EN: The passive construction 'be locked at [score]' is commonly used in sports journalism to describe a situation where two teams or players are tied or stuck at a specific score, emphasizing the intense, unbreakable nature of the competition.
Bahasa Indonesia: Struktur pasif 'be locked at [skor]' (terkunci pada skor) sering digunakan dalam berita olahraga untuk menggambarkan keadaan dua tim atau dua pemain yang memiliki skor sama dan saling mengimbangi, menekankan ketatnya persaingan dan kebuntuan yang sulit ditembus.
After ninety minutes of intense play, the two rivals were locked at 2-2.
Setelah sembilan puluh menit pertarungan sengit, kedua tim musuh bebuyutan ini masih terikat 2-2.
EN: The preposition 'into' is used here to indicate transition or entry into a new period of time or state (extra time), showing that the tied status continued as the game moved past regular time.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'into' di sini digunakan untuk menunjukkan masuk ke periode waktu atau keadaan baru (waktu tambahan), menunjukkan bahwa seiring pertandingan melewati waktu normal, keadaan seri kedua belah pihak terus berlanjut ke dalamnya.
EN: In major association football (soccer) tournaments like the World Cup, knockout stage matches (such as the quarterfinal) cannot end in a draw. If the score is tied after the regular 90 minutes, the match goes into 'extra time' (two 15-minute periods) and, if necessary, a penalty shootout to determine the winner.
Bahasa Indonesia: Di babak sistem gugur turnamen sepak bola besar seperti Piala Dunia (misalnya perempat final), pertandingan tidak boleh berakhir seri. Jika setelah 90 menit waktu normal kedua tim memiliki skor yang sama, pertandingan akan memasuki 'perpanjangan waktu' (extra time, terdiri dari dua babak masing-masing 15 menit). Jika masih belum ada pemenang, maka akan dilakukan adu penalti untuk menentukan tim yang lolos.
EN: The past simple tense of the irregular verb 'strike' is 'struck'. In sports contexts, 'strike' is often used as an action verb meaning to hit the ball cleanly or to score a goal suddenly.
Bahasa Indonesia: Kata kerja tidak beraturan 'strike' (memukul/menyerang) bentuk lampaunya adalah 'struck'. Dalam konteks pertandingan olahraga, 'strike' sering digunakan sebagai kata kerja aksi, yang berarti memukul bola dengan bersih atau mencetak gol secara tiba-tiba.
The striker struck the ball with incredible power, sending it into the top corner.
Penyerang melepaskan tembakan dengan kekuatan luar biasa, mengirim bola ke pojok atas gawang.
EN: The preposition 'with' is used here to introduce the instrument or means by which the action was achieved ('with his sixth goal'), indicating how the 'striking' (scoring) was realized.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'with' di sini digunakan untuk memperkenalkan cara atau sarana untuk mencapai tindakan tersebut ('dengan gol keenamnya'), menunjukkan bagaimana 'strike' (mencetak gol) dilakukan.
EN: Jude Bellingham, wearing the famous number 10 (and previously 22) for England, rose to superstardom at an incredibly young age. In major tournaments like the World Cup and Euros, he has repeatedly rescued England with late, dramatic goals, earning him a reputation as the ultimate clutch player for the national team.
Bahasa Indonesia: Jude Bellingham mengenakan seragam tim nasional Inggris yang terkenal dan naik menjadi superstar di usia yang sangat muda. Di turnamen-turnamen besar seperti Piala Dunia dan Euro, ia berkali-kali menyelamatkan tim Inggris dengan gol-gol dramatis di akhir pertandingan, memenangkan reputasi sebagai pemain penentu (clutch player) tim nasional.
EN: The verb 'win' can be used transitively with a double object structure or a direct object plus a score modifier (e.g., 'won the match 2-1') to indicate the final score of a competition.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'win' (menang) dapat digunakan sebagai kata kerja transitif, diikuti oleh pertandingan sebagai objek langsung, dan dapat langsung ditambahkan skor (seperti 'won the match 2-1') untuk menunjukkan skor akhir pertandingan.
They won the game 3-0 to advance to the finals.
Mereka memenangkan pertandingan 3-0 dan melaju ke final.
EN: Compound predicate: A single subject ('This crucial goal') can perform multiple actions connected by a coordinating conjunction ('and'). Here, the subject governs both 'won' and 'ended'.
Bahasa Indonesia: Predikat majemuk: subjek tunggal (This crucial goal) dapat melakukan beberapa tindakan melalui konjungsi koordinatif (and). Dalam kalimat ini, subjek mengendalikan dua kata kerja sekaligus, yaitu 'won' dan 'ended'.
The heavy rain flooded the streets and caused massive traffic jams.
Hujan deras membanjiri jalan-jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.
EN: Erling Haaland is a world-class Norwegian striker, widely regarded as one of the best players in football. In international tournaments, Norway's progress often relies heavily on his performance, making the match against England a highly anticipated clash of superstars.
Bahasa Indonesia: Erling Haaland adalah striker kelas dunia asal Norwegia, yang secara luas diakui sebagai salah satu pemain terbaik di dunia sepak bola. Dalam turnamen internasional, kelolosan Norwegia sering kali sangat bergantung pada performanya, menjadikan pertandingan antara Norwegia dan Inggris sebagai bentrokan para bintang yang sangat dinantikan.
EN: Personification (giving human traits to non-human entities): The author uses 'the biggest moment... found the same man' instead of 'the same man performed well in the biggest moment.' This rhetorical device makes the moment feel active, as if destiny itself was searching for the player.
Bahasa Indonesia: Personifikasi (memberi sifat manusia pada benda non-manusia): penulis menggunakan 'momen terpenting menemukan orang yang sama', bukan 'orang yang sama tampil baik di momen penting'. Gaya bahasa ini membuat 'momen' tampak proaktif, seolah-olah takdir sendiri yang mencari pemain ini.
Opportunity knocks at the door only once.
Kesempatan hanya datang sekali.
EN: Superlative Adjectives: 'The biggest' is the superlative form of 'big'. It is used to compare three or more things and indicate the one with the highest degree of the quality. It is preceded by the definite article 'the'.
Bahasa Indonesia: Adjektiva superlatif: 'the biggest' adalah bentuk superlatif dari 'big'. Digunakan untuk membandingkan tiga orang/benda atau lebih, menunjukkan tingkat tertinggi, dan harus didahului oleh kata sandang tentu 'the'.
This is the biggest challenge we have faced so far.
Ini adalah tantangan terbesar yang kita hadapi sejauh ini.
EN: In sports journalism, referring to a player as 'the same man' or 'the reliable man for the big occasion' highlights the psychological concept of 'clutch' performance—the ability of certain elite athletes to consistently deliver under extreme pressure when the game is on the line.
Bahasa Indonesia: Dalam berita olahraga, menyebut pemain sebagai 'orang yang sama' atau 'pria panggung besar' menyoroti konsep psikologis tentang performa 'momen krusial (clutch)' — yaitu kemampuan beberapa atlet top untuk tetap tampil stabil dan mendominasi pertandingan bahkan di saat-saat penentu, di bawah tekanan yang sangat besar.
EN: The phrase 'fall short' is an idiomatic phrasal verb meaning to fail to meet an expectation, standard, or goal. In this context, 'would fall short' uses 'would' to describe a future event from a past perspective (future-in-the-past).
Bahasa Indonesia: Frasa 'fall short' adalah kata kerja frasa yang berarti gagal mencapai harapan, standar, atau tujuan. Dalam konteks ini, 'would fall short' menggunakan 'would' untuk menggambarkan peristiwa yang akan terjadi dari sudut pandang masa lalu (masa depan dalam masa lalu).
Despite their hard work, the team would fall short of their fundraising goal.
Meskipun mereka sudah berusaha keras, tim tersebut pada akhirnya tetap gagal mencapai target penggalangan dana mereka.
EN: The present participle clause 'losing 2-1 to Argentina' acts as an adverbial clause of result or accompanying circumstance, explaining the manner or outcome of falling short.
Bahasa Indonesia: Klausa yang diawali dengan present participle 'losing 2-1 to Argentina' di sini berfungsi sebagai klausa keterangan yang menunjukkan hasil atau keadaan yang menyertai, menjelaskan cara atau hasil dari 'falling short' (gagal dengan menyesal).
She finished the race in second place, trailing just seconds behind the winner.
Dia finis di posisi kedua, hanya tertinggal beberapa detik dari juara.
EN: The rivalry between England and Argentina in football (soccer) is historic and intense, dating back to iconic matches like the 1986 World Cup. Mentioning a loss to Argentina carries a heavy emotional weight for English football fans.
Bahasa Indonesia: Persaingan sepak bola antara Inggris dan Argentina memiliki sejarah panjang dan sangat sengit, dapat ditelusuri kembali ke turnamen klasik seperti Piala Dunia 1986. Bagi penggemar Inggris, menyebut kekalahan dari Argentina sering kali membawa beban emosional dan historis yang berat.
EN: The preposition 'after' can be followed by a gerund (verb-ing) to indicate an action that happened prior to the main verb. In this sentence, 'leading' acts as a gerund functioning as the object of the preposition 'after'.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'after' (setelah) dapat diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menunjukkan tindakan yang terjadi sebelum tindakan kata kerja utama. Dalam kalimat ini, 'leading' sebagai gerund menjadi objek dari preposisi 'after'.
After studying for three hours, she finally took a break.
Setelah belajar selama tiga jam, akhirnya dia beristirahat sejenak.
EN: The phrase 'late into' is a prepositional collocation used to describe an action continuing far into a specific period of time, such as a match, the night, or a season.
Bahasa Indonesia: Frasa 'late into' adalah kolokasi preposisi yang digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan yang berlanjut jauh ke bagian akhir dari periode waktu tertentu (misalnya, akhir pertandingan, larut malam, atau akhir musim).
They continued to negotiate late into the night.
Mereka bernegosiasi sampai larut malam.
EN: In football (soccer) culture, leading late into a match and then losing is considered one of the most heartbreaking ways to be defeated. It highlights the dramatic and unpredictable nature of the sport, where a game can completely turn around in the final minutes.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, memimpin hingga akhir pertandingan tetapi akhirnya kalah diakui secara luas sebagai salah satu cara kalah yang paling memilukan. Ini menyoroti sifat sepak bola yang dramatis dan tidak dapat diprediksi, di mana hasil pertandingan sering kali berbalik sepenuhnya dalam beberapa menit terakhir.
EN: Reported speech (indirect speech) is used to report what someone said without using their exact words. The tense of the verbs in the reported clause usually shifts back (backshift). Here, 'the team was...' is the reported clause following the reporting verb 'said'.
Bahasa Indonesia: Kalimat tidak langsung (Reported speech) digunakan untuk menyampaikan apa yang dikatakan orang lain tanpa menggunakan kata-kata aslinya. Tense kata kerja dalam klausa laporan biasanya mundur satu tingkat ke masa lalu (backshift). Dalam kalimat ini, 'the team was...' adalah klausa laporan yang langsung mengikuti kata kerja laporan 'said'.
She said she was tired after the long journey.
Dia berkata dia merasa sangat lelah setelah perjalanan jauh.
EN: The passive construction 'to be gutted by something' uses the past participle 'gutted' as an adjective meaning extremely disappointed or devastated. The preposition 'by' introduces the cause of this feeling.
Bahasa Indonesia: Struktur pasif 'to be gutted by something' menggunakan past participle 'gutted' sebagai kata sifat, yang berarti 'sangat kecewa' atau 'sangat terpukul'. Preposisi 'by' digunakan untuk memperkenalkan penyebab perasaan tersebut.
We were gutted by the last-minute cancellation of the concert.
Kami sangat kecewa karena konser dibatalkan pada menit-menit terakhir.
EN: The word 'gutted' is a very common British English slang term meaning extremely disappointed, devastated, or saddened. Bellingham, being an English player, naturally uses this colloquial expression which is widely understood in the UK and football culture to describe the heartbreak of a major loss.
Bahasa Indonesia: "gutted" adalah bahasa gaul Inggris yang sangat umum, artinya sangat kecewa, hancur, atau sedih. Sebagai pemain Inggris, Bellingham secara alami menggunakan ungkapan lisan ini. Kata ini digunakan secara luas di Inggris dan dalam budaya sepak bola, untuk menggambarkan kepedihan saat mengalami kekalahan besar.
EN: The present participle phrase ('scoring in stoppage time...') is used as an adverbial clause of result or accompanying circumstance, showing an action that happens at the same time as or as a direct result of the main verb ('stood up').
Bahasa Indonesia: Frasa partisip kini (seperti 'scoring in stoppage time...') di sini digunakan sebagai keterangan keadaan penyerta atau hasil, yang menunjukkan tindakan yang terjadi bersamaan dengan kata kerja utama ('stood up') atau sebagai akibat langsung darinya.
She walked out of the room, slamming the door behind her.
Dia keluar dari kamar, lalu membanting pintu dengan keras.
EN: The infinitive phrase ('to beat France...') functions as an adverbial of result, indicating a subsequent event or outcome, often implying a dramatic or decisive turn of events.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif (seperti 'to beat France...') di sini digunakan sebagai keterangan hasil, yang menunjukkan peristiwa atau hasil yang terjadi setelahnya, biasanya dengan nuansa perubahan yang dramatis atau menentukan.
He rushed to the station, only to find that the train had already left.
Dia bergegas sampai ke stasiun, tetapi ternyata kereta sudah berangkat.
EN: In football (soccer), 'stoppage time' (or injury time) refers to the extra minutes added to the end of each 45-minute half to make up for time lost due to injuries, substitutions, or other delays. Scoring during this period is highly dramatic as there is very little time left for the opposing team to respond. The opponent mentioned here is France, one of England's historic football rivals.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, 'stoppage time' (atau 'injury time') adalah beberapa menit tambahan di akhir setiap babak 45 menit untuk mengkompensasi waktu yang hilang akibat pemain cedera, pergantian pemain, atau penundaan lainnya. Mencetak gol pada masa ini sangat dramatis karena lawan hampir tidak punya waktu untuk membalas. Lawan yang disebutkan di sini adalah Prancis, salah satu rival abadi Inggris dalam sejarah sepak bola.
EN: The prepositional phrase 'At just [age]' is used as an adverbial modifier of time/age at the beginning of a sentence. It is a concise way of saying 'When he was just [age]' and is often followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'At just [usia]' di awal kalimat digunakan sebagai keterangan waktu atau usia. Ini adalah bentuk ringkas dari 'When he was just [usia]' (ketika dia baru berusia [usia]), biasanya diikuti dengan koma.
At just eighteen, she started her own technology company.
Di usia baru delapan belas tahun, dia mendirikan perusahaan teknologinya sendiri.
EN: The phrasal verb 'go home with' combined with a noun phrase (e.g., 'a bronze medal') indicates returning to one's home country or residence possessing or having won something.
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'go home with' (pulang ke rumah dengan...) digabungkan dengan frasa nomina (seperti 'a bronze medal') untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki atau memenangkan sesuatu saat kembali ke kampung halaman atau tempat tinggalnya.
The team went home with the championship trophy.
Tim itu pulang ke rumah dengan membawa trofi juara.
EN: In major international sports tournaments like the World Cup or the Olympics, winning a bronze medal (for third place) is a significant achievement, though football players often have mixed feelings about it after losing the chance to play in the final. At just twenty-three, Bellingham's achievement highlights his status as one of the elite talents of his generation.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen olahraga internasional besar seperti Piala Dunia atau Olimpiade, memenangkan medali perunggu (peringkat ketiga) adalah pencapaian besar, meskipun para pemain sepak bola sering memiliki perasaan campur aduk tentang hal itu setelah kehilangan kesempatan untuk maju ke final. Pencapaian Bellingham di usia dua puluh tiga tahun ini semakin menonjolkan statusnya sebagai pemain elit di generasinya.
EN: The verb 'earn' is commonly paired with 'a reputation' to form the collocation 'earn a reputation as...', which means to become known for having a particular quality or role. 'As' is a preposition here meaning 'in the role of'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'earn' (mendapatkan/memeroleh) sering dipasangkan dengan 'a reputation' (reputasi) membentuk frasa tetap 'earn a reputation as...' (mendapat reputasi sebagai...) untuk menunjukkan dikenal karena sifat atau peran tertentu. 'as' di sini adalah preposisi yang berarti 'sebagai...'.
She earned a reputation as a hard-working manager.
Dia mendapatkan reputasi sebagai manajer yang rajin.
EN: Noun adjuncts or possessives like 'England's' function as determiners modifying the noun phrase. The prepositional phrase 'for the big occasion' acts as an adjectival modifier, specifying what kind of 'reliable man' he is.
Bahasa Indonesia: Kepemilikan genitif seperti 'England's' (milik Inggris) di sini berfungsi sebagai penentu yang menerangkan frasa kata benda setelahnya. Sementara frasa preposisi 'for the big occasion' (untuk momen besar) berperan sebagai keterangan sifat yang membatasi 'orang andal' seperti apa dia.
He is the right person for the job.
Dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini.
EN: In English football culture, being a 'big-occasion player' or 'man for the big occasion' is one of the highest compliments. It refers to a player who performs exceptionally well under intense pressure in crucial matches, such as cup finals or derbies, rather than shrinking away from the spotlight.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola Inggris, disebut sebagai 'pemain untuk momen besar' (big-occasion player) atau 'orang andalan untuk momen besar' (man for the big occasion) adalah pujian tertinggi. Ini merujuk pada pemain yang, di bawah tekanan besar di pertandingan-pertandingan penting seperti final atau derby, tidak hanya tidak mundur, tetapi justru tampil maksimal dan menentukan hasil pertandingan.
EN: The Present Perfect Tense (have/has + past participle) is used here with 'since' to describe an action or state that started in the past (1966) and continues up to the present moment. Note that 'England' is treated as a plural collective noun here ('have not won'), which is common in British English when referring to sports teams.
Bahasa Indonesia: Present perfect (have/has + past participle) di sini digunakan bersama 'since (sejak)' untuk menggambarkan keadaan atau tindakan yang dimulai dari masa lalu (1966) dan berlanjut hingga sekarang. Perhatikan bahwa 'England (Inggris)' dianggap sebagai kata benda kolektif jamak (menggunakan have not won), yang sangat umum dalam bahasa Inggris Britania ketika merujuk pada tim olahraga.
They have not seen each other since their graduation in 2020.
Sejak lulus pada tahun 2020, mereka belum pernah bertemu satu sama lain.
EN: The preposition 'since' is used to indicate the starting point of a period of time that continues to the present. It is followed by a specific point in time (e.g., '1966') or a noun phrase representing a past event (e.g., 'their victory').
Bahasa Indonesia: Preposisi 'since' digunakan untuk menunjukkan titik awal dari suatu periode waktu yang berlanjut hingga sekarang. Setelahnya diikuti oleh titik waktu tertentu (misalnya '1966') atau frasa nomina yang mewakili peristiwa masa lalu (misalnya 'their victory').
She has worked at this company since her arrival in London.
Sejak dia tiba di London, dia telah bekerja di perusahaan ini.
EN: 1966 is a legendary year in English football history, as it was the only time England won the FIFA World Cup, defeating West Germany 4-2 in the final at Wembley Stadium. Since then, the phrase 'since 1966' has become a symbol of England's long-standing quest and pressure to bring football 'home' again.
Bahasa Indonesia: Tahun 1966 adalah tahun legendaris dalam sejarah sepak bola Inggris, karena ini adalah satu-satunya kali Inggris memenangkan Piala Dunia FIFA, saat mereka mengalahkan Jerman Barat 4-2 di final di Stadion Wembley. Sejak itu, ungkapan 'sejak 1966' menjadi simbol kerinduan panjang dan tekanan besar yang ditanggung Inggris, dengan harapan membawa sepak bola 'pulang' kembali.
EN: Gerund as Object of Preposition: The preposition 'of' is followed by the gerund 'changing' (verb + -ing acting as a noun) to describe the specific nature of the 'hope'.
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai objek preposisi: setelah preposisi 'of' diikuti gerund 'changing' (kata kerja + -ing digunakan sebagai kata benda), untuk menjelaskan secara spesifik isi dari 'hope' (harapan).
She has no intention of leaving the company early.
Dia sama sekali tidak punya niat untuk meninggalkan kantor lebih awal.
EN: Relative Clause with Omitted Relative Pronoun: 'he made famous' is a defining relative clause modifying 'the number'. The relative pronoun 'which' or 'that' is omitted because it functions as the direct object of the verb 'made'.
Bahasa Indonesia: Penghilangan kata ganti relatif dalam klausa relatif: 'he made famous' adalah klausa relatif restriktif yang memodifikasi 'the number' (nomor). Karena kata ganti relatif (which atau that) berperan sebagai objek langsung dari kata kerja 'made' dalam klausa tersebut, maka dapat dihilangkan.
This is the song he made famous in the 1990s.
Ini adalah lagu yang ia nyanyikan dan buat terkenal pada tahun 1990-an.
EN: In football culture, shirt numbers carry immense symbolic weight. The 'number he made famous' refers to Jude Bellingham's iconic number 22 (which he wore at Birmingham City, Dortmund, and often represents his ability to play as a 4, 8, and 10 combined). In the context of England's national team, Bellingham wearing a key number represents the hopes of a nation that has not won the World Cup since 1966.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, nomor punggung memiliki makna simbolis yang besar. Di sini, 'nomor yang ia buat terkenal' merujuk pada nomor punggung 22 yang ikonik milik Bellingham (ia mengenakan nomor ini saat di Birmingham City dan Dortmund, melambangkan kemampuannya memainkan peran pemain nomor 4, 8, dan 10 sekaligus). Dalam konteks tim nasional Inggris, Bellingham memikul harapan juara terbesar negara yang belum pernah memenangkan Piala Dunia sejak 1966.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: babak perempat final
Dalam konteks: sangat penting, krusial
Dalam konteks: babak semifinal
Dalam konteks: sangat kecewa, patah hati
Dalam konteks: kekalahan, kekalahan
Dalam konteks: reputasi, nama baik
Dalam konteks: dapat diandalkan, dapat dipercaya
Dalam konteks: kemenangan, keberhasilan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
An additional period of play specified under the rules of a sport when a game is tied at the end of regulation time.
(Pertandingan olahraga) Perpanjangan waktu
To fail to reach an expectation, standard, or goal.
Tidak mencapai harapan, gagal di ambang keberhasilan, kurang
Time added to the end of each half of a soccer match to make up for time lost due to injuries, substitutions, etc.
(Pertandingan sepak bola) Waktu tambahan, injury time
An important event, ceremony, or celebration.
Momen besar, acara penting