Steve Jobs: The Garage DreamSteve Jobs: Impian Garasi
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Steve Jobs was adopted in San Francisco shortly after his birth.
Steve Jobs diadopsi di San Francisco tak lama setelah kelahirannya.
#2
His adoptive parents promised his birth mother that Steve would attend college.
Orang tua angkatnya berjanji kepada ibu kandungnya bahwa Steve akan kuliah.
#3
From a young age, Steve was incredibly curious about how electronics worked.
Sejak usia muda, Steve sangat ingin tahu tentang cara kerja perangkat elektronik.
#4
He spent hours taking apart and reassembling things in the family garage.
Dia menghabiskan waktu berjam-jam membongkar dan merakit kembali barang-barang di garasi keluarga.
#5
Steve enrolled at Reed College, but he dropped out after only six months.
Steve mendaftar di Reed College, tetapi dia putus sekolah setelah hanya enam bulan.
#6
He dropped out because the tuition was too expensive for his family.
Dia putus sekolah karena biaya sekolahnya terlalu mahal bagi keluarganya.
#7
Even though he was broke, he continued attending classes that interested him, like calligraphy.
Meskipun dia tidak punya uang, dia tetap melanjutkan mengikuti kelas yang diminatinya, seperti kelas kaligrafi.
#8
He slept on friends' floors and collected bottles to buy food because he was determined to learn.
Dia tidur di lantai rumah teman-temannya dan mengumpulkan botol untuk membeli makanan karena dia bertekad untuk belajar.
#9
Steve met Steve Wozniak, a brilliant engineer with a passion for electronics.
Steve bertemu Steve Wozniak, seorang insinyur brilian dengan gairah terhadap elektronik.
#10
Together, they built the first Apple computer in the Jobs family garage in 1976.
Pada tahun 1976, mereka bersama-sama membangun komputer Apple pertama di garasi keluarga Jobs.
#11
They funded their company by selling Steve's van and Wozniak's calculator.
Mereka mendanai perusahaan mereka dengan menjual mobil van Steve dan kalkulator Wozniak.
#12
This partnership marked the beginning of Apple Computer and a revolution in personal computing.
Kemitraan ini menandai awal mula Apple Computer dan revolusi dalam komputasi pribadi.
#13
Apple quickly grew into a billion-dollar company, achieving incredible success.
Apple dengan cepat berkembang menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar, mencapai kesuksesan yang luar biasa.
#14
But Steve's strong personality sometimes caused conflicts with the board of directors.
Namun kepribadian Steve yang kuat terkadang menyebabkan konflik dengan dewan direksi.
#15
In 1985, at the age of 30, he was shockingly fired from the company he had co-founded.
Pada tahun 1985, di usia 30 tahun, dia secara mengejutkan dipecat dari perusahaan yang dia dirikan bersama.
#16
This was a difficult time, but it ultimately shaped his future.
Ini adalah masa yang sulit, tetapi pada akhirnya hal itu membentuk masa depannya.
#17
Being fired from Apple was a devastating experience for Steve.
Dipecat dari Apple merupakan pengalaman yang menghancurkan bagi Steve.
#18
He later said it was the best thing that ever happened to him, forcing him to rethink everything.
Dia kemudian mengatakan bahwa itu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya, memaksanya untuk memikirkan kembali segalanya.
#19
At the time, however, he felt like a public failure and didn't know what to do next.
Namun, pada saat itu, dia merasa seperti pecundang di mata publik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
#20
He felt lost and uncertain about his future path.
Dia merasa tersesat dan tidak yakin dengan jalan masa depannya.