Classroom DiscussionDiskusi Kelas
Pratinjau Audio Lengkap
0:00
0:00
#1
Good morning, Sarah!
Selamat pagi, Sarah!
#2
Today we're going to practice something really important for confident speakers.
Hari ini kita akan berlatih sesuatu yang sangat penting bagi pembicara yang percaya diri.
#3
Good morning, Amy!
Selamat pagi, Amy!
#4
That sounds exciting.
Kedengarannya menyenangkan.
#5
What are we working on today?
Apa yang akan kita kerjakan hari ini?
#6
We'll focus on how to express your opinion clearly and respond when others agree or disagree.
Kita akan fokus pada cara menyampaikan pendapat Anda dengan jelas dan cara menanggapi ketika orang lain setuju atau tidak setuju.
#7
Let me give you an example first.
Izinkan saya memberi Anda contoh terlebih dahulu.
#8
Imagine someone says that technology has made people less social.
Bayangkan seseorang mengatakan bahwa teknologi telah membuat orang menjadi kurang bersosialisasi.
#9
Oh, that's an interesting topic!
Oh, itu topik yang menarik!
#10
I actually disagree with that statement quite strongly.
Sebenarnya, saya sangat tidak setuju dengan pernyataan itu.
#11
Perfect!
Luar biasa!
#12
But can you explain why you disagree?
Tapi bisakah Anda menjelaskan mengapa Anda tidak setuju?
#13
Try to support your opinion with a specific example.
Cobalah untuk mendukung pendapat Anda dengan contoh yang spesifik.
#14
Well, in my opinion, technology has actually helped people stay connected across long distances.
Hmm, menurut pendapat saya, teknologi sebenarnya telah membantu orang-orang tetap terhubung dalam jarak jauh.
#15
For example, my cousin had moved to Canada before the pandemic started last year.
Misalnya, sepupu saya sudah pindah ke Kanada sebelum pandemi dimulai tahun lalu.
#16
Great, you're using the past perfect there.
Bagus, Anda menggunakan past perfect di sana.
#17
That's exactly the right tense for that context.
Itu adalah tenses yang tepat untuk konteks tersebut.
#18
Thanks!
Terima kasih!
#19
Without video calls, we wouldn't have been able to maintain our close relationship.
Tanpa panggilan video, kita tidak akan bisa mempertahankan hubungan dekat kita.
#20
Excellent example!
Contoh yang luar biasa!
#21
You've just used a third conditional structure naturally.
Anda baru saja menggunakan struktur kalimat pengandaian tipe ketiga secara alami.
#22
I'm really impressed.
Saya benar-benar terkesan.
#23
Now let's practice a group work scenario.
Sekarang mari kita latih skenario kerja kelompok.
#24
Pretend I'm your classmate and I disagree with you.
Berpura-puralah saya adalah teman sekelas Anda dan saya tidak setuju dengan Anda.
#25
Okay, I'm ready!
Oke, saya siap!
#26
This should be fun.
Ini sepertinya akan menyenangkan.
#27
I think technology has actually made face-to-face communication weaker among young people today.
Saya pikir teknologi sebenarnya telah membuat komunikasi tatap muka menjadi lebih lemah di kalangan anak muda saat ini.
#28
I see your point, and I partly agree.
Saya mengerti maksud Anda, dan saya setuju sebagian.
#29
However, I believe the benefits still outweigh the drawbacks.
Namun, saya percaya keuntungannya masih lebih besar daripada kerugiannya.
#30
That was a wonderful response!
Itu adalah tanggapan yang luar biasa!
#31
You acknowledged my opinion before presenting your own view politely.
Anda mengakui pendapat saya sebelum menyampaikan pandangan Anda sendiri dengan sopan.
#32
To summarize, always support your opinion with a clear example from real life.
Singkatnya, selalu dukung pendapat Anda dengan contoh nyata yang jelas dari kehidupan sehari-hari.
#33
I've learned so much today!
Saya belajar banyak hal hari ini!
#34
I used to feel nervous about expressing disagreement in discussions.
Dulu saya merasa gugup saat menyampaikan ketidaksetujuan dalam diskusi.
#35
That's completely normal.
Itu benar-benar normal.
#36
Having practiced these phrases, you'll feel much more confident next time.
Setelah melatih frasa-frasa ini, Anda akan merasa jauh lebih percaya diri di lain waktu.
#37
Thank you, Amy!
Terima kasih, Amy!
#38
I can't wait to use these skills in my next group discussion at the café.
Saya tidak sabar untuk menggunakan keterampilan ini dalam diskusi kelompok berikutnya di kafe.
#39
You'll do wonderfully!
Kamu akan melakukannya dengan sangat baik!
#40
Remember, every great speaker was once a nervous beginner who kept practicing.
Ingat, setiap pembicara hebat dulunya adalah pemula yang gugup yang terus berlatih.