EN: The Present Perfect Tense (has + past participle) is used to describe an action that happened at an unspecified time in the past and has relevance to the present.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak ditentukan di masa lalu, dan tindakan tersebut memiliki relevansi dengan masa kini.
The company has released a new software update.
Perusahaan tersebut telah merilis pembaruan perangkat lunak baru.
EN: The preposition 'about' is used to indicate the subject or topic of a document, speech, or thought.
Bahasa Indonesia: Preposisi "about" digunakan untuk menunjukkan tema atau topik dari suatu dokumen, pidato, atau pemikiran, yang sering diterjemahkan sebagai "tentang".
She wrote a book about her travels in Asia.
Dia menulis sebuah buku tentang perjalanannya di Asia.
EN: In the Catholic Church, a 'teaching' or 'encyclical' is an official document issued by the Pope to express his position on important social or theological issues. Addressing modern technology like AI shows the Church's attempt to remain relevant in the digital age.
Bahasa Indonesia: Dalam Gereja Katolik, "ajaran" atau "ensiklik" adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Paus untuk menyatakan sikapnya terhadap isu-isu sosial atau teologis yang penting. Memberikan pandangan tentang teknologi modern seperti kecerdasan buatan menunjukkan upaya Gereja untuk mempertahankan pengaruh dan relevansinya di era digital.
EN: The verb 'warn' is often followed by a 'that' clause to specify the content of the warning. This clause acts as the direct object of the verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "warn" (memperingatkan) sering kali diikuti oleh klausa yang diawali dengan "that" untuk menjelaskan isi peringatan secara spesifik. Klausa ini berfungsi sebagai objek dalam kalimat.
The doctor warned that eating too much sugar is unhealthy.
Dokter memperingatkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula tidak baik untuk kesehatan.
EN: The modal verb 'could' is used here to express possibility or potential consequences in the future, rather than past ability.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "could" di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan di masa depan atau konsekuensi potensial, bukan kemampuan di masa lalu.
Heavy rain could cause flooding in low-lying areas.
Hujan deras dapat menyebabkan banjir di daerah dataran rendah.
EN: The mention of the pope addressing AI highlights the growing intersection between traditional religious ethics and modern technological advancement. It reflects a global concern that AI's impact is not just technical, but deeply moral and social.
Bahasa Indonesia: Pandangan Paus tentang kecerdasan buatan menyoroti titik temu yang kian meningkat antara etika keagamaan tradisional dan kemajuan teknologi modern. Hal ini mencerminkan kekhawatiran global bahwa dampak AI tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga merupakan masalah moral dan sosial yang mendalam.
EN: Passive Voice (be + past participle): Used when the action is more important than the person performing it. Here, 'was presented' focuses on the teaching being made public.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (to be + past participle): Digunakan ketika tindakan itu sendiri lebih penting daripada pelakunya. Di sini, "was presented" menekankan fakta bahwa ajaran tersebut dipresentasikan.
The award was presented to the best student.
Penghargaan tersebut diberikan kepada siswa terbaik.
EN: Relative Clause with 'where': A relative adverb used to provide more information about a place (the Vatican). It functions as 'in which'.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif menggunakan "where": Ini adalah kata keterangan relatif yang digunakan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang tempat (Vatikan). Fungsinya setara dengan "in which".
This is the cafe where we first met.
Ini adalah kafe tempat kami pertama kali bertemu.
EN: The Vatican is the smallest independent state in the world and the spiritual center of the Roman Catholic Church. When the pope issues a 'teaching' (often an Encyclical), it is considered a significant moral guidance for millions of Catholics worldwide.
Bahasa Indonesia: Vatikan adalah negara merdeka terkecil di dunia dan pusat spiritual Gereja Katolik Roma. Ketika paus mengeluarkan "ajaran" (sering kali berupa ensiklik), hal ini dipandang sebagai panduan moral yang penting bagi jutaan umat Katolik di seluruh dunia.
EN: The Passive Voice (be + past participle) is used to emphasize the person or thing experiencing the action. In this sentence, 'was joined by' focuses on the pope rather than the guest.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (to be + past participle) digunakan untuk menekankan orang atau benda yang menerima tindakan. Dalam kalimat ini, "was joined by" (didampingi oleh) menempatkan fokus pada paus, bukan pada tamunya.
The ceremony was attended by many world leaders.
Banyak pemimpin dunia menghadiri upacara tersebut.
EN: Non-defining Relative Clauses (starting with 'who') provide extra information about a specific person. They are separated by a comma and are not essential to the core meaning of the sentence.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif (diawali dengan 'who') memberikan informasi tambahan tentang orang tertentu. Klausa ini dipisahkan oleh koma dan tidak penting bagi makna inti kalimat.
My brother, who lives in New York, is a software engineer.
Kakak laki-laki saya (yang tinggal di New York) adalah seorang insinyur perangkat lunak.
EN: The Vatican is the headquarters of the Roman Catholic Church. The meeting between the Pope and a tech leader like Chris Olah signifies the growing intersection between traditional religious ethics and modern technology like AI.
Bahasa Indonesia: Vatikan adalah markas besar Gereja Katolik Roma. Pertemuan Paus dengan para pemimpin teknologi seperti Chris Olah melambangkan titik temu yang semakin meningkat antara etika keagamaan tradisional dan teknologi modern seperti kecerdasan buatan.
EN: The structure 'one of the + superlative adjective + plural noun' is used to identify a single member of a group that shares a top-tier quality. Note that the noun following 'one of the' must always be plural.
Bahasa Indonesia: Struktur "one of the + kata sifat superlatif + kata benda jamak" digunakan untuk mengidentifikasi satu anggota dari kelompok yang memiliki karakteristik tingkat atas yang sama. Harap dicatat bahwa kata benda setelah 'one of the' harus selalu dalam bentuk jamak.
He is one of the most talented musicians in the country.
Dia adalah salah satu musisi paling berbakat di negara ini.
EN: The adverb 'currently' is used to describe an action or state happening now. In a sentence with the verb 'to be', it usually follows the verb.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "currently" digunakan untuk menggambarkan tindakan atau keadaan yang sedang terjadi saat ini. Dalam kalimat yang mengandung kata kerja penghubung "be", kata ini biasanya diletakkan setelah kata kerja tersebut.
The company is currently developing a new app.
Perusahaan tersebut saat ini sedang mengembangkan aplikasi baru.
EN: Anthropic is a prominent AI safety and research company. The mention of its 'value' refers to its market valuation, which is a key metric in the tech industry to indicate a company's perceived potential and financial strength.
Bahasa Indonesia: Anthropic adalah perusahaan riset dan keamanan kecerdasan buatan yang terkenal. 'Nilai' yang disebutkan dalam teks merujuk pada valuasi pasarnya, yang merupakan indikator kunci untuk mengukur potensi dan kekuatan finansial perusahaan dalam industri teknologi.
EN: Relative Clauses with 'that' and 'which': These are used to provide more information about a noun. In this sentence, 'that' describes 'AI tools' and 'which' describes 'many tasks'.
Bahasa Indonesia: Menggunakan klausa relatif dengan 'that' dan 'which': Klausa ini digunakan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang kata benda. Dalam kalimat ini, 'that' menerangkan 'alat AI', sedangkan 'which' menerangkan 'banyak tugas'.
He bought a book that explains how computers work.
Dia membeli buku yang menjelaskan cara kerja komputer.
EN: Passive Voice in Relative Clauses: The phrase 'which were previously done' uses the passive voice (be + past participle) to show that the tasks received the action rather than performing it.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif dalam klausa relatif: Frasa 'which were previously done' menggunakan kalimat pasif (to be + past participle) untuk menunjukkan bahwa tugas-tugas ini 'dilakukan', bukan melakukan tindakan secara aktif.
The cake which was eaten by the dog was for the party.
Kue yang dimakan anjing itu awalnya disiapkan untuk pesta.
EN: The sentence reflects a central theme in modern labor discussions: automation. In Western corporate ethics, the shift from human labor to AI is a highly sensitive topic involving 'corporate responsibility,' as mentioned in the context.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan tema inti dalam diskusi ketenagakerjaan modern: otomatisasi. Dalam etika bisnis Barat, peralihan dari tenaga kerja manusia ke kecerdasan buatan adalah topik yang sangat sensitif, yang melibatkan "tanggung jawab perusahaan" yang disebutkan dalam informasi latar belakang.
EN: Indirect Questions: When a question (e.g., 'Why was he invited?') is placed inside another sentence, the word order changes from 'verb-subject' to 'subject-verb' (e.g., 'why a leader... was invited').
Bahasa Indonesia: Pertanyaan tidak langsung: Ketika sebuah kalimat tanya (misalnya: mengapa dia diundang?) ditempatkan di dalam kalimat lain, urutan katanya berubah dari "kata kerja-subjek" menjadi "subjek-kata kerja" (misalnya: why a leader... was invited).
I don't know why the meeting was canceled.
Saya tidak tahu mengapa rapat itu dibatalkan.
EN: Passive Voice in Past Tense: Formed using 'was/were' + past participle (V3). It is used when the person performing the action is less important than the person receiving the action.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif lampau (Past passive voice): Dibentuk dari "was/were" ditambah "past participle (V3)". Bentuk ini digunakan ketika pelaku tindakan tidak lebih penting daripada penerima tindakan.
The guest was invited by the host.
Tamu ini diundang oleh tuan rumah.
EN: In diplomatic and religious contexts, sitting 'beside' a leader like the Pope is a significant symbol of endorsement or high status. Critics use the term 'Vatican-washing' to suggest that companies seek this proximity to gain moral legitimacy without changing their business practices.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks diplomatik dan keagamaan, duduk di "samping" seorang pemimpin seperti paus adalah simbol penting dari pengakuan atau status yang menonjol. Para kritikus menggunakan istilah "Vatican-washing" (pencucian Vatikan), yang menyiratkan bahwa perusahaan mencari kedekatan semacam ini untuk mendapatkan legitimasi moral, alih-alih benar-benar mengubah praktik bisnis mereka.
EN: Present Perfect Tense (have/has + past participle): This tense is used to describe an action that happened at an unspecified time in the past and has a connection to the present, or a situation that has just occurred.
Bahasa Indonesia: Present Perfect Tense (have/has + past participle): Tense ini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak ditentukan di masa lalu, dan tindakan tersebut memiliki hubungan dengan masa kini, atau merujuk pada situasi yang baru saja terjadi.
The new policy has improved the working conditions.
Kebijakan baru telah meningkatkan kondisi kerja.
EN: Prepositional Phrases with 'about': The preposition 'about' is used here to introduce the subject or topic of the 'concerns'. It specifies what the concerns are directed toward.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi 'about': Preposisi 'about' di sini digunakan untuk mengantar topik atau objek dari "kekhawatiran" (concerns), yang memperjelas tentang apa kekhawatiran tersebut.
We had a long discussion about environmental protection.
Kami melakukan diskusi panjang tentang perlindungan lingkungan.
EN: The term 'corporate responsibility' refers to the idea that businesses should act in a way that benefits society and the environment, rather than just focusing on profits. In the context of AI, this often involves discussions about job displacement and the ethical use of algorithms.
Bahasa Indonesia: Istilah 'tanggung jawab perusahaan' (corporate responsibility) mengacu pada gagasan bahwa perusahaan harus bertindak dengan cara yang menguntungkan masyarakat dan lingkungan, bukan hanya fokus pada keuntungan semata. Dalam konteks AI, hal ini sering kali melibatkan diskusi tentang hilangnya lapangan kerja dan penggunaan algoritme secara etis.
EN: The verb 'worry' is followed by a 'that-clause' which functions as the direct object of the sentence, expressing the content of the concern.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'worry' (khawatir) diikuti oleh klausa nomina yang diawali dengan 'that', yang berfungsi sebagai objek langsung dari kalimat, digunakan untuk menyatakan isi kekhawatiran secara spesifik.
Many people worry that social media affects mental health.
Banyak orang khawatir bahwa media sosial akan memengaruhi kesehatan mental.
EN: The phrase 'rather than' is a conjunction used to contrast two things, indicating a preference or a fact that one thing is true while the other is not.
Bahasa Indonesia: Frasa 'rather than' (daripada/alih-alih) adalah konjungsi yang digunakan untuk membandingkan dua hal, menunjukkan bahwa salah satunya adalah fakta atau dipilih, sedangkan yang lainnya tidak.
I prefer to drink tea rather than coffee in the morning.
Saya lebih suka minum teh daripada kopi di pagi hari.
EN: The term 'Vatican-washing' mentioned in the context is a play on 'greenwashing' (making a company seem more environmentally friendly than it is). It suggests that companies might use an association with the Vatican to gain moral authority or improve their public image without making substantive ethical changes.
Bahasa Indonesia: Istilah "Vatican-washing" yang disebutkan dalam teks meniru istilah "greenwashing" (pencitraan hijau, yang merujuk pada perusahaan yang memalsukan citra ramah lingkungan). Hal ini menyiratkan bahwa perusahaan mungkin menggunakan hubungan dengan Vatikan untuk mendapatkan otoritas moral atau meningkatkan citra publik, alih-alih melakukan perubahan etis yang nyata.
EN: The verb 'call' can take a direct object followed by an object complement (noun or adjective) to describe or name the object. The structure is: call + object + name/label.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "call" (menyebut/memanggil) dapat diikuti oleh objek langsung, kemudian diikuti oleh komplemen objek (nomina atau adjektiva) untuk mendeskripsikan atau menamai objek tersebut. Strukturnya adalah: call + objek + nama/label.
The critics called the new movie a masterpiece.
Para kritikus menyebut film baru itu sebagai mahakarya.
EN: The conjunction 'because' introduces a subordinate clause that provides the reason for the action in the main clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi "because" (karena) mengawali klausa terikat, digunakan untuk memberikan alasan terjadinya tindakan pada klausa utama.
She stayed home because she was feeling unwell.
Dia tinggal di rumah karena merasa kurang sehat.
EN: The term 'Vatican-washing' is a play on the word 'greenwashing,' which refers to companies making misleading claims about their environmental benefits to improve their public image. Here, it suggests using an association with the Vatican to appear more ethical or morally sound.
Bahasa Indonesia: Istilah "Vatican-washing" meniru istilah "greenwashing". "Greenwashing" merujuk pada tindakan perusahaan yang membuat klaim lingkungan yang menyesatkan untuk memperbaiki citra publik mereka. Di sini, istilah tersebut menyiratkan penggunaan hubungan dengan "Vatikan" agar perusahaan tampak lebih kredibel secara etis atau moral.
EN: Passive Voice (be + past participle): Used when the focus is on the action or the object receiving the action, rather than who is performing it. In this sentence, 'is designed' emphasizes the purpose of the technology.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif (be + past participle): Digunakan untuk menekankan tindakan itu sendiri atau penerima tindakan, bukan pelakunya. Dalam kalimat ini, "is designed" (dirancang/bertujuan) menekankan kegunaan teknologi tersebut.
This software is designed to protect your personal data.
Perangkat lunak ini dirancang untuk melindungi data pribadi Anda.
EN: Non-restrictive Relative Clause (which): A clause starting with 'which' after a comma provides extra information about the entire preceding idea or the noun before it. Here, it explains the consequence of automating tasks.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif (which): Klausa yang diawali dengan 'which' setelah tanda koma, digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan tentang seluruh gagasan atau kata benda sebelumnya. Di sini, klausa tersebut menjelaskan konsekuensi dari otomatisasi tugas.
He missed the train, which meant he was late for the meeting.
Dia ketinggalan kereta, yang berarti dia terlambat menghadiri rapat.
EN: The term 'critical analysis' in a news context implies a deep, objective examination rather than just negative criticism. It suggests that the findings are based on evidence and logical reasoning.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks berita, 'critical analysis' (analisis kritis) berarti pemeriksaan yang mendalam dan objektif, bukan sekadar kritik negatif. Hal ini mengisyaratkan bahwa temuan tersebut didasarkan pada bukti dan penalaran logis.
EN: Non-defining Relative Clause: This clause (who works at...) provides extra information about a specific person (Pete Furlong). It is separated by commas and uses 'who' as a relative pronoun for people.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif non-restriktif: Klausa ini (who works at...) memberikan informasi tambahan tentang orang tertentu (Pete Furlong). Klausa ini dipisahkan dengan koma dan menggunakan kata ganti relatif 'who' untuk merujuk pada orang.
My brother, who lives in London, is a doctor.
Kakak laki-laki saya, yang tinggal di London, adalah seorang dokter.
EN: Present Perfect Tense: Formed with 'has/have + past participle', it describes an action that happened at an unspecified time in the past and has relevance to the present.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense: Terdiri dari 'has/have + past participle', menggambarkan tindakan yang terjadi pada waktu yang tidak ditentukan di masa lalu dan relevan dengan masa kini.
She has written three books about history.
Dia telah menulis tiga buku tentang sejarah.
EN: The 'Center for Humane Technology' is a real-world non-profit organization co-founded by Tristan Harris. It gained significant public attention through the Netflix documentary 'The Social Dilemma,' focusing on how big tech companies design products to be addictive and the ethical implications of AI.
Bahasa Indonesia: "Center for Humane Technology" adalah organisasi nirlaba nyata yang didirikan bersama oleh Tristan Harris. Organisasi ini mendapat perhatian luas melalui dokumenter Netflix "The Social Dilemma", yang terutama mengeksplorasi bagaimana perusahaan teknologi besar merancang produk yang membuat ketagihan, serta dampak etis yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan.
EN: The Present Continuous Tense (be + verb-ing) is used here to describe an ongoing trend or action happening in the current period of time.
Bahasa Indonesia: Tense present continuous (be + verb-ing) di sini digunakan untuk menggambarkan tren atau tindakan yang sedang terjadi pada periode waktu saat ini.
Many tech firms are investing in renewable energy.
Banyak perusahaan teknologi sedang berinvestasi dalam energi terbarukan.
EN: A Relative Clause starting with 'that' is used to provide more information about the noun 'technology'. The phrase 'is designed to' indicates the purpose or intention of the technology.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif yang diawali dengan "that" digunakan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang kata benda "technology" (teknologi). Frasa "is designed to" menunjukkan tujuan atau maksud dari teknologi tersebut.
He bought a car that is designed for off-road driving.
Dia membeli mobil yang dirancang untuk berkendara off-road.
EN: The quote reflects a significant ethical debate in the tech industry regarding automation and its impact on human labor. The term 'replace people' is a direct challenge to the corporate narrative that AI is merely a 'tool' to assist humans.
Bahasa Indonesia: Kutipan ini mencerminkan perdebatan etis yang penting dalam industri teknologi mengenai otomatisasi dan dampaknya terhadap tenaga kerja manusia. Istilah "menggantikan manusia" secara langsung menantang klaim dunia korporat bahwa kecerdasan buatan hanyalah "alat" untuk membantu manusia.
EN: The phrase 'at odds with' is an idiomatic expression used to describe two things that are in conflict, disagreement, or inconsistent with each other.
Bahasa Indonesia: Frasa "at odds with" adalah sebuah idiom yang digunakan untuk menggambarkan dua hal yang saling bertentangan, tidak sejalan, atau berselisih.
His actions are at odds with his promises.
Tindakannya tidak sejalan dengan janjinya.
EN: The word 'that' introduces a noun clause acting as the direct object of the verb 'explained', specifying what was said.
Bahasa Indonesia: Kata "that" di sini mengantarkan klausa nomina yang berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "explained", digunakan untuk memperjelas isi penjelasan tersebut.
She explained that the meeting was canceled.
Dia menjelaskan bahwa rapat telah dibatalkan.
EN: The mention of 'human dignity' is central to Catholic social teaching. In the context of AI, the Vatican often emphasizes that technology should serve humanity rather than replace or diminish the inherent value of individuals.
Bahasa Indonesia: "Martabat manusia" adalah inti dari ajaran sosial Katolik. Dalam konteks kecerdasan buatan, Vatikan sering menekankan bahwa teknologi harus melayani manusia, bukan menggantikan atau mengurangi nilai inheren individu.
EN: The relative clause 'where technology is being built to replace them' uses 'where' as a relative adverb to describe the noun 'world'. It provides more information about the specific conditions of that world.
Bahasa Indonesia: Klausa relatif "where technology is being built to replace them" menggunakan kata keterangan relatif "where" untuk menerangkan kata benda "world" (dunia). Klausa ini memberikan informasi spesifik atau latar belakang tentang dunia tersebut.
We live in a society where information is shared instantly.
Kita hidup dalam masyarakat di mana informasi dibagikan secara instan.
EN: The phrase 'is being built' is in the Present Continuous Passive voice (am/is/are + being + past participle). It emphasizes that an action is currently in progress and is happening to the subject.
Bahasa Indonesia: Frasa "is being built" adalah bentuk pasif dari present continuous tense (am/is/are + being + past participle). Frasa ini menekankan bahwa suatu tindakan sedang berlangsung saat ini, dan tindakan tersebut dilakukan terhadap subjek.
A new hospital is being built in the city center.
Sebuah rumah sakit baru sedang dibangun di pusat kota.
EN: The statement reflects a growing ethical debate in the tech industry regarding 'Human-Centered AI'. It suggests that human value is tied to labor and purpose, which is a core theme in both religious teachings (like the Pope's) and modern labor rights movements.
Bahasa Indonesia: Pernyataan ini mencerminkan perdebatan etis yang berkembang dalam industri teknologi mengenai "kecerdasan buatan yang berpusat pada manusia". Hal ini menyiratkan bahwa nilai manusia terkait erat dengan tenaga kerja dan tujuan, yang merupakan tema inti dari ajaran agama (seperti ajaran Paus) dan gerakan hak-hak pekerja modern.
EN: The Present Perfect Tense (have + past participle) is used here to describe an action that happened at an unspecified time in the past and has relevance to the present situation.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (have + past participle) di sini digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi pada titik waktu yang tidak pasti di masa lalu, dan tindakan tersebut memiliki hubungan dengan situasi saat ini.
Scientists have discovered a new planet.
Para ilmuwan telah menemukan planet baru.
EN: The phrase 'at risk from' is used to indicate that something is in a dangerous situation or vulnerable to a specific threat.
Bahasa Indonesia: Frasa "at risk from" digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu berada dalam bahaya, atau rentan terhadap ancaman tertentu.
Coastal cities are at risk from rising sea levels.
Kota-kota pesisir berisiko terkena dampak kenaikan permukaan air laut.
EN: The sentence reflects a global economic concern where AI is no longer just a futuristic concept but a present-day factor affecting job security in traditional white-collar sectors like coding and data entry.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan kekhawatiran ekonomi global: kecerdasan buatan bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan faktor nyata yang memengaruhi keamanan kerja saat ini, terutama di bidang kerah putih tradisional seperti pemrograman dan entri data.
EN: The structure 'see + object + past participle (V-ed)' is used to describe an experience where something happens to an object. The past participle indicates a passive relationship between the object and the action.
Bahasa Indonesia: Struktur "see + objek + past participle (V-ed)" digunakan untuk menggambarkan pengalaman tentang sesuatu yang terjadi pada objek. Past participle menunjukkan hubungan pasif antara objek dan tindakan tersebut.
The company saw its profits increased by the new strategy.
Perusahaan ini melihat labanya meningkat karena strategi baru.
EN: The modal verb 'could' is used here to express a possibility or potential future outcome, rather than ability.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu "could" di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan atau potensi hasil di masa depan, bukan kemampuan.
Heavy rain could cause flooding in low-lying areas.
Hujan deras dapat menyebabkan banjir di daerah dataran rendah.
EN: The sentence reflects a growing global concern regarding 'technological unemployment,' where AI and automation threaten traditional white-collar and service-oriented roles that were previously considered safe from industrial automation.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini mencerminkan kekhawatiran global yang meningkat tentang "pengangguran teknologi". Kecerdasan buatan dan otomatisasi mengancam pekerjaan kerah putih dan sektor jasa tradisional, yang sebelumnya dianggap kebal terhadap otomatisasi industri.
EN: The 'whether A or B' structure is used to introduce a noun clause that presents two possibilities or alternatives. In this sentence, it functions as the object of the preposition 'about'.
Bahasa Indonesia: Struktur "whether A or B" digunakan untuk mengantar klausa nomina, menyajikan dua kemungkinan atau pilihan. Dalam kalimat ini, struktur tersebut berfungsi sebagai objek dari preposisi "about", yang menyatakan perdebatan tentang "apakah A atau B".
I am not sure whether we should stay home or go to the park.
Saya tidak yakin apakah kita harus tinggal di rumah atau pergi ke taman.
EN: The subject of this sentence is the long phrase 'The debate about... image', but the core subject is the singular noun 'debate'. Therefore, the verb 'continues' must take the third-person singular '-s' ending.
Bahasa Indonesia: Subjek dari kalimat ini adalah frasa panjang "The debate about... image", tetapi subjek intinya adalah kata benda tunggal "debate". Oleh karena itu, kata kerja "continues" harus menggunakan bentuk orang ketiga tunggal (ditambah -s).
The noise from the neighbors continues to bother me.
Kebisingan dari tetangga terus mengganggu saya.
EN: The term 'feel-good image' refers to a public relations strategy where a company associates itself with positive causes (like religion or charity) to distract from controversial business practices. This is linked to the concept of 'Vatican-washing' mentioned in the context.
Bahasa Indonesia: 'feel-good image' (citra positif) merujuk pada strategi hubungan masyarakat (humas) di mana perusahaan mengalihkan perhatian publik dari praktik bisnis mereka yang kontroversial dengan mengaitkan diri pada hal-hal positif (seperti agama atau amal). Hal ini berkaitan erat dengan konsep 'Vatican-washing' (pencucian reputasi lewat Vatikan) yang disebutkan dalam teks.
EN: The verb 'believe' is often followed by a 'that' clause, which functions as the direct object of the sentence. This clause contains its own subject and verb to express a complete thought or opinion.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'believe' (percaya/berpendapat) sering kali diikuti oleh klausa yang diawali dengan 'that', yang berfungsi sebagai objek kalimat. Klausa ini memiliki subjek dan kata kerjanya sendiri untuk mengekspresikan pemikiran atau opini yang utuh.
Experts believe that technology can improve our lives.
Para ahli percaya bahwa teknologi dapat meningkatkan kehidupan kita.
EN: The phrase 'more than' is used here to indicate that something exceeds a certain limit or is not limited to a specific category, often translated as 'not just' or 'beyond'.
Bahasa Indonesia: 'More than' di sini digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu melebihi batas tertentu, atau tidak terbatas pada kategori tertentu saja, biasanya diterjemahkan sebagai 'lebih dari sekadar' atau 'bukan hanya'.
Success requires more than just hard work.
Kesuksesan membutuhkan lebih dari sekadar kerja keras.
EN: The sentence touches on 'Corporate Social Responsibility' (CSR), a business model where companies integrate social and environmental concerns in their operations. In this context, it suggests that merely associating with a moral authority like the Vatican is insufficient for true ethical practice.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini berkaitan dengan "Tanggung Jawab Sosial Perusahaan" (CSR), sebuah model bisnis di mana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan ke dalam operasional mereka. Dalam konteks ini, kalimat tersebut menyiratkan bahwa sekadar menjalin kemitraan dengan otoritas moral seperti Vatikan tidaklah cukup untuk praktik etis yang nyata.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: kecerdasan buatan, teknologi yang mensimulasikan kecerdasan manusia melalui sistem komputer.
Dalam konteks: upacara, acara formal yang diadakan pada kesempatan tertentu.
Dalam konteks: tidak terduga, tidak disangka-sangka.
Dalam konteks: tanggung jawab, kewajiban.
Dalam konteks: etika, norma moral.
Dalam konteks: analisis, studi sistematis terhadap suatu hal.
Dalam konteks: mengotomatiskan, menggunakan mesin untuk menggantikan pekerjaan manusia.
Dalam konteks: martabat, kualitas atau nilai yang membuat seseorang dihormati.
Dalam konteks: profesi, pekerjaan yang biasanya memerlukan pelatihan khusus atau gelar akademis.
Dalam konteks: tulus, asli, benar-benar.
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
In conflict or disagreement with something.
Bertentangan dengan; tidak sejalan dengan.
The idea that a company should be sensitive to the needs and wants of all the stakeholders in its business operations.
Tanggung jawab perusahaan.
Using a relationship with the Vatican to improve a company's public image and appear more ethical.
Vatican-washing (pencitraan lewat Vatikan).
In a situation where something unpleasant or dangerous could happen to you.
Berisiko terkena... / Terancam oleh...