EN: The prepositional/temporal structure '[Time duration] after + clause' functions adverbially to set the timeline relative to a past event ('was signed'). Here, the simple past passive 'was signed' marks a fixed point in history, whereas the main clause shifts to the present perfect passive ('has been missed') to emphasize the current state and consequences of failing that target.
Bahasa Indonesia: Struktur '[jangka waktu] after + klausa' berfungsi sebagai keterangan waktu untuk menetapkan titik acuan berdasarkan peristiwa masa lalu tertentu (was signed). Bentuk pasif lampau digunakan untuk menyatakan fakta sejarah, sedangkan klausa utama menggunakan bentuk pasif present perfect (has been missed) untuk menekankan fakta dan dampak dari kegagalan target tersebut terhadap masa kini.
Five years after the policy was introduced, its primary economic targets have been missed.
Lima tahun setelah kebijakan tersebut diterapkan, target ekonomi utamanya telah gagal dicapai.
EN: The coordinating conjunction 'yet' connects two contrasting independent clauses. In the second clause, 'insist' takes a content clause with an omitted complementizer 'that' (zero-that clause: '[that] the agreement remains...'), which is standard and common in journalistic and formal registers.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif 'yet' digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen yang bermakna kontras. Pada paruh kedua kalimat, kata kerja 'insist' diikuti oleh klausa nomina yang menghilangkan kata hubung 'that' (yaitu zero-that clause: '[that] the agreement remains...'), penghilangan seperti ini sangat umum dan alami dalam teks berita dan formal.
Sales dropped significantly, yet analysts insist the company remains in a strong position.
Penjualan merosot tajam, namun para analis menegaskan bahwa perusahaan tersebut masih berada dalam posisi yang sangat kuat.
EN: The linking verb 'remains' is followed by a predicative noun phrase ('a vital moral compass'). In this context, 'moral compass' is a figurative idiom denoting a standard, set of values, or guiding principle that directs ethical conduct.
Bahasa Indonesia: Linking verb 'remains' (tetap/masih) diikuti oleh frasa nomina sebagai pelengkap subjek ('a vital moral compass'). Di sini, 'moral compass' (kompas moral) adalah ungkapan metaforis yang melambangkan prinsip dasar penuntun perilaku moral dan pertimbangan nilai.
Integrity must remain the moral compass that directs our corporate decisions.
Integritas harus terus berfungsi sebagai kompas moral yang memandu pengambilan keputusan perusahaan kita.
EN: The 2015 Paris Agreement established the international goal to hold global warming 'well below 2°C' and preferably to 1.5°C above pre-industrial levels. Describing an international treaty as a 'moral compass' highlights that while it lacks hard legal enforcement mechanisms to punish non-compliance, it relies heavily on diplomatic peer pressure, global legitimacy, and ethical consensus.
Bahasa Indonesia: Perjanjian Paris yang ditandatangani pada tahun 2015 menetapkan target membatasi pemanasan global tidak lebih dari 2°C di atas tingkat pra-industri dan berupaya menahannya pada 1,5°C. Mengibaratkan perjanjian ini sebagai 'kompas moral' (moral compass) menunjukkan bahwa meskipun tidak memiliki mekanisme hukuman yang keras untuk memaksa negara-negara mematuhinya, perjanjian ini tetap memainkan peran simbolis dalam memberikan tekanan moral, legitimasi normatif, dan memandu kebijakan negara-negara dalam politik internasional.
EN: The present participle phrase 'arguing that...' functions as an adverbial participle clause expressing an accompanying action or explanation (attendant circumstance). Its logical subject is 'Brazilian hosts'.
Bahasa Indonesia: Frasa present participle 'arguing that...' berfungsi sebagai keterangan penyerta (konstruksi partisipel), mengekspresikan penjelasan atau klaim yang menyertai saat subjek melakukan tindakan utama, dengan subjek logisnya adalah 'Brazilian hosts'.
The committee rejected the proposal, stating that the project was too expensive.
Komite menolak proposal tersebut, dengan menyatakan bahwa proyek itu terlalu mahal.
EN: The construction 'matter for [someone] alone' uses the postpositive adjective 'alone' to mean 'exclusively' or 'only', emphasizing that the jurisdiction or responsibility belongs solely to that party.
Bahasa Indonesia: Dalam struktur frasa 'matter for [someone] alone', kata sifat 'alone' memodifikasi kata benda atau frasa benda dari belakang, yang berarti 'hanya, semata-mata', digunakan untuk menekankan bahwa tanggung jawab atau hak pengambilan keputusan sepenuhnya berada pada pihak tertentu tersebut.
Budget allocation is a matter for the board of directors alone.
Alokasi anggaran sepenuhnya merupakan wewenang dewan direksi itu sendiri.
EN: Belém, located at the mouth of the Amazon River in northern Brazil, is a symbolic venue for climate discussions due to its proximity to the Amazon rainforest. In international climate diplomacy, whether nationally determined contributions (NDCs) should be binding multilateral targets or voluntary domestic policies is a continuous point of friction between global oversight and national sovereignty.
Bahasa Indonesia: Belém terletak di muara Sungai Amazon, Brasil utara, dekat dengan hutan hujan Amazon, sehingga memiliki makna simbolis yang kuat dalam diplomasi iklim internasional. Pertanyaan apakah komitmen pengurangan emisi masing-masing negara (Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional NDCs) harus dimasukkan ke dalam norma multilateral yang mengikat atau tetap menjadi urusan domestik masing-masing negara, telah lama menjadi fokus inti perselisihan kedaulatan dalam negosiasi iklim internasional.
EN: The absolute-like construction 'with + noun phrase + perfect participle (-ing)' ('with the United States having withdrawn from Paris') functions as an adverbial phrase of circumstance or cause. Using the perfect participle ('having withdrawn') emphasizes that the action was already completed prior to the situation described in the clause, establishing a clear cause-and-effect timeline.
Bahasa Indonesia: Struktur "with + frasa nomina + partisipel perfektif (having + p.p.)" (seperti with the United States having withdrawn from Paris) membentuk struktur majemuk, berfungsi sebagai keterangan yang menyatakan sebab atau keadaan penyerta. Penggunaan partisipel perfektif (having withdrawn) menekankan bahwa tindakan tersebut telah selesai sebelum peristiwa dalam klausa terjadi, menyoroti hubungan sebab-akibat dan urutan waktu yang jelas.
With the lead singer having lost his voice, the band had no choice but to cancel the tour.
Karena suara vokalis serak, band tidak punya pilihan selain membatalkan tur.
EN: 'Scarcely' is a negative adverb meaning 'hardly' or 'almost not'. When combined with indefinite pronouns like 'anything', it denotes an extreme scarcity ('scarcely anything' = 'almost nothing'). Stylistically, it carries a sophisticated, formal tone frequently seen in journalistic and diplomatic registers.
Bahasa Indonesia: "Scarcely" adalah adverbia negatif yang berarti "hampir tidak" atau "hampir tidak ada". Ketika digunakan dengan kata ganti tak tentu seperti "anything" (scarcely anything), itu setara dengan "almost nothing" (hampir tidak ada apa-apa). Secara retoris, kata ini memiliki nuansa bahasa tulis yang formal dan elegan, sering ditemukan dalam pemberitaan atau konteks diplomatik.
There was scarcely any food left in the pantry by the end of the storm.
Saat badai berakhir, hampir tidak ada makanan yang tersisa di dapur penyimpanan.
EN: The pattern 'left to negotiate' features a past participle ('left') post-modifying a pronoun ('anything'), followed by an infinitive of purpose/qualification ('to negotiate'). Here, 'left' denotes remainder/availability, and the passive or active infinitive specifies the subsequent potential action.
Bahasa Indonesia: Dalam struktur "left to negotiate", partisipel lampau "left" memodifikasi kata ganti "anything" secara posposisi, diikuti oleh infinitif "to negotiate" untuk menunjukkan tujuan atau batasan ruang lingkup. Di sini "left" berarti "tersisa, masih tersedia", dan infinitif menunjukkan tindakan terkait yang dapat dilakukan.
After settling the major terms, there was little left to discuss.
Setelah ketentuan utama disepakati, hampir tidak ada yang tersisa untuk dibahas.
EN: The term 'Global South' broadly refers to regions outside Europe and North America, predominantly in Latin America, Asia, Africa, and Oceania, which often share historical challenges and developing-nation perspectives in international climate negotiations. Here, 'Paris' functions as a metonym for the 2015 Paris Agreement, reflecting the substantial geopolitical blow dealt when the United States withdrew.
Bahasa Indonesia: "Global South" merujuk secara luas pada wilayah di luar Eropa dan Amerika Utara, terutama mencakup negara-negara di Amerika Latin, Asia, Afrika, dan Oseania. Dalam negosiasi iklim internasional, negara-negara ini kerap memiliki kesamaan konteks sejarah dan perspektif negara berkembang. Kata "Paris" dalam kalimat ini merujuk pada Perjanjian Paris yang disepakati pada tahun 2015, mencerminkan dampak geopolitik yang sangat besar terhadap mekanisme perundingan reduksi karbon global setelah Amerika Serikat menarik diri.
EN: The quantifier 'few' (without an indefinite article 'a') carries a negative or restrictive connotation, meaning 'hardly any' or 'almost none'. It contrasts sharply with 'a few', which emphasizes the presence of some delegates.
Bahasa Indonesia: Kata penentu 'few' (tanpa didahului artikel 'a') memiliki nuansa negatif atau restriktif, berarti 'hampir tidak ada' atau 'sangat sedikit', menekankan kelangkaan jumlah. Ini sangat kontras dengan 'a few' yang bermakna positif, yaitu 'beberapa'.
Few critics anticipated that the policy would succeed under such severe economic pressure.
Hampir tidak ada kritikus yang menyangka kebijakan ini akan berhasil di bawah tekanan ekonomi yang begitu berat.
EN: The clause 'it exposed' is a contact clause (a reduced restrictive relative clause) with the relative pronoun 'which' or 'that' omitted, functioning as the direct object of 'exposed' and modifying the antecedent noun 'faultlines'.
Bahasa Indonesia: 'it exposed' adalah klausa relatif objek (contact clause) yang menghilangkan kata ganti relatif (which atau that), berfungsi sebagai objek dari kata kerja exposed, dan secara langsung memodifikasi anteseden 'faultlines (perpecahan/keretakan)' dari belakang.
The vulnerabilities the report highlighted have forced regulators to intervene.
Kelemahan yang disorot dalam laporan tersebut memaksa regulator untuk turun tangan.
EN: The compound preposition 'ahead of' indicates temporal precedence, meaning 'in advance of' or 'prior to', frequently used in diplomatic and news contexts to frame upcoming milestone events.
Bahasa Indonesia: Preposisi majemuk 'ahead of' menunjukkan waktu 'sebelum' atau 'menjelang', sangat sering muncul dalam konteks berita internasional dan diplomasi, digunakan untuk merujuk pada pertemuan atau peristiwa penting yang akan datang.
Tensions escalated dramatically ahead of the bilateral summit scheduled for next month.
Ketegangan meningkat tajam menjelang KTT bilateral yang dijadwalkan bulan depan.
EN: In multilateral climate diplomacy (such as the UN COP summits), concluding 'with a deal' often merely signifies reaching a consensus-based minimum common denominator rather than achieving genuine unity. The term 'faultlines' metaphorically borrows from geology (tectonic fault lines) to describe deep-seated, systemic geopolitical rifts—typically between developed nations and the Global South over finance and emissions responsibility.
Bahasa Indonesia: Dalam diplomasi multilateral lintas negara seperti Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP), 'mencapai kesepakatan (concluded with a deal)' sering kali hanya mewakili standar minimum yang dikompromikan oleh semua pihak berdasarkan konsensus, dan tidak berarti persatuan yang substansial. Kata 'faultlines' dipinjam dari istilah geologi 'garis patahan', dalam berita politik digunakan sebagai metafora yang hidup untuk perpecahan mendalam yang sulit dijembatani secara geopolitik (seperti pertentangan antara negara maju dan negara Global South mengenai pendanaan iklim dan tanggung jawab pengurangan emisi).
EN: When a negative or restrictive adverbial expression like 'Not only' is placed at the beginning of a clause for rhetorical emphasis, subject-auxiliary inversion is triggered ('have governments repeatedly pledged' instead of 'governments have repeatedly pledged'). The second clause ('but...') typically maintains normal word order.
Bahasa Indonesia: Ketika frasa adverbia yang memiliki makna negatif atau restriktif 'Not only' ditempatkan di awal kalimat untuk penekanan, klausa tersebut harus dibalik, dengan memindahkan kata kerja bantu ke depan subjek (yaitu 'have governments repeatedly pledged' bukan 'governments have repeatedly pledged'). Klausa 'but...' yang mengikutinya kembali ke urutan kata normal.
Not only did the company miss its quarterly targets, but it also lost several key investors.
Perusahaan tidak hanya gagal mencapai target kuartal, tetapi juga kehilangan beberapa investor penting.
EN: The correlative conjunction 'not only... but (also)...' coordinates two independent clauses or parallel grammatical elements. In formal news and academic discourse, it establishes a contrast or cumulative escalation, emphasizing the disparity between stated intentions and factual realities.
Bahasa Indonesia: Konjungsi korelatif 'not only... but (also)...' digunakan untuk menghubungkan dua klausa atau komponen gramatikal yang setara. Dalam gaya berita atau akademis, sering digunakan untuk membangun hubungan progresif atau kontras yang kuat, menyoroti kesenjangan besar antara 'janji' dan 'kenyataan'.
Not only has inflation eroded household savings, but interest rates have also climbed to historic highs.
Inflasi tidak hanya menggerus tabungan rumah tangga, tetapi suku bunga bahkan juga meroket ke rekor tertinggi.
EN: '1.5 degrees Celsius' refers to the target set in the 2015 Paris Agreement, aiming to limit the global average temperature increase above pre-industrial levels to prevent catastrophic climate change. Exceeding this threshold for consecutive years marks a critical psychological and ecological milestone frequently cited in climate diplomacy.
Bahasa Indonesia: '1,5 derajat Celcius' berasal dari target pengendalian suhu ideal yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris 2015, yang bertujuan membatasi kenaikan suhu rata-rata global dalam 1,5 derajat dibandingkan tingkat pra-industri untuk menghindari perubahan iklim yang dahsyat. Melewati ambang batas ini selama beberapa tahun berturut-turut merupakan peringatan serius yang sangat simbolis dalam diplomasi iklim dan komunitas ilmiah global.
EN: Embedded Question Word Order: In indirect/embedded questions introduced by question words (here: 'what the point of such climate talks is'), the word order follows declarative structure (Subject + Verb) rather than interrogative inversion ('what is the point...'). The copula 'is' comes at the very end of the noun clause acting as the object of 'ask'.
Bahasa Indonesia: Urutan kata kalimat tidak langsung (embedded question): Ketika kata tanya memimpin klausa nomina sebagai objek dari kata kerja utama (di sini ask), bagian dalam klausa harus mempertahankan urutan kata deklaratif (subjek + kata kerja), bukan struktur pertanyaan terbalik (what is the point...). Oleh karena itu, kata kerja kopula is dipindahkan ke posisi akhir kalimat setelah subjek frasa nomina.
Analysts wonder what the long-term impact of this policy is.
Para analis ingin tahu apa sebenarnya dampak jangka panjang dari kebijakan ini.
EN: Elliptical Concessive Parenthesis ('however + adjective'): The phrase 'however slow' is a reduced concessive clause (standing for 'however slow it may be' / 'no matter how slow it is'). Inserted parenthetically with commas between the subject 'progress' and the modal verb 'would', it provides a nuanced concession without disrupting the main clause flow.
Bahasa Indonesia: Struktur elipsis konsesif sisipan (however + kata sifat): Frasa 'however slow' sebenarnya adalah bentuk elipsis ringkas dari klausa konsesif (setara dengan 'however slow it may be' atau 'no matter how slow it is'). Disisipkan dengan koma di antara subjek progress dan kata kerja bantu would, menyeimbangkan nuansa konsesif yang ketat dengan kelancaran makna klausa utama.
Reform, however painful, remains essential for national recovery.
Reformasi, betapapun menyakitkan, tetap merupakan hal yang sangat penting bagi pemulihan negara.
EN: Hypothetical Conditional with Prepositional Phrase ('would stall without them'): The modal verb 'would' indicates a hypothetical result (Type 2 / second conditional mood), where the counterfactual condition is implied by the prepositional phrase 'without them' (equivalent to 'if they did not exist' or 'if these talks were not held').
Bahasa Indonesia: Struktur subjungtif yang dipandu oleh frasa preposisi (would stall without them): Kata kerja bantu 'would' mengekspresikan konsekuensi hipotetis yang berlawanan atau bersifat spekulatif dari keadaan saat ini, dengan premis hipotetisnya tersirat dalam frasa preposisi 'without them' (setara dengan 'if these talks were not held' atau 'if there were no talks').
The project would collapse without international funding.
Jika tidak ada dukungan dana internasional, proyek itu pasti sudah lama terhenti.
EN: International environmental diplomacy (such as the UN COP summits) frequently faces public cynicism regarding tangible outcomes versus logistical and carbon costs. The phrase 'what the point of... is' captures widespread climate fatigue, balanced against the institutional consensus that multilateral diplomacy is an indispensable fallback.
Bahasa Indonesia: KTT iklim internasional (misalnya pertemuan COP PBB) sering dipertanyakan publik karena efektivitas pengurangan karbon yang kurang memadai dan jejak karbon administratif yang besar. Frasa 'what the point of... is' secara tepat mencerminkan 'kelelahan iklim' (climate fatigue) yang meluas di masyarakat internasional, tetapi di kalangan diplomasi multilateral, masih ada pandangan umum bahwa meskipun kemajuan lambat, mekanisme dialog berkala tetap menjadi jaminan minimum yang tak tergantikan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
a naturalized sense of the difference between right and wrong that guides a person's or organization's decisions and behaviors
Kompas moral, panduan moral
a term broadly used to identify lower-income, developing, or emerging economies, largely located in Africa, Latin America, Asia, and Oceania
Global Selatan (merujuk pada negara berkembang)
used to ask about the purpose, reason, or usefulness of doing something, often implying doubt or skepticism
Apa tujuan/makna dari……