaking cultures, 'sleeping in' on weekends is a common way to relax after a busy work or school week.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya negara berbahasa Inggris, 'tidur sepuasnya' (sleeping in) di akhir pekan adalah cara bersantai yang umum setelah minggu kerja atau sekolah yang sibuk.
EN: Use 'How often' to ask about the frequency of an action. The answer usually includes words like 'every day', 'once a week', or 'sometimes'.
Bahasa Indonesia: Gunakan “How often” untuk menanyakan seberapa sering suatu tindakan terjadi. Jawaban biasanya mencakup kata keterangan frekuensi seperti “setiap hari”, “seminggu sekali”, atau “kadang-kadang”.
How often do you go to the library?
Seberapa sering kamu pergi ke perpustakaan?
EN: In English storytelling or reporting, the word order 'asks Amy' or 'said Ben' is common after a quote, though 'Amy asks' is also correct. It adds a slightly more formal or literary tone to the dialogue.
Bahasa Indonesia: Dalam narasi cerita bahasa Inggris, setelah mengutip dialog, struktur inversi “kata kerja + nama” (seperti asks Amy) sering digunakan, ini terdengar lebih sastrawi atau seperti sedang bercerita daripada “nama + kata kerja”.
EN: Adverbs of frequency (seldom, sometimes) tell us how often something happens. They usually go before the main verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan frekuensi (seperti seldom, sometimes) digunakan untuk menunjukkan seberapa sering sesuatu terjadi. Biasanya diletakkan sebelum kata kerja utama.
I always eat breakfast at 7:00.
Saya selalu sarapan jam tujuh.
EN: 'Cram school' is a very common term in East Asian cultures like Taiwan, referring to private after-school classes to improve grades or prepare for exams.
Bahasa Indonesia: 'Cram school' adalah 'tempat les' yang umum dalam budaya Taiwan, merujuk pada kursus privat setelah sekolah untuk meningkatkan nilai atau persiapan ujian.
EN: Use 'times a week' to talk about how often you do something (frequency). For 'one time' use 'once', for 'two times' use 'twice', and for three or more, use the number + 'times'.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'jumlah kali + seminggu' untuk menyatakan frekuensi melakukan sesuatu. Sekali gunakan 'once', dua kali gunakan 'twice', tiga kali atau lebih gunakan angka ditambah 'times'.
I go to the gym four times a week.
Saya pergi ke gym empat kali seminggu.
EN: In many cultures, including Taiwan, joining a sports team or club is a common way for students to socialize and stay active after school.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya (termasuk Taiwan), bergabung dengan tim olahraga atau klub adalah cara umum bagi siswa untuk bersosialisasi setelah sekolah dan tetap aktif.
EN: The verb 'sound' is a linking verb used to describe how something seems when you hear about it. It is followed by an adjective (like 'productive') to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'sound' (terdengar) adalah linking verb, digunakan untuk menggambarkan bagaimana sesuatu terdengar. Diikuti langsung oleh kata sifat (seperti 'productive') untuk menerangkan subjek.
That movie sounds interesting.
Film itu terdengar menarik.
EN: Use frequency adverbs like 'sometimes' before the main verb to describe how often an action happens.
Bahasa Indonesia: Gunakan kata keterangan frekuensi seperti "sometimes" (terkadang) sebelum kata kerja umum untuk menggambarkan seberapa sering suatu tindakan terjadi.
I sometimes drink tea in the afternoon.
Saya sesekali minum teh di sore hari.
EN: Use 'Nobody's' to show that something does not belong to any person. It is a singular possessive form.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Nobody's" untuk menunjukkan bahwa sesuatu tidak dimiliki oleh siapa pun. Ini adalah bentuk posesif tunggal.
Nobody's homework is finished yet.
Belum ada tugas siapa pun yang selesai.
EN: In English conversations, starting with 'Ha!' or 'Haha' is a common way to show you find something relatable or to lighten the mood, not necessarily because something is funny.
Bahasa Indonesia: Dalam percakapan bahasa Inggris, memulai dengan "Ha!" atau "Haha" adalah cara umum untuk menunjukkan empati terhadap situasi orang lain atau mencairkan suasana, tidak selalu karena sesuatu itu benar-benar lucu.
EN: Use 'If I could... it would...' to talk about imaginary or dream situations that are not real right now.
Bahasa Indonesia: Gunakan "If I could... it would..." untuk menggambarkan situasi yang saat ini tidak nyata, murni imajinasi, atau mimpi.
If I could fly, I would travel around the world.
Jika saya bisa terbang, saya akan berkeliling dunia.
EN: Use 'would' to talk about an imagined or ideal situation that is not happening right now.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'would' untuk menggambarkan situasi imajiner atau ideal, bukan fakta yang sedang terjadi.
I would travel to Japan if I had enough money.
Jika saya punya cukup uang, saya akan bepergian ke Jepang.
EN: In many cultures, including Taiwan, the 'snooze button' and 'alarms' are central to the conversation about the struggle of waking up for school or work. Using 'would' here expresses a common universal dream: waking up naturally without being forced by technology.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya termasuk Taiwan, 'tombol snooze' dan 'jam weker' adalah topik utama saat mendiskusikan perjuangan bangun pagi untuk sekolah atau bekerja. Di sini, 'would' mengekspresikan mimpi umum: bangun secara alami, bukan dipaksa bangun oleh produk teknologi.
EN: When listing three or more items, use commas between them and place 'and' before the final item.
Bahasa Indonesia: Saat mencantumkan tiga atau lebih item, gunakan koma di antara item dan tambahkan 'and' sebelum item terakhir.
I need pens, paper, and a ruler.
Saya butuh pulpen, kertas, dan penggaris.
EN: This list represents a typical Western-style breakfast. In many English-speaking cultures, 'toast' and 'juice' are staples of a healthy morning meal.
Bahasa Indonesia: Daftar ini mewakili sarapan khas Barat. Dalam banyak budaya negara berbahasa Inggris, "roti panggang" dan "jus" adalah makanan pokok sarapan sehat.
EN: Use 'would' to describe things you imagine doing in a dream or a perfect situation that is not happening right now.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'would' untuk menggambarkan apa yang akan Anda lakukan dalam mimpi atau situasi ideal, yang biasanya bukan kenyataan yang terjadi saat ini.
I would buy a big house if I had a lot of money.
Jika aku punya banyak uang, aku akan membeli rumah yang besar.
EN: The word 'would' is used here to talk about an imaginary or ideal situation that is different from reality.
Bahasa Indonesia: Di sini 'would' digunakan untuk menggambarkan situasi imajiner atau ideal, yang berbeda dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
In my dream house, I would have a big garden.
Di rumah impianku, aku akan memiliki taman yang luas.
EN: In Taiwan, junior high school students typically have 7 to 8 periods a day, which is why Amy's 'perfect day' with only 5 periods sounds like a dream.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, siswa SMP biasanya memiliki 7 hingga 8 jam pelajaran setiap hari, itulah sebabnya hari ideal Amy yang "hanya 5 jam pelajaran" terdengar seperti mimpi.
EN: We use 'would' to talk about things that are not real yet, like a dream or an imaginary situation.
Bahasa Indonesia: Kita menggunakan 'would' untuk menggambarkan situasi yang belum menjadi kenyataan, imajiner, atau dalam mimpi.
My perfect school would have a big swimming pool.
Sekolah idealku akan memiliki kolam renang yang luas.
EN: In Taiwan, junior high school breaks are typically 10 minutes long, which is why the speaker dreams of a longer 20-minute break.
Bahasa Indonesia: Di Taiwan, waktu istirahat sekolah menengah biasanya 10 menit, itulah sebabnya pembicara bermimpi memiliki waktu istirahat 20 menit yang lebih lama.
EN: Use 'because' to connect two sentences and explain the reason for something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'because' untuk menghubungkan dua kalimat dan menjelaskan alasan sesuatu terjadi.
I like summer because I can go swimming.
Saya suka musim panas karena saya bisa pergi berenang.
EN: In many Asian school systems, PE (Physical Education) is often seen as a favorite break from academic subjects like Math or English.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak sistem sekolah di Asia, pendidikan jasmani (PE) biasanya dianggap sebagai pelajaran favorit untuk beristirahat sejenak dari mata pelajaran seperti matematika atau bahasa Inggris.
EN: Use 'both A and B' to connect two things that are true or included at the same time.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'both A and B' untuk menghubungkan dua hal yang ada secara bersamaan atau termasuk di dalamnya, yang berarti 'keduanya'.
I like both apples and bananas.
Saya suka apel dan pisang.
EN: Use 'wouldn't have to' to talk about a situation that is not real or is part of a dream/imaginary plan where a certain necessity or obligation is removed.
Bahasa Indonesia: Gunakan "wouldn't have to" untuk menggambarkan bahwa dalam situasi imajiner atau impian, kewajiban atau kebutuhan tertentu tidak akan ada lagi (yaitu "tidak perlu...").
If I were rich, I wouldn't have to work every day.
Jika saya punya uang, saya tidak perlu bekerja setiap hari.
EN: In many Asian cultures, including Taiwan, junior high students often have a heavy workload of homework and cram school, making the idea of 'not rushing through homework' a common dream for a perfect day.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya Asia termasuk Taiwan, tekanan akademis dan bimbingan belajar bagi siswa SMP biasanya sangat besar, sehingga "tidak perlu terburu-buru mengerjakan PR" sering kali menjadi keinginan penting dalam kehidupan ideal siswa.
EN: Use 'would' to talk about an imagined or ideal situation that is not currently happening.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'would' untuk menggambarkan situasi imajiner atau ideal, bukan fakta yang sedang terjadi saat ini.
I would travel around the world if I had more money.
Jika saya punya lebih banyak uang, saya akan pergi keliling dunia.
EN: In English-speaking cultures, 'by [time]' means 'no later than' or 'at or before' that time, emphasizing a deadline.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Inggris, "by [waktu]" berarti "tidak lebih lambat dari" atau "pada atau sebelum waktu tersebut", yang menekankan tenggat waktu.
EN: Use 'be different from' to show how two things are not the same.
Bahasa Indonesia: Gunakan "be different from" untuk menunjukkan perbedaan antara dua hal.
My cat is different from yours.
Kucing saya berbeda dengan kucing Anda.
EN: The phrase 'Of course' is used to acknowledge a fact that is obvious or expected, often used to transition between an ideal scenario and reality.
Bahasa Indonesia: Frasa 'Of course' digunakan untuk mengakui fakta yang jelas atau sudah diduga, sering digunakan untuk transisi antara situasi ideal dan kenyataan.
EN: Using 'that' to describe a noun: We use 'that' after a noun (like 'routine') to add more information about it. In this sentence, 'that works for you' tells us what kind of routine we are talking about.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'that' untuk mendeskripsikan kata benda: Kita menggunakan 'that' setelah kata benda (seperti 'routine') untuk menambah informasi. Dalam kalimat ini, 'that works for you' memberi tahu kita rutinitas seperti apa yang dimaksud.
I want a phone that has a good camera.
Saya ingin ponsel dengan fitur kamera yang hebat.
EN: In Western culture, 'routine' is often discussed as a way to achieve personal goals and mental well-being, emphasizing that there is no 'one size fits all' schedule.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Barat, 'rutinitas harian' (routine) sering dibahas sebagai cara untuk mencapai tujuan pribadi dan kesehatan mental, serta menekankan bahwa tidak ada satu jadwal tetap yang cocok untuk semua orang.
EN: The verb 'help' can be followed by an object and then another verb in its base form (without 'to'). The pattern is: help + someone + do something.
Bahasa Indonesia: Penggunaan kata kerja help adalah 'help + objek + kata kerja dasar', yang berarti membantu seseorang melakukan sesuatu.
Exercise helps me sleep better at night.
Olahraga membantu saya tidur lebih nyenyak di malam hari.
EN: In Western culture, 'productive' is a highly valued trait, often associated with success and well-being. Having a structured routine is seen as a key way to achieve this.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Barat, 'productive (produktif)' adalah sifat yang sangat dihargai, biasanya dikaitkan dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Membangun rutinitas yang teratur dianggap sebagai cara kunci untuk mencapai tujuan ini.
EN: The phrase 'What does... look like?' is used to ask about the appearance, nature, or characteristics of something.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat 'What does... look like?' digunakan untuk menanyakan rupa, sifat, atau karakteristik sesuatu.
What does your new house look like?
Seperti apa rumah baru Anda?
EN: In English-speaking cultures, discussing 'routines' is a common way to talk about productivity and lifestyle goals. An 'ideal' routine often implies a balance between work, health, and personal time.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya Inggris, mendiskusikan 'routine' (rutinitas harian) adalah cara umum untuk membicarakan produktivitas dan tujuan hidup. Rutinitas yang 'ideal' biasanya menyiratkan keseimbangan antara pekerjaan, kesehatan, dan waktu pribadi.
—