EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The 'if' clause uses the Present Simple tense ('is'), while the main clause uses the Future Simple tense ('will' + base verb).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (real conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Klausul kondisi yang diawali dengan 'if' menggunakan simple present tense (seperti 'is'), sedangkan klausul utama menggunakan simple future tense ('will' + base verb).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Go + -ing: A common grammatical pattern used to describe recreational activities or sports, such as 'go hiking', 'go swimming', or 'go shopping'.
Bahasa Indonesia: Go + -ing: Pola gramatikal yang umum digunakan untuk menggambarkan aktivitas rekreasi atau olahraga, seperti 'go hiking' (pergi mendaki), 'go swimming' (pergi berenang), atau 'go shopping' (pergi berbelanja).
They want to go camping this weekend.
Mereka ingin pergi berkemah akhir pekan ini.
EN: In English-speaking countries, outdoor activities like hiking are highly popular weekend plans. Because weather can be unpredictable, conversations about weekend plans often revolve around weather conditionals, highlighting a cultural appreciation for nature and flexible planning.
EN: First Conditional (Conditional Type 1) is used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the present simple tense, and a main clause in the future tense (usually with 'will'). In this sentence, 'if it rains' is the condition, and 'what will we do' is the future result question.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Conditional Type 1) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausul kondisi yang diawali dengan 'if' menggunakan simple present tense, sedangkan klausul utama menggunakan future tense (biasanya dengan 'will'). Dalam kalimat ini, 'if it rains' adalah kondisi, dan 'what will we do' adalah pertanyaan hasil di masa depan.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The adverb 'instead' is used to mean 'as an alternative' or 'in place of something else'. It is commonly placed at the very end of a sentence to indicate a change of plans or a substitute action.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'instead' berarti 'sebagai alternatif' atau 'sebagai pengganti sesuatu'. Kata ini biasanya ditempatkan di akhir kalimat untuk menunjukkan perubahan rencana atau alternatif.
There is no coffee, so I will drink tea instead.
Kopi sudah habis, jadi saya minum teh sebagai gantinya.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The condition clause (if-clause) uses the Present Simple tense, while the result clause uses the Future Simple tense (will + base verb).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Type 1 Conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Klausul 'if' menggunakan simple present tense, sedangkan klausul hasil menggunakan simple future tense (will + base verb).
If it snows tomorrow, we will build a snowman.
Jika besok turun salju, kita akan membuat manusia salju.
EN: The use of 'visit' as a transitive verb: 'Visit' directly takes a noun object (like 'the science museum') without needing a preposition like 'to'.
Bahasa Indonesia: Penggunaan 'visit' sebagai kata kerja transitif: 'Visit' secara langsung diikuti oleh objek kata benda (seperti 'the science museum'), tanpa perlu kata depan 'to'.
They plan to visit the famous art gallery next Friday.
Mereka berencana untuk mengunjungi museum seni terkenal itu pada Jumat depan.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the present simple tense, and a main clause in the future simple tense (will + base verb).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Type 1 Conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausul kondisi yang diawali dengan 'if' menggunakan simple present tense (Present Simple), sedangkan klausul utama menggunakan simple future tense (will + base verb).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Go + -ing (Gerund): This pattern is commonly used to describe recreational activities or sports that involve movement, such as hiking, swimming, or shopping.
Bahasa Indonesia: Go + -ing (gerund): Pola ini umum digunakan untuk menggambarkan aktivitas rekreasi atau olahraga yang membutuhkan pergerakan, seperti hiking (mendaki), berenang (swimming), atau berbelanja (shopping).
They go shopping every weekend.
Mereka pergi berbelanja setiap akhir pekan.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'. The 'if-clause' presents the condition, and the main clause presents the result.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (Type 1 Conditional): Digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + present simple, will + base verb". Klausa if menyatakan kondisi, sedangkan klausa utama menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Comparative Adjective 'more': Used as a determiner before uncountable nouns (like 'water') to indicate a greater amount of something than before or than is standard.
Bahasa Indonesia: Adjektiva komparatif "more": Di sini digunakan sebagai determiner sebelum kata benda tak terhitung (seperti "water"), untuk menunjukkan jumlah yang "lebih banyak" dibandingkan sebelumnya atau dibandingkan jumlah standar.
We need more time to finish the project.
Kita membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan proyek ini.
EN: In outdoor activities like hiking in English-speaking countries, safety and preparedness are highly emphasized. 'Leave No Trace' principles and carrying sufficient water (often referred to as 'hydration planning') are standard practices discussed among hikers.
EN: First Conditional: Used to talk about possibilities in the present or in the future. The structure is 'If + present simple, will + base verb'. The 'if-clause' represents the condition, and the 'main clause' represents the result.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (conditional mood): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah 'If + simple present, will + base verb'. Klausul yang diawali dengan 'if' menyatakan kondisi, sedangkan klausul utama menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will cancel the game.
Jika besok hujan, kita akan membatalkan pertandingan.
EN: Indefinite Pronoun 'Everyone': Pronouns like 'everyone', 'everybody', 'someone', and 'nobody' are grammatically singular and take a singular verb (e.g., 'is' instead of 'are').
Bahasa Indonesia: Kata ganti tak tentu 'Everyone' (setiap orang): Kata ganti seperti 'everyone', 'everybody', 'someone', dan 'nobody' secara gramatikal dianggap tunggal, sehingga harus menggunakan kata kerja tunggal (misalnya menggunakan 'is' bukan 'are').
Everyone is excited about the upcoming trip.
Semua orang merasa bersemangat tentang perjalanan yang akan datang.
EN: First Conditional (Real Conditional): Used to talk about possible future events and their results. The 'if' clause uses the Simple Present tense ('if I have time'), while the main clause uses the Simple Future tense with 'will' ('I will check').
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (real conditional): digunakan untuk membicarakan peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan dan hasilnya. Dalam klausul kondisi yang diawali dengan 'if', kata kerja menggunakan simple present tense (seperti 'if I have time'), sedangkan klausul utama menggunakan simple future dengan 'will' (seperti 'I will check').
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Adverbial Clause of Condition Placement: The conditional 'if' clause can be placed either at the beginning or at the end of the sentence. When placed at the end, no comma is needed to separate the two clauses.
Bahasa Indonesia: Posisi klausul keterangan kondisi: Klausul kondisi yang diawali dengan 'if' dapat ditempatkan di awal atau di akhir kalimat. Jika ditempatkan di akhir, tidak perlu koma di antara kedua klausul.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the simple present tense ('If the weather is bad') and a main clause in the simple future tense with 'will' ('we will cancel the picnic').
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Type 1 Conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya terdiri dari klausul 'if' yang menggunakan simple present tense (seperti 'If the weather is bad') dan klausul utama yang menggunakan simple future dengan 'will' (seperti 'we will cancel the picnic').
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The comma usage in conditional sentences: When the 'if' clause comes before the main clause, a comma is required to separate them. If the main clause comes first, no comma is needed.
Bahasa Indonesia: Penggunaan koma dalam kalimat kondisi: Ketika klausul 'if' ditempatkan sebelum klausul utama, harus ada koma di antara keduanya; jika klausul utama di awal, tidak perlu koma.
We will go to the park if the sun shines.
Jika cuaca cerah, kita akan pergi ke taman.
EN: First Conditional (Conditional Type 1) is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (present simple) and a main clause (will/can/may + base verb). In this sentence, 'can' is used instead of 'will' to express possibility or permission.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Conditional Type 1) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah 'klausul yang diawali dengan if (menggunakan simple present tense)' ditambah 'klausul utama (menggunakan will/can/may + kata kerja dasar)'. Dalam kalimat ini, kata kerja bantu 'can' digunakan sebagai pengganti 'will' untuk menunjukkan kemungkinan atau izin.
If it rains tomorrow, we can play board games inside.
Jika besok hujan, kita bisa bermain permainan papan di dalam ruangan.
EN: The adverb 'still' is used to emphasize that a situation continues to exist or remains possible, even after a change or in spite of something else happening (such as a cancellation). It is typically placed before the main verb, but after auxiliary or modal verbs like 'can'.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'still' (masih) digunakan untuk menekankan bahwa suatu situasi terus ada atau tetap mungkin terjadi meskipun ada perubahan atau hal lain (seperti pembatalan). Kata ini biasanya ditempatkan sebelum kata kerja utama, tetapi setelah kata kerja bantu atau kata kerja modal (seperti 'can').
Even if we are late, we can still catch the last train.
Bahkan jika kita terlambat, kita masih bisa mengejar kereta terakhir.
EN: First Conditional: Used to talk about things which might happen in the future. The structure is 'If + simple present, will + base verb'. The 'if-clause' represents the condition, and the 'main clause' represents the result.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (kalimat pengandaian): Digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + present simple, will + base verb". "Klausa if" menyatakan kondisi, sedangkan "klausa utama" menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Adverbial Modifier: The word 'well' is an adverb of manner modifying the verb 'plan'. It describes how the action of planning is performed.
Bahasa Indonesia: Modifier Adverbial: Kata 'well' adalah adverbia cara (adverb of manner) yang memodifikasi kata kerja 'plan', untuk mendeskripsikan bagaimana tindakan "merencanakan" tersebut dilakukan.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'. The 'if-clause' presents the condition, and the 'main clause' presents the result.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengandaian tipe 1 (Type 1 Conditional): Digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi atau terwujud di masa depan. Strukturnya adalah "If + simple present, will + base verb". Klausa if menyatakan kondisi, sedangkan klausa utama menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Plural nouns for general reference: In English, countable nouns like 'snack' and 'drink' are often used in their plural forms ('snacks', 'drinks') when referring to the category of items in general, rather than a specific single item.
Bahasa Indonesia: Kata benda jamak untuk referensi umum: Dalam bahasa Inggris, kata benda yang dapat dihitung seperti 'snack' (camilan) dan 'drink' (minuman), ketika merujuk pada hal-hal dalam kategori tersebut secara umum, bukan yang spesifik, biasanya digunakan dalam bentuk jamak ('snacks', 'drinks').
I like to buy books on weekends.
Saya suka membeli buku pada akhir pekan.
EN: In Western social gatherings, potlucks or casual outings often involve a division of labor where different participants bring different items (such as snacks, drinks, or plates). This cooperative planning is highly common and reflected in the conversational structure of coordinating who brings what.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (in the Simple Present tense) and a main clause (usually with 'will' + base verb to show the future result).
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya terdiri dari klausa kondisi yang diawali if (menggunakan present simple) dan klausa utama (biasanya menggunakan will + base verb untuk menyatakan hasil di masa depan).
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The subject 'everything' is an indefinite pronoun. In English, indefinite pronouns ending in -thing, -one, or -body are grammatically singular and take singular verbs.
Bahasa Indonesia: Pronomina tak tentu 'everything' (segala sesuatu/semua hal) dalam tata bahasa Inggris dianggap tunggal, sehingga jika diikuti kata kerja biasa harus menggunakan bentuk tunggal; di sini, karena menggunakan auxiliary will, maka diikuti base verb be.
Everything is ready for the party.
Segala sesuatu untuk pesta sudah siap.
EN: In Western culture, emphasizing teamwork ('work together') is highly valued in both school and professional environments. Expressing optimism with phrases like 'everything will be fun' is a common way to build team morale and encourage collaboration.
EN: The Present Continuous Tense (am/is/are + verb-ing) is used here to express an action that is currently in progress or planned for the near future.
Bahasa Indonesia: Present Continuous Tense (am/is/are + kata kerja -ing) digunakan di sini untuk menyatakan tindakan yang sedang berlangsung saat ini atau yang direncanakan akan terjadi dalam waktu dekat.
They are organizing a meeting tomorrow.
Mereka sedang bersiap untuk mengadakan pertemuan besok.
EN: The phrasal verb 'depend on' means to be decided or influenced by something else. Note that 'depend' is a stative verb here and is used in the simple present tense.
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja 'depend on' (bergantung pada) berarti ditentukan atau dipengaruhi oleh hal lain. Perhatikan bahwa 'depend' di sini adalah kata kerja keadaan, yang digunakan dalam simple present tense.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The 'if' clause uses the Simple Present tense, while the main clause uses 'will' + base verb.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (real conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Klausul kondisi yang diawali dengan 'if' menggunakan 'simple present tense', sedangkan klausul utama menggunakan 'will + base verb' untuk menyatakan hasil di masa depan.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Prepositional Phrase of Time: 'In the morning' is a common time expression used to specify when an action happens during the day. It always takes the preposition 'in' and the definite article 'the'.
Bahasa Indonesia: Frasa Preposisional Waktu: "in the morning" adalah ekspresi waktu yang umum digunakan untuk menunjukkan waktu spesifik dalam sehari saat suatu tindakan terjadi. Frasa ini selalu menggunakan preposisi "in" dan artikel definit "the".
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'. The 'if-clause' presents the condition, and the 'main clause' presents the result.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Type 1 Conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah 'If + simple present, will + base verb'. 'Klausul if' menyatakan kondisi, sedangkan 'klausul utama' menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Prepositional Phrase of Place: 'near the river' functions as an adverbial phrase modifying the verb phrase 'have a picnic', indicating the specific location of the action.
Bahasa Indonesia: Frasah preposisi tempat: 'near the river' (di dekat sungai) berfungsi sebagai frasa keterangan yang memodifikasi frasa kerja 'have a picnic' (berpiknik), untuk menunjukkan tempat spesifik di mana tindakan tersebut terjadi.
They built a small cabin near the lake.
Mereka membangun sebuah kabin kecil di tepi danau.
EN: In English-speaking countries, having a picnic near a river or in a park is a very popular weekend activity during spring and summer. It represents a relaxed lifestyle and a desire to connect with nature.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (present simple tense) and a main clause (will + base verb).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (First Conditional) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausul kondisi yang diawali dengan 'if' menggunakan 'simple present tense', sedangkan klausul utama menggunakan 'will + base verb'.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The adverb 'however' is a conjunctive adverb used to show contrast. It is typically placed at the beginning of a sentence, followed by a comma, to connect the sentence to the previous context.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'however' (namun) adalah kata keterangan penghubung yang digunakan untuk menunjukkan kontras. Kata ini biasanya ditempatkan di awal kalimat, diikuti dengan koma, untuk menghubungkan kalimat ini dengan kalimat sebelumnya dalam hubungan yang berlawanan.
EN: First Conditional (Conditional Type 1) is used to talk about real and possible future situations. It uses the present simple tense in the 'if-clause' and 'will' + base verb in the main clause.
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (First Conditional) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausa subordinat yang diawali if menggunakan present simple, sedangkan klausa utama menggunakan "will + base verb".
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The adverb 'instead' is used to indicate that one event or action replaces another. It often appears at the end of a sentence.
Bahasa Indonesia: Adverbia "instead" berarti "sebagai gantinya, melainkan", digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa atau tindakan menggantikan yang lain, biasanya diletakkan di akhir kalimat.
There is no coffee, so I will drink tea instead.
Kopi sudah habis, jadi saya minum teh sebagai gantinya.
EN: The simple future tense with 'will' is used to express a decision, promise, or plan made at or before the moment of speaking. It is followed by the base form of the verb (infinitive without 'to').
Bahasa Indonesia: Simple future tense dengan 'will' digunakan untuk menyatakan keputusan, janji, atau rencana yang dibuat pada saat berbicara atau sebelumnya. Setelah 'will' harus diikuti oleh kata kerja dasar.
I will call you when I arrive at the station.
Saya akan meneleponmu ketika saya tiba di stasiun.
EN: The infinitive phrase 'to be sure' acts as an adverb of purpose, explaining 'why' the action (checking the forecast) is being performed. It means 'in order to make certain'.
Bahasa Indonesia: Frasa infinitif 'to be sure' di sini berfungsi sebagai kata keterangan tujuan, menjelaskan 'mengapa' tindakan tersebut dilakukan (memeriksa ramalan cuaca). Artinya 'untuk memastikan' atau 'agar pasti'.
We locked the door to be sure.
Kami mengunci pintu untuk memastikan keamanan.
EN: First Conditional (Conditional Type 1) is used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the Present Simple tense, and a main clause in the Future Simple tense (will + base verb).
Bahasa Indonesia: Kondisional Pertama (Conditional Type 1) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausa subordinat yang diawali if menggunakan present simple (Present Simple), sedangkan klausa utama menggunakan future simple (will + base verb).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Indefinite pronouns like 'everyone' and 'something' are grammatically singular. Therefore, the verb that follows them in the present simple tense must take the singular form (e.g., 'brings' with an -s).
Bahasa Indonesia: Pronomina tak tentu seperti 'everyone' (setiap orang) dan 'something' (sesuatu) secara gramatikal dianggap tunggal. Oleh karena itu, dalam present simple, kata kerja yang mengikutinya harus menggunakan bentuk tunggal (contoh: 'brings' dengan tambahan -s di akhir kata kerja).
Everyone wants to join the party.
Setiap orang ingin ikut serta dalam pesta ini.
EN: First Conditional: Used to talk about possibilities in the present or in the future. The structure is 'If + simple present, will + base verb'. The 'if-clause' represents the condition, and the 'main clause' represents the result.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (First Conditional): digunakan untuk membicarakan kemungkinan nyata di masa sekarang atau masa depan dan hasilnya. Strukturnya adalah 'If + simple present, will + base verb'. Klausul if menyatakan kondisi, sedangkan klausul utama menyatakan hasil.
If it rains on Friday, we will stay at home.
Jika hari Jumat hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Reciprocal Pronoun 'each other': Used when two or more people do the same thing to one another. It indicates a mutual relationship or action.
Bahasa Indonesia: Kata ganti timbal balik 'each other' (satu sama lain): digunakan ketika dua orang atau lebih melakukan hal yang sama terhadap satu sama lain, menunjukkan hubungan atau tindakan timbal balik.
We should respect each other.
Kita harus saling menghormati.
EN: In English-speaking cultures, fostering teamwork and mutual support is highly valued, especially in group activities or school trips. The phrase 'have a great day' is a very common, friendly, and positive social expression used to encourage others.
EN: The Zero Conditional is used to talk about general truths, habits, or scientific facts. It uses the Present Simple tense in both the condition clause (if-clause) and the result clause. In this sentence, 'always has' and 'go wrong' are both in the present simple, expressing a universal rule of planning.
Bahasa Indonesia: Kondisional Nol (Zero Conditional) digunakan untuk membicarakan kebenaran umum, kebiasaan, atau fakta ilmiah. Strukturnya menggunakan present simple baik pada klausa kondisi (klausa if) maupun klausa hasil. Dalam kalimat ini, "always has" dan "go wrong" keduanya menggunakan present simple untuk menyatakan prinsip umum dalam merencanakan sesuatu.
If you heat ice, it melts.
Jika kamu memanaskan es, es itu akan mencair.
EN: The phrase 'go wrong' is a common English idiom meaning to fail, deteriorate, or result in a bad outcome. 'Go' acts as a linking verb here, followed by the adjective 'wrong' to describe a change in state.
Bahasa Indonesia: Frasa "go wrong" adalah idiom bahasa Inggris yang umum, berarti gagal, memburuk, atau menghasilkan hasil yang buruk. Di sini, "go" digunakan sebagai kata kerja penghubung (linking verb), diikuti oleh adjektiva "wrong" untuk mendeskripsikan perubahan keadaan.
If anything goes wrong, call me immediately.
Jika terjadi kesalahan apa pun, segera telepon saya.
EN: The concept of having a 'backup' (often referred to as 'Plan B') is deeply ingrained in Western organizational and personal culture. It reflects a pragmatic mindset that values preparedness and risk management, as encapsulated in Murphy's Law ('Anything that can go wrong will go wrong').
EN: This sentence uses the First Conditional structure to talk about a possible future situation and its consequence. The 'if-clause' uses the simple present tense ('is late'), while the main clause uses 'will' + base verb ('will we do') to ask about the future result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur 'First Conditional' untuk membicarakan situasi nyata yang mungkin terjadi di masa depan dan hasilnya. Klausul kondisi (if-clause) menggunakan simple present tense (is late), sedangkan klausul utama menggunakan 'will + base verb' (will we do) untuk menanyakan hasil di masa depan.
What will we do if it rains tomorrow?
Jika besok hujan, apa yang akan kita lakukan?
EN: In English questions, the auxiliary verb 'will' is placed before the subject 'we' to form the interrogative structure ('What will we do...').
Bahasa Indonesia: Dalam pertanyaan bahasa Inggris, kata kerja bantu 'will' harus ditempatkan sebelum subjek 'we' untuk membentuk struktur pertanyaan (What will we do...).
Where will you go if you have a holiday?
Jika kamu punya liburan, ke mana kamu akan pergi?
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the simple present tense ('is late') and a main clause in the simple future tense with 'will' ('will take').
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Type 1 Conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausul kondisi yang diawali dengan 'if' menggunakan simple present tense (seperti 'is late'), sedangkan klausul utama menggunakan simple future dengan 'will' (seperti 'will take').
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The use of 'late' as an adjective: In this sentence, 'late' functions as a subject complement following the linking verb 'is' to describe the status of the bus.
Bahasa Indonesia: Penggunaan 'late' sebagai kata sifat: Dalam kalimat ini, 'late' berfungsi sebagai kata sifat yang mengikuti kata kerja penghubung 'is' sebagai pelengkap subjek, untuk memodifikasi keadaan subjek 'the bus'.
The train was late because of the heavy snow.
Kereta terlambat karena salju besar.
EN: The phrase 'What if...?' is a common conversational pattern used to ask about the consequences of a hypothetical situation or to express concern about a potential future event. It is a shortened form of 'What will happen if...?' or 'What should we do if...?' and is followed by a subject and a verb in the present simple tense when referring to future possibilities.
Bahasa Indonesia: Frasa 'What if...?' (Bagaimana jika...?) adalah pola percakapan umum yang digunakan untuk menanyakan konsekuensi dari situasi hipotetis, atau untuk menunjukkan kekhawatiran tentang peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan. Ini adalah bentuk singkat dari 'What will happen if...?' atau 'What should we do if...?', diikuti oleh subjek dan kata kerja simple present tense untuk menunjukkan kemungkinan di masa depan.
What if it rains during our outdoor concert?
Bagaimana jika hujan selama konser luar ruangan kita?
EN: The verb 'get' is often used as a linking verb meaning 'to become' or 'to reach a state'. It is commonly followed by an adjective (e.g., 'hot', 'cold', 'tired') to describe a change in condition or state.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'get' sering digunakan sebagai kata kerja penghubung yang berarti 'menjadi' atau 'mencapai suatu keadaan'. Kata ini biasanya diikuti oleh kata sifat (misalnya 'hot' panas, 'cold' dingin, 'tired' lelah) untuk menggambarkan perubahan keadaan atau situasi.
It gets dark very early in the winter.
Pada musim dingin, hari menjadi gelap lebih awal.
EN: First Conditional (Conditional Type 1): Used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'. The 'if-clause' presents the condition, and the main clause presents the result.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (real conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah 'If + simple present, will + base verb'. Klausul yang diawali dengan 'if' menyatakan kondisi, sedangkan klausul utama menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: Adverbial prepositional phrase of place: 'under the trees' acts as an adverbial phrase modifying the verb 'rest', indicating the location where the action takes place.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional tempat sebagai kata keterangan: 'under the trees' (di bawah pohon) berfungsi sebagai frasa keterangan yang memodifikasi kata kerja 'rest' (beristirahat), untuk menunjukkan tempat terjadinya tindakan.
We sat under the umbrella to avoid the sun.
Kami duduk di bawah payung untuk berlindung dari sinar matahari.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the simple present tense ('If I forget...') and a main clause in the simple future tense ('will you lend...').
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (real conditional): digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausul subordinat yang diawali dengan 'if' menggunakan simple present tense (seperti 'If I forget...'), sedangkan klausul utama menggunakan simple future tense (seperti 'will you lend...').
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kami akan tinggal di rumah.
EN: The verb 'lend' is a ditransitive verb, which means it takes two objects: an indirect object (the person receiving, 'me') and a direct object (the thing being given, 'one'). The pattern is 'lend + someone + something'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja 'lend' (meminjamkan) adalah kata kerja transitif ganda, yang berarti ia membutuhkan dua objek: objek tidak langsung (penerima 'me') dan objek langsung (benda 'one'). Pola umumnya adalah 'lend + seseorang + sesuatu'.
Can you lend me your pen?
Bisakah kamu meminjamkan pulpenmu kepadaku?
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (in the Simple Present tense) and a main clause (usually with 'will' + base verb).
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (First Conditional) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya terdiri dari klausul kondisi yang diawali dengan 'if' (menggunakan simple present tense) dan klausul utama (biasanya menggunakan 'will + base verb').
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The word 'extra' can function as a noun meaning 'an additional item of the same kind' or 'something more than what is usual or necessary'.
Bahasa Indonesia: Kata 'extra' di sini digunakan sebagai kata benda yang berarti 'orang atau benda tambahan' atau 'cadangan', merujuk pada benda yang telah disebutkan sebelumnya dalam konteks (seperti topi).
I always keep an extra in my car.
Saya selalu menyimpan satu cadangan di mobil.
EN: In English-speaking cultures, offering to bring an 'extra' (like an extra hat, umbrella, or snack) is a common way to show friendliness and preparedness when planning outdoor group activities.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will/can + base verb) to talk about a real and possible future situation. The modal verb 'can' is used here instead of 'will' to express permission or possibility.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur 'First Conditional' (If + simple present, will/can + base verb) untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Di sini, kata kerja bantu 'can' digunakan sebagai pengganti 'will' untuk menunjukkan izin atau kemungkinan.
If you finish your homework, you can watch TV.
Jika kamu sudah menyelesaikan pekerjaan rumahmu, kamu boleh menonton TV.
EN: The word 'early' is used here as an adverb modifying the verb 'finish', indicating that the action is completed before the expected or usual time.
Bahasa Indonesia: Kata 'early' di sini digunakan sebagai kata keterangan yang memodifikasi kata kerja 'finish' (menyelesaikan), menunjukkan bahwa tindakan tersebut selesai sebelum waktu yang diharapkan atau biasanya (lebih awal).
She arrived early to get a good seat.
Dia tiba lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk yang bagus.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the simple present tense ('if the water is clean') and a main clause in the simple future tense with 'will' ('we will swim there').
Bahasa Indonesia: Kalimat pengertian pertama (Type 1 Conditional): digunakan untuk membahas situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya terdiri dari klausul 'if' yang menggunakan simple present (seperti if the water is clean), dan klausul utama yang menggunakan simple future dengan 'will' (seperti we will swim there).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kami akan tinggal di rumah.
EN: Adverbial of Place 'there': Used to refer to a place that has already been mentioned in the context (in this case, the beach/water). It functions as an adverb modifying the verb 'swim'.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan tempat 'there' (di sana): digunakan untuk merujuk pada tempat yang sudah disebutkan sebelumnya dalam konteks (di sini, pantai atau perairan). Kata ini berfungsi sebagai kata keterangan yang memodifikasi kata kerja 'swim' (berenang).
I like that park, so I often jog there.
Saya suka taman itu, jadi saya sering berlari di sana.
EN: First Conditional (Conditional Type 1) is used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'.
Bahasa Indonesia: Kalimat pengipe pertama (Conditional Type 1) digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah 'If + simple present, will + base verb'.
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The word 'nothing' is a singular indefinite pronoun meaning 'no single thing'. When used as a subject, it takes a singular verb and has a negative meaning built-in, so the sentence does not need another negative word like 'not'.
Bahasa Indonesia: Kata 'nothing' adalah kata ganti tak tentu tunggal yang berarti 'tidak ada satu hal pun'. Ketika digunakan sebagai subjek, kata kerja harus dalam bentuk tunggal, dan karena sudah mengandung makna negatif, tidak perlu menggunakan kata negatif seperti 'not' dalam kalimat.
Nothing is impossible if you try your best.
Jika kamu berusaha sebaik mungkin, tidak ada yang tidak mungkin.
EN: The phrase 'go wrong' is a very common idiomatic expression in English meaning to fail or to result in a bad outcome. Having a 'backup' (or Plan B) is highly valued in professional and personal planning in Western culture to ensure efficiency and reduce anxiety.
EN: The contraction 'let's' (let us) is used to make a suggestion or proposal for joint action. It is followed by the base form of the verb (bare infinitive).
Bahasa Indonesia: Kontraksi "let's" (yaitu let us) digunakan untuk membuat saran atau usulan agar melakukan sesuatu bersama. Setelahnya diikuti kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa to).
Let's start the meeting now.
Mari kita mulai rapat sekarang.
EN: The preposition 'before' is used to indicate that an action must be completed prior to a specific time or day (in this case, 'Friday').
Bahasa Indonesia: Preposisi "before" digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan harus diselesaikan sebelum waktu atau hari tertentu (di sini: "Jumat").
Please submit the report before Friday.
Silakan kumpulkan laporan sebelum hari Jumat.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: sebagai gantinya, melainkan
Dalam konteks: prakiraan cuaca
Dalam konteks: membatalkan
Dalam konteks: bergantung pada, tergantung pada
Dalam konteks: rencana cadangan, rencana alternatif
Dalam konteks: meminjamkan
Dalam konteks: ekstra, tambahan
Dalam konteks: memutuskan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
to experience problems or fail to happen as planned
salah, bermasalah
immediately; without delay
segera, tanpa menunda
to assist or support one another
saling membantu