EN: The present perfect tense (has/have + past participle) is used here with 'left' (though expressed as simple past 'left' in casual speech, it implies a present result). 'Left' is the past tense of 'leave', meaning to allow something to remain in a place.
Bahasa Indonesia: Bentuk lampau dari kata kerja "leave" (meninggalkan/melupakan) adalah "left". Di sini, bentuk lampau sederhana "left" digunakan untuk menggambarkan tindakan yang terjadi di masa lalu (meninggalkan tas di sini), dan hasil dari tindakan tersebut (tas masih di sini) memiliki dampak pada masa sekarang.
I left my keys on the kitchen table.
Saya meninggalkan kunci di meja dapur.
EN: The interrogative pronoun 'Whose' is used to ask about possession. In the question 'Whose can it be?', 'whose' acts as a possessive pronoun meaning 'whose bag', and 'can' is a modal verb used to express possibility or speculation.
Bahasa Indonesia: Kata ganti tanya "Whose" (milik siapa) digunakan untuk menanyakan kepemilikan. Dalam pertanyaan "Whose can it be?", "whose" berfungsi sebagai kata ganti posesif, mewakili "tas milik siapa", dan kata kerja bantu "can" digunakan untuk menyatakan dugaan atau keraguan tentang kemungkinan.
Whose is this jacket?
Jaket ini milik siapa?
EN: The modal verb 'might' is used to express a weak possibility or uncertainty about a present or future situation. It suggests that something is possible, but not certain.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "might" digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang lemah atau ketidakpastian tentang keadaan sekarang atau masa depan. Ini menyiratkan bahwa sesuatu mungkin terjadi, tetapi tidak pasti.
It might rain later, so you should take an umbrella.
Sebentar lagi mungkin akan hujan, jadi kamu sebaiknya membawa payung.
EN: The phrasal verb 'belong to' means to be the property of someone. It is a stative verb, meaning it is not typically used in the continuous (-ing) tenses.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "belong to" berarti "milik seseorang". Ini adalah kata kerja statif, yang berarti biasanya tidak digunakan dalam bentuk progresif (-ing).
This book belongs to Sarah.
Buku ini milik Sarah.
EN: The modal verb 'can't' (cannot) is used to express a strong negative deduction or certainty based on evidence. It means 'it is impossible that...'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can't" (cannot) digunakan untuk menyatakan deduksi negatif yang kuat atau kepastian berdasarkan bukti, yang berarti "tidak mungkin...".
It can't be raining; the sky is completely clear.
Tidak mungkin sedang hujan; langit benar-benar cerah.
EN: Possessive pronouns (such as 'mine', 'yours', 'his', 'hers', 'ours', 'theirs') are used to replace a possessive adjective and a noun to avoid repetition. Here, 'mine' replaces 'my bag'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti posesif (seperti 'mine', 'yours', 'his', dll.) digunakan untuk menggantikan "kata sifat posesif + kata benda" untuk menghindari pengulangan. Dalam kalimat ini, 'mine' menggantikan 'my bag' (tasku).
Your car is red, but mine is green.
Mobilmu berwarna merah, tetapi mobilku berwarna hijau.
EN: The modal verb 'must' is used here to express a strong logical deduction or certainty based on evidence. It translates to '一定' (must be) in this context.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "must" di sini digunakan untuk menyatakan deduksi logis yang kuat atau kepastian berdasarkan bukti. Dalam konteks ini, kata ini diterjemahkan sebagai "pasti".
She must be tired after working all day.
Setelah bekerja seharian, dia pasti lelah.
EN: The preposition 'with' is used to indicate the cause or reason for a state (in this case, being heavy). It means '因為...' or '伴隨著...'.
Bahasa Indonesia: Preposisi "with" di sini digunakan untuk menunjukkan penyebab atau alasan dari suatu keadaan (di sini berarti "berat") atau keadaan yang menyertainya. Artinya "karena..." atau "berisi...".
His hands were shaking with cold.
Tangannya gemetar karena kedinginan.
EN: The modal verb 'could' is used here to express a weak or tentative possibility in the present. It suggests that something is possible, but the speaker is not entirely certain.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal "could" di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang lemah atau tentatif pada waktu sekarang. Ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin terjadi, tetapi pembicara tidak seratus persen yakin.
The keys could be in your coat pocket.
Kuncinya mungkin ada di saku jaketmu.
EN: The prepositional phrase 'in the library' acts as an adverbial of place, indicating the location of the subject. It consists of the preposition 'in' followed by the noun phrase 'the library'.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "in the library" berfungsi sebagai keterangan tempat, yang menunjukkan lokasi subjek. Frasa ini terdiri dari preposisi "in" dan frasa kata benda "the library".
The students are studying in the library.
Para siswa sedang belajar di perpustakaan.
EN: The modal structure 'might have + past participle' is used to express a weak or uncertain possibility about a past event. It suggests that something possibly happened, but the speaker is not entirely sure.
Bahasa Indonesia: Struktur kata kerja modal "might have + past participle (p.p.)" digunakan untuk menyatakan dugaan yang lemah atau tidak pasti tentang peristiwa di masa lalu. Ini berarti sesuatu mungkin terjadi di masa lalu, tetapi pembicara tidak sepenuhnya yakin.
He might have missed the bus this morning.
Dia mungkin ketinggalan bus pagi ini.
EN: The preposition 'after' is used here as a preposition of time, meaning 'subsequent to' or 'later than' a specific event (in this case, 'class').
Bahasa Indonesia: Preposisi "after" di sini digunakan sebagai preposisi waktu, yang berarti "setelah", menunjukkan titik waktu yang terjadi setelah peristiwa tertentu (di sini "setelah kelas selesai").
We went for a walk after dinner.
Kami berjalan-jalan setelah makan malam.
EN: The modal verb 'can't' (cannot) is used to express a strong negative deduction or certainty. When we say 'it can't be...', we are 99% sure that something is impossible based on present evidence.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can't" (cannot) digunakan untuk menyatakan deduksi negatif yang kuat atau kepastian. Ketika kita mengatakan 'it can't be...', itu berarti kita memiliki keyakinan yang sangat tinggi (sekitar 99%) bahwa sesuatu itu tidak mungkin berdasarkan bukti saat ini.
It can't be raining; the sky is completely clear.
Tidak mungkin sedang hujan; langit benar-benar cerah.
EN: The verb 'hear' is a verb of perception. It can be followed directly by an object ('something') and an adverbial of place ('inside') to describe what is being perceived and where.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "hear" (mendengar) adalah kata kerja persepsi. Kata kerja ini dapat langsung diikuti oleh objek ('something', sesuatu) dan kata keterangan tempat ('inside', di dalam), untuk menggambarkan apa yang dirasakan dan lokasinya.
I hear a strange noise outside.
Saya mendengar suara aneh di luar.
EN: The modal verb 'must' is used here to express a strong logical deduction or certainty based on evidence. It translates to 'must be' or 'definitely is' in this context.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal "must" di sini digunakan untuk menyatakan deduksi logis yang kuat atau kepastian berdasarkan bukti (pasti, tentu).
The lights are on, so they must be home.
Lampunya menyala, jadi mereka pasti ada di rumah.
EN: The present participle (verb-ing) 'rattling' acts as an object complement, describing the action or state of the noun 'water bottle' at the moment of perception.
Bahasa Indonesia: Partisip sekarang (kata kerja -ing) "rattling" di sini berfungsi sebagai pelengkap objek, untuk menggambarkan tindakan atau keadaan dari kata benda "water bottle" saat dirasakan (sedang berbunyi gemerincing).
I can hear the rain falling on the roof.
Aku bisa mendengar suara hujan jatuh di atap.
EN: The modal verb 'may' is used to express possibility or uncertainty in the present or future. It suggests that something is possible but not certain (about a 50% chance). It is followed by the base form of the verb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "may" digunakan untuk menyatakan "kemungkinan" atau "ketidakpastian" pada masa sekarang atau masa depan. Ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin terjadi tetapi tidak sepenuhnya pasti (sekitar 50% kemungkinan). Setelahnya harus diikuti oleh kata kerja bentuk dasar.
It may rain later, so you should take an umbrella.
Sebentar lagi mungkin akan hujan, jadi kamu sebaiknya membawa payung.
EN: The verb 'give' is a ditransitive verb, which means it can take two objects: an indirect object (usually a person, here 'us') and a direct object (usually a thing, here 'a clue'). The typical pattern is 'give + indirect object + direct object'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "give" (memberi) adalah kata kerja dwitransitif (kata kerja pemberi), yang berarti dapat menerima dua objek: objek tidak langsung (biasanya orang, di sini "us") dan objek langsung (biasanya benda, di sini "a clue"). Pola kalimat yang umum adalah "give + objek tidak langsung + objek langsung".
She gave me a beautiful book.
Dia memberi saya sebuah buku yang indah.
EN: The modal verb 'could' is used here to express a weak or tentative possibility in the present or future, meaning 'it is possible that'. It is less certain than 'may' or 'must'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "could" di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang lemah atau tentatif pada masa sekarang atau masa depan, yang berarti "mungkin". Tingkat kepastiannya lebih rendah daripada "may" atau "must".
It could rain later, so you should take an umbrella.
Sebentar lagi mungkin akan hujan, jadi kamu sebaiknya membawa payung.
EN: The phrasal verb 'belong to' means to be the property of someone. It is a non-progressive (stative) verb, meaning it is not typically used in the continuous (-ing) tenses.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "belong to" berarti "milik seseorang". Ini adalah kata kerja statif, yang biasanya tidak digunakan dalam bentuk progresif (bentuk -ing).
This bicycle belongs to my brother.
Sepeda ini milik adik laki-lakiku.
EN: The modal verb 'must' combined with the continuous aspect 'be + -ing' (must be doing) is used to express a strong, logical deduction about an action that is likely happening right now. It indicates that the speaker is almost certain about the current activity based on evidence.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal "must" yang digabungkan dengan aspek kontinu "be + -ing" (must be doing) digunakan untuk membuat dugaan logis yang kuat tentang tindakan yang sedang terjadi saat ini. Ini menunjukkan bahwa pembicara hampir yakin tentang aktivitas yang sedang berlangsung berdasarkan petunjuk yang ada.
She must be sleeping now because her room is completely dark.
Dia pasti sedang tidur sekarang, karena kamarnya gelap total.
EN: The phrasal verb 'look for' means to search for something or someone. When used with a pronoun object like 'it', the pronoun must be placed directly after the preposition 'for' (look for it).
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "look for" berarti mencari sesuatu atau seseorang. Ketika digunakan dengan kata ganti objek (seperti "it"), kata ganti tersebut harus langsung ditempatkan setelah preposisi "for" (ditulis look for it).
I lost my keys and I am looking for them.
Aku kehilangan kunciku, dan aku sedang mencarinya.
EN: The structure 'Let's + base verb' is used to make a suggestion or proposal that includes the speaker. It is a contraction of 'Let us'.
Bahasa Indonesia: Struktur "Let's + kata kerja dasar" digunakan untuk membuat saran atau usulan yang melibatkan pembicara. Ini adalah bentuk singkat dari "Let us".
Let's start the meeting now.
Mari kita mulai rapat sekarang.
EN: Tag questions with 'Let's' typically use 'shall we?' to politely ask for agreement or confirmation, making the suggestion sound softer and more cooperative.
Bahasa Indonesia: Kalimat perintah yang diawali dengan "Let's" biasanya menggunakan tag question "shall we?" untuk dengan sopan meminta persetujuan atau konfirmasi, membuat saran tersebut terdengar lebih lembut dan bernuansa kerja sama.
Let's go for a walk, shall we?
Mari kita jalan-jalan, boleh kan?
EN: In British and Commonwealth English, 'shall we?' is a very common and natural way to end a suggestion starting with 'Let's'. In American English, it is also widely used, though sometimes 'okay?' or 'should we?' might be heard in more casual contexts. Using 'shall we?' adds a touch of politeness and collaborative spirit.
EN: The Simple Past Tense is used to describe actions that were completed at a specific time in the past. In this sentence, 'found' is the irregular past tense form of the verb 'find'.
Bahasa Indonesia: Simple Past Tense digunakan untuk menggambarkan tindakan yang selesai pada waktu tertentu di masa lalu. Dalam kalimat ini, "found" adalah bentuk lampau tidak beraturan dari kata kerja "find".
Yesterday I found a lost wallet on the street.
Kemarin aku menemukan dompet yang hilang di jalan.
EN: Time expressions like 'this morning' can function as adverbial modifiers. They are often placed at the very beginning or the very end of a sentence to establish the timeframe of the event.
Bahasa Indonesia: Frasa keterangan waktu seperti "this morning" (pagi ini) sering digunakan untuk memodifikasi seluruh kalimat. Frasa ini biasanya diletakkan di awal atau akhir kalimat untuk membangun latar waktu terjadinya peristiwa.
This morning she drank a cup of black coffee.
Pagi ini dia minum secangkir kopi hitam.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to connect two independent clauses, showing a cause-and-effect relationship where the second clause is the result of the first.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "so" (jadi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, yang menyatakan hubungan sebab-akibat, di mana klausa kedua adalah hasil dari klausa pertama.
It was raining, so we stayed indoors.
Hujan turun, jadi kami tinggal di dalam ruangan.
EN: An indirect question is used inside another sentence (here, as the object of 'wondered'). Unlike direct questions, indirect questions use statement word order (subject + verb) instead of question word order.
Bahasa Indonesia: Kalimat tanya tidak langsung digunakan di dalam kalimat lain (di sini, sebagai objek dari kata kerja "wondered"). Berbeda dengan kalimat tanya langsung, kalimat tanya tidak langsung menggunakan urutan kata pernyataan (subjek + kata kerja), bukan urutan kata tanya. Di sini "who" juga berfungsi sebagai subjek, jadi langsung diikuti oleh kata kerja "wrote".
I wondered where she lived.
Saya ingin tahu di mana dia tinggal.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to connect two independent clauses, showing a cause-and-effect relationship where the second clause is the result of the first.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "so" (jadi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen, yang menyatakan hubungan sebab-akibat, di mana klausa kedua adalah hasil dari klausa pertama.
The weather was bad, so we stayed indoors.
Cuaca sangat buruk, jadi kami tetap di dalam ruangan.
EN: The modal verb 'might' is used to express weak possibility or uncertainty about a present or future situation, followed by the base form of the verb 'be'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "might" (mungkin) digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang lemah atau dugaan yang tidak pasti tentang keadaan sekarang atau masa depan, diikuti oleh kata kerja bentuk dasar "be".
It is cloudy, so it might rain later.
Langitnya mendung, jadi sebentar lagi mungkin akan hujan.
EN: The modal verb 'couldn't' is used to express a strong negative deduction or impossibility in the past or present based on evidence.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "couldn't" digunakan untuk menyatakan deduksi negatif yang kuat atau menyatakan "tidak mungkin" tentang sesuatu di masa lalu atau sekarang berdasarkan bukti yang ada.
It couldn't be Ryan's jacket; his is much larger.
Itu tidak mungkin mantel Ryan; ukurannya jauh lebih besar.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a clause that gives the reason for the action or state in the main clause.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menjelaskan alasan terjadinya tindakan atau keadaan dalam klausa utama.
Sarah was late because she missed the bus.
Sarah terlambat karena dia ketinggalan bus.
EN: In English-speaking school cultures, communication between teachers and students is often polite but can be relatively informal. However, 'casual' language (like slang or highly informal text-speak) is still generally avoided by teachers in official or written contexts, which is why the speaker deduces the note wasn't written by a teacher.
EN: The modal verb 'must' is used here to express a strong logical assumption or high probability based on evidence. It translates to '一定...' (must be) in this context.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "must" di sini digunakan untuk menyatakan asumsi logis yang kuat atau kemungkinan yang tinggi berdasarkan bukti. Dalam konteks ini, kata ini diterjemahkan sebagai "pasti...".
She must be tired after the long trip.
Setelah perjalanan jauh, dia pasti lelah.
EN: The relative pronoun 'who' introduces a defining relative clause ('who knows my schedule well') that modifies the noun 'someone'. It acts as the subject of the relative clause.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif "who" memperkenalkan klausa relatif yang membatasi (who knows my schedule well) yang menerangkan kata benda "someone". Kata ganti ini berperan sebagai subjek dalam klausa relatif tersebut.
I am looking for a teacher who speaks English fluently.
Saya sedang mencari seorang guru yang berbicara bahasa Inggris dengan lancar.
EN: The verb 'say' is commonly used in English to report written text, signs, or messages, where in Chinese we would typically translate it as '寫著' (written) or '寫到' (says/reads).
Bahasa Indonesia: Kata kerja "say" (berkata) dalam bahasa Inggris sering digunakan untuk melaporkan isi teks tertulis, tanda, atau pesan. Dalam bahasa Indonesia, ini biasanya diterjemahkan sebagai "tertulis" atau "berbunyi", bukan "berkata".
The sign says 'No Parking'.
Papan tanda itu bertuliskan "Dilarang Parkir".
EN: The modal verb 'can' is used here to express ability or possibility. In the encouraging phrase 'You can do it!', it serves to motivate someone by emphasizing their capability to succeed.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal "can" di sini digunakan untuk menyatakan kemampuan atau kemungkinan. Dalam kalimat penyemangat "You can do it!" (Kamu bisa melakukannya!), kata ini digunakan untuk memotivasi dengan menekankan kemampuan seseorang.
I believe you can pass the driving test.
Aku yakin kamu bisa lulus ujian mengemudi.
EN: In English-speaking school culture, it is very common for friends, classmates, or teachers to leave small encouraging notes (sometimes called 'sticky notes' or 'cheer cards') on someone's desk before a major exam or sports event to boost their morale.
EN: The modal verb 'might' is used to express weak possibility or uncertainty about a present or future situation. It is followed by the base form of the verb (in this case, 'be').
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal "might" digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang lemah atau ketidakpastian tentang situasi sekarang atau masa depan. Setelahnya diikuti bentuk dasar kata kerja (di sini "be").
It might rain later, so you should take an umbrella.
Sebentar lagi mungkin akan hujan, jadi kamu sebaiknya membawa payung.
EN: Present participle phrases (verb-ing) can function as adjectives to modify a preceding noun. Here, 'sitting near me' is a participle phrase modifying the noun 'classmate', describing an ongoing state or action.
Bahasa Indonesia: Frasa partisip sekarang (kata kerja -ing) dapat berfungsi sebagai kata sifat untuk memodifikasi kata benda sebelumnya. Di sini, "sitting near me" adalah frasa partisip yang memodifikasi kata benda "classmate" (teman sekelas), menggambarkan keadaan atau tindakannya saat itu.
The girl standing by the door is my sister.
Gadis yang berdiri di dekat pintu itu adalah kakak perempuanku.
EN: The modal verb 'could' is used here to express a weak or uncertain possibility in the present. It suggests that something is possible, but the speaker is not entirely sure.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "could" di sini digunakan untuk menyatakan "kemungkinan" yang lemah atau tidak pasti pada waktu sekarang. Ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin terjadi, tetapi pembicara tidak seratus persen yakin.
It could rain later, so you should take an umbrella.
Sebentar lagi mungkin akan hujan, jadi kamu sebaiknya membawa payung.
EN: The conjunction 'since' is used to introduce a clause that gives the reason for something, functioning similarly to 'because' or 'as'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif "since" di sini digunakan untuk memperkenalkan klausa subordinat yang menyatakan "alasan", fungsinya mirip dengan "because" (karena) atau "as" (oleh karena).
Since we have some free time, let's grab a cup of coffee.
Karena kita punya waktu luang, ayo kita minum kopi.
EN: The phrasal verb 'cheer someone on' is a common expression in English-speaking cultures, reflecting a supportive and encouraging social dynamic. It is often used in both sports contexts and everyday life to show emotional support for someone's efforts.
EN: The compound relative pronoun 'whoever' is used here to introduce an adverbial clause meaning 'no matter who'. It indicates that the identity of the person does not change the main fact.
Bahasa Indonesia: Kata ganti relatif majemuk "whoever" di sini digunakan untuk memperkenalkan klausa keterangan konsesif, yang berarti "siapa pun, tidak peduli siapa". Ini menunjukkan bahwa identitas spesifik orang tersebut tidak mengubah fakta yang dijelaskan dalam klausa utama.
Whoever made this cake is a great baker.
Siapa pun yang membuat kue ini, dia adalah pembuat roti yang hebat.
EN: The modal structure 'must have + past participle' is used to express a strong logical deduction or certainty about a past event.
Bahasa Indonesia: Struktur kata kerja bantu modal "must have + past participle (p.p.)" digunakan untuk membuat dugaan logis atau kesimpulan yang kuat tentang sesuatu yang terjadi di masa lalu, artinya "pasti sudah..." atau "tentunya sudah...".
She must have left her keys at the office.
Dia pasti sudah meninggalkan kuncinya di kantor.
EN: The modal verb 'can' is used here to express theoretical possibility or general truth, indicating that even small actions have the potential to produce a significant impact.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can" di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan teoretis atau kebenaran umum, menunjukkan bahwa bahkan tindakan kecil pun dapat memiliki dampak yang signifikan.
Regular exercise can improve your health.
Olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatanmu.
EN: The phrase 'mean so much' uses the verb 'mean' (to have importance or value) modified by 'so much' (to a great degree) to express deep emotional significance or value.
Bahasa Indonesia: Frasa "mean so much" menggunakan kata kerja "mean" (memiliki kepentingan atau nilai) yang dimodifikasi oleh "so much" (sangat), untuk mengekspresikan makna atau nilai emosional yang mendalam.
Your support means so much to our team.
Dukungan Anda sangat berarti bagi tim kami.
EN: In English-speaking cultures, 'acts of kindness' (often referred to as 'random acts of kindness') are highly celebrated. There is a strong cultural emphasis on how small, everyday gestures—like holding the door or giving a compliment—can positively impact a community.
EN: The modal structure 'may have + past participle' is used to express a possibility or make a guess about a past event. It suggests that something was possible in the past, but the speaker is not 100% certain.
Bahasa Indonesia: Struktur kata kerja modal "may have + past participle (p.p.)" digunakan untuk menyatakan dugaan kemungkinan tentang peristiwa di masa lalu. Ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin terjadi di masa lalu, tetapi pembicara tidak seratus persen yakin.
She may have missed the bus this morning.
Dia mungkin ketinggalan bus pagi ini.
EN: The word 'whole' is an adjective used before a singular noun to emphasize that the entirety of something is being referred to. It is often preceded by a possessive determiner (like 'my', 'his') or the definite article 'the'.
Bahasa Indonesia: Kata "whole" adalah kata sifat yang digunakan sebelum kata benda tunggal untuk menekankan bahwa yang dimaksud adalah seluruh bagian dari sesuatu (keseluruhan). Kata ini biasanya didahului oleh determiner posesif (seperti "my", "his") atau kata sandang tentu "the".
He ate the whole cake by himself.
Dia memakan seluruh kue itu sendirian.
EN: In English-speaking cultures, leaving anonymous encouraging notes (like 'You can do it!') is a common, warm gesture of kindness in schools and workplaces to boost morale. The phrase 'changed my whole day' is a common idiom meaning a small positive event completely turned a bad or mediocre day into a great one.
EN: An indirect question is a question embedded inside another statement or question (e.g., 'who sent it' inside 'I still don't know...'). Unlike direct questions, indirect questions use statement word order (subject + verb) rather than question word order.
Bahasa Indonesia: Kalimat tanya tidak langsung adalah pertanyaan yang disisipkan di dalam pernyataan atau pertanyaan lain (misalnya 'who sent it' dalam 'I still don't know...'). Berbeda dengan kalimat tanya langsung, kalimat tanya tidak langsung menggunakan urutan kata pernyataan (subjek + kata kerja), bukan urutan kata tanya. Dalam kalimat ini, who berfungsi sebagai kata tanya sekaligus subjek klausa tersebut, dan langsung diikuti oleh kata kerja sent.
Do you know where she lives?
Apakah kamu tahu di mana dia tinggal?
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses that present contrasting ideas. In this sentence, it connects 'I still don't know who sent it' with 'I am grateful'.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "but" (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen yang menyajikan konsep yang berlawanan. Dalam kalimat ini, konjungsi ini menghubungkan dua pemikiran lengkap: "Saya masih tidak tahu siapa yang mengirimnya" dan "Saya sangat berterima kasih".
The test was difficult, but he passed it.
Ujiannya sulit, tetapi dia lulus.
EN: The word 'whose' is an interrogative possessive determiner used to ask who owns something. It is followed directly by the noun it modifies (e.g., 'whose phone').
Bahasa Indonesia: Kata "whose" adalah determiner posesif interogatif yang digunakan untuk menanyakan siapa pemilik sesuatu. Kata ini langsung diikuti oleh kata benda yang diterangkannya (misalnya: "whose phone", artinya "telepon siapa").
Whose car is parked outside?
Mobil siapa yang diparkir di luar?
EN: The present continuous tense ('is ringing') is used to describe an action that is happening right now at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Bentuk sekarang berkelanjutan ("is ringing") digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang terjadi pada saat berbicara.
The baby is sleeping in the room.
Bayi itu sedang tidur di kamar.
EN: In English-speaking cultures, calling someone by their first name (like 'Emma') at the end of a question is a common way to get their attention directly and friendly, especially in casual settings.
EN: The modal verb 'might' is used to express weak possibility or uncertainty about a present or future situation. It is less certain than 'may' or 'must'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "might" digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang lemah atau ketidakpastian tentang keadaan sekarang atau masa depan. Tingkat kepastiannya lebih rendah daripada "may" atau "must".
It might rain later, so you should take an umbrella.
Sebentar lagi mungkin akan hujan, jadi kamu sebaiknya membawa payung.
EN: The phrasal verb 'step out' means to leave a room or building for a short period of time, often used in casual or professional contexts.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "step out" berarti meninggalkan ruangan atau bangunan untuk waktu yang singkat, sering digunakan dalam percakapan sehari-hari atau situasi kerja.
Mr. Green just stepped out for a cup of coffee.
Tuan Green baru saja keluar untuk membeli secangkir kopi.
EN: In Western office and school culture, 'stepping out' is a very common, polite way to say someone has temporarily left their desk or room (e.g., to use the restroom, grab a drink, or take a quick call) but will return shortly.
EN: The modal verb 'can't' (cannot) is used to express a strong negative deduction or certainty about a present situation, meaning 'it is impossible that...'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal 'can't' (tidak bisa, mustahil) digunakan untuk menyatakan dugaan atau kepastian negatif yang kuat terhadap situasi saat ini, artinya "tidak mungkin...".
That can't be the correct answer; it doesn't make sense.
Itu tidak mungkin jawaban yang benar; itu sama sekali tidak masuk akal.
EN: Possessive pronouns (such as 'mine', 'yours', 'his', 'hers', 'ours', 'theirs') are used to replace a possessive adjective + noun combination to avoid repetition. Here, 'mine' replaces 'my phone'.
Bahasa Indonesia: Kata ganti kepemilikan (seperti 'mine', 'yours', 'his', 'hers', dll.) digunakan untuk menggantikan kombinasi "kata sifat kepemilikan + kata benda" agar tidak terjadi pengulangan. Di sini, 'mine' menggantikan 'my phone' (ponsel saya).
Your car is fast, but mine is more comfortable.
Mobilmu cepat, tapi mobilku lebih nyaman.
EN: The modal verb 'must' is used here to express strong logical deduction or certainty based on evidence. It translates to '一定' (must be) in this context.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "must" di sini digunakan untuk menyatakan deduksi logis yang kuat atau kepastian berdasarkan bukti. Dalam konteks ini, kata ini diterjemahkan sebagai "pasti (adalah)".
She has been working all day, so she must be tired.
Dia bekerja seharian, jadi dia pasti lelah.
EN: The coordinating conjunction 'so' is used to introduce a clause showing the result or consequence of the preceding statement.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "so" digunakan untuk memperkenalkan klausa yang menunjukkan hasil atau dampak dari pernyataan sebelumnya (artinya "jadi").
It was raining, so we stayed indoors.
Hujan turun, jadi kami tinggal di dalam ruangan.
EN: The modal verb 'could' is used to express possibility or uncertainty in the present or future. It suggests that something is possible, but not certain, similar to 'might' or 'may'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "could" di sini digunakan untuk menyatakan kemungkinan atau ketidakpastian pada masa sekarang atau masa depan. Ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin terjadi, tetapi tidak sepenuhnya pasti, dan nadanya lebih halus daripada "must", mirip dengan "might" atau "may".
The keys could be in your coat pocket.
Kuncinya mungkin ada di saku jaketmu.
EN: The word 'outside' can function as an adverb or an adjective. In this sentence, it acts as an adjective modifying the noun 'wind', indicating the location of the wind relative to the speaker.
Bahasa Indonesia: Kata "outside" dapat digunakan sebagai kata keterangan atau kata sifat. Dalam kalimat ini, kata ini digunakan sebagai kata sifat pospositif yang menerangkan kata benda "wind" (angin), menunjukkan posisi angin relatif terhadap pembicara (di luar).
The noise outside woke me up.
Kebisingan di luar membuatku terbangun.
EN: The modal verb 'must' is used here to express a strong logical deduction or certainty based on evidence. When combined with the base verb 'be' ('must be'), it indicates that the speaker is almost sure about a present state.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "must" di sini digunakan untuk menyatakan deduksi logis yang kuat atau kepastian berdasarkan bukti. Ketika digabungkan dengan kata kerja bentuk dasar "be" (must be), ini menunjukkan bahwa pembicara hampir dapat memastikan keadaan saat ini (diterjemahkan sebagai "pasti...").
He must be hungry after working all day.
Setelah bekerja seharian, dia pasti lapar sekarang.
EN: The preposition 'after' is used to indicate that one event or state follows another in time. In this sentence, it connects the state of being tired to the preceding long trip.
Bahasa Indonesia: Preposisi "after" digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa atau keadaan mengikuti peristiwa atau keadaan lain dalam urutan waktu. Dalam kalimat ini, preposisi ini menghubungkan keadaan "lelah" dengan "perjalanan jauh" sebelumnya (diterjemahkan sebagai "setelah").
We went for a walk after dinner.
Kami berjalan-jalan setelah makan malam.
EN: The modal verb 'might' is used to express weak possibility (something that is possible but not certain). To make it negative, we add 'not' directly after 'might' ('might not'). Unlike verbs like 'do' or 'can', modal verbs do not change form for different subjects.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "might" digunakan untuk menyatakan kemungkinan yang lemah (sesuatu yang mungkin terjadi tetapi tidak pasti). Untuk membentuk kalimat negatif, langsung tambahkan "not" setelah "might" (might not). Berbeda dengan kata kerja biasa, kata kerja modal tidak berubah bentuk mengikuti orang/subjek.
She might not come to the party tonight.
Dia mungkin tidak akan datang ke pesta malam ini.
EN: The adverb 'yet' is commonly used in negative sentences to indicate that something has not happened up to the present time, though it is expected to happen in the future. It is usually placed at the end of the sentence.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "yet" sering digunakan dalam kalimat negatif untuk menunjukkan bahwa sesuatu belum terjadi sampai saat ini, tetapi diharapkan akan terjadi di masa depan. Kata ini biasanya diletakkan di akhir kalimat, dan dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai "belum".
They have not finished their homework yet.
Mereka belum menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.
EN: The modal verb 'can't' (cannot) is used to express negative deduction or strong disbelief. When we are almost 100% sure that something is impossible based on evidence, we use 'can't be' followed by an adjective or noun.
Bahasa Indonesia: Kata kerja modal "can't" (cannot) digunakan untuk menyatakan deduksi negatif atau ketidakpercayaan yang kuat. Ketika kita hampir seratus persen yakin bahwa sesuatu itu tidak mungkin berdasarkan bukti, kita menggunakan "can't be" diikuti oleh kata sifat atau kata benda.
It can't be Ryan's jacket; his is much larger.
Ini tidak mungkin mantel Ryan; mantelnya jauh lebih besar.
EN: The linking verb 'sound' is used to express an impression based on what has been heard or said. It is followed directly by an adjective (e.g., 'sounds impossible') to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung "sound" (terdengar) digunakan untuk mengekspresikan kesan berdasarkan apa yang didengar atau dikatakan. Setelahnya langsung diikuti oleh kata sifat (misalnya 'sounds impossible') untuk menerangkan subjek.
That sounds great! Let's do it.
Itu terdengar luar biasa! Ayo kita lakukan.
EN: The modal verb 'must' is used here to express strong deduction or logical necessity, meaning 'it is highly likely or certain that something is the case' based on available evidence.
Bahasa Indonesia: Kata kerja bantu modal "must" di sini digunakan untuk menyatakan deduksi yang kuat atau keharusan logis, artinya berdasarkan bukti yang ada, "sesuatu sangat mungkin benar" atau "pasti demikian".
He must be tired after the long trip.
Setelah perjalanan jauh, dia pasti lelah.
EN: The passive voice 'be hidden' (be + past participle) is used to focus on the receiver of the action (the answer) rather than the agent who hid it.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif "be hidden" (kata kerja be + past participle) digunakan untuk memfokuskan pada penerima tindakan (jawabannya), bukan pada orang yang menyembunyikannya.
The key must be hidden under the doormat.
Kuncinya pasti disembunyikan di bawah keset pintu.
EN: The structure 'Let's + base verb' (short for 'let us') is used to make suggestions or proposals, inviting others to do an action together.
Bahasa Indonesia: Struktur "Let's + kata kerja bentuk dasar" (kependekan dari "let us") digunakan untuk membuat saran atau usulan, mengajak orang lain untuk bersama-sama melakukan suatu tindakan.
Let's start the meeting now.
Mari kita mulai rapat sekarang.
EN: The word 'before' acts as a conjunction here, introducing an adverbial clause of time ('before we guess') to indicate that the action in the main clause should happen first.
Bahasa Indonesia: "Before" di sini berfungsi sebagai konjungsi, memperkenalkan klausa keterangan waktu (before we guess), untuk menunjukkan bahwa tindakan dalam klausa utama harus terjadi terlebih dahulu.
Wash your hands before you eat.
Cuci tanganmu sebelum makan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: milik, menjadi milik
Dalam konteks: berbunyi gemerincing, berbunyi berderak
Dalam konteks: petunjuk, tanda
Dalam konteks: bertanya-tanya, ingin tahu
Dalam konteks: rapi, rapi dan teratur
Dalam konteks: santai, tidak resmi
Dalam konteks: jadwal, agenda
Dalam konteks: bersyukur, berterima kasih
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To be the property of someone.
menjadi milik seseorang
To search for someone or something.
Mencari
To leave a room or building for a short time.
meninggalkan sebentar, keluar sebentar