EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + infinitive) to talk about a realistic future possibility and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi dan realistis di masa depan beserta hasilnya.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The phrase 'a day' is used as an adverbial of frequency, meaning 'per day' or 'every day'.
Bahasa Indonesia: Frasa 'a day' di sini digunakan sebagai kata keterangan frekuensi, yang berarti "per hari" atau "setiap hari".
She drinks two cups of coffee a day.
Dia minum dua cangkir kopi sehari.
EN: In many English-speaking countries, saving small amounts of money daily (like the cost of a cup of coffee) is a common financial advice concept often referred to as the 'Latte Factor'. It emphasizes how micro-savings can lead to significant purchases over time.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + base verb) to talk about a real and possible future situation and its result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta hasilnya.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The words 'less' and 'more' are comparative adverbs/determiners used here to show a relationship of proportion (spending a smaller amount leads to having a larger amount).
Bahasa Indonesia: "less" (lebih sedikit) dan "more" (lebih banyak) adalah kata keterangan/penentu perbandingan yang digunakan di sini untuk menunjukkan hubungan proporsional (membelanjakan lebih sedikit akan menghasilkan memiliki lebih banyak).
If we eat less junk food, we will have more energy.
Jika kita makan lebih sedikit junk food, kita akan memiliki lebih banyak energi.
EN: In English-speaking cultures, personal financial responsibility and 'smart spending' are highly valued. Phrases like 'spend less, save more' are common advice in discussions about budgeting and achieving financial independence.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + infinitive) to talk about a real and possible future situation. The 'if-clause' sets the condition, and the 'main clause' shows the likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Klausa yang dipimpin oleh if menyatakan kondisi, sedangkan klausa utama menyatakan kemungkinan hasil.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The word 'cost' is used as a noun here, referring to the amount of money needed to buy, do, or make something. 'Share the cost' is a common collocation meaning to divide the expense among a group.
Bahasa Indonesia: "cost" di sini digunakan sebagai kata benda, yang merujuk pada jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli, melakukan, atau membuat sesuatu. "share the cost" adalah frasa kolokasi umum yang berarti "berbagi biaya (membagi tagihan secara merata)".
EN: In English-speaking cultures, splitting the bill or 'sharing the cost' is very common among friends, colleagues, and classmates. It is often referred to informally as 'going Dutch' or 'splitting the bill'. It reflects a cultural value of independence and fairness in financial matters.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + base verb) to talk about a realistic future possibility and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur First Conditional (If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar), yang digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta hasil yang diharapkan.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The word 'fast' is used here as an adverb meaning 'quickly' or 'rapidly', modifying the verb 'save'. In English, 'fast' can function as both an adjective and an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata 'fast' di sini digunakan sebagai kata keterangan yang berarti 'dengan cepat', memodifikasi kata kerja 'save' (menabung). Dalam bahasa Inggris, 'fast' memiliki bentuk yang sama sebagai kata sifat dan kata keterangan, tanpa perlu menambahkan -ly.
She drives fast but safely.
Dia mengemudi dengan cepat tetapi aman.
EN: In English-speaking countries, it is very common for high school and university students to take on 'part-time jobs' (such as working in retail or food service) to gain financial independence and learn how to manage money early in life.
EN: The First Conditional is used to talk about possibilities in the present or in the future. It uses the structure: 'If + Simple Present, will + base verb'. The 'if-clause' represents the condition, and the 'main clause' represents the result.
Bahasa Indonesia: First Conditional digunakan untuk membahas kemungkinan nyata di masa sekarang atau masa depan. Strukturnya adalah: "If + present simple, will + kata kerja dasar". Klausa bawahan yang dipimpin oleh if menyatakan kondisi, sedangkan klausa utama menyatakan hasil.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: Adverbs of manner (like 'wisely') describe how an action is performed. They are often formed by adding '-ly' to an adjective (wise -> wisely) and usually place after the verb they modify.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan cara (seperti 'wisely') menggambarkan bagaimana suatu tindakan dilakukan. Biasanya dibentuk dengan menambahkan '-ly' pada akhir kata sifat (misalnya wise menjadi wisely), dan biasanya ditempatkan setelah kata kerja yang dimodifikasi.
She drives carefully in the rain.
Dia mengemudi dengan hati-hati di tengah hujan.
EN: In Western culture, personal budgeting and financial literacy are highly valued from a young age. Discussing 'making a budget' is a common and positive topic related to self-discipline and independence.
EN: The First Conditional (Conditional Type 1) is used to talk about real and possible future situations. It uses the Present Simple tense in the 'if-clause' (condition) and 'will' + base verb in the 'main clause' (result).
Bahasa Indonesia: First Conditional (Kondisional Tipe 1) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausa kondisi yang dipimpin oleh if menggunakan "present simple", sedangkan klausa utama (hasil) menggunakan "will + kata kerja dasar".
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The verb 'skip' in this context means to intentionally not do or have something that you usually do or have, such as skipping a meal or a snack.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "skip" dalam konteks ini berarti dengan sengaja tidak melakukan atau tidak mengonsumsi sesuatu yang biasanya dilakukan/dikonsumsi, misalnya melewatkan makan atau tidak makan camilan.
I decided to skip breakfast because I woke up late.
Karena aku bangun terlalu siang, aku memutuskan untuk melewatkan sarapan.
EN: In modern consumer culture, 'skipping snacks' or 'cutting back on small treats' (like daily coffee or snacks) is a commonly discussed personal finance tip, often referred to as the 'Latte Factor'—the idea that small, daily unnecessary expenses add up to a significant amount over time.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + infinitive) to talk about a realistic future possibility and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur First Conditional (If + simple present, will + kata kerja bentuk dasar), yang digunakan untuk menggambarkan situasi yang sangat mungkin terjadi dan realistis di masa depan beserta hasil yang mungkin ditimbulkannya.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The phrasal verb 'plan ahead' means to make preparations for something before it happens, emphasizing foresight.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'plan ahead' berarti 'merencanakan sebelumnya' atau 'bersiap-siap', menekankan pada persiapan yang dilakukan sebelum sesuatu terjadi.
You need to plan ahead if you want to study abroad.
Jika kamu ingin belajar di luar negeri, kamu perlu membuat rencana yang matang sebelumnya.
EN: In Western cultures, especially in the context of environmental sustainability and personal finance, 'avoiding waste' (both food waste and financial waste) is highly valued and often discussed as a key habit of responsible citizenship.
EN: First Conditional (Type 1 Conditional): Used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'. The 'if-clause' presents the condition, and the 'main clause' presents the probable result.
Bahasa Indonesia: First Conditional (Kondisional Tipe 1): Digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + present simple, will + kata kerja dasar". Klausa "if" menyatakan kondisi, sedangkan klausa utama menyatakan hasil yang mungkin terjadi.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The use of 'wait for': A phrasal verb meaning to stay in a place or delay action until something expected happens. It must be followed by an object.
Bahasa Indonesia: Penggunaan 'wait for': Ini adalah frasa kerja yang berarti menunggu sesuatu atau seseorang datang. Frasa ini harus diikuti oleh objek (penerima).
She is waiting for the bus.
Dia sedang menunggu bus.
EN: In Western consumer culture, waiting for major sales events (like Black Friday, Cyber Monday, or seasonal clearance sales) is a very common and strategic way to manage personal finances and budget effectively.
EN: This sentence uses the First Conditional (If + Present Simple, ... will + infinitive) to talk about a real and possible future situation. The 'if-clause' presents the condition, and the 'main clause' presents the probable result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" (If + Present Simple, ... will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Klausa yang dipimpin oleh if menyatakan "kondisi", sedangkan klausa utama menyatakan "kemungkinan hasil".
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The word 'now' acts as an adverb of time modifying the verb 'save', indicating the immediate starting point of the action. 'Next year' is a time adverbial phrase modifying the verb 'travel', specifying when the future action will take place.
Bahasa Indonesia: "now" berfungsi sebagai kata keterangan waktu yang memodifikasi kata kerja "save", menunjukkan titik awal tindakan yang segera dimulai. "next year" adalah frasa keterangan waktu yang memodifikasi kata kerja "travel", dengan jelas menunjukkan kapan tindakan di masa depan akan terjadi.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + infinitive). It is used to talk about things that are real or possible in the future if a certain condition is met.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (Kondisional Pertama), dengan rumus "If + present simple, will + kata kerja dasar". Ini digunakan untuk menyatakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan jika suatu kondisi terpenuhi.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The verb 'reach' is a transitive verb meaning to achieve or attain a goal. It directly takes the object 'it' (referring to the goal) without needing a preposition like 'to'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "reach" di sini berfungsi sebagai kata kerja transitif, yang berarti "mencapai" atau "mewujudkan" suatu tujuan. Ia langsung diikuti oleh objek "it" (merujuk pada tujuan), tanpa perlu kata depan (seperti to).
EN: Setting goals and tracking personal financial progress is a highly valued habit in Western personal finance culture, often summarized by the acronym SMART goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
EN: This sentence uses the First Conditional (If + present simple, will + verb) to talk about a real and possible future situation. The 'if-clause' presents the condition, and the 'main clause' presents the likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Klausa yang dipimpin oleh if menyatakan "kondisi", sedangkan klausa utama menyatakan "kemungkinan hasil" jika kondisi tersebut terpenuhi.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The word 'spending' is used here as a gerund (verb+ing acting as a noun) meaning the amount of money spent. It functions as the direct object of the verb 'know'.
Bahasa Indonesia: "spending" di sini digunakan sebagai gerund (kata kerja+ing yang berfungsi sebagai kata benda), yang berarti "pengeluaran, biaya". Ia berfungsi sebagai objek langsung dari kata kerja "know".
We need to reduce our monthly spending.
Kita perlu mengurangi pengeluaran bulanan kita.
EN: In English-speaking countries, 'keeping a record' or 'budgeting' is highly encouraged from a young age to build financial literacy. The phrase 'keep a record' in this context specifically refers to tracking daily expenses, often using budgeting apps or a simple ledger.
EN: This sentence uses the First Conditional structure, which is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (present simple) and a main clause (will + base verb). Here, the main clause 'Small habits will help' comes first, so no comma is needed before 'if'.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" (Kondisional Pertama), yang digunakan untuk membahas situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Ini terdiri dari klausa kondisi yang dipimpin oleh if (menggunakan present simple) dan klausa utama (menggunakan will + kata kerja dasar). Dalam kalimat ini, klausa utama "Small habits will help" ditempatkan di depan, sehingga tidak perlu koma sebelum if.
You will pass the exam if you study hard.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The word 'help' is used here as an intransitive verb, meaning 'to be useful or make a situation better' without needing a direct object.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "help" di sini digunakan sebagai kata kerja intransitif, yang berarti "berguna, berperan, atau memperbaiki situasi", dan tidak perlu diikuti oleh objek langsung.
Every little bit helps when we are saving money.
Ketika kita sedang menabung, setiap sedikit pun akan membantu.
EN: This sentence reflects a common Western cultural value of incrementalism and self-improvement, often summarized by the philosophy of 'atomic habits' or 'small steps lead to big changes.' It emphasizes personal responsibility and the power of starting immediately ('today') rather than procrastinating.
EN: The Present Continuous tense (am/is/are + verb-ing) is used here to describe an ongoing action or process that is currently happening in the speaker's life, even if they are not doing it at this exact second.
Bahasa Indonesia: Present Continuous tense (am/is/are + kata kerja-ing) digunakan di sini untuk menggambarkan tindakan atau proses yang sedang berlangsung dalam kehidupan pembicara saat ini, meskipun tidak sedang dilakukan pada saat berbicara.
She is learning how to play the piano.
Dia sedang belajar cara bermain piano.
EN: The structure 'how + to-infinitive' acts as a noun phrase serving as the direct object of the verb. It is used to express the method or way of doing something.
Bahasa Indonesia: Struktur "how + to-infinitive" berfungsi sebagai frasa kata benda yang menjadi objek langsung dari kata kerja, digunakan untuk menyatakan cara atau metode melakukan sesuatu.
Do you know how to solve this problem?
Apakah kamu tahu cara menyelesaikan masalah ini?
EN: In modern Western culture, personal finance and 'smart saving' (such as budgeting, using apps, or finding deals) are highly valued skills. Discussing saving money is seen as a practical and positive habit, rather than a sign of financial struggle.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It uses the structure: 'If + present simple, will + base verb'. The 'if-clause' presents the condition, and the 'main clause' presents the result.
Bahasa Indonesia: First Conditional digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + present simple, will + kata kerja dasar". Klausa yang dipimpin oleh if menyatakan kondisi, sedangkan klausa utama menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The phrasal verb 'add up' means to gradually increase in amount or size until it becomes a significant total. 'Fast' is used here as an adverb modifying the verb phrase.
Bahasa Indonesia: Frasa kerja 'add up' di sini berarti jumlah atau nilai secara bertahap meningkat, menumpuk sedikit demi sedikit. 'fast' di sini digunakan sebagai kata keterangan untuk memodifikasi frasa kerja tersebut, menunjukkan bahwa akumulasi terjadi dengan cepat.
These small expenses add up quickly over a month.
Pengeluaran-pengeluaran kecil ini akan bertambah banyak secara mengejutkan dalam satu bulan.
EN: In Western personal finance culture, there is a popular concept called the 'Latte Factor' (coined by financial author David Bach). It suggests that skipping small daily luxuries, like a cup of coffee, and saving that money instead can lead to significant wealth over time. This sentence perfectly reflects that philosophy of micro-saving.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + Present Simple, ... will + infinitive) to talk about a realistic future possibility and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (If + Present Simple, ... will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta hasil yang diharapkan.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The comparative adverb 'more wisely' is used to modify the verb 'spend', showing that the action will be done in a smarter or more sensible way compared to now.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan perbandingan "more wisely" (dengan lebih bijak) digunakan untuk memodifikasi kata kerja "spend" (membelanjakan), menunjukkan bahwa tindakan tersebut akan dilakukan dengan cara yang lebih cerdas dan lebih masuk akal dibandingkan dengan saat ini.
She speaks more confidently after practicing.
Setelah berlatih, dia berbicara dengan lebih percaya diri.
EN: In many English-speaking cultures, personal budgeting and financial literacy are highly valued and often taught early. Discussing 'making a budget' reflects a practical, self-reliant approach to personal finance.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + infinitive) to talk about a real and possible future situation and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta kemungkinan hasilnya.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The phrase 'a lot' is used as an adverb meaning 'very much' or 'a great deal' to modify the verb 'save'.
Bahasa Indonesia: Frasa 'a lot' di sini digunakan sebagai kata keterangan yang berarti "sangat banyak" atau "banyak sekali" untuk memodifikasi kata kerja 'save' (menghemat).
She practices the piano a lot.
Dia menghabiskan banyak waktu untuk berlatih piano.
EN: In Western countries, 'bringing lunch from home' (often called 'brown-bagging' in the US) is a very common and respected way to save money and eat healthier, especially among office workers and students.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause (present simple tense) and a main clause (future tense with 'will').
Bahasa Indonesia: First Conditional (Kondisional Pertama) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya terdiri dari klausul kondisi yang diawali dengan if (menggunakan present simple) dan klausul utama (menggunakan will + verb base).
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The prepositional phrase 'on sale' means available for purchase at a reduced price. The adverb 'then' is used here to refer to that specific time in the future when the condition is met.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional 'on sale' berarti "sedang dijual dengan harga diskon" atau "obral". Sedangkan kata keterangan 'then' di sini digunakan sebagai kata keterangan waktu yang merujuk pada "saat itu" di masa depan ketika kondisi tersebut terpenuhi.
I only buy clothes when they are on sale.
Saya hanya akan membeli pakaian ketika sedang obral.
EN: In consumer-oriented cultures like the US, waiting for sales (such as Black Friday or seasonal clearance) is a very common and respected smart-shopping strategy, rather than a sign of being poor.
EN: The First Conditional is used to talk about real and possible future situations. It uses the present simple tense in the 'if-clause' (condition) and 'will' + base verb in the main clause (result).
Bahasa Indonesia: First Conditional digunakan untuk membicarakan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Dalam klausa kondisi yang diawali dengan if, gunakan simple present tense sebagai pengganti future tense; pada klausa utama (hasil), gunakan 'will' + kata kerja bentuk dasar.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The word 'sooner' is the comparative form of the adverb 'soon', used here to modify the verb phrase 'reach my goal' to indicate that the action will happen in a shorter period of time.
Bahasa Indonesia: Kata 'sooner' adalah bentuk komparatif dari kata keterangan 'soon' (segera), yang di sini memodifikasi frasa kerja 'reach my goal', yang berarti tindakan tersebut akan terjadi dalam waktu yang lebih singkat (lebih cepat).
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + infinitive) to talk about a real and possible future situation and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta kemungkinan hasilnya.
If I study hard, I will pass the exam.
Jika aku belajar dengan giat, aku akan lulus ujian.
EN: The phrase 'where money goes' is a noun clause acting as the object of the verb 'see'. In noun clauses, we use statement word order (subject + verb) rather than question word order.
Bahasa Indonesia: Frasa "where money goes" adalah klausa kata benda yang berfungsi sebagai objek dari kata kerja "see". Dalam klausa kata benda, kita harus menggunakan urutan kata pernyataan (subjek + kata kerja), bukan urutan kata tanya.
I want to know where she lives.
Saya ingin tahu di mana dia tinggal.
EN: First Conditional (Conditional Type 1) is used to talk about real and possible future situations. The structure is 'If + present simple, will + base verb'. It expresses that if the condition in the present is met, the result in the future is likely to happen.
Bahasa Indonesia: First Conditional (Kondisional Tipe 1) digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah "If + present simple, will + kata kerja dasar". Ini berarti jika kondisi saat ini terpenuhi, hasil di masa depan sangat mungkin terjadi.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: An adjective clause (relative clause) is used to modify a noun. In this sentence, 'I want' is an adjective clause modifying 'the bike'. The relative pronoun 'that' or 'which' is omitted because it acts as the object of the verb 'want'.
Bahasa Indonesia: Klausa kata sifat (klausa relatif) digunakan untuk memodifikasi kata benda. Dalam kalimat ini, "I want" adalah klausa kata sifat yang memodifikasi "the bike". Kata ganti relatif "that" atau "which" dihilangkan di sini karena berfungsi sebagai objek dari kata kerja "want" dalam klausa tersebut.
This is the book I bought yesterday.
Ini buku yang saya beli kemarin.
EN: The simple future tense is formed using 'will' followed by the base form of the verb (bare infinitive). It is used to express predictions, promises, or future facts.
Bahasa Indonesia: Future simple tense dibentuk dengan kata kerja bantu "will" diikuti oleh bentuk dasar kata kerja. Tense ini digunakan untuk menyatakan prediksi, janji, atau fakta yang akan terjadi di masa depan.
Regular exercise will improve your health.
Olahraga teratur akan meningkatkan kesehatanmu.
EN: The phrase 'my whole life' acts as an adverbial objective (or adverbial noun phrase) expressing duration, meaning 'for my entire life' or 'throughout my life' without needing a preposition.
Bahasa Indonesia: Frasa "my whole life" di sini berfungsi sebagai frasa keterangan yang menyatakan durasi waktu, yang berarti "sepanjang hidupku" atau "seumur hidup", dan dalam bahasa lisan maupun tulisan sering kali menghilangkan kata depan "for".
She lived in this small town her whole life.
Dia telah tinggal di kota kecil ini sepanjang hidupnya.
EN: In English-speaking cultures, financial literacy and establishing 'good money habits' (like budgeting and saving early) are highly emphasized as essential life skills for personal independence and security.
EN: This sentence uses the First Conditional (第一條件句) to talk about a possible future situation and its result. The structure consists of a main clause with 'will' and an 'if' clause in the simple present tense. In this question form, the main clause is inverted to ask about the result: 'What will you do...?'
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" untuk membahas kemungkinan situasi di masa depan beserta hasilnya. Strukturnya terdiri dari klausa utama yang mengandung 'will' dan klausa kondisi 'if' yang menggunakan present simple. Dalam bentuk pertanyaan ini, klausa utama diubah menjadi urutan kata tanya untuk menanyakan hasil: "What will you do...?" (Apa yang akan kamu lakukan?)
What will you buy if you go to the mall?
Jika kamu pergi ke pusat perbelanjaan, apa yang akan kamu beli?
EN: The word 'enough' is used as an adverb modifying the verb 'save'. When 'enough' functions as an adverb meaning 'to the required degree', it typically placed after the adjective or adverb it modifies, or as a determiner/pronoun meaning 'as much as necessary' after a verb when the noun is implied (e.g., 'save enough [money]').
Bahasa Indonesia: "enough" (cukup) di sini digunakan sebagai kata keterangan atau kata ganti yang memodifikasi kata kerja "save". Ketika "enough" berarti "mencapai tingkat atau jumlah yang diperlukan", ia sering ditempatkan setelah kata kerja yang dimodifikasi; di sini objek "money" (uang) dihilangkan, yang berarti "menabung cukup uang".
I think we have slept enough.
Saya rasa kita sudah cukup tidur.
EN: In English-speaking cultures, discussing personal financial habits like saving money is common and encouraged, especially as a way to set personal goals (like buying a bike or a camera). However, asking someone exactly how much money they have saved can be considered too personal or impolite. Asking about general plans ('What will you do if...') is a friendly and polite way to discuss future goals.
EN: This sentence uses the First Conditional (If + Present Simple, ... Will + Verb) to talk about a realistic future possibility and its likely result.
Bahasa Indonesia: Pola kalimat ini adalah "First Conditional" (If + Present Simple, ... Will + Kata Kerja Dasar), digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta kemungkinan hasilnya.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The word 'enough' is used as an adverb modifying the verb 'save' to indicate a sufficient amount.
Bahasa Indonesia: "enough" di sini digunakan sebagai kata keterangan yang memodifikasi kata kerja "save" (menabung), untuk menunjukkan jumlah atau tingkat yang cukup.
If you study enough, you will pass the exam.
Jika kamu membaca cukup banyak buku, kamu akan lulus ujian.
EN: This sentence uses the First Conditional structure, which is used to talk about real and possible future situations. It consists of an 'if' clause in the simple present tense ('If I get a job') and a main clause in the simple future tense with 'will' ('I will help my family').
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" (Kondisional Pertama), yang digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya terdiri dari klausa bawahan dengan present simple yang dipimpin oleh if (If I get a job) dan klausa utama dengan future simple menggunakan will (I will help my family).
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The verb 'get' is used here in the sense of 'to obtain' or 'to find' employment. It is a highly common collocated verb with 'job'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "get" di sini berarti "memperoleh" atau "mendapatkan" pekerjaan. Ini adalah kolokasi yang sangat umum dan informal dengan kata "job" (pekerjaan).
EN: This sentence uses the First Conditional structure, which is used to talk about real and possible future situations. The structure consists of an 'if' clause in the present simple tense ('If we plan...') and a main clause in the future simple tense with 'will' ('we will share...').
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (Kondisional Pertama), yang digunakan untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya terdiri dari klausa bawahan dengan present simple yang diawali oleh if (If we plan...) dan klausa utama dengan future simple menggunakan will (we will share...).
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The noun 'cost' refers to the amount of money needed to buy, do, or make something. In this context, 'share the cost' is a common collocation meaning to split the expenses of an activity among a group of people.
Bahasa Indonesia: Kata benda "cost" mengacu pada jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli, melakukan, atau membuat sesuatu. Dalam konteks ini, "share the cost" adalah kolokasi umum yang berarti berbagi biaya suatu kegiatan dengan sekelompok orang.
EN: In many Western cultures, 'sharing the cost' or 'going Dutch' (splitting the bill) is a very common and socially accepted practice among friends, colleagues, and travel companions. It promotes independence and ensures that financial burdens do not fall on a single person.
EN: The First Conditional (If + Present Simple, Will + Verb) is used to talk about possible future events and their likely results. The 'if-clause' sets the condition, and the main clause shows the result.
Bahasa Indonesia: First Conditional (If + Present Simple, Will + Kata Kerja) digunakan untuk menggambarkan situasi yang mungkin terjadi di masa depan beserta kemungkinan hasilnya. "Klausa if" menetapkan kondisi, sedangkan "klausa utama" menunjukkan hasil.
If you study hard, you will pass the exam.
Jika kamu belajar dengan giat, kamu akan lulus ujian.
EN: The word 'less' is a comparative adverb or determiner used to describe a smaller amount of something. In this sentence, 'spend less' means spending a smaller amount of money, and 'worry less' means experiencing a smaller amount of anxiety.
Bahasa Indonesia: "less" adalah kata keterangan atau penentu perbandingan yang digunakan untuk menggambarkan jumlah yang lebih kecil dari sesuatu. Dalam kalimat ini, "spend less" berarti membelanjakan lebih sedikit uang, dan "worry less" berarti mengurangi kekhawatiran.
If we eat less sugar, we will feel healthier.
Jika kita makan lebih sedikit gula, kita akan merasa lebih sehat.
EN: This sentence reflects a common minimalist philosophy in modern English-speaking cultures: 'less is more'. It connects financial mindfulness directly to mental well-being and stress reduction.
EN: This sentence uses the First Conditional (If + present simple, will + verb) to talk about a real and possible future situation. The 'if-clause' presents the condition, and the 'main clause' presents the result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. "Klausa if" menyatakan kondisi, sedangkan "klausa utama" menyatakan hasil.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The verb 'tell' is a ditransitive verb, which means it can take two objects: an indirect object (the person being told) and a direct object (the information being shared). In this sentence, 'you' is the indirect object, and the direct object is implied from the context.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "tell" (memberitahu) adalah kata kerja dwitransitif, yang berarti dapat menerima dua objek: objek tidak langsung (orang yang diberitahu) dan objek langsung (informasi yang dibagikan). Dalam kalimat ini, "you" adalah objek tidak langsung, sedangkan objek langsung dihilangkan dalam konteks.
She will tell us the story later.
Dia akan menceritakan kisah itu kepada kita nanti.
EN: This sentence uses the First Conditional (第一條件句) to talk about a realistic future possibility. The structure consists of an 'if' clause in the simple present tense ('If we cook') and a main clause in the simple future tense with 'will' ('we will save').
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan "First Conditional" untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan. Strukturnya adalah: klausa kondisi yang dipimpin oleh if menggunakan present simple (If we cook), sedangkan klausa utama menggunakan future simple dengan will (we will save).
If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan tinggal di rumah.
EN: The phrase 'at home' is a prepositional phrase acting as an adverb of place. In English, we omit the article 'the' when referring to 'home' in this general sense of one's own residence.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisional "at home" di sini berfungsi sebagai kata keterangan tempat. Dalam bahasa Inggris, ketika merujuk pada "rumah" tempat tinggal seseorang secara umum, kata sandang the biasanya dihilangkan, cukup dengan at home.
I like to relax at home on weekends.
Saya suka bersantai di rumah pada akhir pekan.
EN: In many English-speaking cultures, 'cooking at home' is not only seen as a way to save money but is also highly associated with a healthy lifestyle and family bonding. Meal prepping (preparing meals for the week ahead) has become a popular modern trend.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + base verb) to talk about a realistic future possibility and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta kemungkinan hasilnya.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The pronoun 'everyone' is an indefinite pronoun. In English, indefinite pronouns ending in -one or -body are grammatically singular and take a singular verb (e.g., 'helps' with an -s).
Bahasa Indonesia: Kata ganti 'everyone' (setiap orang) adalah kata ganti tak tentu. Dalam tata bahasa Inggris, kata ganti tak tentu yang berakhiran -one atau -body dianggap tunggal, sehingga harus diikuti oleh kata kerja tunggal (misalnya: 'helps' dengan tambahan -s).
Everyone wants to succeed.
Setiap orang ingin sukses.
EN: This sentence uses the First Conditional structure (If + present simple, will + base verb) to talk about a realistic future possibility and its likely result.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini menggunakan struktur "First Conditional" (If + present simple, will + kata kerja dasar) untuk menggambarkan situasi nyata yang sangat mungkin terjadi di masa depan beserta hasilnya.
If it rains tomorrow, we will cancel the picnic.
Jika besok hujan, kami akan membatalkan piknik.
EN: The adverb 'today' and noun 'tomorrow' function as temporal markers, establishing a contrast between the present action and the future consequence.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan 'today' (hari ini) dan kata benda 'tomorrow' (besok) berfungsi sebagai penanda waktu, membangun hubungan kontras antara "tindakan sekarang" dan "hasil di masa depan".
If you study today, the exam tomorrow will be easy.
Jika kamu belajar hari ini, ujian besok akan menjadi sangat mudah.
EN: This sentence reflects a common proactive and optimistic mindset in English-speaking cultures, emphasizing that taking action in the present leads to positive future outcomes.
EN: The causative verb 'make' is used here in the pattern 'make + object + bare infinitive (verb base)'. This structure means to cause something to happen or force someone/something to perform an action. In this sentence, 'make our dreams (object) come (bare infinitive) true'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja kausatif "make" digunakan di sini dalam pola "make + objek + kata kerja dasar". Struktur ini berarti "menyebabkan sesuatu terjadi" atau "membuat seseorang/sesuatu melakukan suatu tindakan". Dalam kalimat ini, menjadi "make our dreams (objek) come (kata kerja dasar) true".
Music always makes me feel relaxed.
Musik selalu membuatku merasa rileks.
EN: The phrase 'come true' is a phrasal verb/idiom meaning to materialize or become reality. 'Come' acts as a linking verb here, followed by the adjective 'true' acting as a subject complement.
Bahasa Indonesia: Frasa "come true" adalah frasa kerja/idiom yang berarti "terwujud" atau "menjadi kenyataan". Di sini, "come" berfungsi sebagai kata kerja penghubung, diikuti oleh kata sifat "true" sebagai pelengkap subjek.
With hard work, your plans will come true.
Berusahalah dengan keras, maka rencanamu akan terwujud.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Anggaran, yaitu perencanaan untuk pendapatan dan pengeluaran di masa depan.
Dalam konteks: Dengan bijak, dengan cerdas.
Dalam konteks: Menghindari, mencegah.
Dalam konteks: Pemborosan, pembuangan.
Dalam konteks: Catatan, pencatatan.
Dalam konteks: kebiasaan
Dalam konteks: sabar
Dalam konteks: Berbagi, menanggung bersama (biaya).
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
to make plans for something before it happens
Merencanakan sebelumnya, bersiap-siap.
to increase gradually in quantity or size until it becomes a large amount
Menumpuk sedikit demi sedikit, bertambah secara bertahap.
to write down information to refer to in the future
Membuat catatan, mencatat pengeluaran.
to become reality; to actually happen
Terwujud, menjadi kenyataan.