EN: Use 'be + looking for' to say you are currently searching for something or someone.
Bahasa Indonesia: Gunakan "be verb + looking for" untuk menunjukkan bahwa Anda sedang mencari sesuatu atau seseorang saat ini.
I am looking for my keys.
Saya sedang mencari kunci saya.
EN: In English-speaking countries, it is common and polite to greet shop assistants with 'Good morning' or 'Hello' before stating what you need.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menyapa pelayan dengan "Good morning" atau "Hello" sebelum menjelaskan kebutuhan adalah hal yang umum dan sopan.
EN: Use 'over here' to point to a location that is near the speaker.
Bahasa Indonesia: Gunakan "over here" untuk menunjuk ke lokasi di dekat pembicara.
Your coffee is over here.
Kopi Anda ada di sini.
EN: In retail, 'over here' is a polite way to guide a customer without being too pushy, often accompanied by an open-palm gesture.
Bahasa Indonesia: Dalam industri ritel, "over here" adalah cara sopan untuk memandu pelanggan, biasanya disertai dengan gerakan tangan terbuka agar tidak terlihat terlalu memaksa.
EN: Use 'Can I + verb' to ask for permission or make a polite request.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Can I + kata kerja" untuk meminta izin atau mengajukan permintaan yang sopan.
Can I open the window?
Bolehkah saya membuka jendela?
EN: In Western retail culture, it is very common and polite to ask to see or handle an item before purchasing. Using 'Can I' is standard and friendly.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya ritel Barat, meminta untuk melihat atau menyentuh barang sebelum membeli adalah hal yang sangat umum dan sopan. Menggunakan 'Can I' adalah cara berekspresi yang standar dan ramah.
EN: Use 'What + noun' to ask for specific information about a category (like size, color, or time).
Bahasa Indonesia: Gunakan 'What + kata benda' untuk menanyakan informasi spesifik tentang kategori tertentu (seperti ukuran, warna, atau waktu).
What color do you like?
Warna apa yang Anda suka?
EN: In Western retail culture, staff are often very proactive and use phrases like 'Of course' to show they are happy to assist.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya ritel Barat, pelayan toko biasanya sangat proaktif dan akan menggunakan kata-kata seperti 'Of course' untuk menunjukkan bahwa mereka dengan senang hati membantu.
EN: Use 'I think' at the beginning of a sentence to express your opinion or a guess when you are not 100% sure.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'I think' di awal kalimat untuk menyampaikan pendapat atau tebakan yang tidak pasti, ini akan membuat nada bicara terdengar lebih halus.
I think I like this color.
Saya rasa saya suka warna ini.
EN: In Western clothing stores, sizes are typically Small (S), Medium (M), Large (L), and Extra Large (XL). Using 'I think' is a polite way to express uncertainty about your size before trying it on.
Bahasa Indonesia: Di toko pakaian Barat, ukuran biasanya dibagi menjadi kecil (S), sedang (M), besar (L), dan ekstra besar (XL). Menggunakan 'I think' sebelum mencoba pakaian adalah cara sopan untuk menyatakan ketidakyakinan tentang ukuran.
EN: When using phrasal verbs like 'try on' with a pronoun (it, them), the pronoun must go in the middle.
Bahasa Indonesia: Saat menggunakan frasa kata kerja seperti 'try on' dengan kata ganti (seperti it, them), kata ganti tersebut harus diletakkan di tengah.
I like these shoes. Can I try them on?
Saya suka sepatu ini. Bolehkah saya mencobanya?
EN: In Western retail culture, 'Here you are' is a polite way to hand something to a customer. It is more formal than just saying 'Here'.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya ritel Barat, 'Here you are' adalah cara yang sangat sopan untuk memberikan sesuatu kepada pelanggan, lebih formal dan ramah daripada sekadar mengatakan 'Here'.
EN: Use 'Where is...?' to ask for the location of a single place or object.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Where is...?' untuk menanyakan lokasi suatu tempat atau benda.
Where is the restroom?
Di mana toiletnya?
EN: In many English-speaking countries, it is common to ask a staff member for the location of the fitting room rather than looking for it yourself, as they may need to unlock it or count your items.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, biasanya orang bertanya kepada staf di mana ruang ganti berada daripada mencarinya sendiri, karena staf mungkin perlu membukakan pintu atau menghitung jumlah pakaian Anda.
EN: Use 'just' before a prepositional phrase to emphasize that something is very close or exactly in that spot.
Bahasa Indonesia: Menggunakan 'just' sebelum frasa preposisi dapat digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu sangat dekat, atau tepat di lokasi tersebut.
The bathroom is just down the hall.
Toilet ada tepat di ujung lorong.
EN: In retail settings, staff use 'just' to make directions sound more helpful and immediate, reducing the customer's effort to find something.
Bahasa Indonesia: Dalam skenario ritel, staf sering menggunakan 'just' untuk membuat instruksi terdengar lebih ramah dan instan, mengurangi beban psikologis pelanggan dalam mencari barang.
EN: Use the verb 'fit' to say that clothing is the right size or shape for someone. Add 's' (fits) when the subject is singular (this jacket).
Bahasa Indonesia: Gunakan kata kerja 'fit' untuk menunjukkan ukuran atau bentuk pakaian cocok untuk seseorang. Ketika subjeknya tunggal (jaket ini), kata kerja harus ditambah 's'.
These shoes fit me well.
Sepatu ini sangat cocok untuk saya.
EN: In many English-speaking retail environments, it is common to express enthusiasm when a product meets your needs. Saying something 'fits perfectly' is a polite way to signal you are likely to buy it.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan ritel di banyak negara berbahasa Inggris, ketika sebuah produk memenuhi kebutuhan, biasanya antusiasme diungkapkan secara langsung. Mengatakan bahwa suatu pakaian "fits perfectly" (sangat pas) adalah cara yang sopan untuk menyiratkan bahwa Anda kemungkinan besar akan membelinya.
EN: Use 'but' to connect two sentences with contrasting or surprising information.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'but' untuk menghubungkan dua kalimat yang memiliki informasi kontras atau mengejutkan.
I like this shirt, but it is too expensive.
Saya suka kemeja ini, tapi harganya terlalu mahal.
EN: In many Western retail stores, prices are fixed, but sales or 'discounts' are very common marketing tools to encourage immediate purchases.
Bahasa Indonesia: Di banyak toko ritel Barat, harga sudah tetap (tidak bisa ditawar), tetapi promosi atau "diskon" adalah taktik pemasaran yang sangat umum digunakan untuk mendorong pelanggan segera membeli.
EN: Use 'How much is...' to ask about the price, amount, or value of something.
Bahasa Indonesia: Gunakan "How much is..." untuk menanyakan harga, jumlah, atau nilai sesuatu.
How much is the ticket?
Berapa harga tiket ini?
EN: In Western retail, 'Oh, really?' is a common polite reaction to hearing about a sale or discount, showing engagement with the salesperson.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan ritel Barat, "Oh, really?" adalah reaksi sopan yang umum saat mendengar tentang promosi atau diskon, menunjukkan bahwa Anda sedang berinteraksi dengan staf dan tertarik pada informasi yang diberikan.
EN: Use 'percent off' after a number to show a discount. For example, '20 percent off' means you pay 20% less than the original price.
Bahasa Indonesia: Tambahkan "percent off" setelah angka untuk menunjukkan diskon. Misalnya "20 percent off" berarti diskon 20 persen (potongan 20% dari harga asli).
Everything in this store is ten percent off.
Semua barang di toko ini diskon 10 persen.
EN: In English, discounts are expressed by the percentage you save (e.g., 20% off). In Chinese, it's expressed by the percentage you pay (e.g., 80% of the price, or '打八折').
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, diskon dinyatakan dengan "berapa persen yang dikurangi" (misalnya 20% off berarti dikurangi 20%); sedangkan dalam bahasa Mandarin, kita terbiasa menggunakan "berapa persen yang dibayar" (misalnya 打八折 berarti membayar 80% dari harga asli).
EN: Use 'will' (contracted as 'll) to express a quick decision made at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' (disingkat menjadi 'll) untuk menunjukkan keputusan cepat yang dibuat saat berbicara.
The soup looks delicious. I'll have that.
Sup ini sepertinya enak. Saya akan memesan itu.
EN: In English-speaking retail environments, 'I'll take it' is the standard idiomatic way to tell a salesperson you want to buy an item. Using 'buy' is grammatically correct but 'take' is more common in this specific context.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan ritel di negara-negara berbahasa Inggris, 'I'll take it' adalah ungkapan standar untuk memberi tahu pelayan toko bahwa Anda ingin membeli suatu barang. Meskipun menggunakan 'buy' secara tata bahasa benar, menggunakan 'take' lebih umum dalam konteks ini.
EN: Use 'by' to describe the method of payment (cash or card).
Bahasa Indonesia: Gunakan 'by' untuk menjelaskan metode pembayaran (seperti tunai atau kartu kredit).
Can I pay by phone?
Bisakah saya membayar dengan ponsel?
EN: In many English-speaking countries, 'card' usually refers to either a credit card or a debit card. It is common for staff to ask this to prepare the payment terminal.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, "card" biasanya merujuk pada kartu kredit atau debit. Pelayan toko menanyakan metode pembayaran untuk menyiapkan perangkat pembayaran yang sesuai (seperti mesin kartu).
EN: Use 'by + [payment method]' to describe how you are paying. Note that we do not use 'a' or 'the' before the payment method.
Bahasa Indonesia: Gunakan "by + [metode pembayaran]" untuk menjelaskan metode pembayaran. Perhatikan bahwa tidak perlu menambahkan a atau the sebelum metode pembayaran (seperti card, cash).
Can I pay by cash?
Bisakah saya membayar dengan tunai?
EN: In many English-speaking countries, it is common to specify your payment method immediately when the total is given. Using 'please' at the end of such requests is standard etiquette.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, setelah kasir memberitahu totalnya, sangat umum untuk langsung menyatakan metode pembayaran. Menambahkan 'please' di akhir kalimat adalah etika standar.
EN: Use 'Have a nice...' to give a friendly wish to someone when saying goodbye.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Have a nice...' untuk memberikan ucapan ramah saat berpisah.
Have a nice weekend!
Semoga akhir pekanmu menyenangkan!
EN: In English-speaking countries, 'Have a nice day' is a very common and polite way for service workers to end a transaction. It is expected that the customer responds with 'You too' or 'Thank you'.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, 'Have a nice day' adalah ungkapan yang sangat umum dan sopan yang digunakan oleh staf layanan saat mengakhiri transaksi. Biasanya pelanggan akan membalas dengan 'You too' atau 'Thank you' sebagai balasan.
EN: Use 'Thank you for + [noun]' to express gratitude for a specific thing or action.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Thank you for + [kata benda]' untuk mengungkapkan terima kasih atas hal atau tindakan tertentu.
Thank you for the gift!
Terima kasih atas hadiahnya!
EN: In English-speaking cultures, expressing gratitude for service is very common and expected. Adding 'so much' makes the thanks feel more personal and sincere than a simple 'thank you'.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, mengucapkan terima kasih kepada staf layanan adalah etika yang sangat umum dan mendasar. Menambahkan 'so much' akan terdengar lebih ramah dan tulus daripada sekadar mengucapkan 'thank you'.
EN: Use 'Come back and + verb' to invite someone to do something when they return in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Come back and + kata kerja' untuk mengundang seseorang datang kembali melakukan sesuatu di masa depan.
Come back and see me soon.
Datanglah kembali menemuiku segera.
EN: In English-speaking retail culture, 'Come back and visit us' is a standard polite way to end a transaction, emphasizing a welcoming atmosphere rather than just a sale.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya ritel negara berbahasa Inggris, 'Come back and visit us' adalah ungkapan sopan standar setelah pembayaran, menekankan pada penciptaan suasana ramah, bukan sekadar menyelesaikan transaksi.
EN: Use 'will' as a short response to agree to a future action or promise mentioned by the other person.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'will' sebagai jawaban singkat untuk menyatakan persetujuan atau janji atas tindakan di masa depan yang baru saja disebutkan.
I will. See you tomorrow!
Saya akan melakukannya. Sampai jumpa besok!
EN: In English-speaking retail culture, giving positive feedback about the service is a common way to show appreciation before leaving a store.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya ritel negara berbahasa Inggris, memberikan penilaian positif terhadap pelayanan sebelum meninggalkan toko adalah cara umum untuk mengungkapkan rasa terima kasih.
EN: Use the pattern 'be happy to + verb' to express that you are willing or glad to do something for someone.
Bahasa Indonesia: Gunakan pola kalimat 'be happy to + kata kerja' untuk menyatakan bahwa Anda senang atau bahagia melakukan sesuatu untuk seseorang.
I am happy to meet you.
Saya senang bertemu dengan Anda.
EN: In Western customer service, using 'anytime' emphasizes a high level of hospitality and willingness to serve, making the customer feel valued.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya layanan Barat, penggunaan 'anytime' menekankan tingkat keramah-tamahan dan kemauan melayani yang sangat tinggi, yang dapat membuat pelanggan merasa sangat dihargai.
—