EN: The Present Perfect Tense ('has become') is used here to describe a state or action that started in the past and has significant relevance or continues to the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has become) digunakan di sini untuk menggambarkan keadaan atau tindakan yang dimulai di masa lalu dan memiliki hubungan penting dengan masa kini atau berlanjut hingga sekarang.
She has become a leading expert in environmental science.
Dia telah menjadi pakar terkemuka di bidang ilmu lingkungan.
EN: The preposition 'against' is used to indicate opposition, resistance, or hostility toward something (in this case, 'racism').
Bahasa Indonesia: Preposisi "against" digunakan untuk menyatakan penentangan, perlawanan, atau permusuhan terhadap sesuatu (dalam hal ini "rasisme").
The citizens protested against the new tax law.
Warga memprotes undang-undang perpajakan yang baru.
EN: Vinícius Júnior, a Brazilian professional footballer playing for Real Madrid, has been a prominent target of racial abuse in Spanish stadiums. His active stance and refusal to remain silent have sparked global conversations about racism in football, leading to stricter measures and campaigns by sports governing bodies.
Bahasa Indonesia: Vinícius Júnior, pemain sepak bola profesional asal Brasil yang bermain untuk Real Madrid, telah berulang kali mengalami pelecehan rasis yang serius di stadion-stadion Spanyol. Sikapnya yang aktif bersuara dan menolak untuk bungkam telah memicu diskusi luas secara global mengenai masalah rasisme dalam sepak bola, serta mendorong badan pengelola olahraga untuk mengambil tindakan hukuman yang lebih ketat dan kampanye anti-diskriminasi.
EN: The verb 'start' can be followed by a gerund (verb-ing) to indicate the beginning of an ongoing activity. 'Stand up against' is a phrasal verb meaning to defend oneself or others against a harmful force or injustice.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "start" (mulai) dapat diikuti oleh gerund (V-ing) untuk menunjukkan dimulainya suatu aktivitas yang berkelanjutan. Sementara "stand up against" adalah kata kerja frasa (phrasal verb) yang berarti bangkit melawan atau menentang kekuatan yang merugikan atau ketidakadilan.
She started speaking out against the new policy.
Dia mulai berbicara secara terbuka menentang kebijakan baru ini.
EN: The preposition 'after' can be followed by a gerund phrase (verb-ing) when the subject of the main clause and the prepositional phrase are the same. Here, 'after suffering' means 'after he suffered'.
Bahasa Indonesia: Ketika subjek kalimat utama sama dengan subjek frasa preposisi, preposisi "after" (setelah) dapat diikuti oleh frasa gerund (V-ing). Di sini, "after suffering" berarti "setelah ia mengalami...".
After winning the match, the team celebrated.
Setelah memenangkan pertandingan, tim merayakannya.
EN: This sentence refers to the real-world experiences of Vinícius Júnior, a Brazilian football star who has frequently faced racist chants in European stadiums. His decision to speak out has sparked a global conversation about racism in football, leading to stricter stadium rules and anti-discrimination campaigns.
Bahasa Indonesia: Kalimat ini berasal dari pengalaman nyata bintang sepak bola Brasil, Vinícius Júnior, yang sering menghadapi pelecehan rasis di stadion-stadion Eropa. Keputusannya untuk bangkit melawan memicu diskusi luas secara global mengenai masalah rasisme dalam sepak bola, serta mendorong stadion-stadion untuk menerapkan aturan yang lebih ketat dan kampanye anti-diskriminasi.
EN: The preposition 'by' followed by a gerund (verb-ing) is used to express the method or means by which an action is achieved. In this sentence, 'by refusing' explains how he shows bravery.
Bahasa Indonesia: Ketika preposisi "by" diikuti oleh gerund (V-ing), ini digunakan untuk menunjukkan metode atau sarana untuk mencapai suatu tindakan. Dalam kalimat ini, "by refusing" (dengan menolak) menjelaskan bagaimana dia menunjukkan keberanian.
By practicing every day, she improved her English speaking skills.
Dengan berlatih setiap hari, dia meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggrisnya.
EN: The verb 'refuse' is followed by a to-infinitive (to + base verb) to indicate declining or rejecting to do something. Here, 'refusing to stay silent' means declining to remain quiet.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "refuse" (menolak) harus diikuti oleh infinitive (to + kata kerja dasar) untuk menunjukkan penolakan melakukan sesuatu. Di sini, "refusing to stay silent" berarti menolak untuk tetap diam.
He refused to accept the offer.
Dia menolak untuk menerima tawaran itu.
EN: In British English and global football (soccer) culture, the word 'pitch' is standard for the playing field, whereas American English speakers typically refer to it as a 'field'.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris Britania dan budaya sepak bola global, 'pitch' adalah istilah standar untuk lapangan; sedangkan penutur bahasa Inggris Amerika biasanya menyebutnya 'field'.
EN: The Present Perfect Tense ('has + past participle') is used here to describe an action that started in the past and has a strong relevance or impact on the present moment.
Bahasa Indonesia: Present perfect tense (has + past participle) di sini digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan yang dimulai di masa lalu, namun masih memiliki hubungan atau dampak yang kuat pada masa kini.
Her dedication has inspired a new generation of scientists.
Dedikasinya telah menginspirasi generasi baru ilmuwan.
EN: The quantifier 'many other' is used before plural countable nouns to refer to additional people or things of the same type.
Bahasa Indonesia: Kuantifier 'many other' (banyak... lainnya) digunakan sebelum kata benda dapat dihitung jamak untuk merujuk pada orang atau benda tambahan dari jenis yang sama.
Many other students joined the protest.
Banyak siswa lain juga bergabung dalam aksi protes tersebut.
EN: In modern sports, particularly European football, players of color frequently face racial abuse from the stands. Vinícius Júnior, playing for Real Madrid and the Brazil national team, has become a prominent figure in speaking out against this, turning his personal struggles into a global movement for equality in sports.
Bahasa Indonesia: Dalam olahraga modern (terutama sepak bola Eropa), pemain kulit berwarna sering kali menghadapi pelecehan rasial dari tribun penonton. Vinícius, yang bermain untuk Real Madrid dan tim nasional Brasil, telah menjadi tokoh terkemuka yang menentang perilaku tersebut, mengubah perjuangan pribadinya menjadi gerakan global untuk mendorong kesetaraan di dunia olahraga.
EN: The prepositional phrase 'At the twenty-twenty-six World Cup' acts as an adverbial of place/time, positioned at the beginning of the sentence for emphasis. In English, when an adverbial phrase starts a sentence, it is often followed by a comma.
Bahasa Indonesia: Frasa preposisi "At the twenty-twenty-six World Cup" (Pada Piala Dunia dua ribu dua puluh enam) berfungsi sebagai frasa adverbia tempat/waktu, diletakkan di awal kalimat untuk penekanan. Dalam bahasa Inggris, ketika frasa adverbia diletakkan di awal kalimat, biasanya diikuti oleh tanda koma.
At the next Olympic Games, she will compete in the marathon.
Pada Olimpiade berikutnya, dia akan berpartisipasi dalam perlombaan maraton.
EN: The determiner 'every' is used before singular countable nouns (like 'match') to refer to all members of a group individually. It takes a singular verb and emphasizes each individual item in the group.
Bahasa Indonesia: Determiner "every" (setiap) digunakan sebelum kata benda dapat dihitung tunggal (seperti "match") untuk merujuk pada semua anggota kelompok secara individual. Kata ini harus diikuti oleh kata benda tunggal dan menekankan setiap individu dalam kelompok tersebut.
He practiced his free kicks in every training session.
Dia melatih tendangan bebas di setiap sesi latihan.
EN: The 'twenty-twenty-six World Cup' refers to the 2026 FIFA World Cup, which is highly anticipated as it will be co-hosted by three North American countries: Canada, Mexico, and the United States. In football (soccer), the 'group stage' is the initial round of the tournament where teams are divided into groups and play a round-robin format to qualify for the knockout stage.
Bahasa Indonesia: 'twenty-twenty-six World Cup' merujuk pada Piala Dunia FIFA 2026, sebuah turnamen yang sangat dinantikan karena diselenggarakan bersama oleh tiga negara Amerika Utara: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Dalam turnamen sepak bola, 'group stage' (babak penyisihan grup) adalah tahap pertama turnamen, di mana tim-tim peserta dibagi ke dalam beberapa grup untuk bermain dengan sistem setengah kompetisi demi memperebutkan tiket ke babak gugur.
EN: The linking verb 'become' (past tense 'became') is used to describe a change of state. It connects the subject with a subject complement (noun phrase or adjective) that identifies or describes the subject.
Bahasa Indonesia: Kata kerja penghubung (linking verb) 'become' (bentuk lampau 'became') digunakan untuk menggambarkan perubahan keadaan. Kata kerja ini menghubungkan subjek dengan pelengkap subjek (frasa nomina atau adjektiva) untuk mengidentifikasi atau mendeskripsikan subjek.
She became a professional doctor after years of hard study.
Setelah bertahun-tahun belajar dengan giat, ia menjadi seorang dokter profesional.
EN: The preposition 'with' is used here to indicate the means, instrument, or manner by which an achievement was accomplished (in this case, scoring four goals).
Bahasa Indonesia: Preposisi 'with' di sini digunakan untuk menunjukkan sarana, alat, atau cara untuk mencapai suatu prestasi (dalam hal ini, dengan mencetak empat gol).
He won the game with a brilliant strategy.
Ia memenangkan pertandingan dengan strategi yang luar biasa.
EN: In football (soccer) culture, being the 'top scorer' of a powerhouse nation like Brazil at a major tournament is a highly prestigious achievement, often elevating a player's status to a national hero.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, menjadi "top scorer" (pencetak gol terbanyak) di turnamen besar bersama negara kuat seperti Brasil adalah pencapaian yang sangat bergengsi, yang sering kali mengangkat status pemain tersebut menjadi pahlawan nasional.
EN: The determiner 'every' is used with singular countable nouns (like 'celebration') to refer to all members of a group individually. Even though it refers to multiple events in total, grammatically it is singular, so it takes a singular verb ('was').
Bahasa Indonesia: Penentu (determiner) "every" (setiap) digunakan bersama kata benda dapat dihitung tunggal (seperti "celebration") untuk merujuk pada semua anggota kelompok secara individual. Meskipun secara konsep merujuk pada beberapa peristiwa, secara tata bahasa kata ini dianggap tunggal, sehingga harus dipasangkan dengan kata kerja tunggal (seperti "was").
Every student in the class has a unique talent.
Setiap siswa di kelas memiliki bakat yang unik.
EN: Using multiple adjectives before a noun: When two adjectives of similar type (like 'beautiful' and 'expressive') describe a noun, they are often joined by the coordinating conjunction 'and' to balance the description.
Bahasa Indonesia: Menggunakan beberapa kata sifat sebelum kata benda: Ketika dua kata sifat dari jenis yang sama (seperti "beautiful" dan "expressive") bersama-sama memodifikasi kata benda, biasanya keduanya dihubungkan dengan kata hubung setara "and" agar deskripsi tampak seimbang dan alami.
The performance was a long and emotional journey.
Pertunjukan ini adalah perjalanan yang panjang dan penuh emosi.
EN: In football (soccer), goal celebrations are highly cultural and personal. For Brazilian players like Vinícius, dancing after scoring is a traditional expression of joy and cultural pride, deeply rooted in samba and Afro-Brazilian heritage. However, these dances have sometimes faced criticism or even racist backlash in European leagues, making his continued dancing a powerful statement of cultural resilience and joy.
Bahasa Indonesia: Dalam sepak bola, selebrasi setelah mencetak gol memiliki makna budaya dan personal yang mendalam. Bagi pemain Brasil seperti Vinícius, menari setelah mencetak gol adalah cara tradisional untuk mengekspresikan kegembiraan dan kebanggaan budaya, yang berakar kuat dalam warisan budaya Samba dan Afro-Brasil. Namun, tarian-tarian ini sering kali menghadapi kritik dan bahkan serangan rasis di liga-liga Eropa, yang membuat keputusannya untuk tetap menari menjadi sebuah pernyataan kuat tentang ketahanan budaya dan kegembiraan.
EN: The determiner 'every' is used with a singular countable noun (here, 'dance') to refer to all members of a group individually. Even though it refers to multiple events, the noun and any following verb must agree in the singular form.
Bahasa Indonesia: Penentu "every" (setiap) digunakan bersama kata benda tunggal yang dapat dihitung (dalam hal ini "dance") untuk merujuk kepada semua anggota kelompok secara individual. Meskipun merujuk pada beberapa peristiwa, kata benda dan kata kerja berikutnya harus tetap selaras dalam bentuk tunggal.
Every student has to submit the assignment by Friday.
Setiap siswa harus mengumpulkan pekerjaan rumah mereka sebelum hari Jumat.
EN: The verb 'send' can take a direct object (the message) and an indirect object introduced by the preposition 'to' (the fans). The pattern 'send something to someone' emphasizes the destination or recipient of the message.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "send" (mengirimkan) dapat diikuti oleh objek langsung (pesan) dan objek tidak langsung yang diawali oleh preposisi "to" (para penggemar). Pola kalimat "send something to someone" menekankan penerima atau tujuan dari pesan tersebut.
She sent a beautiful postcard to her parents.
Dia mengirimkan sebuah kartu pos yang indah kepada orang tuanya.
EN: In football (soccer) culture, especially among Brazilian players like Vinícius, dancing after scoring a goal is a traditional expression of joy, cultural pride, and entertainment. However, it has sometimes been controversially met with criticism or even racist backlash from opposing fans, making these dances not just celebrations, but also powerful statements of identity and resilience.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, terutama bagi pemain Brasil seperti Vinícius, tarian setelah mencetak gol adalah cara tradisional untuk mengekspresikan kegembiraan, kebanggaan budaya, dan hiburan. Namun, hal ini terkadang memicu kritik atau bahkan reaksi rasis dari penggemar lawan, menjadikan tarian ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga pernyataan kuat tentang identitas dan ketahanan.
EN: The preposition 'against' is used in sports and competitions to indicate opposition or facing an opponent.
Bahasa Indonesia: Preposisi "against" digunakan dalam olahraga dan kompetisi untuk menunjukkan "melawan" atau "menghadapi" lawan.
The national team will play against Germany in the finals.
Tim nasional akan melawan Jerman di final.
EN: The phrase 'the round of sixteen' (often written as 'round of 16') refers to the knockout stage of a tournament where sixteen teams remain.
Bahasa Indonesia: Frasa "the round of sixteen" (sering ditulis sebagai round of 16) merujuk pada tahap sistem gugur dalam turnamen di mana hanya tersisa enam belas tim, yaitu "babak 16 besar".
They successfully advanced to the round of sixteen.
Mereka berhasil melaju ke babak 16 besar.
EN: In international football tournaments like the FIFA World Cup, the 'round of sixteen' is the first stage of the knockout phase. Losing at this stage is often a major disappointment for powerhouse nations like Brazil.
Bahasa Indonesia: Dalam turnamen sepak bola internasional seperti Piala Dunia FIFA, "babak 16 besar" (round of sixteen) adalah tahap pertama dari babak gugur. Bagi negara kuat sepak bola seperti Brasil, tersingkir di babak ini biasanya merupakan kekecewaan yang sangat besar.
EN: The coordinating conjunction 'but' is used to connect two independent clauses (complete sentences) that express contrasting ideas. In this sentence, it contrasts the team's early exit with Vinícius's personal success in winning people's hearts.
Bahasa Indonesia: Kata hubung koordinatif "but" (tetapi) digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen (kalimat lengkap) yang menunjukkan konsep kontras. Dalam kalimat ini, kata tersebut mengontraskan kekecewaan karena tim pulang lebih awal dengan keberhasilan Vinícius dalam memikat hati semua orang.
The weather was very cold, but they enjoyed the football match.
Cuaca sangat dingin, tetapi mereka tetap menikmati pertandingan sepak bola itu.
EN: The idiom 'capture someone's heart' means to cause someone to feel love, affection, or strong admiration for you. It is often used in sports and entertainment to describe when a performer or athlete wins the deep affection of the public.
Bahasa Indonesia: Frasa "capture someone's heart" (memikat hati seseorang) berarti membuat seseorang menyukai, mencintai, atau mengagumi Anda dengan tulus. Dalam bidang olahraga dan hiburan, frasa ini sering digunakan untuk menggambarkan atlet atau penampil yang memenangkan kasih sayang yang mendalam dari masyarakat luas.
The young singer's beautiful voice captured everyone's hearts.
Suara indah penyanyi muda itu memikat hati semua orang.
EN: In football (soccer) culture, a team's early elimination from a major tournament like the World Cup is usually seen as a national tragedy. However, individual players who show exceptional spirit, joy, and resilience—like Vinícius—can still become heroes. The phrase 'captured everyone's hearts' reflects how football fans value passion and beautiful play as much as, or sometimes even more than, trophies.
Bahasa Indonesia: Dalam budaya sepak bola, tersingkirnya tim nasional lebih awal di turnamen besar seperti Piala Dunia biasanya dianggap sebagai kekecewaan nasional. Namun, pemain individu (seperti Vinícius) yang menunjukkan semangat, vitalitas, dan ketangguhan yang luar biasa masih bisa menjadi pahlawan di hati masyarakat. Ungkapan "captured everyone's hearts" (memenangkan hati semua orang) mencerminkan bahwa penggemar sepak bola tidak hanya menghargai trofi, tetapi juga sangat menghargai semangat dan permainan indah yang ditunjukkan oleh para pemain.
EN: The verb 'remind' is used in the pattern 'remind someone of something' or 'remind someone + noun clause' (such as a 'what' clause) to make someone think of something they may have forgotten or need to realize.
Bahasa Indonesia: Kata kerja "remind" (mengingatkan) sering digunakan dalam struktur "remind someone of something" atau "remind someone + klausa kata benda" (seperti klausa yang diawali dengan what) untuk membuat seseorang mengingat atau menyadari sesuatu.
She reminded me what true friendship means.
Dia mengingatkan saya tentang apa arti persahabatan yang sejati.
EN: The noun clause 'what joyful football looks like' acts as the direct object of 'reminded'. It uses statement word order (subject + verb) rather than question word order.
Bahasa Indonesia: Klausa kata benda "what joyful football looks like" berfungsi sebagai objek langsung dari "reminded". Klausa ini menggunakan urutan kata kalimat pernyataan (subjek + kata kerja), bukan urutan kata kalimat tanya.
Do you know what the new stadium looks like?
Apakah Anda tahu seperti apa rupa stadion baru itu?
EN: In British English and global football culture, the word 'pitch' is standard for the playing field, whereas American English speakers would typically refer to it as a 'soccer field'. Additionally, 'joyful football' (often associated with the Portuguese term 'Jogo Bonito' or 'The Beautiful Game') is a core part of Brazil's football identity, emphasizing creativity, style, and dance-like celebrations.
Bahasa Indonesia: Dalam bahasa Inggris Britania dan budaya sepak bola global, "pitch" adalah istilah standar untuk lapangan, sedangkan bahasa Inggris Amerika biasanya menyebutnya "soccer field". Selain itu, "sepak bola yang menyenangkan" (sering dikaitkan dengan istilah bahasa Portugis "Jogo Bonito" atau "permainan yang indah") adalah bagian inti dari identitas sepak bola Brasil, yang menekankan kreativitas, gaya, serta selebrasi yang seperti tarian.
EN: Present Continuous Passive (am/is/are + being + past participle) is used to describe an action that is currently in progress and is being done to the subject.
Bahasa Indonesia: Kalimat pasif present continuous (am/is/are + being + past participle) digunakan untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung saat ini dan dikenakan pada subjek.
The new stadium is still being built.
Stadion baru saat ini masih dalam proses pembangunan.
EN: The possessive apostrophe-s ('s) is used to show ownership or association. When a proper noun ends in a vowel or consonant other than s, we add 's (e.g., Brazil's).
Bahasa Indonesia: Apostrof kepemilikan ditambah s ('s) digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan. Ketika nama diri berakhiran dengan huruf vokal atau konsonan selain s, kita menambahkan 's (misalnya: Brazil's).
The team's future looks very bright.
Masa depan tim ini terlihat sangat cerah.
EN: The metaphor of 'writing a story' or 'writing the next chapter' is commonly used in English to describe a person's ongoing career, life journey, or a nation's future prospects, emphasizing that their greatest achievements may still lie ahead.
Bahasa Indonesia: Metafora 'menulis cerita' atau 'menulis babak baru' sering digunakan dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan karier seseorang yang terus berkembang, perjalanan hidup, atau prospek masa depan suatu negara, yang menekankan bahwa pencapaian terbesar mereka mungkin masih ada di masa depan.
Kosakata utama dengan pengucapan IPA, definisi, contoh kalimat, dan kuis interaktif.
Dalam konteks: Sangat besar, sangat luas
Dalam konteks: keberanian, keberanian
Dalam konteks: menginspirasi, memotivasi
Dalam konteks: ekspresif, penuh ekspresi
Dalam konteks: memenangkan, merebut (perhatian, kasih sayang, dll.)
Dalam konteks: pelecehan, penghinaan
Dalam konteks: ketidakadilan, ketidakadilan
Frasa dengan label jenis, definisi dwibahasa, catatan penggunaan, dan contoh kalimat.
To defend oneself or others against someone or something; to resist or oppose.
Melawan, menentang
To make someone fall in love with you, or to win someone's deep affection and admiration.
Memenangkan hati seseorang, sangat dicintai oleh seseorang
A stage in a knockout tournament in which 16 competitors or teams remain.
babak 16 besar
A game played during the initial round-robin phase of a tournament.
pertandingan babak grup