EN: Use 'need to' followed by a base verb to express a necessity or something you must do.
Bahasa Indonesia: Gunakan "need to" diikuti kata kerja dasar untuk menyatakan perlunya melakukan sesuatu atau keharusan.
I need to buy a ticket.
Saya perlu membeli tiket.
EN: In English-speaking airports, 'check in' is used for both the process of getting your boarding pass and dropping off your luggage.
Bahasa Indonesia: Di bandara negara-negara berbahasa Inggris, "check in" merujuk pada seluruh proses pengambilan kartu pas naik dan penitipan bagasi.
EN: Use 'May I...?' to ask for permission or make a polite request. It is more formal than 'Can I...?'
Bahasa Indonesia: Gunakan "May I...?" untuk meminta izin atau bertanya dengan sopan. Ini lebih formal dan sopan daripada "Can I...?".
May I open the window?
Boleh saya buka jendelanya?
EN: In international travel, 'passport and ticket' are the standard documents requested at check-in. Even if you have an e-ticket, the agent will often use the word 'ticket'.
Bahasa Indonesia: Dalam perjalanan internasional, "paspor dan tiket" adalah dokumen standar yang diminta saat check-in. Meskipun Anda menggunakan tiket elektronik, staf darat biasanya tetap menggunakan kata "ticket".
EN: Use 'to + verb' after a noun to show the purpose or what you need to do with that object.
Bahasa Indonesia: Gunakan "to + kata kerja" setelah kata benda untuk menunjukkan kegunaan barang tersebut atau apa yang perlu Anda lakukan dengannya.
I have some water to drink.
Saya punya air untuk diminum.
EN: In English, 'check' is the standard term used at airports for handing over your large luggage to be stored in the plane's cargo hold.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'check' adalah istilah standar bandara yang berarti menyerahkan bagasi besar ke maskapai untuk dimasukkan ke bagasi pesawat.
EN: Use 'Please' + 'Verb' to give a polite instruction or request.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Please' ditambah 'kata kerja' untuk memberikan instruksi atau permintaan yang sopan.
Please open your bag.
Silakan buka tas Anda.
EN: In many English-speaking countries, airport staff use polite imperatives (starting with 'Please') to maintain a professional yet firm tone during security and check-in procedures.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, staf bandara menggunakan kalimat perintah yang sopan (dimulai dengan 'Please') selama pemeriksaan keamanan dan check-in untuk menjaga nada bicara yang profesional namun tegas.
EN: Use 'I hope' followed by a sentence to express a desire for something to happen or be true in the future or present.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'I hope' diikuti dengan kalimat untuk menyatakan keinginan atau harapan tentang sesuatu yang terjadi sekarang atau di masa depan.
I hope it is sunny tomorrow.
Saya harap besok cerah.
EN: In many Western cultures, being polite and showing concern about rules (like luggage weight) is common. Using phrases like 'Is that okay?' shows respect for the airline's policy.
Bahasa Indonesia: Dalam banyak budaya Barat, menunjukkan kesopanan dan kepedulian terhadap peraturan (seperti berat bagasi) adalah hal yang umum. Menggunakan frasa seperti 'Is that okay?' menunjukkan rasa hormat terhadap peraturan maskapai.
EN: Use 'Here is...' to give or show something to someone nearby.
Bahasa Indonesia: Saat Anda ingin memberikan sesuatu kepada seseorang atau menunjukkannya kepada seseorang, Anda dapat menggunakan pola kalimat yang dimulai dengan 'Here is...'.
Here is your coffee.
Ini kopi Anda.
EN: In English-speaking airports, 'Gate [Number]' is a common shorthand way to direct passengers without using a full sentence like 'Your gate is fifteen.'
Bahasa Indonesia: Di bandara negara berbahasa Inggris, staf sering kali langsung mengucapkan "Gate + angka" untuk memandu penumpang, dan menghilangkan kalimat lengkap (seperti Your gate is...), yang lebih efisien di lingkungan yang sibuk.
EN: Use 'Where is + [place]?' to ask for the location of a specific thing or area.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Where is + [lokasi]?" untuk menanyakan letak benda atau area tertentu.
Where is the restroom?
Di mana toiletnya?
EN: In English-speaking countries, 'Excuse me' is the standard way to start a conversation with a stranger or service staff. It is considered more polite than directly asking a question.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, menggunakan "Excuse me" sebagai pembuka percakapan dengan orang asing atau staf layanan adalah praktik standar. Ini dianggap lebih sopan daripada langsung mengajukan pertanyaan.
EN: Use the base form of a verb at the beginning of a sentence to give directions or commands (Imperative mood).
Bahasa Indonesia: Gunakan bentuk dasar kata kerja di awal kalimat untuk memberikan instruksi atau perintah (kalimat perintah).
Turn right at the corner.
Belok kanan di tikungan.
EN: In English-speaking countries, directions are often given in small, sequential steps using 'and then' or simple imperatives to ensure clarity.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, saat memberikan petunjuk arah biasanya menggunakan kalimat perintah sederhana dan membagi langkah-langkahnya secara berurutan, terkadang menambahkan 'and then' untuk memastikan instruksi jelas dan mudah dimengerti.
EN: Use 'Do I need to...' to ask if something is necessary or required.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Do I need to..." untuk menanyakan apakah sesuatu itu perlu atau merupakan persyaratan peraturan.
Do I need to bring my umbrella?
Apakah saya perlu membawa payung?
EN: In many international airports, especially in the US, passengers are required to remove their shoes during security screening. However, rules can vary by country and airport.
Bahasa Indonesia: Di banyak bandara internasional (terutama Amerika Serikat), penumpang diminta melepas sepatu saat pemeriksaan keamanan. Namun, peraturan mungkin berbeda di setiap negara dan bandara.
EN: Imperative sentences are used to give instructions or orders. They start with a verb and the subject 'you' is understood but not spoken.
Bahasa Indonesia: Kalimat perintah digunakan untuk memberikan instruksi atau perintah. Kalimat ini dimulai dengan kata kerja, menghilangkan subjek "Anda".
Put your phone in your bag.
Masukkan ponsel Anda ke dalam tas.
EN: At airport security checkpoints worldwide, electronics like laptops and tablets usually must be removed from bags and placed in their own plastic bins to ensure clear X-ray scanning.
Bahasa Indonesia: Di pos pemeriksaan keamanan bandara di seluruh dunia, perangkat elektronik seperti laptop dan tablet biasanya harus dikeluarkan dari tas dan diletakkan secara terpisah di keranjang plastik untuk memastikan pemindaian sinar-X yang jelas.
EN: Use 'What about...?' to ask for information or instructions regarding a specific item or person after a previous topic has been discussed.
Bahasa Indonesia: Gunakan "What about...?" untuk menanyakan informasi atau instruksi tentang benda atau orang tertentu, biasanya digunakan setelah topik sebelumnya selesai dibahas.
What about my bag?
Bagaimana dengan tas saya?
EN: In international airports, liquids are strictly regulated. Asking about specific items like water bottles is a common interaction at security checkpoints.
Bahasa Indonesia: Di bandara internasional, cairan diatur dengan ketat. Menanyakan tentang barang tertentu seperti botol air di pemeriksaan keamanan adalah interaksi yang sangat umum.
EN: Use 'can't' (cannot) to express that something is not allowed or forbidden by rules.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can't' (cannot) untuk menyatakan bahwa aturan tidak mengizinkan atau melarang sesuatu.
You can't smoke in the airport.
Anda tidak boleh merokok di dalam bandara.
EN: Airport security rules regarding liquids (LAGs - Liquids, Aerosols, and Gels) are strict worldwide, usually limited to 100ml per container in a clear bag. If you have a full water bottle, you must empty it or throw it away before passing the checkpoint.
Bahasa Indonesia: Peraturan keamanan bandara di seluruh dunia untuk cairan (cairan, aerosol, dan gel) sangat ketat, biasanya dibatasi 100 ml per wadah dan harus dimasukkan ke dalam kantong transparan. Jika Anda membawa botol berisi air, Anda harus mengosongkan atau membuangnya sebelum melewati pemeriksaan keamanan.
EN: Use 'be + verb-ing' (Present Continuous) to talk about something you are doing right now.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'be + verb-ing' (present continuous) untuk menjelaskan apa yang sedang Anda lakukan sekarang.
I am looking for my keys.
Saya sedang mencari kunci saya.
EN: In English-speaking countries, it is common to start a request with 'Excuse me' before asking for help to be more polite.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, sebelum meminta bantuan biasanya diawali dengan 'Excuse me' (Permisi) untuk menunjukkan kesopanan.
EN: Use the imperative form (starting with a verb like 'Take') to give directions or instructions.
Bahasa Indonesia: Gunakan kalimat perintah (dimulai dengan kata kerja seperti 'Take') untuk memberikan arahan atau instruksi.
Take the bus to the museum.
Naik bus ke museum.
EN: In large international airports, 'Terminal' refers to the main building, and 'Gate' is the specific door where you board. Many airports use automated people movers (trains) to connect different terminals.
Bahasa Indonesia: Di bandara internasional besar, 'Terminal' mengacu pada terminal (bangunan utama), dan 'Gate' adalah gerbang keberangkatan yang spesifik. Banyak bandara menggunakan kereta antar-jemput otomatis (train) untuk menghubungkan terminal yang berbeda.
EN: Use 'How long does ... take?' to ask about the duration of an activity or trip.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'How long does ... take?' untuk menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu aktivitas atau perjalanan.
How long does the flight take?
Berapa lama penerbangan ini?
EN: In many English-speaking countries, asking for travel duration is a common way to plan your schedule, especially when using public transport like airport shuttles or trains.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, menanyakan waktu tempuh adalah cara umum untuk merencanakan perjalanan, terutama saat menggunakan transportasi umum seperti bus antar-jemput bandara atau kereta api.
EN: Use 'It takes + [time]' to describe how long an activity or journey lasts. Use 'every + [number] + [time unit]' to describe how often something happens.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'It takes + [waktu]' untuk menggambarkan berapa lama suatu aktivitas atau perjalanan berlangsung. Gunakan 'every + [angka] + [satuan waktu]' untuk menggambarkan seberapa sering sesuatu terjadi.
It takes ten minutes. Buses come every ten minutes.
Ini membutuhkan waktu sepuluh menit. Bus datang setiap sepuluh menit.
EN: In many international airports, automated people movers (trains) are common for traveling between terminals. The frequency is usually high (every few minutes) to ensure passengers don't miss connections.
Bahasa Indonesia: Di banyak bandara internasional, sistem penggerak orang otomatis (kereta) adalah cara umum untuk berpindah antar terminal. Jadwalnya biasanya sangat rapat (setiap beberapa menit) untuk memastikan penumpang tidak ketinggalan penerbangan lanjutan.
EN: The Past Continuous tense (was/were + verb-ing) is used to describe a feeling or action that was happening at a specific time in the past.
Bahasa Indonesia: Past continuous tense (was/were + verb-ing) digunakan untuk menggambarkan perasaan atau tindakan yang sedang terjadi pada titik waktu tertentu di masa lalu.
I was feeling tired after the long flight.
Setelah penerbangan panjang, saya merasa sangat lelah.
EN: In English-speaking cultures, it is common to share your feelings (like being worried) after someone helps you, as it emphasizes how much you appreciate their assistance.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, berbagi perasaan (seperti merasa khawatir sebelumnya) setelah seseorang membantu adalah hal yang umum. Ini menekankan betapa Anda menghargai bantuan mereka.
EN: Use 'plenty of' before a noun to show that you have more than enough of something.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'plenty of' di depan kata benda untuk menunjukkan bahwa sesuatu sangat cukup, bahkan melebihi jumlah yang dibutuhkan.
We have plenty of water for the hike.
Kami punya cukup air untuk mendaki.
EN: In airport customer service, staff often use reassuring phrases like 'plenty of time' to reduce passenger anxiety, even if there are minor delays.
Bahasa Indonesia: Dalam layanan bandara, staf sering menggunakan kalimat penenang seperti 'plenty of time' untuk mengurangi kecemasan penumpang, bahkan jika ada sedikit keterlambatan.
EN: Use 'has a delay' to state that a scheduled event is late. 'Has' shows the current status of the flight.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'has a delay' untuk menunjukkan bahwa jadwal yang direncanakan terlambat. 'has' di sini digunakan untuk menunjukkan status penerbangan saat ini.
The train has a delay of ten minutes.
Kereta api terlambat sepuluh menit.
EN: In English-speaking airports, flight numbers are usually read digit by digit (e.g., 'two zero three' instead of 'two hundred and three') for clarity.
Bahasa Indonesia: Di bandara negara-negara berbahasa Inggris, nomor penerbangan biasanya diucapkan angka demi angka (misalnya diucapkan 'two zero three' dan bukan 'two hundred and three') untuk memastikan kejelasan dan akurasi.
EN: Use 'need to' followed by a base verb to express a necessity or something you must do.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'need to' diikuti dengan kata kerja bentuk dasar untuk menyatakan keperluan atau sesuatu yang harus dilakukan.
I need to buy a ticket.
Saya perlu membeli tiket.
EN: In English, 'catch a flight' is a common idiomatic expression meaning to board a plane before it departs, especially when time is limited.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, 'catch a flight' adalah idiom umum yang berarti 'mengejar pesawat', terutama saat waktu mendesak dan pesawat akan segera berangkat.
EN: Use 'is' to connect a subject (the new departure time) with its state or time. Use 'apologize' to say sorry formally.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'is' untuk menghubungkan subjek (waktu keberangkatan baru) dengan status atau waktunya. Gunakan 'apologize' untuk permintaan maaf resmi.
The meeting time is ten o'clock. We apologize for the change.
Waktu rapat adalah pukul sepuluh. Kami mohon maaf atas perubahan ini.
EN: In professional settings like airports, 'apologize' is preferred over 'sorry' as it sounds more formal and sincere. Adding 'deeply' or 'sincerely' emphasizes the regret.
Bahasa Indonesia: Dalam situasi profesional seperti di bandara, menggunakan 'apologize' lebih resmi dan tulus daripada 'sorry'. Menambahkan 'deeply' (sangat) atau 'sincerely' (dengan tulus) dapat lebih menekankan permintaan maaf.
EN: Use 'might' to talk about something that is possible but not certain in the future.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'might' untuk menggambarkan sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan tetapi tidak pasti (berarti 'mungkin').
It might rain later, so take an umbrella.
Nanti mungkin akan hujan, jadi bawalah payung.
EN: In air travel, a 'connection' refers to the next flight you must take to reach your final destination. Missing a connection due to delays is a common concern, and airlines are usually responsible for rebooking you.
Bahasa Indonesia: Dalam perjalanan udara, 'connection' mengacu pada penerbangan lanjutan berikutnya yang harus Anda ambil untuk mencapai tujuan. Ketinggalan penerbangan lanjutan karena penundaan adalah kekhawatiran umum bagi pelancong, dan maskapai biasanya bertanggung jawab untuk memesankan kembali tiket Anda.
EN: Use 'help + someone + verb' to talk about assisting someone with an action. You don't need to use 'to' before the second verb.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'help + seseorang + kata kerja' untuk menyatakan membantu seseorang melakukan sesuatu. Tidak perlu menambahkan 'to' sebelum kata kerja kedua.
I can help you carry the bags.
Saya bisa membantu Anda membawakan tas.
EN: In customer service, using 'We' instead of 'I' represents the entire company's commitment to solving the passenger's problem, which sounds more professional and reassuring.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks layanan pelanggan, penggunaan 'We (Kami)' alih-alih 'I (Saya)' mewakili komitmen seluruh perusahaan untuk menyelesaikan masalah penumpang, sehingga terdengar lebih profesional dan menenangkan.
EN: Use 'Thank you for + noun' to express gratitude for a specific thing or action.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Thank you for + kata benda' untuk menyatakan terima kasih atas hal atau tindakan tertentu.
Thank you for the coffee.
Terima kasih atas kopinya.
EN: In English-speaking cultures, it is polite to explicitly thank service staff (like airline agents) after they provide a solution to a problem.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, ketika staf layanan (seperti petugas darat maskapai) telah menyelesaikan masalah Anda, menyatakan terima kasih secara jelas adalah tindakan yang sangat sopan.
EN: Use 'May I...?' to ask for permission or make a polite request in formal situations.
Bahasa Indonesia: Gunakan "May I...?" untuk meminta izin atau mengajukan pertanyaan sopan dalam situasi formal.
May I open the window?
Bolehkah saya membuka jendela?
EN: In international travel, customs officers use standard polite phrases. 'Customs form' refers to the document where you declare items you are bringing into the country.
Bahasa Indonesia: Dalam perjalanan internasional, petugas bea cukai akan menggunakan bahasa sopan standar. "Customs form" (formulir bea cukai) merujuk pada formulir yang Anda gunakan untuk melaporkan barang bawaan saat masuk ke suatu negara.
EN: The phrasal verb 'fill out' means to complete a form or document by writing information in the spaces provided. In the past tense, we add '-ed' to 'fill'.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "fill out" berarti mengisi formulir atau dokumen. Dalam bentuk lampau, kita menambahkan "-ed" setelah "fill".
I filled out the application form yesterday.
Saya mengisi formulir aplikasi kemarin.
EN: When passing documents to customs officers, it is polite to confirm you have completed the required forms (like the customs declaration) to speed up the process.
Bahasa Indonesia: Saat menyerahkan dokumen kepada petugas bea cukai, mengonfirmasi secara proaktif bahwa Anda telah mengisi formulir yang diperlukan (seperti formulir bea cukai) adalah sikap yang sopan dan dapat mempercepat proses.
EN: Use 'What is the purpose of...' to ask for the reason or goal of an action or visit.
Bahasa Indonesia: Gunakan "What is the purpose of..." untuk menanyakan alasan atau tujuan dari suatu tindakan atau kunjungan.
What is the purpose of your trip?
Apa tujuan perjalanan Anda?
EN: This is a standard question asked by immigration officers. Common answers include 'for vacation', 'for business', or 'to visit family'.
Bahasa Indonesia: Ini adalah pertanyaan standar dari petugas imigrasi. Jawaban umum termasuk "untuk liburan (for vacation)", "untuk bisnis (for business)", atau "mengunjungi keluarga (to visit family)".
EN: Use 'for' followed by a period of time to say how long something lasts.
Bahasa Indonesia: Gunakan "for" ditambah jangka waktu untuk menunjukkan berapa lama sesuatu berlangsung.
I will study for one hour.
Saya akan membaca buku selama satu jam.
EN: When entering a country, immigration officers expect clear and concise answers about your purpose and duration of stay. Using 'vacation' or 'holiday' is standard for tourists.
Bahasa Indonesia: Saat masuk, petugas imigrasi ingin mendengar jawaban singkat tentang tujuan dan durasi kunjungan. Bagi turis, menggunakan "vacation" atau "holiday" adalah istilah standar.
EN: Use 'anything' in questions when you are asking if something exists, even if you don't know what it is.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'anything' dalam kalimat tanya untuk menanyakan apakah ada sesuatu, meskipun Anda tidak tahu apa itu secara spesifik.
Do you have anything to eat?
Apakah Anda punya sesuatu untuk dimakan?
EN: In customs, 'declare' means to officially state that you are carrying items that might be subject to tax or restrictions, such as expensive gifts or certain foods.
Bahasa Indonesia: Dalam istilah bea cukai, "declare" (melaporkan) berarti memberitahu secara resmi bahwa Anda membawa barang yang mungkin dikenakan pajak atau dibatasi, seperti hadiah mahal atau makanan tertentu.
EN: Using 'Just' to limit a list: We use 'just' to show that we are only carrying or doing specific things, and nothing else.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'Just' untuk membatasi cakupan: kita menggunakan 'just' untuk menunjukkan bahwa kita hanya membawa atau melakukan hal-hal tertentu, tidak ada yang lain.
I have just one bag.
Saya hanya punya satu tas.
EN: When passing through customs, it is important to be clear about what you are carrying. 'Personal clothes' are generally exempt from taxes, but expensive electronics or gifts might need to be declared depending on the country's rules.
Bahasa Indonesia: Saat melewati bea cukai, sangat penting untuk menjelaskan barang bawaan dengan jelas. 'Pakaian pribadi' biasanya bebas bea, tetapi tergantung pada peraturan masing-masing negara, barang elektronik mahal atau hadiah mungkin perlu dilaporkan.
EN: Use the imperative form (starting with a verb) to give friendly wishes or instructions.
Bahasa Indonesia: Gunakan kalimat perintah (dimulai dengan kata kerja) untuk mengungkapkan harapan atau instruksi yang ramah.
Enjoy your meal!
Selamat menikmati makanan Anda!
EN: In many English-speaking countries, immigration officers use these phrases to signal the end of the interview and officially welcome the traveler.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, petugas imigrasi akan menggunakan frasa ini untuk menandakan akhir wawancara dan secara resmi menyambut wisatawan masuk ke negara tersebut.
—