EN: Use 'can't find' to express that you are unable to locate something you are looking for.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'can't find' untuk menyatakan bahwa Anda tidak dapat menemukan apa yang sedang Anda cari.
I can't find my keys.
Saya tidak bisa menemukan kunci saya.
EN: Losing a passport is a high-stress situation for travelers. Using 'anywhere' emphasizes that the person has already searched multiple places thoroughly.
Bahasa Indonesia: Bagi pelancong, kehilangan paspor adalah situasi yang sangat membuat stres. Penggunaan 'anywhere' menekankan bahwa orang tersebut telah mencari di banyak tempat secara menyeluruh.
EN: Use 'did' to ask questions about the past. When using 'did', the main verb (see) must be in its basic form.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'did' untuk menanyakan hal yang terjadi di masa lalu. Jika ada 'did' dalam kalimat, kata kerja setelahnya (see) harus menggunakan bentuk dasar.
When did you buy that phone?
Kapan Anda membeli ponsel itu?
EN: In English-speaking cultures, 'Stay calm' is a very common phrase used in emergencies to help people focus before solving a problem.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, 'Stay calm' adalah kalimat yang sangat umum digunakan dalam situasi darurat, digunakan untuk membantu orang lain fokus sebelum menyelesaikan masalah.
EN: Use 'so' before an adjective to emphasize the feeling or quality, making it stronger.
Bahasa Indonesia: Menambahkan 'so' di depan kata sifat dapat digunakan untuk menekankan perasaan atau karakteristik tertentu, membuat nada bicara lebih kuat.
I am so hungry.
Saya sangat lapar.
EN: In English, it is common to answer a 'When' or 'Where' question with a short phrase rather than a full sentence in casual conversation.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris lisan, saat menjawab pertanyaan "kapan" atau "di mana", biasanya langsung menggunakan frasa pendek tanpa harus menggunakan kalimat lengkap.
EN: Use 'Let's' (Let us) followed by a base verb to make a suggestion or invite someone to do an activity together.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Let's" (singkatan dari Let us) diikuti dengan kata kerja dasar untuk memberikan saran atau mengajak seseorang melakukan sesuatu bersama.
Let's eat lunch together.
Mari kita makan siang bersama.
EN: In English, 'right now' is often used to express urgency, especially in stressful situations like losing a passport. It signals that the action cannot wait.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris, "right now" sering digunakan untuk menyatakan urgensi, terutama dalam situasi penuh tekanan seperti kehilangan paspor. Ini menyampaikan pesan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditunda.
EN: Use 'How can I help you?' as a polite way to offer assistance in professional settings.
Bahasa Indonesia: Menggunakan "How can I help you?" adalah ungkapan sopan untuk menawarkan bantuan dalam situasi profesional (seperti hotel, toko).
How can I help you with your luggage?
Apakah ada bagian tentang bagasi yang bisa saya bantu?
EN: In English-speaking cultures, service staff use 'Good afternoon' or 'Good morning' followed by an offer of help to establish a welcoming and professional atmosphere.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, staf layanan akan mengucapkan "Selamat siang" atau "Selamat pagi" terlebih dahulu, kemudian menanyakan apakah bantuan diperlukan, untuk membangun suasana yang ramah dan profesional.
EN: Use 'did' + 'base verb' to ask questions about the past.
Bahasa Indonesia: Gunakan "did" ditambah "kata kerja dasar" untuk menanyakan hal yang terjadi di masa lalu.
Did you see my keys?
Apakah Anda melihat kunci saya?
EN: When asking for help in English-speaking countries, it is common to state the problem clearly first, then ask a specific question to get assistance.
Bahasa Indonesia: Saat mencari bantuan di negara berbahasa Inggris, biasanya masalah dijelaskan dengan jelas terlebih dahulu (misalnya: Saya kehilangan sesuatu), lalu ajukan pertanyaan spesifik untuk mendapatkan bantuan.
EN: Use 'Let me + verb' to offer help or tell someone what you are about to do in a polite way.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Let me + kata kerja" untuk menawarkan bantuan dengan sopan, atau memberi tahu pihak lain apa yang akan Anda lakukan selanjutnya.
Let me open the door for you.
Biarkan saya membukakan pintu untuk Anda.
EN: In hotels and public places, 'Lost and Found' is the standard term for the department that handles items left behind by guests.
Bahasa Indonesia: Di hotel atau tempat umum, "Lost and Found" adalah sebutan standar untuk departemen yang menangani barang hilang tamu, yaitu "bagian kehilangan dan penemuan".
EN: Use 'Thank you for + [noun]' to express gratitude for a specific thing or action.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Thank you for + [kata benda]" untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas hal atau tindakan tertentu.
Thank you for the coffee.
Terima kasih atas kopinya.
EN: In English-speaking cultures, saying 'Thank you' is very common even for small favors. Adding 'so much' makes it feel more sincere and appreciative.
Bahasa Indonesia: Di negara berbahasa Inggris, bahkan untuk bantuan kecil pun biasa mengucapkan "Thank you". Menambahkan "so much" akan membuat ucapan terima kasih terasa lebih tulus dan penuh apresiasi.
EN: Use 'isn't' (is not) to say where something is not located. Use 'need' followed by a noun to express a requirement.
Bahasa Indonesia: Gunakan "isn't" (is not) untuk menunjukkan sesuatu tidak ada di lokasi tertentu. Gunakan "need" diikuti kata benda untuk menyatakan kebutuhan.
The key isn't in my bag. I need your help.
Kunci tidak ada di tas saya. Saya butuh bantuan Anda.
EN: In English-speaking countries, if you lose your passport, it is a serious matter. Using direct sentences like 'We need help' is appropriate in emergencies to get immediate attention from hotel staff or authorities.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, kehilangan paspor adalah hal yang sangat serius. Dalam situasi darurat, menggunakan kalimat langsung seperti "We need help" sangat tepat untuk segera menarik perhatian staf hotel atau pihak berwenang.
EN: Use 'should' to ask for advice or suggestions when you are unsure what to do in a situation.
Bahasa Indonesia: Saat Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan dalam suatu situasi, gunakan "should" untuk meminta saran atau usul.
What should I wear to the party?
Apa yang harus saya pakai ke pesta?
EN: In English-speaking cultures, expressing vulnerability (like saying 'I feel scared') is common when seeking help or reassurance from a friend or authority figure.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, saat mencari bantuan dari teman atau pihak berwenang, mengungkapkan kerentanan diri secara jujur (misalnya mengatakan "Saya merasa takut") adalah hal yang umum, ini membantu mendapatkan dukungan emosional.
EN: Use 'must' to express a strong necessity or something that is very important to do.
Bahasa Indonesia: Gunakan "must" untuk menyatakan keharusan yang kuat, atau sesuatu yang sangat penting dan wajib dilakukan.
You must wear a seatbelt.
Anda harus mengenakan sabuk pengaman.
EN: In emergencies abroad, the embassy is the primary point of contact for citizens to receive legal and administrative support, such as replacing a lost passport.
Bahasa Indonesia: Saat menghadapi situasi darurat di luar negeri, kedutaan adalah kontak utama bagi warga negara untuk mencari dukungan hukum dan administratif (seperti mengurus paspor yang hilang).
EN: Use 'the nearest' to ask for the closest location of a specific place. It is the superlative form of 'near'.
Bahasa Indonesia: Gunakan "the nearest" untuk menanyakan lokasi terdekat. Ini adalah bentuk superlatif dari "near" (dekat).
Where is the nearest subway station?
Di mana stasiun MRT terdekat?
EN: In emergencies abroad, the embassy is the primary place for citizens to get help with lost passports or legal issues. Asking for the 'nearest' one is a common survival phrase.
Bahasa Indonesia: Saat menghadapi keadaan darurat di luar negeri, kedutaan adalah tempat utama bagi warga negara untuk mencari bantuan terkait paspor hilang atau masalah hukum. Menanyakan kedutaan 'terdekat' adalah frasa bertahan hidup yang umum.
EN: Use 'What is your...' to ask about a specific thing or situation belonging to someone.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'What is your...' untuk menanyakan hal atau situasi tertentu milik seseorang.
What is your phone number?
Berapa nomor telepon Anda?
EN: In English-speaking countries, 'What is your emergency?' is the standard opening phrase used by 911 or 999 emergency dispatchers.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, 'What is your emergency?' adalah kalimat pembuka standar yang digunakan oleh operator darurat 911 atau 999.
EN: Use 'was' + 'past participle' (stolen) to talk about something that happened to an object in the past, especially when we don't know who did it.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'was' ditambah 'past participle' (stolen) untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi pada suatu benda di masa lalu, terutama saat kita tidak tahu siapa pelakunya (kalimat pasif).
My bike was stolen yesterday.
Sepeda saya dicuri kemarin.
EN: When reporting a crime in English-speaking countries, it is common to use the passive voice ('was stolen') because the focus is on the lost item rather than the unknown thief.
Bahasa Indonesia: Saat melapor di negara berbahasa Inggris, kalimat pasif (was stolen) biasanya digunakan karena fokusnya adalah pada barang yang hilang, bukan pada pencuri yang tidak dikenal.
EN: Use 'need to' followed by a verb to talk about things that are necessary or required.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'need to' diikuti kata kerja untuk menyatakan hal yang harus atau perlu dilakukan.
I need to buy some water.
Saya perlu membeli air.
EN: In many English-speaking countries, 'ID' is a general term for any government-issued identification, such as a driver's license. When traveling internationally, your passport is your primary ID.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara berbahasa Inggris, 'ID' adalah istilah umum untuk dokumen identitas yang dikeluarkan pemerintah (seperti SIM). Saat bepergian internasional, paspor adalah dokumen identitas utama Anda.
EN: Use 'but' to connect two ideas that are different or opposite. In this sentence, it shows you have one thing but lack another.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'but' untuk menghubungkan dua ide yang berbeda atau berlawanan. Dalam kalimat ini, ini menunjukkan Anda memiliki satu hal tetapi kekurangan hal lain.
I like apples, but not oranges.
Saya suka apel, tapi tidak suka jeruk.
EN: In many countries, a passport is the most important document for a traveler. Losing a wallet is a problem, but having your passport means you can still identify yourself and travel home.
Bahasa Indonesia: Di banyak negara, paspor adalah dokumen terpenting bagi pelancong. Kehilangan dompet adalah masalah, tetapi memiliki paspor berarti Anda masih bisa membuktikan identitas Anda dan pulang ke negara asal.
EN: Use 'Please' at the beginning or end of a sentence to make a command or request sound polite.
Bahasa Indonesia: Menambahkan 'Please' di awal atau akhir kalimat dapat membuat perintah atau permintaan terdengar lebih sopan.
Please sit down.
Silakan duduk.
EN: In English-speaking countries, using 'please' is essential when giving instructions to strangers, even for officials like police officers, to maintain a professional and respectful tone.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, bahkan pejabat publik seperti polisi pun sangat penting menggunakan 'please' saat memberikan instruksi kepada orang asing, karena ini menunjukkan sikap profesional dan hormat.
EN: The phrase 'What seems to be...' is a polite way to ask about a situation or problem, making it sound less direct and more professional.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat 'What seems to be...' adalah cara sopan untuk menanyakan situasi atau masalah, terdengar lebih halus dan profesional daripada bertanya langsung.
What seems to be the trouble with your car?
Apa yang sepertinya menjadi masalah dengan mobil Anda?
EN: In English-speaking medical contexts, doctors often use 'What seems to be the problem?' instead of 'What is wrong?' to sound more caring and less alarming to the patient.
Bahasa Indonesia: Dalam lingkungan medis berbahasa Inggris, dokter biasanya mengatakan "What seems to be the problem?" daripada bertanya langsung "What is wrong?", ini terdengar lebih perhatian dan tidak membuat pasien panik.
EN: Use 'have a + [symptom]' to describe common illnesses or physical pain.
Bahasa Indonesia: Gunakan "have a + [gejala]" untuk menggambarkan penyakit umum atau nyeri tubuh.
I have a stomachache.
Saya sakit perut.
EN: In English-speaking countries, 'bad' is frequently used to describe the intensity of pain or illness, similar to 'severe' but more common in daily conversation.
Bahasa Indonesia: Di negara-negara berbahasa Inggris, "bad" sering digunakan untuk menggambarkan tingkat keparahan rasa sakit atau penyakit, ini lebih umum digunakan daripada "severe" dalam percakapan sehari-hari.
EN: Use 'How long have you...' to ask about the duration of a feeling or state that started in the past and continues to the present.
Bahasa Indonesia: Gunakan "How long have you..." untuk menanyakan berapa lama perasaan atau keadaan tertentu yang dimulai di masa lalu dan berlanjut hingga sekarang.
How long have you lived here?
Sudah berapa lama Anda tinggal di sini?
EN: In English-speaking medical contexts, doctors often use the present perfect tense ('have you felt') to understand the history of a symptom, which helps them make a diagnosis.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks medis bahasa Inggris, dokter sering menggunakan present perfect (have you felt) untuk memahami riwayat gejala, yang membantu mereka dalam mendiagnosis.
EN: Use 'Since' to talk about a starting point in time (like a specific day or time) to show how long something has been happening.
Bahasa Indonesia: Gunakan "Since" untuk menggambarkan titik awal waktu (misalnya tanggal atau waktu tertentu), untuk menunjukkan kapan suatu situasi dimulai dan berlanjut hingga sekarang.
I have been here since Monday.
Saya sudah di sini sejak hari Senin.
EN: In English-speaking medical contexts, 'terrible' is a common way to express severe discomfort or illness to a doctor.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks medis bahasa Inggris, menggunakan 'terrible' adalah cara umum untuk menyampaikan rasa tidak nyaman yang parah atau sakit parah kepada dokter.
EN: Use 'twice' followed by a time period (daily, weekly, monthly) to say how often something happens.
Bahasa Indonesia: Gunakan 'twice' diikuti dengan periode waktu (seperti daily, weekly, monthly) untuk menunjukkan frekuensi terjadinya sesuatu.
I brush my teeth twice daily.
Saya menyikat gigi dua kali sehari.
EN: In English-speaking medical contexts, instructions are often direct and use the imperative form ('Take this') to ensure clarity and safety.
Bahasa Indonesia: Dalam konteks medis bahasa Inggris, instruksi biasanya sangat langsung dan menggunakan kalimat perintah (seperti 'Take this') untuk memastikan instruksi jelas dan aman.
—