EN: The present perfect tense ('has uncovered') is paired with a noun clause introduced by 'that' acting as the direct object of the verb. In news journalism, this structure reports fresh investigative findings whose implications remain relevant to the present situation.
Bahasa Indonesia: Present perfect (has uncovered) yang dikombinasikan dengan klausa nomina yang dipandu oleh that sebagai objek.Dalam gaya penulisan berita, struktur ini sering digunakan untuk mengumumkan temuan investigasi terbaru, dan menekankan bahwa temuan tersebut masih memiliki makna realitas yang penting bagi situasi saat ini.
A recent audit has revealed that several senior officials misused public funds.
Audit terbaru mengungkap bahwa sejumlah pejabat tinggi pernah menyalahgunakan dana publik.
EN: The present participle phrase 'contributing to the United Nations climate panel' functions as a post-modifying reduced relative clause (short for 'who are contributing to...'), qualifying 'lead authors'.
Bahasa Indonesia: Frasa participle present «contributing to the United Nations climate panel» di sini berfungsi sebagai modifikator pasca, setara dengan penyederhanaan klausa relatif (aslinya who are contributing to...), digunakan untuk memodifikasi nomina di depannya «lead authors» (penulis utama)..
Researchers working on renewable energy technologies received substantial federal grants.
Para peneliti yang meneliti teknologi energi terbarukan memperoleh pendanaan federal yang signifikan.
EN: The collocation 'maintain ties to [entity]' denotes having ongoing formal or informal relationships, often carrying an evaluative connotation in investigative reporting regarding conflicts of interest.
Bahasa Indonesia: Frasa tetap «maintain ties to...» berarti «mempertahankan hubungan / koneksi dengan...», dalam laporan investigasi dan gaya formal, sering digunakan untuk merujuk pada konflik kepentingan potensial atau keterkaitan kelembagaan.
The committee questioned whether the board members still maintained ties to the lobbying firm.
Komite menginterogasi anggota dewan direksi tersebut apakah masih mempertahankan hubungan dengan kelompok lobi tersebut.
EN: The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), referred to colloquially here as the 'United Nations climate panel', is the premier international body assessing climate change. It does not conduct its own research but relies heavily on hundreds of unpaid volunteer scientists who serve as 'lead authors'. Because these reports shape global treaties and national decarbonization laws, any industry affiliation (especially with major oil and gas producers) triggers intense scrutiny over conflicts of interest.
Bahasa Indonesia: 'Panel iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa' yang disebut dalam kalimat tersebut adalah 'Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim' (IPCC) yang terkenal. IPCC sendiri tidak melakukan eksperimen ilmiah independen, melainkan menugaskan ratusan akademisi terkemuka tanpa bayaran di seluruh dunia sebagai 'penulis utama' (lead authors) untuk bersama-sama menulis laporan penilaian. Karena laporan ini merupakan otoritas tertinggi bagi negara-negara dalam menetapkan kebijakan pengurangan karbon dan perjanjian iklim internasional (seperti Perjanjian Paris), jika kelompok penulis memiliki hubungan kepentingan seperti pekerjaan atau konsultasi dengan perusahaan petrokimia besar, hal ini sering kali menimbulkan keraguan besar dari masyarakat internasional mengenai konflik kepentingan dan ketidakberpihakan akademis.
EN: The phrase 'widely regarded as the most authoritative body on climate science' is a past participial phrase functioning as a non-restrictive appositive modifier. It provides supplementary background information about the subject without interrupting the main grammatical flow (Subject + [modifier] + Verb).
Bahasa Indonesia: 'widely regarded as the most authoritative body on climate science' adalah frasa partisipel lampau, digunakan sebagai modifikator non-restriktif (aposisi) untuk menambahkan informasi latar belakang subjek, secara struktural ditempatkan antara subjek dan kata kerja utama, tanpa memengaruhi hubungan subjek-predikat inti kalimat.
The World Health Organization, established in 1948, plays a critical role in global public health governance.
Organisasi Kesehatan Dunia didirikan pada tahun 1948, memainkan peran kunci dalam tata kelola kesehatan masyarakat global.
EN: The relative pronoun 'that' introduces a restrictive relative clause modifying 'assessment reports'. Inside the clause, two verbs ('underpin' and 'shape') are linked by the coordinating conjunction 'and', sharing the same subject and demonstrating parallel structure.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif 'that' memimpin klausa relatif restriktif yang menerangkan anteseden 'assessment reports'. Di dalam klausa tersebut, dua kata kerja 'underpin' (menjadi dasar bagi) dan 'shape' (membentuk) dihubungkan secara paralel oleh konjungsi koordinatif 'and', mempertahankan struktur simetris.
The research team published findings that challenge conventional wisdom and open new avenues for inquiry.
Tim peneliti telah memublikasikan temuan investigasi yang menantang pandangan tradisional dan membuka jalan eksplorasi baru.
EN: The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) was established in 1988 by the World Meteorological Organization (WMO) and the United Nations Environment Programme (UNEP). Its reports do not conduct original research; instead, thousands of voluntary international scientists assess all available scientific literature to establish global consensus. Because its summaries for policymakers must be approved line-by-line by government representatives, its language carries immense diplomatic and legal weight in treaties like the Paris Agreement.
Bahasa Indonesia: Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) didirikan pada tahun 1988 oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Lembaga ini sendiri tidak melakukan penelitian ilmiah orisinal, melainkan mengumpulkan ribuan ilmuwan top dunia yang berpartisipasi secara sukarela untuk mengevaluasi secara komprehensif literatur yang ada di seluruh dunia guna membentuk konsensus ilmiah. Karena 'Ringkasan untuk Pembuat Kebijakan' harus melalui peninjauan dan persetujuan kata demi kata oleh perwakilan pemerintah masing-masing negara, laporan IPCC memiliki pengaruh diplomatik dan kekuatan landasan hukum yang sangat tinggi dalam konvensi internasional seperti Perjanjian Paris.
EN: The sentence features a nominal subject clause introduced by 'that', where the subject head noun is 'involvement'. This noun is post-modified by a complex prepositional phrase containing reduced relative clauses: 'employed by or linked to oil corporations' (equivalent to 'who are employed by or linked to...'). Notice that the verb 'raises' agrees in number with the singular head noun 'involvement', not the plural nouns 'individuals' or 'corporations'.
Bahasa Indonesia: Dalam kalimat ini, di dalam klausa objek yang dipimpin that, kata inti subjek adalah kata benda tunggal 'involvement' (keterlibatan), yang diikuti oleh modifikator panjang di belakangnya 'of individuals employed by or linked to oil corporations' (yang mengandung klausa adjektiva yang disederhanakan menjadi frasa partisipel lampau). Perlu perhatian khusus pada kesesuaian subjek-predikat: kata kerja predikat 'raises' harus sesuai dengan kata inti tunggal 'involvement', bukan dengan kata benda jamak yang berdekatan seperti 'individuals' atau 'corporations'.
The participation of scholars funded by foreign agencies raises concerns among committee members.
Keterlibatan para akademisi yang didanai oleh lembaga asing menimbulkan kekhawatiran di kalangan anggota komite.
EN: The construction 'employed by or linked to [noun]' is an example of parallel prepositions/participles sharing a single complement. Both past participles 'employed' and 'linked' govern different prepositions ('by' and 'to', respectively), which are coordinated by 'or' before sharing the direct object 'oil corporations'.
Bahasa Indonesia: 'employed by or linked to [kata benda]' menunjukkan struktur paralel di mana dua frasa partisipel lampau dengan preposisi berbeda berbagi objek yang sama. 'employed' memerlukan preposisi 'by', sedangkan 'linked' memerlukan 'to', keduanya dihubungkan oleh konjungsi koordinatif 'or' dan berbagi objek 'oil corporations'. Dalam penulisan formal, preposisi spesifik mana pun tidak boleh dihilangkan.
Products manufactured in or exported to North America must meet stringent safety criteria.
Produk yang diproduksi di Amerika Utara atau diekspor ke Amerika Utara harus memenuhi standar keselamatan yang ketat.
EN: The collocation 'raise questions about...' is a formal journalistic and academic formula used to express skepticism or invite critical scrutiny without making direct defamatory accusations. It frequently collocates with evaluative adjectives like 'serious', 'grave', or 'fundamental'.
Bahasa Indonesia: Kolokasi verba 'raise questions about...' (mengajukan pertanyaan tentang.../ menimbulkan keraguan tentang...) adalah retorika objektif yang umum dalam bahasa Inggris jurnalistik dan akademis, sering digunakan untuk mengekspresikan keraguan atau mendorong pemeriksaan serius, sambil menghindari tuduhan yang terlalu dogmatis atau memfitnah. Sering dipasangkan dengan kata sifat seperti 'serious', 'grave', atau 'fundamental'.
The sudden resignation of the chief auditor raises serious questions about financial transparency.
Pengunduran diri mendadak Auditor Jenderal menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi keuangan.
EN: In global environmental politics, 'conflict of interest' is particularly sensitive because bodies like the IPCC are expected to provide neutral, policy-relevant scientific advice. When fossil fuel industry ties are uncovered, critics often invoke 'institutional credibility' to warn that public trust in global scientific consensus could be damaged.
Bahasa Indonesia: Dalam politik lingkungan internasional dan tata kelola sains, 'konflik kepentingan' (conflict of interest) sangat sensitif. Organisasi seperti Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) Perserikatan Bangsa-Bangsa membangun kredibilitasnya di atas penilaian ilmiah yang netral dan independen. Oleh karena itu, ketika penulis laporan memiliki keterkaitan kepentingan dengan industri bahan bakar fosil, opini publik sering kali mempertanyakan secara kuat 'kredibilitas institusional' (institutional credibility) mereka dan khawatir hal ini akan menggerus kepercayaan publik terhadap konsensus ilmiah iklim global.
EN: The phrasal verb 'centre on' (or 'centre around') means to have something as its main topic or focus. Note the British spelling 'centres' (American: 'centers'). It takes a prepositional object (here, 'figures').
Bahasa Indonesia: Frasa verba 'centre on' (ejaan Inggris, Amerika 'center on') berarti 'berfokus pada, menjadikan ... sebagai inti'. Setelahnya diikuti objek preposisi (dalam kalimat ini adalah 'figures').
The debate centres on the economic viability of renewable energy transition.
Perdebatan ini berfokus pada kelayakan ekonomi dari transisi energi terbarukan.
EN: Apposition and non-defining relative clauses: 'a scientist' acts as an appositive noun phrase providing extra identification for 'Mustafa Babiker'. It is subsequently modified by a non-defining relative clause introduced by 'who' ('who has worked...'), offering essential background without disrupting the main clause flow.
Bahasa Indonesia: Aposisi dan klausa relatif non-restriktif: 'a scientist' sebagai frasa nomina aposisi, menjelaskan identitas 'Mustafa Babiker'; kemudian langsung diikuti oleh klausa relatif yang dipimpin oleh kata ganti relatif 'who' ('who has worked...'), menambahkan informasi latar belakangnya tanpa mengganggu ritme klausa utama.
The report criticizes Dr. Evans, an epidemiologist who has advised the government for a decade.
Laporan tersebut mengkritik Dr. Evans, seorang ahli epidemiologi yang telah memberikan nasihat kepada pemerintah selama satu dekade.
EN: The present perfect tense ('has worked') paired with 'for + duration' ('for two decades') indicates an action that started in the past and continues up to the present moment, emphasizing ongoing duration.
Bahasa Indonesia: Present perfect ('has worked') yang dipadukan dengan 'for + durasi waktu' ('for two decades') menunjukkan tindakan atau keadaan yang dimulai dari suatu titik di masa lalu dan berlanjut hingga sekarang, menekankan keberlangsungan temporal.
She has worked for the institution for fifteen years and knows its policies intimately.
Dia telah bekerja di lembaga itu selama lima belas tahun dan memahami betul kebijakan-kebijakannya.
EN: British vs. American spelling: The UK publication 'The Guardian' uses British spelling conventions, seen here in 'centres' rather than the American 'centers'. In the context of global climate negotiations, Saudi Aramco is scrutinized heavily by non-governmental watchdogs due to its status as the world's top corporate emitter of greenhouse gases.
Bahasa Indonesia: Perbedaan ejaan dan latar belakang: Media Inggris The Guardian mengikuti ejaan British, sehingga menggunakan "centres" bukan "centers" ala Amerika. Dalam konteks tata kelola iklim, Saudi Aramco( adalah salah satu perusahaan dengan emisi karbon tertinggi di dunia, sehingga keterlibatan karyawannya dalam panel iklim PBB kerap menimbulkan kecurigaan konflik kepentingan yang sangat besar.
EN: Non-restrictive appositive: 'Saudi Arabia's state oil company' is set off by commas and provides parenthetical, explanatory identification for the proper noun 'Aramco' without restricting its referent.
Bahasa Indonesia: Aposisi non-restriktif: 'Saudi Arabia's state oil company' dipisahkan dengan koma, sebagai keterangan tambahan untuk kata nama khas 'Aramco'(, memberikan informasi latar belakang tanpa memengaruhi rujukan subjek itu sendiri.
Gazprom, Russia's state-owned energy giant, supplies natural gas to numerous countries.
Gazprom, raksasa energi milik negara Rusia, memasok gas alam ke berbagai negara.
EN: Adjective phrase with comparative quantification: 'responsible for more [noun] than any other [singular noun]' is a high-level construction used to denote a superlative meaning ('the most') while emphasizing comparative hierarchy against every single peer entity individually.
Bahasa Indonesia: Kombinasi kata sifat dengan struktur komparatif: "responsible for more [kata benda] than any other [kata benda tunggal]" mengekspresikan makna superlatif (setara dengan the most) melalui struktur perbandingan satu per satu dengan entitas tunggal lainnya, sehingga memiliki efek penekanan yang lebih kuat.
This facility is responsible for more toxic waste than any other factory in the province.
Fasilitas ini menghasilkan limbah beracun lebih banyak daripada pabrik lain mana pun di provinsi ini.
EN: Saudi Aramco is the world's largest oil-producing company by market capitalization and production. Climate research (notably the Carbon Majors Report by the Climate Accountability Institute) has consistently identified Aramco as the single largest corporate contributor to global greenhouse gas emissions since the industrial era, making its scientists' involvement in UN climate panels a focal point for global conflict-of-interest debates.
Bahasa Indonesia: Saudi Aramco adalah raksasa minyak terbesar di dunia baik dari segi kapitalisasi pasar maupun produksi minyak. Menurut studi 'Carbon Majors' dari Climate Accountability Institute, Aramco adalah satu-satunya perusahaan yang secara historis bertanggung jawab atas emisi gas rumah kaca terbesar di dunia sejak era industri. Oleh karena itu, keterlibatan karyawan atau pakar perusahaan ini dalam penyusunan laporan iklim PBB sering memicu perdebatan sengit di komunitas internasional mengenai konflik kepentingan dan kredibilitas kebijakan iklim.
EN: The preposition 'as' is used here to denote role, capacity, or status ('in the role of'). When followed by a noun denoting a post or title, it specifies the capacity in which someone is appointed, hired, or acts.
Bahasa Indonesia: Preposisi 'as' di sini berarti 'sebagai/dalam peran'. Ketika diikuti kata benda yang menunjukkan jabatan, gelar, atau identitas, preposisi ini digunakan untuk menjelaskan posisi spesifik yang diemban seseorang ketika ditunjuk, dipekerjakan, atau bertindak.
Her appointment as chief executive officer was welcomed by investors.
Penunjukannya sebagai CEO disambut baik secara luas oleh para investor.
EN: The transitive verb 'spark' literally means to ignite, but in formal journalistic and academic registers, it functions as a vivid causative verb meaning 'to cause something (especially anger, controversy, or debate) to begin suddenly'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja transitif 'spark' secara harfiah berarti 'memercikkan bunga api, menyalakan', tetapi dalam register berita formal dan akademis, kata ini sering digunakan sebagai kata kerja kausatif yang hidup yang berarti 'memicu, menimbulkan (terutama kemarahan, kontroversi, atau reaksi kuat)'.
The government's proposed tax reform sparked widespread protests across the country.
Reformasi pajak yang diusulkan pemerintah memicu protes luas di seluruh negeri.
EN: Complex nominalization as subject: 'Babiker's appointment as [role] for [target]' turns a full clause ('Babiker was appointed...') into a dense noun phrase that serves as the sentence subject, a hallmark of formal and journalistic C1 English.
Bahasa Indonesia: Struktur nominalisasi kompleks sebagai subjek: 'Babiker's appointment as...' memadatkan klausa lengkap ('Babiker ditunjuk...') menjadi frasa nomina yang ringkas sebagai subjek kalimat. Ini adalah ciri khas bahasa Inggris berita formal dan akademis tingkat lanjut (C1).
The committee's refusal to endorse the treaty triggered a diplomatic standoff.
Penolakan komite untuk mengesahkan perjanjian tersebut memicu kebuntuan diplomatik.
EN: In IPCC reporting procedures, a 'Coordinating Lead Author' (CLA) holds substantial editorial authority over chapters, steering synthesis and resolving scientific disputes. The appointment of an active employee from a state-owned fossil fuel giant (Saudi Aramco) to this critical position triggered acute ethical concerns over conflicts of interest and corporate influence on UN climate diplomacy.
Bahasa Indonesia: Dalam proses penyusunan laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), 'Penulis Utama Koordinator' (Coordinating Lead Author) memiliki wewenang pengawasan editorial dan kebijaksanaan akademis yang sangat besar atas bab-bab. Penunjukan ilmuwan aktif dari raksasa bahan bakar fosil milik negara (Saudi Aramco) untuk jabatan penting ini segera memicu pertanyaan etis yang kuat di kalangan akademisi mengenai konflik kepentingan dan campur tangan kapital fosil dalam negosiasi iklim internasional.
EN: The inverted conditional structure 'Were it not for...' is a formal, literary equivalent of 'If it were not for...'. It functions as a counterfactual condition (often mixed or conditional type 2/3), meaning 'without' or 'if [something] did not exist/had not occurred'. Notice that 'if' is omitted and the auxiliary/copular verb 'were' is inverted with the subject 'it'.
Bahasa Indonesia: 'Were it not for...' adalah bentuk inversi dan elipsis dari 'If it were not for...', termasuk pola kalimat subjungtif yang sangat formal dan bernuansa tulisan, yang berarti 'jika bukan karena...'. Dalam struktur ini, konjungsi if dihilangkan, dan kata kerja bantu/kopula were dibalik ke depan subjek it. Bagian awal kalimat mengajukan premis hipotetis yang berlawanan dengan fakta masa lalu, bagian akhir menarik hasil dugaan di masa lalu.
Were it not for his timely intervention, the project would have collapsed entirely.
Jika dia tidak campur tangan tepat waktu, proyek itu pasti sudah gagal total.
EN: The modal construction 'might have + past participle' expresses past possibility or an unrealized counterfactual outcome ('would possibly have happened under different circumstances'). Here, 'might have remained' indicates a speculative scenario that was avoided because the investigation did take place.
Bahasa Indonesia: Struktur kata kerja modal 'might have + past participle' di sini digunakan dalam klausa utama subjungtif yang berlawanan dengan fakta masa lalu, yang berarti 'mungkin sudah... di masa lalu (tetapi kenyataannya tidak demikian)'. 'Might have remained' di sini mengekspresikan konsekuensi potensial yang mungkin terjadi jika investigasi tidak mengungkapnya.
Without proper documentation, the truth might have remained hidden forever.
Jika tidak ada dokumentasi yang tepat, kebenaran mungkin tidak akan pernah diketahui selamanya.
EN: The linking verb 'remain' followed by an adjective or participle predicate ('remained largely unknown') conveys persistence in a state. 'Largely' is an adverb of degree modifying 'unknown', meaning 'for the most part' or 'predominantly'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja kopula 'remain' diikuti oleh adjektiva atau partisipel sebagai pelengkap subjek ('remained largely unknown'), yang berarti 'terus mempertahankan suatu keadaan'. Adverbia 'largely' memodifikasi adjektiva 'unknown', yang berarti 'sebagian besar', 'umumnya', sering digunakan dalam pemberitaan formal dan tulisan akademis.
The underlying causes of the economic downturn remained poorly understood for decades.
Selama beberapa dekade, akar penyebab kemerosotan ekonomi masih belum dipahami secara memadai.
EN: The British newspaper 'The Guardian' is internationally acclaimed for its investigative journalism, particularly regarding environmental governance, climate policy, and fossil fuel lobbying. Investigative exposés by leading news organizations often act as vital public watchdogs, bringing to light conflicts of interest that institutional vetting mechanisms fail to resolve.
Bahasa Indonesia: The Guardian dari Inggris terkenal di dunia karena liputan investigasi jangka panjangnya tentang krisis iklim, tata kelola lingkungan, dan kelompok lobi bahan bakar fosil. Di sini tercermin peran kekuatan keempat (media) dalam pengawasan dan keseimbangan dalam tata kelola iklim internasional: ketika mekanisme peninjauan konflik kepentingan di dalam organisasi internasional besar (seperti badan-badan terkait PBB) memiliki titik buta, jurnalisme investigasi sering menjadi kekuatan kunci untuk mengungkap kebenaran dan mendorong reformasi kelembagaan.
EN: Non-restrictive appositives: The noun phrase 'a climate scientist from the University of Lausanne' is set off by commas and serves as an appositive to 'Professor Julia Steinberger'. It provides parenthetical, descriptive context without restricting or defining the identity of the person.
Bahasa Indonesia: Aposisi non-restriktif: frasa nomina "a climate scientist from the University of Lausanne" dipisahkan oleh dua koma, berfungsi sebagai aposisi dari "Professor Julia Steinberger", digunakan untuk memberikan informasi latar belakang tambahan, bukan untuk membatasi identitasnya.
Dr. Marcus Vance, a leading researcher at Oxford University, presented his findings at the symposium.
Dr. Marcus Vance, peneliti utama di Universitas Oxford, mempresentasikan hasil penelitiannya di seminar.
EN: Prepositional collocation with 'encounter': The noun 'encounter' frequently collocates with the preposition 'with' to specify the participant ('first encounter with Babiker').
Bahasa Indonesia: Kolokasi preposisi dari kata benda "encounter": kata benda "encounter" (pertemuan) sering dipasangkan dengan preposisi "with" untuk menunjukkan objek interaksi atau kontak (misalnya "first encounter with Babiker").
Her initial encounter with the board members went smoother than expected.
Pertemuan pertamanya dengan anggota dewan direksi berjalan lebih lancar dari yang diperkirakan.
EN: In academic and formal journalistic reporting, introducing a scholar with both their title ('Professor') and an appositive clause specifying their field ('a climate scientist') and institutional affiliation ('from the University of Lausanne') serves to establish professional authority and credibility early in the narrative.
Bahasa Indonesia: Dalam pemberitaan akademis dan resmi, memperkenalkan seorang akademisi dengan gelar (Professor) disertai aposisi yang menyebutkan bidang keahlian(a climate scientist) dan institusi tempatnya bekerja(from the the University of Lausanne) merupakan teknik pelaporan objektif yang standar, bertujuan untuk membangun kredibilitas profesional orang tersebut sejak awal.
EN: The prepositional construction 'Upon + gerund (-ing)' functions as a concise, formal adverbial of time meaning 'as soon as' or 'immediately after'. It indicates that the action in the main clause happened directly following the action of the gerund.
Bahasa Indonesia: Struktur preposisi 「Upon + gerund(-ing)」 adalah bahasa tulis formal yang berarti 「segera setelah……」 atau 「tepat setelah……」, digunakan sebagai keterangan waktu, yang menunjukkan bahwa tindakan pada klausa utama terjadi segera setelah tindakan pada gerund tersebut.
Upon arriving at the headquarters, the inspectors demanded to see the internal financial records.
Begitu tiba di kantor pusat, para inspektur meminta untuk memeriksa catatan keuangan internal.
EN: 'Questioned whether...' introduces an indirect yes/no question using the subordinate conjunction 'whether'. In formal reporting styles, 'whether' is generally preferred over 'if', especially when expressing doubt, scrutiny, or institutional deliberation.
Bahasa Indonesia: Struktur 「questioned whether...」 menggunakan konjungsi subordinatif 「whether」 untuk memperkenalkan pertanyaan tidak langsung bersifat 「apakah……atau tidak」. Dalam pemberitaaan objektif formal atau gaya bahasa akademis, ketika mengungkapkan keraguan, pemeriksaan, atau pembahasan, 「whether」 biasanya lebih disukai daripada 「if」.
The committee questioned whether the newly proposed policy adhered to international environmental standards.
Komite mempertanyakan apakah kebijakan yang baru diusulkan sesuai dengan standar lingkungan internasional.
EN: The formal transitive verb 'constitute' means 'to be considered as' or 'to amount to' in legal and institutional contexts, followed directly by a noun phrase complement (e.g., 'constituted a conflict of interest').
Bahasa Indonesia: Kata kerja transitif 「constitute」 dalam konteks hukum dan kelembagaan berarti 「merupakan」, 「setara dengan」, dan langsung diikuti oleh frasa nomina sebagai objeknya(contoh: 「constituted a conflict of interest」 merupakan benturan kepentingan).
Accepting gifts of substantial value may constitute a serious violation of ethics rules.
Menerima hadiah bernilai tinggi dapat merupakan pelanggaran etika yang serius.
EN: In academic, scientific, and international policymaking institutions, 'conflict of interest' (COI) policies are vital for preserving public trust. When authors or researchers receive funding or employment from industries directly affected by the research (such as oil companies and climate science), it raises ethical scrutiny even if the individual claims neutrality.
Bahasa Indonesia: Di dunia akademis, penelitian ilmiah, dan lembaga pengambilan keputusan internasional, norma tentang 'konflik kepentingan' (conflict of interest, disingkat COI) sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ketika seorang akademisi atau penulis laporan penilaian dipekerjakan oleh atau menerima gaji dari industri yang secara langsung terkena dampak penelitian tersebut (misalnya perusahaan bahan bakar fosil terhadap penilaian ilmu iklim), bahkan jika individu tersebut mengklaim posisi netral, mereka tetap menghadapi pengawasan dan pertanyaan tingkat tinggi pada tataran etika dan kelembagaan.
EN: The noun phrase 'a reply Steinberger found inadequate' acts as a summative appositive (or sentential appositive), summarizing and commenting on the preceding clause ('that he had disclosed his affiliation on the official form'). It contains a reduced relative clause where the relative pronoun 'which' or 'that' is omitted: 'a reply [that/which] Steinberger found inadequate'.
Bahasa Indonesia: Frasa nomina 'a reply Steinberger found inadequate' digunakan sebagai apositif ringkasan (summative appositive) untuk merangkum dan mengevaluasi klausa sebelumnya (yaitu fakta bahwa 'dia mengungkapkan afiliasinya pada formulir resmi'). Di dalam frasa ini terdapat klausa relatif yang menghilangkan kata ganti relatif (which/that), yang memodifikasi kata benda inti 'reply'.
The company promised a minor payout, a gesture the striking workers rejected outright.
Perusahaan itu berjanji memberikan kompensasi kecil, tetapi para pekerja yang mogok dengan tegas menolak tawaran tersebut.
EN: The structure 'find + object + object complement (adjective)' ('found inadequate') expresses a subjective evaluation or judgment, meaning 'to consider/judge something to have a particular quality'.
Bahasa Indonesia: Struktur 'find + objek + pelengkap objek (kata sifat)' (di sini found inadequate) digunakan untuk menyatakan penilaian, evaluasi, atau perasaan subjektif, yang berarti 'menganggap sesuatu (memiliki sifat tertentu) / merasa sesuatu…'. Dalam klausa relatif, objek (a reply) dipindahkan ke depan, dengan mempertahankan pelengkap objek inadequate.
The committee examined the evidence and found the initial explanation unsatisfactory.
Komite meninjau bukti dan menganggap penjelasan awal tidak memuaskan.
EN: The adverb 'reportedly' is a journalistic evidential marker signaling hearsay or second-hand information, meaning 'according to what has been said or reported'. It allows the writer to maintain objectivity and avoid asserting unverified statements as absolute fact.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'reportedly' adalah penanda evidental (evidential adverb) yang umum dalam bahasa Inggris jurnalistik, berarti 'menurut laporan / kabarnya', digunakan untuk mengutip pernyataan orang lain atau informasi tangan kedua, membantu penulis menjaga sikap objektif dan netral, serta menghindari pelabelan langsung klaim yang belum terverifikasi secara hukum atau sepenuhnya sebagai fakta yang pasti.
The executive reportedly tendered his resignation following allegations of financial misconduct.
Setelah muncul tuduhan malpraktek keuangan, eksekutif senior itu dilaporkan telah mengajukan pengunduran diri.
EN: In international scientific governance—particularly within high-stakes bodies like the IPCC—conflict of interest (COI) disclosures often fall into a contentious grey zone. Bureaucratic compliance (checking a box or listing an employer on an official form) is frequently seen by institutions as sufficient legal disclosure. However, independent researchers and ethicists increasingly argue that mere disclosure does not neutralize the structural bias of working for fossil fuel interests, highlighting a growing tension between procedural compliance and genuine scientific neutrality.
Bahasa Indonesia: Dalam tata kelola sains internasional (terutama di lembaga dengan pengaruh kebijakan tinggi seperti Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB), pengungkapan konflik kepentingan (COI) sering kali berada di area kontroversial. Di dalam institusi, umumnya dianggap bahwa menyelesaikan kepatuhan prosedural (misalnya mengisi nama pemberi kerja pada formulir resmi) sudah cukup memenuhi kewajiban. Namun, banyak akademisi independen dan pengawas etika menunjukkan bahwa 'pengungkapan' belaka tidak dapat menghilangkan bias struktural yang timbul dari bekerja untuk raksasa bahan bakar fosil, yang menyoroti tarik-menarik sengit antara kepatuhan formal birokratis dan netralitas ilmiah yang substantif.
EN: The adverb 'since' is positioned between the auxiliary 'has' and the past participle 'emphasized' to denote an ongoing or repeated stance maintained from a specific past reference point up to the present. This mid-position placement is standard for temporal adverbs in formal register.
Bahasa Indonesia: Adverbia 'since' ditempatkan di antara kata kerja bantu 'has' dan past participle 'emphasized', menunjukkan sikap yang terus dipertahankan atau ditegaskan sejak titik waktu tertentu di masa lalu. Dalam gaya formal, adverbia waktu semacam ini biasanya ditempatkan di antara kata kerja bantu dan kata kerja utama.
The committee has since revised its conflict-of-interest guidelines to prevent further scrutiny.
Komite sejak itu mengubah pedoman konflik kepentingan mereka untuk mencegah pengawasan lebih lanjut.
EN: The gerund phrase 'merely declaring a relationship' functions as the singular subject of the subordinate noun clause introduced by 'that'. Because a gerund clause acts as a singular conceptual unit, it takes the singular verb 'does not eliminate'.
Bahasa Indonesia: Frasa gerund 'merely declaring a relationship' berfungsi sebagai subjek tunggal dalam klausa kata benda yang dipimpin oleh 'that'. Karena frasa gerund mewakili satu konsep abstrak, kata kerja yang mengikutinya harus berbentuk orang ketiga tunggal 'does not eliminate'.
Simply acknowledging the bias does not resolve the ethical breach.
Sekadar mengakui bias tidak menyelesaikan masalah pelanggaran etika.
EN: The present participle 'underlying' functions as an attributive adjective meaning 'fundamental', 'implicit', or 'forming the foundation of something'. It is frequently paired with abstract nouns like 'problem', 'cause', 'issue', or 'assumption' in academic and analytical writing.
Bahasa Indonesia: Partisip kini 'underlying' di sini berubah menjadi kata sifat atributif, yang berarti 'mendasar', 'tersembunyi', atau 'menjadi dasar'. Dalam gaya akademis dan analitis, kata ini sering digunakan dengan kata benda abstrak seperti 'problem' (masalah), 'cause' (penyebab), atau 'issue' (isu).
Treating the symptom will not cure the underlying infection.
Hanya mengobati gejala permukaan tidak dapat menyembuhkan infeksi yang mendasarinya.
EN: In institutional ethics and corporate governance, there is an ongoing debate regarding 'disclosure' versus 'recusal'. Many organizations operate on a compliance-based model where declaring an affiliation or conflict of interest is treated as sufficient. However, governance critics argue that mere transparency does not mitigate bias or institutional capture, as an author or decision-maker still retains influence over outcomes.
Bahasa Indonesia: Dalam bidang etika kelembagaan dan tata kelola perusahaan, telah lama ada perdebatan tentang 'sekadar mengungkapkan kepentingan (disclosure)' versus 'pengunduran diri secara substansial (recusal)'. Banyak organisasi internasional mengadopsi mekanisme yang berorientasi kepatuhan, menganggap bahwa mengungkapkan hubungan afiliasi atau kepentingan potensial secara jujur sudah cukup. Namun, para ahli tata kelola dan kritikus berpendapat bahwa pengungkapan informasi belaka tidak dapat menghilangkan bias yang ada atau risiko organisasi ditangkap oleh kelompok kepentingan (regulatory capture), karena pihak yang bersangkutan tetap memegang hak bicara dan pengaruh pengambilan keputusan secara substansial.
EN: Negative Inversion: When negative or restrictive adverbial phrases such as 'Not only' introduce a clause at the beginning of a sentence, subject-auxiliary inversion is mandatory. An auxiliary verb ('does', 'did', 'is', 'can', etc.) precedes the subject ('does this practice undermine...'). The correlative second clause typically uses standard word order ('but it also...').
Bahasa Indonesia: Inversi negatif (Negative Inversion): Ketika kata keterangan negatif atau pembatas seperti «Not only» ditempatkan di awal kalimat, klausa tersebut harus diinversi, yaitu kata kerja bantu harus dipindahkan ke depan subjek (does this practice undermine...). Sedangkan klausa kedua yang bersesuaian «but (also)...» tetap mempertahankan urutan deklaratif biasa (subjek + kata kerja).
Not only did she complete the report ahead of schedule, but she also identified several critical errors.
Dia tidak hanya menyelesaikan laporan lebih awal, tetapi juga menemukan beberapa kesalahan besar.
EN: Idiomatic Expression: 'Call into question' means to cause doubts or cast suspicion on the validity, truth, or reliability of something. It is a formal, highly common collocation in academic, legal, and journalistic registers.
Bahasa Indonesia: Ungkapan idiomatik: «call into question» berarti 'mempertanyakan...' atau 'menyebabkan... diragukan', sering digunakan dalam gaya bahasa akademis, hukum, dan berita, untuk menunjukkan keraguan terhadap keandalan, legalitas, atau keaslian sesuatu.
The latest findings call into question the accuracy of the previous climate model.
Temuan terbaru membuat orang meragukan keakuratan model iklim sebelumnya.
EN: In institutional policy and scientific journalism, phrases like 'call into question the integrity' carry serious weight. Rather than directly accusing parties of corruption, high-level bodies and serious media outlets rely on measured, legally defensible language that highlights systemic vulnerability and credibility loss rather than personal criminality.
Bahasa Indonesia: Dalam analisis kebijakan dan media berita, ungkapan seperti 'call into question the integrity' (membuat orang mempertanyakan integritasnya) memiliki bobot yang cukup serius. Media internasional bereputasi tinggi biasanya menghindari tuduhan langsung terhadap karakter atau kriminal, melainkan menggunakan diksi yang hati-hati dan ketat secara hukum, dengan menekankan celah struktural dalam sistem dan terkikisnya kepercayaan publik.
EN: The past participle phrase 'consulted by the investigative team' functions as a post-nominal modifier (reduced relative clause) modifying 'Several independent experts'. It is equivalent to 'who were consulted by the investigative team'.
Bahasa Indonesia: Frasa past participle 'consulted by the investigative team' di sini berfungsi sebagai modifikasi di belakang (klausa relatif yang disederhanakan), yang memodifikasi subjek 'Several independent experts', setara dengan 'who were consulted by the investigative team'.
The recommendations proposed by the committee were swiftly approved.
Berbagai rekomendasi yang diajukan oleh dewan dengan cepat mendapat persetujuan.
EN: The verb 'declare' can take a complex transitive pattern: 'declare + object + to be + complement' (or 'declare + object + complement'), used in formal registers to express an authoritative or decisive judgment.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'declare' dapat diikuti dengan konstruksi verba transitif majemuk: 'declare + objek + to be + pelengkap' (to be dapat dihilangkan),, yang sering muncul dalam ragam bahasa formal, untuk menyatakan penilaian yang otoritatif atau menentukan.
The auditors declared the company's financial records to be completely unreliable.
Auditor menilai bahwa catatan keuangan perusahaan tersebut sama sekali tidak dapat diandalkan.
EN: The idiomatic prepositional phrase 'unfit for purpose' is a formal British English legal and administrative idiom meaning fundamentally incapable of fulfilling its designated role or standard.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional idiomatis 'unfit for purpose' adalah ungkapan formal yang sangat umum dalam gaya bahasa hukum dan administratif Inggris Britania, yang berarti suatu kebijakan, sistem, atau alat 'tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan' atau 'tidak dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan'.
Critics argued that the outdated regulatory framework was wholly unfit for purpose in the digital age.
Para kritikus berpendapat bahwa kerangka regulasi yang ketinggalan zaman ini sama sekali tidak sesuai dan tidak dapat berfungsi di era digital.
EN: The phrase 'unfit for purpose' originated in British commercial law (Sale of Goods Act) regarding products that fail to meet their intended function. Over recent decades, it has become a prevalent political and institutional catchphrase in the UK and international governance to describe failing policies, public services, or institutional bodies as fundamentally broken.
Bahasa Indonesia: Frasa 'unfit for purpose' (tidak sesuai tujuan/tidak cakap) berasal dari Undang-Undang Penjualan Barang (Sale of Goods Act) Inggris, awalnya merujuk pada situasi wanprestasi ketika barang tidak dapat mencapai fungsi yang diharapkan. Dalam beberapa dekade terakhir, frasa ini meluas ke dunia politik Inggris dan tata kelola publik internasional, menjadi retorika klasik untuk menggambarkan suatu kebijakan, institusi, atau layanan publik yang 'memiliki cacat fundamental dan sama sekali tidak dapat berfungsi efektif'.
EN: The prepositional phrase 'without + noun phrase' often functions as a conditional shorthand for 'if there were no...' or 'if they do not have...'. When paired with a modal like 'could' or 'would', it forms an implied/suppressed conditional clause (hypothetical condition) without needing a full 'if'-clause.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'without + frasa kata benda' sering berfungsi sebagai kalimat kondisional implisit, setara dengan 'if there were no...' (jika tidak ada...). Ketika digunakan bersama kata kerja bantu modal seperti 'could' atau 'would', frasa ini dapat mengekspresikan situasi hipotetis atau konsekuensi potensial tanpa menggunakan klausa if lengkap.
Without immediate financial intervention, the startup could face bankruptcy before the end of the quarter.
Jika tidak ada suntikan dana segera, perusahaan rintisan ini dapat menghadapi kebangkrutan sebelum akhir kuartal.
EN: The modal passive construction 'could be + past participle' expresses tentative prediction, potentiality, or polite warning regarding future consequences, rather than certainty (which would use 'will be'). The degree adverb 'severely' precedes the participle to intensify the verb's impact.
Bahasa Indonesia: Struktur pasif modal 'could be + past participle' digunakan untuk menyatakan inferensi hati-hati tentang konsekuensi masa depan, kemungkinan potensial, atau peringatan, dengan nada yang lebih objektif dan konservatif daripada 'will be'. Adverbia tingkat 'severely' ditempatkan sebelum partisipel pasif untuk memperkuat modifikasi yang menekankan tingkat keparahan konsekuensi.
The regional ecosystem could be irreversibly damaged if industrial waste continues to leak.
Jika limbah industri terus bocor, ekosistem di wilayah tersebut dapat mengalami kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.
EN: In academic and international policy discourse (such as United Nations bodies like the Intergovernmental Panel on Climate Change), the word 'compromised' rarely means 'reaching a mutual agreement.' Instead, it predominantly denotes being weakened, discredited, or placed in jeopardy due to conflicts of interest or ethical breaches.
Bahasa Indonesia: Dalam wacana profesional di bidang akademis, sains, dan kebijakan internasional (seperti badan-badan seperti Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB),, kata 'compromised' biasanya tidak berarti 'saling mengalah', melainkan integritas, kredibilitas, atau keamanan suatu hal menjadi 'melemah, rusak, atau diragukan' karena konflik kepentingan, celah etika, atau campur tangan eksternal.
EN: Inverted conditional with 'Should': In formal or literary registers, conditional clauses with 'if' can omit 'if' by inverting the auxiliary verb 'should' with the subject ('Should + Subject + Base Verb...'). This is equivalent to 'If the panel should fail to...' or 'If the panel fails to...', implying a hypothetical or formal cautionary tone.
Bahasa Indonesia: Kalimat kondisional inversi menggunakan 'Should': Dalam bahasa tulis formal atau komentar berita, untuk mengekspresikan kondisi hipotetis, kata hubung 'if' dapat dihilangkan, dan kata kerja bantu 'should' dipindahkan ke depan subjek, membentuk struktur inversi ('Should + subjek + kata kerja bentuk dasar...'). Ini setara dengan 'If The panel should fail to...' atau 'If The panel fails to...', dengan nuansa yang sangat formal dan memperingatkan.
Should negotiations break down, both nations face severe economic fallout.
Jika negosiasi gagal, kedua negara akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang serius.
EN: The verb 'risk' followed by a gerund: 'Risk' directly takes a gerund (-ing form) when indicating an action that may lead to danger, harm, or adverse consequences ('risk + doing something'). It cannot be followed by an infinitive with 'to'.
Bahasa Indonesia: Penggunaan kata kerja 'risk' dengan gerund: Setelah 'risk', jika diikuti kata kerja, harus menggunakan bentuk gerund (risk doing sth), yang berarti 'mengambil risiko...' atau 'berpotensi mendatangkan konsekuensi buruk tertentu', tidak boleh diikuti infinitif (to V).
By expanding too quickly, the startup risks losing its core customer base.
Ekspansi yang terlalu cepat dapat membuat perusahaan rintisan ini menghadapi risiko kehilangan basis pelanggan inti.
EN: Relative clause with 'serve as': The relative pronoun 'that' introduces a restrictive relative clause modifying 'scientific consensus'. Within the clause, 'serve as' functions idiomatically to mean 'to act as' or 'to fulfill a particular role or function'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif dan frasa 'serve as': Kata ganti relatif 'that' memperkenalkan klausa relatif restriktif yang memodifikasi anteseden 'scientific consensus' (konsensus ilmiah). Di dalam klausa, 'serve as' adalah frasa kerja tetap, yang berarti 'berfungsi sebagai...' atau 'bertindak sebagai...', di sini menunjukkan menjalankan fungsi sebagai fondasi.
The landmark treaty that served as the foundation for modern peace was signed decades ago.
Perjanjian bersejarah yang berfungsi sebagai fondasi perdamaian modern telah ditandatangani beberapa dekade yang lalu.
EN: In global climate diplomacy, 'scientific consensus' refers primarily to the conclusions established by the IPCC reports. Because these reports represent an exhaustive synthesis of peer-reviewed research vetted by scientists worldwide, political leaders and treaties (such as the Paris Agreement) rely on them as an objective foundation. Discrediting the panel's internal integrity thus threatens international climate negotiations at their very core.
Bahasa Indonesia: Dalam diplomasi dan pembuatan kebijakan iklim global, 'scientific consensus' (konsensus ilmiah) terutama merujuk pada fondasi ilmiah yang dibangun oleh laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Karena laporan tersebut mewakili kesimpulan otoritatif dari tinjauan lintas negara oleh para ilmuwan global, keputusan politik setiap negara dan konvensi internasional (seperti Perjanjian Paris) semuanya menjadikannya dasar tindakan. Jika konflik kepentingan dan netralitas panel dipertanyakan, legitimasi kebijakan iklim global dan fondasi kerja sama akan langsung terguncang.
EN: The noun phrase 'calls for [something]' uses the preposition 'for' to specify the desired action, reform, or policy. Here, it governs a compound noun phrase joined by 'and' ('transparent vetting procedures and stricter eligibility criteria').
Bahasa Indonesia: Frasa benda 'calls for [sesuatu]' berpasangan tetap dengan preposisi 'for', digunakan untuk memperkenalkan langkah-langkah, reformasi, atau kebijakan spesifik yang diserukan atau diminta. Dalam kalimat ini, setelah 'for' terdapat dua frasa benda paralel yang dihubungkan oleh 'and' (prosedur pemeriksaan yang transparan dan kriteria kelayakan yang lebih ketat).
There are mounting calls for independent oversight following the recent regulatory failure.
Setelah insiden kegagalan regulasi baru-baru ini, seruan untuk pengawasan independen semakin meningkat.
EN: The demonstrative pronoun 'those' is used generically to mean 'the people / individuals', functioning as the head modified by the reduced participle clause 'authoring...'. This is equivalent to 'those who are authoring...'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti 'those' di sini digunakan sebagai kata ganti umum, berarti 'orang-orang itu', yang langsung diikuti oleh modifikator di belakang yang terdiri dari frasa partisipel kini 'authoring...', setara dengan struktur ringkas dari 'those who author / are authoring...', yang merupakan struktur tingkat lanjut yang sangat umum dalam pemberitaan resmi dan bahasa Inggris akademis.
The new guidelines impose stricter liabilities on those managing corporate retirement funds.
Standar baru membebankan tanggung jawab hukum yang lebih ketat kepada mereka yang mengelola dana pensiun perusahaan.
EN: 'Author' functions here as an active transitive verb meaning 'to write or compose (a formal document, legislation, or report)'. While historically primarily a noun, its verbal use is standard in formal, administrative, and policy contexts.
Bahasa Indonesia: 'Author' di sini digunakan sebagai kata kerja transitif, yang berarti 'menulis, mengarang (dokumen resmi, rancangan undang-undang, atau laporan)'. Meskipun secara tradisional lebih sering digunakan sebagai kata benda, mengubahnya menjadi kata kerja dalam pemberitaan resmi modern, kebijakan, dan wacana akademis sudah sangat umum dan alami.
A bipartisan group of senators authored the landmark clean energy bill.
Sekelompok senator lintas partai bersama-sama menyusun rancangan undang-undang energi bersih yang menjadi tonggak sejarah ini.
EN: The phrase 'consequential reports' subtly points to assessment reports published by bodies like the IPCC, whose findings are not legally binding themselves but serve as the direct scientific underpinning for international treaties (e.g., the Paris Agreement) and climate litigation worldwide. The concept of 'vetting' and 'conflict of interest' governance reflects an ongoing debate in global science diplomacy: balancing geographic and industry expertise against corporate bias.
Bahasa Indonesia: 'consequential reports' (laporan yang sangat penting) di sini merujuk pada laporan penilaian yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga seperti Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB. Meskipun laporan semacam ini tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat, laporan ini menjadi dasar ilmiah inti untuk negosiasi perjanjian internasional seperti Perjanjian Paris dan gugatan iklim di berbagai negara. Diskusi tentang 'mekanisme pemeriksaan (vetting)' dan 'konflik kepentingan (conflict of interest)' mencerminkan kontroversi inti dalam diplomasi sains internasional kontemporer: bagaimana mencapai keseimbangan kelembagaan antara memanfaatkan keahlian industri dan mencegah infiltrasi kepentingan korporasi.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: menjadi landasan, menopang
Dalam konteks: reaksi keras, penolakan publik
Dalam konteks: afiliasi, keterkaitan
Dalam konteks: merusak, melemahkan
Dalam konteks: integritas, keandalan
Dalam konteks: membahayakan, merusak (reputasi)
Dalam konteks: konsensus, kesepakatan
Dalam konteks: pemeriksaan latar belakang, penyaringan
Dalam konteks: sangat penting, berdampak besar
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
A situation in which a person or organization is involved in multiple interests, one of which could possibly corrupt the motivation or decision-making.
konflik kepentingan
To cause people to doubt or question something.
menimbulkan keraguan terhadap...; membuat orang mempertanyakan
Not good enough or not suitable for the intended function or goal.
tidak memenuhi kebutuhan; tidak mencapai tujuan yang diharapkan; tidak layak
The set of standards, requirements, or qualifications that determine whether someone is eligible for something.
syarat kelayakan; kriteria seleksi