EN: Linking Verbs (Sensory Verbs): Verbs of senses such as 'smell', 'taste', 'look', 'sound', and 'feel' are linking verbs. They are followed directly by adjectives (not adverbs) to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (kata kerja sensorik): Kata kerja indra seperti 'smell' (berbau), 'taste' (terasa saat dicicipi), 'look' (terlihat), 'sound' (terdengar), dan 'feel' (terasa saat disentuh/dirasakan) termasuk dalam kata kerja penghubung. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan) untuk menjelaskan subjek.
The cake tastes sweet.
Kue ini terasa sangat manis saat dicicipi.
EN: Adverbs of Degree: The word 'really' is an adverb of degree used to modify the adjective 'delicious', emphasizing the intensity of the quality.
Bahasa Indonesia: Kata keterangan tingkat: Kata 'really' (sangat) adalah kata keterangan tingkat yang digunakan untuk memodifikasi kata sifat 'delicious' (lezat) untuk menekankan intensitas kualitas tersebut.
This room is really clean.
Kamar ini benar-benar sangat bersih.
EN: In English-speaking cultures, commenting on the smell of food when it is served is a common and polite way to show appreciation to the host or chef before eating.
EN: The verb 'taste' is a linking verb (sensory verb) that connects the subject with an adjective that describes it (subject complement). Unlike action verbs, sensory verbs are followed directly by adjectives, not adverbs.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "taste" (terasa) adalah kata kerja penghubung (kata kerja perasa) yang menghubungkan subjek dengan kata sifat yang menjelaskan subjek tersebut (pelengkap subjek). Berbeda dengan kata kerja tindakan biasa, kata kerja perasa langsung diikuti oleh kata sifat, bukan kata keterangan.
The soup tastes delicious.
Sup ini rasanya sangat lezat.
EN: When a singular countable noun like 'cake' refers to a specific item, it requires a definite article 'the' before it.
Bahasa Indonesia: Ketika kata benda tunggal yang dapat dihitung seperti 'cake' (kue) merujuk pada benda tertentu, kata tersebut memerlukan artikel tertentu "the" di depannya.
The dog looks friendly.
Anjing itu terlihat sangat ramah.
EN: Linking Verbs (Sensory Verbs): The verb 'look' is a linking verb used to describe appearance. It is followed directly by an adjective (e.g., 'tired') to describe the subject, not an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (kata kerja perasa): Kata kerja "look" (terlihat) adalah kata kerja penghubung yang digunakan untuk menggambarkan penampilan. Kata ini langsung diikuti oleh kata sifat (contoh "tired") untuk menjelaskan subjek, bukan kata keterangan.
You look happy today.
Kamu terlihat sangat senang hari ini.
EN: Simple Present Tense for Current States: The simple present tense is used here with 'look' and 'are' to describe a current state or condition happening at the moment of speaking.
Bahasa Indonesia: Present tense untuk keadaan saat ini: Di sini, kata kerja "look" dan "are" digunakan dalam present tense untuk menggambarkan keadaan atau situasi yang sedang terjadi saat berbicara.
Are you ready for the meeting?
Apakah kamu siap untuk rapat?
EN: In English-speaking cultures, asking 'Are you okay?' or 'Is everything alright?' when someone looks tired or sad is a common and polite way to show empathy and care. It invites the person to share if they wish, but can also be answered briefly with 'Yeah, just a bit busy' if they prefer not to elaborate.
EN: The verb 'sounds' is a linking verb (sensory verb) used to describe the impression something makes on the listener. It is followed directly by adjectives (not adverbs) to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "sounds" (terdengar) adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menjelaskan kesan yang diberikan sesuatu kepada pendengarnya. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan) untuk menjelaskan subjek.
Your idea sounds wonderful.
Ide kamu terdengar sangat hebat.
EN: Using coordinate adjectives connected by 'and' to provide multiple descriptions of a single noun. In this case, 'calm' and 'peaceful' both describe the music.
Bahasa Indonesia: Menggunakan kata sifat setara yang dihubungkan oleh "and" (dan/lagi) untuk memberikan beberapa penjelasan tentang satu kata benda. Dalam kalimat ini, "calm" (tenang) dan "peaceful" (damai) digunakan untuk menjelaskan musik tersebut.
The room is bright and clean.
Ruangan ini terang dan bersih.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (sensory verb) used to describe physical sensations. It is followed directly by adjectives (not adverbs) to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menjelaskan sensasi fisik. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan) untuk menjelaskan subjek.
This silk scarf feels very smooth.
Syal sutra ini terasa sangat halus saat disentuh.
EN: The word 'so' is used as an intensifier before adjectives to mean 'very' or 'to such a high degree'.
Bahasa Indonesia: Kata "so" digunakan sebagai kata keterangan penekan sebelum kata sifat untuk berarti "sangat" atau "sampai tingkat yang begitu tinggi."
The weather today is so warm.
Cuaca hari ini terasa sangat hangat.
EN: The verb 'smell' is a linking verb (sensory verb) used to describe the scent of the subject. It is often followed directly by an adjective (e.g., 'smells fresh').
Bahasa Indonesia: Kata kerja "smell" (berbau) adalah kata kerja penghubung (kata kerja perasa) yang digunakan untuk menggambarkan bau subjek. Kata ini biasanya langsung diikuti oleh kata sifat (contoh: "smells fresh").
The coffee smells strong and rich.
Kopi ini berbau kuat dan harum.
EN: The prepositional phrase 'from the oven' acts as an adverbial modifier, indicating the source or origin of the freshness, implying the bread was baked very recently.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "from the oven" (dari oven) berfungsi sebagai keterangan yang menunjukkan sumber atau penyebab kesegaran, menyiratkan bahwa roti ini baru saja dipanggang.
The cookies are warm from the oven.
Kue kering ini baru keluar dari oven dan masih hangat.
EN: In Western culture, the smell of fresh bread baking in the oven is highly associated with comfort, warmth, and home. In real estate, sellers sometimes bake bread or cookies before an open house to make the home feel more inviting to potential buyers.
EN: The verb 'sound' is a linking verb (sensory verb) that is followed directly by an adjective (great) to describe the subject, rather than an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "sound" (terdengar) adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang langsung diikuti oleh kata sifat (great) untuk menjelaskan subjek, bukan kata keterangan.
Your plan sounds perfect.
Rencana kamu terdengar sangat sempurna.
EN: The prepositional phrase 'to me' is used to express a personal opinion or how something is perceived by a specific person.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "to me" digunakan untuk menyatakan pendapat pribadi atau bagaimana sesuatu terasa atau terlihat bagi seseorang tertentu.
This music sounds beautiful to her.
Musik ini terdengar sangat indah baginya.
EN: In English-speaking cultures, expressing enthusiastic agreement with phrases like 'sounds great to me' or 'sounds good' is a very common and polite way to accept suggestions or plans in both casual and professional settings.
EN: The verb 'smell' is used here as a linking verb (sensory verb). Sensory verbs (such as look, sound, smell, taste, feel) are followed by an adjective (not an adverb) to describe the subject's state or quality.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "smell" di sini digunakan sebagai kata kerja penghubung (kata kerja sensorik). Kata kerja sensorik (seperti look, sound, smell, taste, feel) harus diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan), untuk menjelaskan dan menjelaskan keadaan atau ciri subjek.
The cake tastes sweet.
Kue ini terasa sangat manis saat dicicipi.
EN: The demonstrative adjective 'these' is the plural form of 'this'. It is used to point to plural nouns that are close to the speaker in distance or time.
Bahasa Indonesia: Kata sifat penunjuk "these" adalah bentuk jamak dari "this". Kata ini digunakan untuk menunjukkan kata benda jamak yang dekat dengan pembicara dalam ruang atau waktu (di sini menjelaskan kata benda jamak flowers).
These books are very interesting.
Buku-buku ini sangat menarik.
EN: Linking verbs (sensory verbs) like 'taste' are followed by adjectives, not adverbs, to describe the subject. In this sentence, 'tastes' connects the subject 'The lemon tea' with the adjective 'sour' to describe its quality.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) seperti "taste" (terasa saat dicicip) diikuti oleh kata sifat, bukan kata keterangan, untuk menjelaskan subjek. Dalam kalimat ini, "tastes" menghubungkan subjek "The lemon tea" dengan kata sifat "sour" untuk menjelaskan sifatnya.
The soup tastes delicious.
Sup ini terasa sangat lezat saat dicicipi.
EN: The phrase 'a little' is used as an adverbial modifier before adjectives to mean 'slightly' or 'to a small degree'.
Bahasa Indonesia: Frasa "a little" di sini digunakan sebagai kata keterangan yang memodifikasi kata sifat, yang berarti "sedikit" atau "agak."
I am a little tired after the long walk.
Setelah berjalan jauh, saya merasa sedikit lelah.
EN: The verb 'look' is a linking verb (copula) used to describe appearance. It is followed directly by an adjective (e.g., 'happy') to describe the subject, not an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "look" (terlihat) adalah kata kerja penghubung (linking verb) yang digunakan untuk menggambarkan penampilan. Kata ini langsung diikuti oleh kata sifat (seperti "happy") untuk menjelaskan subjek, bukan kata keterangan.
You look tired after the long flight.
Setelah penerbangan panjang, kamu terlihat lelah.
EN: The question 'What is the news?' uses the definite article 'the' to refer to the specific news or information that is causing the person to look happy. 'News' is an uncountable noun and takes a singular verb.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan "What is the news?" menggunakan kata sandang tertentu "the" untuk merujuk pada informasi atau berita tertentu yang menyebabkan orang tersebut terlihat senang. "News" (berita) adalah kata benda yang tidak dapat dihitung, sehingga harus menggunakan kata kerja tunggal.
What is the bad news you wanted to tell me?
Apa berita buruk yang ingin kamu sampaikan kepadaku?
EN: In English-speaking cultures, noticing someone's positive mood and asking 'What is the news?' or 'What's the good news?' is a common, friendly way to invite them to share their joy. It shows active interest in their well-being.
EN: Linking Verbs of Sensation (Sensory Verbs): Verbs like 'feel', 'smell', 'taste', 'look', and 'sound' are linking verbs when they describe how something is perceived. They are followed directly by adjectives (not adverbs) to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung sensorik (kata kerja sensorik): Kata kerja seperti 'feel' (terasa saat disentuh/dirasakan), 'smell' (berbau), 'taste' (terasa saat dicicipi), 'look' (terlihat), dan 'sound' (terdengar) digunakan sebagai kata kerja penghubung ketika menjelaskan ciri sensorik suatu benda. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan) untuk menjelaskan subjek.
This blanket feels warm and cozy.
Selimut ini terasa hangat dan nyaman.
EN: Ellipsis in Contrastive Phrases: In English, words that are understood from the context can be omitted to avoid repetition. In 'hard, not soft', the subject and verb 'this pillow is' or 'it is' are omitted before 'not soft'.
Bahasa Indonesia: Elipsis dalam Frasa Kontrastif: Dalam bahasa Inggris, kata-kata yang sudah dipahami dari konteks dapat dihilangkan untuk menghindari pengulangan. Dalam 'hard, not soft', kata 'not soft' menghilangkan subjek dan kata kerja 'this pillow is' atau 'it is' di depannya.
The coffee is strong, not sweet.
Kopi ini sangat kuat, tidak manis.
EN: The indefinite pronoun 'everything' is grammatically singular. Therefore, any verbs that follow it in the simple present tense must take the singular form (e.g., 'looks' and 'smells').
Bahasa Indonesia: Kata ganti taktemporal "everything" (setiap hal/segala sesuatu) secara tata bahasa dianggap tunggal. Oleh karena itu, dalam simple present tense, kata kerja yang mengikutinya harus menggunakan bentuk tunggal (misalnya "looks" dan "smells").
Everything in this room feels cozy.
Segala sesuatu di ruangan ini terasa sangat nyaman.
EN: Linking verbs (also called copular verbs) like 'look' and 'smell' are used to describe the subject. They are followed by adjectives (like 'amazing') rather than adverbs to describe the state or quality of the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (seperti "look" dan "smell") digunakan untuk menjelaskan keadaan subjek. Setelah kata kerja ini diikuti oleh kata sifat (seperti "amazing"), bukan kata keterangan, untuk menjelaskan ciri atau perasaan subjek.
The fresh bread smells delicious.
Roti segar itu berbau harum.
EN: Linking verbs (sensory verbs) like 'smell' are followed by adjectives (not adverbs) to describe the subject. In this sentence, 'smells' is followed by the adjectives 'wonderful' and 'warm' to describe the state of the kitchen.
Bahasa Indonesia: Kata kerja perasa (seperti smell) sebagai kata kerja penghubung harus diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan) untuk menjelaskan subjek. Dalam kalimat ini, 'smells' diikuti oleh kata sifat 'wonderful' dan 'warm' untuk menggambarkan keadaan dapur.
The fresh bread smells delicious.
Roti baru terasa sangat lezat.
EN: The possessive 's (apostrophe s) is used to show ownership or association. Here, 'grandma's kitchen' means the kitchen belonging to the grandmother.
Bahasa Indonesia: Kepemilikan 's (apostrof s) digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan. Di sini, 'grandma's kitchen' berarti dapur milik nenek.
My brother's car is blue.
Mobil kakak laki-lakiku berwarna biru.
EN: In English-speaking cultures, 'grandma's kitchen' is a common symbol of comfort, warmth, and delicious home-cooked food. It evokes nostalgic feelings of family gatherings and safety.
EN: Linking Verbs (Sensory Verbs): Verbs of perception like 'smell', 'taste', 'look', 'feel', and 'sound' are often used as linking verbs. They are followed directly by adjectives (not adverbs) to describe the subject's state or quality.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (kata kerja perasa): Kata kerja persepsi seperti 'smell' (berbau), 'taste' (berasa), 'look' (terlihat), 'feel' (terasa) dan 'sound' (terdengar) sering digunakan sebagai kata kerja penghubung. Kata-kata ini langsung diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan) untuk menjelaskan keadaan atau ciri subjek.
The soup tastes delicious and warm.
Sup ini terasa lezat dan hangat.
EN: Adverbial Phrase of Time: 'In the morning' is a prepositional phrase acting as an adverbial of time. When placed at the beginning of a sentence for emphasis, it is typically followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa keterangan waktu: 'In the morning' (di pagi hari) adalah frasa preposisi yang berfungsi sebagai keterangan waktu. Ketika diletakkan di awal kalimat untuk penekanan, biasanya diikuti dengan koma.
In the evening, the garden feels cool.
Di sore hari, taman terasa sejuk.
EN: In many Western cultures, the smell of fresh bread in the morning is associated with warmth, comfort, and a cozy home environment. 'Inviting' in this context means attractive or enticing, suggesting that the smell makes you want to eat the bread or enter the kitchen.
EN: Linking verbs (also called copular verbs) like 'taste' and 'look' connect the subject to an adjective that describes the subject (subject complement). Unlike action verbs, they are not followed by adverbs.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (seperti taste dan look) digunakan untuk menghubungkan subjek dengan kata sifat (pelengkap subjek) untuk menggambarkan keadaan subjek. Berbeda dengan kata kerja tindakan biasa, kata kerja penghubung diikuti oleh kata sifat, bukan kata keterangan.
The fresh bread smells wonderful.
Roti segar tercium sangat enak.
EN: The coordinating conjunction 'and' is used to connect two independent clauses (complete sentences) of equal grammatical rank. A comma is typically placed before 'and' when joining two independent clauses.
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "and" digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (kalimat lengkap) yang setara secara gramatikal. Ketika menghubungkan dua klausa independen, biasanya koma ditambahkan sebelum "and".
The tea is hot, and the cake is sweet.
Tehnya panas, dan kuenya manis.
EN: The phrasal verb 'smell of' is used to describe a specific, identifiable scent that something emits. It is followed by a noun (e.g., 'flowers', 'coffee').
Bahasa Indonesia: Frasa kata kerja "smell of" (berbau seperti) digunakan untuk menjelaskan aroma tertentu yang dapat dikenali yang dikeluarkan oleh sesuatu. Setelah frasa ini diikuti oleh kata benda (misalnya "flowers" bunga, "coffee" kopi).
The kitchen smells of freshly baked bread.
Dapur ini berbau aroma roti yang baru dipanggang.
EN: Linking verbs (sensory verbs) like 'taste' can be followed directly by an adjective (e.g., 'smooth') to describe the subject's characteristics or qualities.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) seperti "taste" (terasa saat dicicipi) dapat langsung diikuti oleh kata sifat (misalnya "smooth" halus), untuk menjelaskan ciri atau sifat subjek.
This soup tastes delicious and warm.
Sup ini terasa lezat dan hangat saat dicicipi.
EN: The verb 'feel' is used here as a linking verb (copular verb) to describe a sensory perception. In this pattern, 'feel' is followed directly by an adjective (subject complement) rather than an adverb, to describe the subject's state or quality.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" di sini digunakan sebagai kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) untuk menjelaskan persepsi sensorik. Dalam pola kalimat ini, "feel" langsung diikuti oleh kata sifat (pelengkap subjek), bukan kata keterangan, untuk menjelaskan keadaan atau ciri subjek.
The silk dress feels very soft.
Gaun sutra ini terasa sangat lembut saat disentuh.
EN: The prepositional phrase 'under my hands' functions as an adverbial modifier, specifying the location or condition under which the physical sensation is experienced.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "under my hands" di sini berfungsi sebagai keterangan yang menjelaskan lokasi atau kondisi spesifik di mana sensasi fisik ini dialami (di bawah telapak tangan).
The cat's fur feels warm under the sun.
Bulu kucing itu terasa hangat saat disentuh di bawah sinar matahari.
EN: Linking verbs (also called copular verbs) like 'look' and 'feel' are used to describe the subject. Unlike action verbs, they are followed by adjectives (subject complements) rather than adverbs to describe the state or appearance of the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (seperti 'look' dan 'feel') digunakan untuk menjelaskan keadaan atau penampilan subjek. Berbeda dengan kata kerja aksi biasa, kata kerja penghubung diikuti oleh kata sifat (pelengkap subjek), bukan kata keterangan, untuk menjelaskan subjek.
The soup smells delicious and tastes warm.
Sup ini berbau harum dan terasa hangat saat dicicipi.
EN: The comma after the introductory adverbial 'Outside' is used to set off the prepositional or adverbial phrase that establishes the setting of the sentence, helping to improve readability.
Bahasa Indonesia: Koma setelah kata keterangan tempat di awal kalimat 'Outside' digunakan untuk memisahkan kata keterangan atau frasa preposisi yang menjelaskan latar belakang, yang membantu meningkatkan keterbacaan kalimat.
EN: The verb 'sound' is a linking verb (sensory verb) used to describe how something is perceived through hearing. It is followed directly by an adjective (e.g., 'soft') to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "sound" (terdengar) adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana sesuatu terdengar bagi pendengarnya. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (misalnya "soft" lembut) untuk menjelaskan subjek.
Your voice sounds beautiful.
Suaramu terdengar sangat indah.
EN: The prepositional phrase 'like a gentle lullaby' uses 'like' to mean 'similar to' or 'in the manner of', establishing a comparison between the sound of the songs and a lullaby.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "like a gentle lullaby" menggunakan "like" untuk berarti "seperti" atau "bagaikan," yang menciptakan perbandingan dan asosiasi antara suara nyanyian dan lagu pengantar tidur.
This fabric feels like silk.
Kain ini terasa seperti sutra saat disentuh.
EN: The pronoun 'everything' is an indefinite pronoun. In English, indefinite pronouns ending in -thing, -one, or -body (such as everything, everyone, somebody) are grammatically singular and must be followed by a singular verb (e.g., 'feels' with an '-s').
Bahasa Indonesia: Kata ganti tak tentu "everything" (segala sesuatu/semua hal) dalam tata bahasa Inggris dianggap sebagai kata tunggal. Oleh karena itu, kata kerja yang mengikutinya harus menggunakan bentuk tunggal (misalnya, dalam simple present tense, kata kerja feel harus ditambahkan -s menjadi feels).
Everything in this room looks clean.
Segala sesuatu di ruangan ini terlihat sangat bersih.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copula) used to describe a state or sensation. Linking verbs are followed by adjectives (like 'safe' and 'cozy') rather than adverbs, to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasa/tampak) di sini digunakan sebagai kata kerja penghubung (linking verb) untuk menggambarkan keadaan subjek atau kesan yang diberikannya. Setelah kata kerja penghubung, kita harus menggunakan kata sifat (seperti safe dan cozy) sebagai pelengkap subjek, bukan kata keterangan.
The water feels warm.
Air ini terasa hangat saat disentuh.
EN: The word 'cozy' is highly valued in English-speaking cultures, often associated with warmth, comfort, and a sense of security (similar to the Danish concept of 'hygge'). Describing someone's home as 'cozy' is a warm compliment, implying it is inviting and comfortable, rather than just small.
EN: Gerund as Subject: A gerund (verb + -ing) can function as a noun and serve as the subject of a sentence. It is treated as a singular noun, so it takes a singular verb (e.g., 'makes').
Bahasa Indonesia: Gerund sebagai Subjek: Gerund (kata kerja + -ing) dapat berfungsi sebagai kata benda dan menjadi subjek dalam kalimat. Subjek gerund dianggap tunggal, sehingga harus diikuti oleh kata kerja tunggal (misalnya 'makes' dalam kalimat ini).
Reading books helps me relax after a long day.
Membaca buku membantu saya rileks setelah hari yang panjang.
EN: Causative Verb 'Make' with Bare Infinitive: The causative verb 'make' is followed by an object and then a base verb (bare infinitive) to express causing someone or something to do something or feel a certain way.
Bahasa Indonesia: Kata Kerja Kausatif 'Make' dengan Infinitif Tanpa 'to': Kata kerja kausatif 'make' diikuti oleh objek (kata ganti objek), lalu kata kerja bentuk dasar (infinitif tanpa 'to'), untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu menyebabkan seseorang melakukan suatu tindakan atau merasakan suatu perasaan.
The funny movie made everyone laugh.
Film lucu ini membuat semua orang tertawa.
EN: The idiom 'make someone's day' means to make someone feel very happy. Adding 'feel brighter' emphasizes the warm, comforting, and positive emotional impact of spending time with family, which is a universally cherished sentiment.
EN: The question 'How does [something] taste?' is used to ask about the flavor or quality of food. 'Taste' is a linking verb (sensory verb) here, which is followed by an adjective to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan "How does [something] taste?" digunakan untuk menanyakan rasa atau kualitas makanan. Di sini, "taste" adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang biasanya diikuti oleh kata sifat untuk menjelaskan subjek.
How does the coffee taste?
Bagaimana rasa kopi ini saat dicicipi?
EN: In questions with singular subjects (like 'the soup'), we use the auxiliary verb 'does' followed by the base form of the main verb ('taste').
Bahasa Indonesia: Dalam pertanyaan dengan subjek tunggal (seperti "the soup"), kita menggunakan kata kerja bantu "does", diikuti oleh kata kerja utama dalam bentuk dasar ("taste").
Where does he live?
Di mana dia tinggal?
EN: In English-speaking cultures, asking 'How does [the food] taste?' is a common, polite way to show interest in someone's dining experience, whether you cooked the meal or are eating together at a restaurant.
EN: Linking verbs (or copular verbs) like 'taste' are used to describe the subject. They are followed by adjectives (e.g., 'warm', 'spicy') rather than adverbs, to describe the state or quality of the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (seperti 'taste') digunakan untuk menjelaskan keadaan atau ciri subjek. Setelah kata kerja ini diikuti oleh kata sifat (misalnya 'warm' hangat, 'spicy' pedas), bukan kata keterangan, untuk menjelaskan subjek.
The soup smells delicious.
Sup ini berbau harum.
EN: The phrase 'a little' is used as an adverbial modifier before adjectives to mean 'slightly' or 'to a small degree'.
Bahasa Indonesia: Frasa 'a little' (sedikit) dapat digunakan sebagai penjelas kata sifat, yang ditempatkan sebelum kata sifat untuk menunjukkan "sedikit" atau "tingkat yang lebih kecil."
I am a little tired today.
Saya sedikit lelah hari ini.
EN: The sensory verb 'smell' can be followed by 'like' and a noun phrase to describe what something resembles in scent. This pattern is 'Subject + sensory verb (smell/taste/look/sound/feel) + like + noun'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja sensorik "smell" (berbau) dapat diikuti oleh "like" (seperti) dan frasa kata benda untuk menjelaskan seperti apa bau suatu benda. Pola kalimat ini adalah "subjek + kata kerja sensorik (smell/taste/look/sound/feel) + like + kata benda."
This perfume smells like roses.
Parfum ini berbau seperti mawar.
EN: The subject 'This juice' is third-person singular, so the present tense verb 'smell' takes the '-s' ending, becoming 'smells'.
Bahasa Indonesia: Subjek "This juice" (jus ini) adalah orang ketiga tunggal, jadi dalam simple present tense, kata kerja "smell" harus ditambahkan "-s" di akhir, menjadi "smells."
The coffee tastes bitter.
Kopi ini terasa sangat pahit saat dicicipi.
EN: The verb 'look' is a linking verb (copula) used to describe appearance. It is followed directly by an adjective (e.g., 'excited') to describe the subject, rather than an adverb.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "look" (terlihat) adalah kata kerja penghubung (linking verb) yang digunakan untuk menjelaskan penampilan. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (seperti "excited") untuk menjelaskan subjek, bukan kata keterangan.
You look tired after that long flight.
Setelah penerbangan yang panjang itu, kamu terlihat sangat lelah.
EN: The question 'What happened?' uses the past simple tense to ask about an event that occurred in the past. 'What' acts as the subject of the sentence, so no auxiliary verb (like 'did') is needed.
Bahasa Indonesia: Pertanyaan "What happened?" (Apa yang terjadi?) menggunakan simple past tense untuk menanyakan tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu. Di sini, "What" langsung menjadi subjek kalimat, sehingga tidak diperlukan kata kerja bantu (seperti did).
What happened at the meeting yesterday?
Apa yang terjadi dalam rapat kemarin?
EN: In English-speaking cultures, commenting on someone's positive emotional state (like looking 'excited' or 'happy') followed by 'What happened?' is a very common and friendly way to invite them to share their good news.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copula) that is followed by an adjective (not an adverb) to describe the subject's state or emotion. In this sentence, 'great' is the subject complement describing 'I'.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasa) adalah kata kerja penghubung (linking verb) yang diikuti oleh kata sifat (bukan kata keterangan) untuk menggambarkan keadaan atau emosi subjek. Dalam kalimat ini, "great" adalah pelengkap yang menggambarkan subjek "I".
She feels happy about her new job.
Dia merasa senang dengan pekerjaan barunya.
EN: The subordinating conjunction 'because' is used to introduce a subordinate clause of reason, explaining why the action in the main clause ('I feel great') is happening.
Bahasa Indonesia: Konjungsi subordinatif "because" (karena) digunakan untuk memperkenalkan klausa subordinat yang menyatakan alasan, menjelaskan penyebab dari apa yang terjadi dalam klausa utama ("I feel great").
We stayed home because it was raining.
Kami tinggal di rumah karena hujan turun.
EN: In English-speaking cultures, sharing achievements like passing a test with enthusiasm ('I feel great!') is very common and encouraged. It is customary for friends to respond with congratulations, such as 'Congratulations!' or 'Way to go!'
EN: The verb 'sound' is a linking verb (sensory verb) used to describe the impression something makes when heard. It is followed directly by adjectives (sad, beautiful) rather than adverbs.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "sound" (terdengar) adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menggambarkan kesan pendengaran suatu hal. Kata ini langsung diikuti oleh kata sifat (sad, beautiful) sebagai pelengkap subjek, bukan kata keterangan.
Your idea sounds exciting.
Ide kamu terdengar sangat menarik.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two contrasting ideas or adjectives. In this sentence, it connects 'sad' (negative connotation) and 'beautiful' (positive connotation).
Bahasa Indonesia: Konjungsi koordinatif "but" (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua gagasan atau kata sifat yang berlawanan. Dalam kalimat ini, kata ini menghubungkan "sad" (sedih, bermakna negatif) dengan "beautiful" (indah, bermakna positif).
The movie is long but interesting.
Film ini panjang, tetapi menarik.
EN: The verb 'taste' is a linking verb (sensory verb) used to describe the flavor of something. It is followed directly by adjectives (subject complements) rather than adverbs, to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "taste" (terasa saat dicicipi) adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menjelaskan rasa suatu benda. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (pelengkap subjek) bukan kata keterangan, untuk menjelaskan keadaan subjek.
The soup tastes warm and savory.
Sup ini terasa hangat dan lezat saat dicicipi.
EN: The suffix '-y' can be added to nouns (like 'butter') to form adjectives meaning 'having the quality of' or 'resembling' that noun (e.g., 'buttery' means having the taste, texture, or smell of butter).
Bahasa Indonesia: Akhiran "-y" dapat ditambahkan pada kata benda (seperti "butter" mentega) untuk membentuk kata sifat yang berarti "memiliki sifat kata benda tersebut" atau "seperti kata benda tersebut" (misalnya: "buttery" berarti memiliki rasa, tekstur, atau aroma mentega).
The bread has a very salty and cheesy flavor.
Roti ini memiliki rasa yang sangat asin dan beraroma keju yang kuat.
EN: In Western baking culture, 'buttery' is one of the highest compliments for cookies, biscuits, and pastries, as high-quality butter is key to their rich flavor and flaky texture.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (sensory verb) used to describe physical sensations. It is followed directly by adjectives (like 'soft' and 'light') rather than adverbs, to describe the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menjelaskan sensasi fisik. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (seperti "soft" dan "light") bukan kata keterangan, untuk menjelaskan subjek.
This blanket feels warm.
Selimut ini terasa sangat hangat saat disentuh.
EN: The adverb 'very' is an intensifier used to modify adjectives or other adverbs, placing emphasis on the degree of the quality (in this case, 'light').
Bahasa Indonesia: Kata keterangan "very" adalah kata keterangan tingkat yang digunakan untuk memodifikasi kata sifat atau kata keterangan lain, untuk menekankan tingkat kualitas tersebut (di sini, "light").
The tea is very hot.
Teh ini sangat panas.
EN: The verb 'sound' is a linking verb (sensory verb) used to describe the impression something gives when heard. It is followed directly by adjectives (subject complements) rather than adverbs.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "sound" (terdengar) adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menjelaskan kesan pendengaran yang diberikan oleh sesuatu. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (pelengkap subjek), bukan kata keterangan.
Your idea sounds wonderful.
Ide kamu terdengar sangat hebat.
EN: Using 'and' to connect two coordinate adjectives ('smart' and 'simple') that describe the same noun ('plan'). This structure balances two positive qualities.
Bahasa Indonesia: Menggunakan "and" untuk menghubungkan dua kata sifat yang setara ("smart" dan "simple") yang menjelaskan kata benda yang sama ("plan"). Struktur ini menyajikan dua kualitas positif secara seimbang.
The design is modern and clean.
Desain ini terlihat modern dan bersih.
EN: In professional and casual English contexts, praising an idea as 'smart and simple' is highly valued. It aligns with the common design and communication principle 'KISS' (Keep It Simple, Stupid), suggesting that the best solutions are often the most straightforward ones.
EN: The causative verb 'make' is used to indicate that someone or something causes a change in state or action. When followed by an object and an adjective or bare infinitive (verb in base form), it means 'to cause someone/something to be or do something'. In this sentence, 'makes us feel happy' uses 'makes' + object (us) + bare infinitive (feel) + adjective (happy).
Bahasa Indonesia: Kata kerja kausatif "make" (membuat/menyebabkan) digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu menyebabkan perubahan keadaan atau perilaku. Ketika diikuti oleh objek dan kata sifat atau kata kerja bentuk dasar, artinya "menyebabkan seseorang/sesuatu menjadi dalam keadaan tertentu atau melakukan sesuatu." Dalam kalimat ini, "makes us feel happy" menggunakan "makes" + objek (us) + kata kerja bentuk dasar (feel) + kata sifat (happy).
The sad movie always makes me cry.
Film sedih itu selalu membuatku menangis.
EN: The verb 'feel' is a linking verb (copular verb) used to describe a physical or emotional state. It is followed directly by an adjective (subject complement) rather than an adverb, to describe the subject's feelings.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "feel" (merasa) adalah kata kerja penghubung (kata kerja sensorik) yang digunakan untuk menggambarkan keadaan fisik atau mental. Kata kerja ini langsung diikuti oleh kata sifat (pelengkap subjek), bukan kata keterangan, untuk menjelaskan perasaan subjek.
I feel tired after a long day of work.
Setelah bekerja seharian, saya merasa lelah.
EN: In English-speaking cultures, the connection between food and emotional well-being is very strong, often summarized by the term 'comfort food'—dishes that provide a nostalgic or sentimental feeling, making people feel happy and safe.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: lezat, sangat enak
Dalam konteks: tenang, damai
Dalam konteks: menggoda, menarik
Dalam konteks: empuk, mengembang
Dalam konteks: halus, licin (atau lembut saat disentuh)
Dalam konteks: lagu pengantar tidur, nyanyian tidur
Dalam konteks: nyaman dan hangat, nyaman dan menyenangkan
Dalam konteks: pedas, berasa rempah
Dalam konteks: mengandung mentega, berasa mentega
Dalam konteks: sederhana, mudah
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
Newly baked and very fresh
baru keluar dari oven
To make someone feel very happy
membuat seseorang sangat bahagia, membuat hari seseorang menjadi baik
To achieve a required standard in an exam or trial
lulus ujian, lulus tes